cover
Contact Name
Indra Rio Saputro
Contact Email
indra.rio@unsoed.ac.id
Phone
+6282187028772
Journal Mail Official
fitrodarwis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus Lemonade Desa Daruba Kec. Morotai Selatan Kab. Pulau Morotai, Maluku Utara
Location
Kab. pulau morotai,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Silitek
ISSN : 28085825     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.51135/bn7cvw06
Core Subject :
Jurnal Teknik SILITEK adalah jurnal teknik dan rekayasa yang merupakan wadah publikasi artikel ilmiah dalam rangka menyebarluaskan hasil riset dan kajian analisis yang berkaitan dengan keteknikan. Jurnal Teknik SILITEK diterbitkan 4 kali dalam setahun yakni di bulan Januari, April, Juni dan bulan Oktober. Cakupan dari ruang lingkup Jurnal Teknik SILITEK meliputi : 1. Teknik Sipil 2. Teknik Informatika 3. Teknik Lingkungan 4. Teknik Industri 5. Ilmu Teknik lainnya, serta 6. Sains lainnya
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
ANALISIS WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT (CCPM) DAN BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) Amillul Fata Fajrul Isnain; Muhammad Haizul Afifi; Henny Pratiwi Adi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ag979h53

Abstract

Pembangunan Rumah Susun Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) bertujuan untuk menyediakan fasilitas hunian yang layak bagi tenaga kerja industri seiring meningkatnya aktivitas investasi di kawasan tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan ketidaksesuaian antara jadwal perencanaan dan realisasi pekerjaan di lapangan yang berpotensi menyebabkan keterlambatan proyek. Oleh karena itu, diperlukan metode penjadwalan yang mampu meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan serta mendukung proses monitoring dan pengendalian proyek secara terintegrasi. Pemodelan BIM dilakukan untuk memperoleh volume pekerjaan dan produktivitas tenaga kerja. Penjadwalan proyek disusun menggunakan sostware penjadwalan. Analisis dilakukan dengan membandingkan durasi proyek eksisting, penjadwalan berbasis BIM, dan penjadwalan hasil integrasi BIM dengan CCPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek eksisting sebesar 64 hari dapat direduksi menjadi 60 hari melalui penerapan penjadwalan berbasis BIM, sehingga diperoleh efisiensi waktu sebesar 6,25%. Selanjutnya, setelah dilakukan optimasi menggunakan metode CCPM, durasi proyek kembali berkurang menjadi 54 hari, dengan total efisiensi waktu sebesar 15,625% terhadap jadwal eksisting.
EVALUASI GEOMETRIK JALAN TERHADAP KESELAMATAN LALU LINTAS (STUDI KASUS : KM 4 TANJAKAN SILAYUR, NGALIYAN SEMARANG) Bajang Kharisudin; Febri Ardian Saputra; Rachmat Mudiyono
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/epqrhm07

Abstract

Jalan Silayur adalah salah satu jalan penghubung antarwilayah di Kota Semarang yang sangat penting bagi mobilitas warga. Seiring bertambahnya volume lalu lintas, perlu dilakukan evaluasi terhadap kondisi jalan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan menilai apakah kondisi geometrik Jalan Silayur sesuai dengan standar perencanaan jalan yang berlaku. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data primer melalui survei lapangan. Data yang dikumpulkan meliputi lebar lajur, bahu jalan, tikungan, dan kemiringan jalan. Data pendukung lain, seperti peta dan standar teknis, diperoleh dari pedoman perencanaan geometrik jalan. Hasil pengukuran kemudian dibandingkan dengan ketentuan dalam standar Bina Marga 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa bagian Jalan Silayur, terutama tikungan dan lebar bahu jalan, belum memenuhi standar. Kondisi ini dapat menurunkan tingkat keselamatan, terutama pada jam sibuk atau saat cuaca buruk. Oleh karena itu, disarankan agar dilakukan perbaikan geometrik jalan agar pengguna lebih aman dan nyaman.
ANALISA KAPASITAS RENCANA TAMPUNGAN BENDUNGAN KEDUNGLANGGAR DI KECAMATAN TULIS  KABUPATEN BATANG Adzkia Munawaroh; Asti Kusuma Artanti; Moh Faiqun Ni’am
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/xf7gg229

Abstract

Bendungan Kedunglanggar yang berada di Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang direncanakan sebagai infrastruktur sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air baku, irigasi, serta pengendalian banjir. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas tampungan bendungan melalui analisis curah hujan, debit banjir rencana, serta hubungan elevasi–luas–volume waduk. Curah hujan rata-rata DAS dihitung menggunakan metode Poligon Thiessen dan dianalisis secara frekuensi dengan distribusi Log Pearson Tipe III yang diuji menggunakan uji Chi-Kuadrat dan Smirnov–Kolmogorov. Debit banjir rencana ditentukan menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Kapasitas tampungan waduk dianalisis melalui metode elevasi–luas–volume untuk mengetahui perubahan luas genangan dan volume tampungan pada setiap elevasi muka air. Hasil analisis menunjukkan curah hujan maksimum wilayah sebesar 146,73 mm. Perhitungan HSS Nakayasu menghasilkan debit banjir puncak sebesar 41,9615 m³/detik/mm dengan waktu puncak 3 jam. Berdasarkan metode elevasi–luas–volume, pada elevasi operasi +162 m diperoleh luas genangan sebesar 1.182.405 m² dan volume tampungan sebesar 23.638.557 m³. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kapasitas tampungan Bendungan Kedunglanggar masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi, sehingga secara hidrologis bendungan ini layak mendukung fungsi yang direncanakan.
STUDI ANALISIS KAPASITAS SAMBUNGAN BALOK–KOLOM STRUKTUR BAJA DENGAN PENDEKATAN METODE MANUAL DAN METODE ELEMEN HINGGA Jihad Ammar Izzata Nugroho; Maulana Edi Saputro; Sumirin
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/f8ez3q77

Abstract

Sambungan balok–kolom merupakan elemen penting dalam struktur baja yang berperan besar terhadap kinerja bangunan, khususnya dalam menahan beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas sambungan balok–kolom struktur baja menggunakan metode perhitungan manual dan metode elemen hingga. Analisis manual dilakukan berdasarkan ketentuan SNI 1729:2020 dan SNI 7972:2020, sedangkan analisis elemen hingga menggunakan perangkat lunak . Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas momen, gaya geser, serta distribusi tegangan pada sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kapasitas sambungan dari kedua metode memiliki kecenderungan yang sebanding, meskipun terdapat perbedaan akibat asumsi perhitungan dan pemodelan. Metode elemen hingga memberikan gambaran perilaku sambungan yang lebih detail pada daerah kritis. Secara umum, sambungan memenuhi persyaratan desain yang berlaku.
ANALISA PERBANDINGAN WAKTU DAN BIAYA KONSTRUKSI PIER HEAD METODE SOSROBAHU DAN METODE KONVENSIONAL PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL SEMARANG – DEMAK SEKSI 1A Ricki Wijayanto; Eko Muliawan Satrio
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/pks79404

Abstract

Pekerjaan pierhead merupakan elemen struktur krusial dalam pembangunan jalan layang yang berfungsi menyalurkan beban dari struktur atas ke bawah. Pada proyek dengan keterbatasan ruang kerja dan lalu lintas padat, pemilihan metode sangat pelaksanaan sangat mempengaruhi efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan waktu dan biaya konstruksi pierhead menggunakan Metode Sosrobahu dan Metode Konvensional pada Proyek Pembangunana Jalan Tol Semarang - Demak Seksi 1A. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan melakukan observasi lapangan dan analisis data sekunder berupa RAB dan schedule proyek. Data diolah untuk membandingkan produktivitas alat, tenaga kerja, serta total biaya material dan sewa alat dari kedua metode tersebut pada pilar P6 dan P10. Hasil penelitian menunjukan bahwa Metode Konvensional cenderung lebih efisien dalam segi biaya dan waktu, dengan total biaya Rp. 1.944.417.449 dan durasi 41 hari per pierhead. Sedangkan Metode Sosrobahu memerlukan biaya Rp. 2.487.397.770 dengan durasi 37 hari. Walaupun Metode Konvensional memiliki durasi pekerjaan yang lebih lama namun melihat dari sedikitnya selisih maka bisa disimpulkan bahwa Metode konvensional dinilai lebih signifikan. Kemudian meskipun Metode Sosrobahu lebih mahal, Metode Sosrobahu merupakan solusi tepat untuk meminimalisir gangguan lalu lintas pada area kerja yang terbatas.
ANALISIS DURABILITAS ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN MODIFIKASI BAHAN TAMBAH POLYPROPYLENE (PP) PADA JALAN DAERAH RAWAN ROB Taufik Hikmatul N; Wahyu Hidayat; Rachmat Mudiyono
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/709brx42

Abstract

Infrastruktur jalan merupakan elemen vital dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi. Namun, kerusakan jalan sering terjadi, terutama di daerah pesisir yang rawan rob (banjir pasang air laut). Air laut memiliki sifat korosif dan kadar garam yang tinggi, yang dapat melemahkan aspal dan agregat, sehingga mengurangi durabilitas dan umur rencana perkerasan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penambahan Polypropylene terhadap durabilitas campuran AC-WC, menentukan kadar optimum Polypropylene, serta mengevaluasi pengaruh lama rendaman air rob terhadap karakteristik Marshall campuran tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalah metode eksperimen laboratorium. Bahan yang digunakan ialah aspal penetrasi 60/70, agregat, dan bahan tambahan Polypropylene dengan kadar 0%, 1%, 2%, dan 3%. Campuran dirancang menggunakan metode Marshall (Job Mix Design) untuk memperoleh Kadar Aspal Optimum (KAO). Benda uji kemudian direndam dengan air laut dengan durasi 2 hari sampai 6 hari untuk mensimulasikan kondisi daerah rawan rob. Parameter yang diuji meliputi Stabilitas, Flow, (MQ), (VIM), (VMA) dan (VFB). Job mix Design dengan durabilitas terbaik ialah dengan bahan tambah Polypropylene kadar 1% dan rendaman air laut dengan durasi rendaman 3 hari dengan hasil; (VMA 19,45); (VIM 3,32); (VFB 82,93); (Stabilitas 3406,50); (Flow 3,51); (Marshall Quotient 973,33). Semua parameter telah memenuhi spesifikasi bina marga 2018 revisi ke-2.
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN METHODE of SLICE DAN METODE NUMERIK MENGGUNAKAN SOFTWARE (STUDI KASUS: LONGSOR TALUD PABRIK ES KRISTAL SEMARANG) Setia Kurniawan Jati; Taufiqi Alfil Qomar; Lisa Fitriyana
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/66bmc593

Abstract

Longsor pada talud di belakang Pabrik Es Kristal Semarang menunjukkan betapa pentingnya analisis stabilitas lereng untuk mencegah keruntuhan lereng yang dapat menimbulkan kerugian maupun korban jiwa. Penelitian ini memiliki fokus utama dalam analisis stabilitas lereng menggunakan metode irisan yaitu Fellenius dan Simplified Bishop , serta evaluasi dari analisis numerik dengan menggunakan software yang dimodelkan dengan beberapa variasi kondisi permodelan serta merencanakan visualisasi dari perkuatan lereng untuk peningkatan stabilitas. Data sifat fisik dan mekanik tanah yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui pengujian laboratorium terhadap sampel tanah yang diambil dari lokasi penelitian. Parameter-parameter hasil pengujian ini kemudian dijadikan sebagai input data dalam analisis stabilitas lereng, baik menggunakan perhitungan secara manual maupun melalui analisis numerik dengan bantuan software . Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai SF berbeda-beda pada setiap metode dan kondisi lereng. Secara umum, metode Siplified Bishop memberikan nilai SF yang lebih mendekati kondisi aktual lapangan. Setelah dilakukan perkuatan menggunakan sheet tumpukan dan jangkar , nilai SF mengalami peningkatan yang signifikan sehingga lereng berada pada kondisi yang lebih stabil.
ANALISIS QUANTITY TAKE OFF (QTO) STRUKTUR SALURAN TERBUKA OUTLET MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DAN BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) Andrew Kolose Tua Lumban Tobing; Ekodjati Tunggulgeni; Suprayogi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/nvgh5w97

Abstract

Pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan memerlukan perhitungan kuantitas material yang akurat untuk mendukung ketepatan estimasi biaya dan pengendalian konstruksi. Namun, metode Quantity Take Off (QTO) konvensional berbasis gambar 2D masih menghadapi keterbatasan terkait akurasi, efisiensi waktu, serta risiko kesalahan interpretasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan hasil QTO menggunakan metode konvensional dan Building Information Modelling (BIM) pada pekerjaan struktur Saluran Terbuka Outlet Bendungan Cijurey Paket 1, serta menilai potensi BIM dalam meningkatkan efektivitas perencanaan kuantitas dan biaya konstruksi. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa shop drawing, gambar kerja AutoCAD, serta Harga Satuan Pekerjaan (HSP). Perhitungan konvensional dilakukan melalui pengukuran manual dimensi pada shop drawing, sedangkan metode BIM menggunakan pemodelan 3D Autodesk Revit untuk menghasilkan QTO secara otomatis melalui fitur schedule. Data kuantitas dari kedua metode diekspor ke Microsoft Excel untuk dianalisis lebih lanjut. Perbandingan dilakukan terhadap volume beton yang dihasilkan, tingkat akurasi, efisiensi waktu, serta implikasi biaya berdasarkan deviasi kuantitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume beton menggunakan metode konvensional adalah 12.333,878 m³, sementara metode BIM menghasilkan 12.346,36 m³ dengan deviasi sebesar 0,10%. Meskipun selisihnya relatif kecil, BIM memberikan perhitungan yang lebih akurat karena mampu menangkap detail geometrik yang tidak teridentifikasi pada metode manual. BIM terbukti lebih efisien dalam waktu pengerjaan dan menghasilkan estimasi biaya yang lebih realistis dengan perbedaan nilai sebesar Rp 20.777.192 yang menguntungkan bagi kontraktor karena total pendapatan yang didapat lebih besar dibandingkan perhitungan konvensional. Secara keseluruhan, penerapan BIM terbukti meningkatkan akurasi, konsistensi, dan efektivitas proses QTO pada proyek infrastruktur skala besar
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN BEKISTING DOKA PADA PEKERJAAN SALURAN TERBUKA STA 9+25–9+50 PADA KONSTRUKSI SALURAN TERBUKA BENDUNGAN CIJUREY PAKET 1 Adriano Christopher; Okri Asfino Putra; Ekodjati Tunggulgeni; Suprayogi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ts9t9t83

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi penggunaan bekisting Doka pada pekerjaan saluran terbuka STA9+25–9+50 di Bendungan Cijurey Paket 1. Kondisi lapangan menggunakan pembagian tiga blok pondasi dandua blok dinding, masing-masing dengan tiga stage. Skenario baru disusun dengan mengurangi jumlah blokpondasi menjadi dua dan mengurangi stage dinding menjadi dua. Hasil perbandingan menunjukkan penurunanbiaya sewa dari Rp 62.726.760,86 menjadi Rp 49.148.469,73 serta percepatan durasi dari tujuh menjadi enamhari. Hal ini membuktikan bahwa pengaturan ulang blok dan stage dapat meningkatkan efisiensi biaya danwaktu pelaksanaan
PENGEMBANGAN INDEKS KUALITAS PEMADATAN DIGITAL YANG MENGINTEGRASIKAN DATA KEPADATAN DAN CBR UNTUK PROYEK JALAN Natanael Nugraha Haloho; Suprayogi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/nnax4g09

Abstract

Pemadatan tanah dasar memiliki peranan yang sangat penting terhadap kemampuan dukung dan masa pakai permukaan jalan. Penelitian ini menciptakan Indeks Kualitas Pemadatan Digital (DCQI) yang menggabungkan nilai CBR dan tingkat kepadatan lapangan untuk mengevaluasi kualitas subgrade secara kuantitatif. Objek yang diteliti adalah Proyek Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 2A, pada STA 11+875 sampai 11+975, dengan menggunakan hasil uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP) dan sand cone pada tanah yang berupa lempung berpasir. Nilai CBR dan kepadatan disesuaikan dengan standar (CBRref = 6%; Kref = 95%), kemudian digabungkan melalui model DCQI. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bobot α = 0,735 untuk CBR dan β = 0,265 untuk kepadatan, yang mengindikasikan bahwa kekuatan tanah memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kualitas pemadatan. Nilai DCQI yang sudah dikalibrasi dihitung untuk setiap STA, dengan rata-rata 1,02, yang menunjukkan bahwa kualitas pemadatan memenuhi standar teknis. Wilayah dengan DCQI di atas 1,05 menunjukkan adanya pemadatan berlebih. Visualisasi digital dalam bentuk grafik DCQI menunjukkan variasi kualitas tanah dasar sepanjang jalur. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa DCQI efektif sebagai indikator digital terpadu untuk kontrol kualitas pemadatan tanah dasar, serta berpotensi untuk dikembangkan menjadi sistem pemantauan kualitas lapangan berbasis digital secara real-time dalam proyek infrastruktur jalan.