cover
Contact Name
Indra Rio Saputro
Contact Email
indra.rio@unsoed.ac.id
Phone
+6282187028772
Journal Mail Official
fitrodarwis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus Lemonade Desa Daruba Kec. Morotai Selatan Kab. Pulau Morotai, Maluku Utara
Location
Kab. pulau morotai,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Silitek
ISSN : 28085825     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.51135/bn7cvw06
Core Subject :
Jurnal Teknik SILITEK adalah jurnal teknik dan rekayasa yang merupakan wadah publikasi artikel ilmiah dalam rangka menyebarluaskan hasil riset dan kajian analisis yang berkaitan dengan keteknikan. Jurnal Teknik SILITEK diterbitkan 4 kali dalam setahun yakni di bulan Januari, April, Juni dan bulan Oktober. Cakupan dari ruang lingkup Jurnal Teknik SILITEK meliputi : 1. Teknik Sipil 2. Teknik Informatika 3. Teknik Lingkungan 4. Teknik Industri 5. Ilmu Teknik lainnya, serta 6. Sains lainnya
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
A REVIEW ON SUSTAINABLE CONSTRUCTION REGULATIONS IN DEVELOPED COUNTRIES: KEY LESSONS AND INSIGHTS FOR INDONESIA Erik Wahyu Palguna; Diajeng Sekar Shaliha; Iola Abi Gail; Indra Rio Saputro; Via Azizul Saputri Khalifah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/bn7cvw06

Abstract

The construction sector is a major contributor to global energy consumption, greenhouse gas emissions, and resource depletion, making sustainable construction regulations an urgent policy priority. This systematic literature review examines regulatory frameworks, policy instruments, and implementation experiences from developed countries including the United States, Japan, the United Kingdom, and European countries and synthesizes key lessons applicable to Indonesia. Following Mayring’s process model, 50 peer reviewed articles were selected through a rigorous four-stage screening protocol and analyzed using qualitative content analysis. The findings reveal that effective sustainable construction governance in developed countries relies on mandatory building codes, green building certification programs (LEED and BREEAM), life cycle assessment requirements, financial incentives such as tax credits and subsidies, and alignment with broader circular economy and carbon neutrality objectives. Conversely, Indonesia and comparable developing countries continue to face persistent barriers including weak law enforcement, prohibitive upfront costs, fragmented governance, limited stakeholder awareness, and insufficient financial incentives. The study concludes that direct transplantation of foreign regulatory models is impractical; instead, context-sensitive adaptation that accounts for local economic realities and institutional capacities is essential. Practical recommendations are offered for Indonesian policymakers and construction practitioners to strengthen legal frameworks, expand incentive mechanisms, improve enforcement, and invest in stakeholder education.
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA PT X KEGIATAN PERTAMBANGAN BATU GUNUNG QUARRY BESAR Winda Uswatun Khasanah; Heri Mulyanti
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/khkz8283

Abstract

Penambangan adalah suatu kegiatan pemanfaatan atau mengambil sumberdaya alam berupa bahan galian. Pemanfaatan sumberdaya alam secara besar-besaran tanpa mempedulikan lingkungan dapat mengakibatkan berbagai dampak negatif. Pertambangan batuan salah satu sumberdaya alam mineral yang dimanfaatkan. Aktivitas pertambangan ini seringkali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti degradasi lahan, pencemaran air, dan kerusakan ekosistem. Diperlukan pengelolaan lingkungan yang efektif untuk meminimalisir dampak tersebut. Hal ini berlaku pada penambangan batu gunung quarry besar yang dilakukan oleh PT X. Tujuan pada penelitian ini adalah memahami upaya pengelolaan dalam operasional pertambangan di PT X kegiatan pertambangan batu gunung quarry besar. Metode yang digunakan adalah studi literatur, data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa sumber, yaitu data yang bersumber dari pemrakarsa (PT X) dan studi literatur. Dari hasil penelitian terdapat beberapa dampak penambangan batu gunung quarry besar terhadap lingkungan hidup mulai dari tahap pra-konstruksi, konstruksi, operasional dan tahap pasca-konstruksi. Upaya pengelolaan lingkungan dari kegiatan penambangan batu gunung quarry besar pada PT X yang dapat dilaksanakan untuk mengendalikan dampak yang ditimbulkan pada setiap tahapan kegiatan. Setiap dampak berkaitan dengan sumber dampak, bentuk pengelolaan, lokasi pengelolaan dan periode pengelolaan lingkungan hidup.
OPTIMASI DOSIS KAPUR DAN CHEMICAL GREEN LM 50 TERHADAP PENINGKATAN PH DAN PENURUNAN TSS PADA AIR ASAM TAMBANG DI PT. X Sya'ira Salsabila Athayya Faragusta Putri Irwansyah; Ariesta Sulistyo Asih
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/3176ht25

Abstract

Air asam tambang merupakan salah satu permasalahan lingkungan pada kegiatan pertambangan batubara akibat rendahnya nilai pH dan tingginya kandungan Total Suspended Solid (TSS). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum penggunaan kapur dan Chemical Green LM 50 pada pengolahan air asam tambang di PT. X berdasarkan parameter pH dan TSS. Sampel air diambil dari SP 23 dan kolam sump menggunakan metode grab sampling. Pengujian dilakukan menggunakan variasi dosis Chemical Green LM 50 sebesar 0,5 mL dan 1 mL serta kapur sebesar 1 gram dan 3 gram dengan waktu pengendapan 15, 30, dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Chemical Green LM 50 dosis 0,5 mL memberikan hasil yang lebih optimum dibandingkan dosis 1 mL karena mampu menurunkan nilai TSS secara lebih stabil. Pada pengujian kapur, dosis 1 gram menunjukkan hasil yang lebih efektif dan stabil dibandingkan dosis 3 gram dalam meningkatkan nilai pH dan menjaga kestabilan TSS. Secara umum, semakin lama waktu pengendapan maka proses pengolahan air asam tambang menjadi lebih efektif.
ANALISIS TIMBULAN LIMBAH B3 PADA INDUSTRI KAYU Iqtida Binabi; Hendriyanto Cahyonugroho
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/cg7n5g16

Abstract

Industri pengolahan kayu merupakan salah satu sektor industri yang berpotensi menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari kegiatan produksi maupun kegiatan pendukung. Limbah B3 yang dihasilkan umumnya berasal dari proses maintenance mesin, workshop, utilitas, kendaraan operasional, serta proses finishing menggunakan bahan kimia seperti cat, coating, dan varnish. Apabila limbah B3 tidak dikelola dengan baik, maka dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan membahayakan kesehatan pekerja maupun masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, sumber, karakteristik, dan timbulan limbah B3 yang dihasilkan pada industri pengolahan kayu serta mengevaluasi kebutuhan penyimpanan limbah B3 sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Pengumpulan data primer dilakukan melalui survei lapangan dan wawancara dengan pihak perusahaan terkait pengelolaan limbah B3, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan, kapasitas produksi, diagram alir proses produksi, dan peraturan terkait pengelolaan limbah B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah B3 yang dihasilkan meliputi minyak pelumas bekas, kain majun bekas, limbah cat dan varnish, pelarut bekas, aki bekas, limbah elektronik, serta kemasan bekas B3. Berdasarkan hasil identifikasi timbulan limbah B3, diperlukan pengelolaan melalui pewadahan, penyimpanan sementara pada TPS Limbah B3, pemberian simbol dan label, serta penyerahan limbah kepada pihak ketiga berizin. Pengelolaan limbah B3 yang sesuai regulasi diharapkan dapat meminimalisir risiko pencemaran lingkungan dan meningkatkan keselamatan kerja pada industri pengolahan kayu.
ANALISIS STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH TIPE MECHANICALLY STABILIZED EARTH (MSE) WALL PADA TANAH TIMBUNAN Praditia Aji Pangestu; Sholeh Abdulloh; Lisa Fitriyana; Abdul Rochim
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/g3b6fg20

Abstract

Dinding penahan tanah tipe Mechanically Stabilized Earth (MSE) merupakan salah satu solusi konstruksi yang banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur jalan tol untuk menstabilkan tanah, terutama pada lokasi dengan elevasi tanah yang bervariasi atau membutuhkan ruang bebas seperti underpass. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas dinding MSE pada struktur timbunan yang dibangun di proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Paket 1 Seksi 1, khususnya pada pekerjaan MSE Wall Box Underpass 10 STA 0+237. Analisis stabilitas dinding penahan tanah tipe MSE pada tanah timbunan dilakukan dengan meninjau dua aspek utama, yaitu stabilitas eksternal (terhadap geser, guling, dan daya dukung tanah), dan stabilitas internal (terhadap tensile failure dan pullout failure). Data tanah diperoleh melalui investigasi geoteknik di lokasi proyek, sedangkan parameter teknis dinding dan material perkuatan diperoleh dari data perencanaan dan spesifikasi teknis di proyek. Metode perhitungan yang digunakan mengacu pada standar FHWA (Federal Highway Administration), AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Official) dan SNI (Standar Nasional Indonesia). Hasil analisis dengan perhitungan manual menunjukkan bahwa stabilitas eksternal terhadap geser (SF > 1.5), terhadap guling (SF > 2.0), dan terhadap daya dukung (SF > 2.5), serta stabilitas internal terhadap tensile failure dan pullout failure (SF > 1.5) pada semua segmen (A-A hingga F-F) dinyatakan aman sesuai standar. Pemodelan numerik dengan PLAXIS 2D V.24 juga mengonfirmasi kestabilan dengan SF > 1.3 untuk seluruh segmen, memberikan evaluasi komprehensif yang konsisten dengan metode manual. Secara keseluruhan, struktur MSE Wall terbukti aman dan layak diterapkan untuk mendukung proyek infrastruktur jalan tol.
ANALISIS EFEKTIVITAS UNIT BIOFILTER PADA IPAL DALAM MENYISIHKAN KADAR  BOD, COD, DAN TSS PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK INDUSTRI KAYU PT X Iqbal Attaqi Adriansyah; Okik Hendriyanto Cahyonugroho
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/mv0dx856

Abstract

Air limbah domestik yang dihasilkan dari aktivitas industri berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan secara tepat sebelum dibuang atau dimanfaatkan kembali. Salah satu teknologi pengolahan yang banyak digunakan adalah sistem biofilter karena dinilai efektif dalam menurunkan kandungan bahan organik dan padatan tersuspensi pada air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas unit biofilter dalam menurunkan parameter Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solid (TSS) pada air limbah domestik industri pengolahan kayu. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data kualitas air limbah, serta analisis efisiensi removal pada setiap unit pengolahan IPAL yang terdiri atas bak ekualisasi, sedimentasi awal, biofilter anaerob, biofilter aerob, dan sedimentasi akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BOD mengalami efisiensi penyisihan sebesar 96,94%. Parameter COD mengalami efisiensi penyisihan sebesar 96,94%, sedangkan parameter TSS mengalami efisiensi penyisihan sebesar 90,20%. parameter BOD dan COD telah memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan, sedangkan parameter TSS masih sedikit melebihi ambang batas yang ditetapkan. Meskipun demikian, sistem biofilter tetap menunjukkan kinerja pengolahan yang baik dalam menurunkan kandungan pencemar air limbah domestik. Dengan demikian, teknologi biofilter dapat menjadi alternatif pengolahan air limbah yang efektif, sederhana, dan ramah lingkungan untuk mendukung pemanfaatan kembali effluent pada kegiatan penyiraman Ruang Terbuka Hijau (RTH), meskipun masih diperlukan optimalisasi pada proses pengolahan untuk meningkatkan kualitas effluent terutama pada parameter TSS.
KAJIAN KUALITAS LINGKUNGAN PADA INDUSTRI PENGGILINGAN UMBI DAN SAYURAN Janatul Firdausi Ahla; Nindy Callista Elvania
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/5kr51564

Abstract

Industri pengolahan porang merupakan salah satu sektor agroindustri yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan berupa limbah cair, emisi udara, kebisingan, limbah padat, dan limbah B3. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) pada rencana kegiatan Industri Penggilingan Aneka Umbi dan Sayuran (Termasuk Rhizoma) PT X. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan dokumentasi menggunakan data sekunder yang berasal dari dokumen perencanaan kegiatan, dokumen teknis, data lingkungan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan industri berpotensi menimbulkan dampak terhadap kualitas udara, kualitas air, kebisingan, limbah padat, limbah B3, serta keselamatan dan kesehatan kerja. Upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang direncanakan meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pemasangan wet scrubber, pengelolaan limbah sesuai ketentuan, serta penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dengan demikian, dokumen UKL-UPL menjadi instrumen penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan industri yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
ANALISIS PETA GENANGAN BANJIR DESA ASIMIRO KECAMATAN LOLODA UTARA KABUPATEN HALMAHERA UTARA Marlina Kamis; Yudit Agus Priambodo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/c75qxy19

Abstract

Desa Asimiro, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara merupakan kawasan pesisir kepulauan yang secara berulang mengalami bencana banjir, termasuk kejadian pada 10 Desember 2025 yang merendam sekitar 20 rumah warga dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter serta menggenangi sejumlah fasilitas pendidikan dan pemerintahan desa. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik hidrologi DAS Asimiro dan memetakan zona genangan banjir untuk periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun menggunakan pendekatan pemodelan terpadu. Metodologi mencakup: (1) analisis frekuensi curah hujan menggunakan HEC-SSP 2.3 dengan data observasi BMKG, di mana distribusi Log-Pearson Type III terpilih sebagai distribusi terbaik berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov pada taraf kepercayaan 95%; (2) pemodelan hidrologi menggunakan HEC-HMS 4.13 dengan metode SCS Curve Number dan SCS Unit Hydrograph pada 5 sub-DAS dengan total luas 19,69 km²; (3) pemodelan hidrolika 2D menggunakan HEC-RAS 7.0 dengan data elevasi DEMNAS resolusi 8,1 meter dan kondisi batas hilir berupa data pasut harmonik dari SRGI-BIG (tipe campuran dominan semidiurnal, F=0,39); serta (4) pemetaan genangan menggunakan QGIS. Hasil analisis menunjukkan curah hujan rancangan periode ulang 100 tahun sebesar 473,17 mm, menghasilkan debit puncak banjir 241,9 m³/s dengan waktu puncak 11,25 jam. Rasio Q100/Q2 sebesar 15,2 mencerminkan variabilitas curah hujan ekstrem yang tinggi. Luas genangan meningkat dari 6,94 hektar (Q2) hingga 28,75 hektar (Q100), dengan tingkat bahaya berat (kedalaman >1,5 m) baru tercapai pada banjir Q100 yang menggenangi 18 unit rumah, 0,28 km jaringan jalan, 2 fasilitas umum, dan 18,94 hektar kawasan hutan
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TENTANG SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN SANITASI DI MALUKU UTARA Arni Zuhairini A Sibua; Julham Adingku; Siti Hadija Goraahe
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/d66zhe98

Abstract

Penyediaan air bersih dan sanitasi di Maluku Utara masih menghadapi berbagai tantangan akibat karakteristik wilayah kepulauan, keterbatasan sumber air tawar, dan rendahnya kualitas sanitasi lingkungan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya masalah kualitas air, intrusi air laut, keterbatasan layanan PDAM, serta meningkatnya kebutuhan air masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi penyediaan air bersih dan sanitasi serta peluang pengembangannya di Maluku Utara. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah terkait kualitas air, sanitasi, distribusi air bersih, kapasitas PDAM, dan teknologi penyediaan air di wilayah Maluku Utara. Data dianalisis secara deskriptif untuk membandingkan dan mensintesis hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah masih bergantung pada air hujan dan air tanah dangkal dengan kualitas yang belum memenuhi standar kesehatan. Permasalahan utama meliputi intrusi air laut, pencemaran domestik, keterbatasan distribusi air, dan rendahnya sanitasi lingkungan. Namun, inovasi teknologi seperti sistem perpipaan antarpulau, mikrohidro, dan pengolahan air lokal berpotensi mendukung keberlanjutan penyediaan air bersih di wilayah kepulauan.
ANALISIS KECELAKAAN ALAT BERAT DENGAN METODE WHY BECAUSE ANALYSIS (WBA) DAN TECHNIQUE OF OPERATING REVIEW (TOR) PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI Grand Widya Fatiha Salma; Dewi Kurniasih; Lukman Handoko
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/8tf4mq82

Abstract

Perusahaan jasa konstruksi merupakan badan usaha di bidang pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana fisik dengan menyediakan jasa layanan konsultasi perencanaan, pelaksanaan konstruksi, dan pengawasan. Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan dan pernyataan Kementerian PUPR setiap tahunnya terdapat 32% kasus angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi dari total keseluruhan kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Berdasarkan data rekapitulasi kasus kecelakaan kerja pada perusahaan jasa konstruksi tahun 2023-2025 terjadi sebanyak 30 kasus yang didominasi oleh pekerjaan menggunakan alat berat sebanyak 7 kasus. Penelitian ini menganalisis kasus kecelakaan terjatuhnya pipa pancang pada aktivitas pemancangan menggunakan crawler crane. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penyebab kecelakaan pekerjaan menggunakan alat berat pada perusahaan jasa konstruksi. Metode yang digunakan dalam menganalisis penyebab kasus kecelakaan adalah Why Because Analysis  (WBA) dan Technique Of Operating Review (TOR). Metode WBA digunakan untuk mengidentifikasi fakta kecelakaan, menyusun sebab akibat, dan menemukan akar penyebab dari `kasus kecelakaan. TOR digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan penyebab dasar kecelakaan yaitu penegakan kebijakan K3LL dan program K3 belum berjalan, perencanaan awal proyek tidak akurat, tindak lanjut hasil inspeksi crane tidak diimplementasikan, pekerja belum mendapatkan pelatihan lifting & rigging, kurangnya pengawasan akibat supervisor hanya berjumlah 1 orang dan menangani banyak area kerja, dan tidak terdapat JSA pekerjaan. Berdasarkan analisis dengan diagram pareto didapatkan prioritas perbaikan pada penyebab dominan yaitu penegakan kebijakan K3LL dan program K3 belum berjalan, kurangnya pengawasan atau supervisi dan tidak terdapat JSA dengan rekomendasi penyusunan program K3, evaluasi dan penambahan sistem pengawasan, serta penyusunan, pembaruan, dan evaluasi dokumen JSA sesuai aktivitas pekerjaan.