cover
Contact Name
Muji Sri Prastiwi
Contact Email
mujiprastiwi@unesa.ac.id
Phone
+6281803190335
Journal Mail Official
bioedu@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Unesa. Gedung C3, Lt. 2. Kampus Unesa, Ketintang, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu)
ISSN : -     EISSN : 26859289     DOI : -
BioEdu merupakan Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Biologi yang diterbitkan oleh Jurusan Biologi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. BioEdu terbit tiga kali dalam setahun. BioEdu memuat artikel-artikel hasil penelitian di bidang kependidikan Biologi yang ditulis oleh para penulis dan peneliti dari Program Studi S1 Pendidikan Biologi
Articles 1,573 Documents
Profil Miskonsepsi Peserta Didik Kelas XI Menggunakan Four-Tier Diagnostic Test dan Remediasi pada Submateri Transpor Membran Hidayati, Nurul; Budijastuti, Widowati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v13n2.p465-472

Abstract

Abstrak Miskonsepsi menjadi faktor terhadap penerimaan konsep pada peserta didik. Miskonsepsi perlu diidentifikasi dan diremediasi untuk mencegah kesalahpahaman terhadap konsep selanjutnya. Miskonsepsi adalah keyakinan konseptual peserta didik namun tidak sejalan dengan kebenaran di kalangan ahli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil konsepsi peserta didik melalui instrumen four-tier diagnostic test dan mendeskripsikan hubungan antara remediasi Concept Attainment Model (CAM) dengan profil konsepsi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif disertai survei dengan rancangan one group pretest-posttest design yaitu adaptasi soal four-tier diagnostic test, uji soal pretest, perlakuan CAM, uji soal posttest, analisis hasil penelitian dengan tabel kategori dan kriteria tingkat miskonsepsi, membandingkan hasil pretest dan posttest, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik XI-B Madrasah Aliyah Negeri 1 Pasuruan yang berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata profil konsepsi siswa sebelum perlakuan yaitu miskonsepsi 15%, tidak paham konsep 8%, paham sebagian 49%, dan paham konsep 28%. Setelah perlakuan Concept Attainment Model (CAM), rata-rata profil konsepsi peserta didik miskonsepsi menurun menjadi 7%, tidak paham konsep menurun menjadi 2%, paham sebagian menurun menjadi 24%, dan paham konsep meningkat menjadi 67%. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh atau perubahan sebelum dan sesudah diberikan remediasi pembelajaran Concept Attainment Model (CAM). Kata kunci: miskonsepsi, transpor membran, remediasi, Concept Attainment Model (CAM). Abstract Misconceptions are a factor in students' acceptance of concepts. Misconceptions need to be identified and remediated to prevent further misunderstanding of the concept. Misconceptions are students' conceptual beliefs that are not in line with the truth among experts. This research aims to analyze students' conceptual profiles using a four-tier diagnostic test instrument and describe the relationship between Concept Attainment Model (CAM) remediation and students' conceptual profiles. This research is quantitative research accompanied by a survey with a one-group pretest-posttest design, namely adaptation of four-tier diagnostic test questions, pretest question test, CAM treatment, posttest question test, analysis of research results using category tables and criteria for misconception levels, comparing pretest results and posttest, and interview. The subjects in this research were 35 students of XI-B Madrasah Aliyah Negeri 1 Pasuruan. The results of the research showed that the average profile of students' conceptions before treatment was 15% misconception, 8% did not understand the concept, 49% partially understood, and 28% understood the concept. After the Concept Attainment Model (CAM) treatment, the average conceptual profile of students with misconceptions decreased to 7%, not understanding the concept decreased to 2%, partial understanding decreased to 24%, and understanding the concept increased to 67%. This proves that there is an influence or change before and after being given Concept Attainment Model (CAM) learning remediation. Keywords: misconceptions, membrane transport, remediation, Concept Attainment Model (CAM).
Validitas E-LKPD Berbasis Guide Inquiry pada Materi Sistem Ekskresi untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA Febrina, Dinni Shela; Qomariyah, Nur
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v13n2.p481-489

Abstract

Abstrak Kurikulum merdeka belajar didesain untuk menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21. Salah satu tuntutan pendidikan abad ke-21 adalah berpikir kritis. Salah satu solusi dalam menangani permasalahan tersebut adalah menggunakan model pembelajaran sistematis yang dapat melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Guided Inquiry. Faktor keberhasilan lain dalam pembelajaran yaitu penggunaan bahan ajar yang tepat. Salah satunya adalah bahan ajar Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik. Tujuan penelitian ini yaitu mendeksripsikan validitas E-LKPD berbasis Guided Inquiry pada materi sistem ekskresi untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMA. Prosedur pengembangannya menggunakan model 4D (Define, Design, Develop dan Disseminate). Teknik pengumpulan data yakni menggunaan metode validasi. Hasil E-LKPD yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dengan persentase sebesar 99,18% berdasarkan penyajian, isi dan syarat teknis. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan E-LKPD berbasis Guided Inquiry pada materi sistem ekskresi tersebut dapat dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: keterampilan berpikir kritis, elektronik lembar kerja peserta didik, guided inquiry. Abstract The independent learning curriculum is designed to face the demands of 21st century education. One of the demands of 21st century education is critical thinking. One solution to dealing with this problem is to use a systematic learning model that can train students' critical thinking skills. The learning model that can be applied is Guided Inquiry. Another success factor in learning is the use of appropriate teaching materials. One of them is the open material Electronic Student Worksheets. The aim of this research is to describe the validity of the Guided Inquiry-based E-LKPD on excretory system material to train high school students' critical thinking skills. The development procedure uses a 4D model (Define, Design, Develop and Disseminate). The data collection technique uses validation methods.. The results of the E-LKPD developed were declared very valid with a percentage of 99.18% based on presentation, content and technical requirements. Based on the results of research on the development of E-LKPD based on Guided Inquiry on the excretory system material, it can be declared suitable for use in learning. Keywords: critical thinking skills, electronic student worksheets, guided inquiry.
The Implementation of Student Worksheet Based on Problem Based Learning on Environmental Changes to Train Critical Thinking Skill for Students of Grade X Senior High School Dewi, Lailia Kurniawati; Kuntjoro, Sunu
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v13n2.p515-523

Abstract

Abstract One of the characteristics of the Independent Curriculum listed in the Pancasila Student Profile dimension is critical reasoning. This is in line with the demands of 21st-century skills, namely critical thinking. The implementation of the Independent Learning Curriculum emphasizes the selection of learning models. One of the learning alternatives that can be implemented is learning that applies LKPD based on Problem Based Learning (PBL) to train students' critical thinking skills in class X environmental change materials adapted from the LKPD developed by Afkarina (2023). The objective of this study is to describe 1) the implementation of learning, 2) students' critical thinking skills, and 3) students' responses. This research includes a type of application research with a Pre-experimental design, the research target is 98 students in class X of SMAN 1 Pesanggaran, Banyuwangi. The parameters measured were 1) the implementation of learning, 2) students' critical thinking skills, and 3) students' responses. Research instrument was obtained from validation, critical thinking skills observation sheet, questionnaire and test sheets. The data from the research results were analyzed using a quantitative descriptive analysis method. The results of the study showed that 1) the implementation of learning carried out by teachers was very good with a score of 99.44%, 2) 95.19% of students had carried out critical thinking skills very well and achieved the completeness of indicators, 3) the response of students to LKPD was 95.69% or very positive. Keywords: the implementation of student woorsheets based on problem based learning, critical thinking skills, environmental change material. Abstrak Salah satu karakteristik dalam Kurikulum Merdeka yang tercantum dalam dimensi Profil Pelajar Pancasila adalah bernalar kritis. Hal ini selaras dengan tuntutan keterampilan abad ke-21 yaitu berpikir kritis. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar menekankan pada pemilihan model pembelajaran. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat diimplementasikan yaitu pembelajaran yang menerapkan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi perubahan lingkungan kelas X yang diadaptasi dari LKPD yang dikembangkan Afkarina (2023). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan 1) keterlaksanaan pembelajaran, 2) keterampilan berpikir kritis peserta didik, dan 3) respon peserta didik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian penerapan dengan desain Pre-eksperimental, sasaran penelitian 98 siswa kelas X SMAN 1 Pesanggaran, Banyuwangi. Parameter yang diukur yaitu 1) keterlaksanaan pembelajaran, 2) keterampilan berpikir kritis peserta didik, dan 3) respon peserta didik. Intrumen penelitian ini diperoleh dari lembar keterlaksanaan, lembar observasi keterampilan berpikir kritis, lembar angket, dan lembar tes. Data hasil penelitiannya dianalisis mempergunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1) keterlaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru sangat baik dengan skor 99,44%, 2) 95,19% peserta didik sudah menjalankan keterampilan berpikir kritis dengan sangat baik dan mencapai ketuntasan indikator, 3) respon peserta didik terhadap LKPD sebesar 95.69% atau sangat positif. Kata kunci: penerapan lembar kegiatan siswa berbasis problem based learning, keterampilan berpikir kritis, materi perubahan lingkungan.
Analisis Miskonsepsi Biodiversitas Siswa di Wilayah Urban dengan Instrum BIODIV-MDT Abidina, Keisya Adan; Purba, Angel; Yunita, Marsya; Nuraini , Azzahra; Latifui, Aldila Charine Nuraini; Naufal, Muhammad; Naibaho, Elsa Rholas; Ristanto, Rizhal Hendi; Suryanda, Ade
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n1.p298-306

Abstract

Biodiversitas mencakup variasi genetik, spesies, dan ekosistem yang saling berinteraksi. Pemahaman konsep ini penting dalam pendidikan karena berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Namun, sering terjadi miskonsepsi, yaitu pemahaman keliru yang diyakini benar oleh siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bentuk miskonsepsi siswa terhadap materi biodiversitas di wilayah urban menggunakan instrumen BIODIV-MDT. Instrumen berupa kuesioner bertingkat diberikan kepada 61 siswa kelas VII MTs Hasanatuddarain. Hasil menunjukkan hanya 7,4% siswa memahami konsep secara utuh, sementara lainnya mengalami miskonsepsi, seperti miskonsepsi murni (39,1%), false positive (18,3%), dan false negative (16,4%). Sub materi dengan miskonsepsi tertinggi adalah membandingkan keanekaragaman gen, jenis, dan ekosistem. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual, seperti media visual, praktikum, dan eksplorasi lingkungan, untuk meningkatkan pemahaman dan mencegah miskonsepsi.
Kelayakan E-LKPD Berbasis Problem Based Learning Pada Materi Virus untuk Melatih Keterampilan Literasi Digital Peserta Didik Widyasari, Shalsabila Nur Fauziyah; Trimulyono, Guntur
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n1.p1-10

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang pendidikan telah mentransformasi paradigma pembelajaran abad ke-21 yang menekankan partisipasi aktif peserta didik, pemecahan masalah kontekstual, serta pemanfaatan media digital untuk mendukung pembelajaran yang bervariasi. Namun, kemudahan akses informasi justru meningkatkan risiko penyebaran informasi palsu (hoaks) yang dapat menyesatkan pembaca. Sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, penguasaan TIK menjadi aspek penting dalam peningkatan mutu pendidikan, sehingga literasi digital perlu dilatihkan melalui kegiatan pembelajaran yang terstruktur. Tujuan utama penelitian ini adalah menciptakan E-LKPD berbasis PBL yang valid, aplikatif, dan efektif dalam melatihkan keterampilan literasi digital. Model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate) diterapkan dalam riset ini dan diujicobakan kepada 25 peserta didik kelas X. Validitas E-LKPD dinilai berdasarkan aspek penyajian, isi, dan kebahasaan oleh para validator. Data kepraktisan diperoleh dari hasil keterlaksanaan aktivitas dan respons peserta didik. Efektivitas diukur melalui nilai sensitivitas dan n-gain yang dianalisis dari hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD dinyatakan valid dengan skor 98,26%. E-LKPD dinyatakan praktis dengan persentase keterlaksanaan 100% dan respons peserta didik 98%, serta efektif dengan rata-rata nilai sensitivitas 0,38 dan n-gain 0,76 yang tergolong tinggi. Maka dari itu, E-LKPD berbasis PBL pada materi virus layak digunakan dalam pembelajaran untuk melatihkan keterampilan literasi digital.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Problem Based Learning Materi Ekosistem untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Peserta Didik Widanti, Melarosa Dwi; Pramita Yakub
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n1.p11-20

Abstract

Pada abad ke-21 dunia pendidikan menuntut peserta didik untuk menguasai kemampuan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis merupakan bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang melibatkan proses mencari, mengolah, menganalisis, dan menyusun informasi guna mendorong kreativitas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kterampilana berpikir kritis peserta didik di SMAN 7 Surabaya, khususnya pada materi ekosistem. Berdasarkan hasil wawancara, media pembelajaran yang digunakan kurang menarik sehingga peserta didik pasif. Topik ekosistem dipilih karena kontekstual dan relevan dengan permasalahan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berbasis PBL materi ekosistem untuk meningkatkan berpikir kritis yang layak berdasaarkanvaliditas, kepraktisan, dan keefektifan. Metode pengembangan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Uji coba dilakukan secara terbatas pada 36 peserta didik kelas X-6 SMAN 7 Surabaya. Penilaian validitas diperoleh dari dua validator, kepraktisan dari obsevasi keterlaksanaan olleh observer, serta keefektifan melalui peningkatan nilai pretest dan posttest dan angket repons peserta didik. Temuan penelitian mengungkap validitas produk mencapai 98,90%, tingkat kepraktisan sempurna yakni 100%, efektivitas tinggi dengan nilai N-gain sebesar 0,72, respons positif siswa mencapai 97,40%, dan sensitivitas soal berada pada angka 0,50. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis problem based learning memiliki efektivitas yang signifikan dalam mendukung proses pembelajaran untuk mengasah kemampuan berpikir kritis. Kata Kunci: Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD), Problem Based Learning (PBL), Berpikir kritis, Ekosistem.
Pengembangan E-Book Berbasis SETS Materi Sistem Imun untuk Melatihkan Keterampilan Literasi Sains Pada Peserta Didik Zuhlia, Shofiatuz; Raharjo
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n1.p21-30

Abstract

Era pendidikan abad ke-21, peserta didik dituntut memiliki beberapa keterampilan, seperti keterampilan literasi sains dan penguasaan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan E-Book berbasis Science, Environment, Technology, and Society (SETS) yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan literasi sains pada materi Sistem Imun. Indikator literasi sains yang digunakan yakni mengidentifikasi pengetahuan dan fenomena ilmiah dengan tepat, mengubah data dari satu bentuk ke bentuk yang lain, serta menganalisis dan menarik kesimpulan yang tepat. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Development, dan Disseminate). Validitas E-Book diperoleh dari penilaian ahli materi, ahli media, dan guru Biologi SMA. Kepraktisan diukur melalui hasil keterbacaan dan angket respons peserta didik. Keefektifan diperoleh dari hasil tes literasi sains berupa pretest dan posttest. Penelitian ini diuji cobakan pada 20 peserta didik kelas XI-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Book berbasis SETS dinyatakan sangat valid dengan skor 3,88. Kepraktisan E-Book dilihat dari hasil uji keterbacaan menunjukkan teks berada pada level 11, sesuai untuk peserta didik kelas 10, 11, dan 12 SMA, serta diperkuat oleh respons positif peserta didik 98,79%. E-Book berbasis SETS dinyatakan efektif dengan nilai N-Gain sebesar 0,85 yakni kategori tinggi dan ketuntasan hasil belajar peserta didik sebesar 100%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa E-Book berbasis SETS yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran untuk melatihkan keterampilan literasi sains. Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai fitur interaktif dalam E-Book yang dirancang selaras dengan indikator literasi sains.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) Berbasis Etnopedagogi untuk Melatihkan Literasi Sains Siswa Kelas X Materi Ekosistem Ferlyano, Dicky Reza; Yuliani
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n1.p80-90

Abstract

Rendahnya literasi sains siswa Indonesia yang tercermin dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menandakan perlunya perbaikan dalam pendekatan pembelajaran sains di sekolah. Banyak siswa kesulitan memahami sains karena kurangnya keterkaitan antara materi pelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai budaya lokal. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pengembangan media pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal melalui pendekatan etnopedagogi, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep sains, tetapi juga memiliki kesadaran akan lingkungan dan budayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD berbasis etnopedagogi dengan konteks lokal Telaga Ngebel Ponorogo pada materi ekosistem untuk melatihkan literasi sains siswa kelas X. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Produk E-LKPD divalidasi oleh ahli, diuji coba terbatas, dan dianalisis berdasarkan kelayakan, kepraktisan, serta keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan E-LKPD sangat layak digunakan dengan nilai validasi 98,6%. Kepraktisan berdasarkan respon siswa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 77,6%, dan keterlaksanaan pembelajaran mencapai 95,8%. Keefektifan penggunaan E-LKPD ditunjukkan oleh nilai N-Gain sebesar 0,57 dalam kategori sedang, dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 52,7% menjadi 88,8%. Temuan ini menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis etnopedagogi mampu menjadi media pembelajaran yang layak untuk meningkatan literasi sains siswa kelas X pada materi ekosistem. Kata Kunci: E-LKPD, Etnopedagogi, Literasi Sains, Ekosistem Abstract The low level of scientific literacy among Indonesian students, as reflected in the 2022 Programme for International Student Assessment (PISA) results, highlights the need for improvements in science education approaches at the school level. Many students struggle to comprehend scientific concepts due to the lack of connection between learning materials, everyday life, and local cultural values. One solution to address this issue is to develop instructional media that integrates local wisdom through an ethnopedagogy approach,. This study aims to develop an ethnopedagogy based electronic student worksheet (E-LKPD) contextualized to the local setting of Telaga Ngebel Ponorogo in the topic of ecosystems, in order to promote scientific literacy among tenth-grade students. The research employed a Research and Development (R&D) method using the 4D model, which consists of four stages: Define, Design, Develop, and Disseminate. The E-LKPD product was validated by experts, tested in a limited trial, and evaluated in terms of its validity, practicality, and effectiveness. The results showed that the E-LKPD was highly valid with a validation score of 98.6%. Its practicality was categorized as good based on an average student response score of 77.6%, and the learning implementation reached 95.8%. The effectiveness was demonstrated by an N-Gain score of 0.57, categorized as moderate, with an increase in student learning mastery from 52.7% to 88.8%. These findings indicate that the ethnopedagogically based E-LKPD is a viable and effective learning medium for enhancing scientific literacy in ecosystem topics for tenth-grade students. Keywords: E-LKPD, Ethnopedagogy, Scientific Literacy, Ecosystem      
Pengembangan E-Book Berbasis Collaborative Learning Pada Materi Enzim untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik SMA Azzahrah, Fathimah; Rahayu, Yuni Sri
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n1.p31-38

Abstract

Pengajaran di era modern ini mengharuskan siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam beberapa hal seperti berpikir kritis, bekerja sama, serta pemahaman sains yang baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menciptakan E-Book berbasis Collaborative Learning yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan literasi sains pada materi enzim. Model pengembangan menggunakan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sintaks yang diterapkan mencakup engagement, exploration, transformation, presentation, dan reflection, dengan indikator literasi sains: mengidentifikasi fenomena ilmiah, merumuskan pertanyaan, menganalisis data, menafsirkan data dan fakta secara ilmiah, serta merancang penyelesaian masalah. Validitas E-Book diperoleh dari hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru biologi. Kepraktisan E-Book diperoleh dari hasil uji keterbacaan, keterlaksanaan dan angket respons siswa. Keefektifan E-Book diperoleh dari hasil tes literasi sains (pretest–posttest). Penelitian ini diujicobakan pada 20 peserta didik kelas XII MIPA di SMA Negeri 20 Surabaya. E-Book dinyatakan valid dengan skor rata-rata 3,97%. E-Book dinyatakan praktis dengan skor keterbacaan berada dalam kategori sangat tinggi berada pada level 11, uji keterlaksanaan dengan persentase 100% dengan kategori sangat baik, respon peserta didik dengan persentase sebesar 97,6% dengan kategori sangat praktis. E-Book dinyatakan efektif dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,81. Melalui data tersebut, diambil kesimpulan bahwasannya E-Book yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sains. Kata Kunci: E-Book, Collaborative Learning, Keterampilan Literasi Sains, Enzim.
Pengembangan E-Module Interaktif Berbasis PjBL Materi Inovasi Teknologi Biologi untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Musdalifah, Ayu Tri; Trimulyono, Guntur
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n1.p39-55

Abstract

Di era abad ke-21 ini, siswa diharapkan untuk memiliki kemampuan 4C yaitu Creativity, Communication skill, Critical Thinking dan Problem Solving. Namun, data di lapangan menunjukkan bahwa keterampilan 4C siswa, salah satunya keterampilan berpikir kritis masih belum optimal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang memiliki tujuan untuk menghasilkan e-module interaktif berbasis PjBL dengan materi inovasi teknologi biologi yang dapat melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa dan layak digunakan ditinjau dari aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Penelitian ini menggunakan model 4D dalam pengembangannya, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Validitas e-module dinilai berdasarkan hasil penilaian media oleh tiga validator, yaitu dosen ahli materi, dosen ahli media, dan guru mata pelajaran biologi dalam lembar validasi e-module. Kepraktisan e-module ditinjau dari lima aspek yaitu angket respon siswa dan guru, keterlaksanaan aktivitas siswa, penilaian proyek, dan kesesuaian jawaban siswa dalam menjawab soal-soal pada e-module dengan kriteria penilaian. Efektivitas e-module dinilai berdasarkan skor N-gain dan ketuntasan post-test siswa. Analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa e-module dinyatakan sangat valid dengan perolehan persentase sebesar 96,4%, e-module juga dinilai sangat praktis dengan perolehan persentase sebesar 97,2% pada angket respon siswa, 97,5% pada angket respon guru, 94% pada keterlaksanaan aktivitas siswa, 97,5% pada penilaian proyek, dan 96% pada hasil pengerjaan soal-soal pada e-module. Efektivitas e-module dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis memperoleh persentase skor rata-rata N-gain sebesar 77,2% dengan ketuntasan post-test siswa sebesar 92% dalam kategori efektif. Berdasarkan hasil tersebut, e-module interaktif berbasis PjBL dengan materi inovasi teknologi biologi ini dinyatakan layak digunakan dan efektif dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa ditinjau dari aspek validitas, efektivitas. Kata Kunci: Riset Pendidikan, Sekolah Menengah Atas, E-Module Interaktif, Project Based Learning, Inovasi