cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
curricula@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pengembangan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Curricula: Journal of Curriculum Development
ISSN : 29647339     EISSN : 28307917     DOI : https://doi.org/10.17509/curricula
Core Subject :
Curricula: Journal of Curriculum Development is an open access and peer-reviewed journal published by Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) MoU file. The journal includes particular interests in issues related to research results on curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Curricula: Journal of Curriculum Development aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education. This journal is published quarterly, in March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Merdeka Curriculum implementation at Granada Islamic Integrated and Dhuhaa Islamic Junior High School in Tangerang City Dinda Adiesty Kusumawardani; Lenny Sapitri; Mia Roosmalisa Dewi
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 1 No. 2 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i2.53569

Abstract

The main support for achieving the goals of quality Indonesian human development is education. The implementation of quality education always demands transformation in every process and stage, this is because there are always dynamic constraints and problems that arise due to various situations and conditions. As a form of innovation in improving the quality of Indonesian education, Kurikulum Merdeka is implemented which has characters and characteristics that are believed to be able to answer the challenges of education in the 21st century in creating a quality generation of Indonesians. The research in this article is aimed at finding out the application of the Independent Curriculum in the learning process. in schools at the junior high school education unit level which is the Sekolah Penggerak. The research was conducted using a case study method with a convergent mixed methods approach. The results of the study show that the teachers at the Sekolah Penggerak have made optimal efforts in developing the learning process in accordance with the various core elements of the Kurikulum Merdeka.   Abstrak Pendukung utama bagi tercapainya sasaran pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang bermutu adalah pendidikan. Penyelenggaraan pendidikan yang bermutu selalu menuntut transformasi di setiap proses dan tahapannya dengan berbagai situasi dan kondisi yang selalu berubah. Sebagai bentuk inovasi dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan Indonesia, diberlakukan Kurikulum Merdeka yang dikembangkan memiliki karakteristik yang diyakini dapat menjawab tantangan pendidikan di abad 21. Beberapa sekolah yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka, kemudian menjadi Sekolah Penggerak agar dapat menjadi praktik baik bagi sekolah lainnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran di sekolah pada tingkat satuan pendidikan SMP yang merupakan Sekolah Penggerak. Penelitian dilakukan dengan metode studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru di Sekolah Penggerak sudah berupaya optimal dalam mengembangkan proses pembelajaran sesuai dengan berbagai elemen inti dari Kurikulum Merdeka. Mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga pendidik dan pemangku kepentingan lainnya sudah bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik agar penyelenggaraan Kurikulum Merdeka dapat terlaksana dengan optimal. Kata Kunci: implementasi kurikulum; Kurikulum Merdeka; Sekolah Penggerak 
Merdeka Curriculum implementation at Wonoayu 1 Junior High School as Sekolah Penggerak Varary Mechwafanitiara Cantika; Lathifah Khaerunnisa; Rika Yustikarini
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 1 No. 2 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i2.53568

Abstract

The concept of Ki Hadjar Dewantara's education was adopted in Indonesia's current curriculum, known as Kurikulum Merdeka. The Kurikulum Merdeka Curriculum is implemented with the support of all stakeholders and policymakers, following the school's readiness. Wonoayu 1 Junior High School is one of the schools that has become “Sekolah Penggerak” and because of its readiness, the school implements Kurikulum Merdeka. This study aims to describe the implementation of the Merdeka curriculum at Wonoayu 1 Junior High School, Sidoarjo Regency, as “Sekolah Penggerak”. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques using interviews and observation. The results showed that implementing Kurikulum Merdeka at Wonoayu 1 Junior High School followed the standards and curriculum guidelines for implementing Kurikulum Merdeka for “Sekolah Penggerak”. These aspects are viewed from three main aspects: the learning planning aspect, the learning implementation aspect, and the learning assessment aspect. Some obstacles require more attention and further handling in implementing Kurikulum Merdeka at Wonoayu 1 Junior High School.   Abstrak Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara diadopsi dalam kurikulum di Indonesia saat ini yang dikenal dengan nama Kurikulum Merdeka. Implementasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan dengan dukungan seluruh stakeholder dan para pemangku kebijakan, dengan mengikuti kesiapan dari sekolah itu sendiri. SMPN 1 Wonoayu merupakan salah satu sekolah yang menjadi Sekolah Penggerak dan karena kesiapannya, sekolah tersebut mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana implementasi kurikulum Merdeka di SMPN 1 Wonoayu Kabupaten Sidoarjo sebagai sekolah penggerak. Metode yang diggunakan dalam peneltian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka di SMPN 1 Wonoayu telah sesuai dengan standar dan pedoman implementasi Kurikulum Merdeka bagi sekolah penggerak. Adapun kesesuaian tersebut ditinjau dari tiga aspek utama, yaitu aspek perencanaan pembelajaran, aspek pelaksanaan pembelajaran, dan aspek penilaian pembelajaran. Pada pelaksanaannya terdapat kendala yang memerlukan perhatian lebih dan penanganan lebih lanjut dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Wonoayu. Kata Kunci: implementasi; kurikulum; Kurikulum Merdeka; Sekolah Penggerak
Approaches and models development of 2013 Curriculum and Merdeka Curriculum Fahira Azzahra; Hadi Permana; Lulu Fitriani; Rida Maulida Putri; Suci Wulandari
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 1 No. 2 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i2.52034

Abstract

The approach used in curriculum development has differences in the delivery of education. This article aims to discover the models and approaches used in developing Kurikulum 2013 and Kurikulum Merdeka. The method used is library research. Curriculum development has changed from time to time, changes from various aspects of life, globalization, and changes in increasingly advanced technology. The model used in developing the 2013 curriculum combines the Ralph Tyler and Hilda Taba models. The approach used in developing the 2013 curriculum is a competencies-based curriculum and is thematic-integrative. At the same time, the model used in developing Kurikulum Merdeka uses a technological approach and social reconstruction. The curriculum development model used in Kurikulum Merdeka is The Systematic Action Research Model and Emerging Technical Models, which refer to changes in technology and science. The models and approaches used in developing the 2013 curriculum and Merdeka Curriculum are different. Curriculum development has challenges, so it must be able to adapt to various changes by learning to understand curriculum changes and the purpose of the curriculum.   Abstrak Pendekatan yang digunakan pada kurikulum terdapat tantangan sehingga harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan, namun pengembangan kurikulum memiliki perbedaan dalam penyelenggaraan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui model dan pendekatan yang digunakan dalam pengembangan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Pengembangan kurikulum mengalami perubahan dari masa ke masa, perubahan dari berbagai aspek kehidupan, globalisasi, dan perubahan teknologi yang semakin maju. Model yang digunakan dalam pengembangan kurikulum 2013 adalah perpaduan antara model Ralph Tyler dan model Hilda Taba. Adapun pendekatan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum 2013 adalah competencies-based curriculum dan bersifat tematik-integratif. Sedangkan model yang digunakan dalam pengembangan kurikulum merdeka adalah menggunakan pendekatan teknologi dan rekonstruksi sosial. Model pengembangan kurikulum yang digunakan dalam kurikulum merdeka adalah The Systematic Action Research Model serta Emerging Technical Models yang mengacu pada perubahan teknologi dan ilmu pengetahuan. Model dan pendekatan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka berbeda. Pengembangan dengan belajar memahami adanya pergantian kurikulum dan tujuan dari hadirnya kurikulum. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; Kurikulum 2013; Model Kurikulum; Pendekatan Kurikulum
Use of direct practice as an active learning innovation Aliyyah Chantika; Novy Fitria Wahyuni; Sandy Salim Alamsyah; Tegar Rifai
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 1 No. 2 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i2.52076

Abstract

The learning process must be made as interesting as possible so that students can easily follow the learning itself. Many innovations have been developed to create exciting learning methods. In this case, the current learning model or method is increasingly varied and has a diverse focus. This research aims to develop learning using direct practice methods and see how these methods improve students' understanding of the material. The qualitative research method, with interviews as the data collection instrument. The subjects of this research are students of the 2021 batch of Business Education Study Program at Universitas Pendidikan Indonesia. The research sample collected was 15 students. The interview results show the influence of direct learning practice on students' understanding of learning materials. From the results of this study, it can be seen that the hands-on learning method is considered a learning method that is fun and interesting and makes it easier for educators to deliver material. Therefore, this method is very effective in improving understanding in students.   Abstrak Proses pembelajaran harus dibuat semenarik mungkin agar peserta didik dapat dengan mudah mengikuti pembelajaran itu sendiri. Banyak inovasi-inovasi yang dikembangkan guna menciptakan metode pembelajaran yang menarik. Dalam hal ini, model atau metode pembelajaran saat ini semakin bervariatif dan memiliki fokus yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran menggunakan metode praktik langsung serta melihat keefektivitasan metode tersebut dalam meningkatkan pemahaman materi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan wawancara sebagai instrumen pengumpulan data. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Angkatan 2021 Program Studi Pendidikan Bisnis di Universitas Pendidikan Indonesia. Sampel penelitian yang terkumpul adalah sebanyak 15 mahasiswa. Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara penggunaan praktik langsung terhadap pemahaman materi pembelajaran mahasiswa. Dari hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa metode pembelajaran praktik langsung dinilai sebagai metode pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan mempermudah pendidik dalam menyampaikan materi. Oleh karena itu, metode ini sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman pada peserta didik. Kata Kunci: inovasi pembelajaran; pembelajaran aktif; praktik langsung
Analysis of learning components in implementation of educational process in schools Azka Widhiasti; Anggie Putri; Muhammad Adnan Fanani; Najwa Salim; Yandhy Rizky Kurnia
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 1 No. 2 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i2.52309

Abstract

Indonesian education has undergone many changes in line with the changes in the applied curriculum. This affects educators in carrying out teaching and learning activities so that they must quickly adapt to implementing the new curriculum, provide understanding to students, and guide them to adapt to the system. When the curriculum changes, the essential things in learning also change according to the change in curriculum, namely the learning components. Learning in its process has elements that are related and influence each other. The learning component includes objectives, materials, media, strategies, and evaluation. As time goes by and changes in technology, aspects of learning components change into a form of adjustment. Elements of the learning component turned into a state of adjustment. This study aims to look back at the learning components when the new curriculum is implemented in schools. The research method uses qualitative methods with library research. The result of this study is that the learning components when the new curriculum is implemented have some differences in the application of aspects of the learning components.   Abstrak Pendidikan Indonesia sudah mengalami banyak perubahan seiring dengan bergantinya kurikulum yang diterapkan. Hal ini berpengaruh pada pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehingga harus cepat beradaptasi melaksanakan kurikulum baru dan memberi pengertian kepada peserta didik serta menuntun mereka untuk dapat beradaptasi dengan sistem. Pada saat perubahan kurikulum hal penting dalam pembelajaran ikut berubah menyesuaikan pergantian kurikulum, yaitu komponen pembelajaran. Pembelajaran dalam prosesnya memiliki komponen-komponen yang terkait satu sama lain dan saling mempengaruhi. Komponen pembelajaran terdiri atas tujuan, materi, media, strategi, dan evaluasi. Seiring berjalannya waktu dan perubahan teknologi, aspek dari komponen pembelajaran berubah sebagai bentuk penyesuaian. Aspek dari komponen pembelajaran berubah sebagai bentuk penyesuaian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kembali komponen pembelajaran saat diterapkannya kurikulum baru di sekolah. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah komponen pembelajaran saat kurikulum baru diterapkan memiliki beberapa perbedaan dalam menerapkan aspek-aspek dari komponen pembelajaran. Kata Kunci: bahan ajar; evaluasi pembelajaran; komponen pembelajaran; media pembelajaran; strategi pembelajaran; tujuan pembelajaran  
Relevance of educational technology competence as human resources in the apprentice industry Muhammad Nur Iman Hadiyana Setia; Lies Diana Dwi Irawati; Yurike Ahsani Putri
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 2 No. 1 (2023): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v2i1.53990

Abstract

The profession of an Educational Technologist in Indonesia is increasingly diverse; by looking at the fundamental conceptions of Educational Technology and current employment developments, the urgency of this profession is starting to be recognized by the government. This is evidenced by the ratification of the Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/2/M.PAN/2009 tentang Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran dan Angka Kreditnya. To deal with this, Educational Technology scholarship must be able to anticipate it in a more systematic and systemic provision so that it can overshadow the professions in the field of Educational Technology. This study aims to determine the implementation and relevance of Educational Technology competencies by further examining the Human Resource profession in the Apprentice Industry Sector based on facts that occur in the world of work. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data source was obtained from interviews with three respondents: three educational technology study program students doing internships in related professions. The research results found that Educational Technology's role in human resources is related to the operational function of development. Educational Technology is related to designing, preparing, implementing, and evaluating training programs to develop employee skills and performance.   Abstrak Profesi seorang Teknolog Pendidikan di Indonesia saat ini semakin beragam, dengan melihat konsepsi dasar Teknologi Pendidikan dan perkembangan lapangan kerja saat ini, maka urgensi profesi tersebut mulai diakui oleh pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan disahkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/2/M.PAN/2009 tentang Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran dan Angka Kreditnya. Untuk menghadapi hal ini, sebagai sebuah profesi, keilmuan Teknologi Pendidikan harus dapat mengantisipasinya dalam sebuah ketentuan yang lebih sistematis dan sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan relevansi kompetensi Teknologi Pendidikan dengan mengkaji lebih lanjut terkait profesi Human Resource dalam Bidang Industri Magang berdasarkan fakta yang terjadi di dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendekatan deskriptif. Sumber data didapatkan dari hasil wawancara dengan tiga orang responden yaitu tiga orang mahasiswa program studi teknologi pendidikan yang sedang magang di profesi terkait. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa peran Teknologi Pendidikan di bidang human resources berkaitan dengan fungsi operasional develop, dimana peran Teknologi Pendidikan itu berkaitan dengan merancang, mempersiapkan, mengimplementasikan hingga mengevaluasi program pelatihan untuk mengembangkan keterampilan dan kinerja karyawan. Kata Kunci: Jabatan fungsional; profesi teknolog pendidikan; SDM teknolog Pendidikan 
Application of backward design in designing learning with the observation-based learning method Yusuf Nugraha Dano Ali; Laksmi Dewi
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 2 No. 1 (2023): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v2i1.54828

Abstract

Nowadays, teachers must be more creative and professional in developing learning activities, and teachers have to follow the proper procedure to meet the needs and challenges in the future. For that reason, teachers need to change how they design learning activities. Making the right learning design is the first step for teachers and students to have a meaningful learning process. A good learning design is planned by professional teachers who understand their teaching duties and how the design can make a good learning system. This article offers solutions for teachers to make a good learning design that fits the demands of a modern curriculum called Backward Design. Using Backward Design can help teachers focus on learning to fulfill the goals made and structured in their plan. Backward Design is also easy to develop for students to understand and helps evaluate the learning process easily. Learning design with observation-based learning can increase the students ‘ creativity, productivity, creativity, innovation, and practical students by strengthening their attitudes, skills, and knowledge. Observation-based learning also requires teachers to change their mindset in education, where they will become facilitators.   Abstrak Dimasa seperti ini seorang guru dituntut lebih kreatif dan profesional untuk mengembangkan pembelajaran, selain itu para pelaku pendidikan juga diharapkan menjalankan prosedur yang telah ditetapkan bersama sesuai dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan dimasa yang akan datang. Untuk itu, guru perlu berubah dimulai dari bagaimana mereka merancang pembelajarannya. Perencanaan pembelajaran merupakan langkah awal dari proses pembelajaran yang bermakna. Perencanaan pembelajaran yang baik tentu direncanakan oleh guru yang paham akan tugas profesinya dalam menguasai dan memahami serta dapat merancang pembelajaran dengan baik. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan solusi model perancangan pembelajaran yang sesuai tuntutan kurikulum modern yang disebut dengan Backward Design. Karena dengan perencanaan yang menggunakan Backward Design dapat membantu guru untuk memfokuskan pembelajaran terhadap tujuan kurikulum yang disusun dan sangat mudah untuk dikembangkan serta pendalaman pemahaman siswa dan transfer pembelajaran pun dapat dievaluasi dengan mudah. Pembelajaran yang disusun mengedepankan pengalaman personal melalui proses observation based learning ini, dapat meningkatkan kreativitas siswa, menghasilkan siswa yang produktif, kritis,  kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Observation-based learning juga menuntut para guru untuk mengubah mindset dalam proses pembelajaran dimana mereka akan lebih banyak menjadi fasilitator. Kata Kunci: Backward Design; observation-based learning; perencanaan pembelajaran
The challenges of large-scale curriculum development: A case study of Guyana and St. Kitts and Nevis Gregory Rodney MacKinnon; Susan Sarah Owen; Tyler MacLean; Rajkumar Sookraj
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 2 No. 1 (2023): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v2i1.56024

Abstract

Guyana and St. Kitts and Nevis have recently and independently undertaken large-scale enhancement of their public-school curriculum. An educational leadership consultancy has led the process using an implementation model based on feedback from country communities regarding graduation outcomes and the ensuing preparation of a Curriculum and Assessment Framework. Curriculum outcomes were based on international best practices and captured in a curriculum template premised on backward design. Using a mixed methods approach, independent researchers analyzed factors that necessarily impact the process of curriculum development. Quantitative and qualitative research feedback established challenges in the process of curriculum development. Categories of feedback arose from surveys, interviews, and focus groups. These included challenges in preparation for writing, perceived impact on the school system, and working conditions during the process of writing. Similarities and differences in the country contexts are examined and suggestions for an improved approach are recommended.   Abstrak Guyana dan St. Kitts dan Nevis baru-baru ini dan secara mandiri melakukan peningkatan besar-besaran kurikulum sekolah umum mereka. Konsultan kepemimpinan pendidikan telah memimpin proses dalam implementasi model berdasarkan umpan balik dari komunitas negara mengenai hasil kelulusan dan persiapan Kurikulum dan Kerangka Penilaian selanjutnya. Hasil kurikulum didasarkan pada praktik terbaik internasional dan diimplementasikan dalam templat kurikulum yang didasarkan pada desain mundur. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, peneliti menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi proses pengembangan kurikulum. Penelitian kuantitatif dan kualitatif membentuk tantangan dalam proses pengembangan kurikulum. Kategori umpan balik muncul dari survei, wawancara, dan kelompok fokus. Termasuk tantangan dalam persiapan menulis, dampak yang dirasakan pada sistem sekolah dan kondisi kerja selama proses penulisan. Kemiripan dan perbedaan dalam konteks negara diperiksa dan saran untuk pendekatan yang lebih baik direkomendasikan. Kata Kunci: framework kurikulum dan asesmen; pengembangan kurikulum; tantangan kurikulum
English curriculum analysis and its relevance to Islamic boarding school goals Rina Lestari; Emi Emilia
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 2 No. 1 (2023): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v2i1.56483

Abstract

This case study reports on the analysis of the national curriculum known as curriculum 2013, and its relevance to a modern Islamic boarding school goals. This study involved one Islamic senior high school in West Java, Indonesia. The qualitative data were derived from curriculum 2013 and the curriculum complementary documents designed by the curriculum development department of the school. This document analysis relied on four fundamental elements of curriculum introduced by Tyler (1949), those are educational goals, learning experiences, learning organizations, and learning evaluations. The results showed that four fundamental aspects of the curriculum 2013 were in line with the Tyler curriculum principles. A minimum TOEFL score is one of the objectives, but the programs are inadequate to prepare the students to achieve it. Likewise, the final evaluation for the objective is still inconsistent due to the test cost issue. However, the curriculum 2013 supported by some complementary programs has demonstrated its relevance to the goals of the modern Islamic boarding school.   Abstrak Studi kasus ini melaporkan analisis kurikulum nasional yang dikenal sebagai Kurikulum 2013, dan relevansinya dengan tujuan pesantren modern. Penelitian ini melibatkan salah satu SMA Islam di Jawa Barat, Indonesia. Data kualitatif diperoleh dari kurikulum 2013 dan dokumen pelengkap kurikulum yang dirancang oleh bagian pengembangan kurikulum sekolah. Analisis dokumen ini bersandar pada empat elemen dasar kurikulum yang diperkenalkan oleh Tyler (1949), yaitu tujuan pendidikan, pengalaman belajar, organisasi belajar, dan evaluasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat aspek fundamental kurikulum 2013 sejalan dengan prinsip-prinsip kurikulum Tyler. Selain itu, sekolah memberikan lebih banyak tujuan dengan menambahkan persyaratan TOEFL. Skor TOEFL minimum adalah salah satu tujuannya, tetapi programnya tidak cukup untuk mempersiapkan siswa untuk mencapainya. Demikian pula, evaluasi akhir untuk tujuan tersebut masih tidak konsisten karena masalah biaya pengujian. Namun, kurikulum 2013 yang didukung oleh beberapa program pelengkap telah menunjukkan relevansinya dengan tujuan pesantren modern.  Kata kunci: analisis Kurikulum 2013; Bahasa Inggris; pesantren modern; Tyler Rationale
The importance of educators' role in applying the essence and principles of learning Mufidah Zahroh; Luthfi Zufar Alfian; Nyayu Kireina Maheswari; Sri Dewi Sinta; Najwa Fakhrani
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 2 No. 1 (2023): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v2i1.52035

Abstract

In the education world, educators' roles must be considered. Educators are essential in directing and guiding students to achieve their best potential. This article aims to investigate and describe the vital role of educators in applying the nature and principles of learning to learn. Through this research, a deeper understanding of educators' critical role and contribution to student learning outcomes can be obtained. Researchers used the literature study method to collect and analyze relevant information about the role of educators in applying the nature and principles of learning. This research highlights the significant benefits of the educator's role in applying the essence and principles of learning. The role of educators in using the nature and principles of education is substantial. Effective educators can create exciting and meaningful learning experiences for students, adapt learning methods to suit students' needs and develop lifelong learning skills in students.   Abstrak Dalam dunia pendidikan, peran pendidik harus diperhatikan. Pendidik sangat penting dalam mengarahkan dan membimbing peserta didik untuk mencapai potensi terbaiknya. Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki dan mendeskripsikan peran penting pendidik dalam menerapkan hakikat dan prinsip belajar untuk belajar. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang peran dan kontribusi kritis pendidik terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang relevan tentang peran pendidik dalam menerapkan hakikat dan prinsip pembelajaran.  Pendidik yang efektif dapat menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna bagi siswa, mengadaptasi metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan mengembangkan keterampilan belajar sepanjang hayat pada siswa. Kata Kunci: Pendidik; peserta didik; prinsip pembelajaran

Page 5 of 27 | Total Record : 264