cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
A critical study of the Sistem Desa Bahagia (SDB) 2.0 as an innovation in fostering Pancasila values ​​for the younger generation Devi Octavia Vijayanti; Encep Syarief Nurdin; Yadi Ruyadi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.168

Abstract

Instilling Pancasila values in the younger generation is a strategic agenda in building a sustainable national character. The Sistem Desa Bahagia (SDB), as stipulated in Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022 Pasal 28, is designed to foster Pancasila values in Paskibraka candidates through training, education, and integrated parenting in a dormitory setting. The main objective is to shape attitudes, behaviors, and character based on Pancasila values through role modeling, collective habits, and strengthening discipline during the training period. However, during implementation, SDB faces various obstacles, including limitations in the operational curriculum and boarding facilities, and the absence of a standardized character evaluation system. This study employs a critical policy review approach to analyze gaps in the implementation of SDB. It proposes developing the SDB 2.0 concept as an innovation in Pancasila character development that is more systematic, reflective, and digitalized. By integrating the 5R curriculum (Reflection, Relation, Realization, Reconstruction, Recognition), habit formation based on boarding values, and the e-SDB platform, this concept is expected to serve as a strategic framework that strengthens the development of Pancasila values among the younger generation nationwide.   Abstrak Penanaman nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda merupakan agenda strategis dalam membangun karakter kebangsaan yang berkelanjutan. Sistem Desa Bahagia (SDB) sebagaimana diatur dalam Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022 Pasal 28 dirancang sebagai metode pembinaan nilai-nilai Pancasila bagi calon Paskibraka melalui proses pelatihan, pendidikan, dan pengasuhan terpadu dalam suasana kehidupan asrama. Tujuan utamanya adalah membentuk sikap, perilaku, dan karakter berlandaskan nilai-nilai Pancasila melalui keteladanan, kebiasaan kolektif, serta penguatan disiplin selama masa pemusatan diklat. Namun, dalam implementasinya, SDB menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan kurikulum operasional, sarana boarding, serta belum adanya sistem evaluasi karakter yang terstandarisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kritis-kebijakan untuk menganalisis kesenjangan pelaksanaan SDB dan mengusulkan pengembangan konsep SDB 2.0 sebagai inovasi pembinaan karakter Pancasila yang lebih sistemik, reflektif, dan terdigitalisasi. Melalui integrasi kurikulum 5R (Refleksi, Relasi, Realisasi, Rekonstruksi, Rekognisi), pembiasaan nilai berbasis boarding, serta platform e-SDB, konsep ini diharapkan menjadi kerangka strategis yang memperkuat pembinaan nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda secara nasional. Kata Kunci: 5R; karakter; Pancasila; pembinaan ideologi; SDB 2.0
Influence of Wordwall educational games on learning motivation in elementary Pancasila education Alfitri Rahmadhani; Laili Rahmi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.170

Abstract

This research is motivated by the low motivation of students to learn and participate in Pancasila Education, particularly in the material on rights and obligations. This is due to the use of learning methods that are less varied and less engaging, involving less active participation from students. To overcome these problems, innovative and interactive learning media are needed, one of which is the use of digital-based educational games, such as Wordwall. The purpose of this study is to determine the effect of the use of Wordwall educational games on the learning motivation of grade IV A SDN 49 Mandau students, Bengkalis Regency. The method used is a pre-experiment with a one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 31 students from Grade IV of SDN 049 Mandau. The research instrument consists of test question sheets administered before and after treatment. Data were analyzed using normality, homogeneity, and a paired sample t-test. The test results showed that the data was distributed normally and homogeneously. The paired sample t-test showed a significant increase in learning motivation after the use of the Wordwall game. The average learning motivation score increased from before to after treatment. Thus, it can be concluded that the use of Wordwall educational games has a positive and significant effect on increasing students' learning motivation in Pancasila Education subjects.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya pada materi hak dan kewajiban. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif dan kurang melibatkan partisipasi aktif peserta didik. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi media pembelajaran yang menarik dan interaktif, salah satunya melalui penggunaan gim edukasi berbasis digital seperti Wordwall. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan gim edukasi Wordwall terhadap motivasi belajar peserta didik kelas IV A SDN 49 Mandau Kabupaten Bengkalis. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 31 peserta didik dari kelas IV SDN 049 Mandau. Instrumen penelitian berupa lembar soal tes yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan paired sample t-test. Hasil uji menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penggunaan gim Wordwall. Rata-rata skor motivasi belajar meningkat dari sebelum ke sesudah perlakuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan gim edukasi Wordwall berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan Pancasila. Kata Kunci: gim edukasi; motivasi belajar; sekolah dasar; Wordwall
Developing a character-education-based interactive video for enhancing students’ conceptual understanding in Biology Nurin Afrina; Miza Nina Adlini
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.171

Abstract

Students’ low conceptual understanding of Biology learning is often attributed to the dominance of conventional methods that are monotonous and less engaging, resulting in low motivation. This study aimed to develop a character-education-based interactive video on the human digestive system for eleventh-grade high school students using Canva. The research employed a Research and Development (RnD) approach with the ADDIE model, comprising Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate stages. The product was tested on 30 students from a Madrasah Aliyah Negeri (MAN) in Medan. Instruments included expert validation sheets for content and media, teacher and student response questionnaires, and conceptual understanding tests. Data were analyzed using descriptive quantitative methods through validity, practicality, and effectiveness tests with the N-Gain calculation. The results indicated that the developed media was highly valid based on expert assessment, highly practical according to teacher and student responses, and effective in improving conceptual understanding with a high N-Gain category. The implication of this study is that character-education-based interactive video has the potential to be applied in Biology learning to reinforce positive character values among students.   Abstrak Rendahnya pemahaman konsep peserta didik dalam pembelajaran Biologi sering disebabkan oleh penggunaan metode konvensional yang monoton dan kurang bervariasi sehingga membuat peserta didik kurang termotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video interaktif berbasis pendidikan karakter pada materi Sistem Pencernaan manusia untuk peserta didik kelas XI SMA dengan memanfaatkan aplikasi Canva. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (RnD) dengan model ADDIE yang mencakup tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Uji coba dilakukan pada 30 peserta didik di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Medan. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi dan media, angket respons guru dan peserta didik, serta tes pemahaman konsep. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui uji kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas menggunakan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sangat valid berdasarkan penilaian ahli, sangat praktis berdasarkan respons guru dan peserta didik, serta efektif meningkatkan pemahaman konsep dengan kategori N-Gain tinggi. Implikasi dari penelitian ini adalah video interaktif berbasis pendidikan karakter berpotensi digunakan dalam pembelajaran Biologi untuk mendukung penguatan nilai-nilai karakter positif pada peserta didik. Kata Kunci: Canva; media pembelajaran; pendidikan karakter; sistem pencernaan; video interaktif
A study of the prophet's habits in character building for elementary school children Ine Nuril Azizah; Juntika Nurihsan; Yeni Yuniarti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.173

Abstract

Karakter Pelajar Pancasila, in its development, cannot be separated from the quality of learning experienced by students. The findings of the research conducted by the Education Assessment Center indicate that a learning process emphasizing positive discipline and teacher care can help students develop Karakter Pelajar Pancasila. Therefore, through the study of Prophetic Habituation Learning is designing a learning program is being designed that can develop Karakter Profil Pelajar Pancasila. The research method used is the literature review. The study results show that the design of Prophetic Habituation was developed based on the phenomenological phases experienced by the Prophet Muhammad (peace be upon him) before becoming a Messenger. The design of prophetic habituation, namely the Birth Phase, underlies habituation in developing the character of divinity to God Almighty. The phase with the family of Bani Sa’ad underlies habituation in developing the character of Global Diversity and Mutual Cooperation. The phase of returning to the family cradle underlies habituation in developing the character of Independence. The Trading Phase underlies habituation in developing the character of Critical and Creative Thinking. The Habituation Learning Model is effective for developing Karakter Profil Pelajar Pancasila.   Abstrak Karakter Pelajar Pancasila dalam perkembangannya tidak dapat dipisahkan dari kualitas pembelajaran yang dialami oleh murid. Temuan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang menekankan disiplin positif dan perhatian guru dapat membantu murid mengembangkan karakter Pelajar Pancasila. Oleh karena itu, melalui studi Prophetic Habituation learning program ini mencoba merancang bagaimana program pembelajaran yang dapat mengembangkan profil karakter pelajar Pancasila tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Prophetic Habituation learning program dikembangkan berdasarkan fase-fase fenomenologis yang dialami oleh Nabi Muhammad. sebelum diangkat menjadi Rasul. Desain pembiasaan Prophetik tersebut mulai dari Fase Kelahiran, mendasari pembiasaan dalam mengembangkan karakter ketuhanan kepada Allah Yang Maha Esa. Fase bersama keluarga Bani Sa’ad mendasari pembiasaan dalam mengembangkan karakter Keragaman Global dan Gotong Royong. Fase kembali ke pelukan keluarga mendasari pembiasaan dalam mengembangkan karakter Kemandirian. Fase Perdagangan mendasari pembiasaan dalam mengembangkan karakter Berpikir Kritis dan Kreatif. Kesimpulan dari studi ini adalah nilai-nilai profetik dari setiap fase pembiasaan Nabi Muhammad, yang dilakukan oleh Allah SWT sebelum diangkat sebagai Rasul, sangat terkait dengan pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila. Model Prophetic Habituation Learning efektif dalam mengembangkan Karakter Profil Pelajar Pancasila. Kata Kunci: desain program pembelajaran; Karakter Pelajar Pancasila; pembiasaan Rasulullah
Spelling mistakes in writing by Indonesian speakers in Timor Leste and their implications Alowisia Since; Ida Widia; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.174

Abstract

This study aims to analyze spelling errors in descriptive essays written by BIPA (Indonesian for Foreign Speakers) students in Timor Leste and their implications for the development of teaching materials. Writing is a crucial productive skill, yet BIPA students often face difficulties with writing conventions, primarily due to first-language interference and limited morphological understanding. Using a descriptive qualitative approach, this research analyzed descriptive essays from eleventh-grade students at SMA Nino Koni Santana Gleno. Data was collected through document studies, observation, and interviews to identify, classify, and interpret errors. The analysis revealed that errors in writing prepositions were the most dominant, followed by errors in affixed words, basic words, and reduplicated words. This finding indicates that students face fundamental difficulties in distinguishing between prepositions and prefixes. This finding highlights the importance of developing teaching materials that focus on students' specific errors, provide structured exercises, and integrate learners' cultural contexts to enhance accuracy and linguistic awareness. Therefore, a focused pedagogical intervention is needed to bridge the gap between vocabulary mastery and the correct application of spelling rules.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan ejaan pada karangan deskriptif peserta didik BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di Timor Leste dan implikasinya terhadap pengembangan bahan ajar. Menulis merupakan keterampilan produktif yang krusial, namun peserta didik BIPA sering menghadapi kesulitan terkait kaidah penulisan, terutama karena interferensi bahasa pertama dan pemahaman morfologi yang terbatas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis karangan deskriptif dari peserta didik kelas XI di SMA Nino Koni Santana Gleno. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, serta menginterpretasi kesalahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan penulisan kata depan merupakan yang paling dominan, diikuti oleh kesalahan pada kata berimbuhan, kata dasar, dan kata ulang. Temuan ini mengindikasikan bahwa peserta didik mengalami kesulitan mendasar dalam membedakan preposisi dan prefiks. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan bahan ajar yang berfokus pada kesalahan spesifik peserta didik, menyediakan latihan terstruktur, dan mengintegrasikan konteks budaya pembelajar untuk meningkatkan akurasi dan kesadaran berbahasa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi pedagogis yang terfokus untuk menjembatani kesenjangan antara penguasaan kosakata dan penerapan kaidah ejaan yang benar. Kata Kunci: bahan ajar; BIPA; karangan deskriptif; kesalahan mengeja; keterampilan menulis
Effect of the guided inquiry model on students’ creative thinking skills Yuniarti Mellia Triana; Sri Untari; Didik Sukriono
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.175

Abstract

Creative thinking has become a fundamental competency for 21st-century learners and needs to be cultivated through meaningful classroom practices. This study analyzes the impact of the guided inquiry learning model, applied through a case study, on the creative thinking abilities of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Pakis. The research employed a quasi-experimental design with a non-equivalent control group, with class VIII D (34 students) as the experimental group and class VIII B (34 students) as the control group. Data were obtained from essay tests on creative thinking administered before and after learning, complemented by observation sheets and documentation. The data analysis included descriptive statistics, normality and homogeneity tests, paired-samples t-tests, and independent-samples t-tests. The findings revealed that although both groups started with comparable initial abilities, students in the experimental group demonstrated significantly greater improvement after treatment, especially in fluency, flexibility, originality, and elaboration. These results suggest that guided inquiry learning is effective in enhancing creative thinking and can be implemented as an alternative strategy to promote higher-order thinking in Civics Education.   Abstrak Kemampuan berpikir kreatif merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang perlu ditumbuhkan melalui pembelajaran yang bermakna di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pendekatan studi kasus terhadap kemampuan berpikir kreatif murid kelas VIII SMP Negeri 1 Pakis. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain non-equivalent control group, melibatkan kelas VIII D (34 murid) sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII B (34 murid) sebagai kelompok kontrol. Data penelitian diperoleh melalui tes esai berpikir kreatif yang diberikan sebelum dan setelah pembelajaran, serta diperkuat dengan lembar observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji t berpasangan, dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang relatif seimbang, peningkatan yang lebih signifikan ditunjukkan oleh kelompok eksperimen setelah perlakuan, terutama pada aspek kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaborasi. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan dapat dijadikan strategi alternatif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran PPKn. Kata Kunci: berpikir kreatif; inkuiri terbimbing; model pembelajaran; Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Effectiveness of flipped classroom model in improving students’ learning Apdul Ajis Hasibuan; Ponidi Ponidi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.178

Abstract

The learning process faces many challenges in its implementation, including low student participation and a lack of independent learning. Many students tend to be passive and rely solely on teacher explanations, resulting in a relatively low understanding of the material. This condition requires innovative learning strategies that can activate students' roles. This study aims to evaluate the effectiveness of the flipped classroom learning model in increasing the participation of eighth-grade students at MTs Al-Wasliyah Tembung in Social Studies. The study employed a qualitative descriptive approach, utilizing a case study method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of the flipped classroom significantly improved students' learning readiness, as evidenced by the increasing number of students actively participating in class discussions. Additionally, this model had a positive impact on learning motivation, self-confidence, and the ability to collaborate in groups. Thus, the study concluded that the flipped classroom model can be an effective alternative learning strategy to improve the quality of Social Studies teaching and learning in Islamic Junior High Schools (Madrasah Tsanawiyah).   Abstrak Pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah masih menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi peserta didik dan kurangnya kemandirian belajar. Banyak peserta didik cenderung pasif serta hanya bergantung pada penjelasan guru, sehingga pemahaman materi yang diperoleh relatif rendah. Kondisi ini menuntut adanya inovasi strategi pembelajaran yang mampu mengaktifkan peran peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran kelas terbalik (flipped classroom) dalam meningkatkan partisipasi peserta didik kelas VIII MTs Al-Wasliyah Tembung pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan metode studi kasus, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan flipped classroom mampu meningkatkan kesiapan belajar peserta didik secara signifikan, terlihat dari semakin banyaknya peserta didik yang aktif terlibat dalam diskusi kelas. Selain itu, model ini juga berpengaruh positif terhadap motivasi belajar, rasa percaya diri, serta kemampuan kolaborasi dalam kelompok. Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa model flipped classroom dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar IPS di Madrasah Tsanawiyah. Kata Kunci: aktivitas belajar; efektivitas belajar; model kelas terbalik
The relationship between creativity and the ability to solve HOTS science problems Ardilla Dinova; Dea Mustika
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.181

Abstract

The ability to solve Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions in elementary science remains a challenge, as many students struggle with tasks requiring higher-level reasoning. This issue is critical because mastering HOTS is a key demand of the 21st-century curriculum, which emphasizes analytical, critical, and creative skills as essential competencies. Creativity is assumed to be one of the factors influencing this ability. This study aimed to investigate the relationship between creativity and the ability to solve HOTS science questions among fifth-grade students at SD Negeri 003 Tambusai. A quantitative method with a correlational approach was employed, involving a total sample of 79 students selected through a total sampling method. Data were collected using a creativity questionnaire and a HOTS-based science test. The analysis included normality testing, linearity testing, Pearson correlation, and the coefficient of determination. The findings showed a positive and moderate correlation between creativity and the ability to solve HOTS science questions, which was statistically significant. Although other factors may also affect this ability, creativity was found to make a meaningful contribution. The study concludes that creativity plays a crucial role in enhancing higher-order thinking skills, and it recommends that teachers integrate strategies that foster creativity in science education.   Abstrak Kemampuan penyelesaian soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran IPA di sekolah dasar perlu ditingkatkan karena masih banyak murid yang kesulitan mengerjakan soal yang memerlukan penalaran tingkat tinggi. Kondisi ini penting untuk diteliti karena penguasaan HOTS merupakan tuntutan kurikulum abad ke-21 yang menekankan kemampuan analitis, kritis, dan kreatif sebagai bekal menghadapi tantangan global. Kreativitas diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kreativitas dengan kemampuan penyelesaian soal HOTS IPA murid kelas V SD Negeri 003 Tambusai. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel berjumlah 79 murid yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner kreativitas dan lembar tes kemampuan penyelesaian soal HOTS IPA, dengan analisis data meliputi uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara kreativitas dan kemampuan penyelesaian soal HOTS IPA, yang signifikan secara statistik. Kreativitas berkontribusi terhadap kemampuan penyelesaian soal HOTS IPA, meskipun masih ada faktor lain yang memengaruhinya. Disimpulkan bahwa kreativitas berperan penting dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, sehingga guru disarankan mengintegrasikan strategi pembelajaran yang mendorong kreativitas dalam pembelajaran IPA. Kata Kunci: HOTS; kreativitas; penyelesaian-masalah; sains; sekolah dasar
Development of a science literacy-based e-module for elementary school students Rani Ardianti; Putri Octa Hadiyanti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.182

Abstract

Students’ understanding of science concepts often encounters difficulties due to their abstract nature, including the topic of the respiratory system, which impacts students’ low interest in learning and their science literacy skills. To overcome these challenges, innovative, communicative, and child-friendly learning media are needed. This study aims to develop a science literacy-based e-module on the respiratory system that can serve as an alternative medium for science learning among fifth-grade elementary school students. The research method employed was a research and development approach, utilizing the ADDIE model, with a primary focus on the development stage. The research subjects consisted of a material expert, a language expert, a media expert, one teacher, and six students in a limited trial. Data collection instruments included validation sheets and response questionnaires. The analysis technique employed a descriptive approach, utilizing both qualitative and quantitative methods. The results showed that the developed science literacy-based e-module is feasible for use in learning. Teachers and students provided positive responses, stating that the e-module helped explain the concept of the respiratory system more clearly, systematically, and understandably. Thus, the science literacy-based e-module on the respiratory system is considered effective as a learning medium that supports the strengthening of science literacy while enhancing students’ understanding of scientific concepts in elementary school.   Abstrak Pemahaman murid terhadap materi sains seringkali menghadapi kendala karena sifatnya yang abstrak, termasuk pada materi sistem pernapasan, sehingga berdampak pada rendahnya minat belajar dan keterampilan literasi sains murid. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan media pembelajaran yang inovatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul berbasis literasi sains pada materi sistem pernapasan yang dapat digunakan sebagai media alternatif dalam pembelajaran IPA di kelas V sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang dibatasi sampai tahap pengembangan. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli bahasa, ahli media, seorang guru, serta enam murid pada uji coba terbatas. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi dan angket respons, sedangkan teknik analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis literasi sains yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Guru dan murid memberikan respons positif karena e-modul ini membantu menjelaskan konsep sistem pernapasan secara lebih jelas, sistematis, dan mudah dipahami. Dengan demikian, e-modul berbasis literasi sains pada materi sistem pernapasan dinyatakan efektif sebagai salah satu media pembelajaran yang mendukung penguatan literasi sains sekaligus meningkatkan pemahaman murid terhadap konsep-konsep sains di sekolah dasar. Kata Kunci: e-modul; literasi sains; sekolah dasar
Evaluation of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila for character building Nurul Alipah; Elin Driana; Ernawati Ernawati
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.183

Abstract

The rapid advancement of technology has reshaped various dimensions of human life, requiring education systems to prepare students for complex future challenges. In Indonesia, the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) was launched as a national initiative to cultivate the competencies and character necessary for students to navigate these transformations. This study evaluates the implementation of the P5 program in a public junior high school in West Jakarta using a qualitative approach and the CIPP evaluation model. Data were obtained through interviews, observations, and document analysis involving the principal, teachers, students, parents, and a school supervisor. The context evaluation revealed alignment between P5 and national education goals, although designing projects that were responsive to students’ needs and local values remained challenging. The input evaluation showed adequate facilities but uneven teacher readiness and inconsistent parental support. The process evaluation demonstrated active engagement, collaboration, and creativity, yet implementation was hindered by limited time, coordination challenges, and varied student participation. The product evaluation indicated improvements in cooperation, independence, critical thinking, and confidence, though students with limited home support faced obstacles. The study highlights the need for enhanced teacher training, stronger stakeholder collaboration, and equitable resource allocation to ensure the program’s sustainability.   Abstrak Kemajuan teknologi yang semakin pesat telah mengubah berbagai dimensi kehidupan manusia sehingga sistem pendidikan harus mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks. Di Indonesia, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) diluncurkan sebagai inisiatif nasional untuk menumbuhkan kompetensi dan karakter yang diperlukan siswa dalam menghadapi transformasi tersebut. Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan program P5 di sebuah sekolah menengah pertama negeri di Jakarta Barat dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan model evaluasi CIPP. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan pengawas sekolah. Evaluasi konteks menunjukkan keselarasan antara P5 dan tujuan pendidikan nasional, meskipun perancangan projek yang responsif terhadap kebutuhan siswa dan nilai lokal masih menjadi tantangan. Evaluasi input menunjukkan fasilitas memadai, tetapi kesiapan guru dan dukungan orang tua belum merata. Evaluasi proses menunjukkan keterlibatan, kolaborasi, dan kreativitas siswa, namun pelaksanaan terhambat oleh keterbatasan waktu, tantangan koordinasi, dan variasi partisipasi siswa. Evaluasi produk menunjukkan peningkatan kerja sama, kemandirian, berpikir kritis, dan kepercayaan diri, meskipun siswa dengan dukungan rumah yang terbatas menghadapi hambatan. Penelitian ini menekankan perlunya peningkatan pelatihan guru, penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan pemerataan alokasi sumber daya untuk memastikan keberlanjutan program. Kata Kunci: Model CIPP; pembelajaran berbasis projek; pendidikan karakter; profil pelajar Pancasila; sekolah menengah pertama

Page 10 of 54 | Total Record : 537