cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Development of PBL-based digital flipbook on human excretory system for SMA/MA students Syakira Amalia Hasibuan; Rahmadina Rahmadina
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.147

Abstract

The rapid advancement of technology demands innovation in developing interactive and effective learning media. This study aims to develop digital flipbook learning media based on Problem-Based Learning (PBL) for teaching the human excretory system, to improve students’ conceptual understanding and learning outcomes. The development process employed the 4D model, which includes the stages of defining, designing, developing, and disseminating. The flipbook was validated by material and media experts and further tested by teachers and students to evaluate its feasibility, practicality, and effectiveness. The findings indicate that the PBL-based digital flipbook is valid, practical, and effective in supporting students’ comprehension through interactive presentations, visual illustrations, and the integration of contextual problems. Furthermore, the flipbook enhances student motivation and engagement throughout the learning process. Therefore, this digital flipbook serves as an innovative alternative learning medium to support biology education, particularly for abstract topics such as the excretory system, and can also function as an accessible self-learning resource at any time and from anywhere.   Abstrak Perkembangan teknologi menuntut adanya inovasi dalam penyediaan media pembelajaran yang interaktif dan efektif. Keberagaman metode pembelajaran membuat guru dapat melakukan pengembangan media pembelajaran yang cocok untuk kegiatan belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran flipbook berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi sistem ekskresi manusia untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik. Proses pengembangan dilakukan menggunakan model 4D yang mencakup tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Media divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, kemudian diuji pada guru serta peserta didik untuk menilai aspek kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flipbook berbasis PBL dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam membantu peserta didik memahami materi melalui penyajian interaktif, ilustrasi visual, serta integrasi permasalahan kontekstual. Flipbook ini juga meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media pembelajaran flipbook berbasis PBL dapat dijadikan alternatif inovatif untuk mendukung pembelajaran biologi, terutama pada materi yang bersifat abstrak seperti sistem ekskresi, sekaligus menjadi sumber belajar mandiri yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja. Kata Kunci: flipbook; media pembelajaran; pembelajaran berbasis masalah; sistem ekskresi
TGT learning model assisted by puzzle on students' learning outcomes in the excretory system Khairi Azkia Fazra Br. Berutu; Efrida Pima Sari Tambunan
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.149

Abstract

Biology learning in the schools studied still relies on conventional methods, which result in low student participation and learning outcomes. This provides a crucial foundation for researching to develop a more interactive and effective learning model. This study aims to examine the effect of implementing the Team Games Tournament (TGT) learning model combined with puzzle media on student learning outcomes in the excretory system material in senior high schools (SMA/MA). The research method employed is a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically a pretest-posttest control group design. The study population consisted of all students in grade XI IPA, with sampling conducted using a cluster random sampling technique. The students were divided into an experimental class (receiving implementation of TGT with puzzle media) and a control class (receiving the conventional method). The research instrument was a learning outcome test given before and after the treatment. The results showed a significant difference between the two groups. The average posttest score of the experimental class was higher than that of the control class. An independent t-test revealed that the TGT model, assisted by puzzles, had a positive effect on learning outcomes. Thus, the application of the TGT model with puzzle media has proven effective in increasing active participation, motivation, and student learning outcomes in the excretory system material.   Abstrak Pembelajaran Biologi pada sekolah yang diteliti masih banyak menggunakan metode konvensional yang menyebabkan rendahnya partisipasi dan hasil belajar peserta didik. Hal ini menjadi dasar penting dilaksanakannya penelitian untuk mencari model pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) yang dipadukan dengan media puzzle terhadap hasil belajar peserta didik pada materi sistem ekskresi di SMA/MA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI IPA, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling yang membagi peserta didik ke dalam kelas eksperimen (penerapan TGT dengan media puzzle) dan kelas kontrol (metode konvensional). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Uji t independen menunjukkan bahwa model TGT berbantuan puzzle berpengaruh positif terhadap hasil belajar. Dengan demikian, penerapan model TGT dengan media puzzle terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi aktif, motivasi, dan hasil belajar peserta didik pada materi sistem ekskresi. Kata Kunci: hasil belajar; media puzzle; model team games tournament; sistem ekskresi; TGT
Development of Contextual Archipelago Insights E-Module to Increase Interest in Learning and Collaboration Skills M. Farid Juan Nurfauzi Aziz; A. Rosyid Al Atok; Sri Untari
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.150

Abstract

The learning process cannot be separated from the tools in the form of teaching materials that assist teachers in carrying out teaching and learning. One of them is in Pancasila Education lessons, especially those related to the Archipelago Insight. The concept of the Archipelago Insight emerged from Indonesia's multicultural society. The condition of a multicultural society requires ideas that can guarantee unity and oneness in diversity. This study aims to develop an e-module for Archipelago Insight based on a contextual approach and to test its effectiveness in increasing students' interest in learning and collaboration skills among 9th-grade students at MTs Darun Najah Malang. This study uses the Research and Development (RnD) method with the ADDIE development model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection instruments used include an expert validation questionnaire, a learning interest questionnaire, and a collaboration ability observation sheet. The results of the expert validation indicate that the e-module is declared very feasible to use in terms of material, module structure, and language. The effectiveness test shows a significant increase in students' interest in learning. In addition, collaboration skills also increase. The Archipelago Insight e-module, grounded in a contextual approach, is effective in increasing students' interest in learning and in collaboration skills.   Abstrak Proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari perangkat berupa bahan ajar yang membantu guru dalam melaksanakan pengajaran dan pembelajaran. Salah satunya adalah pada pelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya yang berkaitan dengan Wawasan Nusantara. Konsep Wawasan Nusantara muncul dari masyarakat multikultural di Indonesia. Kondisi masyarakat multikultural membutuhkan gagasan yang mampu menjamin persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul Wawasan Nusantara berbasis pendekatan kontekstual serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan minat belajar dan kemampuan kolaborasi peserta didik kelas 9 MTs Darun Najah Malang. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi angket validasi ahli, angket minat belajar, dan lembar observasi kemampuan kolaborasi. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa e-modul dinyatakan sangat layak digunakan pada aspek materi, struktur modul, dan kebahasaan. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan pada minat belajar peserta didik. Selain itu, kemampuan kolaborasi juga meningkat. E-modul Wawasan Nusantara berbasis pendekatan kontekstual efektif dalam meningkatkan minat belajar dan kemampuan kolaborasi peserta didik. Kata Kunci: e-modul; kemampuan kolaborasi; minat belajar; pendekatan kontekstual; Wawasan Nusantara
Disaster curriculum development at TK Negeri Cempaka Jaya Kota Pekalongan Sri Elly Yunara
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.151

Abstract

Disaster education is an urgent need given the high potential threat of flooding in Pekalongan City, Central Java Province. Disaster education in Early Childhood Education (Pendidikan Anak Usia Dini or PAUD) remains teacher-centered and does not yet employ a systematic, structured curriculum. This study aims to develop and implement a project-based disaster curriculum at Cempaka Jaya State Kindergarten in Pekalongan City to improve early childhood disaster preparedness. Cempaka Jaya State Kindergarten is located in an area with a high risk of flooding, including tidal flooding. The research on the development of a project-based disaster curriculum in Cempaka Jaya State Kindergarten uses a qualitative approach, drawing on research and development, and refers to the ADDIE (analysis, design, development, implementation, and evaluation) model. The development of a project-based disaster curriculum in PAUD is effective in instilling knowledge, skills, and attitudes of disaster preparedness through contextual, collaborative learning, critical thinking, and disaster problem-solving in the surrounding environment. The effectiveness of disaster learning can also be increased, especially for those centered on students, in accordance with local geographic conditions and the developmental stages of early childhood.   Abstrak Pendidikan kebencanaan menjadi kebutuhan mendesak mengingat potensi ancaman banjir yang tinggi di Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Pendidikan kebencanaan di PAUD masih berpusat pada guru dan belum menggunakan kurikulum yang sistematis dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum kebencanaan berbasis proyek di TK Negeri Cempaka Jaya, Kota Pekalongan, guna meningkatkan kesiapsiagaan anak usia dini dalam menghadapi bencana. TK Negeri Cempaka Jaya terletak di daerah yang memiliki potensi risiko bencana banjir dan rob tinggi. Penelitian pengembangan kurikulum kebencanaan berbasis proyek di TK Negeri Cempaka Jaya menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian research and development dan mengacu pada model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Pengembangan kurikulum kebencanaan berbasis proyek di PAUD efektif untuk menanamkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kesiapsiagaan terhadap bencana melalui pembelajaran kontekstual, kolaboratif, berpikir kritis, serta pemecahan masalah kebencanaan di lingkungan sekitar. Efektivitas pembelajaran kebencanaan juga dapat meningkat, terutama yang berpusat pada murid, sesuai dengan kondisi geografis lokal serta tahap perkembangan anak usia dini. Kata Kunci: kesiapsiagaan bencana; pembelajaran berbasis proyek; pendidikan anak usia dini; pendidikan kebencanaan
Development of website-based BOGA SERI media to improve understanding safety riding principles Ratu Suci Sholikhah Wati; Didik Sukriono; Sri Untari
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.153

Abstract

The high number of traffic accidents that occur among teenagers, especially high school students, provides the background for the need to develop learning media that can improve their understanding of safety riding principles. Media development in the field of education is necessary because efforts to socialize these principles are considered ineffective, as evidenced by the high number of accidents in the regions. This study aims to produce and test the effectiveness of website-based BOGA SERI media in an effort to improve the understanding of these principles among grade X students of SMA Negeri 2 Tuban. The method used is research and development (RnD) with the ADDIE model. Data were collected through questionnaires, documentation, observation, and tests, and then analyzed using a parametric paired sample t-test. The results of statistical tests indicate that the website-based BOGA SERI media has a high level of validity and attractiveness, is easy to use for teachers, and is effective in enhancing students' understanding of safety riding principles. In conclusion, this media meets the criteria for feasibility and effectiveness and can be implemented as a learning medium to support efforts to maintain safety riding among students.   Abstrak Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada remaja, khususnya murid SMA menjadi latar belakang perlunya pengembangan media pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman prinsip safety riding. Pengembangan media dalam bidang pendidikan diperlukan karena upaya sosialisasi tentang prinsip tersebut dirasa kurang efektif, hal itu terbukti dari tingginya angka kecelakaan didaerah-daerah. Penelitian ini bertujuan menghasilkan dan menguji efektivitas media BOGA SERI berbasis website dalam upaya meningkatkan pemahaman prinsip tersebut pada murid kelas X SMA Negeri 2 Tuban. Metode yang digunakan adalah research and development (RnD) dengan model ADDIE. Data diperoleh melalui angket, dokumentasi, observasi, dan tes, kemudian data dianalisis menggunakan uji beda parametrik paired sample t-test. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa media BOGA SERI berbasis website memiliki tingkat kevalidan dan kemenarikan yang sangat tinggi, mudah digunakan oleh guru, serta efektif dalam meningkatkan pemahaman murid mengenai prinsip safety riding. Kesimpulannya, media ini memenuhi kriteria kelayakan dan keefektifan serta dapat diimplementasikan sebagai media pembelajaran untuk mendukung upaya menjaga keselamatan berkendara pada kalangan pelajar. Kata Kunci: BOGA SERI; media pembelajaran; prinsip safety riding; website
Development of animation media in citizenship education learning based on HOTS Elma Tiana; Zaka Hadikusuma Ramadan
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.154

Abstract

Rapid technological advances, demand innovation in teaching methods and learning media to improve student engagement and learning outcomes. This research aims to develop learning media in the form of animated videos to improve the learning experience and the effectiveness of learning in the classroom. The main reason for this research is the need for interactive and visually appealing teaching materials, which are in accordance with the characteristics of students and technological developments. This research uses ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) method. Products in the form of animated video learning media are validated by media experts, material experts, and linguists. The validation results showed an average score that was categorized as good. Media experts give "excellent" ratings, subject matter experts also give "very practical" ratings, and linguists give "very appropriate" ratings. In conclusion, the animated videos developed are valid, feasible, and effective to improve students' learning motivation, comprehension, and learning outcomes.   Abstrak Kemajuan teknologi yang pesat menuntut adanya inovasi dalam penggunaan metode dan media pembelajaran. Hal ini dapat berpengaruh pada minat belajar, oleh karena itu guru memiliki peran penting dalam pengembangan media pembelajaran bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi guna meningkatkan pengalaman belajar dan efektivitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. Alasan utama penelitian ini adalah kebutuhan akan bahan ajar yang interaktif dan menarik secara visual, sesuai dengan karakteristik siswa dan perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate). Produk berupa media pembelajaran video animasi divalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa skor rata-rata media memiliki kategori ‘baik’. Penilaian media mendapat hasil ‘sangat baik’, penilaian dari segi materi juga mendapat penilaian ‘praktis’, dan secara bahasa media mendapat penilaian ‘sangat sesuai’. Dapat disimpulkan video animasi yang dikembangkan memiliki hasil akhir valid, layak, dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar, pemahaman, dan hasil belajar siswa. Kata kunci: media pembelajaran; pengembangan media; video animasi HOTS
Exploring the metaverse: Opportunities for business development and creative industries in education Saheed Oluwaseun Lawal; Tajudeen Ade Jamiu
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.155

Abstract

The rapid technological advancements have led to a profound digital transformation, with the metaverse emerging as one of the most disruptive innovations in education and creative industries. This study aims to explore the opportunities and challenges faced by entrepreneurs in the education and creative sectors in leveraging the metaverse as a space for innovation and value creation. Using a mixed-method design (quantitative and qualitative), the research collects data through online surveys and in-depth interviews with entrepreneurs and industry experts. Findings from the survey show that the majority of entrepreneurs in the gaming, retail, and education sectors are using the metaverse to expand market reach, reduce financial risks, and enhance international collaboration. However, technical challenges such as platform interoperability issues and ethical concerns related to privacy and content moderation remain significant barriers. The study identifies the need for clear legal and ethical frameworks to support sustainable growth in the metaverse. Based on these findings, further research is recommended to develop clear ethical guidelines and solutions for technical challenges, as well as to monitor the long-term development of metaverse use in business and education.   Abstrak Perkembangan teknologi yang pesat telah mengarah pada transformasi digital yang mendalam, dengan metaverse sebagai salah satu inovasi paling disruptif dalam dunia pendidikan dan industri kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang dan tantangan yang dihadapi oleh pengusaha di industri pendidikan dan kreatif dalam memanfaatkan metaverse sebagai ruang untuk inovasi dan penciptaan nilai. Dengan menggunakan desain metode campuran (kuantitatif dan kualitatif), penelitian ini mengumpulkan data melalui survei online dan wawancara mendalam dengan pengusaha dan pakar industri. Temuan dari survei menunjukkan bahwa mayoritas pengusaha di sektor game, ritel, dan pendidikan memanfaatkan metaverse untuk memperluas jangkauan pasar, mengurangi risiko finansial, dan meningkatkan kolaborasi internasional. Namun, tantangan teknis seperti masalah interoperabilitas platform dan masalah etika terkait privasi dan moderasi konten tetap menjadi hambatan signifikan. Penelitian ini mengidentifikasi perlunya kerangka kerja hukum dan etika yang jelas untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dalam metaverse. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar penelitian lebih lanjut dilakukan untuk mengembangkan pedoman etika yang jelas dan solusi untuk tantangan teknis, serta memantau perkembangan jangka panjang dari penggunaan metaverse di dunia bisnis dan pendidikan. Kata Kunci: Inovasi bisnis; kolaborasi internasional; metaverse; pendidikan digital
Strengthening critical thinking through joyful learning implementation using the semantic wave approach Eka Fitrajaya Rahman; Jajang Kusnendar; Renisa Nur Kamelia Putri; Sarah Nurhaliza
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.156

Abstract

Along with the rapid advancement of technology, critical thinking skills have become essential competencies for students. However, in education, many learning methods remain conventional and do not yet optimally support the development of students' critical thinking skills. Implementing joyful learning in combination with the semantic wave approach, it is expected that students will gain a learning experience that is more enjoyable, meaningful, and systematically structured. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of applying joyful learning with the semantic wave approach in enhancing students’ critical thinking abilities. This research utilizes the Classroom Action Research (CAR) method, consisting of three cycles designed to evaluate the implementation of joyful learning based on the semantic wave approach. The results indicate a significant increase in pretest and posttest scores, with an average improvement, accompanied by a reduction in students’ learning achievement gaps. Furthermore, findings from the pre-cycle stage revealed low levels of motivation, engagement, and analytical skills among students in understanding the material. Through the implementation of the joyful learning model based on the semantic wave approach, there was a proven increase in students’ active participation, gradual conceptual understanding, and overall learning outcomes.   Abstrak Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, keterampilan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh peserta didik. Meskipun demikian, realitas di dunia pendidikan menunjukan bahwa metode pembelajaran masih banyak yang bersifat konvensional dan belum optimal dalam mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis murid. Penerapan joyful learning yang dipadukan dengan pendekatan semantic wave, diharapkan dapat menyebabkan murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, bermakna, dan terstruktur secara sistematis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas penerapan joyful learning dengan pendekatan semantic wave dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus, yang dirancang untuk mengevaluasi implementasi joyful learning berbasis semantic wave. Hasil penelitian ini menunjukan nilai pretest dan posttest meningkat signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat, disertai kesenjangan hasil belajar murid semakin kecil. Selain itu, temuan pada tahap pre-cycle menunjukkan rendahnya motivasi, keterlibatan, dan kemampuan analisis murid dalam memahami materi. Melalui implementasi model joyful learning berbasis semantic wave yang dilakukan, terbukti terjadi peningkatan partisipasi aktif murid, pemahaman konsep secara bertahap, serta hasil evaluasi belajar. Kata Kunci: berpikir kritis; joyful learning; pembelajaran abad ke-21; semantic waves
Improving reading comprehension skills using Know-Want-Learn (KWL) strategy in grade V of SDN 196/II Taman Agung, Bungo Regency Ulya Desmawati; Reni Guswita
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.157

Abstract

Indonesian language systematically from elementary to higher education has an important meaning not only in strengthening national identity, but also in encouraging the effectiveness of communication and supporting national development. This study aimed to enhance the reading comprehension skills of fifth-grade students at SDN 196/II Taman Agung, Bungo Regency, where initial observations indicated low performance. The research employed a Classroom Action Research (CAR) methodology conducted over two cycles, following the Kemmis and McTaggart model, which includes planning, acting, observing, and reflecting stages. The subjects were 15 fifth-grade students during the second semester of the 2024/2025 academic year. Data collection instruments consisted of observation sheets for teacher and student activities, reading comprehension tests, and documentation. The findings revealed significant improvements across each cycle. Teacher activity improved from the "High" category in cycle Ito "Very High" in cycle II. Student engagement also increased from "Fairly High" in cycle I to "High" in cycle II. The most notable enhancement was in student learning outcomes, with the percentage of students achieving reading comprehension mastery rising, surpassing the established performance indicator Therefore, it is concluded that the implementation of the Know, Want to Know, and Learned (KWL) strategy is effective in improving students' reading comprehension skills.   Abstrak Bahasa Indonesia secara sistematis sejak pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi memiliki arti penting tidak hanya dalam memperkuat jati diri bangsa, tetapi juga dalam mendorong efektivitas komunikasi dan mendukung pembangunan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman peserta didik kelas V di SDN 196/II Taman Agung, Kabupaten Bungo, yang teridentifikasi masih rendah. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 peserta didik kelas V pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Instrumen pengumpulan data mencakup lembar observasi aktivitas pendidik dan peserta didik, tes pemahaman membaca, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus. Aktivitas pendidik meningkat dari kategori "Tinggi" pada siklus I menjadi "Sangat Tinggi" pada siklus II. Keaktifan peserta didik juga naik dari "Cukup Tinggi" pada siklus I menjadi "Tinggi" pada siklus II. Peningkatan paling signifikan terlihat pada hasil belajar peserta didik, di mana persentase ketuntasan membaca pemahaman meningkat melampaui indikator kinerja yang ditetapkan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan strategi Know, Want to Know, and Learned (KWL) terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman peserta didik. Kata Kunci: KWL; literasi; membaca; pemahaman membaca
The development of a customer-based (TQM) quality management model at Universitas Halim Sanusi Persatuan Ummat Islam Bandung Isep Saepulloh; Johar Permana; Danny Meirawan; Nur Aedi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.167

Abstract

Quality assurance in higher education is a crucial and mandatory aspect for any university, including at Universitas Halim Sanusi Persatuan Ummat Islam Bandung. Educational quality assurance will enhance global competitiveness in terms of the university’s overall quality. The purpose of this article is to explain the development of a customer-based (TQM) quality management model at Universitas Halim Sanusi Persatuan Ummat Islam Bandung. The method used is a descriptive qualitative approach with a PPEPP (Determination, Implementation, Evaluation, Control, and Improvement) standard. The results of the study show that the education quality manual was developed through five stages, involving the BPH, Rectorate (comprising the Rector and Vice Rectors 1–3), Senate, Deans, and Heads of Study Programs. Each party has specific responsibilities and has successfully produced the necessary documents and performance indicators. The development of this quality manual takes into account the goals, vision, and mission of the university, which are aligned with Islamic values. This development improved the education standards and learning outcomes at Universitas Halim Sanusi Persatuan Ummat Islam Bandung according to Islamic values.   Abstrak Penjaminan mutu pendidikan tinggi merupakan hal yang sangat penting dan wajib dalam sebuah perguruan tinggi, begitupun di Universitas Halim Sanusi Persatuan Ummat Islam Bandung. Penjaminan mutu pendidikan akan menciptakan daya saing secara global mengenai mutu perguruan tinggi itu sendiri. Tujuan artikel ini adalah menjelaskan pengembangan model manajemen mutu berbasis pelanggan (TQM) di Universitas Halim Sanusi Persatuan Ummat Islam Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan) standar. Hasil dari penelitian adalah manual mutu pendidikan dikembangkan melalui lima tahapan oleh BPH, Rektorat (Rektor, Warek 1-3), Senat, Dekan dan Kaprodi. Semua pihak mempunyai tugas masing-masing dan berhasil mengeluarkan dokumen dan indikator kerja yang dibutuhkan. Pengembangan manual mutu ini dilakukan dengan memperhatikan tujuan atau visi dan misi universitas yang mengarah pada nilai Islam. Pengembangan manual mutu ini menghasilkan standar pendidikan dan capaian pembelajaran di Universitas Halim Sanusi Persatuan Ummat Islam Bandung menjadi lebih baik sesuai dengan nilai islam. Kata Kunci: manajemen mutu; pendidikan; perguruan tinggi

Page 9 of 54 | Total Record : 537