cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Development of digital-based crossword puzzle learning media in the Indonesian language subject grade IV SDN 009 Bina Baru Kampar Ibnu Auvin Ashari; Latif Latif
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.136

Abstract

The use of learning media must be varied, not limited to verbal communication; it must be designed creatively and innovatively and adapted to the material to be delivered. This study aims to develop digital crossword-based learning media for Indonesian language learning. The method used in this study is the ADDIE Research and Development (RnD) model. The data collection techniques used by the researcher are field observation, questionnaires, documentation, and interviews. The validation results show that the Interactive Crossword Game Media Feasibility can be determined after validity testing by three validators, namely media validators, material validators, and practitioner validators. From the third validation assessment, a high average was obtained, indicating that the Interactive Crossword Game media was considered very feasible for use. Interest in the Interactive Crossword Game Media in Learning was found after the student response test was conducted. From this student response, an average was obtained, indicating that the Interactive Crossword Game was considered very interesting to use.   Abstrak Pemanfaatan media pembelajaran harus bervariasi, tidak hanya komunikasi verbal, tetapi harus dirancang secara kreatif dan inovatif serta disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangankan media pembelajaran Teka Teki Silang berbasis digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan model Penelitian dan Pengembangan (RnD) ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah dengan menggunakan metode observasi lapangan, kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Hasil validasi menunjukkan bahwa Media Feasibility Interactive Crossword Game dapat diketahui setelah uji validitas oleh 3 validator yaitu validator media, validator materi dan validator praktisi. Dari penilaian validasi ke-3 diperoleh rata-rata yang tinggi, yang menunjukkan bahwa media Interactive Crossword Game ini dinilai sangat layak untuk digunakan. Ketertarikan pada Media Permainan Teka-teki Silang Interaktif dalam Pembelajaran dapat ditemukan setelah tes respon murid dilakukan. Dari hasil respon murid ini diperoleh rata-rata yang menunjukkan bahwa media dari Game Teka-teki Silang Interaktif ini dinilai sangat menarik untuk digunakan. Kata Kunci: media digital; media interaktif; teka-teki silang
Application CLIS model to improve science process skills and IPAS learning outcomes Sukma Anggraeni; Megawati Megawati; Randi Eka Putra
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.138

Abstract

Student learning outcomes are determined by science process skills that encourage active involvement of students in learning activities according to the learning outcomes of IPAS. This study aims to improve the learning process, science process skills, and learning outcomes of science class III at SD Negeri 095/II Muara Bungo using the Children Learning In Science model. Low science process skills and the fact that half of the students have not met the Minimum Learning Completeness Criteria (KKTP) are the drivers behind this study. This type of research is classroom action research applied during two learning cycles covering four learning phases, including planning, implementation, observation, and reflection. Two meetings are held in each cycle. The data collection tools used are tests and observations. The results of this study show that the average science process skills and learning outcomes in cycle I have increased in cycle II. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the Children Learning In Science model has succeeded in improving students' process skills and social studies learning outcomes. The CLIS model is an effective strategy in encouraging the active participation of students in the learning process so that the skills gained can be used to deal with problems in life.   Abstrak Hasil belajar peserta didik ditentukan oleh keterampilan proses sains yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sesuai capaian pembelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran, keterampilan proses sains, dan hasil belajar IPAS kelas III di SD Negeri 095/II Muara Bungo menggunakan model Children Learning In Science. Rendahnya keterampilan proses sains dan fakta bahwa sebagian peserta didik belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal (KKTP) menjadi pendorong di balik penelitian ini. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas yang diterapkan selama dua siklus pembelajaran mencakup empat fase pembelajaran meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi serta dua pertemuan dilakukan di setiap siklusnya. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata keterampilan proses sains dan hasil belajar pada siklus I mengalami peningkatan pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa model Children Learning In Science berhasil meningkatkan keterampilan proses peserta didik dan hasil belajar IPAS. Model CLIS menjadi strategi yang efektif dalam mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga keterampilan yang diperoleh dapat digunakan untuk menghadapi permasalahan dalam kehidupan. Kata Kunci: Children learning in science; hasil belajar IPAS; keterampilan proses sains
The effect of using organ system board media on IPAS learning outcomes of 5th-grade elementary school Fahda Bintang Maulidina; Desak Made Darmawati
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.139

Abstract

The low learning outcomes of students in the topic of the human digestive system in the IPAS subject of grade 5 at SDN Jatimurni VI Bekasi serve as the background for this study. The use of the organ systems board as a learning medium is proposed to improve students' conceptual understanding and learning outcomes. This study aims to examine the effect of using the the organ systems board media on IPAS learning outcomes of 5th-grade students. The research employed a quantitative method with a quasi-experimental design involving two classes: an experimental class using the organ systems board media and a control class without it. Both groups were given pre-tests and post-tests. The results showed a significant difference in the average learning outcomes between the experimental and control classes. The post-test mean score of the experimental class was higher than that of the control class. It is concluded that the use of the the organ systems board media has a significant positive effect on the IPAS learning outcomes of 5th-grade students at SDN Jatimurni VI Bekasi.   Abstrak Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam materi sistem pencernaan manusia pada mata pelajaran IPAS kelas 5 SDN Jaimurni VI Bekasi menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, media pembelajaran papan sistem organ diusulkan sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan sistem organ terhadap hasil belajar IPAS peserta didik kelas 5 SDN Jatimurni VI Bekasi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasi experimental design yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media papan sistem organ dan kelas kontrol yang tidak menggunakan papan sistem organ. Kedua kelas diberikan instrumen pretest dan post test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media papan sistem organ memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik kelas 5 SDN Jatimurni VI Bekasi. Kata Kunci: IPAS; hasil belajar; papan sisem organ
Gifted education: A survey on the theories and models of giftedness Tyrone O. Gil Jr.
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.140

Abstract

This paper explores the multifaceted landscape of gifted education, underpinned by diverse theoretical models that seek to define, identify, and nurture giftedness in individuals. The primary objective is to synthesize and critically examine these models, providing a comprehensive understanding of their historical context, key components, criticisms, and implications for educational practice. Through a systematic review of literature, the paper analyzes prominent theories and models, including those proposed by Lewis Terman, Francoys Gagné, Joseph Renzulli, Robert Sternberg, Howard Gardner, J.P. Guilford, George Betts, and Donald Treffinger and Edwin Selby. The findings reveal a rich array of perspectives on giftedness, moving from singular definitions to more nuanced understandings that encompass various domains, and highlight the importance of considering cognitive, creative, practical, and socio-emotional factors. The paper concludes by emphasizing the need for judicious application of these diverse theories and models to foster the potential of gifted learners and guide educators, policymakers, and parents in creating supportive learning environments.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi lanskap pendidikan berbakat yang multifaset, didasarkan pada berbagai model teoretis yang berusaha untuk mendefinisikan, mengidentifikasi, dan mengembangkan bakat pada individu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mensintesis dan secara kritis mengkaji model-model ini, memberikan pemahaman komprehensif tentang konteks sejarah, komponen kunci, kritik, dan implikasinya untuk praktik pendidikan. Melalui tinjauan sistematis terhadap literatur, makalah ini menganalisis teori dan model terkemuka, termasuk yang diusulkan oleh Lewis Terman, Francoys Gagné, Joseph Renzulli, Robert Sternberg, Howard Gardner, J.P. Guilford, George Betts, serta Donald Treffinger dan Edwin Selby. Hasil temuan menunjukkan beragam perspektif tentang bakat, bergerak dari definisi tunggal ke pemahaman yang lebih halus yang mencakup berbagai domain, dan menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor kognitif, kreatif, praktis, dan sosial-emosional. Penelitian ini diakhiri dengan menekankan perlunya penerapan yang bijaksana dari berbagai teori dan model ini untuk memfasilitasi potensi pelajar berbakat dan membimbing pendidik, pembuat kebijakan, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Kata Kunci: bakat; pelajar berbakat; pendidikan berbakat; pengembangan bakat
Creative drama in English class: Boosting student self-esteem through innovation Syahal Waludin; Sri Setyarini
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.141

Abstract

In Indonesia, the integration of creative drama into the formal curriculum has not been widely or systematically implemented, leaving substantial room for the development of students' emotional aspects, especially self-esteem, as an area of potential that has not been utilized. The purpose of this study is to examine how the addition of creative drama to the school curriculum can improve students' self-esteem in secondary schools. This study employs a qualitative approach using a participatory case study method at SMP PGRI Lembang, with primary informants including seventh and eighth-grade students, the school principal, and two teachers. Data was collected through observation, in-depth interviews with one school principal and two teachers, and documentation of learning activities. Thematic coding-based content analysis was used to analyze the data. The findings indicate that the use of structured creative drama significantly improves students' self-confidence, social courage, and self-expression. Activities such as improvisation, role-playing, and group reflection serve as effective means to develop students' affective dimensions, particularly self-esteem. This study concludes that the integration of creative drama and Project-Based Learning (PjBL) principles facilitates collaborative, reflective, and transformative learning experiences and can serve as an innovative learning model aligned with the ideals of the Kurikulum Merdeka.   Abstrak Di Indonesia, integrasi drama kreatif ke dalam kurikulum formal belum diterapkan secara luas atau sistematis, sehingga menyisakan ruang substansial untuk pengembangan aspek emosional peserta didik terutama harga diri sebagai area potensi yang belum dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana penambahan drama kreatif dalam kurikulum sekolah dapat meningkatkan harga diri peserta didik di sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus partisipatif di SMP PGRI Lembang, dengan informan utama berupa peserta didik kelas tujuh dan delapan, kepala sekolah, dan dua guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan satu kepala sekolah dan dua guru, serta dokumentasi aktivitas belajar. Analisis isi berbasis pengkodean tematik digunakan untuk menganalis data. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan drama kreatif yang terstruktur secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri, keberanian sosial, dan ekspresi diri peserta didik. Aktivitas seperti improvisasi, peran-peran, dan refleksi kelompok menjadi sarana efektif untuk mengembangkan dimensi afektif peserta didik, terutama harga diri. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi drama kreatif dan prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) memfasilitasi pengalaman belajar kolaboratif, reflektif, dan transformatif, serta dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang selaras dengan idealisme Kurikulum Merdeka. Keywords: drama kreatif; pembelajaran berbasis proyek; pendidikan afektif; penghargaan diri.
Effectiveness of Genially interactive media in improving presentation competence of elementary school students Rina Indrawaty; Euis Eti Rohaeti; Reka Yuda Mahardika
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.142

Abstract

Genially media, with all its advantages, is one of the reliable alternatives to address the challenges of modern education, particularly in creating innovative, enjoyable, and meaningful learning experiences for students. This study aims to measure the effectiveness of Genially interactive media in improving the presentation skills of fifth-grade elementary school students. The method used is quasi-experimental with a one-group pretest-posttest design. Participants consisted of 29 students selected through purposive sampling. Data were collected through presentation tests before (pretest) and after (posttest) the intervention using Genially over three sessions. Data analysis utilized the Shapiro-Wilk test for normality and the Wilcoxon Signed-Rank test to measure the significance of improvement. The results showed an average increase in presentation scores from 61.21 (pretest) to 84.48 (posttest) with significance at 0.001. These findings prove that Genially is effective in improving students' presentation competencies, supporting constructivism theory and multimedia-based learning. The implications of this study emphasize the importance of integrating digital media into the elementary school curriculum. Genially media not only serves as a learning aid but also as an effective tool in comprehensively improving presentation skills among elementary school students.   Abstrak Media Genially dengan semua keunggulannya menjadi salah satu alternatif yang dapat diandalkan untuk menjawab tantangan pendidikan modern, khususnya dalam menciptakan pengalaman belajar yang inovatif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas media interaktif Genially dalam meningkatkan kompetensi presentasi peserta didik kelas V Sekolah Dasar (SD). Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Partisipan terdiri dari 29 peserta didik yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui tes presentasi sebelum (pretest) dan setelah (posttest) intervensi menggunakan Genially selama tiga pertemuan. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas dan uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengukur signifikansi peningkatan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor presentasi dari 61,21 (pretest) menjadi 84,48 (posttest) dengan signifikansi 0,001. Temuan ini membuktikan bahwa Genially efektif dalam meningkatkan kompetensi presentasi peserta didik, mendukung teori konstruktivisme dan pembelajaran berbasis multimedia. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi media digital dalam kurikulum sekolah dasar. Media Genially tidak hanya berperan sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana yang efektif dalam meningkatkan keterampilan presentasi secara menyeluruh pada peserta didik SD. Kata Kunci: Genially; kompetensi presentasi; media interaktif
Developing problem-based learning comic to enhance mathematical literacy skills for elementary students Wirda Hayatina Lubis; E. Elvis Napitupulu; Kms Muhammad Amin Fauzi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.143

Abstract

The lack of mathematical literacy among primary school students, especially in understanding and interpreting data, highlights the need for contextual and visual learning media to support mathematical thinking. This study aims to develop a comic-based learning media using the Problem-Based Learning (PBL) model to enhance students' mathematical literacy on data presentation. The development process adopts the ADDIE model, including analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The analysis stage identifies students' needs, followed by the design stage, which involves developing storyboards and comic visualizations using Canva. The comic was validated by subject matter, media, and language experts. The subjects were III-grade students and teachers at SD Negeri 058374 Sei Limbat. Data collection instruments included validation sheets, practicality questionnaires, and mathematical literacy tests. The validation demonstrated high feasibility in terms of content, visual design, and language. Practicality was reflected in the ease of use and student engagement. Effectiveness was measured using a pretest and a posttest, with a gain score analysis. This study confirmed that PBL-based comic media is valid, practical, and effective in improving students’ mathematical literacy in data presentation, supporting critical thinking and problem-solving skills in a contextual learning environment.   Abstrak Rendahnya kemampuan literasi Matematika di kalangan peserta didik sekolah dasar, dalam memahami dan menafsirkan data, menunjukkan pentingnya media pembelajaran kontekstual dan visual untuk mendukung pemikiran matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komik menggunakan model Problem-Based Learning (PBL) guna meningkatkan literasi Matematika peserta didik dalam penyajian data. Proses pengembangan mengadopsi model ADDIE, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tahap analisis mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, diikuti dengan tahap desain yang melibatkan pengembangan storyboard dan visualisasi komik menggunakan Canva. Komik tersebut diverifikasi oleh ahli materi pelajaran, media, dan bahasa. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III dan guru di SD Negeri 058374 Sei Limbat. Alat pengumpulan data meliputi lembar verifikasi, kuesioner kepraktisan, dan tes literasi Matematika. Validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang tinggi dalam konten, desain visual, dan bahasa. Praktisitas tercermin dalam kemudahan penggunaan dan keterlibatan peserta didik. Efektivitas diukur menggunakan pretest dan posttest, dengan analisis skor gain. Studi ini membuktikan bahwa media komik berbasis PBL valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan literasi Matematika peserta didik dalam penyajian data, serta mendukung keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah dalam lingkungan belajar kontekstual. Kata Kunci: literasi Matematika; media komik; problem-based learning; sekolah dasar
Inquiry learning model effects on students' creative thinking in sensory system material Sri Handayani Gea; Kartika Manalu
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.144

Abstract

Biology learning in various schools is still dominated by lecture and memorization methods that lack to develop students' creative thinking skills, especially in sensory system materials that require a deep understanding of concepts and practical applications. This study aims to analyze the influence of the inquiry learning model on the creative thinking ability of grade XI students of SMA Negeri 9 Medan on the sensory system material. The research method used is a quasi-experimental design with four classes as samples. Two experimental classes applied an inquiry learning model and two control classes used conventional learning. Data was collected through pretests and posttests that measured four indicators of creativity: fluency, flexibility, originality, and elaboration. The results showed a significant difference where the average posttest score of the experimental group was much higher than that of the control group, and showed a considerable difference. The results of the analysis showed that the data was normally distributed and had a homogeneous variance, so testing using the t-test could be carried out. These findings prove that the inquiry learning model is more effective in developing students' creative thinking skills because it provides opportunities to investigate, explore, and discover concepts independently, in contrast to conventional learning that relies solely on the transfer of information from teacher to student.   Abstrak Pembelajaran Biologi di berbagai sekolah masih didominasi oleh metode ceramah dan hafalan yang kurang mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik, terlebih khususnya pada materi sistem indra yang memerlukan pemahaman konsep mendalam dan aplikasi praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas XI SMA Negeri 9 Medan pada materi sistem indra. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental design dengan empat kelas sebagai sampel. Dua kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran inkuiri dan dua kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest yang mengukur empat indikator kreativitas: kelancaran (fluency), fleksibilitas (flexibility), orisinalitas (originality), dan elaborasi (elaboration). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dimana rata-rata skor posttest kelompok eksperimen jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, serta menunjukkan selisih yang cukup besar. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogeny, sehingga pengujian menggunakan uji t dapat dilaksanakan. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran inkuiri lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik karena memberikan kesempatan untuk menyelidiki, mengeksplorasi, dan menemukan konsep secara mandiri, berbeda dengan pembelajaran konvensional yang hanya mengandalkan transfer informasi dari guru ke peserta didik. Kata Kunci: berpikir kreatif; model pembelajaran inquiry; sistem indra
The influence of PBL on students' scientific literacy in ecosystem material for grade X Meliya Salsabilla; Kartika Manalu
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.145

Abstract

This study stemmed from a concern over low student scientific literacy, reflected explicitly in the gap between theoretical concept mastery and the inability to apply this knowledge to analyze real and complex local ecological problems. Its primary objective was to analyze the significant impact of the Problem-Based Learning (PBL) model on developing students' scientific literacy regarding ecosystem components and interactions. Using a quasi-experimental approach, the research compared a group of students receiving instruction based on authentic problems against a control group following conventional teaching methods. Data were collected via pre-test and post-test instruments designed to measure various dimensions of scientific literacy. The results indicated a striking and statistically significant difference in achievement. The experimental group demonstrated an exceptional leap in understanding, with nearly all students successfully reaching the highest category of scientific literacy. In contrast, the control group showed only limited improvement, with the majority of students remaining at a moderate level of understanding. This finding conclusively proves that PBL is superior in transforming passive instruction into an active learning experience, training students to think critically, construct scientific arguments, and apply biological knowledge in a relevant and meaningful way.   Abstrak Penelitian ini berangkat dari keprihatinan atas rendahnya literasi sains peserta didik, yang secara spesifik tecermin dari kesenjangan antara penguasaan konsep teoretis dan ketidakmampuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam menganalisis masalah ekologis lokal yang nyata dan kompleks. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisis pengaruh signifikan dari model Problem-Based Learning (PBL) terhadap pengembangan literasi sains peserta didik pada materi komponen dan interaksi ekosistem. Menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen, penelitian ini membandingkan kelompok peserta didik yang menerima pembelajaran berbasis masalah autentik dengan kelompok kontrol yang mengikuti metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui instrumen pretest dan posttest yang dirancang untuk mengukur berbagai dimensi literasi sains. Hasilnya menunjukkan sebuah perbedaan capaian yang sangat mencolok dan signifikan secara statistik. Kelompok eksperimen menunjukkan lonjakan pemahaman yang luar biasa, di mana hampir seluruh peserta didik mampu mencapai kategori literasi sains tertinggi. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya menunjukkan peningkatan yang terbatas, dengan mayoritas peserta didik tertahan pada tingkat pemahaman sedang. Temuan ini secara konklusif membuktikan bahwa PBL secara superior mampu mentransformasi pembelajaran pasif menjadi pengalaman belajar aktif, melatih peserta didik berpikir kritis, berargumentasi ilmiah, dan mengaplikasikan pengetahuan biologi secara relevan dan bermakna. Kata Kunci: komponen ekosistem; literasi sains; PBL; pembelajaran berbasis masalah
Relationship of TikTok For Your Page content on academic procrastination among students Kristin E. J. Nomleni; Kornelia Erista Setiyanti
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.146

Abstract

The increasing use of TikTok has not only made it a medium for entertainment but also has the potential to influence students' academic behavior. This study aims to determine the relationship between exposure to For Your Page (FYP) content on the TikTok application and active academic procrastination among students in the Greater Jakarta area. The S-O-R theory serves as a basis for identifying media stimuli that elicit procrastination responses. The instrument used to measure active academic procrastination is the Active Procrastination Scale, which has been adapted into Indonesian and is valid and reliable. The research method used is a quantitative approach with correlation analysis to test the relationship between the two variables. Data collection was conducted online through questionnaires distributed to students in the Greater Jakarta area. The analysis indicates that active academic procrastination among students is strongly associated with exposure to TikTok FYP content. However, exposure to TikTok FYP content is not the only factor influencing active academic procrastination. Other factors also influence it. In this regard, effective management of social media use is necessary, and it is recommended that other variables that may influence students' academic behavior be examined.   Abstrak Fenomena meningkatnya penggunaan TikTok tidak hanya menjadikannya sebagai media hiburan, tetapi juga berpotensi memengaruhi perilaku akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan terpaan konten For Your Page (FYP) pada aplikasi TikTok terhadap prokrastinasi akademik aktif pada mahasiswa di wilayah Jabodetabek. Teori S-O-R digunakan sebagai landasan untuk mengetahui stimulus media yang dapat memunculkan respons berupa perilaku prokrastinasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur prokrastinasi akademik aktif yaitu skala active procrastination yang telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia dan terbukti valid serta reliabel. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi untuk menguji hubungan kedua variabel. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa di daerah Jabodetabek. Hasil analisis menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik aktif pada mahasiswa memiliki hubungan yang kuat dengan terpaan konten FYP TikTok. Meskipun begitu, terpaan media FYP TikTok bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi perilaku prokrastinasi akademik aktif karena hal ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan pengelolaan penggunaan media sosial secara bijak serta direkomendasikan untuk dapat mengkaji variabel lain yang berpotensi memengaruhi perilaku akademik mahasiswa. Kata Kunci: mahasiswa; prokrastinasi akademik; terpaan FYP; TikTok

Page 8 of 54 | Total Record : 537