cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
The influence of the RQA model on the digital literacy ability of high school students Silvia Rahmadini; Anik Ghufron; Ahmad Yusuf; Nurul Inayah Khairaty
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.201

Abstract

The digital literacy skills of high school students are still relatively low, especially in critically searching for, evaluating, and managing digital information. This study aims to analyze the effect of the Reading, Questioning, and Answering (RQA) learning model on students' digital literacy skills in Informatics. This study used a quantitative approach with a nonequivalent control group quasi-experimental design involving two classes: an experimental class and a control class, with a sample of 70 grade XI students at SMA Negeri 2 Padang in the 2024/2025 academic year. The research instrument was a digital literacy test covering aspects of online information searching, hypertext navigation, content evaluation, and knowledge compilation. Data analysis was performed using an independent-samples t-test and an N-Gain calculation. The results showed a significant difference in learning outcomes between the experimental and control classes. Students who used the RQA model for learning showed greater improvement across all aspects of digital literacy than those in conventional learning. The RQA model is considered effective because it encourages active engagement, critical thinking, and independent learning among students.    Abstrak Kemampuan literasi digital murid SMA masih tergolong rendah, terutama dalam mencari, mengevaluasi, dan mengelola informasi digital secara kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Reading, Questioning, and Answering (RQA) terhadap kemampuan literasi digital murid pada mata pelajaran Informatika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen nonequivalent control group design yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah sampel 70 murid kelas XI SMA Negeri 2 Padang tahun ajaran 2024/2025. Instrumen penelitian berupa tes literasi digital yang mencakup aspek pencarian informasi melalui internet, navigasi hypertext, evaluasi konten, dan penyusunan pengetahuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent sample t-test dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar murid pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Murid yang mengikuti pembelajaran dengan model RQA menunjukkan peningkatan lebih tinggi pada seluruh aspek literasi digital dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Model RQA dinilai efektif karena mampu mendorong keterlibatan aktif, kemampuan berpikir kritis, dan kemandirian belajar murid. Kata Kunci: literasi digital; model pembelajaran; Reading, Questioning, and Answering; RQA
Local culture-based dance learning innovation through Tari Kreasi Tenun Kadek Paramitha Hariswari; Fransiska Nofitri Sanit
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.202

Abstract

This study aims to describe the form, implementation process, and main characteristics of Tari Kreasi Tenun as an innovation in local culture-based dance learning at SMP Negeri 1 Insana, Timor Tengah Utara Regency. The research employed a qualitative descriptive method with a field study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the dance interest program teacher and eighth-grade students. The results indicate that the implementation of Tari Kreasi Tenun constitutes an innovative learning strategy in dance education by integrating local cultural values—particularly the symbolic meanings and aesthetics of Timorese woven fabric—into formal education. The learning process comprises stages of introducing tenun motifs, exploring movement, and creating simple dance compositions that reflect cooperation, perseverance, and regional cultural identity. The dance form combines traditional and modern elements adjusted to the students’ characteristics. This innovation not only strengthens students’ understanding of local dance art but also fosters pride in local cultural heritage and supports the implementation of local wisdom-based curricula in schools.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, proses penerapan dan karakteristik utama Tari Kreasi Tenun sebagai inovasi pembelajaran seni tari berbasis budaya lokal di SMP Negeri 1 Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan murid kelas VIII program minat tari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tari Kreasi Tenun menjadi strategi inovatif dalam pembelajaran seni tari karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, khususnya makna simbolik dan estetika kain tenun Timor, ke dalam konteks pendidikan formal. Proses pembelajaran dilakukan melalui tahapan pengenalan motif tenun, eksplorasi gerak, dan penciptaan komposisi tari sederhana yang mencerminkan nilai kerja sama, ketekunan, dan identitas budaya daerah. Bentuk penyajian tari memadukan unsur tradisional dan modern yang disesuaikan dengan karakter murid SMP. Inovasi ini tidak hanya memperkuat pemahaman murid terhadap seni tari daerah, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya lokal serta mendukung implementasi kurikulum berbasis kearifan lokal di sekolah. Kata Kunci: budaya lokal; inovasi pembelajaran; seni tari; Tari Kreasi Tenun
Elementary school Physical Education, Sports, and Health teachers' understanding of the implementation of Kurikulum Merdeka Rifki Hidayat; Sri Widaningsih; Henry Asmara
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.203

Abstract

Kurikulum Merdeka has been mandated for implementation in all schools; however, its application continues to face various challenges, particularly related to teachers’ understanding, especially within the madrasah context. This study aims to describe the cognitive understanding of Physical Education, Sports, and Health (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan or PJOK) teachers in Madrasah Ibtidaiyah regarding the Kurikulum Merdeka. The research was conducted at a Madrasah Ibtidaiyah in Paseh District, Bandung Regency, employing a qualitative case study approach. Six PJOK teachers were selected as research participants through purposive sampling. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed descriptively. The findings indicate that teachers’ cognitive understanding of the Kurikulum Merdeka in PJOK varies, encompassing abilities to explain, interpret, summarize, classify, and compare learning concepts in accordance with curriculum principles. Some teachers demonstrate adequate competence in interpreting learning outcomes and adapting learning activities to students’ needs, whereas others experience difficulties with lesson planning and accessing professional development. This study highlights the importance of continuous professional development and the strengthening of teacher discussion forums, such as PJOK Teacher Working Groups, to support more effective implementation of the Kurikulum Merdeka in madrasah settings.   Abstrak Implementasi kurikulum merdeka perlu ada di semua sekolah. Namun dalam proses implementasinya masih banyak tantangan, salah satunya adalah terkait pemahaman guru terhadap proses implementasi dengan baik di lapangan, khususnya di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, khususnya dalam ranah kognitif. Penelitian dilakukan di MI Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah enam guru PJOK yang dipilih melalui teknik purposif sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru PJOK dalam ranah kognitif Kurikulum Merdeka sangat bervariasi, termasuk kemampuan menjelaskan, menafsirkan, meringkas, mengklasifikasikan, dan membandingkan konsep pembelajaran PJOK belum sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Beberapa guru mampu memaknai capaian pembelajaran dengan baik dan menyesuaikan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid, namun masih ada guru yang belum bisa penyusunan rencana pembelajaran dan adanya keterbatasan pelatihan guru PJOK. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan pembentukan forum diskusi seperti Kelompok Kerja Guru khusus PJOK agar implementasi Kurikulum Merdeka berjalan lebih optimal. Kata Kunci: madrasah ibtidaiyah; Kurikulum Merdeka; PJOK; pemahaman guru
Development module collaborative guidance counseling service socio-emotional in early childhood Dwi Afri Yani; Anita Yus; Aman Simaremare
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.205

Abstract

This study aims to test the effectiveness of the collaborative counseling service information module in improving children's socio-emotional development in early childhood at RA Azrina, Medan Marelan. The research method used is research and development (RnD) using the ADDIE model, comprising analysis, design, development, implementation, and evaluation. The study included 20 early childhood children, with teachers and parents serving as assessors of the children’s socio-emotional development. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires, and a paired-samples t-test was used to assess the effectiveness of the implemented module. The results showed that the application of this information service module significantly enhanced children’s socio-emotional development. Statistical tests indicated a significant difference between pretest and posttest scores from teachers and parents, suggesting that collaboration between teachers and parents in using the module played a vital role in the development of children’s socio-emotional skills. This research emphasizes the importance of strengthening collaboration between parents and teachers to support children's socio-emotional development in early childhood education. Additionally, this module can serve as a reference for the development of similar programs in other early childhood education institutions.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas modul layanan informasi bimbingan konseling kolaboratif dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini di RA Azrina, Medan Marelan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (RnD) dengan model ADDIE, yang terdiri dari analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah 20 anak usia dini, dengan guru dan orang tua sebagai penilai perkembangan sosial emosional anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, serta uji paired sample t-test untuk mengukur efektivitas modul yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modul layanan informasi ini memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak. Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest yang diberikan oleh guru dan orang tua, yang mengindikasikan bahwa kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menggunakan modul tersebut berperan penting dalam pengembangan keterampilan sosial emosional anak. Penelitian ini memberikan implikasi penting mengenai perlunya penguatan kolaborasi antara orang tua dan guru dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak di PAUD. Selain itu, modul ini dapat dijadikan referensi untuk pengembangan program serupa di lembaga pendidikan anak usia dini lainnya. Kata Kunci: bimbingan konseling; kolaborasi; PAUD; perkembangan sosial emosional
Development of a socioscientific issues-based instrument for measuring critical thinking Lusy Fatika Sari; Sri Latifah; Yani Suryani
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.206

Abstract

The development of 21st-century education requires students to possess critical thinking skills to cope with the complexity of modern life problems. However, various studies have shown that students’ critical thinking skills in science learning remain relatively low because current learning processes do not yet emphasize analysis and reflection. Therefore, a valid and reliable assessment instrument is needed to measure and foster critical thinking skills effectively. This study aims to develop a Socioscientific Issues (SSI)-based assessment instrument to measure students’ critical thinking skills regarding heat and temperature. The development employed the ADDIE model and involved 70 eleventh-grade students. The instrument covers three domains: cognitive, affective, and psychomotor, which were validated by experts and tested using the Rasch model. The study's results showed that the instrument was very suitable for the material, media, and evaluation. Both item and person reliability were in the good category, while teachers’ and students’ responses showed very positive results. The developed SSI-based instrument is considered valid, reliable, and feasible for comprehensively assessing students’ critical thinking skills.   Abstrak Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut murid memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi kompleksitas permasalahan kehidupan modern. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis murid dalam pembelajaran sains masih tergolong rendah akibat proses belajar yang belum menekankan analisis dan refleksi. Oleh karena itu, diperlukan instrumen penilaian yang valid dan reliabel untuk mengukur serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian berbasis Socioscientific Issues (SSI) guna mengukur kemampuan berpikir kritis murid pada materi suhu dan kalor. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE dengan melibatkan 70 murid kelas XI. Instrumen mencakup tiga aspek penilaian, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik, yang divalidasi oleh ahli serta diuji menggunakan model Rasch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen dinyatakan sangat layak untuk materi, media, dan juga evaluasi. Nilai reliabilitas item dan person berada pada kategori baik, sedangkan respons guru dan murid menunjukkan hasil sangat baik. Instrumen berbasis SSI yang dikembangkan dinyatakan valid, reliabel, dan layak digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis murid secara komprehensif. Kata Kunci: berpikir kritis; Rasch model; Socioscientific Issues; SSI; suhu dan kalor
Evaluation of the implementation of the Adiwiyata program at State Senior High School 4 Bogor Atep Kartiansyah; Ihsana El Khuluqo; Sri Astuti; Muhammad Heru Iman Wibowo; Mirlanda Diaz Pratiwi; Azizah Nurul Khoirunnisa
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.210

Abstract

The Adiwiyata program, as part of environmental education in schools, plays an important role in shaping students’ ecological awareness. This study aims to evaluate the implementation of the Adiwiyata Program at SMA Negeri 4 Bogor, which has been designated as a National Adiwiyata School since 2022. The evaluation was conducted to monitor the sustainability of environmentally based programs that strengthen students’ environmental awareness and character. The research employed the CSE-UCLA evaluation model, covering five key areas: system assessment, program planning, program implementation, program improvement, and program certification. A qualitative research approach was used, involving interviews, focus group discussions, observations, and document analysis to obtain a comprehensive understanding of the program implementation. The findings indicate that SMA Negeri 4 Bogor has successfully implemented the Adiwiyata Program through well-integrated policies within the curriculum, structured planning, and environmental activities involving school members and external partners. Program improvement is demonstrated through the use of environmentally friendly products, capacity-building initiatives, and collaboration with local government programs. The program has also contributed to enhancing students' environmental awareness and character development. However, further efforts are needed to expand students' environmental awareness and character development, strengthen partnerships, and optimize the use of environmentally friendly technology to ensure long-term program sustainability.   Abstrak Program Adiwiyata sebagai bagian dari pendidikan lingkungan hidup di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran ekologis murid. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi implementasi Program Adiwiyata di SMA Negeri 4 Bogor sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional sejak tahun 2022. Evaluasi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemantauan keberlanjutan program berbasis lingkungan demi penguatan karakter peduli lingkungan pada warga sekolah. Penelitian menggunakan model evaluasi CSE-UCLA yang mengkaji lima area utama, yaitu asesmen sistem, perencanaan program, pelaksanaan program, pengembangan program, dan sertifikasi program. Pendekatan penelitian kualitatif diterapkan melalui wawancara, diskusi terarah, observasi, dan studi dokumentasi untuk memperoleh gambaran pelaksanaan program secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 4 Bogor telah menerapkan Program Adiwiyata dengan baik melalui kebijakan yang terintegrasi dengan kurikulum, perencanaan terstruktur, serta pelaksanaan berbagai kegiatan berbasis lingkungan yang melibatkan warga sekolah dan mitra eksternal. Inovasi pengembangan program terlihat pada pemanfaatan produk ramah lingkungan, penguatan kompetensi, serta sinergi dengan program pemerintah daerah. Program ini juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan dan karakter murid. Namun demikian, diperlukan upaya lebih lanjut dalam memperluas nilai keberlanjutan dalam pembelajaran, memperkuat kemitraan, dan optimalisasi teknologi ramah lingkungan agar program dapat terus berkelanjutan. Kata Kunci: Adiwiyata; CSE-UCLA; evaluasi program; keberlanjutan; sekolah berwawasan lingkungan
Evaluating a community-based learning model: literacy impact on rural women's marketing competence Purnomo Purnomo; Nani Sutarni; Lenny Nuraeni; Deti Nudiati
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.213

Abstract

Rural women entrepreneurs face a significant digital divide that hinders their competitiveness. While the importance of digital literacy is known, effective learning models for this context are under-researched. This study evaluates the effectiveness of a community-based digital entrepreneurship learning model implemented in the Local Hero Community in Lampegan Village, Indonesia. The model uniquely integrates a core curriculum on digital economic literacy with a practical learning laboratory, WanojaMart, a local marketplace grounded in a Community of Practice framework. Using a quantitative survey of community members, simple linear regression was employed to assess the impact of digital economic literacy on digital marketing competence. The results revealed a high, positive, and statistically significant correlation. The analysis further showed that digital economic literacy accounted for a large portion of the variance in digital marketing competence. This study concludes that the integrated community-based model is an effective and replicable strategy for translating digital literacy into tangible marketing skills. The findings provide a blueprint for empowerment policies, demonstrating that structured, context-specific training linked to real-world platforms is essential for bridging the digital divide and advancing the Sustainable Development Goals.   Abstrak Pengusaha perempuan di pedesaan menghadapi kesenjangan digital signifikan yang menghambat daya saing mereka. Meskipun pentingnya literasi digital telah diketahui, model pembelajaran yang efektif untuk konteks ini masih kurang diteliti. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas model pembelajaran kewirausahaan digital berbasis komunitas yang diterapkan pada Komunitas Local Hero di Desa Lampegan, Indonesia. Model ini secara unik mengintegrasikan kurikulum inti literasi ekonomi digital dengan laboratorium pembelajaran praktis, yaitu marketplace lokal WanojaMart, yang didasarkan pada kerangka Community of Practice. Menggunakan pendekatan survei kuantitatif terhadap anggota komunitas, analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengukur dampak literasi ekonomi digital terhadap kompetensi pemasaran digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang tinggi, positif, dan signifikan secara statistik. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa literasi ekonomi digital mampu menjelaskan sebagian besar varians dalam kompetensi pemasaran digital. Studi ini menyimpulkan bahwa model berbasis komunitas yang terintegrasi adalah strategi yang efektif dan dapat direplikasi untuk menerjemahkan literasi digital menjadi keterampilan pemasaran yang nyata. Temuan ini memberikan cetak biru untuk kebijakan pemberdayaan, menunjukkan bahwa pelatihan terstruktur dan kontekstual yang terhubung dengan platform dunia nyata sangat penting untuk menjembatani kesenjangan digital dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kata Kunci: kompetensi pemasaran digital; komunitas praktik; literasi ekonomi digital; pembelajaran berbasis komunitas; pemberdayaan perempuan
Pasalku.ID application: innovative learning media for improving cognitive learning outcomes Infantri Yunus Brawijaya; Edy Suhartono; Sri Untari
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.214

Abstract

The rapid development of digital learning requires instructional media that can assist students in understanding abstract materials, including the Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. In school practice, many students still struggle to connect constitutional content to real civic contexts, while interactive and structured digital learning media for Pancasila Education remain limited. This study aims to develop Pasalku.ID is a digital learning application designed to enhance students’ cognitive understanding of constitutional materials. The research employed a Research and Development approach using the ADDIE development model. The research subjects included subject-matter experts, media experts, a Pancasila Education teacher, and Grade X senior high school students. Data were collected using expert validation sheets, practicality questionnaires, and pre- and post-test instruments to assess learning effectiveness. The findings indicate that Pasalku.ID is content-valid, practical to use, and effective in improving students’ learning outcomes, as reflected by medium to high N-Gain scores. These results suggest that Pasalku.ID is a feasible digital learning medium for supporting constitutional learning in Pancasila Education.   Abstrak Perkembangan pembelajaran digital menuntut tersedianya media pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami materi yang bersifat abstrak, termasuk Konstitusi dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam praktik pembelajaran di sekolah, siswa masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan isi konstitusi dengan konteks kehidupan bernegara, sementara ketersediaan media pembelajaran digital yang interaktif dan terstruktur dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Pasalku.ID sebagai media pembelajaran digital yang dapat meningkatkan pemahaman kognitif siswa terhadap materi konstitusi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli media, guru Pendidikan Pancasila, serta murid kelas X SMA. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli, angket kepraktisan, serta tes pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasalku.ID valid secara isi, praktis digunakan dalam pembelajaran, dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa dengan kategori peningkatan sedang hingga tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa Pasalku.ID layak digunakan sebagai media pembelajaran digital untuk mendukung pembelajaran konstitusi dalam Pendidikan Pancasila. Kata Kunci: hasil belajar kognitif; media pembelajaran digital; Pasalku.ID; pendidikan Pancasila
Reconstruction of Arabic language education within the framework of the Kurikulum Merdeka: an ontological, epistemological, and axiological analysis Mahjatin Nabilah Syarofina; Kamal Yusuf; Linura Tuada
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.215

Abstract

The transformation of Arabic language education within the Kurikulum Merdeka requires a comprehensive philosophical reconstruction to address ontological ambiguity, epistemological gaps, and unclear axiological orientations. This study aims to formulate the ontological foundations of Arabic language education in the Kurikulum Merdeka, develop an epistemological framework aligned with the Merdeka Belajar paradigm, and evaluate the axiological relevance of curriculum implementation to student competency development. This research employs a library-based method with descriptive analysis of policy documents, academic journals, and philosophical literature on Arabic language education. The findings propose a theoretical framework that reconceptualizes Arabic learning as a humanizing process emphasizing competency-based learning, Islamic-oriented constructivism, and character formation through the internalization of Pancasila values. The epistemological framework integrates project-based and problem-based learning with contextual digital resources to promote active knowledge construction. The axiological dimension highlights ethical communication, spiritual intellectualism, and learning oriented toward solving social issues. The reconstructed framework strengthens the teacher’s role as a facilitator of meaning and supports adaptive curriculum design responsive to learner needs. These findings are expected to serve as a theoretical foundation for the development of Arabic language curricula in Indonesia that are relevant, holistic, and sustainable.   Abstrak Transformasi pendidikan bahasa Arab dalam Kurikulum Merdeka menuntut rekonstruksi filosofis yang komprehensif untuk mengatasi ketidakjelasan tujuan ontologis, dasar epistemologis, dan orientasi aksiologis pembelajaran. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan mendesak untuk merekonstruksi kerangka teoretis yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menyusun konsep ontologi pendidikan bahasa Arab dalam Kurikulum Merdeka, merumuskan kerangka epistemologis pembelajaran sesuai paradigma Merdeka Belajar, serta menilai relevansi aksiologis penerapan kurikulum terhadap pengembangan kompetensi murid. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif terhadap dokumen kebijakan, jurnal akademik, dan literatur filsafat pendidikan bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan kerangka teoritis yang menempatkan pembelajaran bahasa Arab sebagai proses humanisasi yang menekankan pembelajaran berbasis kompetensi, konstruktivisme bernuansa islami, dan pembentukan karakter melalui internalisasi nilai profil pelajar Pancasila. Kerangka epistemologis yang dihasilkan mencakup integrasi metode proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan pemanfaatan sumber belajar digital yang kontekstual. Dimensi aksiologis ditandai penguatan nilai etika komunikasi, spiritualitas keilmuan, dan orientasi pembelajaran pada pemecahan masalah sosial. Kerangka ini berimplikasi pada penguatan peran guru sebagai fasilitator makna dan desain kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan murid. Temuan penelitian diharapkan mampu menjadi landasan teori dalam pengembangan kurikulum bahasa Arab di Indonesia secara relevan dan berkelanjutan. Kata Kunci: filsafat pendidikan; Kurikulum Merdeka; pendidikan bahasa Arab; rekonstruksi
University-business collaboration perspective in logistics management curriculum design Novi Indah Susanthi; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan; Ari Indra Susanti
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.217

Abstract

The study explores the integration of industry-relevant competencies into logistics management education, emphasizing the alignment between professional demands and curriculum structure. The purpose of this study is to design a logistics management curriculum grounded in graduate competencies to prepare graduates to work and adapt in the future logistics industry. The study employed a quantitative approach within the Design and Development Research (DDR) phase three. The 3rd phase involved designing the curriculum after analyzing needs (the 1st phase) and selecting the competencies required of logistics management graduates (the 2nd phase). The curriculum was designed using 5 components: competencies, learning objectives, content, learning strategies, and evaluation. The curriculum template was adapted from the “Pedoman Pendidikan Tinggi” in Indonesia and aligned with the institution’s guidance. The results show that two competencies, business logistics and interpersonal skills, both have higher values than logistics management competencies due to the abilities needed to adapt to the world of the future logistics industry, which is always challenging. The study is expected to inform logistics education by emphasizing business logistics and interpersonal skills, while strengthening regulation-based logistics management competencies.   Abstrak Studi ini mengeksplorasi integrasi kompetensi yang relevan dengan industri ke dalam pendidikan manajemen logistik, menekankan keselarasan antara tuntutan profesional dan struktur kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang kurikulum manajemen logistik berdasarkan kompetensi lulusan yang dibutuhkan agar mampu bekerja dan beradaptasi di masa depan, terutama dalam industri logistik. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan fase ketiga Penelitian Desain dan Pengembangan (DDR) sebagai pendekatan. Fase ketiga adalah merancang kurikulum setelah menganalisis kebutuhan (fase pertama) dan memilih kompetensi yang dibutuhkan untuk lulusan manajemen logistik (fase kedua). Kurikulum dirancang menggunakan 5 komponen sebagai berikut: kompetensi, tujuan pembelajaran, isi materi, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Template kurikulum menggunakan "Pedoman Pendidikan Tinggi" di Indonesia dan disesuaikan dengan pedoman institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua kompetensi, yaitu logistik bisnis dan keterampilan interpersonal, keduanya memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan kompetensi manajemen logistik karena kemampuan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan dunia industri logistik masa depan yang selalu menantang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menghasilkan kurikulum bagi logisticians dengan lebih fokus pada kompetensi logistik bisnis dan keterampilan interpersonal (secara praktis dan teoretis) sambil meningkatkan kompetensi manajemen logistik (melalui regulasi). Kata Kunci: desain kurikulum; kolaborasi universitas dan bisnis; kompetensi; manajemen logistik; pendidikan tinggi