cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Interactive digital modules and teachers' understanding of autistic students' reproductive health Oom Sitti Homdijah; Nita Nitiya Intan Tanbrin; Tati Hernawati; Een Ratnengsih; Budi Susetyo; Ranti Nur Fathiah; Revilia Tri Oktaviani; Natasya Silvia Putri
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.218

Abstract

Reproductive health education presents significant challenges for autistic students due to communication barriers and the abstract nature of the topic, which often requires specialized learning media to ensure understanding. This study aims to evaluate the effectiveness of interactive digital modules in improving Sekolah Luar Biasa (SLB) teachers' experience and competence in delivering reproductive health materials to autistic students. Using a quasi-experimental, one-group, pre-test and post-test design, this study involved 18 teachers from SLBN Mutiara Bahari Sukabumi. Participants follow a structured mentoring program that uses digital modules integrating visual simulations, interactive elements, and clear audio explanations to simplify complex concepts. The results showed a statistically significant increase in teacher competence, evidenced by a substantial increase in the average comprehension score from pre-test to post-test. The improvement is very evident in key aspects such as understanding body boundaries, managing puberty changes, and implementing autism-friendly pedagogical strategies. This study concludes that interactive digital modules are an effective tool for bridging the teacher competency gap, facilitating the delivery of sensitive health topics in a concrete and structured manner.   Abstrak Pendidikan kesehatan reproduksi menghadirkan tantangan signifikan bagi murid autis karena hambatan komunikasi dan sifat topik yang abstrak, yang sering kali memerlukan penggunaan media pembelajaran khusus untuk memastikan pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas modul digital interaktif dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam menyampaikan materi kesehatan reproduksi kepada murid autis. Menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test satu kelompok, penelitian ini melibatkan 18 guru dari SLBN Mutiara Bahari Sukabumi. Peserta mengikuti program pendampingan terstruktur menggunakan modul digital yang mengintegrasikan simulasi visual, elemen interaktif, dan penjelasan audio yang jelas untuk menyederhanakan konsep yang kompleks. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik dalam kompetensi guru, yang dibuktikan dengan kenaikan nyata pada skor rata-rata pemahaman dari pre-test ke post-test. Peningkatan terlihat sangat jelas pada aspek-aspek kunci seperti pemahaman batasan tubuh, manajemen perubahan masa pubertas, dan penerapan strategi pedagogis yang ramah autis. Studi ini menyimpulkan bahwa modul digital interaktif merupakan alat yang sangat efektif untuk menjembatani kesenjangan kompetensi guru, memfasilitasi penyampaian topik kesehatan sensitif secara konkret dan terstruktur. Kata Kunci: guru pendidikan khusus; kesehatan reproduksi; kompetensi guru; modul digital interaktif; murid autis
Mapping the landscape of techno-pedagogical research Wawan Setiawardani; Rudi Susilana; Rusman Rusman
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.219

Abstract

The rapid development of global technology has significantly changed various aspects of education, transforming traditional pedagogical practices to accommodate new methodologies. Despite the crucial role of technopedagogy in improving education systems, including curriculum development, teacher knowledge, and learning outcomes, significant gaps remain in understanding its evolving impact on educational transformation. This study examines research trends in technopedagogy over the past decade to identify emerging topics in this field. Using a bibliometric research design, data were collected from the Scopus database, utilizing keywords such as “technopedagogy,” “technology pedagogy,” “teaching,” and “learning.” The collection process followed the SALSA (Search, Assessment, Synthesis, and Analysis) framework, resulting in a comprehensive dataset of 1,744 documents. Bibliometric analysis conducted in R revealed a consistent increase in publication volume and citation rates each year, with a significant spike in 2018. The results further indicate that the United Kingdom and the United States are leading countries in technopedagogy research. Key thematic trends identified include hybrid learning, educational challenges, the impact of COVID-19, and online teaching practices. This research emphasizes the importance of continued exploration of these trends to understand the implications of technopedagogy in educational contexts fully.   Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi global telah mengubah berbagai aspek pendidikan secara signifikan, mentransformasi praktik pedagogi tradisional untuk mengakomodasi metodologi baru. Meskipun teknopedagogi berperan krusial dalam meningkatkan sistem pendidikan, termasuk pengembangan kurikulum, pengetahuan guru, dan hasil belajar, masih terdapat kesenjangan yang signifikan dalam memahami dampaknya yang terus berkembang terhadap transformasi pendidikan. Studi ini mengeksplorasi tren penelitian di bidang teknopedagogi selama dekade terakhir, dengan tujuan mengidentifikasi topik-topik yang muncul dalam bidang ini. Menggunakan desain penelitian bibliometrik, data dikumpulkan dari basis data Scopus, menggunakan kata kunci seperti "teknopedagogi", "pedagogi teknologi", "pengajaran", dan "pembelajaran". Proses pengumpulan data mengikuti kerangka kerja SALSA (Pencarian, Penilaian, Sintesis, dan Analisis), menghasilkan kumpulan data komprehensif yang terdiri dari 1.744 dokumen. Analisis bibliometrik yang dilakukan menggunakan Perangkat Lunak R menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam volume publikasi dan tingkat sitasi setiap tahun, dengan lonjakan signifikan terjadi pada tahun 2018. Hasil ini lebih lanjut menunjukkan bahwa Inggris dan Amerika Serikat merupakan negara-negara terdepan dalam penelitian teknopedagogi. Tren tematik utama yang diidentifikasi meliputi pembelajaran hibrida, tantangan pendidikan, dampak COVID-19, dan praktik pengajaran daring. Penelitian ini menekankan pentingnya eksplorasi berkelanjutan terhadap tren-tren ini untuk memahami sepenuhnya implikasi teknopedagogi dalam konteks pendidikan. Kata Kunci: bibliometrik; pedagogi; teknologi; teknopedagogi; tren penelitian
Phonological awareness intervention on reading fluency in children with suspected learning disorders Radiya Shifa Nevin; Restu Wahyu Wibawati; Nadya Susanti
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.220

Abstract

This study discusses the effect of phonological awareness intervention, especially phoneme blending, on the reading fluency of 3rd grade elementary school children with suspected learning disorders in Surakarta. This study aims to determine whether there is an effect of phonological awareness intervention on the reading fluency of children suspected of having learning disorders in grade 3 of elementary school in Surakarta. This research is a quantitative research using the One Group Pre-Test and Post-Test Design method and non-parametric statistical analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test with a total frequency of interventions of 8 treatments. The number of samples used in this study was 10 children with suspected learning disorders in grade 3 of elementary school in Surakarta. The results of this study indicate that based on the results of non-parametric statistical analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test obtained a significance value of p = 0.005. Because the p value < 0.05, the null hypothesis (Ho) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. This proves that there is a statistically significant difference between WCPM scores in the pretest and posttest. The results of the study show that PA intervention on reading fluency is influenced by consistency of the intervention implementation.   Abstrak Penelitian ini membahas mengenai pengaruh intervensi phonological awareness khususnya phonem blending terhadap kemampuan kelancaran membaca anak kelas 3 SD dengan suspek gangguan belajar di Surakarta. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi phonological awareness terhadap reading fluency anak suspek gangguan belajar kelas 3 SD di Surakarta serta mengetahui kemampuan reading fluency anak dengan suspek gangguan belajar kelas 3 SD sebelum dan setelah diberikan intervensi phonological awareness. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif ini menggunakan metode One Group Pre-Test and Post-Test Design dan uji analisis stastistik non-parametrik menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dengan jumlah frekuensi intervensi sebanyak 8 kali perlakuan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 anak dengan suspek gangguan belajar kelas 3 SD di Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis stastistik non-parametrik menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test memperoleh nilai signifikansi p=0.005. Karena nilai p < 0.05, maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hal ini membuktikan adanya perbedaan signifikan secara statistik antara skor WCPM pada pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi phonological awareness terhadap reading fluency dipengaruhi oleh kemampuan awal anak dan konsistensi pelaksanaan intervensi.     Kata Kunci: phonem blending; phonological awareness; reading fluency
The effect of project-based learning on Social Studies learning outcomes Dika Darmina; Fasrah Indah
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.226

Abstract

Social Studies instruction in junior high schools remains dominated by conventional methods, which contribute to low student engagement and learning outcomes. Therefore, this study was conducted to provide empirical evidence on the implementation and effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) in improving student engagement and learning outcomes in Social Studies, to describe its implementation and analyze its influence on student learning outcomes at SMP Muhammadiyah 2 Depok, Sleman. The study used a mixed-method approach with an Exploratory Sequential design. Qualitative subjects included Social Studies teachers, the principal, the vice principal, and four grade VII students, while quantitative subjects consisted of 26 grade VII B students. Data were collected through observation, interviews, documentation, and pretest and posttest, then analyzed qualitatively and quantitatively using n-gain and paired sample t-test. The results showed that PjBL was implemented systematically and effectively to improve Social Studies learning outcomes, indicated by an increase in the average value from 62.50 to 87.12 with an n-gain of 0.6671 and a significance of 0.000 (<0.05). Supporting factors include teacher readiness and student participation, while the main obstacles are time constraints and differences in student abilities.   Abstrak Pembelajaran IPS di SMP masih didominasi metode konvensional yang berdampak pada rendahnya keterlibatan dan hasil belajar murid. Oleh karena itu, alasan penelitian ini dilakukan untuk memberikan bukti empiris mengenai implementasi dan efektivitas Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS, dengan tujuan mendeskripsikan pelaksanaan PjBL serta menganalisis pengaruhnya terhadap hasil belajar murid di SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain Exploratory Sequential. Subjek kualitatif meliputi guru IPS, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan empat murid kelas VII, sedangkan subjek kuantitatif terdiri atas 26 murid kelas VII B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan n-gain dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL dilaksanakan secara sistematis dan efektif meningkatkan hasil belajar IPS, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 62,50 menjadi 87,12 dengan n-gain 0,6671 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Faktor pendukung meliputi kesiapan guru dan partisipasi murid, sedangkan kendala utama adalah keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan murid. Kata Kunci: hasil belajar; Ilmu Pengetahuan Sosial; implementasi PjBL; pembelajaran berbasis masalah
Exploring the perceptions of students on using Instagram as a digital portfolio Haryo Guntoro Wicaksono; Henry Praherdhiono; Saidah Ulfa
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.242

Abstract

This study examines how students perceive and experience the use of social media as a digital portfolio in higher education. The main goal is to identify the advantages and disadvantages of using social media for digital portfolios, to highlight the challenges students face, and to examine its impact on teaching and learning in higher education. By filling research gaps, this study aims to reveal the benefits and drawbacks of using social media as a digital portfolio, the obstacles students encounter, and the effects on teaching and learning. This study employed a quantitative survey design to examine students' perceptions of social media use in their learning process. Social media has the potential to transform how students showcase their work and professional identity. It is crucial for educational institutions to support students in responsibly using social media as a digital portfolio, including educating them about online privacy and security. Faculty members can encourage responsible use of social media by integrating it into their teaching and evaluating students' online presence. While social media can help promote academic accomplishments, addressing privacy and ethical concerns is essential.   Abstrak Studi ini mengeksplorasi bagaimana siswa memandang dan pengalaman menggunakan media sosial sebagai portofolio digital di pendidikan tinggi. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi pro dan kontra menggunakan media sosial untuk portofolio digital, menyoroti tantangan yang dihadapi siswa, dan memeriksa dampaknya terhadap pengajaran dan pembelajaran di pendidikan tinggi. Dengan mengisi kesenjangan penelitian, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan manfaat dan kerugian menggunakan media sosial sebagai portofolio digital, hambatan yang dihadapi siswa, dan efeknya pada pengajaran dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap penggunaan media sosial dalam proses pembelajaran mereka. Media sosial memiliki potensi untuk mengubah cara siswa menampilkan karya dan identitas profesional mereka. Sangat penting bagi lembaga pendidikan untuk mendukung siswa dalam menggunakan media sosial secara bertanggung jawab sebagai portofolio digital, termasuk mendidik mereka tentang privasi dan keamanan online. Anggota fakultas dapat mendorong penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dengan mengintegrasikannya ke dalam pengajaran mereka dan mengevaluasi kehadiran online siswa. Sementara media sosial dapat membantu mempromosikan prestasi akademik, mengatasi masalah privasi dan etika sangat penting. Kata Kunci: Instagram; media sosial; portofolio digital
Development of a digital pocket based on mind mapping to improve learning outcomes Adena Nurasiah Siregar; Daulat Saragi; Anita Yus
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.243

Abstract

This research discusses the development of a digital pocket book based on mind mapping on class IV mutual cooperation material. The research aims to describe the level of feasibility, practicality and effectiveness of mind mapping-based digital pocket books to improve student learning outcomes in class IV Pancasila Education subjects. This study employed a research and development (RnD) approach, applying the ADDIE model. The study was conducted at Sabilina Private Elementary School, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. The subjects were all 30 fourth-grade students in the 2023/2024 academic year. The results of the study indicate that the developed mind-mapping-based digital pocketbook was deemed excellent, valid, and suitable for use, based on assessments by subject matter experts, media experts, and language experts. The use of this digital pocketbook has proven effective in improving student learning outcomes in Pancasila Education. Furthermore, the mind-mapping-based digital pocketbook also demonstrated excellent practicality and received positive responses from teachers and students, making it suitable for use as a learning medium in elementary schools.   Abstrak Penelitian ini membahas tentang perkembangan buku saku digital berbasis mind mapping pada materi gotong royong kelas IV. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kelayakan, kepraktisan dan keefektifan buku saku digital berbasis mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model ADDIE. Penelitian dilaksanakan di SD Swasta Sabilina, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku digital berbasis mind mapping yang dikembangkan dinyatakan sangat baik, valid, dan layak digunakan berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Penggunaan buku saku digital ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Selain itu, buku saku digital berbasis mind mapping juga menunjukkan tingkat kepraktisan yang sangat baik serta mendapatkan respons positif dari guru dan siswa, sehingga sesuai digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. Kata Kunci: buku saku digital; hasil belajar; mind mapping. 
Effect of family-school training on improving positive parenting Lathifah Khaerunnisa
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.244

Abstract

Family School is a short-term educational and training program that helps parents learn about behavioral changes and the formation of children's personalities, guided by parents, to improve the quality of childcare within the family. This study aims to determine the effectiveness of the training implemented by analyzing the influence of the reaction rate, learning rate, and level of behavioral change after the training on family care among participants. The sample consisted of 30 participants who had attended the training. Data collection techniques used survey studies and documentation, with multiple regression analysis. The study found three independent variables (reaction rate, learning rate, and level of behavioral change) suspected of influencing the level of positive parenting in families after attending the training, and all had a significant effect simultaneously. This suggests that the training held so far can change behavior, thereby increasing family quality. What needs to be studied further is the selection of training participants, so that the implementation of family school can be more effective.   Abstrak Sekolah Keluarga merupakan proses pendidikan dan pelatihan jangka pendek untuk mempelajari pengetahuan mengenai perubahan tingkah laku atau pembentukan kepribadian anak dalam keluarga yang diikuti oleh para orang tua guna memperbaiki atau meningkatkan kualitas pengasuhan anak di keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan yang telah dilaksanakan dengan melakukan analisis pengaruh tingkat reaksi, tingkat pembelajaran dan tingkat perubahan perilaku pasca pelatihan terhadap pengasuhan keluarga bagi para peserta. Sampel terdiri dari 30 peserta yang telah mengikuti pelatihan. Teknik pengumpulan data menggunakan studi survei dan dokumentasi dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menemukan tiga variabel independen (tingkat reaksi, tingkat pembelajaran, tingkat perubahan perilaku) yang diduga mempengaruhi tingkat pengasuhan positif dalam keluarga sesudah mengikuti pelatihan ternyata secara simultan berpengaruh signifikan. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa pelatihan yang selama ini diadakan mampu mengubah perilaku, sehingga tingkat kualitas keluarga meningkat. Adapun yang perlu diteliti lebih dalam adalah pemilihan peserta pelatihan, sehingga pelaksanaan sekolah keluarga dapat lebih efektif. Kata Kunci: pelatihan anak; pengasuhan positif; sekolah keluarga
Evaluation of Taman Bacaan Masyarakat Kejora in Salatiga using the CIPP model Ashley Marjolein Maruanaya; Ade Iriani; Bambang Ismanto
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.246

Abstract

Indonesia faces literacy challenges, according to UNESCO. Non-formal education through Taman Bacaan Masyarakat (TBM) serves as an important alternative for improving literacy, particularly in communities without access to formal education. This study aims to evaluate the effectiveness of the TBM Kejora program at PKBM Marga Yasa, Salatiga, using the CIPP Evaluation Model. The research employs a qualitative approach using the CIPP evaluation model developed by Stufflebeam, comprising Context, Input, Process, and Product. Data were collected through in-depth interviews with principals and tutors, direct observation, and documentation. The evaluation results show that the TBM Kejora program is effective with a vision and mission aligned with community literacy needs (context), supported by complete facilities and quality human resources (input), varied and scheduled activity implementation (process), and produces increased reading interest, life skills, creativity, and learner independence, particularly among disabled and adult groups (product). The TBM Kejora program proves effective as a community empowerment platform through inclusive non-formal education, although it requires the development of digital technology-based services to enhance program accessibility and reach.   Abstrak Indonesia menghadapi tantangan literasi menurut UNESCO. Pendidikan non-formal melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) menjadi alternatif penting untuk meningkatkan literasi, terutama bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program TBM Kejora di PKBM Marga Yasa, Salatiga, menggunakan Model Evaluasi CIPP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan model evaluasi CIPP yang dikembangkan Stufflebeam yang terdiri dari Context, Input, Process, Product. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan tutor, observasi langsung, serta dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan program TBM Kejora efektif dengan visi-misi yang selaras dengan kebutuhan literasi masyarakat (context), dukungan sarana prasarana lengkap dan sumber daya manusia berkualitas (input), pelaksanaan kegiatan variatif dan terjadwal (process), serta menghasilkan peningkatan minat baca, keterampilan hidup, kreativitas, dan kemandirian peserta didik khususnya kelompok difabel dan dewasa (product). Program TBM Kejora terbukti efektif sebagai wahana pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan non-formal inklusif, meskipun memerlukan pengembangan layanan berbasis teknologi digital untuk meningkatkan aksesibilitas dan jangkauan program. Kata Kunci: evaluasi program; literasi masyarakat; model CIPP; pendidikan non-formal; Taman Bacaan Masyarakat
Developing online quiz with a 3D animation pipeline to enhance student engagement Devaga Betayoka; Henry Praherdhiono; Agus Wedi
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.255

Abstract

Online quiz media should be developed to help students focus on learning activities. In addition, online quiz media can encourage students to participate actively in teacher-administered evaluations. This study aims to increase student engagement in learning activities. This development method employs the ADDIE model to design online quiz media using Kahoot! The results of this study indicate that students prefer practical learning. Online quiz media were developed to increase student engagement and understanding of theoretical concepts through varied learning activities. Using online quiz platforms such as Kahoot! can help students understand the learning materials and increase their motivation to learn. Other findings also show that students become more involved in the learning process. Furthermore, this learning media is equipped with animations and bright colors to prevent boredom during quiz work. In addition, this media can facilitate two-way communication between teachers and students, thereby creating a positive classroom atmosphere.   Abstrak Media kuis online perlu dikembangkan karena dapat membantu fokus murid dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, media kuis online dapat membuat murid aktif mengikuti kuis sebagai bentuk evaluasi yang diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan murid dalam kegiatan pembelajaran. Metode pengembangan ini menggunakan ADDIE dalam mengembangkan media kuis online berbasis Kahoot!. Hasil penelitian ini menunjukkan murid lebih menyukai pembelajaran praktik. Media kuis online dikembangkan untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman murid terhadap pembelajaran teori sebagai variasi dalam kegiatan pembelajaran. Melalui media kuis online berbasis Kahoot! dapat membantu murid dalam memahami materi pembelajaran dan meningkatkan motivasi mereka dalam belajar. Temuan lain juga menunjukkan bahwa murid menjadi lebih banyak terlibat pada proses pembelajaran. Lebih lanjut, media pembelajaran ini dilengkapi dengan animasi dan warna yang cerah menyebabkan para murid tidak merasa bosan ketika mengerjakan kuis. Selain itu, media ini dapat menyebabkan berlangsungnya komunikasi dua arah antara guru dan murid, sehingga tercipta suasana kelas yang menyenangkan. Kata Kunci: evaluasi pembelajaran; keterlibatan murid; media kuis online
Implications of the P5 on the moral action dimension at SDN 3 Depok Trenggalek Almanik Dyan Permatasari; Sa’dun Akbar; Syarif Suhartadi
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 1 (2026): Inovasi Kurikulum, February 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i1.257

Abstract

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) is a vital instrument in the Kurikulum Merdeka for character strengthening, particularly the cooperation (gotong royong) dimension, which emphasizes collaboration and care. This study aims to analyze the implications of P5 on the formation of students' moral action, specifically within the cooperation dimension at SDN 3 Depok Trenggalek. The research employed a descriptive qualitative method. Data collection was conducted through direct observation of student actions, documentation of activities, and in-depth interviews with the principal, teachers, and parents. Data analysis included reduction, data display, and conclusion drawing with source triangulation validation. The results showed that P5 management encompassed design stages, facilitator team formation, and evaluation. The manifestation of moral action in the cooperation dimension was concretely realized through the "Jumat Bersih" (environmental care), "Jumat Sehat" (togetherness), and "Senin Berbagi" (social empathy) programs. These findings indicate that P5 effectively transforms moral values into practical actions, not merely theoretical understanding. In conclusion, the internalization of P5 successfully establishes sustainable habituation of the mutual-cooperation character. Students demonstrated a significant increase in initiative to collaborate and share, positively impacting the school climate and home environment, although consistency in facilitator monitoring requires optimization for program sustainability.   Abstrak Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan instrumen vital dalam Kurikulum Merdeka untuk penguatan karakter, khususnya dimensi gotong royong yang menekankan kolaborasi dan kepedulian. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi P5 terhadap pembentukan moral action murid, spesifik pada dimensi gotong royong di SDN 3 Depok Trenggalek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap tindakan murid, dokumentasi kegiatan, serta wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan wali murid. Analisis data meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan validasi triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen P5 meliputi tahap desain, pembentukan tim fasilitator, hingga evaluasi. Manifestasi moral action dimensi gotong royong terwujud nyata melalui program "Jumat Bersih" (kepedulian lingkungan), "Jumat Sehat" (kebersamaan), dan "Senin Berbagi" (empati sosial). Temuan ini mengindikasikan bahwa P5 efektif mentransformasi nilai moral menjadi tindakan praktis, bukan sekadar pemahaman teori. Kesimpulannya, internalisasi P5 berhasil membangun habituasi karakter gotong royong yang berkelanjutan. Murid menunjukkan peningkatan signifikan dalam inisiatif bekerja sama dan berbagi yang berdampak positif pada iklim sekolah maupun lingkungan rumah, meskipun konsistensi monitoring dari fasilitator tetap memerlukan optimalisasi agar program berjalan konsisten. Kata Kunci: gotong royong; Kurikulum Merdeka; moral action; P5; sekolah dasar