cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Prosedur pengembangan kurikulum (kajian literatur manajemen inovasi kurikulum) Varary Mechwafanitiara Cantika
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44220

Abstract

Kurikulum memegang peranan yang penting dalam keberhasilan pendidikan dikarenakan pendidikan yang bermutu berawal dari kurikulum yang baik dan tepat. Perlu dilakukan perubahan serta pembaharuan pada kurikulum guna menghadapi tuntutan perkembangan zaman dalam upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing secara global. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk-bentuk prosedur pengembangan kurikulum yang beragam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dari berbagai sumber terpercaya atau penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai prosedur pengembangan kurikulum yang diterapkan oleh para ahli kurikulum. Adapun prosedur pengembangan kurikulum apabila ditinjau dari segi manajemen inovasi kurikulum meliputi: pengawasan kurikulum; pengorganisasian kurikulum; penyusunan staf; dan perencanaan kurikulum. Keberadaan manajemen inovasi kurikulum dapat menjadi jawaban dari adanya perubahan tuntutan arah pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang nantinya diharapkan juga mampu memberikan pengalaman baru kepada peserta didik.
Implementasi kurikulum berbasis Sociopreneur dalam pendidikan karakter di SMK Santa Maria Jakarta Margareta Wahyu Dwi Utari
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44221

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu bentuk pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan. Salah satu poin standar kompetensi lulusan SMK, yaitu karakter pribadi dan sosial. Berdasar hal tersebut, maka pendidikan karakter perlu diterapkan di SMK mengingat SMK menjadi ujung tombak penyiapan tenaga kerja dalam menghadapi persaingan global di era revolusi industri 4.0. SMK Santa Maria sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan swasta yang berlokasi di Jakarta Pusat merasa perlu memiliki ciri khas agar dapat bersaing dalam tantangan global dengan menerapkan nilai-nilai sociopreneur pada setiap proses belajar mengajar yang disebut dengan kurikulum sociopreneur, Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana implementasi kurikulum sociopreneur berdampak pada karakter peserta didik khususnya pada kompetensi keahlian Tata Busana di SMK Santa Maria. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling dan pengumpulan data dengan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sociopreneur yang terkandung pada kurikulum sociopreneur turut memberi dampak pada pendidikan karakter peserta didik yang terlihat secara nyata pada relevansi nilai-nilai sociopreneur dalam kehidupan sehari-hari yang dialami dan merasakan peningkatan yang signifikan terhadap kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Mengembangkan kompetensi global melalui Model Service Learning Yoga Adi Pratama
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44216

Abstract

Abad ke-21 dengan segala perkembangan teknologi dan globalisasinya berhasil menghilangkan sekat antar negara, budaya, dan ras, sehingga memaksa kita untuk hidup berdampingan dengan berbagai individu yang memiliki latar belakang yang berbeda. Meskipun begitu, tidak semua orang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perbedaan individu tersebut. Tujuan studi ini adalah mengkaji kompetensi global sebagai salah satu keterampilan yang dapat membantu orang-orang untuk hidup harmonis dengan suasana interkultural dan untuk menelisik inovasi pembelajaran model service learning dalam membangun kompetensi global. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menganalisis beberapa kajian yang berkaitan dengan topik pembahasan yaitu kompetensi global dan service learning. Peneliti menggunakan sumber data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa model service learning cocok untuk membangun kompetensi global peserta didik, karena sintak dalam model service learning yaitu preparation, action, reflection, dan celebration sesuai dengan indikator kompetensi global. Lebih lanjut, model service learning dipandang tepat karena model ini memberikan kesempatan peserta didik untuk melakukan aksi nyata dalam memberikan pelayanan di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah model service learning dipandang mampu menginternalisasikan kompetensi global karena model ini berbasis pelayanan yang akan membuat peserta didik bertindak secara nyata membuat solusi pelayanan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.
Kelebihan dan kekurangan Project-based Learning untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka Mia Roosmalisa Dewi
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44226

Abstract

Salah satu karakteristik utama dalam penerapan kurikulum merdeka adalah pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan mengembangkan soft skill dan membangun karakter profil pelajar Pancasila pada peserta didik. Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang menekankan pada proyek atau kegiatan sebagai inti pembelajaran. Dalam proses belajar peserta didik dapat melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis. Model pembelajaran berbasis proyek memiliki keunggulan sangat penting dan bermanfaat bagi siswa, namun model pembelajaran berbasis proyek jarang digunakan oleh guru karena dalam pelaksanaannya memerlukan persiapan yang cukup dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan penggunaan pembelajaran berbasis proyek dalam kurikulum merdeka. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan profil pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Melalui analisis tersebut, diharapkan kedepannya dapat memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dengan telaah buku, artikel, jurnal, dan sumber informasi lainnya yang relevan dengan PjBL dan kurikulum merdeka. Dari studi literatur ini ditemukan bahwa PjBL merupakan strategi pembelajaran yang sangat sesuai untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila karena PjBL memiliki kelebihan mampu meningkatkan hasil belajar, prestasi, motivasi, dan kemampuan 4C (collaboration, communication, critical thinking, creative thinking) dari peserta didik.
Studi literatur terhadap kurikulum yang berlaku di Indonesia saat pandemi COVID-19 Lenny Sapitri
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44229

Abstract

Indonesia dilanda pandemi yang disebabkan oleh virus COVID-19 yang sudah menyebar sejak tahun 2020. Dampak dari adanya pandemi COVID-19 salah satunya bagi pendidikan Indonesia mengalami transformasi kurikulum. Kurikulum sendiri merupakan hal yang sangat esensial dalam dunia pendidikan, dimana pendidikan menjadi ujung tombak kesuksesan dari suatu negara. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kurikulum yang berlaku di Indonesia saat pandemi secara rinci dan sebagai sumber tambahan informasi, wawasan dan pengetahuan bagi pendidik yang menjadi implementator dan penentu kesuksesan pelaksanaan kurikulum di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literature dengan telaah buku, artikel, jurnal, dan sumber informasi lainnya yang relevan dengan kurikulum yang berlaku di Indonesia. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa saat pandemi, satuan pendidikan di Indonesia diberikan kebebasan menentukan tiga kurikulum yang ada yaitu kurikulum 2013, kurikulum darurat (kurikulum 2013 yang disederhanakan) dan kurikulum merdeka belajar. Pemberian kebebasan tersebut diberikan agar satuan pendidikan leluasa dalam menentukan kurikulum yang sesuai dengan kondisi di sekolahnya serta memberikan waktu kepada pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah terkait kurikulum merdeka.
Media sosial sebagai inovasi pada model PjBL dalam implementasi Kurikulum Merdeka Alfin Anwar
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44230

Abstract

Dalam situasi pasca Pandemic Covid-19 saat ini, salah satu solusi untuk perbaikan pendidikan adalah pembelajaran dengan model Project-based Learning (PjBL). PBL sebagai sebuah model pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata dinilai sangat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pendidikan Indonesia saat ini sehingga model ini kemudian dikembangkan dalam konsep kurikulum merdeka. Namun, pada prosesnya model pembelajaran PjBL dirasa masih kurang efektif karena guru belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam membuat media yang menarik dan sesuai. Sehingga pembelajaran model PjBL dalam kurikulum merdeka masih memerlukan inovasi agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pemanfaatan dari media sosial sebagai inovasi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi model pembelajaran PjBL pada Kurikulum Merdeka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data sekunder dengan metode kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan media sosial dapat berdampak baik bagi pembelajaran dengan model PjBL karena dapat mengembangkan kreatifitas siswa secara mandiri.
Kurikulum Merdeka untuk pemulihan krisis pembelajaran Tono Supriatna Nugraha
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.45301

Abstract

Perubahan merupakan sesuatu yang alamiah dan selalu akan terjadi, artinya segala sesuatu dalam kehidupan ini sudah pasti akan terus mengalami perubahan, termasuk dalam dunia pendidikan. Krisis pembelajaran yang telah terjadi diiringi dengan kondisi kedaruratan pandemi COVID-19 sangat berdampak terhadap perubahan pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka sebagai salah satu upaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk mengatasi krisis pembelajaran pasca pandemi COVID-19 mulai dirancang untuk diimplementasikan pada sekolah-sekolah yang sudah siap. Artikel mencoba mengkaji kebijakan pemerintah mengenai pengimplementasian Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Implementasi Kurikulum Merdeka ini berfokus pada pemanfaatan teknologi dan komunitas belajar untuk saling berbagi praktik baik antara guru, siswa, dan akademisi. Berbagai strategi dan platform telah banyak dikembangkan untuk implementasi Kurikulum Merdeka, sehingga diharapkan seluruh stakeholder yang terlibat dalam pengimplementasian ini dapat memanfaatkannya dengan optimal sebagai upaya untuk pemulihan pembelajaran pasca pandemi COVID-19.
Pengembangan E-Modul Sex Education sebagai penguatan pendidikan karakter pada mahasiswa Asnur Lidayni; Arnidah Arnidah; Citra Rosalyn Anwar
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.45411

Abstract

Hasil observasi awal survei online mahasiswa fakultas ilmu pendidikan perwakilan angkatan 2021 bahwa dalam mendengar kata sex hanya diperkenalkan oleh lingkungan sekitar dan banyak mendapatkan informasi mengenai sex education melalui internet. Dari 45 responden berbagai media yang ditawarkan menyetujui sex education dapat diajarkan melalui e-modul bahkan banyak yang belum menyadari bahwa perilaku seksual mencerminkan pendidikan karakter kita. Peneliti ingin membuat dalam bentuk e-modul (teks, gambar, video) dan sex education harus dilengkapi dengan pendidikan karakter dikarenakan sebelumnya belum ada membuat penelitian sex education sebagai penguatan pendidikan karakter maupun dalam bentuk E-Modul. Tujuan dari pendidikan seksual bukan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja, tetapi untuk mempersiapkan Remaja mengetahui tentang seksualitas dan konsekuensinya jika dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama dan adat istiadat serta mental dan materi kesiapan seseorang, Penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah model pengembangan S. Thiagarajan, et.al., model 3D yang terdiri atas tiga tahap yaitu: pendefinisian (define), tahap Perancangan (design), dan tahap pengembangan (development).
The reality of professional education teachers in Jordan's use of modern learning strategies Mohammad Omar AL-Momani; Elham Mahmoud Rababa
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.43821

Abstract

Revolusi informasi yang tercipta pada zaman sekarang menciptakan meningkatnya informasi dan berbagai sumber belajar. Adanya perkembangan tersebut menyebabkan guru perlu untuk mengidentifikasi kembali bagaimana strategi pembelajaran modern dan penerapan metode ajar utamanya untuk guru pada sekolah kejuruan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi realitas penggunaan strategi pembelajaran modern dalam mengajar pendidikan kejuruan pada tahap dasar dari sudut pandang guru pendidikan kejuruan di Yordania, di mana pendekatan deskriptif analitis digunakan, dan untuk mencapai tujuan studi dan jawaban. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk penelitian. Kuesioner disebarkan secara daring kepada responden penelitian yang merupakan guru yang mengajar di sekolah kejuruan. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan strategi modern dalam proses pendidikan memberikan dampak positif bagi siswa, selain adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara guru yang menggunakan strategi pembelajaran modern dalam mengajar dibandingkan dengan guru yang menerapkan metode pengajaran tradisional. Untuk penelitian selanjutnya, penulis merekomendasikan untuk melakukan pengelolaan materi pembelajaran untuk mempermudah dan meningkatkan implementasi strategi pembelajaran aktif..
Learning innovation by vice principal of curriculum at integrated Islamic high school Nirmalasari Nirmalasari; Sofyan Iskandar
Inovasi Kurikulum Vol. 20 No. 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.53845

Abstract

Berdasarkan fungsi dan tujuan dari Pendidikan Nasional dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 bahwa sekolah sebagai lembaga pendidikan yang melaksanakan pendidikan secara formal memiliki peran penting dalam mewujudkan pelaksanaan pendidikan nasional yang sesuai ketentuan umum untuk menyelenggarakan pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Pembelajaran sebagai bentuk implementasi dari sebuah kurikulum harus dirancang dengan mempertimbangkan unsur kebaruan dan disesuaikan dengan perkembangan ataupun kondisi yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Pembaharuan dalam pembelajaran ini dapat disebut sebagai sebuah inovasi. Maka dibutuhkan strategi dalam melakukan inovasi pembelajaran oleh kepemimpinan di SMA IT Nurul ‘Ilmi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan studi kasus. Dengan Prosedur penentuan sampel adalah Combination purposeful sampling. Data melalui triangulasi teknik wawancara, observasi dan pengumpulan dokumen selanjutnya dianalisis melalui reduksi data, interpretasi dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa beberapa bentuk inovasi pembelajaran oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum di SMA IT Nurul ‘Ilmi Jambi adalah: menerapkan pembelajaran berbasis teknologi, mengombinasikan antara kurikulum nasional dan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), metode pembelajaran yang digunakan menarik dan kekinian, melakukan outing class, program penguatan bahasa serta dengan menerapkan Blended Learning.