cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Measuring the quality of adaptive environments in instruction based on student perceptions Zahid Zufar At Thaariq; Dedi Kuswandi; Made Duananda Kartika Degeng
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62255

Abstract

Adaptive learning has been identified as a means of creating a student-centered environment that is more fulfilling in multiple aspects. Such an environment prioritizes the facilitation of students' interests in learning. The present study employs quantitative research methods to measure the quality of the adaptive learning environment at Wahid Hasyim Junior High School, as perceived by 144 students, using factor analysis techniques. The findings reveal several factors that are integral to the adaptive learning environment. Firstly, student interaction is deemed crucial, emphasizing interactive and personalized elements. Secondly, teachers' course delivery of learning is determined by design, models, strategies, and resources, with media use having a lesser impact. Thirdly, contextualized content and engaging instructional techniques are key factors in discovering and organizing learning materials. Finally, collaboration support is recognized as an essential factor. These conclusions can inform educational improvement initiatives at Wahid Hasyim Junior High School.   Abstrak Pembelajaran adaptif telah diidentifikasi sebagai cara untuk menciptakan lingkungan yang berpusat pada peserta didik yang lebih memuaskan dalam berbagai aspek. Lingkungan seperti ini memprioritaskan fasilitas minat peserta didik dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk mengukur kualitas lingkungan belajar adaptif di SMP Wahid Hasyim, seperti yang dipersepsikan oleh 144 peserta didik, dengan menggunakan teknik analisis faktor. Temuan penelitian ini mengungkapkan beberapa faktor yang menjadi bagian integral dari lingkungan belajar adaptif. Pertama, interaksi peserta didik dianggap penting, dengan penekanan yang signifikan pada elemen interaktif dan personal. Kedua, penyampaian pembelajaran oleh guru ditentukan oleh desain, model, strategi, dan sumber daya, dengan penggunaan media yang memiliki dampak yang lebih kecil. Ketiga, konten yang kontekstual dan teknik pembelajaran yang menarik diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam penemuan dan pengorganisasian materi pembelajaran. Terakhir, dukungan kolaborasi diakui sebagai faktor penting. Kesimpulan-kesimpulan ini memiliki potensi untuk menginformasikan inisiatif peningkatan pendidikan di SMP Wahid Hasyim. Kata Kunci: Lingkungan adaptif; pembelajaran; pendidikan; persepsi peserta didik.
Infusion PCTS syntax in the implementation of the middle school science curriculum Nia Kurniawati; Rudi Susilana; Budi Setiawan
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62812

Abstract

Curriculum implementation is an important stage in supporting the success of a curriculum designed by educational institutions. This research aims to apply the PCTS syntax in one of the science learning materials in junior high schools. PCTS is a learning model that focuses on improving students' critical thinking abilities through solving contextual problems. The method used in this research is a qualitative method using a descriptive approach. Data was collected through document study. Data analysis techniques through reduction, presentation, and conclusion. The findings obtained are that the PCTS model is quite easy to apply to science learning as a form of curriculum implementation, and is very supportive of improving students' critical thinking through the PCTS syntax, especially in the last two steps of the syntax. The conclusion is that the PCTS model is believed to support the implementation of the Merdeka Science Curriculum for Middle Schools in improving the critical thinking of individual students through the infusion of PCTS model syntax in science learning at the middle school level.   Abstrak Implementasi kurikulum merupakan tahapan penting dalam menunjang keberhasilan suatu kurikulum yang dirancang oleh institusi pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan syntax PCTS dalam salah satu materi pembelajaran IPA di SMP. PCTS merupakan model pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kemampuan berfikir kritis siswa melalui penyelesaian masalah kontekstual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui study dokumen. Teknik analisis data melalui reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Temuan yang didapat yaitu model PCTS ini cukup mudah diaplikasikan kedalam pembelajaran IPA sebagai bentuk implementasi kurikulum, dan sangat mendukung terhadap peningkatan critical thinking siswa melalui syntax PCTS, khusunya pada dua langkah terakhir syntax tersebut. Kesimpulannya bahwa Model PCTS ini diyakini akan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka IPA SMP dalam meningkatkan critical thinking siswa secara individu melalui infusi syntax model PCTS dalam pembelajaran IPA tingkat SMP. Kata kunci: Critical thinking; implementasi kurikulum; model PCTS; pembelajaran IPA
Teacher efforts to prepare implementation of Kurikulum Merdeka in elementary school Isti Qotimah; Rusman Rusman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62003

Abstract

The Kurikulum Merdeka seeks to improve the quality of human resources according to community needs. This research aims to describe and analyze teacher readiness in implementing the Kurikulum Merdeka for elementary schools in Coblong District to determine the curriculum's implementation based on diverse school backgrounds. This research uses a quantitative approach through descriptive methods with instruments like questionnaires and documentation studies. The sample for this research was all elementary school teachers who implemented the Kurikulum Merdeka and were selected to run the Sekolah Penggerak program, totaling 45 teachers. The findings relate to teachers' emotional, cognitive, and behavioral readiness in implementing Kurikulum Merdeka. Most teachers are ready to implement Kurikulum Merdeka by participating in training and socializing with other teachers. Readiness is also demonstrated in designing, implementing, and assessing learning. Positive behavior towards curriculum implementation is realized through partnerships and time management efforts to achieve goals. Overall, in every aspect of teacher readiness, it shows that most Sekolah Penggerak elementary school teachers in Coblong District, Bandung City, are ready to implement Kurikulum Merdeka.   Abstrak Kurikulum merdeka berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka sekolah dasar Kecamatan Coblong guna mengetahui implementasi kurikulum berdasarkan latar belakang sekolah yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode deskriptif dengan instrumen berupa angket dan studi dokumentasi. Sampel penelitian ini adalah seluruh guru sekolah dasar yang menerapkan kurikulum merdeka dan terpilih untuk menjalankan program sekolah penggerak berjumlah 45 guru. Hasil temuan berkaitan dengan kesiapan emosi, kognitif dan perilaku guru dalam implementasi kurikulum merdeka. Sebagian besar guru siap mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan mengikuti pelatihan maupun bersosialisasi kepada guru lainnya. Kesiapan juga ditunjukan dalam merancang, melaksanakan, dan menilai pembelajaran. Perilaku positif terhadap implementasi kurikulum terwujud melalui adanya kemitraan dan upaya manajemen waktu untuk mencapai tujuan. Secara keseluruhan, pada setiap aspek kesiapan guru menunjukkan bahwa sebagian besar guru sekolah dasar penggerak di Kecamatan Coblong Kota Bandung telah siap mengimplementasikan kurikulum merdeka. Kata Kunci: Pendidikan; kurikulum; kesiapan guru; sekolah dasar
Teacher competence development in Kurikulum Merdeka implementation: A literature study Endang Purwati; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62277

Abstract

The Kurikulum Merdeka is an innovation in the world of education that requires teachers to play an active role in developing their competencies. This article aims to analyze the concept and model of teacher competency development, factors influencing teacher competency development, and effective strategies or methods for developing teacher competency in implementing the Kurikulum Merdeka. This article uses a qualitative descriptive research method by collecting literature from various sources that discuss teacher competence development. These factors influence teacher competence development and effective strategies or methods for developing teacher competence in implementing the Kurikulum Merdeka. Several significant findings from this literature review include that teachers have a strategic role in developing all aspects of human personality and abilities. Effective strategies and methods for developing teacher competency are also written, including training and development, collaboration and sharing, and the use of technology in learning. From these findings, it can be concluded that developing teacher competence in implementing the Kurikulum Merdeka requires understanding the concepts and types of teacher competence. These factors influence teacher competence development and effective strategies or methods for developing teacher competence. Hopefully, this article can provide insight and recommendations for educational practitioners in developing teacher competency in the Kurikulum Merdeka era.   Abstrak Kurikulum Merdeka Belajar merupakan inovasi dalam dunia pendidikan yang menuntut peran aktif guru dalam mengembangkan kompetensi mereka. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan model pengembangan kompetensi guru, faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kompetensi guru, serta strategi atau metode yang efektif untuk mengembangkan kompetensi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan berbagai literatur dari berbagai sumber yang membahas tentang pengembangan kompetensi guru, faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kompetensi guru, dan strategi atau metode yang efektif untuk mengembangkan kompetensi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Beberapa temuan penting dari kajian literatur ini antara lain guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan kemampuan manusia. Selain itu dituliskan juga strategi dan metode yang efektif untuk mengembangkan kompetensi guru antara lain pelatihan dan pengembangan, kolaborasi dan sharing, serta penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dari temuan-temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan kompetensi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan pemahaman tentang konsep dan jenis-jenis kompetensi guru, faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kompetensi guru, serta strategi atau metode yang efektif untuk mengembangkan kompetensi guru. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi para praktisi pendidikan dalam mengembangkan kompetensi guru dalam era Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: Implementasi kurikulum; kompetensi digital; kompetensi guru; Kurikulum Merdeka
Analysis of teacher readiness conditions in implementing characteristic school-based curriculum Wina Dewi; Laksmi Dewi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62533

Abstract

Character education is highlighted and considered to improve positive character and behavior in children. Religion-based schools are the choice of parents in developing characters. The fundamental difference is based on religious teachings which are internalized in each component of the curriculum. The uniqueness of the curriculum at SMPI Cendekia Muda is a God Centered curriculum, each grade level is based on the Rasulullah phase. In implementing a-centered curriculum, teachers must prepare to design, implement and evaluate the success of the curriculum. This research is preliminary research to analyze teachers' readiness to develop a character-based curriculum internalized at SMP. In fulfilling data, this study uses a qualitative case study approach. The research techniques used were interviews and the study of curriculum documents. This research shows that in preparing the curriculum as a distinctive character at school, each teacher is trained at the start of becoming a teacher. Furthermore, in preparing and supporting teacher competence, is followed by some training and mentoring. This research also shows that training related to the typical curriculum still needs to be developed and provided on an ongoing basis so that the typical character curriculum can be seen in every of curriculum implementation.   Abstrak Pendidikan karakter menjadi hal yang disorot dan dipertimbangkan dalam meningkatkan karakter dan perilaku positif pada diri anak. Sekolah berbasis agama menjadi pilihan orang tua dalam mengembangkan karakter. Perbedaan mendasarnya adalah berlandaskan pada ajaran agama yang diinternalisasikan pada setiap komponen kurikulum. Kekhasan kurikulum di SMPI Cendekia Muda adalah berbasis God Centered, setiap jenjang kelas berlandaskan pada fase Rasulullah. Dalam mengimplementasikan God Centered Education dibutuhkan kesiapan guru agar tepat dalam merancang, implementasi, dan mengevaluasi keberhasilan kurikulum. Penelitian ini adalah preliminary research untuk menganalisis kesiapan guru dalam mengembangkan kurikulum berbasis karakter yang diinternalisasikan pada jenjang SMP. Dalam memenuhi data, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik penelitian yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumen kurikulum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mempersiapkan kurikulum God Centered Education sebagai karakter khas di SMPI Cendekia Muda, setiap guru dilatih pada awal menjadi guru. Selanjutnya dalam mempersiapkan dan menunjang kompetensi guru, dilanjutkan dengan beberapa pelatihan dan pendampingan. Penelitian ini juga menghasilkan bahwa pelatihan terkait kurikulum khas ternyata masih harus dikembangkan dan diberikan secara berkelanjutan agar mempersiapkan karakter khas dari kurikulum God Centered Education dapat terlihat dalam setiap elemen implementasi kurikulum. Kata Kunci: Pendidikan berbasis karakter; persiapan kurikulum; pelatihan
Development of mobile-based learning in Kapita Selekta Pendidikan courses Nurdaiman Nurdaiman; Nurhikmah H; Citra Rosalyn Anwar
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62898

Abstract

This research is development research that focuses on creating mobile learning-based learning media in education courses. This research aims to produce mobile learning-based learning media using the Smart Apps Creator (SAC) application that suits student needs and is valid and practical so students can learn anytime and anywhere. The research method used is Research and Development with the ADDIE development model, which consists of 5 stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. This research was conducted at the Educational Technology Study Program, Faculty of Education in Universitas Negeri Makassar. This research found that mobile learning-based learning media in capita selecta education courses were developed and were in the valid category; analysis of the level of practicality of lecturer and student responses was in the excellent category, so a value was obtained in the practical category. Research into developing mobile learning-based learning media in capita selecta education courses is expected to make it easier for students to learn independently.   Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang berfokus pada pembuatan media pembelajaran berbasis mobile learning pada mata kuliah kapita selekta pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis mobile learning dengan menggunakan aplikasi Smart Apps Creator (SAC) yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang valid dan praktis sehingga mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan, yakni: analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh media pembelajaran berbasis mobile learning pada mata kuliah kapita selekta pendidikan yang dikembangkan dan berada pada kategori valid; analisis tingkat kepraktisan respons dosen dan mahasiswa berada pada kategori sangat baik, sehingga diperoleh nilai dengan kategori praktis. Penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis mobile learning pada mata kuliah kapita selekta pendidikan diharapkan dapat memudahkan mahasiswa dalam belajar secara mandiri. Kata Kunci: Media pembelajaran; mobile learning; SAC: Smart Apss Creator
The role of sex education in tackling early marriage Sofi Mutiara Insani; Aam Sumia; Bintu Labibah; Salsa Nurahma; Syahrul Ahmad Gunawan; Adi Prehanto
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.63079

Abstract

The practice of early marriage is a serious problem currently occurring. Even though marriage is everyone's right, in its implementation, you must still pay attention to applicable regulations. Education is essential in preventing early marriage, but in some cases, sex education is not widely conveyed in schools because it is considered taboo. This research was conducted to see an overview of early marriage, especially in the Pagerageung, Tasikmalaya, and how education, especially sex education, can play a role in preventing this. The method used is a qualitative research methodology with a case study approach with data collection techniques using four stages, including (1) in-depth interviews, (2) participant and non-participant observation, (3) documentation, and (4) literature review. The subjects in this research were 23 people, including government elements, community leaders, and subjects who married at an early age. Factors influencing early marriage include promiscuity, economics, culture, education, and religion. In this phenomenon, education has a role in providing adequate understanding and information to the community, especially in the Pagerageung area, so that the phenomenon of early marriage can continue to be reduced.   Abstrak Praktik pernikahan usia dini menjadi masalah serius yang terjadi saat ini. Meskipun pernikahan merupakan hak setiap orang, namun dalam pelaksanaannya tetap harus memperhatikan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pendidikan memiliki peran yang penting pada pencegahan pernikahan dini, namun pada beberapa fenomena, pendidikan seks tidak banyak disampaikan di sekolah karena dianggap tabu. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran mengenai fenomena pernikahan dini khususnya di daerah Pagerageung, Tasikmalaya dan bagaimana pendidikan khususnya pendidikan seks dapat berperan untuk mencegah hal tersebut. Adapun metode yang digunakanan adalah metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data menggunakan 4 tahapan, meliputi (1) Wawancara in depth interview, (2) Observasi Partisipan dan Nonpartisipan, (3) Dokumentasi, dan (4) Kajian Literatur. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 23 orang, meliputi elemen pemerintahan, tokoh masyarakat, dan subjek yang menikah usia dini. Faktor yang mempengaruhi pernikahan usia dini, yaitu pergaulan bebas, ekonomi, budaya, pendidikan, dan agama. Pada fenomena ini, pendidikan memiliki peran untuk memberikan pemahaman dan informasi yang memadai kepada Masyarakat, khususnya di daerah Pagerageung agar fenomena pernikahan dini dapat terus dikurangi. Kata Kunci: Pendidikan seks; pernikahan; pernikahan usia dini; peran pendidikan; pola pendidikan seks
Indigenous knowledge in Indonesia curriculum development: Literature review of Indonesia's education policy Nurbaya Pulhehe
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.61910

Abstract

Indigenous knowledge is defined as traditional knowledge, ecological knowledge, and indigenous society science that has existed throughout history and continues to be inherited from generation to generation. One of the fulfillments of indigenous people's education rights in Indonesia is the existence of some policies implemented related to indigenous knowledge and other values. This article aimed to explore how indigenous knowledge contributes to the curriculum development of Indonesia. A literature review was conducted on several of Indonesia’s education policies and some studies on implementing each policy. The result shows that indigenous knowledge can also advance broader public education goals. Even though some implementations were not as standard as the target, it should be realized that the policy has made, for instance, the special education services (PLK), the local curriculum that covers the native language, which is part of indigenous knowledge established, have a huge impact on the indigenous community. Then, the current policy for revitalizing native languages in Kurikulum Merdeka Episode 17 in 2022 has been in line to advance and develop the cultural identities of Indigenous people in Indonesia.   Abstrak Pengetahuan adat didefinisikan sebagai pengetahuan tradisional, pengetahuan ekologi, dan ilmu masyarakat adat yang telah ada sepanjang sejarah dan diwariskan dari generasi ke generasi. Bentuk implikasi hak pendidikan bagi masyarakat adat di Indonesia adalah adanya kebijakan-kebijakan yang diterapkan terkait dengan pengetahuan adat dan nilai-nilai lainnya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengetahuan adat menjadi bagian dalam pengembangan kurikulum Indonesia. Sebuah tinjauan literatur digunakan untuk menganalisis beberapa kebijakan pendidikan Indonesia yang berlaku dan penelitian lainnya terkait implementasi dari masing-masing kebijakan. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan adat dapat meningkatkan tujuan pendidikan yang lebih luas. Meskipun beberapa implementasi hasil kebijakan tersebut tidak terlaksana sesuai target. Tetapi, perlu dipahami bahwa kebijakan yang telah dibuat, seperti, adanya layanan pendidikan khusus (PLK), kurikulum muatan lokal yang mencakup bahasa daerah sebagai bagian dari pengetahuan adat, memiliki dampak besar pada masyarakat adat. Kemudian, adanya kebijakan revitalisasi bahasa daerah dalam Kurikulum Merdeka episode 17 pada tahun 2022 juga telah sejalan dengan tujuan untuk memajukan dan mengembangkan identitas budaya dari masyarakat adat di Indonesia. Kata Kunci: Kebijakan kurikulum; pendidikan masyarakat adat; pengetahuan adat
Creative teacher's dictionary: Enhancing teacher competence in creating learning media to support Indonesia's SDGs program Dea Febrina Irawan; Adilla Dzakiroh; Diva Ayu Putri Pradana; Dwi Antika Andi Saputri; Faisal Sadam Murron
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62921

Abstract

This research focuses on the Creative Teacher's Dictionary, specially designed for educators to assist in developing digital learning media that support Indonesia's Sustainable Development Goals (SDGs) program. This dictionary is crucial in shaping high-quality educators capable of providing meaningful learning experiences. The research is guided by selecting a dictionary as the primary tool for developing educational media because a dictionary plays a strategic role in providing comprehensive guidance to educators in designing learning media that support SDGs. The Creative Teacher's Dictionary offers practical guidance on using various up-to-date applications and technologies to create innovative and relevant learning experiences. This research aims to develop the Creative Teacher's Dictionary, provide comprehensive resources for educators, and ensure the quality of its content. The research employs the Design and Development (D&D) method using the ADDIE model. The assessment involves expert validation and interviews to ensure the quality of the content of the Creative Teacher's Dictionary. The validation results by subject matter experts and language experts indicate an "Very Good" assessment. The final trial results affirm that this book can enhance teachers' competence in creating learning media and can be used by educators and students needing the most up-to-date information. This research analyzes the implementation, evaluates strengths and weaknesses, and provides solutions for creating learning media based on relevant application categories.   Abstrak Penelitian ini membahas tentang Kamus Guru Kreatif yang dirancang khusus untuk para pendidik, membantu pengembangan media pembelajaran berbasis digital yang mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Kamus ini berperan membentuk pendidik berkualitas yang mampu memberikan pengalaman belajar bermakna. Penelitian ini dipandu oleh pemilihan kamus sebagai alat utama pengembangan media pembelajaran karena kamus memiliki peran strategis dalam memberikan panduan lengkap bagi pendidik dalam merancang media pembelajaran yang mendukung SDGs. Kamus Guru Kreatif menyediakan panduan praktis tentang penggunaan berbagai aplikasi dan teknologi terkini untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang inovatif dan relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Kamus Guru Kreatif, menyediakan sumber daya yang komprehensif bagi pendidik, dan menjamin kualitas isinya. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development (D&D) dengan model ADDIE. penilaian ini melibatkan validasi ahli dan wawancara untuk memastikan kualitas konten Kamus Guru Kreatif. Hasil validasi ahli materi dan ahli bahasa menunjukkan penilaian pada kategori “Sangat Baik”. Hasil akhir uji coba menyatakan bahwa buku ini mampu meningkatkan kompetensi guru dalam membuat media pembelajaran dan dapat digunakan oleh pendidik dan siswa yang membutuhkan sumber informasi terkini. Penelitian ini menganalisis penerapan, evaluasi kelebihan dan kelemahan, serta solusi pembuatan media pembelajaran berdasarkan kategori aplikasi yang relevan. Kata Kunci: Kamus guru kreatif; kompetensi guru; media pembelajaran; program SDGs Indonesia
Teachers’ creativity in designing English teaching learning material by prajabatan student Program Profesi Guru (PPG) batch II Sintia Friskila Rajagukguk; Kammer Tuahman Sipayung; Arsen Nahum Pasaribu; Erika Sinambela
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.63383

Abstract

This research aimed to describe the teachers’ ways of designing creative English teaching learning material and to understand the factors of designing creative teaching material. The subjects of this study were ten Pra-Service Teacher Professional Education (PPG). This study used a descriptive qualitative research design. The data used to analyze were the transcripts of video learning and interviews. In the data analysis, it is found that there were seven aspects in designing their creative English learning material: 1) using an eclectic choice of method, 2) using activities that have creative dimensions, 3) teaching in a flexible way or adjusting and modifying the teaching during lessons, 4) looking for new ways of doing something, 5) adapting lessons, 6) using technology, and 7) looking for creative ways to motivate students. As a result, all the teachers apply those seven aspects during their teaching-learning process. There were three factors why English teachers design creative English teaching learning material: 1) the learning material is contextualized, 2) the learning material is designed for students' needs, and 3) personalization. After analyzing the data, it could be decided that all teachers have those three factors in designing their creative English learning material. Pre-service teacher Professional Education (PPG) was quite creative in designing teaching-learning materials.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara guru merancang bahan ajar bahasa Inggris yang kreatif dan untuk memahami faktor-faktor dalam merancang bahan ajar yang kreatif. Subyek penelitian ini adalah sepuluh Prajabatan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif, Data yang digunakan untuk menganalisis adalah transkrip video pembelajaran dan transkrip wawancara. Dalam analisis data ditemukan tujuh aspek dalam merancang materi pembelajaran bahasa Inggris kreatif mereka, 1) menggunakan pilihan metode yang eklektik, 2) menggunakan aktivitas yang berdimensi kreatif, 3) mengajar dengan cara yang fleksibel atau menyesuaikan dan memodifikasi pengajaran pada saat pembelajaran, 4) mencari cara-cara baru dalam melakukan sesuatu, 5) mengadaptasi pembelajaran, 6) menggunakan teknologi, dan 7) mencari cara-cara kreatif untuk memotivasi siswa. Hasilnya, seluruh guru menerapkan ketujuh aspek tersebut dalam proses belajar mengajar. Dan ada 3 faktor mengapa guru bahasa Inggris merancang materi pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif, 1) materi pembelajaran dikontekstualisasikan, 2) materi pembelajaran dirancang sesuai kebutuhan siswa, dan 3) personalisasi. Setelah menganalisis data, dapat diputuskan bahwa semua guru memiliki ketiga faktor tersebut dalam merancang materi pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif. Pendidikan Profesi Guru Prajabatan (PPG) cukup kreatif dalam merancang bahan ajar. Kata Kunci: Kreativitas guru; materi ajar kreatif; pendidikan profesi guru; PPG