cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Analysis of teacher training needs for peace education in early childhood education (PAUD) Muhamad Kosim Gifari; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.71227

Abstract

In the Indonesian context, peace education is becoming increasingly relevant considering the existing cultural, religious, and ethnic diversity. Teachers are a critical sector and have a significant role in instilling peace education in schools. So, competent skills are needed by every teacher who teaches the students about peace education. Then, this study aims to analyze the need for teacher training in peace education in early childhood education. This study uses a quantitative method with a survey approach to explore the need for teacher training related to peace education in early childhood education (PAUD). Data collection was carried out using a Likert scale-based questionnaire. The population of this study is PAUD teachers of RA Al-Hikam Soreang in the Bandung Regency area. The research respondents were taken using the census technique.  The respondents were 5 (five) people or all teachers of RA Al-Hikam Soreang. This research reveals a significant need to improve teacher training in peace education in early childhood education.   Abstrak Dalam konteks Indonesia, pendidikan perdamaian menjadi semakin relevan mengingat keragaman budaya, agama, dan etnis yang ada. Guru adalah sektor yang sangat penting dan memiliki peran utama dalam menanamkan pendidikan perdamaian di sekolah. Sehingga diperlukan keterampilan yang kompeten untuk dimiliki oleh setiap guru yang akan mengajarkan kepada siswa tentang pendidikan perdamaian. Kemudian penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlunya pelatihan guru bagi pendidikan perdamaian pada pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei untuk menganalisis kebutuhan pelatihan guru terkait pendidikan perdamaian di pendidikan anak usia dini (PAUD). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Populasi penelitian ini adalah guru PAUD RA Al-Hikam Soreang di wilayah Kabupaten Bandung. Responden penelitian diambil dengan menggunakan teknik sensus. Jumlah responden yang diambil sebanyak 5 (lima) orang atau seluruh guru RA Al-Hikam Soreang. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ada kebutuhan yang signifikan untuk meningkatkan pelatihan guru dalam pendidikan perdamaian di pendidikan anak usia dini. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); pendidikan perdamaian; pelatihan guru
Enhancing teacher competence in identifying student needs through NIMID at inclusive schools Dudi Gunawan; Yoga Budhi Santoso; Prinanda Gustarina Ridwan; Hendriano Meggy; Juhanaini Juhanaini; Nandi Warnandi; Nazwa Laila Putri; Wanda Dwi Rahayu; Elvina Sabriyati
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74563

Abstract

Inclusive education prepares students to become global citizens who understand cultural, linguistic, and perspective diversity. This is in line with the principle of human rights, which affirms every individual's right to receive a decent education without discrimination. Inclusive education ensures that no student is neglected in the learning process. Competent teachers can create a compelling and quality learning environment. Need Identification Method Inclusive Design (NIMID) training is one way to improve understanding of inclusive education and teacher skills in designing inclusive learning programs. This study aims to measure the effectiveness of Needs Identification Method Inclusion Design (NIMID) training in improving teacher understanding. The experimental design method with a one-group pretest-posttest design was chosen to measure teacher understanding and skills. Non-parametric statistical tests with the Wilcoxon Signed-Rank Test were conducted to analyze the pretest-posttest results. The results showed that NIMID training improved teacher skills in the concept of inclusive education, identification, and assessment, and it was able to develop learning programs tailored to student's needs so that learning was optimal.    Abstrak Pendidikan inklusif mempersiapkan peserta didik menjadi warga dunia yang memahami keberagaman budaya, bahasa, dan perspektif. Hal ini sejalan dengan prinsip hak asasi manusia yang menegaskan hak setiap individu untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa diskriminasi. Pendidikan inklusif memastikan tidak ada siswa yang diabaikan dalam proses pembelajaran. Guru yang kompeten mampu menciptakan lingkungan belajar efektif dan berkualitas. Pelatihan Need Identification Methode Inclusive Design (NIMID) salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman pendidikan inklusif dan keterampilan guru dalam mendesain program pembelajaran inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keefektifan pelatihan Needs Identification Method Inclusion Design (NIMID) untuk meningkatkan pemahaman guru. Metode desain eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest dipilih untuk mengukur pemahaman dan keterampilan guru. Uji non-parametric statistical dengan Wilcoxon Signed-Rank Test dilakukan untuk menganalisis hasil pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan NIMID berdampak pada peningkatan kemampuan guru dalam konsep pendidikan inklusif, identifikasi dan asesmen, serta mampu menyusun program pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik sehingga pembelajaran menjadi optimal. Kata Kunci: kompetensi guru; kebutuhan belajar peserta didik; pelatihan Need Identification Methode Inclusive Design (NIMID)
Evaluation of the implementation of the Kurikulum Merdeka at SMAN 14 Bandung Furqanisah Furqanisah; Zainal Arifin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.74814

Abstract

SMAN 14 Bandung is one of the schools implementing the Kurikulum Merdeka through active and collaborative learning. This research aims to evaluate the extent to which the objectives of implementing the Kurikulum Merdeka have been achieved at SMAN 14 Bandung. The assessment method used is descriptive qualitative. Data was collected through questionnaires and observations, then analyzed statistically using the mean and presented in graphs to facilitate understanding of the patterns. The study's results found that the evaluation of the Kurikulum Merdeka at SMAN 14 Bandung includes three main aspects: planning, implementation, and learning assessment. In the aspect of learning planning, teaching modules are developed according to the Learning Outcomes (CP) without modification, and the lesson planning is developed using innovative methods such as Problem-Based Learning (PBL) and Project-Based Learning (PjBL). The curriculum implementation utilizes school reference books, a deductive approach, and differentiated learning, with the PjBL method being quite popular among students. The assessment aspect of learning employs formative tests, summative assessments, portfolios, and projects to evaluate cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes, along with diagnostic assessments conducted before the lessons.   Abstrak SMAN 14 Bandung merupakan salah satu sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran aktif dan kolaboratif. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas tujuan penerapan Kurikulum Merdeka telah di capai dalam perepannya di SMAN 14 Bandung. Metode penilaian menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis secara statistik menggunakan rata-rata (mean) dan disajikan dalam grafik untuk memudahkan pemahaman pola. Hasil penelitian ditemukan Evaluasi penerapan Kurikulum Merdeka di SMAN 14 Bandung mencakup tiga aspek utama: perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Aspek perencanaan pembelajaran, modul ajar dikembangkan sesuai Capaian Pembelajaran (CP) tanpa modifikasi, perencanaan pembelajaran dikembangkan menggunakan metode inovatif seperti PBL dan PjBL. Pelaksanaan kurikulum memanfaatkan buku pegangan sekolah, pendekatan deduktif, dan pembelajaran diferensiasi, dengan metode PjBL yang cukup diminati siswa. Aspek penilaian pembelajaran menggunakan tes formatif, sumatif, portofolio, dan proyek untuk menilai capaian pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta dilakukan penilaian diagnostik sebelum pembelajaran. Kata Kunci: asesmen; evaluasi kurikulum merdeka; implementasi; perencanaan pembelajaran
Development of problem-solving-based digital books to improve students' high-level thinking skills Sartika Eka Fitri Lubis; Daulat Saragi; Sri Yunita
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.69320

Abstract

High-level thinking skills are essential skills that students need to have in elementary school. This ability helps to conceptualize and deal with problems faced in everyday life. This research is motivated by the need for teachers to access digital textbooks to help implement the learning process. This study aimed to assess digital textbooks' effect on improving fifth-grade students' critical thinking skills. The research location was at SD Negeri 104230 in Tanjung Sari Village, Batang Kuis District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Thirty fifth-grade students registered in the 2023-2024 academic year became the research sample. This study applies a research and development methodology with the ADDIE model. The study results showed that validation from media, material, and language experts had met the criteria and was feasible. Using digital textbook media has improved students' critical thinking skills towards digital media. In addition, the study results showed that digital textbook media problem solving is effective for learning Pancasila education, especially related to cultural diversity as the nation's cultural identity.   Abstrak Kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi kemampuan penting yang perlu dimiliki oleh peserta didik di sekolah dasar. Kemampuan ini membantu untuk mengonsep dan mengani masalah yang dihadapi pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru terhadap akses buku teks digital untuk membantu pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh buku teks digital dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas lima. Lokasi penelitian di SD Negeri 104230 di Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Tiga puluh siswa kelas lima yang terdaftar pada tahun ajaran 2023-2024 menjadi sampel penelitian secara keseluruhan. Penelitian ini menerapkan metodologi penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi dari ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa telah memenuhi kriteria dan layak untuk digunakan. Penggunaan media buku teks digital telah terbukti meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis terhadap media digital. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa media buku teks digital pemecahan masalah efektif untuk pembelajaran pendidikan Pancasila, khususnya berkaitan dengan keragaman budaya sebagai identitas budaya bangsa. Kata Kunci: digital book; keterampilan berpikir tingkat tinggi; pemecahan masalah
Augmented reality-based training to enhance teachers' knowledge of reproductive health for special needs students Iding Tarsidi; Endang Rochyadi; Budi Susetyo; Sunardi Sunardi; Hendriano Meggy; Dira Rosalia Nurkholifah; Anira Zakiyyah Febrianti; Elvina Hapsari; Naila Cynthia Fajrin
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75430

Abstract

Teachers of special schools face significant challenges in delivering reproductive health education to children with special needs because many teachers do not have adequate knowledge and skills in delivering related topics that require delivery adjustments to the mental, physical, and psychological conditions of students. This study aims to measure the effect of augmented reality-based training on improving special school teachers' understanding of how to deal with puberty problems in children with special needs. Using a quantitative approach with a one-group pretest-posttest experimental design, this study involved 30 special education teachers in Bandung City who were selected by purposive sampling. The training provided focused on sexual and reproductive health education and how to deal with puberty problems using AR tools. The data obtained were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test, which showed the effectiveness of AR training, as evidenced by increased subject understanding after attending the training. In addition, the varying improvement in subject scores indicates that individual factors influence learning outcomes. These findings suggest that AR-based training is efficacious in improving teachers' understanding of reproductive health and sexuality education for children with disabilities and indicate the need for a more personalized approach in future training.   Abstrak Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tantangan besar dalam menyampaikan pendidikan kesehatan reproduksi kepada anak berkebutuhan khusus karena banyak guru tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menyampaikan topik terkait yang memerlukan penyesuaian penyampaian dengan kondisi mental, fisik, serta psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh pelatihan berbasis Augmented Reality (AR) terhadap peningkatan pemahaman guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam menghadapi permasalahan pubertas pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 30 guru SLB di Kota Bandung yang dipilih secara purposive sampling. Pelatihan yang diberikan berfokus pada pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual serta cara menghadapi permasalahan pubertas dengan menggunakan perangkat AR. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test, yang menunjukkan efektivitas pelatihan AR secara signifikan, dibuktikan dengan adanya peningkatan pemahaman subjek setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, peningkatan skor subjek yang bervariasi menandakan adanya faktor individu yang memengaruhi hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis AR efektif dalam meningkatkan pemahaman guru mengenai pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas bagi ABK serta mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih personal dalam pelatihan di masa mendatang. Kata Kunci: anak berkebutuhan khusus; augmented reality; pelatihan guru; pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual
The correlations between the TikTok application and the student learning outcomes Maulidiniyah Maulidiniyah; Siti Quratul Ain
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75223

Abstract

In this era, social media users are not only adults, children have also played social media, such as TikTok, which contains video content. The use of TikTok for children, especially elementary school students, can have positive and negative impacts. The tendency of students to play TikTok for a long time causes a decrease in enthusiasm for learning and focus on learning. However, TikTok can be a learning medium that can increase student motivation. This study aimed to determine the relationship of TikTok application in learning with student learning outcomes. The research method used was quantitative, with a sample of 30 fourth-grade students of SDN 06 Belantik, Siak Sri Indrapura Regency. Data were collected through a questionnaire with 20 questions covering the use of TikTok and Pancasila learning motivation. Furthermore, data was analyzed using descriptive, normality, and linearity tests with the help of SPSS to calculate the data. The calculation results show that the use of TikTok social media for student learning shows a positive correlation, meaning a good relationship exists between the TikTok application and student learning outcomes.   Abstrak Di era sekarang ini pengguna sosial media tidak hanya orang dewasa saja, anak-anak pun sudah bermain sosial media, seperti TikTok yang berisi konten-konten video. Penggunaan TikTok untuk anak-anak terutama siswa Sekolah Dasar dapat mengakibatkan ampak poitif dan negatif. Kecendurungan siswa bermain TikTok dalam waktu yang lama menyebabkan turunnya semangat belajar dan fokus dalam belajar. Namun, TikTok dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan aplikasi TikTok dalam pembelajaran dengan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas IV SDN 06 Belantik Kabupaten Siak Sri Indrapura. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 20 pertanyaan mencakup penggunaan TikTok dan motivasi pembelajaran Pancasila. Selanjutnya, dilakukan analisis data menggunakan uji deskriptif, normalitas, dan linieritas dengan bantuan SPSS untuk menghitung data. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penggunaan media sosial TikTok untuk pembelajaran siswa menunjukkan korelasi positif, artinya terdapat hubungan yang baik antara aplikasi TikTok dengan hasil belajar siswa. Kata Kunci: aplikasi TikTok; hasil belajar siswa; sosial media
Direct method in learning speaking skills in extracurricular activities: AFL student's perspectives Alfi Nur Tazkiyah; Asep Sopian; Hikmah Maulani
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75638

Abstract

Developing Arabic speaking skills is essential in foreign language education, especially in effectively supporting students' communication abilities. However, teaching Arabic in educational institutions often challenges practicing active conversation. One of the methods considered effective in overcoming this obstacle is the direct method, which emphasizes the intensive use of the target language without translation. This study aims to explore students' perceptions of the application of direct methods in learning Arabic speaking skills in the extracurricular activities of MA Persis Tarogong. The research method is qualitative with a case study approach, involving 26 students actively participating in extracurricular activities for one semester. Data are collected through a Likert scale questionnaire and in-depth interviews. The results show that most students feel comfortable and confident with the method and report increased vocabulary. However, the main challenges students face are the application of grammar in conversation and the lack of confidence in speaking outside the classroom. The implications of this study suggest the need for further support through grammar exercises and strategies to increase student’s confidence in using Arabic spontaneously.   Abstrak Pengembangan keterampilan berbicara bahasa Arab menjadi fokus penting dalam pendidikan bahasa asing, terutama dalam mendukung kemampuan komunikasi siswa secara efektif. Akan tetapi, pengajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan sering menghadapi kendala dalam praktik percakapan aktif. Salah satu metode yang dianggap efektif untuk mengatasi kendala ini adalah metode langsung, yang mengutamakan penggunaan bahasa target secara intensif tanpa penerjemahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap penerapan metode langsung dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab pada kegiatan ekstrakurikuler di MA Persis Tarogong. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 26 siswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler selama satu semester. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa nyaman dan percaya diri dengan metode tersebut, serta melaporkan adanya peningkatan kosakata. Namun, tantangan utama yang dihadapi siswa adalah penerapan tata bahasa dalam percakapan dan kurangnya rasa percaya diri untuk berbicara di luar kelas. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya dukungan lebih lanjut melalui latihan tata bahasa dan strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Arab secara spontan. Kata Kunci: bahasa Arab; ekstrakurikuler; keterampilan berbicara; metode langsung; persepsi siswa
Development of a science e-module based on contextual teaching and learning for primary school students Tiasari Siregar; Saronom Silaban; Anita Yus
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75397

Abstract

The limited learning resources and the lack of attractiveness of the available learning resources are why students do not have a high enough interest in learning. The development of E-Modules to increase learning interest is carried out to overcome the problem of limited learning resources for students with illustrations and images that can attract their attention and be accessed anytime and anywhere. This study aims to produce a product in the form of an E-module of Science based on Contextual Teaching and Learning (CTL) for grade V Elementary School students that is feasible, practical and effective. The research method used is the Research on the Development of E-Modules of Science. The ADDIE development model comprises five stages: Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation (ADDIE). The feasibility test, practicality test and effectiveness test were carried out at Elementary School 105289 Kolam, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province, with research subjects of grade V.A and V.B students of Elementary School 105289 Kolam, with data collection techniques in the form of observation, questionnaires and tests. The results of the study indicate that 1) the developed E-module of Science is declared feasible to be applied in the learning process; 2) The developed IPAS e-module is stated as practical by teachers with a very practical category and by students with a very practical category; and 3) The developed IPAS e-module is stated as effective. So, it is concluded that the developed IPAS e-module is feasible, practical and effective in improving learning outcomes.   Abstrak Keterbatasan sumber belajar dan kurangnya menariknya sumber belajar yang tersedia menjadi alasan peserta didik tidak memiliki minat belajar yang cukup tinggi. Pengembangan E-Modul untuk meningkatkan minat belajar dilakukan untuk mengatasi masalah terbatasnya sumber belajar bagi peserta didik dengan ilustrasi dan gambar yang dapat menarik perhatian mereka serta dapat diakses kapan dan di mana saja. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa E-modul IPAS berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk peserta didik kelas V Sekolah Dasar yang layak, praktis dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Pengembangan E-Modul IPAS dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan dimulai dari Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation (ADDIE). Uji kelayakan, uji kepraktisan dan keefektifan dilakukan di Sekolah Dasar 105289 Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara dengan subjek penelitian peserta didik kelas V.A dan V.B Sekolah Dasar 105289 Kolam dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi, angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) E-modul IPAS yang dikembangkan dinyatakan layak untuk diterapkan dalam proses pembelajaran; 2) E-modul IPAS yang dikembangkan dinyatakan praktis oleh guru dengan kategori sangat praktis dan oleh peserta didik dengan kategori sangat praktis; dan 3) E-modul IPAS yang dikembangkan dinyatakan efektif. Sehingga disimpulkan E-Modul IPAS yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar. Kata Kunci: contextual teaching and learning; CTL; e-modul; hasil belajar
Teachers' efforts to develop the religious character of students at SDN 004 Teluk Dalam Pelalawan Regency T. Zekri Asril; Febrina Dafit
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75225

Abstract

This study explores teachers' efforts in developing students' religious character at SDN 004 Teluk Dalam, Pelalawan Regency. Initial observations revealed issues such as students lacking proper manners, minimal engagement in religious activities, and behavioral gaps such as avoiding congregational prayers and missing class sessions. This research aims to identify teachers' actions to nurture religious character and highlight its significance in the educational environment. This qualitative descriptive research employed primary data through interviews, observations, and documentation supported by secondary data from relevant literature and media sources. Findings indicate that teachers have implemented strategies including habituation, exemplary behavior, and consistent supervision to instill religious values. These methods ensure that students develop a strong religious character, which is deeply embedded in their daily conduct. The study concludes that these sustained teacher efforts effectively shape students' religious attitudes and promote respectful and ethical behavior within the school community.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi upaya pendidik dalam mengembangkan karakter religius peserta didik di SDN 004 Teluk Dalam, Kabupaten Pelalawan. Observasi awal menunjukkan permasalahan seperti kurangnya tata krama peserta didik, minimnya keterlibatan dalam aktivitas keagamaan, serta kesenjangan perilaku seperti menghindari salat berjamaah dan bolos kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tindakan spesifik yang dilakukan oleh pendidik dalam membina karakter religius peserta didik dan menyoroti pentingnya hal ini dalam lingkungan pendidikan. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta didukung data sekunder dari literatur dan sumber media yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidik telah menerapkan berbagai strategi, termasuk pembiasaan, keteladanan, dan pengawasan yang konsisten untuk menanamkan nilai-nilai religius. Metode-metode ini memastikan bahwa peserta didik mengembangkan karakter religius yang kuat dan tertanam dalam perilaku sehari-hari mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya berkelanjutan pendidik secara efektif berkontribusi dalam membentuk sikap religius peserta didik, sehingga mendorong perilaku yang hormat dan beretika di lingkungan sekolah. Kata Kunci: karakter religius; pembinaan; upaya pendidik
Integrating local wisdom into learning in school’s curriculum: a bibliometric analysis Khusyairin Khusyairin; Udin Saefudin Sa'ud; Sururi Sururi; Nani Hartini
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75667

Abstract

This study presents a bibliometric analysis of research on integrating local wisdom into school learning, providing a comprehensive overview of scholarly developments from 2010 to 2024. Utilizing the Scopus database, the bibliometric method retrieved an initial 284 documents, refined to 145 after applying inclusion criteria. The analysis reveals a significant annual growth rate of 28.21 percent in publications, indicating a burgeoning interest in this field. Indonesia emerged as the leading contributor in the number of publications and citations; the most productive authors and the most cited documents also originated from Indonesia. Co-occurrence keyword analysis identified vital themes such as character education, the development of learning media, and the innovative use of technology—including mobile learning and augmented reality—to facilitate local wisdom integration. Despite the predominance of Indonesian research, international collaboration remains limited, highlighting opportunities for comparative studies and broader global engagement. The findings suggest integrating local wisdom into education enhances cultural preservation, student engagement, and moral development. Future research should explore technology's role in this integration, assess long-term educational outcomes, and encourage international partnerships to enrich the global discourse on culturally responsive education.   Abstrak Studi ini menyajikan analisis bibliometrik penelitian tentang integrasi kearifan lokal ke dalam pembelajaran di sekolah, memberikan gambaran komprehensif tentang perkembangan ilmiah dari tahun 2010 hingga 2024. Dengan memanfaatkan basis data Scopus, metode bibliometrik awalnya memperoleh 284 dokumen, yang kemudian disaring menjadi 145 setelah menerapkan kriteria inklusi. Analisis menunjukkan tingkat pertumbuhan publikasi tahunan yang signifikan sebesar 28,21 persen, mengindikasikan minat yang semakin meningkat di bidang ini. Indonesia muncul sebagai kontributor terdepan dalam hal jumlah publikasi dan sitasi; penulis paling produktif dan dokumen yang paling banyak disitasi juga berasal dari Indonesia. Analisis ko-occurance kata kunci mengidentifikasi tema-tema kunci seperti pendidikan karakter, pengembangan media pembelajaran, dan penggunaan teknologi inovatif—termasuk pembelajaran mobile dan augmented reality—untuk memfasilitasi integrasi kearifan lokal. Meskipun penelitian Indonesia mendominasi, kolaborasi internasional masih terbatas, menyoroti peluang untuk studi komparatif dan keterlibatan global yang lebih luas. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pendidikan meningkatkan pelestarian budaya, keterlibatan siswa, dan pengembangan moral. Penelitian selanjutnya harus mengeksplorasi peran teknologi dalam integrasi ini, menilai hasil pendidikan jangka panjang, dan mendorong kemitraan internasional untuk memperkaya diskursus global tentang pendidikan yang responsif secara budaya. Kata Kunci: bibliometrik; kearifan lokal; kurikulum; pembelajaran; sekolah