cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Improving activities and learning outcomes through the flipped classroom Nirwana Nirwana; Nurhikmah H; Arnidah Arnidah
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.76810

Abstract

Learning Indonesian requires diverse learning resources to achieve optimal learning outcomes, especially when utilizing technology in education. To ensure effective learning outcomes, educators should be able to create innovations and select various learning strategies. Choosing the right and effective learning strategy will help students better understand the material. To address these challenges, the researcher implemented the Flipped Classroom strategy assisted by Google Sites, hoping that students would become more active, exchange ideas, and make classroom learning more meaningful. This research aims to analyze the effect of the Flipped Classroom learning strategy, supported by Google Sites, on the activities and learning outcomes of Grade X MIPA 3 students at SMA Negeri 1 Majene. The research method used was experimental research with a Pre-Experimental Design method. The research design was a Pretest-Posttest Design. This study involved two classes: the experimental class, which applied the Flipped Classroom learning strategy, and the control class, which did not use the Flipped Classroom strategy but followed a conventional teaching method. The results showed that the Flipped Classroom learning model, supported by Google Sites, had a positive and significant impact on the Indonesian learning outcomes of Grade XI MIPA 3 students at SMA Negeri 1 Majene.   Abstrak Pembelajaran Bahasa Indonesia membutuhkan sumber belajar yang variatif supaya memperoleh hasil belajar yang optimal terutama dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Supaya pembelajaran membuahkan hasil yang baik, pendidik seharusnya dapat membuat inovasi baru dan memilih berbagai variasi strategi pembelajaran. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dan efektif akan membantu peserta didik dalam memahami materi. Mengatasi permasalahan tersebut peneliti menerapkan strategi pembelajaran Flipped Classroom berbantu Google Sites dengan harapan peserta didik dapat menjadi lebih aktif, saling bertukar pendapat sehingga menjadikan pembelajaran dikelas lebih bermakna, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi strategi pembelajaran flipped classroom dengan bantuan Google Sites terhadap aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Majene. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan metode Pre-Experiment Design. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan strategi pembelajaran flipped classroom dan kelas yang tidak menerapkan strategi pembelajaran flipped classroom atau dengan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran flipped classroom dengan bantuan aplikasi google sites yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Majene. Kata Kunci: flipped classroom; hasil belajar; strategi pembelajaran inovatif
Teacher perceptions of educational board games based on Pancasila values to increase student learning interest in Civics learning Elisa Seftriyanai; Intan Indah Megasari
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80645

Abstract

This research aims to identify teachers' perceptions of using educational board games based on Pancasila values in increasing students' interest in learning Pancasila. This research uses a qualitative approach with a purposive sampling technique to select respondents from Pancasila Education teachers at the upper secondary and tertiary education levels. Data was collected through in-depth interviews and analysed using thematic analysis techniques, which allowed researchers to identify key patterns from the data collected. The research results show that most teachers have a positive perception of this educational board game. This media is effective in creating more interactive learning, increasing student involvement, and making it easier to understand abstract concepts such as Pancasila values. In conclusion, educational board games based on Pancasila values have great potential as an innovative learning tool that can increase students' interest in learning while integrating national values.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi guru terhadap penggunaan board game edukatif berbasis nilai-nilai Pancasila dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada pembelajaran PPKn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk memilih responden yang terdiri dari guru-guru PPKn di tingkat pendidikan menengah atas dan perguruan tinggi. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi pola-pola kunci dari data yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap board game edukatif ini. Media tersebut dianggap efektif dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan peserta didik, dan mempermudah pemahaman konsep abstrak seperti nilai-nilai Pancasila. Kesimpulannya, board game edukatif berbasis nilai-nilai Pancasila memiliki potensi besar sebagai alat pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan. Kata Kunci: nilai Pancasila; permainan papan; PPKn
Development of Heron’s cooperative inquiry model to improve narrative writing skills Elisabet Janul; Dadang Sunendar
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.77150

Abstract

This study aims to develop and implement a cooperative inquiry-based learning model to enhance elementary school students' narrative writing skills and creativity. The model is based on the Cooperative Inquiry theory, emphasizing collaboration, reflection, communication, and shared experiences among learners. This approach encourages active student engagement, enabling them to create knowledge and reflect on their learning experiences collaboratively. The study employed a mixed-methods approach, integrating quantitative and qualitative data. The research subjects were fifth-grade students from an elementary school in Bandung, Indonesia. Data were collected through pre-tests, post-tests, interviews, questionnaires, and observations to understand the model's impact comprehensively. The results revealed that the EIDCP (Experience, Interpreting, Discuss/Dialog, Co-create, Publish/Presentation) learning model significantly improved students' narrative writing skills and creativity. Furthermore, this model effectively strengthened students' collaboration skills, enhanced learning motivation, and fostered a more dynamic and participatory learning environment. Based on these findings, the cooperative inquiry-based learning model is recommended for broader implementation at the elementary school level as an effective strategy to enhance students’ literacy and creativity while supporting the development of their social skills.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran kooperatif berbasis inkuiri guna meningkatkan keterampilan menulis narasi dan kreativitas peserta didik sekolah dasar. Model ini didasarkan pada teori Inkuiri Kooperatif yang menekankan kolaborasi, refleksi, komunikasi, dan pengalaman bersama di antara peserta didik. Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif peserta didik, memungkinkan mereka secara bersama-sama menciptakan pengetahuan serta merefleksikan pengalaman belajar mereka. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V di sebuah sekolah dasar di Bandung, Indonesia. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, wawancara, kuesioner, dan observasi untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai dampak penerapan model ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis siklus EIDCP (Experience, Interpreting, Discuss/Dialog, Co-create, Publish/Presentation) secara signifikan meningkatkan keterampilan menulis narasi dan kreativitas peserta didik. Selain itu, model ini juga terbukti efektif dalam memperkuat keterampilan kolaborasi peserta didik, meningkatkan motivasi belajar, dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis dan partisipatif. Berdasarkan temuan ini, model pembelajaran kooperatif berbasis inkuiri disarankan untuk diterapkan secara luas di tingkat sekolah dasar sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi dan kreativitas peserta didik, sekaligus mendukung pengembangan keterampilan sosial mereka. Kata Kunci: menulis narasi; pembelajaran berbasis inkuiri; pembelajaran kooperatif
Project-based learning in Indonesian language: Systematic literature review Lucia Ekawati Ikanubun; Aletha Margareth Pau
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.81328

Abstract

The Indonesian language is a mandatory subject designed to enhance student literacy, communication, and language mastery. One of the strategies to achieve the goals is utilizing project-based learning (PjBL), as it fosters more active learning through real-world projects. Albeit PjBL has been broadly implemented, it remains challenging to understand how to conduct PjBL in Indonesian language learning to facilitate instruction and whether the implementation is aligned with its impact on student learning outcomes. This study aims to investigate the implementation of PjBL in Indonesian language learning and analyze its effect on students' learning outcomes within the K12 education context. Using the Systematic Literature Review, this review analyzed 71 articles published between 2015 and 2024. The significant findings reveal that PjBL mostly implemented standard group project models, integrating with technologies using active learning and learning media, contextualizing with culture and local wisdom, and utilizing supplementary instructional approaches. The topics delivered vary, ranging from the type of text structure to the literature learning. Moreover, PjBL effectively increases students' learning outcomes, motivation, creativity, active learning, and writing, which are the most cultivated skills.   Abstrak Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran wajib yang dirancang untuk mengembangkan literasi, komunikasi, dan penguasaan bahasa. Salah satu strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (PjBL), karena metode ini mendorong pembelajaran yang lebih aktif melalui tugas proyek yang nyata. Walaupun PjBL telah diimplementasikan secara luas, hal ini tetap menjadi tantangan untuk dapat memahami bagaimana melaksanakan PjBL dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, dan apakah implementasi yang dilakukan berbanding lurus dengan hasil belajar yang didapat oleh peserta didik. Studi ini bertujuan untuk menelusuri implementasi PjBL pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan menganalisa dampak yang diberikan pada hasil belajar peserta didik dalam konteks pendidikan K-12. Menggunakan Systematic Literature Review, studi ini menganalisa 71 artikel yang dipublikasikan dari tahun 2015 sampai 2024. Temuan-temuan penting menunjukkan bahwa sebagian besar PjBL diimplementasikan menggunakan strategi kelompok belajar pada umumnya, mengintegrasikan dengan teknologi media pembelajaran, kontekstualisasi dengan budaya dan kearifan lokal, serta pendekatan pengajaran tambahan. Selain itu, topik yang diajarkan juga bervariasi dari jenis-jenis teks hingga sastra. Terkait hasil pembelajaran, PjBL efektif meningkatkan hasil belajar, meningkatkan motivasi, kreativitias, dan pembelajaran aktif, dan menulis adalah keterampilan yang paling banyak dikembangkan. Kata Kunci: hasil pembelajaran; implementasi; pembelajaran bahasa Indonesia; pembelajaran berbasis proyek; pendidikan K-12
Creating eco-friendly behaviors: Environmental education and plastic waste management Christianty Christianty; Mohammad Ali
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.75818

Abstract

This study explores the critical role of environmental education in addressing plastic waste management, focusing on integrating programs like Indonesia’s Adiwiyata initiative and outdoor education. Through a literature review of peer-reviewed articles, books, and reports, this research highlights how environmental education fosters pro-environmental behaviors, particularly in reducing plastic pollution. The study emphasizes the importance of practical, hands-on learning experiences to instill a sense of environmental responsibility among students. Despite the potential of programs like Adiwiyata, challenges such as administrative prioritization over genuine behavioral change remain. Outdoor education is presented as a key strategy for bridging the gap between theory and practice, empowering students to become “green ambassadors” within their communities. The findings suggest that improving waste management systems and environmental education are essential for mitigating plastic pollution. Combining education, policy, and public awareness, this holistic approach is necessary for a sustainable future where plastic waste no longer poses a significant threat to ecosystems or human health.   Abstrak Penelitian ini meneliti peran krusial pendidikan lingkungan dalam pengelolaan sampah plastik, dengan menyoroti integrasi program seperti inisiatif Adiwiyata di Indonesia serta pendidikan berbasis luar ruangan. Melalui tinjauan literatur dari artikel ilmiah, buku, dan laporan, penelitian ini menyoroti bagaimana pendidikan lingkungan dapat mendorong perilaku pro-lingkungan, terutama dalam mengurangi polusi plastik. Studi ini menekankan pentingnya pengalaman belajar praktis untuk menanamkan tanggung jawab lingkungan pada peserta didik. Meskipun program seperti Adiwiyata memiliki potensi, tantangan seperti prioritas administratif dibandingkan perubahan perilaku yang nyata masih ada. Pendidikan luar ruangan diidentifikasi sebagai strategi utama untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta memberdayakan peserta didik menjadi "duta hijau" di komunitas mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan sistem pengelolaan limbah, bersama dengan pendidikan lingkungan, sangat penting untuk mengurangi polusi plastik. Pendekatan holistik ini, yang menggabungkan pendidikan, kebijakan, dan kesadaran publik, diperlukan untuk masa depan yang berkelanjutan di mana limbah plastik tidak lagi menjadi ancaman signifikan bagi ekosistem atau kesehatan manusia. Kata Kunci: adiwiyata; manajemen sampah plastik; pendidikan lingkungan; pendidikan luar ruang
Applying problem-based learning in Civic education podcasts boosts critical thinking and student outcomes at Community Learning Center (CLC) Al’fi Nasikin; Sri Untari; Edi Suhartono
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80979

Abstract

This classroom action research aimed to enhance Civics learning outcomes for CLC Pasir Putih class IX students of SMP Keningau Bingkor in Sabah, Malaysia, using the Problem-Based Learning (PBL) method supported by podcast media. During the 2023/2024 academic year, the study involved 21 students and addressed unsatisfactory learning conditions while improving instructional quality. In Cycle I, only 12 students met the minimum completion criteria (KKM) of 75, with nine falling short. By Cycle II, significant improvement was observed: 19 students achieved the KKM, and the class average rose to 80. This exceeded the school's classical target completion. The podcast-based PBL model fostered interactive and engaging lessons, countering the monotony of conventional methods. Students reported increased motivation as podcasts made materials more accessible and flexible for repeated learning. The innovative approach allowed them to learn anytime, anywhere, enhancing comprehension. Overall, students expressed enthusiasm for continuing this method, citing its effectiveness and enjoyment. Their positive responses underscored how combining PBL with podcast media improved academic performance and created a dynamic, student-centered learning environment.   Abstrak Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan peserta didik Kelas IX CLC Pasir Putih SMP Keningau Bingkor di Sabah, Malaysia, menggunakan metode Problem-Based Learning (PBL) berbasis podcast. Penelitian dilaksanakan pada tahun akademik 2023/2024 dengan melibatkan 21 peserta didik, dengan tujuan memperbaiki kondisi pembelajaran yang kurang memuaskan dan meningkatkan kualitas pengajaran. Pada Siklus I, hanya 12 peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75, sementara 9 peserta didik belum mencapainya. Pada Siklus II, terjadi peningkatan signifikan: 19 peserta didik berhasil mencapai KKM, dengan rata-rata nilai kelas mencapai 80, melebihi target klasikal sekolah. Model PBL berbasis podcast menciptakan pembelajaran interaktif dan menarik, menghilangkan kebosanan metode konvensional. Peserta didik melaporkan motivasi belajar meningkat karena materi disajikan secara menarik dan fleksibel. Podcast memungkinkan peserta didik belajar kapan saja dan di mana saja, sehingga mereka dapat mengulang materi sesuai kebutuhan. Secara keseluruhan, peserta didik antusias melanjutkan metode ini karena dinilai efektif dan menyenangkan. Tanggapan positif peserta didik menunjukkan bahwa kombinasi PBL dan podcast tidak hanya meningkatkan hasil akademik tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan berpusat pada peserta didik. Kata Kunci: hasil belajar; podcast; problem-based learning
The influence of PBL, PjBL, and critical thinking ability on learning outcomes Khairanda Amarullah; Reh Bungana Beru Perangin-angin; Anita Yus
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.72368

Abstract

Students' disinterest in learning civic education is primarily attributed to the limited application of innovative learning models and the weak critical thinking skills of students, as evident in their approach to problem-solving. Few students demonstrate the courage to argue in class. The purpose of this study was to investigate the impact of problem-based learning models, project-based learning, and students' critical thinking skills on student learning outcomes. The data collection technique employed was a questionnaire with multiple-choice questions. Hypothesis testing was conducted using two-way analysis of variance (ANOVA) with Tukey test. The results showed that there were differences in the learning outcomes of students who were treated with problem-based learning models and project-based learning models, there were interactions between learning models and students' critical thinking skills, there were learning outcomes of students who had high critical thinking skills taught with PJBL models better than PBL models, and there were learning outcomes of students who had low critical thinking skills taught with PBL models better than PJBL models. It can be concluded that the PBL and PJBL models affect the critical thinking ability and learning outcomes of grade V students at MIS Nurus Salam Deli Tua.   Abstrak Ketidaktertarikan peserta didik dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan disebabkan oleh kurangnya penerapan model pembelajaran yang inovatif dan lemahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dilihat dari cara peserta didik ketika menghadapi permasalahan. Terdapat sedikit peserta didik yang menunjukan keberanian dalam berargumen di kelas. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning, project based learning, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik terhadap hasil belajar peserta didik. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dengan soal pilihan berganda. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analysis of variance (ANAVA) dua jalur dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang diberi perlakuan model problem based learning dan model project based learning pada peserta didik, terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis peserta didik, terhadap hasil belajar peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi yang diajarkan dengan model PJBL lebih baik dari model PBL, serta terdapat hasil belajar peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah yang diajarkan dengan model PBL lebih baik dari model PJBL. Dapat disimpulkan bahwa Terdapat pengaruh model PBL dan PJBL terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas V MIS Nurus Salam Deli Tua. Kata Kunci: berpikir kritis; hasil belajar; model pembelajaran
Development of digital comic media for improving student learning outcomes in collective lifestyle material Novi Astika Rambe; Daulat Saragi; Waminton Rajagukguk
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.73626

Abstract

Digital comics are now rapidly evolving as an innovative learning medium that captures students' interest through visual and interactive presentations, making comprehension easier and enhancing their engagement in the learning process. This study aims to develop a digital comic medium that is valid, practical, and effective in supporting learning and improving the learning outcomes of fourth-grade students at SDN 165733 Tebing Tinggi. The research method employed is development research, based on the ADDIE model, which encompasses the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. During the development process, the digital comic was validated by experts in content, media, and language and tested on fourth-grade students (Class IV-2) using pre- and post-test questions to measure learning improvement. The study results indicate that the digital comic medium is highly feasible, as validated by experts. Additionally, it has proven effective in enhancing students' learning outcomes, as evidenced by a significant increase in pre-test and post-test scores. The digital comic, developed using Canva, is considered highly feasible, practical, and effective as a learning tool, particularly in Pancasila Education, due to its engaging and interactive presentation.   Abstrak Komik digital kini berkembang pesat sebagai media pembelajaran inovatif yang menarik perhatian peserta didik melalui tampilan visual dan interaktif, sehingga mempermudah pemahaman serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital yang valid, praktis, dan efektif guna mendukung pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV di SDN 165733 Tebing Tinggi. Metode yang diterapkan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE, yang mencakup tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Dalam prosesnya, media komik ini divalidasi oleh para ahli di bidang materi, media, dan bahasa, serta diuji coba pada peserta didik kelas IV-2 menggunakan soal pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik digital ini dinilai sangat layak berdasarkan validasi para ahli. Selain itu, media ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, sebagaimana terlihat dari peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Komik digital yang dikembangkan melalui Canva ini dinilai sangat layak, praktis, dan efektif sebagai alat bantu pembelajaran, terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, berkat penyajiannya yang menarik dan interaktif. Kata Kunci: gotong royong; Hasil belajar; Komik digital; Media pembelajaran
Evaluation of the YPI Al-‘Arabi online training program in enhancing teachers' pedagogical competence Nurlatifah Nurlatifah; Laksmi Dewi; Deni Kurniawan
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80124

Abstract

The rapid digital development, which not all teachers have fully adapted to, presents challenges in enhancing pedagogical competence. Teachers at YPI Al-'Arabi stated that online training is less effective than offline training, particularly in terms of delivery methods and scheduling. This study aims to evaluate teachers' reactions to the training, its effectiveness in improving pedagogical competence, and the factors that influence it. This research employs a descriptive evaluative method with Kirkpatrick’s model at the reaction and learning levels. The sample consists of 32 teachers selected through purposive sampling. Data were collected using semi-structured questionnaires and pre-test and post-test assessments, with N-Gain analysis to measure knowledge improvement. The findings show that participants' reactions scored an average of 3.37 (84%), with the highest ratings given to instructors. However, the delivery method and schedule require improvement. At the learning level, an N-Gain score indicates moderate effectiveness. Factors influencing training effectiveness include instructional design, material relevance, and limited virtual interaction. In conclusion, this online training has the potential to enhance teachers' competence. However, it requires more innovative approaches. Recommendations include implementing blended learning, improving delivery methods, and adopting more effective interaction strategies.   Abstrak Pesantnya perkembangan digital yang belum sepenuhnya diikuti oleh semua guru menjadi tantangan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Guru di YPI Al-'Arabi menyatakan bahwa pelatihan online kurang efektif dibandingkan offline, terutama terkait metode penyampaian dan jadwal. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan tingkat reaksi guru terhadap pelatihan, efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan model Kirkpatrick pada tingkat reaksi dan pembelajaran. Sampel terdiri dari 32 guru yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner semi tertutup dan tes pre-test serta post-test, dengan analisis N-Gain untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat reaksi peserta memperoleh skor rata-rata 3,37 (84%), dengan aspek pemateri tertinggi. Namun, metode dan jadwal pelatihan masih perlu disempurnakan. Pada tingkat pembelajaran, skor N-Gain sebesar menunjukkan efektivitas sedang. Faktor yang mempengaruhi efektivitas pelatihan meliputi desain pembelajaran, relevansi materi, dan keterbatasan interaksi virtual. Kesimpulannya, pelatihan online ini memiliki potensi meningkatkan kompetensi guru tetapi perlu pendekatan yang lebih inovatif. Rekomendasi mencakup penerapan blended learning, perbaikan metode interaksi, serta strategi interaksi yang lebih efektif. Kata Kunci: kompetensi pedagogi; model Kirkpatrick; pelatihan guru; pendidikan Islam
Developing student worksheets (LKPD) based on Problem-Based Learning (PBL) to improve students' learning outcomes Nurhabibah Meha; Dian Armanto; Adi Sutopo
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.72550

Abstract

Teaching materials are one of the important factors that influence the effectiveness of the learning process. This study aims to develop student worksheets (Lembar Kerja Peserta Didik or LKPD) based on Problem-Based Learning (PBL) that are feasible, practical, and effective. The study was conducted at SDN 105278 Tandam Hilir II. The study subjects were 22 4th-grade students. The research method employed was development research, utilizing the ADDIE development model. The research instruments were observation, interviews, questionnaires, and tests. The study's results showed that, according to the validator's validity test, the percentage of feasibility among material experts, language experts, and design experts was considered very valid. The results of the small group trial produced a percentage of very criteria. The percentage of practicality in the field test results was included as a key criterion for evaluation. Effectiveness was achieved at the field trial stage, with 22 students passing the post-test, ensuring that the gain score met the criteria for moderate effectiveness. Based on empirical observations that showed an increase in learning outcomes. This means that Student Worksheets based on PBL learning are effectively utilized in the mathematics learning process, resulting in a positive impact on student learning outcomes in grade IV of SDN 105278 Tandam Hilir II.   Abstrak Bahan ajar merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang layak, praktis dan efektif. Penelitian dilaksanakan di SDN 105278 Tandam Hilir II. Subjek penelitian kelas IV berjumlah 22 orang peserta didik. Metode penelitian adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Adapun Instrumen penelitian yaitu observasi, wawancara, angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil uji validitas oleh validator persentase kelayakan ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain dinilai sangat valid. Hasil uji coba kelompok kecil menghasilkan persentase kriteria sangat. Persentase kepraktisan hasil uji lapangan termasuk ke dalam kriteria sangat praktis. Efektivitas dicapai pada tahap uji coba lapangan dengan 22 peserta didik (100 persen) lulus post-test sehingga skor gain memenuhi kriteria efektivitas sedang. Berdasarkan observasi empiris yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar. Artinya Lembar Kerja Peserta Didik berbasis pembelajaran PBL efektif digunakan dalam proses pembelajaran matematika sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik di kelas IV SDN 105278 Tandam Hilir II. Kata Kunci: hasil belajar; lembar kerja peserta didik; LKPD; model PBL; pembelajaran berbasis masalah