cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Development of Quran-based curriculum on religious materials at madrasah ibtidaiyah Rofiatul Hosna; Egara Dinnul Iza; Ahmad Wifaqi Shiddiqi; Anjir Faghnawy Achmada; Daud Daud
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80991

Abstract

This research focuses on the formulation of a Qur'an-based curriculum for developing students' interest in learning religious materials at Madrasah Ibtidaiyah An-Nur Pamekasan. The purpose of this study is to describe and analyze the formulation, design, implementation, and evaluation of the development of a Qur'an-based curriculum in Madrasah Ibtidaiyah An-Nur Pamekasan. This study employs a phenomenological qualitative approach, utilizing data collection techniques that include observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted in an interactive, analytical, and descriptive manner. The study's results show that the formulation of a Qur'an-based curriculum at Madrasah Ibtidaiyah An-Nur Pamekasan is a response to the needs of students and their environment. The development design contains the methods offered by the madrasah for the Qur'an-based curriculum development program. The implementation stage of its development has three important elements: 1) Implementing elements, curriculum developers, madrasah heads, and other madrasah components. 2) Based on the Qur'an, which is packaged in the Qur'anic learning supplement program, 3) The target group students. The evaluation of its development encompasses several stages and procedures, including the evaluation of the Qur'an-based curriculum, Tahfidz al-Qur'an, and Fahmu al-Qur'an, as well as reference to the indicators of the three goals.   Abstrak Penelitian ini berfokus pada formulasi pengembangan kurikulum berbasis al-Qur’an dalam meningkatkan minat belajar siswa pada materi keagamaan di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur Pamekasan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis formulasi Madrasah Ibtidaiyah An-Nur Pamekasan, desain, implementasi, dan evaluasi pengembangan kurikulum berbasis al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pengembangan kurikulum berbasis al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur Pamekasan merupakan respons terhadap kebutuhan peserta didik dan lingkungannya. Desain pengembangannya berisi tentang metode yang ditawarkan oleh madrasah untuk program pengembangan kurikulum berbasis al-Qur’an. Tahap implementasi pengembangannya memiliki 3 unsur penting: 1) Unsur pelaksana, pengembang kurikulum, kepala madrasah dan komponen madrasah yang lain. 2) Berbasis al-Qur’an yang dikemas dalam program penambahan pembelajaran al-Qur’an, 3) Target group sasaran peserta didik. Evaluasi pengembangannya mencakup beberapa tahapan dan prosedur, diantaranya: Evaluasi pengembangan kurikulum berbasis al-Qur’an, Tahfidz al-Qur’an dan Fahmu al-Qur’an, serta merujuk pada indikator dari ketiga tujuan tersebut. Kata Kunci: Al-Qur'an; materi keagamaan; pengembangan kurikulum
Are midwifery students ready for interprofessional education with project-based learning? Ari Indra Susanti; Ariyati Mandiri; Lani Gumilang
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.81712

Abstract

Patient-centered health services require preparation for Interprofessional Collaboration (IPC). Therefore, it is essential to equip health worker students with Interprofessional Education (IPE) training. This study aims to determine the readiness of midwifery students to implement Interprofessional Education (IPE) using a Project-Based Learning (PjBL) approach. A descriptive research method with a cross-sectional design was conducted at the Midwifery Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran. Data collection was performed using questionnaires administered to 30 students (7th semester) before the start of PjBL, who collaborated with nursing students in the Undergraduate Nursing Study Program at Universitas Padjadjaran. Descriptive data analysis with frequency and percentage statistical tests. The study's results showed that midwifery students were highly receptive to IPE learning, which involves working together to solve patient problems, benefiting from learning related to professional limitations, communication skills, teamwork skills, and collaboration in small group settings. Additionally, most midwifery students can participate in IPE by achieving a score of 79.50-100. This study concludes that student readiness can support the achievement of PjBL-based IPE learning objectives.   Abstrak Pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien perlu dipersiapkan Interprofessional Collaboration (IPC), maka perlu membekali mahasiswa tenaga kesehatan dengan pembelajaran Interprofessional Education (IPE). Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapan mahasiswa kebidanan melaksanakan IPE berbasis Project-Based Learning (PjBL). Metode penelitian deskriptif dengan cross sectional yang dilakukan di Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Padjdajaran. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 30 mahasiswa (semester 7) sebelum dimulai PjBL yang berkolaborasi dengan mahasiswa keperawatan di Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Padjadjaran. Analisis data deskriptif dengan uji statistik frekuensi dan persentase. Hasil penelitian didapatkan mahasiswa kebidanan sangat siap dalam pembelajaran IPE yang bertujuan untuk bekerja sama untuk memecahkan masalah pasien, manfaat pembelajaran terkait keterbatasan profesional, keterampilan komunikasi, keterampilan kerja tim, dan kolaborasi dalam pembelajaran kelompok kecil. Selain itu, sebagian besar mahasiswa kebidanan dapat melakukan IPE dengan mendapatkan nilai 79.50-100. Simpulan penelitian ini, kesiapan mahasiswa dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran IPE berbasis PjBL. Kata Kunci: interprofessional education; kesiapan mahasiswa; pembelajaran berbasis proyek
Evolution of the Kurikulum Merdeka: Evaluation and recommendations for the future curriculum Adam Mahfud; Eka Setya Budi
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.81684

Abstract

The Kurikulum Merdeka was developed as an effort in the Indonesian education system aimed at providing more flexibility in learning, encouraging differentiation in teaching, and strengthening the character of students. However, its implementation faces various challenges, especially in teacher administration, student competency assessment, and subject integration. This study aims to evaluate the evolution of the Kurikulum Merdeka, identify the main challenges in its implementation, and provide recommendations for future curriculum development. This study employs a qualitative approach, utilizing a literature review method to analyze various sources, including education policies, academic journals, research reports, and news articles related to curriculum implementation. The results of the study indicate that the high administrative burden hinders the effectiveness of teaching, the elimination of the National Examination makes it challenging to objectively measure student competencies, and the merging of Natural Sciences and Social Sciences subjects creates obstacles to a deeper understanding of concepts. As recommendations, this study proposes several strategic steps, including simplifying teacher administration through the use of technology, implementing deep learning-based assessments to measure student competencies more accurately, and re-separating Natural Sciences and Social Sciences subjects to improve learning effectiveness.   Abstrak Kurikulum Merdeka dikembangkan sebagai upaya dalam sistem pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk memberikan lebih banyak fleksibilitas dalam pembelajaran, mendorong diferensiasi pengajaran, serta memperkuat karakter peserta didik. Namun, implementasinya menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam administrasi guru, asesmen kompetensi peserta didik, dan integrasi mata pelajaran. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi evolusi Kurikulum Merdeka, mengidentifikasi tantangan utama dalam penerapannya, serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan kurikulum di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, menganalisis berbagai sumber seperti kebijakan pendidikan, jurnal akademik, laporan penelitian, serta berita mengenai implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban administratif yang tinggi mengurangi efektivitas pengajaran, penghapusan Ujian Nasional menyebabkan kesulitan dalam mengukur kompetensi peserta didik secara objektif, dan penggabungan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial menimbulkan hambatan dalam pemahaman konsep yang lebih mendalam. Sebagai rekomendasi, studi ini mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain penyederhanaan administrasi guru melalui pemanfaatan teknologi, penerapan asesmen berbasis deep learning untuk mengukur kompetensi peserta didik secara lebih akurat, serta pemisahan kembali mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial guna meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; pembelajaran mendalam; pendidikan
The influence of PBL and BBL models on the acquisition and improvement of elementary school students' mathematical concept understanding abilities Cucu Maryam; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.79183

Abstract

This study explores the impact of using the Problem Based Learning (PBL) and Brain Based Learning (BBL) models on the achievement and development of elementary school students' mathematical concept understanding abilities. The method applied is a quantitative approach with quasi-experimental and descriptive designs. Participants in this study included sixth-grade students from a public elementary school in Bandung, who were divided into two experimental groups: one used the PBL model, and the other applied the BBL model. The measurement tool used in this study is an essay test designed to assess the ability to understand mathematical concepts. The findings of this study indicate that the implementation of both learning methods, namely PBL and BBL, has a significant impact on students' ability to understand mathematical concepts. Although the BBL model shows a more significant improvement tendency than the PBL model, the difference in effects between the two methods in enhancing mathematical understanding is not statistically significant. This research contributes to developing innovative, appropriate, and efficient mathematics learning models for use at the elementary school level.   Abstrak Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Brain Based Learning (BBL) terhadap pencapaian serta perkembangan kemampuan pemahaman konsep Matematika murid di sekolah dasar. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-eksperimen dan deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini meliputi peserta didik kelas VI dari sebuah sekolah dasar negeri di Bandung, yang dibagi menjadi dua kelompok eksperimen: satu kelompok menggunakan model PBL dan kelompok lainnya menerapkan model BBL. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes esai yang dirancang untuk menilai kemampuan pemahaman konsep Matematika. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kedua metode pembelajaran, yaitu PBL dan BBL, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep Matematika peserta didik. Meskipun model BBL menunjukkan kecenderungan peningkatan yang lebih besar dibandingkan model PBL, perbedaan efek antara kedua metode dalam meningkatkan kemampuan pemahaman Matematika tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini memberikan sumbangan terhadap pengembangan model pembelajaran Matematika yang inovatif, sesuai, dan efisien untuk digunakan di tingkat sekolah dasar. Kata Kunci: kemampuan pemahaman; konsep matematis; pembelajaran berbasis masalah; pembelajaran berbasis otak
Attention deficit hyperactivity disorder and student academic performance in Biology Olubukola Joyce Olumide; Gabriel Segun Adewumi; Oluyemi Akinleye Ogundiwin
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80695

Abstract

The research investigates the influence of Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) on the academic performance of Biology students in senior secondary schools in the Ondo East Local Government Area, Ondo State, Nigeria. The study adopted the descriptive survey research design. The study sample comprised 100 SSII Biology students in the Ondo East Local Government Area, Ondo State, Nigeria. The instrument used for data collection was the Attention Deficit Hyperactivity Disorder Questionnaire (ADHDQ). The instrument consisted of twenty items. Responses were based on a moderated Likert four-point rating scale. Experts in Biology, test measurement, and evaluation validated the instrument. A reliability coefficient of 0.85 was obtained. The Data collected were analyzed using mean and standard deviation to answer research questions. The findings showed that ADHD greatly influences students' academic performance in Biology. The issues of forgetfulness towards assignments, fidgeting, and blurting out answers all resulted in poor academic performance among ADHD students. It was recommended that the Government, parents, and Ministry of Education should pay close attention to affected students and find possible ways to help them. Trained counselors are to be employed and posted to all schools to provide counseling services to disordered (ADHD) students.    Abstrak Penelitian ini menyelidiki pengaruh Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) terhadap prestasi akademik peserta didik Biologi di sekolah menengah atas di Ondo East Local Government Area, Negara Bagian Ondo, Nigeria. Penelitian ini mengadopsi desain penelitian survei deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 100 peserta didik Biologi SSII di Ondo East Local Government Area, Negara Bagian Ondo, Nigeria. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah Attention Deficit Hyperactivity Disorder Questionnaire (ADHDQ). Instrumen ini terdiri dari dua puluh item. Respons didasarkan pada skala penilaian empat poin likrt yang dimoderasi. Instrumen ini divalidasi oleh ahli biologi, pengukuran dan evaluasi tes. Koefisien reliabilitas diperoleh sebesar 0,85. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan mean dan deviasi standar untuk menjawab pertanyaan penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ADHD memiliki pengaruh besar terhadap prestasi akademik peserta didik di Biologi. Masalah pelupa terhadap tugas, gelisah, dan melontarkan jawaban semuanya mengakibatkan prestasi akademik peserta didik ADHD yang buruk. Direkomendasikan agar Pemerintah, orang tua, dan Kementerian Pendidikan memberikan perhatian yang seksama kepada peserta didik yang terdampak dan mencari cara yang mungkin untuk membantu mereka, konselor terlatih harus dipekerjakan dan ditempatkan di semua sekolah untuk memberikan layanan konseling kepada peserta didik yang mengalami gangguan (ADHD). Kata Kunci: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD); Biologi; prestasi akademik
Development of interactive multimedia on social studies learning outcomes of elementary school students Suryana Rajagukguk; Samsidar Tanjung; Restu Restu
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80209

Abstract

The lack of interesting interactive learning media causes the low learning outcomes of social studies in primary schools. Monotonous learning methods make students less motivated and involved in the learning process. This study aims to develop and analyze the effectiveness of interactive multimedia based on Articulate Storyline 3 in improving learning outcomes. The method used is Research and development (RnD) with the 4-D development model (Define, Design, develop, disseminate). The research subjects were 25 students of class IV UPT SDN 064992. Data were collected through observation, interviews, expert validation questionnaires, and effectiveness tests using the N-gain method. The results showed that using Articulate Storyline 3 improved student learning outcomes with an N-gain of 0.39. Evaluations from teachers and students also show that this media is suitable for learning, but it still needs appearance and navigation improvement. In conclusion, Articulate Storyline 3 effectively improves social studies learning outcomes. Future research is recommended to develop adaptive features and gamification to increase student engagement in the learning process in the classroom.   Abstrak Rendahnya hasil belajar IPS di sekolah dasar disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran interaktif yang menarik. Metode pembelajaran yang monoton membuat peserta didik kurang termotivasi dan terlibat dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis efektivitas multimedia interaktif berbasis Articulate Storyline 3 dalam meningkatkan hasil belajar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah 25 peserta didik kelas IV UPT SDN 064992. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, dan uji efektivitas menggunakan metode N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bawah penggunaan Articulate Storyline 3 meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan N-gain sebesar 0.39. Evaluasi dari guru dan peserta didik juga menunjukkan bahwa media ini layak digunakan dalam pembelajaran, meskipun masih perlu perbaikan pada tampilan dan navigasi. Kesimpulannya, Articulate Storyline 3 efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan fitur adaptif dan gamifikasi guna meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas. Kata Kunci: articulate storyline; IPS; media interaktif; sekolah dasar
Development of baamboozle-based learning media on Pancasila and Civics subjects in class V Cahaya Auzi; Sri Yunita; Sugiharto Sugiharto
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.81397

Abstract

This study aims to produce a product in the form of interactive learning media based on baamboozle in the subject of PPKn. This research is development research using the ADDIE model. This baamboozle-based interactive learning media was developed and then tested for feasibility by material experts, media experts, and linguists, followed by an effectiveness and a practicality test. The results of the feasibility test obtained an average percentage of assessment by material experts of 91 percent, media experts 92 percent, and linguists 77 percent. The practicality of the media was measured using a questionnaire and obtained a score of 93.75 in the very practical category. The effectiveness of the media was obtained from student learning outcomes through the calculation of N-Gain with an average of 0.71 placing the average in the highest effectiveness category, the acquisition of student scores after using baamboozle based interactive learning media is in category very good with an average percentage of 89.15 and the results of the N-Gain calculation with an average of 0.75. It is concluded that baamboozle-based interactive learning media on PPKn are declared feasible, practical, and effective to use as learning media.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif berbasis baamboozle pada mata pelajaran PPKn. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Media pembelajaran interaktif berbasis baamboozle ini dikembangkan kemudian diuji kelayakannya oleh ahli materi, ahli media dan ahli bahasa, dilanjutkan dengan uji keefektifan dan uji kepraktisan. Hasil uji kelayakan diperoleh persentase rata-rata penilaian oleh ahli materi sebesar 91 persen, ahli media 92 persen, dan ahli bahasa 72 persen. Kepraktisan media diukur dengan menggunakan angket dan memperoleh skor 93.75 dengan kategori sangat praktis. Keefektifan media diperoleh dari hasil belajar peserta didik melalui perhitungan N-Gain dengan rata-rata 0.71 menempatkan rata-rata tersebut pada kategori keefektifan paling tinggi, perolehan nilai peserta didik setelah menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis baamboozle berada pada kategori sangat baik dengan persentase rata-rata 89.15 dan hasil perhitungan N-Gain dengan rata-rata 0.75. Disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis baambozlee pada mata pelajaran PPKn dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran. Kata Kunci: ADDIE; baamboozle; multimedia interaktif; pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan
Development of Google Sites-based learning media to enhance student motivation Almendo Thio Lindra; C. Asri Budiningsih; Christina Ismaniati
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.81886

Abstract

In the digital transformation era, integrating technology into educational settings is increasingly essential to address the diverse needs of modern learners. Traditional teaching methods often fail to engage students fully, creating a demand for innovative approaches that foster active learning and enhance academic performance. This study aims to develop interactive learning media based on Google Sites to boost student motivation and improve overall academic achievement. Using the 4D instructional design model—Define, Design, Develop, and Disseminate—the researchers created digital educational materials tailored for higher education environments. The study employed a quasi-experimental design with a sample of 40 college students, allowing for a systematic evaluation of the media’s effectiveness. Data were collected through pre- and post-test assessments and analyzed using paired sample t-tests and descriptive statistics to determine the impact of the intervention. The results revealed a significant improvement in test scores and student engagement after implementing the Google Sites-based learning media. The increase in average scores and the reduction of performance variability underscore the potential of multimedia tools to revolutionize conventional teaching methods. Overall, this research highlights the benefits of digital learning environments in creating more dynamic, inclusive, and effective educational experiences.   Abstrak Di era transformasi digital, mengintegrasikan teknologi ke dalam lingkungan pendidikan menjadi semakin penting untuk memenuhi beragam kebutuhan pelajar modern. Metode pengajaran tradisional sering kali gagal untuk melibatkan siswa secara penuh, sehingga menciptakan permintaan akan pendekatan inovatif yang mendorong pembelajaran aktif dan meningkatkan kinerja akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Google Sites untuk meningkatkan motivasi siswa dan meningkatkan prestasi akademik secara keseluruhan. Dengan menggunakan model desain instruksional 4D-Define, Design, Develop, dan Disseminate. Para peneliti menciptakan materi pendidikan digital yang disesuaikan untuk lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan sampel 40 mahasiswa, yang memungkinkan evaluasi sistematis terhadap efektivitas media. Data dikumpulkan melalui penilaian pra dan pasca tes dan dianalisis menggunakan uji-t sampel berpasangan dan statistik deskriptif untuk menentukan dampak intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai tes dan keterlibatan siswa setelah penerapan media pembelajaran berbasis Google Sites. Peningkatan nilai rata-rata dan pengurangan variabilitas kinerja menggarisbawahi potensi alat multimedia untuk merevolusi metode pengajaran konvensional. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti manfaat lingkungan pembelajaran digital dalam menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih dinamis, inklusif, dan efektif. Kata Kunci: Google Sites; media pembelajaran; motivasi mahasiswa
Reactualizing living values education in the settlement of border land disputes Fransiskus Markus Pereto Keraf; Yanuarius Sani Feka; Marsianus Falo; Yohanes Pebrian Vinney Mambur; Simon Juan Kune
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.75987

Abstract

Resolving disputes between regions at the border, in general, must always involve interaction between the two countries. The resolution of the dispute must be through applicable international legal mechanisms and based on the results of international court decisions. Apart from using legal mechanisms, other methods that countries in dispute can take are diplomacy and mediation. This research examines the re-actualization of life values education used in resolving border disputes through mediation. The research approach used in this research is qualitative research with a case study model. Data collection uses observation techniques, interviews, and documentation studies. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion. There is a model of stimulus values, receiving information, exploring real-world values, discussion and sharing information, personal emotions, and interpersonal communication, developed using the Living Values Education approach. The value model in implementing living values education can be internalized to resolve border disputes in the pre-mediation, implementation, and post-mediation stages.   Abstrak Proses penyelesaian sengketa antar wilayah di perbatasan pada umumnya harus selalu melibatkan interaksi antar kedua Negara. Penyelesaian sengketa tersebut harus melalui mekanisme hukum internasional yang berlaku serta berdasarkan hasil penetapan pengadilan internasional. Selain menggunakan mekanisme hukum, adapun cara lain yang bias ditempuh oleh negara yang bersengketa yakni diplomasi dan mediasi. Penelitian ini mengkaji tentang reaktualisasi pendidikan nilai kehidupan yang digunakan dalam penyelesaian sengketa perbatasan melalui mediasi. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun teknik analis data menggunakan model Miles and Huberman yang terdiri dari reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Terdapat model nilai stimulus, menerima informasi, menjelajahi nilai – nilai dunia nyata, diskusi dan sharing informasi, emosional pribadi dan komunikasi interpersonal, dikembangkan menggunakan pendekatan Living Values Education. Model nilai dalam pengimplementasian living values education dapat diinternalisasi dalam penyelesaian sengketa perbatasan yang terdapat dalam tahapan pra mediasi, pelaksanaan, dan pasca mediasi. Kata Kunci: living values education; perbatasan; reaktualisasi
Cultural approach to ethical development: A family and school environment education perspective Muhydeen Olaitan Abiola; Habibat Bolanle Abdulkareem
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.80050

Abstract

Ethical development is deeply rooted in cultural values, family structures, and educational experiences. Understanding how culture, family, and education intersect is essential to fostering a holistic ethical framework that aligns with societal needs. This study compares African and Western contexts to investigate how culturally specific family engagement and educational strategies influence ethical development in children. A systematic review methodology was used in this study to analyze 45 peer-reviewed articles (25 from African contexts and 20 from Western contexts) published between 2021 and 2025. The analysis identified common themes such as communal engagement, respect for elders, promotion of autonomy, and individual responsibility. Findings suggest that African cultures prioritize communal values and respect for elders, fostering empathy and collective responsibility. In contrast, Western cultures emphasize autonomy and self-expression, promoting critical thinking and personal moral judgment. Integrating traditional and universal values supports children’s moral growth, offering a holistic framework for navigating ethical challenges in a diverse world. Educators and policymakers must create ethical education that combines communal and individualistic values to respect cultural diversity and promote universal virtues.   Abstrak Pengembangan etika berakar kuat pada nilai-nilai budaya, struktur keluarga, dan pengalaman pendidikan. Memahami budaya, keluarga, dan pendidikan saling bersinggungan sangat penting untuk membina kerangka etika yang menyeluruh yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Studi ini menyelidiki keterlibatan keluarga dan strategi pendidikan yang spesifik secara budaya memengaruhi perkembangan etika pada anak-anak, dengan membandingkan konteks Afrika dan Barat. Metodologi tinjauan sistematis digunakan pada penelitian ini untuk menganalisis 45 artikel yang ditinjau sejawat (25 dari konteks Afrika dan 20 dari konteks Barat) yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025. Analisis ini mengidentifikasi tema-tema umum seperti keterlibatan komunal, rasa hormat kepada orang yang lebih tua, promosi otonomi, dan tanggung jawab individu. Temuan menunjukkan bahwa budaya Afrika memprioritaskan nilai-nilai komunal dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua, menumbuhkan empati dan tanggung jawab kolektif, sementara budaya Barat menekankan otonomi dan ekspresi diri, mempromosikan pemikiran kritis dan penilaian moral pribadi. Mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dan universal mendukung pertumbuhan moral anak-anak, menawarkan kerangka kerja yang menyeluruh untuk menavigasi tantangan etika di dunia yang beragam. Para pendidik dan pembuat kebijakan mesti menciptakan pendidikan yang beretika yang memadukan nilai-nilai komunal dan individualistis untuk menghormati keberagaman budaya dan memajukan kebajikan universal. Kata Kunci: Pendekatan Budaya; Pendidikan Perspektif Afrika dan Barat; Pengembangan Etika; Keterlibatan Keluarga