cover
Contact Name
Muhammad Arshaka Alfatih
Contact Email
azis35468@gmail.com
Phone
+6285121576710
Journal Mail Official
ijosimjurnal@gmail.com
Editorial Address
Gampong Cadek, Desa/Kelurahan Cadek, Kec. Baitussalam, Kab. Aceh Besar, Propinsi Aceh. Kode pos: 23373, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Indonesian Journal of Social Issues
ISSN : -     EISSN : 3164466X     DOI : https://doi.org/10.66052
Core Subject :
Indonesian Journal Of Social Issues is a scientific journal that publishes original research articles, review articles, and conceptual studies addressing contemporary social issues, particularly those related to social, economic, political, governmental, and educational dimensions of society. The journal provides an academic platform for examining social phenomena, societal problems, and community dynamics through interdisciplinary perspectives within the fields of economics, sociology, geography, history, anthropology and political sciences, government studies, and elementary education.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
Vonis Tanpa Perjumpaan: Dampak Psikologis Penilaian Berbasis Metafisik (Mimpi) terhadap Individu yang Ditolak Sebelum Dikenal Muhammad faiq fedayeen
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.14

Abstract

Penelitian ini membedah fenomena "Inkuisisi Metafisik" dalam pemutusan hubungan romantis yang didasarkan pada intervensi mimpi dan manipulasi Weton. Menggunakan metode Autoetnografi Kritis, studi ini menganalisis artefak digital untuk membongkar praktik ketidakjujuran intelektual otoritas keluarga. Temuan utama menunjukkan adanya fabrikasi data identitas hari lahir subjek untuk mengubah hasil hitungan Weton dari kategori 21 (Sri/Kemakmuran) menjadi 25 (Pati/Kematian) demi melegitimasi penolakan. Selain itu, mimpi digunakan sebagai instrumen kekerasan simbolik untuk melabeli karakter subjek tanpa pembuktian empiris. Penelitian menyimpulkan bahwa tradisi Weton telah didesakralisasi menjadi alat politik eksklusi (weaponized tradition) yang memicu dampak psikologis berupa Ambiguous Loss dan Gaslighting pada korban.
Fleksibilitas Perkuliahan Daring Berbasis Zoom bagi Mahasiswa Tunarungu di Surakarta Muhammad Duta Komarudin; Wulan Eka Handayani; Zico Satria Bayu Aji
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.44

Abstract

Fleksibilitas perkuliahan daring menekankan integrasi sistem pendidikan dengan lingkungan dari berbagai sumber selama era pendidikan 4.0. Pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap warga negara, termasuk mahasiswa tunarungu. Mahasiswa tunarungu menghadapi tantangan dalam hal penyampaian komunikasi lewat daring. Orang tua juga mengalami tantangan dalam mendampingi anaknya untuk pembelajaran daring, sebab minim komunikasi dengan dosen dan kurang mengerti penggunaan aplikasi. Dari segi dosen juga mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi kepada mahasiswa tunarungu karena sulit berkomunikasi dengan mereka. Perkuliahan daring seharusnya memudahkan mahasiswa tunarungu untuk mendapatkan perkuliahan, namun fenomena sosial yang terjadi di lapangan menunjukan masih banyak kekurangan dan hambatan. Salah satunya tidak adanya juru isyarat khusus pembelajaran daring. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana fleksibilitas penggunaan Zoom sebagai media perkuliahan daring jarak jauh untuk mahasiswa tunarungu di Surakarta. Penelitian ini menggabungkan pendekatan studi kasus dengan wawancara mendalam dengan mahasiswa tunarungu menggunakan bahasa isyarat. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Pengembangan Desain Pembelajaran Menulis Puisi Menggunakan Model ADDIE dengan Media Foto Sahabat sebagai Pemicu Imajinasi Murid SMPN 2 Gondang Bojonegoro Jawa Timur Prawoto; Darni Darni; Urip
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.83

Abstract

The main problem in teaching poetry writing at the junior high school level lies in students' difficulty generating ideas, choosing appropriate diction, and expressing their thoughts during the learning process. These difficulties are generally caused by the use of teaching methods that are not contextually connected to the students' world and life experiences. Therefore, this problem requires serious attention to be addressed. This article aims to present the process of developing a poetry writing learning design that is simple, systematic, and relevant to students' lives. This research is a developmental study using the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) model. However, the discussion in this article is limited to the three initial stages: analysis, design, and development, in accordance with the study's focus on learning design. The learning design developed integrates photographs of students' close friends as the primary stimulus for the imagination process. These photos constitute digital archives that hold strong emotional meaning in students' lives and can therefore be used as a source of ideas for poetry writing. The research results are a comprehensive learning design prototype, including (1) a teacher's guide, (2) a structured student worksheet, and (3) an assessment rubric. This design offers an alternative, well-organized learning sequence through eight structured steps, allowing students to transform personal experiences into poetry. By utilizing facts rooted in students' emotional worlds as a starting point for the creative process, this learning design significantly contributes to increasing students' engagement, motivation, and imaginative capacity in writing poetry. These findings align with the goal of achieving deep learning.
Analisis Keamanan Sistem Operasi Terhadap Rancangan Malware Lokal Nurul Hikmah Bahri; Eka Citra
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.87

Abstract

Penelitian ini menganalisis ketahanan sistem operasi terhadap ancaman malware lokal yang dirancang khusus untuk mengeksploitasi celah konfigurasi sistem dan kelalaian pengguna. Menggunakan metode analisis dinamis dalam lingkungan terisolasi (sandboxing), penelitian ini memantau secara mendalam aktivitas persistensi, manipulasi registry, hingga teknik injeksi proses berbahaya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun fitur keamanan proaktif seperti proteksi kernel telah diimplementasikan, malware lokal tetap mampu menginfeksi sistem melalui teknik penyamaran (obfuscation) dan eksploitasi hak akses pengguna (privilege escalation). Kesimpulan penelitian menekankan bahwa sinergi antara pembaruan keamanan sistem dan penguatan kebijakan hak akses merupakan langkah krusial dalam memitigasi ancaman malware secara efektif.
Mengasah Jurnalis Muda: Desain Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Analisis Kritis dan Produksi Teks Editorial Isu Kebijakan Publik pada Siswa SMAIT Al Uswah Tuban Hisyam Ma'rifi; Darni; Urip Zaenal Fanani
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.88

Abstract

Equipping senior high school (SMA) students with critical discourse literacy has become increasingly crucial, particularly in responding to the complexity of contemporary information flows, especially those related to public policy issues. This article aims to present a holistically integrated Project-Based Learning (PjBL) instructional design to develop critical analysis skills and editorial writing competence among students at SMAIT Al Uswah Tuban. The design seeks to bridge the gap between the demands of the Indonesian Language curriculum—which requires students to produce logically structured argumentative texts—and students’ actual abilities to construct arguments supported by valid data. Methodologically, the design adapts the standard PjBL syntax (Permendikbud No. 22 of 2016) and integrates principles of Critical Discourse Analysis (CDA) and editorial text rhetoric. Consisting of twelve detailed steps, this PjBL design is oriented toward a final product in the form of an editorial text addressing public policy issues. The proposed design is expected to strengthen students’ ability to formulate evidence-based arguments while simultaneously internalizing their roles as “young journalists” capable of contributing constructively and critically to public opinion grounded in empirical evidence.
Utilizing Malay Ethnopedagogy Through Kolb's Experiential Learning Approach: A Study on Learning Descriptive Texts of Traditional Foods to Enhance Students Cultural Literacy Mohd Bahaudin Ihsan; I Wayan Artika
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.91

Abstract

This research examines the implementation of Malay ethnopedagogy through Kolb's Experiential Learning approach in teaching descriptive texts about traditional foods to enhance students' cultural literacy. In the context of globalization, cultural values are increasingly marginalized in formal education, particularly in Indonesian language learning. This study aims to explore how the integration of local wisdom, specifically Malay culinary traditions, can be effectively utilized as learning materials through experiential learning cycles. Using a qualitative descriptive method with case study design, this research was conducted on 32 eighth-grade students at a junior high school in Riau Province. Data were collected through observation, interviews, learning outcomes analysis, and documentation. The findings indicate that Kolb's Experiential Learning approach, which encompasses concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, and active experimentation stages, significantly improves students' ability to write descriptive texts while simultaneously strengthening their cultural identity and literacy. Students demonstrated increased engagement, deeper understanding of text structures, and greater appreciation for local cultural heritage. This research contributes to the discourse on culturally responsive pedagogy and offers practical implications for integrating ethnopedagogy in Indonesian language curriculum.
Analisis Keamanan Sistem Autentikasi Pengguna terhadap Serangan Session Hijacking iis annisa; Muhammad Nabil; Rakhmadi Rahman
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/rbg6ej90

Abstract

Sistem autentikasi pada aplikasi web befungsi sebagai gerbang utama dalam proses otorisasi pengguna. Namun, kelemahan dalam pengelolaan sesi autentifikasi menyebabkan meningkatnya risiko terjadinya session hijacking, yaiut serangan yang memanfaatkan pencurian session ID untuk memperoleh akses ilegal tanpa melalui proses login. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk serangan session hijacking, faktor penyebab celah autentikasi, serta merumuskan teknik pencegahan dengan pendekatan keamanan modern sepereti enkripsi HTTPS, source cookie, session rotation, dan validasi alamat IP. Metode penelitian dilakukan melalui analisis literatur, studi implementasi kode, serta pengujian skenario pencurian sesi pada sistem pada autentikasi sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi session rotation dan cookie security mampu mengurangi keberhasilan serangan hingga di atas 70%, sedangkan penggunaan HTTPS dan MFA memberikan perlindungan tambahan terhadap MITM dan pencurian token autentikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemahaman yang lebih mendalam mengenai pola serangan session hijacking serta rekomendasi implementasi autentikasi aman untuk pengembangan aplikasi berbasis web.
Pengujian Keamanan Server Linux terhadap Serangan Port Scanning dan Exploitation Muh. Dirga Asmadi; Syahril Zaldi; Rakhmadi Rahman
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/97sscd15

Abstract

Keamanan server merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan layanan teknologi informasi, terutama pada sistem operasi Linux yang banyak digunakan sebagai server karena sifatnya yang stabil, fleksibel, dan bersifat open source. Tingginya tingkat adopsi Linux sebagai server juga menjadikannya target utama berbagai bentuk serangan siber. Salah satu metode serangan yang paling umum adalah port scanning yang bertujuan untuk mengidentifikasi port terbuka dan layanan aktif, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk melakukan exploitation terhadap celah keamanan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat keamanan sebuah server Linux terhadap serangan port scanning dan exploitation serta menganalisis potensi kerentanan yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dengan melakukan simulasi serangan menggunakan tools keamanan, yaitu Nmap untuk port scanning dan Metasploit Framework untuk exploitation. Lingkungan pengujian dirancang dalam jaringan lokal dengan satu mesin server Linux sebagai target dan satu mesin penyerang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa port scanning mampu mengungkap informasi penting terkait port terbuka, layanan yang berjalan, serta versi layanan yang digunakan. Informasi ini dapat menjadi dasar bagi penyerang untuk menentukan teknik exploitation yang sesuai. Selain itu, hasil exploitation menunjukkan bahwa server Linux yang tidak menerapkan pembaruan sistem secara berkala, konfigurasi firewall yang ketat, dan pengamanan layanan dasar memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan hardening server Linux sebagai langkah preventif dalam menghadapi ancaman siber.
Implementasi Two-Factor Authentication (2FA) sebagai Upaya Peningkatan Keamanan Login Pengguna Rahma; Aldi; Rakhmadi Rahman
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/6mxep840

Abstract

Two-Factor Authentication (2FA) telah menjadi salah satu standar penting dalam meningkatkan keamanan sistem login di era digital. Metode ini bekerja dengan menerapkan dua faktor verifikasi yang berbeda, yaitu kombinasi antara sesuatu yang diketahui oleh pengguna, seperti kata sandi, dan sesuatu yang dimiliki, seperti perangkat, token, atau kode verifikasi. Penerapan 2FA terbukti mampu mengurangi risiko akses tidak sah yang disebabkan oleh pencurian kredensial, serangan phishing, maupun kelemahan pada penggunaan kata sandi tunggal. Penelitian ini membahas prinsip kerja Two-Factor Authentication (2FA), berbagai metode implementasi yang umum digunakan, seperti Time-Based One-Time Password (TOTP), One-Time Password (OTP) berbasis SMS, serta penggunaan hardware token. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis kelebihan dan tantangan dalam penerapan 2FA pada sistem login. Sebagai studi kasus, dilakukan implementasi 2FA pada sistem login berbasis web yang disertai dengan pengujian keamanan serta pembahasan praktik terbaik (best practices) untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan keamanan dan kenyamanan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Two-Factor Authentication (2FA) dengan pendekatan yang tepat dapat meningkatkan tingkat keamanan sistem login hingga lebih dari 99%. Namun demikian, penerapan 2FA juga memerlukan perhatian khusus terhadap aspek kegunaan (usability), mekanisme pemulihan akun (account recovery), serta kesiapan infrastruktur pendukung agar sistem tetap efektif dan mudah digunakan.
Analisis Keamanan Penggunaan Media Penyimpanan Eksternal Terhadap Ancaman Virus mutiara; Haura Mukrimah Rahma; Rakhmadi Rahman
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/fzy6t207

Abstract

Abstrak Media penyimpanan eksternal, seperti flashdisk USB, banyak digunakan untuk keperluan transfer data, namun memiliki risiko keamanan yang signifikan, terutama terkait penyebaran malware dan potensi kehilangan data. Penelitian ini membahas aspek keamanan media penyimpanan eksternal melalui analisis komprehensif terhadap lima studi terkait, yang mencakup forensik digital, metode penghapusan data, sistem deteksi malware, serta kerangka kerja perlindungan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penghapusan data konvensional, seperti quick format, tidak efektif dalam menghilangkan data secara permanen, karena data yang telah dihapus masih dapat dipulihkan menggunakan teknik forensik digital. Sebaliknya, metode Low-Level Format terbukti sebagai satu-satunya pendekatan yang mampu menghapus data secara menyeluruh sehingga tidak dapat dipulihkan kembali. Dalam aspek deteksi malware, sistem berbasis kecerdasan buatan menunjukkan tingkat akurasi hingga 98%, yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan metode berbasis signature tradisional dengan tingkat akurasi sekitar 80–85%. Selain itu, penerapan framework keamanan terpadu, seperti SPYUSB dan USB Virus Alert System, mampu memberikan perlindungan komprehensif melalui pemantauan secara real-time, pencadangan data terenkripsi, serta analisis perilaku perangkat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi keamanan berlapis yang mengintegrasikan penghapusan data yang aman, deteksi malware berbasis kecerdasan buatan, dan mekanisme respons insiden yang cepat merupakan langkah krusial dalam melindungi media