cover
Contact Name
Muhammad Arshaka Alfatih
Contact Email
azis35468@gmail.com
Phone
+6285121576710
Journal Mail Official
ijosimjurnal@gmail.com
Editorial Address
Gampong Cadek, Desa/Kelurahan Cadek, Kec. Baitussalam, Kab. Aceh Besar, Propinsi Aceh. Kode pos: 23373, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Indonesian Journal of Social Issues
ISSN : -     EISSN : 3164466X     DOI : https://doi.org/10.66052
Core Subject :
Indonesian Journal Of Social Issues is a scientific journal that publishes original research articles, review articles, and conceptual studies addressing contemporary social issues, particularly those related to social, economic, political, governmental, and educational dimensions of society. The journal provides an academic platform for examining social phenomena, societal problems, and community dynamics through interdisciplinary perspectives within the fields of economics, sociology, geography, history, anthropology and political sciences, government studies, and elementary education.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
Analisis Time Value of Money terhadap Ekosistem Ekonomi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia Musnawati; Sabarno Dwirianto
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.161

Abstract

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat istitha’ah, yaitu kemampuan finansial, fisik, kesehatan, dan mental. Dalam konteks Indonesia, pemenuhan istitha’ah jemaah haji didukung oleh berkembangnya ekosistem ekonomi haji yang melibatkan berbagai sektor, seperti perbankan syariah, layanan perjalanan, transportasi, kuliner, serta UMKM penyedia perlengkapan dan kebutuhan jemaah. Ekosistem ini tidak hanya berdampak pada kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Seiring meningkatnya potensi perputaran dana haji dan umrah serta adanya perubahan kebijakan Arab Saudi melalui visi Saudi 2030, peluang ekonomi dari ekosistem haji diprediksi akan terus berkembang. Namun, perkembangan tersebut tidak terlepas dari pengaruh konsep Time Value of Money yang menegaskan bahwa nilai uang saat ini berbeda dengan nilai uang di masa mendatang. Dalam perspektif ekonomi Islam, konsep Time Value of Money dipandang problematis karena berpotensi mengandung unsur riba. Perbedaan nilai uang dari waktu ke waktu berdampak pada kenaikan harga kebutuhan jemaah haji dan peningkatan biaya perjalanan haji di masa mendatang. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara ekosistem ekonomi haji, konsep Time Value of Money, serta implikasinya terhadap pembiayaan dan kesiapan jemaah haji Indonesia. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam pengembangan ekosistem haji yang berlandaskan prinsip ekonomi Islam dan berkeadilan.
Implementasi Pembelajaran PAI untuk Siswa Tunagrahita di SLB BC Abdi Pratama Bojong Sari Handi Wahyu Purnomo; Nurul Fajriyah; Alfina Azzahrah
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.188

Abstract

This study explores the implementation of inclusive Islamic Religious Education (PAI) for students with intellectual disabilities at SLB BC Abdi Pratama Bojongsari. The research employs a qualitative approach, utilizing in-depth interviews and purposive sampling to gather data from PAI teachers. The findings reveal that the learning process is tailored to the students' unique needs, employing visual-contextual methods such as large images, flashcards, simple animated videos, and Islamic children's songs. For students with mild intellectual disabilities, activities include fine motor skills like matching cards and simulating simple worship practices. The evaluation system is formative, focusing on students' ability to recognize and articulate the Pillars of Islam and Faith. Despite significant progress, challenges such as limited specialized PAI teachers, inadequate learning media, and the need for curriculum adaptation persist. The study highlights the importance of adaptive learning strategies and recommends increasing teacher capacity, developing innovative media, and securing government support for specialized resources. These efforts are crucial to enhancing the quality of inclusive PAI for students with intellectual disabilities. 
Efektivitas Game-Based Learning Berbasis STEM dalam Meningkatkan Literasi Sains dan Keterampilan Abad ke-21: Systematic Literature Review Matilda Daeli; Ruti Karni Kasih Daeli; Nando Martalin Jaya Nazara; Disen Oktaholyanti Sarumaha; Lilian Margaretha Sitindaon; Eka Monika Ginting; Isa Gracellia Tarigan; Lestari Jefayana Sianturi
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Game-Based Learning berbasis pendekatan STEM dalam meningkatkan literasi sains dan keterampilan abad ke-21 melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Proses kajian dilakukan dengan mengacu pada pedoman PRISMA, melibatkan pencarian artikel pada basis data Scopus, Web of Science, ERIC, dan Google Scholar. Dari proses seleksi yang ketat, diperoleh 10 artikel yang relevan dan dianalisis secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Game-Based Learning dengan pendekatan STEM secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi sains, khususnya pada aspek pemahaman konsep, penalaran ilmiah, dan aplikasi sains dalam konteks kehidupan nyata. Selain itu, pendekatan ini juga berkontribusi signifikan dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kreativitas. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian masih didominasi oleh desain kuasi-eksperimen jangka pendek. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan desain metodologis yang lebih beragam dan longitudinal sangat diperlukan.
Kepemimpinan Strategis TNI dalam Membangun Budaya Safety untuk Mencapai Zero Accident Luky Indrawan
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.191

Abstract

In an era of military modernization and increasingly complex global strategic dynamics, strengthening safety culture within military organizations has become critically important, particularly in managing high-risk operational and technical activities. This study aims to examine the role of strategic leadership in shaping and internalizing safety culture within the Indonesian National Armed Forces (TNI), especially in supporting the implementation of a zero-accident policy across all services. This research employs a qualitative approach using a case study design involving five key institutions: the Air Force Airworthiness and Flight Safety Center (Puslaiklambangjaau), the Army Airworthiness Service (Dislaikad), the Navy Materiel Airworthiness Service (Dislaikmatal), the Naval Aviation Center (Puspenerbal), and the Army Aviation Center (Puspenerbad). Data were collected through in-depth interviews, analysis of official documents, and direct observation of work systems and safety practices in each institution. The findings indicate that strategic leadership plays a crucial role in fostering an organizational climate that supports safety culture, as reflected in leadership role modeling, institutional structuring, and risk-management-oriented operational policies. However, the study also reveals structural disparities among the services and suboptimal integration of safety systems in joint operations. These findings highlight the need to establish equivalent safety institutions within the Army and Navy, as well as to strengthen interoperability across TNI safety systems. This study contributes both theoretically and practically to military leadership studies and provides insights for developing a more adaptive, collaborative, and sustainable organizational safety system within the TNI.
Artificial Intelligence Military System dalam Sistem Komando dan Pengendalian TNI untuk Meningkatkan Efektivitas Operasi Gabungan Terpadu dalam Penanggulangan Bencana Alam Joko Nugroho; Haposan Simatupang; Afrizal Hendra
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.194

Abstract

Disaster response is a key component of Military Operations Other Than War (OMSP) that requires rapid decision-making, joint coordination, and effective interoperability between the Indonesian National Armed Forces (TNI) and civilian agencies. To support these demands, TNI has begun integrating Artificial Intelligence Military Systems (AIMS 2024) into its Command and Control System (Siskodal TNI) to generate a shared Common Operational Picture (COP) and accelerate the commander’s decision cycle in disaster relief operations. This study analyzes: (1) the technical readiness of AI-enabled command and control systems; (2) human resource readiness in operating and utilizing AI-generated recommendations; and (3) the level of inter-service and civil–military integration in disaster response OMSP. Using a qualitative descriptive approach with an institutional case study design, data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis and analyzed using the Miles–Huberman–Saldaña model. The findings show that AIMS 2024 can support integrated COP generation and tactical decision-making, but faces challenges in data interoperability, uneven human resource competence, and limited real-time civil–military integration. The study concludes that effective AI-enabled command and control requires not only advanced technology, but also strengthened human resources, data governance, and interagency coordination.
Tajdid Muhammadiyah sebagai Fondasi Filsafat Pendidikan: Analisis Konseptual dan Implikasi bagi Pembaruan Kurikulum Rully Agung Firmansyah; Bagus Jamroji; Fa’izah Hanifah
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.222

Abstract

Isu pembaruan pendidikan Islam sering menghadapi dua kutub: konservasi normatif yang kurang responsif terhadap perubahan dan inovasi kurikulum yang berisiko kehilangan pijakan nilai. Artikel ini bertujuan menganalisis tajdid Muhammadiyah sebagai fondasi filsafat pendidikan serta menurunkan implikasinya bagi pembaruan kurikulum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka dengan analisis isi terhadap literatur dan dokumen pemikiran pendidikan Muhammadiyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tajdid dipetakan ke dalam dua dimensi utama, yakni purifikasi (pemurnian orientasi akidah-ibadah dan etika keilmuan) dan dinamisasi (pembaruan pemikiran serta kelembagaan agar relevan dan solutif). Dari pemetaan tersebut dirumuskan fondasi filsafat pendidikan: ontologi insan hamba-khalifah berkemajuan (iman–ilmu–amal), epistemologi integratif wahyu–akal–pengalaman–realitas sosial dengan etos ilmu amaliah–amal ilmiah dan ijtihad kritis, serta aksiologi tauhid, kemanusiaan, keadilan, kemaslahatan, kemajuan, moderasi, dan spirit Al-Ma’un. Prinsip pembaruan kurikulum meliputi normatif, ilmiah, relevansi sosial, integrasi ilmu, dan pembentukan karakter/adab, yang berimplikasi pada perumusan tujuan/profil lulusan, pengorganisasian konten, strategi pembelajaran, asesmen autentik, serta penguatan kultur sekolah. Kajian ini berkontribusi menyediakan model konseptual untuk merancang dan mengevaluasi koherensi kurikulum berbasis tajdid.
Teori Potensi Diri dalam Pendidikan Islam: Analisis Filosofis Dan Implementasi Pengembangan Fitrah Muhamad Abdilah
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam konsep potensi diri manusia dalam perspektif pendidikan Islam. Dalam pandangan Islam, potensi diri dipahami sebagai fitrah, yaitu kapasitas dasar yang dianugerahkan Allah SWT kepada setiap individu sejak lahir. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah ketidakseimbangan dalam pengembangan potensi intelektual, fisik, dan spiritual yang kerap terjadi dalam sistem pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi terhadap berbagai sumber literatur, baik karya-karya klasik maupun kontemporer yang relevan dengan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi diri manusia bersifat integral dan holistik, yang mencakup dimensi aqliyah (intelektual), jasadiyah (fisik), dan ruhaniyah (spiritual). Pendidikan Islam memiliki peran strategis sebagai fasilitator melalui proses tarbiyah dan ta’dib dalam mengaktualisasikan potensi tersebut agar berkembang menjadi kompetensi nyata. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan Islam tidak hanya diukur dari pencapaian intelektual semata, tetapi dari kemampuan individu dalam mencapai derajat insan kamil, yaitu pribadi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kemuliaan akhlak.
Integrasi Islam–Sains sebagai Proyek Dekolonisasi Pendidikan Agama Islam Muhamad Abdilah
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.232

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi integrasi antara Islam dan sains bukan sekadar sebagai upaya harmonisasi epistemologis, melainkan sebagai proyek dekolonisasi Pendidikan Agama Islam (PAI). Selama era kolonial dan pascakolonial, dualisme pendidikan telah memisahkan ilmu agama dan ilmu umum, yang berdampak pada inferioritas intelektual Muslim dan fragmentasi pengetahuan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis kerangka teoretis integrasi-interkoneksi sebagai alat untuk membongkar hegemoni epistemologi Barat (Eurosentrisme) dalam kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Islam-sains memungkinkan rekonstruksi kurikulum yang tidak lagi menempatkan agama sebagai entitas yang terisolasi, melainkan sebagai basis aksiologis dan epistemologis bagi pengembangan sains. Proyek dekolonisasi ini menuntut reorientasi metodologis, mulai dari level filosofis hingga praktis di kelas. Kesimpulannya, integrasi Islam-sains adalah langkah krusial untuk mengembalikan kedaulatan intelektual Muslim dan menciptakan sistem pendidikan yang holistik serta relevan dengan tantangan zaman modern tanpa kehilangan identitas spiritual.
Implementasi Teori Potensi Diri dalam Pengembangan Fitrah Peserta Didik pada Pendidikan Islam Abdul Hamid
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.237

Abstract

Pendidikan Islam bertujuan mengembangkan seluruh potensi peserta didik sesuai dengan fitrah manusia dalam kerangka spiritual, moral, dan intelektual. Berbeda dengan konsep potensi diri dalam psikologi Barat, Islam memandang potensi manusia sebagai anugerah Ilahi yang berakar pada fitrah dan tidak terpisahkan dari dimensi spiritual, moral, serta kognitif. Artikel ini bertujuan menganalisis landasan filosofis konsep potensi diri dalam pendidikan Islam serta mengkaji implementasi pengembangan fitrah dalam kurikulum, metode pembelajaran, dan evaluasi karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah sumber-sumber klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang berorientasi pada pengembangan fitrah mampu membentuk individu yang seimbang antara kompetensi akademik dan akhlak mulia, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta memiliki relevansi tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan di era kontemporer. Dengan demikian, pengembangan potensi diri berbasis fitrah merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang holistik dan berkelanjutan.
Islam Nusantara dan Dekolonisasi Pengetahuan: Implikasinya bagi Integrasi Islam dan Sains Abdul Hamid
Indonesian Journal of Social Issues Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among
Publisher : CV. Scholar Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66052/ijosim.v2i1.238

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji konsep Islam Nusantara dari perspektif epistemologis sebagai kerangka dekolonisasi pengetahuan dalam pengembangan integrasi Islam, sains, dan pendidikan. Selama ini, model integrasi Islam dan sains yang berkembang masih banyak beroperasi dalam horizon filsafat ilmu modern Barat, sehingga berimplikasi pada bertahannya dikotomi epistemologis antara wahyu dan pengetahuan empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kritis berbasis filsafat ilmu, epistemologi Islam, dan teori dekolonial. Artikel ini berargumen bahwa Islam Nusantara tidak dapat dipahami semata-mata sebagai ekspresi kultural Islam di Indonesia, melainkan sebagai tawaran kerangka epistemik alternatif yang berakar pada pengalaman historis, nilai-nilai etika keislaman, serta kearifan lokal masyarakat Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam Nusantara memungkinkan terbangunnya sintesis epistemologis yang non-reduktif antara wahyu, rasio, pengalaman empiris, dan praksis sosial-budaya. Kerangka ini menyediakan landasan epistemologis yang relevan bagi pengembangan integrasi Islam dan sains dalam konteks Pendidikan Islam Nusantara yang kontekstual, berorientasi etis, dan tetap berlandaskan prinsip-prinsip keilmuan. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi dalam memperkuat diskursus integrasi keilmuan Islam yang berorientasi pada dekolonisasi pengetahuan serta memiliki relevansi sosial yang kuat.