cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan humaniora baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-8110.
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
The Teachers’ Role in Developing Students Social Skills in Social Studies Subject at Vocational High School Mujiatin Setyana
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 2, No 1: Maret 2014
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.224 KB)

Abstract

Peran Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Siswa Mata Pelajaran IPS di SMKAbstract: This study aims to explain: 1) teachers’ understanding of social skills in social studies at SMK; 2) the role of social studies teachers in vocational schools were in designing learning social studies students develop social skills; 3) the implementation of learning undertaken by teachers in vocational IPS that can develop social skills; 4) assessment conducted in vocational teachers in so-cial studies is to develop social skills. The study used a qualitative descriptive research design with case study. The techniques used were interviews, observation and documentationThe results showed: teachers’ understanding of the lack of social skills; RPP has not led to the development of social skills, cooperative learning models used in the learning is not maximized; assessment conducted by a social studies teacher tends cognitive, while the affective and psychomotor assessment ignored.Key Words: roles of teachers, the learning of social studies, social skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan 1) pemahaman guru tentang keterampilan sosial pada mata pelajaran IPS di SMK; 2) peran guru-guru IPS di SMK dalam merancang pembelajaran IPS yang mengembangkan keterampilan sosial siswa; 3) pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru IPS di SMK yang dapat mengembangkan keterampilan sosial; 4) penilaian yang dilakukan guru-guru di SMK pada mata pelajaran IPS yang mengembangkan keterampilan sosial. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Teknik yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: pemahaman guru tentang keterampilan sosial kurang; RPP belum mengarah pada pengembangan keterampilan sosial, model cooperative learning yang digunakan dalam pembelajaran belum maksimal; penilaian yang dilakukan oleh guru IPS cenderung kognitif, sedangkan penilaian afektif dan psikomotor diabaikan.Kata kunci: peran guru, pembelajaran IPS, keterampilan sosial
Language Learning or Language Education? Reviving Teachers’ Moral Exemplary Function Aris Kurniawan; Yazid Bastomi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 1: March 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.936 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i12017p021

Abstract

Abstract: English teaching is not only simply devoted to make students to master language contents. More than that, teachers may infuse moral values like politeness, respect, and honesty during the teaching and learning process. This preliminary case study explored teacher’s perception to their moral exemplary function and how they play their role as a moral agent in the classroom. Through interviews with two English teachers, it is revealed that teachers regard the exemplary function is crucial for students’ moral development. Teachers could actualize their role as moral model by showing good attitude in speaking and behave properly in front of students.Key Words: character building, English language teaching, role model Abstrak: Pembelajaran bahasa Ingris tidak sesederhana mengajarkan konten bahasa kepada siswa. Lebih dari tu, seorang guru bahasa inggris seharusnya juga menyampaikan nilai moral yang melandasai penggunaan bahasa seperti norma kesopanan, menghargai, dan juga kejujuran. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk memahami persepsi guru bahasa inggris tentang peluang mereka menjadi menjadi teladan bagi siswa dan bagaimana guru mencontohkan nilai moral kepada siswa. Dari data interview, diketahui jika guru meganggap bahwa dengan menjadi contoh yang baik, mereka bisa mendorong pembentukan karakter siswa. Bukan hanya ucapan, sikap dan tingkah laku adalah dua hal penting untuk bisa mewujudkan peran guru sebagai teladan bagi siswa.Kata kunci: pendidikan karakter, pembelajaran bahasa, role model
Peer Mediated Intervention for Improving Social Skills of Children with Learning Disabilities in Inclusive Elementary School Marlina Marlina
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 2, No 4: Desember 2014
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.35 KB)

Abstract

Peer Mediated Intervention untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Berkesulitan Belajar di Sekolah Dasar InklusifAbstract: This study aims to test the effectiveness of peer mediated intervention (PMI) to improve social skills at children with learning disabilities in SDN 03 Alai Padang. This study used a single subject design with multiple baseline across subject models. Five children with mild learning disabilities as a target child and five trained peer mediator to apply PMI in the lessons Indonesian (repeated reading). Data collected with the recording frequency of social skills format, social skills scale, and self-report. The results showed that PMI was effective for improving the social skills for the targeted children respectively are: the TS’s; the KY’s; the HL’s; the RA’s; and the KA’s. As the instructional effects, PMI also decreased the frequency of reading mistakes at the targeted children from baseline phase to intervention phase. Based on the research findings, it is suggested towards the teachers to apply PMI in other subjects while coordinating with the special teachers. The research findings also provide a theoretical contribution to the social skills learning strategies with peer involvement on the children with learning disabilities in the inclusive elementary school.Key Words: peer mediated intervention, social skills, children with specific learning disabilities Abstrak: Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas peer mediated intervention (PMI) untuk meningkatkan keterampilan sosial pada anak berkesulitan belajar di SDN 03 Alai Padang. Penelitian menggunakan single subject design dengan model multiple baseline across subject. Lima anak berkesulitan belajar ringan sebagai anak target dan lima peer mediator dipilih dan dilatih untuk menerapkan PMI dalam pelajaran bahasa Indonesia (membaca ulang). Data dikumpulkan dengan format pencatatan frekuensi keterampilan sosial, skala keterampilan sosial, dan self report. Hasil penelitian menunjukkan PMI efektif meningkatkan keterampilan sosial, yaitu pada anak target TS, KY, HL, RA, dan KA. Sebagai instructional effects, PMI juga efektif mengurangi frekuensi kesalahan membaca anak target pada fase baseline menurun selama intervensi. Disarankan guru menerapkan PMI dalam mata pelajaran lain dan berkoordinasi dengan guru pembimbing khusus. Temuan penelitian memberikan sumbangan teoritik tentang strategi pembelajaran keterampilan sosial yang melibatkan teman sebaya pada anak berkesulitan belajar di sekolah dasar inklusif.Kata kunci: peer mediated intervention, keterampilan sosial, anak berkesulitan belajar
Augmented Reality Learning Materials for Motion Picture Making Subject Hirnanda Dimas Pradana; Dedi Kuswandi; Sulton Sulton
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 3: September 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.623 KB)

Abstract

Abstract: Learning materials is one of the important components of learning. Learning materials based on Augmented reality is capable of accommodating the needs of learners. Augmented reality intends to insert virtual objects into the real environment. In recent activity, learning materials are still using conventional media such as presentation slides and the internet. Consequently, students do not obtain appropriate material for certain learning. Learning materials assisted by augmented reality can be a solution for students in understanding moving pictures. The development model used was the Lee & Owens model. It produces valid and effective learning material products with augmented reality.Key Words: learning materials, augmented reality, motion picture, multimedia, vocational high schoolAbstrak: Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran. Bahan ajar yang baik ialah bahan ajar yang mampu mengakomodir kebutuhan pebelajar. Pada sekolah yang diteliti, bahan ajar yang ada masih menggunakan media slide presentasi dan bahan ajar diambil dari internet, sehingga pebelajar mengalami kesulitan jika sudah berada di luar kelas. Selain itu, pebelajar mengalami kesulitan belajar materi yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Bahan ajar berbantuan augmented reality dapat menjadi solusi bagi pebelajar dalam memahami pengambilan gambar bergerak. Model pengembangan yang digunakan ialah model Lee & Owens. Penelitian menghasilkan produk bahan ajar berbantuan augmented reality yang valid dan efektif.Kata kunci: bahan ajar, augmented reality, gambar bergerak, multimedia, sekolah menengah kejuruan 
Mistakes in Writing Narrative Texts Made by The Students of Senior High School Dian Luthfiyati; Mohammad Adnan Latief; Suharmanto Suharmanto
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 3, No 2: Juni 2015
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study was aimed at describing the errors in writing narrative texts made by the stu-dents of SMAN 2 Lamongan. The study employed descriptive cross-sectional quantitative research design. The subjects of this study were students from grade X, XI, and XII of SMAN 2 Lamongan. The main instruments of the study were the writing prompt and narrative guidelines. The students’ writings were scored based on the scoring scale adapted from Cohen and Coffin, et.al; Hyland. The findings showed that the students made errors in moral value, content, organization, grammar, and vocabulary. Grammar is a dominant error because it is found in each grade and each program. The most dominant error in grammar was simple past tense. Key Words: error, narrative writingAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesalahan dalam menulis teks naratif yang dibuat oleh siswa SMAN 2 Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional kuantitatif deskriptif. Subyek penelitian ini adalah siswa dari kelas X, XI, dan XII SMAN 2 Lamongan. Instrumen utama dari penelitian ini adalah writing prompt dan narrative guidelines. Tulisan-tulisan siswa dinilai berdasarkan skala penilaian yang diadaptasi dari Cohen dan Coffin, dkk.; Hyland. Te-muan menunjukkan bahwa siswa membuat kesalahan pada nilai moral, isi, organisasi, tata bahasa, dan kosa kata. Tata bahasa merupakan kesalahan yang paling dominan karena ditemukan di setiap kelas dan setiap program. Kesalahan yang paling dominan dalam tata bahasa adalah kesalahan ben-tuk simple past tense.Kata kunci: kesalahan, tulisan naratif
Islamic Values in Syahadat Cinta Novel by Taufiqurrahman Al-Azizy Hariyani Hariyani
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 2, No 3: September 2014
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.449 KB)

Abstract

Nilai Keislaman dalam Novel Syahadat Cinta Karya Taufiqurrahman Al-AzizyAbstract: This study aimed to examine the Islamic values contained in the Syahadat Cinta novel by Taufiqurrahman Al-Azizy. The focus of this study were (1) the value of faith; (2) the value obedient worship; and (3) the value of good moral. Metode used in this research is interpretitif. The results of the study include three things. First, research the value of faith, are (1) the value of faith in God; (2) Faith in angels; (3) Faith in the Book of Allah; (4) Faith in the prophets and apostles; (5) Faith in the end; (6) Faith in the qada and qadar. Secondly, the research value of obedient worship are: (1) obey thaharah worship; (2) obey praying; (3) obey zakat; (4) obey the fasting; (5) devout hajj. Third, research on the value of good moral are (1) character to God; (2) character to yourself; (3) character to the family; (4) character to the neighbors and the community; and (5) character to the environment. The value of much revealed is the value of faith in God because this novel tells the story of the faith of a someone who emigrated from the wrong path toward the right path.Key Words: islamic values, novel Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti nilai keislaman yang terdapat dalam novel Syahadat Cinta karya Taufiqurrahman Al-Azizy. Fokus penelitian ini adalah (1) nilai keimanan; (2) nilai ketaatibadahan; dan (3) nilai keakhlakmuliaan. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah penelitian interpretitif. Hasil penelitian mencakup tiga hal. Pertama, penelitian nilai keimanan yaitu (1) nilai iman kepada Allah; (2) iman kepada malaikat; (3) iman kepada kitab Allah; (4) iman kepada nabi dan rasul;  (5) iman kepada hari akhir; (6) iman kepada qada dan qadar.  Kedua, penelitian nilai ketaatibadahan  yaitu (1) taat ibadah thaharah; (2) taat ibadah shalat; (3) taat ibadah zakat; (4) taat ibadah puasa; (5) taat ibadah haji . Ketiga, penelitian terhadap nilai keakhlakmuliaan yaitu (1) akhlak kepada Allah; (2) akhlak kepada diri sendiri; (3) akhlak kepada keluarga; (4) akhlak kepada tetangga dan masyarakat; dan (5) akhlak kepada lingkungan. Nilai yang banyak diungkap adalah nilai keimanan kepada Allah karena novel ini mengisahkan jalan keimanan seorang tokoh yang berhijrah dari jalan yang salah menuju jalan yang benar. Kata kunci: nilai keislaman, novel
Out-of-Class Activities Employed by Successful and Unsuccessful English Department Students Cayandrawati Sutiono; Ali Saukah; Suharmanto Suharmanto; Monica D.D. Oka
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 5, No 4: December 2017
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.878 KB) | DOI: 10.17977/um030v5i42017p188

Abstract

Abstract: This study aims at exploring the out-of-class activities employed by the successful and unsuccessful students of the English Department. The activities involve out-of-class general activities and out-of-class English learning activities. The general activities are categorized into academic activities, social activities, leisure activities, and part-time jobs, while the English learning activities are Self-In-struction, Naturalistic Language Learning and Self-Directed Naturalistic Language Learning. This study is qualitative in nature. It was done through (1) documents analysis, (2) in-depth interviews done one by one with the participants.Key Words: out-of-class activities, out-of-class general activities, out-of-class English learning activities, successful students, unsuccessful studentsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri aktivitas pembelajaran di luar kelas yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris yang sukses dan tidak sukses. Aktivitas tersebut terdiri dari aktivitas umum dan aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris. Pada aktivitas umum terdiri dari aktivitas akademis, aktivitas sosial, aktivitas santai, dan pekerjaan paruh waktu, sedangkan aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris adalah pembelajaran diri, Pembelajaran Bahasa Naturalistik, dan Pembelajaran Bahasa Naturalistik Acu Diri. Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui (1) analisis dokumen, (2) wawancara mendalam satu persatu dengan responden.Kata kunci: pembelajaran di luar kelas, aktivitas umum, aktivitas pembelajaran bahasa inggris, mahasiswa yang sukses, mahasiswa yang tidak sukses
Corporate Learning Preparing the Implementation of Corporate Strategy Agus Hekso Pramudijono
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 3, No 4: Desember 2015
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.714 KB)

Abstract

Abstract: At present there are needs to transform how organizations develops their human resources, to be more technological savy, efficient and implement alternative approach such as e-learning. Cor-porate e-learning provides the option for organizations to holds training anywhere, anytime and for anyone. By maximizing these facilities, organizations should be able to distribute training and critical information to multiple locations easily and conveniently. Thus, ensuring access of human capital development from work or even from home. This paper discusses the Electronic Learning Circles in FETA Learning Network in the light of corporate learning theory. According to the paper, the benefits of e-Learning are as follows ; 1) the substantial saving of resources from the elimination of travel ex-penses; 2) just-in-time access to timely information; 3) the creation of higher retention of content through personalized learning for the employees; 4) corporate e-Learning improve collaboration and interaction between students and lecturers; 5) online training is less intimidating than instructor-led courses.Key Words: corporate learning strategy, e-learning, cost efficient training, human capital developmentAbstrak: Sekarang ini kebutuhan suatu organisasi dalam transformasi pengembangkan sumber da-ya manusia, untuk lebih melek teknologi, efisien, adalah dengan alternatif  penerapan menggunakan pendekatan seperti e-learning. Corporate e-learning memberikan pilihan bagi organisasi untuk melaku-kan pelatihan di mana saja, kapan saja dan untuk siapa saja. Dengan memaksimalkan fasilitas ini, or-ganisasi mampu mendistribusikan pelatihan dan informasi penting untuk beberapa lokasi dengan mudah dan nyaman. Sebuah organisasi dapat memastikan akses dalam pengembangan sumber daya manusia dari tempat kerja atau bahkan dari rumah. Tulisan ini membahas Siklus Pembelajaran Elektronik pada Jaringan Belajar di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan tentang corporate learning theory. Hasil menunjukkan bahwa manfaat dari e-learning adalah sebagai berikut. 1) Penghematan besar sumber daya dari penghapusan biaya perjalanan. 2) Just-in-time akses ke informasi yang tepat waktu. 3) Tempat penyimpanan konten yang lebih besar untuk pembelajaran pribadi bagi karyawan. 4) Corporate e-learning meningkatkan kolaborasi dan interaksi antara mahasiswa dan dosen. 5) Pe-latihan online kurang mengintimidasi daripada program yang dipimpin oleh instruktur.Kata kunci: strategi pembelajaran perusahaan, e-learning, biaya pelatihan yang efisien, pengembang-an sumber daya manusia
Successful Learners’ Learning Strategies At The English Department Lalu Isnaeni Rahman; Fachrurrazy Fachrurrazy; Arwijati Wahyudi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 3, No 4: Desember 2015
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.468 KB)

Abstract

Abstract: This research was intended to find out learners’ learning strategies at the English Department of STKIP PGRI Blitar. The case study method was used to conduct the research about particular learners. Subjects were selected according to their score (GPA). Data were collected through note taking and interviewing. The researcher selected, simplified and organized the raw data which refer to the research problem being investigated, then data were displayed carefully. Findings show that successful learners employ different learning strategies. The basic key of success that can be drawn is that the more strategies the learners employ the more open the possibilities for success become. Key Words: language learning strategies, successful learner  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi belajar peserta didik Jurusan Bahasa Inggris STKIP PGRI Blitar. Metode studi kasus digunakan untuk melakukan penelitian tentang peserta didik tertentu. Subjek dipilih sesuai dengan nilai mereka (IPK). Data dikumpulkan melalui taking note dan wawancara. Peneliti memilah, menyederhanakan dan mengorganisir data mentah yang mengacu pada masalah penelitian yang diteliti, lalu data ditampilkan dengan hati-hati. Temuan menunjukkan bahwa peserta didik yang sukses adalah mereka yang menerapkan teknik strategi belajar yang berbeda. Kunci dasar keberhasilan yang dapat ditarik adalah bahwa semakin banyak strategi belajar yang di-gunakan kesempatan sukses akan menjadi lebih terbuka.Kata kunci: strategi pembelajaran bahasa, pelajar yang sukses
Teachers’ Learning act which Develop the Students’ Creativity Moh. Irtadji
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 2, No 1: Maret 2014
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.64 KB)

Abstract

Tindak Pembelajaran Guru yang Menumbuhkembangkan Kreativitas SiswaAbstract: The focus of this research is how the action of teachers learning that increase creativity of students. Research using qualitative approach, the type of basic or generic. The results showed that the form action of teacher learning fosters student creativity is creating an environment of psychologi-cal safety and free learning by using a variety of learning methods. Form of action teacher is giving acceptance and trust, provide challenges, provides an opportunity to express and appreciate feelings and thoughts, giving free rein to initiative and work to students. Key Words: action of teacher learning , students‘ creativity, elementary school Abstrak : Fokus penelitian ini adalah bagaimana tindak pembelajaran guru yang menumbuhkembang-kan kreativitas siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis basic or generic. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa bentuk tindak pembelajaran guru yang menumbuhkembangkan kreativi-tas siswa adalah menciptakan lingkungan psikologis pembelajaran yang aman dan bebas dengan menggunakan beraneka ragam metode pembelajaran. Bentuk tindakan guru adalah memberikan peneri-maan dan kepercayaan, memberikan tantangan, memberikan kesempatan mengekspresikan dan menga-presiasi perasaan dan pikiran, memberi kebebasan untuk berprakarsa dan berkarya kepada siswa. Kata kunci : tindak pembelajaran guru,  kreativitas siswa, sekolah dasar

Page 10 of 30 | Total Record : 294