cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sains
ISSN : 24423904     EISSN : 24423904     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Sains (JPS) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan sains baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Sains (JPS) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-9117.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
TAI Cooperative Learning and Motivation Puzzle Game in Improving Learning and Understanding of Mathematical Concepts Any Herawati
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 2: Juni 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.078 KB) | DOI: 10.17977/jps.v1i2.4155

Abstract

Pembelajaran Kooperatif TAI dan Game Puzzle dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Pemahaman Konsep Matematika Abstract: This study describes the design and implementation of cooperative learning Individualized Assisted Team (TAI) and a puzzle game in enhancing learning motivation and understanding of the concept of function composition and inverse function in SMA Negeri 3 Malang. This research is a mix of classroom action research approach, which occurred in three cycles. Subjects used in this study were students of class XI IPA 1 in the second semester of academic year 2011/2012 in SMAN 3 Malang, amount to 33 students, consisting of 13 male students and 20 students of Women. The Data in the form of learning motivation and understanding of the concept of student learning. The results showed that cooperative learning TAI and puzzle games can increase learning motivation and understanding of mathematical concepts, and learning is divided into nine stages, namely (1) The preparatory phase which includes the preparation of the material, determining base score, and the formation of the group, (2) the stage of presentation of the material, (3) individual learning phase, (4) the stage of the study group, (5) a class discussion stage, (6) stage individual tests, (7) the application of teaching materials puzzle games, (8) the award stage group, and (9) the teacher gives final test (daily test) in accordance with the prescribed competencies. Students 'motivation increased from cycle to cycle, students' response to cooperative learning TAI and puzzle games are very positive. Key Words: cooperative learning TAI, motivation to learn, puzzle game, understanding the concept Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualized (TAI) dan game puzzle dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep fungsi komposisi dan fungsi invers di SMA Negeri 3 Malang. Penelitian ini merupakan pene-litian tindakan kelas dengan pendekatan mix research, yang terjadi dalam tiga siklus. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012 SMA Negeri 3 Malang yang berjumlah 33 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Data berupa motivasi belajar dan pemahaman konsep belajar siswa. Hasil penelitian me-nunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif TAI dan game puzzle dapat meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep matematika, dan pembelajaran tersebut terbagi dalam sembilan tahap, yaitu (1) tahap persiapan yang meliputi persiapan materi, menentukan skor dasar, dan pembentukan kelompok, (2) tahap penyajian materi, (3) tahap belajar individual, (4) tahap belajar kelompok, (5) tahap diskusi kelas, (6) tahap tes individu, (7) penerapan bahan ajar game puzzle, (8) tahap penghargaan ke-lompok, dan (9) guru memberi tes akhir (ulangan harian) sesuai dengan kompetensi yang ditentukan. Motivasi belajar siswa meningkat dari siklus ke siklus, respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif TAI dan game puzzle adalah sangat positif. Kata kunci: pembelajaran kooperatif TAI, motivasi belajar, game puzzle, pemahaman konsep
Kebutuhan Pengembangan Media Audio Visual Pokok Bahasan Sintesis Protein Untuk SMA Ima Nurani; Muh. Amir Masruhim; Evie Palenewen
Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 2: Juni 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.422 KB) | DOI: 10.17977/jps.v4i2.8181

Abstract

Abstract: The aim of this study is to obtain 1) description of the use of learning media as teaching resource on biology learning process that has been happening in the field, 2) the views and constraints faced by teachers in the field for delivering protein synthesis subject, 3) formulation of learning media that needs to be developed on biology learning of protein synthesis subject. The observation result from teacher’s needs assessment that analyzed using descriptive qualitative indicated that 1) the use of learning media as teaching resource on biology learning process has not done optimally. There are constraints in delivery of material, especially abstract material, 2) the protein synthesis subject is a difficult subject, in its delivery, teachers need media that can visualize the process of protein synthesis for twelfth grade and explain it in detail and correctly so there is no misconception of students towards protein synthesis subject, and 3) the learning media that needs to be developed in biology learning of protein synthesis subject is in the form of audio-visual media.Key Words: needs assessment, media, audiovisual, protein synthesisAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh 1) gambaran penggunaan media pembelajaran sebagai sumber ajar pada proses pembelajaran biologi yang selama ini terjadi di lapangan, 2) pandangan dan kendala yang dihadapi para guru di lapangan terhadap penyampaian pokok bahasan sintesis protein, 3) rumusan media pembelajaran yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran biologi pokok bahasan sintesis protein. Hasil observasi kebutuhan guru yang dianalisis secara deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa 1) penggunaan media pembelajaran sebagai sumber ajar pada proses pembelajaran biologi selama ini belum dilakukan secara maksimal. Terdapat kendala penyampaian materi terutama materi yang bersifat abstrak, 2) pokok bahasan sintesis protein merupakan materi yang sulit. Dalam penyampaiannya, guru membutuhkan media yang dapat memvisualisasikan proses dan menjelaskannya secara detail dan benar sehingga tidak terjadi miskonsepsi siswa terhadap pokok bahasan sintesis protein, dan 3) media pembelajaran yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran biologi pokok bahasan sintesis protein adalah berupa media audio visual.Kata kunci: analisis kebutuhan, media, audiovisual, sintesis protein
Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII) type Classwide Peer Tutoring (CWPT) and Academics Ability of Natural Science-Biology in Vocational High School Hamsiah Hamsiah
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 3: September 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.429 KB) | DOI: 10.17977/jps.v1i3.4173

Abstract

Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII) tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT)dan Kemampuan Akademik pada Pembelajaran IPA Biologi SMK Abstract: Learning science in SMK 1 Bontang still dominated by conventional learning strategy is a method of learning with lecture. This has an impact on learning outcomes of cognitive science that tends biology is still low because the students have not been trained become independent learners, thus learning innovation PMII CWPT types can be used as a breakthrough to develop the cognitive learning. This study was conducted to determine the application CWPT strategies and academic skills in science teaching vocational Biology. Quasi-experimental research with pretest-posttest design Nonequivalent Control Group. Results of the study, namely: (1) there CWPT effect on the cognitive learning, (2) no influence academic ability to cognitive learning outcomes, and (3) there is no interaction effect between learning strategy and the academic ability toward the cognitive learning. Key Words: peer-mediated instruction and intervention, classwide peer tutoring, academic skills, cognitive learning outcomes Abstrak: Pembelajaran IPA di SMKN 1 Bontang masih didominasi dengan strategi belajar konvensio-nal yaitu metode belajar dengan ceramah. Hal ini berdampak terhadap hasil belajar kognitif IPA biolo-gi yang cendrung masih rendah karena siswa belum terlatih menjadi pebelajar yang mandiri, sehingga inovasi pembelajaran PMII tipe CWPT dapat digunakan sebagai terobosan untuk mengembangkan  hasil belajar kognitif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan strategi CWPT dan kemam-puan akademik pada pembelajaran IPA Biologi SMK. Penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest Nonequivalent Control Group. Hasil penelitian, yaitu: (1) ada pengaruh CWPT ter-hadap hasil belajar kognitif,  (2) ada  pengaruh  kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif, dan (3) tidak ada  pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan kemampuan akademik terhadap  hasil belajar kognitif.Kata kunci: peer mediated instruction and intervention, classwide peer tutoring, kemampuan aka-demik, hasil belajar kognitif
"Diklastri" Model As Alternative to Improve the Quality of Vocational High School Graduates Yoto Yoto
Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 3: September 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.791 KB) | DOI: 10.17977/jps.v2i3.4505

Abstract

Model “Diklastri” Sebagai Alternatif Meningkatkan Mutu Lulusan SMK Abstract: Link and match policies implemented by SMK with various shapes and models. “Industrial Education Class “ model is one form of manifestation of the link and match policy, which is a model of the implementation of vocational education is arranged and agreed upon by the school and industry. Students receive education in schools in the form of normative subjects, adaptive and basic vocational. While in industry, students working directly in the field carrying out appropriate jobs in the industry. Education system arranged in layers with the block system, planned, implemented, and supervised by the school and industry separately or together. This model combines the learning-oriented vocational training in schools and learning experiences related to working in the industry. Work learning experience provided to students must be in accordance with the program of study and career goals of students. The integration of vocational training in the school and experience working in the industry will form the character of students to be responsible, disciplined and enjoys the work, so that “Industrial Education Class” model able to improve the quality of vocational graduates.Key Words: industrial class, quality of graduates, SMK Abstrak: Kebijakan link and match  dilaksanakan olek SMK dengan berbagai ragam bentuk dan model. Model “Pendidikan Kelas Industri” adalah salah satu bentuk perwujudan dari kebijakan link and match, yaitu suatu model pelaksanaan pendidikan kejuruan yang diatur dan disepakati oleh sekolah dan industri. Peserta didik  menerima pendidikan di sekolah berupa mata pelajaran normatif, adaptif dan dasar kejuruan. Sedangkan di industri peserta didik bekerja langsung di lapangan sesuai pekerjaan yang ada. Sistem pendidikan diatur secara berlapis dengan sistem blok, direncanakan, dilaksanakan dan disupervisi oleh sekolah dan industri secara terpisah atau bersama-sama. Model ini memadukan antara pembelajaran yang berorientasi pada latihan kerja di sekolah dan pengalaman belajar dengan bekerja di industri. Pengalaman belajar dan bekerja yang diberikan kepada peserta didik harus sesuai dengan program studi dan tujuan karir peserta didik. Keterpaduan pengalaman latihan kerja di sekolah dan bekerja di industri akan membentuk karakter peserta didik untuk bertanggung jawab, disiplin dan menyenangi pekerjaan, sehingga model “Pendidikan Kelas Industri” mampu me-ningkatkan mutu lulusan SMK.  Kata kunci: kelas industri, mutu lulusan, SMK
Achievement Motivation, Critical Thinking Skills, and Reading Comprehension Correlation with Scientific Literacy among Senior High School Students Sri Wahyuni; Mieke Miarsyah; Adisyahputra Adisyahputra
Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 2: June 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.535 KB) | DOI: 10.17977/jps.v6i2.11680

Abstract

Abstract: This research seeks to explore the relationship among achievement motivation, critical thinking skills, and reading comprehension ability with science literacy ability of high school students. The data is the entire students of X graders at high school. Based on data analysis, the coefficient correlation between X1 with Y is 0,811, the correlation coefficient between X2 with Y is 0,846 and correlation coefficient between X3 with Y is  0,686. The achievement motivation, critical thinking skills, and reading comprehension ability contribute 0.856 to the scientific literacy skill. Therefore, it can be concluded that achievement motivation, critical thinking skills, and reading comprehension correlate with scientific literacy skill. Key Words: achievement motivation, critical thinking skills, reading comprehension ability, comprehension, scientific literacyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi, kemampuan berpikir kritis dan kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan literasi sains siswa SMA. Populasi penelitian seluruh siswa kelas X SMA. Berdasarkan analisis data koefisien korelasi. Secara bersama motivasi berprestasi, kemampuan berpikir kritis dan kemampuan membaca pemahaman siswa berkontribusi sebesar 0,856 pada kemampuan literasi sains siswa SMA. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan motivasi berprestasi, kemampuan berpikir kritis dan kemampuan membaca pemahaman dengan literasi sains. Analisis lebih lanjut menunjukkan hubungan yang positif. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa motivasi berprestasi, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan membaca pemahaman meningkatkan literasi sains siswa.Kata kunci: motivasi berprestasi, kemampuan berpikir kritis, kemampuan membaca, pemahaman, literasi sains
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Salingtemas dan Inkuiri Terbimbing untuk Membentuk Pemahaman Terintegrasi Peserta Didik SMP Laila Khusnah; Ibrohim Ibrohim; Abdul Ghofur
Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 4: Desember 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.862 KB) | DOI: 10.17977/jps.v3i4.8125

Abstract

Abstract: This research aims at (1) producing the science instructional materials for SMP based on salingtemas and guided inquiry to build the integrated understanding; (2) discovering the validity and reliability levels of the instructional materials, namely Syllabus, Lesson Plans (RPP), Assessment Instruments, and Students’ Worksheet (LKPD). This research used development research design 4D model suggested by Thiagarajan and limited only to the development level. The developed instructional materials are validated by the expert of instructional materials, the expert in the subject, the science teacher, then, the learning device tested on eight graders of SMPN 2 Jember to discover the readability of LKPD. The validation test result from all validators showed that the science instructional materials based on the salingtemas and guided inquiry have categorized as valid. The readability evaluative result showed that the LKPD can be used in learning process, and the totality the science instructional materials based on salingtemas and guided inquiry effectively used on learning process.Key Words: instructional materials, integrated understanding, salingtemas, guided inquiryAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA di SMP berbasis salingtemas dan inkuiri terbimbing untuk membentuk pemahaman terintegrasi dan mengetahui tingkat validitas dan kelayakan produk perangkat pembelajaran yang berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), instrumen penilaian, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan model 4D dari Thiagarajan, yang dibatasi hanya sampai pada tahap develop. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan divalidasi oleh ahli perangkat pembelajaran, ahli materi dan guru IPA, kemudian diujicobakan pada peserta didik kelas VIII SMPN 2 Jember untuk mengetahui aspek keterbacaan LKPD. Hasil validasi dari seluruh validator menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran IPA berbasis salingtemas dan inkuiri terbimbing memiliki kategori layak/valid. Hasil penilaian keterbacaan menunjukkan bahwa LKPD dapat digunakan dalam pembelajaran dan perangkat pembelajaran IPA berbasis salingtemas dan inkuiri terbimbing efektif dapat digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: perangkat pembelajaran, pemahaman terintegrasi, salingtemas, inkuiri terbimbing
Development of Instructional Materials for Electrochemical Module Class XII Science High School Students with Guided Inquiry Learning Approach Lilik Fatmawati
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 2: Juni 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.898 KB) | DOI: 10.17977/jps.v1i2.4164

Abstract

Pengembangan Bahan Ajar Modul Elektrokimia untuk Siswa SMA Kelas XII IPA dengan Pendekatan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Abstract: The aim of this study was to determine the feasibility and effectiveness of the electrochemical module for high school students of class XII results of development. Electrochemical module of the development consists of two learning activities, ie to the material Volta cells and electrolysis cells for the material. Results of the assessment by two chemistry lecturer, State University of Malang and two chemistry teachers XII as an expert content / learning material for eligibility contents was 92.9%, for eligibility and completeness of presentation is 91.1%, and for the eligibility of language is 92.3% , which is classified as very feasible criteria. Overall the average value was 92.1 feasibility. Effectiveness module is indicated by the results of the development of perception and student learning outcomes. Students' perceptions obtained from student assessment results to module development. In the limited field trials obtained average value is 81.8 for all aspects of the maximum value of 100. Obtaining the average value of student learning outcomes for the cognitive aspect is 83.3, for the affective aspect is 82.3, and for the psychomotor aspect is 83.8 out of 100. The maximum value of the overall results of the study showed that the electrochemical module for high school students Class XII Science development results are very decent and very effectively used in the learning process. Key Words: guided inquiry, electrochemical module, model 4-D Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan, dan keefektifan modul elektrokimia untuk siswa SMA kelas XII hasil pengembangan. Modul Elektrokimia hasil pengembangan terdiri dari dua kegiatan belajar, yaitu untuk materi sel Volta dan untuk materi sel elektrolisis. Hasil penilaian oleh dua dosen kimia Universitas Negeri Malang dan dua guru kimia kelas XII sebagai ahli isi/materi pem-belajaran untuk kelayakan isi adalah 92,9%, untuk kelayakan dan kelengkapan penyajian adalah 91,1%, dan untuk kelayakan kebahasaan adalah 92,3%, yang tergolong kriteria sangat layak. Secara keseluruhan rata-rata nilai kelayakan tersebut adalah 92,1. Efektifitas modul hasil pengembangan ditunjukkan oleh persepsi dan hasil belajar siswa. Persepsi siswa diperoleh dari penilaian siswa terhadap modul hasil pengembangan. Pada ujicoba lapangan terbatas diperoleh nilai rata-rata untuk seluruh aspek adalah 81,8 dari nilai maksimum 100. Perolehan rata-rata nilai hasil belajar siswa untuk aspek kognitif adalah 83,3, untuk aspek afektif adalah  82,3, dan untuk aspek psikomotorik adalah 83,8 dari nilai maksimum 100. Hasil keseluruhan penelitian menunjukkan bahwa Modul Elektrokimia untuk siswa SMA Kelas XII IPA hasil pengembangan sangat layak dan sangat efektif digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: inkuiri terbimbing, modul elektrokimia, model 4-D
NHT Type Assisted Cooperative Learning with Multimedia Referring to Cognitive Load Theory to Improve Learning Outcomes Yul Pendri
Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1: Maret 2014
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.005 KB) | DOI: 10.17977/jps.v2i1.4496

Abstract

Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Berbantuan Multimedia Mengacu pada Cognitive Load Theory untuk Meningkatkan Hasil BelajarAbstract: This study aims to determine the application of cooperative learning Numbered Head To-gether (NHT) with multimedia-assisted cognitive load refers to the theory that can improve mathematics learning outcomes. The study design was a class action research conducted by 2 cycles. Each cycle consists of 3 sessions or 6 x 35 minutes. Research subjects fifth grade students of SDN 124/IV Jambi with 32 students. Implementation cycles through three stages, namely the initial activity/apperception, core activities include; (1) numbered, (2) questioning, (3) heads together, (4) answering, and closing activities. Each stage accompanied by a power point slide show as a supporting medium to convey information. The results showed that the students are able to participate actively in the learning, increasing curiosity, build self-confidence, social interaction among students increased, the emergence of a sense of responsibility to the individual, as well as good cooperation in the understanding of knowledge.Key Words: cooperative learning numbered head together, multimedia, cognitive load theory, learning outcomesAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif numbered head together (NHT) dengan berbantuan multimedia mengacu pada cognitive load theory yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan atau 6 x 35 menit. Subjek penelitian siswa kelas V SDN 124/IV Jambi yang berjumlah 32 siswa. Pelaksanaan siklus melalui tiga tahapan, yakni kegiatan awal/ apersepsi, kegiatan inti meliputi; (1) numbered, (2) questioning, (3) heads together, (4) answering, dan kegiatan penutup. Setiap tahapan diiringi tampilan slide power point sebagai media pendukung menyampaikan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, meningkatnya rasa ingin tahu, membangun kepercayaan diri, interaksi sosial antar siswa meningkat, timbulnya rasa tanggungjawab terhadap individu, serta terjalinnya kerjasama yang baik dalam memahami pengetahuan. Kata kunci: pembelajaran kooperatif numbered head together, multimedia, cognitive load theory, hasil belajar
THE COTRIBUTION OF UNIVERSIRTY AS AN AGENT OF DUAL EDUCATION SYSTEM (PSG) TO SMK STUDENT’S INDUSTRY PRACTICE (PRAKERIN) Paul Igunda Machumu; Haris Anwar Syafrudie; Aji Prasetya Wibawa
Jurnal Pendidikan Sains Vol 5, No 4: December 2017
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.241 KB) | DOI: 10.17977/jps.v5i4.10001

Abstract

Abstract: One of the newest and most well-known training patterns for developing students career in terms of skills and knowledge is Dual Education System. This gives an opportunity for the student to attend for the real practical work in the real environment where learning is the real task and activities which equip students with the required skills and knowledge. These tasks and activities are really done in industrial work practices areas where they provide the knowledge appropriate on the student’s field of expertise. One the industrial practices areas are Universities. A survey was conducted using a questionnaire consisting of eight aspects which include: the implementations of the industrial practices (Prakerin). Based on school and students preparation, the resemblance of material provided theoretically and practically, supervision and monitoring students activities, facilities in the industrial practices area, students creativity and initiative, cooperation, students’ discipline and attendance, students achievement and lastly student’s readiness on doing industrial practices (Prakerin).The survey results show that there is the effectiveness of dual education system program on vocational students’ industry practices (Prakerin) in Universities.Key Words: dual education system, industrial practices area/placeAbstrak: Salah satu pola pelatihan terbaru dan paling terkenal untuk mengembangkan karir siswa dalam hal keterampilan dan pengetahuan adalah Pendidikan Sistem Ganda. Hal ini memberi kesempatan bagi siswa untuk berada dalam kerja praktek nyata di lingkungan yang sebenarnya dimana pembelajaran adalah tugas dan aktivitas nyata yang membekali siswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan. Tugas-tugas dan kegiatan tersebut dilakukan di praktek kerja industri di mana mereka memberikan pengetahuan yang tepat di bidang keahlian siswa. Salah satu tempat praktik industrinya adalah Universitas. Sebuah survei dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari delapan aspek yang meliputi: implementasi praktik industri (Prakerin). Berdasarkan persiapan sekolah dan siswa, kemiripan materi yang diberikan secara teoritis dan praktis, pengawasan dan monitoring kegiatan sis-wa, fasilitas pada tempat praktek industri, kreatifitas dan inisiatif siswa, kerjasama, disiplin dan kehadiran siswa, serta prestasi siswa dan yang terakhir adalah kesiapan siswa dalam melaksanakan praktek industri (Prakerin). Hasil survei dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada keefektifan program pendidikan sistem ganda pada praktik industri siswa SMK (Prakerin) di Perguruan Tinggi.Kata kunci: pendidikan sistem ganda, praktik kerja industri
Efektivitas Model Siklus Belajar 5E terhadap Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Akmal Gazali; Arif Hidayat; Lia Yuliati
Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 1: Maret 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.45 KB) | DOI: 10.17977/jps.v3i1.4833

Abstract

Abstract: This study aims at investigating the effectiveness of 5E Learning Cycle towards science process skill and critical thinking skill compare to the EEC (Exploration, Elaboration, Confirmation) strategy, and examining the relation between science process skill and critical thinking skill. This study was a semi-experimental study with posttest-only control group design. The population of this study was an Eight Graders of Junior High School 1 Batukliang Utara and it used simple random sampling technique. The data obtained were used test and observation sheets. Further, the data were analysed using descriptive statistics and t-test testing inferential parametric and product moment correlation. The result of this study showed: (1) students’science process skill is higher in 5E Learning Cycle compare to EEC, (2) students’ critical thinking skill is higher in 5E Learning Cycle compare to EEC, (3) students’science process skill is positively and significantly correlated with students critical thinking skill in 5E Learning Cycle. Key Words: 5E learning cycle, science process skill, critical thinking skillAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model siklus belajar 5E terhadap keterampil-an proses sains dan kemampuan berpikir kritis dibanding strategi EEK, dan mengetahui hubungan antara keterampilan proses sains dengan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain posttest-only control group. Populasi penelitian adalah siswa ke-las VIII di SMPN 1 Batukliang Utara. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial parametrik uji t-test dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterampilan proses sains siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar 5E lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan strategi EEK, (2) kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar 5E lebih tinggi di-bandingkan dengan siswa yang belajar dengan strategi EEK, (3) ada hubungan yang signifikan dan positif antara keterampilan proses sains dengan kemampuan berpikir kritis pada siswa yang belajar menggunakan model siklus belajar 5E.Kata kunci: model siklus belajar 5E, keterampilan proses sains, kemampuan berpikir  kritis