cover
Contact Name
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia
Contact Email
jpoi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpoi@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Banaran, Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia
ISSN : -     EISSN : 31245994     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia includes articles derived from the results of community service that have themes in sports science, physical activity, public health, recreational sports, and traditional games that have never been published by other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Penerapan Ilmu Biomekanika Olahraga Dalam Peningkatan Performa Atlet: Penguatan Kompetensi Praktisi dan Akademisi di Laboratorium Sports Science Safina Azzahra; Bambang Kridasuwarso; Suratmin; Tommy Soenyoto; Abdul Aziz Hakim
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.62025

Abstract

This community service activity aims to enhance the competencies of sports practitioners and academics in understanding and applying the science of biomechanics to support improvements in athlete performance through the use of technology at the Sports Science Laboratory. The method employed was a participatory observation approach. The activity was held over two days and involved 30 participants from various universities in Indonesia. The first day of the event consisted of three sessions: a presentation on the benefits of biomechanics for coaches, academics, and sports instructors; sports motion modeling using Artificial Intelligence (AI) and Computer Fusion; and the theory of biomechanical feedback in sports skill acquisition. Each session lasted 75 minutes, comprising 45 minutes of presentation and 30 minutes of discussion, with an active participant engagement rate of 16.7%. The second day focused on demonstrations and hands-on practice with biomechanical instruments, including a body analyzer, 3D motion analysis, gait analysis, electromyography (EMG), Smart Speed, Contemplas CMJ, HumanTrak, and APECS. The results of the activity showed that the combination of lecture-based instruction and laboratory practice was effective in strengthening participants’ understanding of motion analysis, the interpretation of biomechanical data, and the application of technology in performance evaluation and injury prevention for athletes. However, this activity still had limitations regarding the number of participants and did not utilize standardized evaluation instruments. Therefore, similar activities need to be developed with a broader participant base and more comprehensive evaluation methods.
Penguatan Kompetensi Guru dan Pelatih Melalui Para Throwball Adaptif Berbasis Kolaborasi Tiga Pilar Deddy Whinata; Febriani Fajar Ekawati; Tri Winarti Rahayu; Ismaryati; Budhi Satyawan; Bambang Wijanarko; Muhammad Endra Sukmana
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.62423

Abstract

This community engagement program aimed to strengthen the capacity of special school teachers and disability-sport coaches through an adapted Para Throwball program based on a Three-Pillar collaboration involving special school teachers, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia coaches, and athletes with disabilities. The program employed a participatory approach consisting of five stages: initial coordination, development of adapted media and instructional modules, theoretical workshop, collaborative field practice, and monitoring and evaluation. Eighteen participants were involved, including six students with disabilities, two special school teachers, two coaches, and eight athletes with disabilities. The intervention used soft-foam balls, an adjustable portable net, and a task-analysis-based instructional module integrated with video tutorials. Evaluation indicated an aggregate 74.5% increase in teachers' and coaches' understanding of instructional and tactical content, exceeding the 70% program target. Athletes served as role models and enhanced learning experiences, while coaches bridged technical and tactical knowledge with school-based instruction. The program demonstrates potential for strengthening an adapted sport ecosystem from school participation toward disability sport development. However, because individual pre-test and post-test scores were not fully available, the 74.5% figure is treated as an aggregate achievement rather than evidence of statistical significance. Future programs should employ validated instruments, larger samples, and longitudinal follow-up.
Peningkatan Kompetensi Pelatih Tenis Lapangan Melalui Integrasi Teknologi Court Footwork dan Pendekatan Latihan Konvensional Dwinda Abi Permana; Dwi Kurnia Shandy; Weda; Rendhitya Prima Putra
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.62856

Abstract

Footwork menjadi salah satu keterampilan dasar yang memiliki peran penting dalam menunjang performa pemain tenis lapangan. Kemampuan mengatur pola langkah secara cepat, tepat, dan efisien diperlukan agar atlet mampu menjangkau berbagai area lapangan serta mempertahankan keseimbangan selama permainan. Namun, praktik kepelatihan di lapangan masih menunjukkan adanya ketergantungan pada metode latihan konvensional yang dilakukan secara berulang tanpa dukungan teknologi, sehingga proses latihan berpotensi menjadi monoton dan perkembangan kemampuan atlet belum terdokumentasi secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelatih tenis lapangan dan guru olahraga melalui penerapan aplikasi Agile Court (AC) yang diintegrasikan dengan metode latihan konvensional. Program melibatkan 20 peserta dan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi, lokakarya, demonstrasi penggunaan aplikasi di lapangan, praktik langsung, serta pendampingan. Evaluasi program dilakukan melalui observasi kinerja dan pengukuran pretest-posttest untuk mengetahui perubahan pemahaman pedagogis peserta serta perkembangan kemampuan kelincahan atlet selama proses pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan footwork setelah penerapan pendekatan integratif. Nilai rata-rata kelincahan meningkat dari 4,8 pada tahap awal menjadi 7,6 setelah pelaksanaan program, yang menunjukkan peningkatan sebesar 47%. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa integrasi aplikasi Agile Court dengan metode latihan konvensional mampu memberikan alternatif pendekatan kepelatihan yang lebih sistematis, interaktif, dan terukur. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi olahraga dalam proses kepelatihan dapat mendukung peningkatan kompetensi pelatih dan guru olahraga serta berkontribusi terhadap optimalisasi kemampuan gerak dan performa atlet tenis lapangan  
Penguatan Deep Learning Melalui Permainan Tradisional Ketapel Berbasis Kids Fun Bagi Siswa Madrasah Fajar Awang Irawan; Sugiarto; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Safina azzahra; Agil Kusuma Wardhana
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.63183

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penguatan deep learning melalui permainan tradisional berbasis kids fun bagi siswa. Metode yang digunakan melalui materi literasi budaya dan praktik langsung permainan tradisional, siswa diharapkan mampu memahami materi yang diberikan melalui praktik praktik pembelajaran permainan tradisional dan permainan yang menyenangkan. Pendekatan ini juga bertujuan untuk membantu lembaga pendidikan dalam membantu siswa untuk lebih berinisiasi dan berfikir kritis untuk menganalisa lebih dalam pada materi yang diberikan. Kegiatan ini selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ketiga yaitu Good Health and Well-being yang menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan setiap individu dan pelestarian budaya. Selain itu kegitan ini juga mendukung visi pembangunan Indonesia melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia memposisikan penguatan sumber daya manusia unggul sebagai prioritas strategis. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pemberian penguatan deep learning melalui permainan ketapel mengembangkan keterampilan motorik, koordinasi mata-tangan, dan fokus siswa. Pendekatan kids fun dan deep learning terbukti efektif mendorong partisipasi aktif serta menginternalisasi nilai karakter seperti kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam suasana yang menyenangkan. Pengabdian ini memiliki keterbatasan pada durasi praktik mandiri per siswa. Selain itu, pengukuran peningkatan keterampilan masih bersifat observasi kualitatif dan belum menggunakan instrumen baku. Pengabdian selanjutnya disarankan untuk menggunakan instrumen penilaian kuantitatif (pre-test dan post-test) guna mengukur hasil secara objektif. Disarankan juga untuk menyediakan modifikasi alat ketapel dengan berbagai ukuran yang disesuaikan dengan postur tubuh anak.

Page 4 of 4 | Total Record : 34