cover
Contact Name
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia
Contact Email
jpoi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpoi@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Banaran, Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia
ISSN : -     EISSN : 31245994     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia includes articles derived from the results of community service that have themes in sports science, physical activity, public health, recreational sports, and traditional games that have never been published by other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Pelestarian Tradisional Rangku Alu Melalui Sosialisasi Permainan Rakyat Di Sekolah Agil Kusuma Wardhana
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.27753

Abstract

Olahraga dan Permainan tradisional merupakan bentuk kegiatan yang telah berkembang dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat sejak zaman dahulu kala, pada zaman kerajaan dan mengalami alkulturasi pada jaman  penjajahan. Permainan  tradisional  yang  diwariskan  secara  turun  temurun  memiliki  banyak  sekali manfaatnya disamping melestarikan  budaya  dan  sebagai  karakter bangsa, juga untuk kesenangan  bermain bagi  pemainnya,  kemudian  juga  bermanfaat  bagi  perkembangan  psikologis, meningkatkan  kreativitas, kelincahan,  motivasi,  dan  juga  sebagai  sarana  olahraga  untuk  meningkasaranatkan  kebugaran  jasmani. Rangku Alu merupakan salah satu permainan tradisional yang menggunakan bambu sebagai peralatan dalam permainannya. Permainan ini berasal Manggarai, Nusa Tenggara Timur. SMA Islam Hidayatullah merupakan  salah  satu SMA yang minat  siswanya banyak tertarik  dalam  memainkan  olahraga  tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Participatory Research. Participatory Research yaitu peneliti berkolaborasi langsung dengan subjek penelitian untuk memahami, mengevaluasi, atau mengembangkan suatu kegiatan, solusi, atau pengetahuan.  Tujuan  dari  kegiatan  ini  adalah  menjadikan  stimulus  agar olahraga  tradisioinal  bisa  terus  dimainkan  oleh  anak-anak  disekolah  sehingga  olahraga  tradisional  tidak dilupakan dan bisa terus dilestarikan. Dengan demikian, permainan rangku alu mulai disentuh kembali untuk bermain dan dilestarikan kembali.
Bekel Jadi Getengan: Inovasi Permainan Tradisional Untuk Motorik Anak Safina Azzahra
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v1i2.27767

Abstract

Permainan getengan adalah salah satu permainan tradisional anak-anak Indonesia yang mirip atau setara dengan permainan bekel, baik dari segi cara bermain maupun alat yang digunakan. Dalam permainan ini, anak-anak menggunakan benda kecil seperti batu pipih, atau biji-bijian untuk melakukan gerakan lempar-tangkap sambil mengambil benda-benda tersebut sesuai urutan tertentu, perbedaannya terletak pada gaco. Permainan bola bekel menggunakan gaco bola karet dipantulkan ke lantai sedangkan permainan getengan menggunakan biji tanpa memantulkan ke lantai. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah observasi partisipatif. Pada pengabdian ini peneliti terlibat secara aktif kepada subjek untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan pemahaman terhadap permainan getengan. Pengabdian ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Mei 2025 di SMA Hidayatullah Kota Semarang. Sasaran kegiatan pengabdian ialah siswa kelas 11 SMA Hidayatullah Kota Semarang. Permainan getengan mengajarkan anak untuk mengingat alur permainan yang terbagi dalam beberapa tahap seraya menyusun strategi supaya gaco tidak jatuh sebelum anak berhasil mengambil biji saat permainan berlangsung. Ketika anak melempar bola dan menangkap bola, aspek fisik motorik yang terstimulus terlihat dalam permainan getengan. Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi partisipatif di lembaga SMA Hidayatullah Kota Semarang permainan tradisional getengan memiliki manfaat dalam mengasah keterampilan fisik motorik pada anak, beberapa aspek motorik yang terkandung dalam permainan getengan ialah koordinasi mata tangan (hand-eye coordination), kecepatan reaksi, keseimbangan, dan akurasi.
Antusiasme Warga Desa Tanjungsari dalam Mengikuti Kegiatan Senam Aerobik yang Dipandu Mahasiswa UNNES Giat 12 Agil Kusuma Wardhana; Ninuk Sulistiyowati
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.32318

Abstract

Kegiatan senam aerobik merupakan salah satu bentuk olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta mempererat interaksi sosial di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat antusiasme masyarakat Desa Tanjungsari dalam mengikuti kegiatan senam aerobik yang dilaksanakan selama program Giat 12 Universitas Negeri Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah demonstrasi, dokumentasi, dan pencatatan presensi sebagai alat pengumpulan data. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan senam aerobik rutin yang dipimpin oleh mahasiswa Giat 12 Universitas Negeri Semarang. Hal ini mencerminkan respons positif dan ketertarikan warga terhadap kegiatan tersebut. Faktor-faktor yang mendorong antusiasme warga antara lain adalah kesadaran akan pentingnya kesehatan, metode senam yang menyenangkan, serta suasana kekeluargaan yang tercipta selama kegiatan berlangsung.
Implementasi Demonstrasi Permainan Tradisional Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningatkan Kompetensi Sosial dan Kultural Siswa Safina Azzahra; Raehan Fathur Farhanu; Arfian Kurnianto; Angga Septiyanto; Sutirto
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33556

Abstract

Modernisasi dan perkembangan teknologi digital telah menggeser minat anak-anak dari permainan tradisional menuju permainan berbasis gawai, sehingga berpengaruh pada menurunnya interaksi sosial dan kesadaran budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sosial dan kultural siswa melalui demonstrasi permainan tradisional di SDN Rejosari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif, dengan tahapan sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung tiga permainan tradisional, yaitu bakiak, lari balok, dan lompat tali. Subjek kegiatan adalah 49 siswa kelas 4 dengan rentang usia 9–10 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa permainan tradisional mampu menumbuhkan kerja sama, disiplin, sportivitas, serta kepercayaan diri dari aspek sosial. Dari aspek kultural, siswa dikenalkan kembali pada nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Kesimpulannya, permainan tradisional dapat dijadikan media pembelajaran kontekstual yang menyenangkan sekaligus memperkuat karakter sosial dan kultural siswa.
Budaya Aktif Bergerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Ai Sumirah Setiawati; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Romayuli Pardede; Agil Kusuma Wardhana; Wanda Kusuma Putri; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33771

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk menurunnya minat siswa terhadap permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan ilmiah. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik sekaligus berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya aktif bergerak sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional melalui pendekatan berbasis ethno-science. Metode yang digunakan adalah praktik langsung yang dipadukan dengan literasi budaya, meliputi tahapan persiapan materi, penyediaan sarana permainan, sosialisasi, serta evaluasi. Permainan yang diperkenalkan antara lain egrang, congklak, bakiak, dan ketapel, dengan pendampingan dari tim pengabdi, pihak madrasah, dan organisasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif, antusias, serta mampu memahami nilai budaya dan konsep ilmiah yang terkandung dalam permainan tradisional, seperti keseimbangan, gaya, gravitasi, strategi, dan keterampilan berhitung. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas fisik, keterampilan motorik, serta penalaran logis siswa. Kolaborasi yang baik antara tim pelaksana dan mitra turut mendukung kelancaran program, sementara kendala teknis dapat diatasi melalui strategi adaptif. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa permainan tradisional berbasis ethno-science dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan budaya, sains, dan aktivitas fisik.
Pembentukan Karakter dan Optimalisasi Budaya Gerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Dhias Fajar Widya Permana; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Devina Lutfiani; Nonik Rahesti; Ulfatul Azizah Awaliyyah; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran permainan tradisional dalam membangkitkan semangat budaya aktif gerak pada 150 siswa MI Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh aktivis, relawan, dan penggiat dari Universitas Negeri Semarang, artikel ini menganalisis dampak permainan tradisional terhadap kesadaran budaya, aktivitas fisik, dan kemampuan sosial anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan dan praktik permainan tradisional seperti Bakiak, bekel, ketapel, dan egrang bambu berhasil meningkatkan partisipasi siswa, memupuk nilai-nilai kolaborasi, dan melestarikan warisan budaya. Keterlibatan seluruh sampel membuktikan bahwa permainan tradisional masih sangat relevan dan dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mengurangi penggunaan gawai. Penelitian ini diharapkan dapat memotivasi sekolah dan komunitas untuk mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kurikulum sebagai sarana pendidikan yang menyeluruh.
Optimalisasi Gaya Hidup Sehat Melalui Penerapan Olahraga Senam Bagi Penderita Penyakit Diabetes Mellitus Pada Lansia Robertus Dafa Tiara Talitakum Mardian
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33947

Abstract

Gaya hidup sehat merupakan kebiasaan hidup yang menekankan keseimbangan antara konsumsi gizi, istirahat yang memadai, dan aktivitas fisik, di mana olahraga teratur berperan penting dalam menjaga kebugaran tubuh sekaligus mencegah timbulnya berbagai penyakit. Olahraga adalah bentuk aktivitas fisik yang dimana memiliki tujuan utama yaitu sebagai penunjan kemampuan serta kebugaran jasmani. Diabetes ialah suatu penyakit yang termasuk dalam jenis penyakit metabolik kronis dengan ditandai meningkatnya kadar gula darah dalam akibat gangguan  produksi maupun kerja insulin dalam tubuh. Penyakit diabetes sangat berbahaya dan penanganannya tidak hanya bergantung pada terapi obat/farmakologis, namun juga memerlukan perubahan gaya hidup sehat melalui penerapan olahraga teratur. Olahraga diabetes atau olahraga bagi penderita penyakit diabetes merupakan suatu bentuk aktivitas fisik secara teratur dengan tujuan untuk membantu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, menjaga berat badan agar tetap ideal, serta mencegah komplikasi penyakit diabetes militus. Melalui Olahraga, otot dapat memanfaatkan glukosa secara optimal sehingga kadar gula dalam darah menjadi lebih terkendali. Olahraga juga memiliki peran dalam meningkatkan kesehatan tubuh terutama pada jantung, kebugaran jasmani, dan penunjang kualitas hidup penderita penyakit diabetes. Salah satu contohnya yaitu senam. Senam merupakan aktivitas fisik menggerakan seluruh tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh, sedangkan senam diabetes adalah modifikasi gerakan senam yang lebih ringan dan terukur dengan tujuan khusus membantu mengontrol kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, serta mencegah komplikasi pada penderita diabetes.
Implementasi Pemanduan Bakat Dalam Pengembangan Karakter Dan Potensi Sepak Bola: Tinjauan Kasus Daya Krida FC Wanda Kusuma Putri; Gizalias Kusnanda Nurrafi'u; Daniel Suryanto Sianturi
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.34533

Abstract

Olahraga memiliki peran penting dalam pembangunan karakter dan pengembangan potensi generasi muda. Sepak bola sebagai olahraga kolektif tidak hanya melatih aspek teknis dan fisik, tetapi juga keterampilan sosial dan karakter. Program seleksi talenta muda yang diselenggarakan oleh Daya Krida FC di Semarang Utara pada 6–7 September 2025 bertujuan menjaring dan mengembangkan potensi siswa Sekolah Dasar secara inklusif dan berkelanjutan. Seleksi melibatkan pengujian fisik dan keterampilan teknik dasar sepak bola, serta observasi aspek karakter dan sportivitas, dengan dukungan pelatih profesional dan relawan internasional. Dari 60 peserta, terpilih 25 siswa untuk mengikuti program pembinaan gratis. Hasil ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik berbasis Positive Youth Development (PYD) dalam pembinaan usia dini, yang tidak hanya fokus pada prestasi atletik, tetapi juga pembentukan mental dan sosial. Program ini sekaligus menjadi contoh nyata pengabdian masyarakat dalam menciptakan akses pembinaan olahraga yang merata, khususnya bagi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi.
Membangun Kapasitas Sosial Emosional Anak Melalui Program Olahraga Kolaboratif Daya Krida Indonesia dan Satoe Atap Wanda Kusuma Putri; Gizalias Kusnanda Nurrafi'u; Daniel Suryanto Sianturi
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.34576

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas sosial dan emosional anak-anak dari komunitas marginal melalui aktivitas fisik berbasis permainan kelompok. Bertempat di kawasan Simpang Lima, Semarang, kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Daya Krida Indonesia, komunitas sosial Satoe Atap, serta relawan lokal dan internasional. Sebanyak 34 peserta mengikuti rangkaian permainan fisik yang dirancang untuk menumbuhkan nilai kerja sama, keberanian, kedisiplinan, serta memperluas interaksi sosial anak-anak. Proses kegiatan dilakukan secara partisipatif dan menyenangkan, dengan fasilitasi aktif dari para relawan. Hasil observasi dan testimoni menunjukkan bahwa anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi, peningkatan rasa percaya diri, serta keterampilan sosial yang lebih baik. Kegiatan ini juga membuka ruang interaksi lintas budaya yang positif, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan transformatif. Model kegiatan ini terbukti efektif sebagai bentuk intervensi sosial berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai wilayah dengan kondisi serupa.
Edukasi Sport Science Dalam Manajemen Organisasi Koni Kabupaten Sukoharjo Dhias Fajar Widya Permana; Fajar Awang Irawan; Fajar Syamsudin; Iwan Gunarto; Gosy Endra Vigriawan
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.35065

Abstract

Manajemen organisasi dalam cabang olahraga memiliki peran krusial dalam mendukung pembinaan dan pengembangan atlet. Namun, masih banyak pengelola organisasi olahraga yang belum memahami penerapan sport science secara optimal dalam pengelolaan tim, perencanaan latihan, serta pengambilan keputusan berbasis data. Edukasi mengenai sport science dalam manajemen organisasi olahraga diperlukan agar pelatih, pengurus, dan stakeholder lainnya dapat menerapkan strategi berbasis ilmu pengetahuan guna meningkatkan performa atlet. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang aspek fisiologi olahraga, analisis kinerja, dan metode latihan yang sesuai guna menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang lebih profesional dan efektif di berbagai cabang olahraga unggulan KONI Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam kegitan ini adalah seminar edukasi. Pengabdian ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Juli 2025 pukul 08.00 – 14.00, di Gd. Menara Wijaya Kabupaten Sukoharjo, diikuti sebanyak 55 peserta, terdiri dari 37 Pelatih berbagai cabang olahraga, 6 Manajer/pengurus cabang olahraga, dan 12 Atlet. Dihadiri oleh pelatih dan pengurus dari berbagai cabang olahraga unggulan di KONI Kabupaten Sukoharjo. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, pelatih dapat merancang program latihan berbasis kajian ilmiah, tidak hanya mengandalkan pengalaman saat menjadi atlet, pengurus cabang olahraga dapat meningkatkan perannya dalam mendukung pembinaan yang terarah melalui pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan olahraga dan sarana dan prasarana lokal berbasis sport science. 

Page 2 of 4 | Total Record : 34