cover
Contact Name
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia
Contact Email
jpoi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpoi@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Banaran, Sekaran, Kec. Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia
ISSN : -     EISSN : 31245994     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia includes articles derived from the results of community service that have themes in sports science, physical activity, public health, recreational sports, and traditional games that have never been published by other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Program Santri SEJATI (Santri Sehat Jasmani Dan Sehat Hati) Sebagai Ruang Aktivitas Fisik di Pondok Pesantren Rijalul Qur'an Gunungpati Semarang Hermawan Pamot Raharjo; Hijrah Maulidiah Afifah; Dwi Gansar Santi Wijayanti; Drastiana Siwi Maheswari; Amirul Mukminin; Laila Qohar Ikhsani; Ramadhan Kisowo Anindhita
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.38229

Abstract

Salah satu komponen penting terutama bagi anak-anak dan remaja untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Berdasarkan hasil observasi di Pondok Pesantren Rijalul Qur’an, aktivitas fisik santri relatif terabaikan di mana santri menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk beribadah dan belajar ilmu agama. Padahal kurangnya aktivitas fisik memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan perkembangan sosial santri. Beberapa permasalahan yang ditemukan diantaranya; belum tersedia ruang atau area khusus bagi santri melakukan aktivitas fisik, minimnya pemahaman guru/asatidz/ah tentang pentingnya aktivitas fisik bagi santri, dan belum adanya program khusus aktivitas fisik bagi santri . Solusi yang ditawarkan adalah membentuk Program Santri SEJATI (Sehat Jasmani dan Sehat Hati) yaitu program aktivitas fisik bagi santri di Pondok Pesantren Rijalul Qur'an demi terciptanya santri yang sehat jasmani dan sehat hati/mental. Metode pelaksanaan yang akan dilakukan diantaranya melakukan diskusi dan asesmen bersama guru di pondok pesantren tersebut terkait kebutuhan aktivitas fisik santri. Setelah dilakukan pemetaan kebutuhan, langkah berikutnya adalah pengadaan barang dan peralatan yang bersumber dari dana pengabdian yang telah diterima. Suplai barang dilakukan di pondok pesantren dan diterima langsung oleh pengurus yayasan. Sebagai tolok ukur ketercapaian program dan respon dari mitra, dilaksanakanlah serangkaian program Santri SEJATI dengan melakukan aktivitas fisik.
Pengenalan dan Pelatihan Permainan Tradisional Lari Balok pada Siswa Sekolah Dasar Agil Kusuma Wardhana; Fajar Awang Irawan; Aji Tri Pamungkas
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.38776

Abstract

The decline in children’s interest in traditional games due to technological development has led to reduced physical activity and social interaction among students. One traditional game that is becoming increasingly unfamiliar is lari balok, even though it has benefits in improving motor coordination, balance, and character development. This activity aimed to introduce and train the traditional lari balok game to elementary school students through the Bermain Bersama KPOTI program at SDN Sidomulyo 1, Semarang Regency. The method employed was participatory observation, in which researchers were directly involved in the processes of socialization, demonstration, and hands-on practice of the game with the students. The participants of this activity were students from grades 1 to 6. The results showed that most students initially did not fully understand the techniques and rules of the lari balok game. However, after repeated demonstrations and guidance, there was an improvement in students’ understanding of gameplay, movement coordination, and balance control. In addition, the activity fostered positive values such as cooperation, sportsmanship, solidarity, and appreciation of local culture. It can be concluded that the traditional lari balok game is effective as a medium for strengthening physical activity, developing motor skills, and instilling character values in students within the framework of the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile.
Penguatan Disiplin dan Sportivitas Siswa Melalui Permainan Tradisional dalam Pembelajaran PJOK Muhammad Khoiruddin Alvin; Fajar Awang Irawan; Aji Tri Pamungkas
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.39762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran permainan tradisional dalam membentuk perilaku disiplin dan sportivitas siswa pada pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan siswa SDN 1 Sidomulyo sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, catatan lapangan, dan dokumentasi visual selama pelaksanaan permainan tradisional seperti rangku alu dan egrang balok. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, verifikasi Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional mampu menumbuhkan disiplin siswa yang ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap aturan, keteraturan dalam mengikuti pembelajaran, serta tanggung jawab selama kegiatan berlangsung. Selain itu sikap sportivitas siswa juga berkembang, yang tercermin dari perilaku adil, saling menghargai, kerja sama, serta kemampuan menerima hasil permainan dengan sikap yang positif. Temuan ini mengidentifikasi mengidentifikasi bahwa permainan tradisional berperan sebagai media pembelajaran yang efektif, tidak hanya untuk aktivitas fisik, tetapi juga dalam mendukung penguatan karakter disiplin dan sportivitas siswa di sekolah dasar.
Penguatan Kreativitas dan Antusiasme Peserta Melalui Event Fun Run 5k Berkostum Unik Dalam Rangka Hut Ke-18 Ragentar di Umbul Sidomukti Robertus Dafa Tiara Talitakum Mardian
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.40789

Abstract

Kegiatan Fun Run 5K berkostum unik yang diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT Ragentar ke-18 di Umbul Sidomukti berhasil menarik partisipasi 221 peserta yang terdiri dari jajaran pegawai, staf, dan keluarga besar. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana olahraga yang santai, kreatif, serta mendorong antusiasme melalui pendekatan rekreatif. Metode yang digunakan meliputi observasi dan praktik langsung di lapangan yang berfokus pada penentuan jumlah peserta, peninjauan rute, hingga pelaksanaan event. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penggunaan kostum unik dan elemen hiburan seperti lomba kostum dan door prize mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Selain memberikan manfaat fisik berupa peningkatan aktivitas aerobik ringan hingga sedang, kegiatan ini juga memperkuat interaksi sosial, rasa kebersamaan, dan suasana kerja yang positif. Dengan demikian, Fun Run 5K berkostum unik ini tidak hanya berfungsi sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai bentuk promosi olahraga rekreasi yang sehat, menyenangkan, dan inklusif. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini merefleksikan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga berbasis rekreasi yang lebih menekankan pada pengalaman, inklusivitas, dan partisipasi kolaboratif dibandingkan hasil kompetitif. Integrasi unsur kreativitas seperti penggunaan kostum tematik membantu membentuk suasana kegiatan yang positif, mendorong ekspresi diri peserta, serta menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat dikemas secara menarik untuk berbagai kelompok usia. Pendekatan ini selaras dengan perspektif olahraga rekreasi yang menekankan pentingnya kesenangan, keterhubungan sosial, dan kepuasan psikologis dalam mempertahankan kebiasaan berolahraga dalam jangka panjang. Secara keseluruhan, Fun Run 5K berkostum unik ini memberikan gambaran bahwa inisiatif olahraga rekreasi dapat dikembangkan sebagai strategi promosi kesehatan yang berkelanjutan, baik di lingkungan kerja maupun dalam konteks masyarakat yang lebih luas.
Revitalisasi Permainan Tradisional Balap Karung sebagai Sarana Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya Romayuli Pardede; Aji Tri Pamungkas
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.41283

Abstract

Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan karakter. Namun, seiring perkembangan teknologi dan maraknya permainan digital, keberadaan permainan tradisional mulai ditinggalkan oleh anak-anak, khususnya di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi permainan tradisional balap karung sebagai sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya di SDN Samban 02. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh siswa SDN Samban 02 yang dilibatkan secara aktif dalam rangkaian kegiatan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung permainan balap karung di lapangan sekolah. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai sejarah, manfaat, dan nilai karakter yang terkandung dalam permainan tradisional. Selanjutnya, demonstrasi dilakukan untuk memperagakan cara bermain balap karung yang benar dan aman, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh seluruh siswa dengan pendampingan tim mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias mengikuti kegiatan permainan tradisional balap karung. Melalui permainan ini, siswa mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti sportivitas, kerja sama, disiplin, dan kebersamaan. Selain itu, aktivitas balap karung juga mendorong peningkatan aktivitas fisik dan kemampuan motorik siswa. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari budaya bangsa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional balap karung merupakan media yang efektif dan menyenangkan untuk pendidikan karakter serta pelestarian budaya di lingkungan sekolah dasar.
Eksistensi Permainan Tradisional Engklek Dalam Menjaga Ingatan Sosial Dan Identitas Budaya Nusantara Safina Azzahra; Aji Tri Pamungkas
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.42135

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan eksistensi permainan tradisional engklek dalam menjaga ingatan sosial dan identitas budaya Nusantara di kalangan peserta didik sekolah dasar. pengabdian ini didasarkan pada fenomena pergeseran minat anak terhadap permainan modern yang berdampak pada semakin berkurangnya praktik permainan tradisional, padahal permainan tradisional memiliki nilai edukatif, sosial, dan budaya yang penting bagi perkembangan anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah observasi partisipatif, dengan melibatkan tim pengabdi secara langsung dalam proses sosialisasi, demonstrasi, dan praktik permainan engklek pada siswa kelas I–VI di beberapa sekolah dasar di Kabupaten Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi permainan engklek mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap nilai budaya, sekaligus berkontribusi pada perkembangan keterampilan motorik kasar, aspek kognitif, kedisiplinan, dan daya ingat anak melalui aktivitas bermain yang terstruktur. Selain itu, metode demonstrasi dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik, sedangkan peran mitra lokal, seperti sekolah dan komunitas, menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pelestarian permainan tradisional. Pengabdian ini menunjukkan bahwa permainan engklek tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang efektif untuk memperkuat literasi budaya dan perkembangan anak.
Pengenalan Praktis Massage Olahraga Sebagai Media Penanganan Cedera dan Alternatif Pengobatan Renhard Hasintongan Sitanggang; Bayu Cahya Permana
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.42183

Abstract

Keberadaan UNNES Giat 12 di Desa Tanjung mengadakan program kerja “Pengenalan Praktis Massage Olahraga Sebagai Media Penanganan Cedera dan Alternatif Pengobatan di Desa Tanjung”, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait implementasi massage atau pijat ditengah keterbatasan layanan kesehatan desa yang terpusat di Bidan Desa dan resiko terjadinya gangguan muskuloskeletal bagi para warga yang berprofesi sebagai petani. Kajian ini menggunakan metode observasi partisipatif dengan pendekatan deskriptif. Kajian ini melibatkan 15 sampel, yang merupakan warga desa Tanjung. Terdapat dua metode pengumpulan data penelitian ini, yaitu menggunakan metode observasi dan wawancara. Kegiatan ini terdiri dari 2 runtutan tahapan acara, yaitu: Observasi Pemahaman Masyarakat Terkait Massage atau Pijat dan Pengenalan Praktis Massage Olahraga Sebagai Media Penanganan Cedera dan Alternatif Pengobatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa masih ditemui beberapa warga masyarakat yang memiliki pemahaman keliru terkait massage atau pijat. Kegiatan ini menjadi wadah pemahaman baru bagi warga masyarakat tentang teknik-praktis pelaksanaan massage olahraga yang sederhana untuk alternatif sehari-hari jika diperlukan. Rekomendasi bagi kegiatan dan penelitian selanjutnya adalah agar mengenalkan dan menekankan secara lebih spesifik terkait praktik massage olahraga dan risiko apabila teknik ini dilakukan secara keliru.
Pelatihan Motorik Bagi Guru Pjok Sd Se- Kapanewon Imogiri Bantul Sujarwo; Ridho Gata Wijaya; Nurul Huda; Samsul Arifin
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.47610

Abstract

The problem experienced by Mira in this case is the Elementary School Physical Education Teacher in Imogiri Sub-district, Bantul is the low knowledge of teachers in developing motor skills/movement of students. The purpose of this community service is to educate elementary school physical education teachers in Imogiri Sub-district in developing motor skills of students both fine motor skills and gross motor skills. The service method is with lectures and interactive discussions between resource persons and participants about the material of motor development concepts, gross motor skills and fine motor skills. The Community services result  based on the pre-test and post-test questions about teacher knowledge, the average pre-test result was 76.33 and after being given training and the average post-test result was 90.33. There was an increase in the knowledge of elementary school physical education teachers in Imogiri Sub-district about the development of motor skills of students. Of the 30 participants, 3 did not meet the service target because their scores were below 80. The conclusion of community service about motor development can increase the knowledge of elementary school physical education teachers in developing motor skills of students.
Peningkatan Kompetensi Wasit Permainan Tradisional Melalui Pelatihan Berbasis Praktik Dalam Mendukung Pelestarian Olahraga Tradisional di Kabupaten Bogor Tasya Aulia Rahma
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.53478

Abstract

Permainan tradisional merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai edukatif, sosial dan rekreatif. Namun, eksistensinya semakin tergerus oleh perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup Masyarakat. Salah satu Upaya pelestarian permainan tradisional adalah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga tradisional, khususnya wasit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi wasit permainan tradisional melalui pelatihan berbasis praktik. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, simulasi, praktik lapangan, dan wawancara dengan narasumber serta peserta pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap peraturan permainan, Teknik perwasitan, dan kemampuan pengambilan keputusan selama pertandingan. Pelatihan berbasis praktik memberikan pengalaman langsung yang efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penyelanggaraan olahraga tradisional yang lebih professional serta berkontribusi terhadap pelestarian budaya bangsa.
Pelestarian Budaya Lokal Melalui Implementasi Permainan Tradisional Pada Anak Era Digital di Desa Boja Diego Arya Jayawardhana; Vanesa Shindy Hanuraningtyas
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.62004

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola aktivitas bermain anak, sehingga permainan tradisional mulai tergeser oleh permainan berbasis gawai. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi aktivitas fisik, interaksi sosial, serta pemahaman anak terhadap budaya lokal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional sebagai upaya pelestarian budaya lokal pada anak-anak di era digital. Kegiatan dilaksanakan melalui Program UNNES GIAT 16 di Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal dengan melibatkan 16 anak sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahap sosialisasi, demonstrasi, praktik bermain, dan evaluasi. Permainan tradisional yang diperkenalkan meliputi lompat tali, engklek, dan abc lima dasar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan aktif berpartisipasi dalam setiap permainan. Selain meningkatkan aktivitas fisik, permainan tradisional juga mampu melatih koordinasi gerak, keseimbangan, kemampuan berpikir, komunikasi, kerja sama, serta sportivitas antarpeserta. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan pemahaman anak mengenai pentingnya menjaga permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Dengan demikian, pengenalan permainan tradisional melalui kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam menumbuhkan kembali minat anak terhadap permainan tradisional serta mendukung pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan era digital.

Page 3 of 4 | Total Record : 34