cover
Contact Name
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Contact Email
lufimonkey25@gmail.com
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
alafifacademy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pamekaran No. 668, Suci Kaler, Kec. Karangpawitan, Kab. Garut Prov. Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
RUMI
Published by Lentera Hidup Mulia
ISSN : 31244408     EISSN : -     DOI : 10.58972/rumi.v5i2.8472
Core Subject :
RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan pemikiran kritis dari berbagai bidang keilmuan secara multidisipliner. Jurnal ini hadir sebagai wadah akademik bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk mendiseminasikan karya ilmiah yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat. RUMI berfokus pada integrasi berbagai disiplin ilmu seperti pendidikan, sosial-humaniora, keislaman, ekonomi, sains dan teknologi, serta bidang lainnya yang memiliki kontribusi terhadap pembangunan dan pengembangan keilmuan. Dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, orisinalitas, dan etika publikasi, setiap naskah yang masuk akan melalui proses peer-review secara profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
Pendekatan Andragogi Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Orang Dewasa di Gereja Fitri Feoh; Merlin Haninuna
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan orang dewasa di gereja berperan penting dalam membentuk jemaat yang dewasa secara iman dan mampu menjalani kehidupan Kristen secara bertanggung jawab. Orang dewasa memiliki pengalaman hidup, tanggung jawab sosial, dan kebutuhan nyata yang berbeda dengan anak-anak, sehingga metode pembelajaran dan kurikulum harus disesuaikan. Namun, banyak gereja masih menggunakan pendekatan pedagogi yang berpusat pada guru, sehingga pembelajaran kurang aplikatif dan kurang berdampak dalam kehidupan sehari-hari jemaat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan andragogi dalam pengembangan kurikulum pendidikan orang dewasa di gereja agar pembelajaran lebih kontekstual, fleksibel, dan efektif. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka, mengkaji buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah terkait pendidikan orang dewasa, prinsip andragogi, dan penyusunan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan andragogi menempatkan orang dewasa sebagai subjek pembelajaran aktif, memanfaatkan pengalaman hidup mereka, dan berfokus pada pemecahan masalah nyata. Kurikulum berbasis andragogi membantu jemaat mengaitkan ajaran iman dengan kehidupan sehari-hari, meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman iman yang aplikatif. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa gereja perlu menyusun kurikulum pendidikan orang dewasa yang kontekstual, relevan, dan aplikatif, bukan sekadar teori atau doktrin. Penerapan prinsip andragogi diharapkan mendorong pertumbuhan rohani jemaat, partisipasi aktif dalam proses belajar, serta keterlibatan bermakna dalam pelayanan. Dengan demikian, pendekatan andragogi menjadi landasan penting untuk mengembangkan kurikulum pendidikan orang dewasa yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi jemaat di gereja..
Mekanisme dan Tanggung Jawab Ganti Rugi (Dhaman) Bagi Nasabah Wanprestasi Dalam Perbankan Syari’ah Ifah Nur Saidah
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbankan Syar’ah beroperasi dengan menerapkan prinsip-prinsip hukum islam yang menekankan keadilan dan keseimbangan dalam setiap transaksinya Pembiayaan pada perbankan syari’ah masih didominasi prinsip jual beli dengan akad murabahah yang diketahui minim resiko, namun, kemungkinan gagal bayar atau wanprestasi tetap ada atau sulit dihindari. Dalam hukum Islam, salah satu isu penting dalam perbankan syari’ah adalah mekanisme dhaman (ganti rugi) bagi nasabah yang mengalami wanprestasi. akad. Artikel ini menganalisis mekanisme dan tanggungjawab ganti rugi (dhaman) bagi nasabah wanprestasi dalam perbankan syari’ah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data kepustakaan dengan menggunakan konsep maqashid sharia. Hasil dari artikel ini menyatakan bahwa bank memiliki hak untuk memberikan sanksi kepada nasabah jika terbukti mampu untuk membayar namun masih memiliki tunggakan atas pembayaran angsuran yang telah disepakati dalam kontrak. Maka, sanksi yang dapat diberikan bank kepada nasabah adalah berupa denda (ta’zir) atau ganti rugi (dhaman). Terkait ketentuan mengenai ganti rugi telah diatur dalam Fatwa Dewan Syari’ah Nasional MUI Nomor: 43/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Ganti Rugi (dhaman).
Pengembangan Kurikulum Gereja Berbasis Karakter Generasi Z Dalam Pendidikan Iman Kristen Elisabet Siregar
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generation Z (born 1997-2012) faces critical disconnection from church communities, with only 14.3% forming close friendships through church versus 64.4% from campus. Despite 75% identifying as religious, merely 16% seek faith communities during crises, while 51% report mental health as their primary concern. This research examines character-based church curriculum development aligned with Generation Z characteristics in Christian faith education. Methods Qualitative methodology employing comprehensive literature review and phenomenological approaches, analyzing Gen Z characteristics and church curriculum practices through expository analysis. Five critical Gen Z needs emerged: caring community (33.3%), faith growth clarity (15.4%), appropriate worship (14.6%), relevant sermons (14.4%), and ministry involvement (11.8%). Two primary characteristics conflict with traditional curriculum: instant-gratification mindset resisting long-process formation and one-way sermons (59% church departure rate), and hyper-expressiveness requiring transparent two-way communication (79.5% active social media engagement). Churches must transform from monological transmission to dialogical frameworks. Interactive sermon formats with Q&A sessions demonstrate 40% engagement increase. Creative seminars utilizing visual arts, technology, and open forums address mental health concerns while maintaining biblical foundations. Effective church curriculum must serve as "trusted shoulder" providing safe spaces where Gen Z feels authentically heard and connected, bridging contemporary issues with biblical teaching through relevant, practical, inclusive approaches that resonate with Gen Z's critical, universal, and responsive characteristics.
Inovasi Kurikulum Gereja Untuk Keberlanjutan Pelayanan Gen Alfa Elsa Manuela Hanyati Marisan
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the world continues to change, so do the children we serve. This article invites us to examine the importance of innovation in church curriculum to align with the unique characteristics of Generation Alpha. Because they are growing up in this very different era, churches can no longer rely on old methods. Here, we will discuss practical steps in developing worship materials and designing them to suit the learning styles of today's children. This article is presented as a guide for churches and to help them create worship patterns that are not only engaging for today's children but also have a lasting impact on their faith growth.
Rebranding Logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Perspektif Semiotika Faisal Muzzamil
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah salah satu Partai Politik di Indonesia yang mencitrakan dirinya  sebagai Partai Anak Muda. Pada Kongres dan Musyawarah Nasional (Munas) Kedua yang dilaksanakan pada Juli 2025, PSI mengumumkan perubahan logo barunya. Logo baru tersebut menjadi upaya PSI dalam melakukan rebranding sebagai Partai Politik Anak Muda. Berlatar belakang dari rebranding logo yang dilakukan oleh PSI tersebut, maka penelitian tentang analisis semiotika terhadap logo baru PSI ini bertujuan untuk mengungkap dua entitas berikut, yaitu: (1) Makna Denotasi Rebranding Logo PSI; (2) Makna Konotasi Rebranding Logo PSI. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika yang berlandaskan pada teori tentang elemen semiologi dari Roland Barthes. Berdasarkan hasil analisis semiotika terhadap logo baru PSI, maka didapatkan dua temuan utama dari hasil penelitian ini, yaitu: (1) Ada lima makna denotasi dari rebranding logo PSI yang dilambangkan melalui gambar Gajah, yakni kekuatan, kesetiaan, kemakmuran, pengetahuan dan kebijaksanaan; (2) Ada tiga makna konotasi dari rebranding logo PSI yang terbentuk melalui tiga tanda gambar logo PSI, yakni kepala gajah berwarna merah yang bermakna optimisme, tubuh gajah berwarna hitam bermakna kesetiaan dan solidaritas, serta latar belakang gambar berwarna putih bermakna kesucian dan kejernihan.
Perancangan Arsitektur Conversational Commerce Berbasis WhatsApp API untuk Pasar Tradisional Alwan Fayyadh
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi pasar tradisional sering kali terhambat oleh rendahnya literasi digital pedagang dan kompleksitas Antarmuka Pengguna Grafis (GUI) pada aplikasi e-commerce konvensional. Penelitian ini bertujuan merancang arsitektur sistem conversational commerce yang memanfaatkan WhatsApp API sebagai antarmuka utama untuk menjembatani kesenjangan digital tersebut. Pendekatan Research and Development (R&D) digunakan dengan kerangka Design Science Research Methodology (DSRM), berfokus pada tahap analisis kebutuhan dan perancangan sistem. Spesifikasi kebutuhan diekstraksi dari studi kasus interaksi jual beli di pasar tradisional kawasan Pacitan. Proses perancangan dimodelkan secara komprehensif menggunakan Unified Modeling Language (UML) yang mencakup representasi Use Case, Activity, Sequence, Class, dan Entity Relationship Diagram (ERD). Hasil penelitian berupa rancangan arsitektur client-server asinkron di mana logika bisnis dan pengelolaan basis data dipusatkan pada server utama (berbasis Laravel) yang terhubung dengan layanan pesan instan melalui integrasi Webhook. Rancangan ini secara efektif meniadakan kebutuhan instalasi aplikasi mandiri bagi pedagang, sehingga meminimalisasi kurva pembelajaran, menurunkan beban kognitif, dan mengeliminasi hambatan adopsi teknologi. Arsitektur yang diusulkan memberikan fondasi teknis yang inklusif untuk mentransformasi komunikasi informal di pasar tradisional menjadi transaksi digital yang terstruktur, sekaligus mempertahankan kearifan lokal dalam berinteraksi.
Perancangan Sistem Pendataan dan Monitoring Suhu Pada Penyimpanan Ikan Berbasis Digital Arya Aji Santosa
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesegaran ikan merupakan faktor penting yang menentukan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan nelayan. Proses distribusi dan penyimpanan ikan yang tidak terpantau dengan baik dapat menyebabkan ikan cepat membusuk sehingga menurunkan kualitas produk. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan sistem pendataan dan monitoring suhu penyimpanan ikan berbasis digital menggunakan metode fuzzy. Sistem ini dilengkapi dengan sensor suhu DS18B20 untuk memantau suhu ruang penyimpanan ikan dan sensor gas MQ-137 untuk mendeteksi kadar gas amonia yang timbul akibat proses pembusukan. Mikrokontroler Arduino Uno digunakan sebagai pusat kendali dan modul Bluetooth HC-05 sebagai pengirim data ke aplikasi Android. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat menampilkan data suhu dan kadar gas secara real-time ke aplikasi digital, serta memberikan status kesegaran ikan secara otomatis dalam tiga kategori: segar, waspada, dan tidak segar.
Literature Review: Sistem Cerdas dalam Monitoring dan Optimalisasi Berat Badan Berbasis BMI Alvian Ahmad Raficaksana; Tining Haryanti; Aswin Rosadi
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan sistem cerdas dalam monitoring dan optimalisasi berat badan berbasis Indeks Massa Tubuh serta mengidentifikasi celah penelitian yang masih terbuka. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan tahapan identifikasi, penyaringan, evaluasi teks lengkap, dan sintesis tematik berdasarkan pedoman pelaporan yang sistematis. Literatur diperoleh dari basis data ilmiah bereputasi dengan kriteria inklusi artikel jurnal internasional yang membahas integrasi Indeks Massa Tubuh dalam sistem berbasis kecerdasan buatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran mesin menjadi metode dominan dalam klasifikasi dan prediksi risiko obesitas, sementara sistem berbasis aturan dan sistem pendukung keputusan tetap relevan karena tingkat interpretabilitasnya. Indeks Massa Tubuh tidak lagi digunakan sebagai indikator tunggal, tetapi sebagai variabel prediktif dalam sistem cerdas yang lebih kompleks. Namun, penelitian masih berfokus pada akurasi model, sementara aspek interpretabilitas, integrasi data longitudinal, dan sistem rekomendasi adaptif masih terbatas. Penelitian ini menegaskan perlunya pengembangan sistem cerdas berbasis Indeks Massa Tubuh yang lebih transparan, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Analisis Komparatif K-Means Dan Fuzzy C-Means Untuk Klasifikasi Citra Tanah Pada Penentuan Kesesuaian Lahan Adzkiya’ Haibatul Ulya; Aswin Rosadi; Erie Kresna Andana
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klasifikasi citra tanah adalah langkah esensial untuk mendukung pemetaan kesesuaian lahan pertanian dengan cara yang efisien dan tepat. Metode tradisional yang masih mengandalkan survei lapangan sering kali memakan waktu dan sumber daya yang banyak, sehingga dibutuhkan pendekatan yang menggunakan pemrosesan citra digital. Penelitian ini bertujuan untuk menilai performa algoritma K-Means dan Fuzzy C-Means (FCM) dalam mengelompokkan citra tanah untuk menentukan tingkat kecocokan lahan pertanian. Data yang digunakan mencakup citra multispektral dari Sentinel-2, model digital elevasi (DEM), serta indeks vegetasi NDVI. Langkah-langkah penelitian mencakup pra-pemrosesan citra, penerapan algoritma pengelompokan, dan evaluasi hasil menggunakan parameter Silhouette Coefficient serta Davies-Bouldin Index. Temuan penelitian menunjukkan bahwa algoritma Fuzzy C-Means menghasilkan klasifikasi yang lebih halus dan lebih sesuai dengan variasi alami tanah, jika dibandingkan dengan K-Means, yang menghasilkan batas kelas yang lebih jelas namun kurang adaptif terhadap transisi antara tipe lahan. Berdasarkan analisis ini, metode Fuzzy C-Means dianggap lebih efektif dalam menggambarkan karakteristik spasial tanah dan direkomendasikan sebagai pendekatan yang tepat untuk pemetaan kesesuaian lahan pertanian yang berbasis citra satelit.
Implementasi Kebijakan Program Keluarga Harapan Dalam Pengentasan Kemiskinan di Tingkat Desa (Studi Kasus Desa Lubuk Pauh Kabupaten Kerinci Antis Kantesa) Antis Kantesa
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Februari)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu kebijakan perlindungan sosial pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui mekanisme bantuan sosial bersyarat. Program ini dirancang untuk mendorong keluarga penerima manfaat agar lebih aktif memanfaatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Lubuk Pauh, Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Sosial Kabupaten Kerinci, pendamping PKH, perangkat desa, keluarga penerima manfaat (KPM), serta masyarakat yang tidak menerima bantuan. Analisis penelitian menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn yang menekankan enam indikator utama, yaitu standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik lembaga pelaksana, komunikasi antar organisasi, kondisi sosial ekonomi dan politik, serta disposisi pelaksana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKH di Desa Lubuk Pauh telah berjalan dan memberikan dampak positif dalam membantu mengurangi beban ekonomi keluarga miskin serta meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Namun demikian, pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Beberapa kendala yang ditemukan antara lain ketidaktepatan sasaran penerima bantuan akibat keterbatasan pemutakhiran data, keterbatasan jumlah pendamping PKH, koordinasi antar lembaga yang belum efektif, serta rendahnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap kewajiban program. Oleh karena itu, peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan, pemutakhiran data sosial secara berkala, penguatan kapasitas pendamping PKH, serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas implementasi program secara berkelanjutan

Page 2 of 21 | Total Record : 201