cover
Contact Name
Pustaka bangsa Indonesia
Contact Email
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Phone
+62895619158302
Journal Mail Official
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25158
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Profesi Guru
ISSN : -     EISSN : 31234666     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Pendidikan Profesi Guru (JPPG) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan sebagai media publikasi dan diseminasi hasil penelitian, kajian konseptual, serta praktik inovatif dalam bidang pendidikan profesi guru. Jurnal ini bertujuan untuk mendukung penguatan sistem pendidikan profesi guru yang berbasis riset, reflektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan. JPPG mempublikasikan artikel ilmiah yang mencakup pengembangan model dan kurikulum pendidikan profesi guru, praktik pengalaman lapangan (PPL), supervisi dan mentoring, asesmen dan sertifikasi kompetensi guru, pengembangan perangkat pembelajaran, integrasi teknologi dan pembelajaran digital, refleksi praktik mengajar, serta kebijakan dan manajemen pendidikan profesi. Artikel yang diterbitkan diharapkan memiliki kebaruan ilmiah, landasan teoretis yang kuat, ketepatan metodologi, serta relevansi terhadap dinamika kebijakan dan kebutuhan peningkatan profesionalisme guru.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Hubungan Antara Self-Efficacy dan Kinerja Guru pada Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum Merdeka Miftah Alfidyah
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 guru sekolah dasar dan menengah di Kota Padang. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dan kinerja guru dengan nilai korelasi (r) = 0,726 dan signifikansi (p) < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,527 menunjukkan bahwa self-efficacy berkontribusi sebesar 52,7% terhadap peningkatan kinerja guru. Temuan ini menegaskan bahwa keyakinan diri guru terhadap kemampuannya memiliki peran penting dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Integrasi Teknologi Digital dalam Praktik Pembelajaran Mahasiswa PPG Sari Marlina
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teknologi digital dalam praktik pembelajaran mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, seperti Learning Management System (LMS), Google Classroom, Zoom, dan media interaktif lainnya, mampu meningkatkan efektivitas, kemandirian, serta kolaborasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran. Integrasi teknologi juga memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional mahasiswa melalui penerapan model Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan literasi digital masih menjadi kendala yang perlu diatasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi digital dan pelatihan berkelanjutan bagi dosen dan mahasiswa agar transformasi pembelajaran berbasis teknologi dapat berjalan optimal.
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Tematik oleh Guru Lulusan PPG Anala Agusnur
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran tematik oleh guru lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek guru lulusan PPG, kepala sekolah, dan peserta didik di sekolah dasar. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru lulusan PPG mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kejujuran ke dalam setiap tahap pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Meskipun terdapat kendala seperti perbedaan latar belakang siswa dan keterbatasan waktu, guru tetap menunjukkan profesionalisme dan inovasi dalam menanamkan nilai karakter secara kontekstual. Temuan ini menegaskan peran strategis lulusan PPG dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar.
Pemanfaatan Learning Management System (LMS) dalam Pembelajaran PPG Daring Terintegrasi Asty Raisha Agma
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) daring terintegrasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LMS berperan penting dalam meningkatkan efektivitas, fleksibilitas, serta interaktivitas pembelajaran. LMS memungkinkan peserta PPG untuk mengakses materi secara mandiri, berkolaborasi secara daring, dan melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan literasi digital masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, penerapan LMS memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi profesional calon guru dan mendorong transformasi pendidikan menuju era digital yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Peran Supervisi Akademik dalam Peningkatan Profesionalisme Guru di Sekolah Dasar Pelia Elza
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran supervisi akademik dalam peningkatan profesionalisme guru di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik berperan penting dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru. Melalui supervisi yang terencana, berkelanjutan, dan kolaboratif, guru memperoleh bimbingan, umpan balik, serta motivasi untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi pembelajaran. Supervisi akademik juga membantu guru dalam implementasi kurikulum tematik, integrasi teknologi, dan peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Dengan demikian, supervisi akademik menjadi instrumen strategis dalam membangun profesionalisme guru serta mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif dan berkarakter di Sekolah Dasar.
Culturally Responsive Teaching in Phase E Mathematics: Deconstructing Stigmas through Ethnomathematics and Performance-Based Assessment Helena Anggraeni Putri; Wuri Astiwi; Deny Hadi Siswanto
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This qualitative case study explores the implementation of Culturally Responsive Teaching (CRT) in Phase E mathematics classes at SMA Muhammadiyah Mlati, Sleman, Yogyakarta. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant classroom observations, and curriculum document analysis, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that integrating local Yogyakarta culture, such as batik motifs, and Muhammadiyah values, including prayer rows and faraidh, transforms mathematics into a more meaningful and contextual learning experience. Student diversity was effectively utilized as a collaborative learning resource, enhancing motivation and reducing mathematics anxiety. In addition, performance-based and contextual assessments supported the development of higher-order thinking skills. However, challenges remain, particularly limited instructional design time and the lack of standardized ethnomathematics resources. Overall, CRT demonstrates strong potential for fostering an inclusive and culturally responsive mathematics learning environment, provided that institutional support and continuous teacher professional development are sustained
Redefining Patriotism: Value-Based History Education and Behavioral Transformation in Vocational Students R. Nurcahyo Yogyanto
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This qualitative case study examines how integrating historical values from the Indonesian Proclamation shapes students’ character at SMK Karyarini Sleman. Data were collected through semi-structured interviews with history teachers and student council representatives, supported by observations and documentation. The data were analyzed using condensation, display, and verification through source triangulation. The findings indicate that value-based history learning transforms historical narratives into practical character values. Internalizing the Rengasdengklok event and the Proclamation chronology enhanced students’ discipline, environmental awareness, and time management. Democratic values reflected in the discussions at Maeda’s residence and the collaboration during the 1945 Proclamation strengthened conflict-resolution skills, cooperation, and inclusive peer support. Overall, integrating historical values successfully fostered vocational competence, resilience, and practical patriotism. Therefore, integrating historical narratives into vocational learning can strengthen character education and prepare students to become globally competitive human resources.
Deep Learning in Secondary Mathematics Education: Fostering Productive Struggle and Epistemic Autonomy Amid Structural Constraints Handika Suryatama; Surya Adi Saputra; Tarso; Deny Hadi Siswanto
Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This qualitative case study investigates the implementation of the Deep Learning approach in mathematics instruction at SMA Muhammadiyah Mlati. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant classroom observations, and document analysis of lesson plans, student portfolios, and reflective journals. Thematic analysis revealed that contextual, real-world learning significantly enhanced student engagement and long-term conceptual understanding. Teachers shifted their roles from knowledge transmitters to cognitive facilitators by applying higher-order thinking skills (HOTS) scaffolding to support productive struggle. Heterogeneous grouping based on social constructivism strengthened students’ collaboration and mathematical communication. In addition, portfolio-based authentic assessment emphasized analytical thinking rather than computational speed. Despite these benefits, implementation faced challenges due to rigid curriculum schedules and differences in students’ prior knowledge, which often increased cognitive load. Therefore, institutional support through flexible scheduling and prerequisite bridging programs is recommended to sustain the effectiveness of Deep Learning implementation in mathematics education.

Page 1 of 1 | Total Record : 8