cover
Contact Name
Rizki Zakwandi
Contact Email
r.zakwandi@upi.edu
Phone
+6285669180173
Journal Mail Official
wapfi@upi.edu
Editorial Address
JL. Setiabudhi No. 229 Bandung, 40154 Jawa Barat - Indonesia. e-mail: wapfi@upi.edu Tel / fax : (022) 2004548 / (022) 2004548
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika)
ISSN : 23381027     EISSN : 26854414     DOI : https://doi.org/10.17509/wapfi
The below mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science, especially Physics and Technology Education field. Earth Science and Education Basic Science in Physics Education New Technologies in Physics Education Research and Development in Physics Education Globalisation in Physics Education Women in Physics Education Computers, Internet, Multimedia in Physics Education Organization of Laboratories of Physic Curriculum Development on Physics Education Teaching, Media, and Learning Physics
Articles 216 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN MULTI REPRESENTASI DIKAITKAN DENGAN KECERDASAN MAJEMUK DALAM PEMBELAJARAN IPA FISIKA I. Suminar; P. Siahaan; I. Mustika Sari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 1, No 1 (2013): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.266 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v1i1.4899

Abstract

Pada dasarnya fisika merupakan salah satu cabang IPA yang dipelajari dan dipahami dengan menggunakan multi representasi. Kemampuan menyatakan konsep mengunakan multi representasi bagi siswa membantu memahami konsep dan pemecahan masalah. Kemampuan menginterpretasikan representasi salah satunya dipengaruhi oleh kecerdasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif dikaitkan dengan kecerdasan linguistik, kecerdasan logika-matematika, dan kecerdasan visual-spasial. Instrumen yang diberikan berupa tes dengan format representasi yang berbeda-beda yaitu representasi matematika, verbal, gambar, dan diagram. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kecerdasan majemuk diadopsi dari buku Multiply Your Multiple Intelligences. Sampel penelitian adalah salah satu kelas VIII pada SMP Swasta di Bandung. Desain penelitian adalah One Group Pretest and Posttest Design menggunakan pembelajaran dengan multi representasi pada materi Energi dan Usaha. Hasil penelitian menunjukan peningkatan hasil belajar kognitif siswa dikaitkan dengan kecerdasan linguistik memperoleh gain sebesar 0,28, kelompok kecerdasan logika-matematika memperoleh gain sebesar 0,27, dan kelompok visual-spasial memperoleh gain sebesar 0,41.Physics as one of part of science actually could be learned use multiple representation. Besides that, abilty to represent concept use multiple representation help students to understand concept and solve physics problems. Ability to interpret representation is affected by intelligences. Purpose of this research to know gain of students’s performance related to lingusitic, logical-mathematical, and visual-spatial intelligence. Instruments was used were questions posed in different representation, they are mathematics, verbal, picture, and diagram. Instruments was used to know students’s multiple intelligences was adopted from book Multiply Your Multiple Intelligences. Sample of this research was one of grade VIII in Junior High School in Bandung. Research design was One Group Pretest and Posttest Design that teaching and learning processes used Multiple Representation in chapter of Energy and Work. Research result show that gain of student’s performance related to linguistic intelligence is 0,28, gain of student’s performance related to logical-mathematical intelligence is 0,27, and gain of student’s performance related to visual-spatial intelligence is 0,41.
PENGEMBANGAN TES KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA PADA MATERI LISTRIK DAN MAGNET DENGAN ANALISIS TEORI RESPONS BUTIR Vine Risa Riani; Taufik Ramlan Ramalis
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.7567

Abstract

 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan tes keterampilan proses sains (KPS) pada materi listrik dan magnet untuk siswa SMA. Keterampilan proses yang diukur meliputi keterampilan mengamati, memprediksi, menafsirkan data, menyimpulkan, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, merancang percobaan dan mengomunikasikan. Penelitian ini mengadaptasi metode penelitian campuran (mixed methods) dari Creswell. Instrumen tes KPS yang dikembangkan terdiri dari 20 butir soal pilihan ganda dengan lima pilihan jawaban. Analisis tes dilakukan melalui validasi pakar/ahli untuk melihat kelayakan tes untuk diuji cobakan di sekolah. Uji coba dilakukan terhadap 50 siswa kelas XII jurusan matematika-IPA (MIA) di salah satu SMA Negeri di Karawang. Hasil validasi pakar/ahli menunjukkan bahwa butir tes KPS telah sesuai dengan indikator, konten listrik dan magnet dan aspek KPS. Aspek materi, kontruksi dan bahasa juga telah dinyatakan layak oleh pakar/ahli. Analisis data menggunakan metode teori respons butir model dua parameter logistik (2PL) dengan bantuan program eirt versi 2.0. Sehingga hasil menurut model 2PL yakni parameter daya pembeda (a) dan tingkat kesukaran (b). Untuk daya pembeda (a) hasil penelitian memiliki persentase 65% butir tes pada kategori baik dan 35% dikategori tidak baik, sedangkan tingkat kesukaran  (b) butir tes 60% kategori baik dan 40% kategori tidak baik (mudah/sukar). Selain karakteristik butir, penelitian ini menghasilkan karakteristik peserta tes pada masing-masing aspek keterampilan proses sains.  Kata Kunci:  : Science Process Skills Test; Electricity and Magnetism: Item Responses Theory
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTU TEKNIK TSTS (Pada Materi Gerak Lurus di SMAN 6 Bandung) Pandu Grandy Wangsa P.; Iyon Suyana; Lily Amalia; Andhy Setiawan
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.759 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.8274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan maupun tulisan dan pemahaman konsep siswa SMAN 6 Bandung di kelas X MIPA 7 dengan menerapkan pembelajaran inkuiri berbantu two stay two stray (TSTS). Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas dengan jumlah siswa 21 orang pada materi gerak lurus dengan indikator keberhasilan penelitian ini ketika nilai rata-rata kemampuan komunikasi dan pemahaman konsep 75 dan siswa yang tuntas (minimal berkategori baik) 70%. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes pemahaman konsep yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari analisis data didapatkan bahwa kemampuan komunikasi lisan siswa siklus I sebesar 53,2 dan siswa yang tuntas sebanyak 42,8%, Siklus II sebesar 75,4 dan siswa yang tuntas sebanyak 71%. Sedangkan untuk komunikasi tulisan untuk siklus I sebesar 72  dengan 47,6% yang tuntas dan siklus II sebesar 89,75 dengan 100% ketuntasan siswa. Selain itu nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep sebesar 67 untuk siklus I dengan ketuntasan 52,4% dan nilai rata-rata 79 dengan ketuntasan siswa sebesar 85,7% siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi siswa dan pemahaman konsep siswa meningkat. Dengan kata lain pembelajaran inkuiri berbantu TSTS dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemahaman konsep siswa SMA.Kata Kunci : Kemampuan Komunikasi, Pemahaman Konsep, Pembelajaran Inkuiri, dan TSTS. The aim of this study was to improve oral and written communication skills and understanding of the concept of SMAN 6 Bandung students in class X MIPA 7 by applying inquiry learning assisted by two stays two stray (TSTS). This research was an action research with 21 students as a sample on Linear Motion subject with success indicators of this study is when the average value of communication skills and understanding of the concept is ≥75 and the percentage of students who pass (minimum category: good) is 70%. Data were collected through observation sheets and comprehension test that were then analyzed qualitatively and quantitatively. The results of this study showed that students' oral communication skills in the cycle I was 53.2 with the percentage of students who pass was 42,8%. In the cycle II, students' oral communication skills were 75.4 with the percentage of students who pass was 71%. Then, the written communications skill in the cycle I was 72% with the percentage of students who pass was 47,6% and in the cycle II was 89,75 with the percentage of students who pass was 100%. In addition, the average values of the ability of understanding the concept was 67 in the cycle I and 79 in the cycle II with the percentage of students who pass was 52,4% in cycle I and 85,7% in cycle II. It can be concluded that the communication skills and understanding of concepts of students were increased. In other words, an inquiry learning assisted by TSTS can improve communication skills and understanding of the concept of high school students.Keywords: Communication Skills, concept understanding, Inquiry learning, and TSTS.
Penerapan Media Pembelajaran Google Classroom Materi Vektor Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Diah Nugraheni
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 1 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.703 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i1.32452

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan proses pembelajaran yang semula dilakukan dengan tatap muka menjadi virtual class atau pembelajaran yang dilakukan secara daring. Pembelajaran fisika dilakukan menggunakan google classroom yang merupakan aplikasi yang memungkinkan terbentuknya kelas di dunia maya (virtual class). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada materi vektor dalam pembelajaran fisika dan mengetahui respon mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan media pembelajaran google classroom. Penelitian tindakan kelas (classroom action research) ini terdiri dari 2 siklus. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester ganjil 2020/2021 yang berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah diterapkan media pembelajaran google classroom pada materi vektor dari 59,6 pada siklus 1 menjadi 80,8 pada siklus 2. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan respon positif mahasiswa terhadap penerapan media pembelajaran google classroom pada materi vektor. Kata kunci : google classroom, kemampuan pemecahan masalah, vektor  ABSTRACT The Covid-19 pandemic has caused a change in the learning process from face-to-face to virtual classes or online learning. Physics learning is carried out using google classroom, which is an application that allows the formation of virtual classes. This study aims to improve student’s problem-solving abilities on vector material in physics learning and to find out student responses to the implementation of learning using google classroom learning media. Classroom action research consists of 2 cycles. The subjects in this study were 5 odd semester students of 2020/2021. The results showed that there was an increase in student’s problem solving abilities after the application of google classroom learning media on vector material from 59.6 in cycle 1 to 80.8 in cycle 2. In addition, the research results also showed a positive response from students to the application of google classroom learning media on vector material. Keywords : google classroom, problem solving ability, vector
PENGGUNAAN POWER POINT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN: EFEKTIFKAH? Dede Misbahudin; Chaerul Rochman; Dindin Nasrudin; Isoh Solihati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.417 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10939

Abstract

ABSTRAKPelajaran IPA sering dikatakan sulit oleh peserta didik karena membosankan dan sulit dicerna akibat penyampaian materi yang kurang menarik. Oleh karena itu diperlukan media pembelajaran untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengukur efektivitas penggunaan media Power Point dengan menggunakan teknik penilaian Authentic Assesment Based on Teaching and Learning Trajectory (AABTLT) with Student Actvity Sheet (SAS). Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Objek penelitian yaitu peserta didik kelas 8 B MTs Ar-Rosyidiyah Kota Badung yang sampelnya berjumlah 27 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) peserta didik lebih mengerti pada materi yang disampaikan guru, (2) peserta didik lebih konsentrasi dan aktif dalam proses pembelajaran, (3) memaksimalkan rencana pembelajaran. Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan Power Point Sebagai media pembelajaran dapat mengukur efektivitas pembelajaran IPA.Kata Kunci: AABTLT with SAS; efektivitas pembelajaran; media pembelajaran power pointABSTRACTIPA lessons often said difficult by learners because tedious and difficult to digest due to the delivery of material that is less attractive. It is therefore necessary to optimise the learning medium of learning process. The purpose of this study is to measure the effectiveness of the use of media Power Point with Authentic assessment techniques using Assesment Based on Teaching and Learning Trajectory (AABTLT) with Student Actvity Sheet (SAS). This Research method using descriptive method. The object of the study grade 8 B learners MTs Ar-Rosyidiyah city of Bandung sample totalling 27 people. The research results showed that (1) the students better understand the material presented in the teacher (2) learners more concentration and active in the learning process (3) maximizing the learning plan. Researchers concluded that the use of Power Point as a medium of instruction, can measure the effectiveness of learning the IPA..Keywords: AABTLT with SAS; Learning Effectivity; Power Point Learning
PENGGUNAAN MEDIA VIRTUAL LABORATORY DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KONSEP GELOMBANG BUNYI Wahyu Prima Medica
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 6, No 2 (2021): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.812 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v6i2.36964

Abstract

AbstrakPengembangan kurikulum selalu bersinggungan dengan strategi, pendekatan, metode, serta teknik pembelajaran yang disesuaikan dengan pengembangan kurikulum. Misalnya, dalam pengembangan kurikulum tahun 2013 terjadi perubahan pendekatan pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan saintifik. Penentuan pendekatan dalam K-13 ini telah dituangkan dalam Permendikbud nomor 81a tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media virtual laboratory terhadap hasil belajar  peserta didik pada konsep gelombang bunyi dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap penggunaan media virtual laboratory pada konsep gelombang bunyi di sekolah. Penelitian ini menggunakan Pre-Experimental Design dengan jenis one group pretest-postest design dengan sampel 50 orang siswa dari salah satu SMAN di kota Bandung. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan data prestasi siswa. Perolehan hasil belajar siswa menunjukan rata-rata perubahan nilai naik 29,2 dari rata-rata pretest 45,2 dan rata-rata posttest menjadi 74,4 setelah pembelajaran menggunakan media virtual laboratory. Perolehan evaluasi media oleh siswa dalam aspek materi 77,22% dengan kategori baik, kegiatan pembelajaran 79,75% dengan kategori baik, efisiensi 78% dengan kategori baik dan praktikalitas 88,33% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media virtual laboratory dapat meningkatkan pengetahuan konsep gelombang bunyi siswa.  Kata kunci: gelombang bunyi, media pembelajaran, virtual laboratory
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS SULAWESI BARAT Dewi Sartika; Ummu Kalsum; Arie Arma Arsyad
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 2 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.308 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i2.13722

Abstract

ABSTRAKLiterasi Sains merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa pendidikan fisika. Penelitian tentang literasi sains menjadi amat penting dilakukan karena literasi sains merupakan kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan kemampuan ilmiah, mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti dan data yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi sains mahasiswa program studi pendidikan fisika kemudian mendeskripsikan kemampuan tersebut dan menawarkan beberapa alternatif cara untuk menumbuhkembangkan budaya literasi sains di program studi pendidikan fisika pada khususnya dan di Universitas Sulawesi Barat pada Umumnya. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan (elementary research) yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam penelitian pengembangan berikutnya, yakni penelitian yang berfokus pada penerapan suatu model atau metode pembelajaran yang dapat menumbuhkembangkan budaya literasi sains bagi mahasiswa calon guru program studi pendidikan fisika Universitas Sulawesi Barat. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisa data secara induktif. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika yang memprogram Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa. Data pada penelitian ini diperoleh melalui tes tertulis dan dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kemampuan literasi sains mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat masih rendah. (2) Salah satu cara menumbuhkan budaya literasi sains mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sulawesi Barat adalah dengan menerapkan model dan metode pembelajaran berbasis masalah sosial sains dalam proses perkuliahan pada mata kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa.Kata Kunci: Literasi Sains; Pembelajaran Fisika.ABSTRACTScientific literacy was an important skill which physicists should have. Research about scientific literacy in physics instruction was significantly essential because scientific literacy was an ability to use saintific skill and comprehension, identify questions and draw conclusions based on data and evidences. The purpose of this study was to find out students’ scientific literacy and effective solution to increase the students’ scientific literacy. The study was an initial research for the next developing research about implementation of a learning model in physics instruction to increase the students’ scientific literacy. Subject of research was college students of physics education department, who had taken Earth and Space course. Data was analyzed by using descripted qualitative method. The research revealed these following conclusion: (1) scientific literacy of physics students was in low category (2) lecturer should apply a model of learning which train the students’ scientific literacy in physics instruction such as Problem Based Learning model by using socioscientific approach.Keywords: Scientific Literacy; Physics Instruction
Media Pembelajaran Fotonovela Berbasis Flipbook untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Peserta Didik pada Materi Getaran Harmonis Rina Anggraini; Pina Pitriana; Ade Yeti Nuryantini
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 7, No 1 (2022): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.416 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v7i1.43957

Abstract

Pemahaman konsep adalah suatu proses memahami atau memaknai arti tertentu dan kemampuan untuk menggunakan pada kondisi tertentu. Media Pembelajaran fotonovela berbasis flipbook merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran fotonovela berbasis flipbook dan peningkatan pemahaman konsep peserta didik pada materi getaran harmonis. Metode penelitian yang digunakan yaitu Design and Development (DD) dengan model 4D yaitu define, design, development dan dissemination. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase lembar validasi kelayakan media, N-gain, dan uji paired sample t-test. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 1 MAN 1 Kuningan yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran fotonovela berbasis flipbook sangat layak digunakan karena dapat meningkatan pemahaman konsep peserta didik pada materi getaran harmonis
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis PDEODE*E Tasks pada Konsep Tekanan Hidrostatis Achmad Samsudin; Rani Nurliani; Ida Kaniawati; Andi Suhandi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.034 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15811

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Predict, Discuss, Explain, Observe, Discuss, Explore, Explain (LKPD PDEODE*E) pada pokok bahasan tekanan hidrostatis di Sekolah Menengah Pertama. Model pengembangan lembar kerja ini yaitu dengan menggunakan model 3D (Define, Design, and Develop). Survei menyatakan siswa belum berperan aktif dalam proses pembelajaran khususnya dalam kegiatan eksperimen. Untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan metode eksperimen, diperlukan penunjang berupa LKPD. Salah satu kelemahan lembar kerja yang biasanya terdapat pada buku sumber pegangan siswa adalah tidak ada arahan  terstruktur berupa pertanyaan-pertanyaan yang mampu menjadikan siswa memahami materi pembelajaran dengan lebih baik. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik dengan proses pembelajaran menggunakan strategi PDEODE*E yang memiliki tujuh tahapan pembelajaran, yakni: 1) Predict, siswa secara individu membuat prediksi jawaban berdasarkan pengetahuan awal mereka; 2) Discuss I, prediksi jawaban masing-masing siswa didiskusikan secara berkelompok; 3) Explain I, setiap kelompok siswa mengungkapkan jawaban sementara; 4) Observe, dengan bimbingan guru, siswa melakukan kegiatan observasi; 5) Discuss II, siswa bersama kelompoknya kembali mendiskusikan jawaban dari kegiatan observasi; 6) Explore, pada tahapan ini siswa diminta untuk mengeksplorasi fenomena sains tersebut lebih lanjut. Dan selanjutnya merupakan tahapan terakhir yaitu; 7)Explain II, setiap kelompok siswa memberikan penjelasan akhir atas fenomena yang guru sajikan. Hasil dari penelitian ini adalah pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik kelas VIII berbasis PDEODE*E  yang telah divalidasi.Kata Kunci: LKPD; PDEODE*E tasks; Tekanan Hidrostatis. 
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Pendekatan Kontekstual Pada Pokok Bahasan Gerak Parabola Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SMA Negeri 2 Indramayu Reny Hermarini
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 8, No 1 (2023): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Februari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.563 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v8i1.54858

Abstract

Permasalahan penelitian ini dari temuan diperoleh data rendahnya nilai rata-rata fisika hasil penilaian tengah semester peserta didik di SMA Negeri 2 Indramayu serta kurangnya minat belajar fisika. Permasalahan penelitian ini difokuskan pada hasil belajar terkait dengan kemampuan kognitif peserta didik kelas X-1 MIPA, Nilai rata-rata hasil belajarnya sebesar 46.00, hal ini menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar kognitif belum mencapai target kkm yang sudah ditetapkan sebesar 75. Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik SMA Negeri 2 Indramayu dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis pendekatan kontekstual pada pokok bahasan gerak parabola. Metodologi penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas, tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari tiga siklus yang dilaksanakan pada bulan september sampai oktober 2022. Setiap siklus tindakan terdiri dari perencanaan, implementasi dan refleksi diberikan perlakuan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis pendekatan kontekstual pada pokok bahasan gerak parabola, media pembelajaran yang digunakan media virtual laboratorium simulasi phet projectile motion. Siklus pertama diperoleh nilai rata-rata hasil belajar kognitif 59.60, dari hasil refleksi diperoleh informasi anggota kelompok sebanyak enam peserta didik terlalu banyak untuk menggunakan satu komputer PC. Pada siklus kedua anggota kelompok direduksi menjadi empat peserta didik tiap kelompok, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar kognitif sebesar 68.29. Pada siklus ketiga tiap kelompok direduksi menjadi tiga peserta didik, hasilnya diperoleh rata-rata hasil belajar kognitif sebesar 77.53. Hal ini menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar kognitif sudah mencapai nilai target minimal 75, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis pendekatan kontekstual pada pokok bahasan gerak parabola dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMA Negeri 2 Indramayu. Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Pendekatan Kontekstual, Gerak Parabola