cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_imaji@uny.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni
ISSN : 16930479     EISSN : 25800175     DOI : -
IMAJI is a journal containing the results of research/non-research studies related to arts and arts education, including fine arts and performing arts (dance, music, puppetry, and karawitan). IMAJI is published twice a year in April and October by the Faculty of Languages and Arts of Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with AP2SENI (Asosiasi Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik se-Indonesia/Association of Drama, Dance, and Music Education Study Programs in Indonesia).
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
ESTETIKA PERTUNJUKAN TARI DENOK KARYA BINTANG HANGGORO PUTRA Viki Novitasari; Indriyanto Indriyanto
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.37646

Abstract

Tari Denok merupakan jenis tarian kreasi baru yang diciptakan oleh Bintang Hanggoro Putra, seorang dosen Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Semarang. Penciptaan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan mengembangkan tari gaya semarangan di Kota Semarang. Tujuan penelitian in adalah mengetahui dan memahami estetika tari Denok yang dikaji melalui kajian bentuk pertunjkan dan nilai keindahannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif dengan pendekatan estetis koreografis dan etik emik. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan metode trianggulasi. Teknik analisis data dengan metode deskripsi dan interpretasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai estetika bentuk pertunjukan Tari Denok tergambar jelas pada elemen-elemen pertunjukannya yaitu gerak, tata rias dan busana, iringan, teknik tata pentas, dan pelaku. Dinilai secara keseluruhan, Tari Denok menciptakan kesan yang lincah, gesit , lembut serta dinamis. Kesan lincah dan gesit tergambar pada ragam gerak ngeyek yang tempo gerakannya cepat, sehingga penari terkesan lincah dan gesit. Kesan meriah terdapat pada rias dan busana yang menggunakan warna cerah dan asesoris yang gemerlap. Simpulannya adalah nilai keindahanTari Denok terletak pada elemen pertunjukan. Tata hubungan antar elemen pertunjukan tari Denok menghasilkan kesan lincah, gesit dan dinamis.Kata Kunci: estetika, bentuk, pertunjukan, Tari DenokAESTHETICS OF A DENOK DANCE PERFORMANCE BY BINTANG HANGGORO PUTRA IN THE CITY OF SEMARANGAbstract Denok dance ia a kind of new creation dance that created by Bintang Hanggoro Putra, a lecturer of Dance Art Education of University Negeri Semarang. This creation was Made by Necessarily to develop the style of Semarangan. The purpose of this research is to know and understanding the aesthetic of Denok Dance that studied by the type of the show and the aesthetic value. This research is using qualitatif method with approach choreograohic aesthetic and emic etic. The technic of collecting data are observation, interview, and documentation. The data validity technique ia triangle method. The data analysis technique is description and interpretation. The research result that done show that the aesthetic value of Denok Dance show showed clearly in the element of the show, are: movements, make up and clothes, music, stage technique, and artist. Overall, Denok Dance create impression that agile. Rousing impression are on the make up and clothes that wearing bright colour and sparkling accesories. The conclusion ia Denok Dance aesthetic value ia on the show elements. The relation between Denok Dance aesthetic value produce agile impression and dynamic.Keywords: aesthetics, form, performance, Denok Dance
GOLEK AYUN-AYUN DANCE AS A REALIZATION OF JAVA PHILOSOPHY IN HERMENEUTIC PERSPECTIVE Risa Kaizuka
Imaji Vol 18, No 2 (2020): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v18i2.39188

Abstract

This article aims to see the Golek Ayun-Ayun dance as a manifestation of Javanese philosophyfrom a hermeneutic perspective. The way of writing is by interpreting the Golek Ayun-Ayundance performance elements, starting from elements of dance movements to elements of clothing.The results of this writing indicate that the Golek Ayun-Ayun dance is a dance that is not stagedfor entertainment only, but this dance has a Javanese philosophical meaning from movement,clothing, to decoration. The manifestations are: (1). The Sembahan movement (forward beksan)with the position of joining the hands and thumbs affixed in front of the chest is a symbol ofgreeting horns to God, the Sultan, and the guests so that the attitude of this dance is to maintaingood manners, tolerance, and respect for others. (2). The batik cloth of the parang rusak with thegurdha machete motif is a symbol of adoration. (3). The Jamang Elar decoration is a headbandgiven a variety of menthog feathers as a symbol of a girl in bloom. Golek Ayun-Ayun dance hasexcellent characteristics (high quality) and many layers of meaning.Keywords: Golek Ayun-Ayun dance, meaning, Javanese philosophy
DESAIN BUSANA PESTA BERNUANSA ETNIS ACEH Rahmi Rahmi; Asmar Yulastri; Nurhasan Syah
Imaji Vol 18, No 2 (2020): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v18i2.26062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melestarian budaya khususnya budaya berbusana, denganmenggali lebih dalam tentang busana etnis Aceh, dan menjadikannya sebagai sumber ide untukmenciptakan desain busana pesta bernuansa etnis Aceh. Pendekatan penelitian yang digunakanadalah kualitatif dengan menekankan pada metode etnografi. Hasil penelitian ini menyebutkanbahwa busana etnis Aceh dibagi menjadi lima wilayah budaya, yaitu Aceh pesisir, Acehpedalaman, Aceh pegunungan, Aneuk Jame, dan Tamiang. Dari kelima jenis busana etnis Acehyang ada saat ini terdapat beberapa perbedaan, yaitu pada jenis bahan, warna bahan, bentuk ragamhias (motif), warna ragam hias, teknik aplikasi ragam hias dan model busana. Setiap busana etnismemiliki khas yang membedakan antara busana etnis satu dan lainnya, yang dikatakan sebagaisuatu identitas Aceh.Kata kunci: desain busana, pesta, etnis AcehPARTY FASHION DESIGN IN ACEH ETHNIC NUANCESAbstractThis research was conducted as a cultural preservation effort, especially in the culture ofdress, by digging deeper about the ethnic fashion of Acehnese that exists today, then making ita source of ideas to create a fashion design for Acehnese ethnic parties. The research approachused is qualitative, with ethnographic methods. The Acehnese ethnic fashion currently has fivetypes based on the regions, namely Aceh Coastal, Aceh Inland, Aceh Mountains, Aneuk Jame,and Tamiang. Of the five types of Acehnese ethnic fashion that exist today there are severaldifferences, namely in the type of material, colour, shape of decorative (motif), decorative colour,ornamental applications techniques and models of clothing. Each ethnic fashion has its distinctivefeatures distinguishing between one ethnic fashion and another, which is said to be an identity.Keywords: costume design, party, Acehnese ethnic
PERSPEKTIF PENDIDIKAN SENI MUSIK BERORIENTASI HUMANISTIK Anarbuka Kukuh Prabawa; A. M. Susilo Pradoko; Cipto Budy Handoyo
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.37093

Abstract

Kajian ini merupakan hasil analisis kritis terhadap konsep pendidikan seni musik dengan berpusat pada orientasi humanistik. Orientasi humanistik berarti siswa dianggap sebagai subjek yang mandiri bukan sebagai objek didik.Peran pendidik disini memberikan pengalaman kepada siswa bagaimana cara untuk berekspresi, mengapresiasi, berkreasi, serta juga membentuk sebuah rangkaian harmonisasi yang melahirkan keindahan dalam rangka menumbuhkan kesadaran, kemandirian, dan tanggung jawab yang tinggi sebagai hakikat manusia yang seutuhnya. Sementara paradigm objektivasi murid dengan memberikan materi, pengetahuan hafalan dan ujian pilihan ganda menjadi model pembelajaran dominan. Penerapan pendidikan seni musik dengan berorientasi humanistik dilaksanakan penerapannya secara menyeluruh agar siswa mengerti dan mampu memahami makna inti dari belajar musik mencakup pengetahuan, keterampilan berkreativitas music dan sikap mandiri dalam penempilan musik.Kata Kunci : pendidikan musik, humanistik, subjek mandiri ABSTRACT   This study is the result of a critical analysis of the concept of music education with a humanistic orientation centered on it. Humanistic orientation means that students are considered as independent subjects, not as objects of learning. The role of educators here is to provide students with experience on how to express, appreciate, be creative, and also form a series of harmonization that gives birth to beauty to foster awareness, independence, and responsibility that high as a complete human nature. Meanwhile, the objectivation paradigm of students by providing material, rote knowledge, and multiple-choice exams is the dominant learning model. The application of music education with a humanistic orientation is carried out as a whole so that students understand and can understand the core meaning of learning music including knowledge, musical creativity skills, and independent attitudes in musical performance. Keywords: Music Education, Humanistic, Independent. Subject
DEKONSTRUKSI RUANG PENDIDIKAN SENI MELALUI RESILIENSI MASYARAKAT URBAN Kadek Hariana
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.38054

Abstract

       Derasnya arus globalisasi, pada saat budaya kaum kapitalis telah mengambil alih pada setiap aspek kehidupan sosial budaya masyarakat kota di Yogyakarta dengan gempuran media massa cetak yang selalu menjadi bagian dari sampah visual dan media elektronik yang cenderung mengambil alih semua opini publik yang muncul dan diperburuk dengan datangnya bencana Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia yang tidak mengenal batas geografis dan status sosial masyarakatnya, bukan hanya menyerang dalam ranah kesehatan tubuh fisik manusia tetapi juga telah berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan masyarakat seperti pendidikan, sosial budaya dan ekonomi. Pada situasi seperti ini sikap adaptasi dan resiliensi masyarakat desa dan kota terhadap bencana yang terjadi menjadi faktor yang perlu dilihat dalam proses kehidupan di masa depan. Ranah seni rupa ruang publik menjadi sebuah pilihan alternatif yang dirasa paling demokrasi diantara berbagai seni yang ada. Seni Urban di Yogyakarta berkembang dengan cepat karena didukung oleh keadaan wilayah ruang publik dan interaksi budaya kota ke desa dan desa ke kota yang hampir tidak memiliki jarak, sehingga mampu menjadi poros utama, yang membentuk identitas budaya masyarakat lokal urban yogyakarta serta melahirkan sebuah ruang alternatif pendidikan seni yang demokrasi untuk kebertahanan dan keberlanjutan eksistensinya sebagai manusia yang diakui keberadaanya di tengah masyarakat. Kata kunci: dekonstruksi, resiliensi, pendidikan seni, masyarakat urban  ART EDUCATION DECONSTRUCTION THROUGH URBAN COMMUNITY RESILIENCEAbstract        The rapid flow of globalization, at a time when the capitalist culture has taken over every aspect of the socio-cultural life of the city community in Yogyakarta with the onslaught of the printed mass media which has always been a part of visual waste and electronic media tends to take over all emerging public opinion exacerbated by the arrival of the disaster The Covid-19 pandemic that has hit the entire world that knows no geographical boundaries and social status of its people, which not only attacks the health realm of the human body but has also affected all aspects of community life such as education, socio-culture and economy. In a situation like this, the attitude of adaptation and community resilience to disasters that occur is a factor that needs to be seen in the process of life in the future. The realm of art in public space is an alternative option which is considered the most democratic among the various existing arts. Urban art in Yogyakarta is growing rapidly because it is supported by the state of the area of public space and the interaction of city-to-village and village-to-city culture which has almost no distance, so that it can become the main axis, which forms the cultural identity of the local Yogyakarta urban community and gives birth to an art education space a democracy for the sustainability and continuity of its existence as a human being. Keywords: deconstruction, resilience, art education, urban society
SENI PERTUNJUKAN SINTREN DI DESA CANGKUANG KECAMATAN BABAKAN KABUPATEN CIREBON DI ERA COVID-19 Robi Pamungkas
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.37532

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan seni pertunjukan Sintren di Babakan Cirebon terkait dengan penyebarannya dan perubahan fungsinya dalam perspektif historis. Metode yang digunakan adalah metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sintren berkembang di pesisir utara Jawa serta Jawa Tengah sebelah barat dan Jawa Barat sebelah timur, termasuk di dalamnya Babakan. Fungsi sintren dari masa ke masa terus berubah. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu faktor agama (budaya), politik, dan ekonomi. Pada awalnya Sintren merupakan sarana ritual yang sakral. Ketika Islam dating, Sintren berubah menjadi sarana hiburan yang mengandung pesan moral sebagai media dakwah. Pada masa kolonial Sintren tetap sebagai sarana hiburan, tetapi berfungsi sebagai media politik perlawanan terhadap pemerintah kolonial. Hingga saat ini Sintren masih tetap sebagai hiburan, namun sudah dipengaruhi oleh faktor ekonomi demi Sintren tetap disukai masyarakat. Maka, pertunjukan Sintren dimodifikasi dengan lagu-lagu modern, seperti dangdut dan Melayu.Kata Kunci: sintren, babakan, penyebaran, fungsi, historis AbstractThis paper aims to describe the performing arts of Sintren in Babakan Cirebon related to its distribution and changes in its function from a historical perspective. The method used is the historical method. The results showed that Sintren developed on the north coast of Java and Central Java in the west and West Java in the east, including Babakan. Sintren function from time to time continues to change. This is influenced by several factors, namely religious (cultural), political, and economic factors. At first, Sintren was a sacred ritual tool. When Islam came, Sintren turned into a means of entertainment that contained a moral message as a medium of da'wah. During the colonial period, Sintren remained as a means of entertainment, but functioned as a political medium of resistance to the colonial government. Until now, Sintren still remains as entertainment, but has been influenced by economic factors so that Sintren is still liked by the community. So, the Sintren performance was modified with modern songs, such as dangdut and Malay. Keywords: sintren, babakan, spread, function, historical
PEMBELAJARAN VOKAL SECARA UNISONO PADA SISWA KELAS VII SMP BINA TAMA PALEMBANG Satiawan, Gindo; Ermarita, Nelly; Hidayatullah, Fadhilah
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.38015

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran vokal secara unisono pada kelas VII SMP Bina Tama Palembang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VII dan Bapak Joni Ponco, S.Pd. sebagai guru seni budaya di SMP Bina Tama Palembang. Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah metode tanya jawab dan demonstrasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran vokal secara unisono pada kelas VIII SMP Bina Tama Palembang sudah berjalan dengan baik. Dalam pelaksanaanya guru seni budaya telah menerapkan metode yang tepat, hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang memperoleh nilai rata-rata 80.Kata Kunci : Pembelajaran Vokal Unisono, Perencanaan, Pelaksanaan Dan Evaluasi.UNISONO VOCAL LEARNING IN STUDENTS KELAS VII JUNIOR HIGH SCHOOL BINA TAMA PALEMBANGAbstractThe purpose of this study was to determine how the planning, implementation and evaluation of vocal learning by unisono in class VII junior high school Bina Tama Palembang. The method used is a qualitative descriptive method. The data sources used in this study were class VII and Mr. Joni Ponco, S.Pd. as a cultural arts teacher at junior high school Bina Tama Palembang. The learning method used in this study is the question and answer method and demonstration. Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation. Based on the analysis carried out, the conclusion is that unisono vocal learning in class VIII junior high school Bina Tama Palembang has been going well. In its implementation, the cultural arts teacher has applied the right method, this can be seen from the learning outcomes of students who get an average score of 80.Keywords: abstract, bold, italic, maximum five words/phrases, template
PERAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA EKSISTENSI KESENIAN EBEG WAHYU KRIDA KENCANA PADA MASA PANDEMIK COVID-19 DI DESA TAMBAKNEGARA KABUPATEN BANYUMAS Melinia Rizki; Wahyu Lestari
Imaji Vol 19, No 1 (2021): IMAJI APRIL
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i1.37528

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peran masyarakat terhadap eksistensi Kesenian Ebeg Wahyu Krida Kencana di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas pada masa Pandemik Covid-19. Objek penelitian ini adalah Grup Kesenian Ebeg Wahyu Krida Kencana di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian ini adalah ketua, penari, pemusik dan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dalam jaringan dan studi dokumentasi sekunder. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, dengan alat bantu panduan wawancara dalam jaringan dan panduan studi dokumentasi sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif yaitu reduksi data, pemaparan data, dan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah (1) Grup Kesenian Ebeg Wahyu Krida Kencana di ketuai oleh bapak Daryoso. (2) Masyarakat berperan dalam menjaga eksistensi kesenian ebeg di masa pandemic. (3) Bentuk penyajiannya meliputi gerak, iringan, rias dan kostum, property dan tempat pementasan.Kata kunci: peran, eksistensi, masyarakat, ebeg, pandemic covid-19THE ROLE OF THE COMMUNITY IN MAINTAINING THE EXISTENCY OF THE EGYPTIAN ART OF REVELATION OF THE PEOPLE IN THE PANDEMIC OF COVID-19 IN THE VILLAGE OF TAMBAKNEGARA, BANYUMAS DISTRICTAbstractThis study aims to determine the role of society in the existence of the Ebeg Wahyu Krida Kencana Art during the Covid-19 Pandemic in Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency. The object of this research is the Ebeg Wahyu Krida Kencana Art Group in Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency. The subjects of this research are the chairman, dancers, musicians and the community. The data collection technique was carried out by means of online interviews and secondary documentation studies. The research instrument is the researcher himself, with the tools of online interview guides and secondary documentation study guides. Data analysis was carried out in a descriptive qualitative manner, namely data reduction, data exposure, and conclusions. The validity of the data was obtained using triangulation of sources. The results of this study are (1) the Ebeg Wahyu Krida Kencana Art Group chaired by Mr. Daryoso. (2) The community plays a role in maintaining the existence of ebeg art during a pandemic. (3) The form of presentation includes movement, accompaniment, make-up and costume, property and performance place.Keywords: role, existence, art, ebeg, covid-19 pandemic
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DRAMATARI ARJA BASUR DI DESA ADAT TEGAL, DARMASABA BADUNG BALI I Wayan Adi Gunarta
Imaji Vol 19, No 2 (2021): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i2.44782

Abstract

Kesenian ialah hasil daya cipta, rasa, dan karsa manusia yang memiliki nilai-nilai falsafah kehidupan. Dramatari Arja Basur di Desa Adat Tegal, Darmasaba Badung Bali merupakan salah satu kesenian langka yang muncul sekitar tahun 1931 dan dalam pertunjukannya, selain menyajikan nilai estetika juga memuat nilai-nilai pendidikan. Nilai-nilai itu terkandung dalam cerita, yakni melalui tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji fungsi dan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam dramatari Arja Basur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dramatari Arja Basur memuat konsepsi rwa bhineda, yakni dualitas kehidupan yang saling berlawanan, namun tak terpisahkan dan saling menyeimbangkan, yaitu: a) kaya dan miskin; b) pandai dan bodoh; c) majikan dan abdi; d) kebaikan (dharma) dan kejahatan (adharma). Pertunjukan dramatari Arja Basur di Desa Adat Tegal tidak hanya berfungsi memberikan hiburan kepada masyarakat penonton, namun juga sekaligus memberikan tuntunan secara batiniah. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya ialah nilai religi, nilai etika, dan nilai kasih sayang. Melalui nilai-nilai pendidikan karakter dalam dramatari Arja Basur dapat dijadikan refleksi dan tuntunan dalam upaya membentuk kepribadian manusia agar senantiasa mengaplikasikan nilai-nilai kebaikan serta kebenaran dalam berkehidupan. Kata Kunci: Arja Basur, Dramatari, Nilai Pendidikan Karakter, Desa Adat Tegal CHARACTER EDUCATION VALUES IN THE DANCE DRAMA OF ARJA BASUR IN TEGAL TRADITIONAL VILLAGE, DARMASABA BADUNG BALI Abstract Art is the result of human creativity, taste, and initiative that has the values of a philosophy of life. The dance drama of Arja Basur in the Tegal Traditional Village, Darmasaba Badung Bali is one of the rare arts that emerged around 1931. Apart from presenting aesthetic values in its performances, it also contains educational values. The story contains these values, namely through the protagonist and the antagonist. This study aims to examine the functions and values of character education contained in the Arja Basur dance drama. The research method used is qualitative research with data collection techniques through interviews, observations, literature studies, and documentation. The results of the study show that Arja Basur's dance drama contains the conception of rwa bhineda, namely the duality of life that is opposite but inseparable and balances each other, namely: a) rich and poor; b) clever and stupid; c) employer and servant; d) good (dharma) and evil (adharma). The performance of Arja Basur dance drama in the Tegal Traditional Village provides entertainment to the audience and provides inner guidance. The values of character education contained in it are religious values, ethical values, and values of compassion. The values of character education in the Arja Basur dance-drama can be used as a reflection and guidance to shape the human personality so that they always apply the values of goodness and truth in life. Keywords:       Arja Basur, Dance Drama, Character Education Value, Tegal Traditional Village
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KREATIF SENI RUPA ANAK PAUD BERBASIS DARING Devi Vionitta Wibowo; Aninditya Sri Nugraheni
Imaji Vol 19, No 2 (2021): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i2.37344

Abstract

Kreativitas menjadi salah satu fokus utama pendidikan abad 21. Karena itu, penelitian ini mencoba menganalisis bagaimana implementasi pembelajaran kreatif seni rupa pada tingkat PAUD secara daring. Metode penelitian berbentuk kualitatif studi kasus pada Lembaga PAUD Masyithoh Rembang. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran kreatif seni rupa dirangkum dalam silabus kurikulum darurat milik lembaga yang dibuat melalui program harian yang pelaksanaanya melalui Facebook, Youtube, Video Call, dan WhatsApp. Kegiatan seni rupa dua dimensi berupa kegiatan melukis serta seni tiga dimensi yang berupa karya membuat wayang binatang, mainan kacamata, gambar ikan dari barang bekas, kolase, serta bentuk rumah dari plastisin. Evaluasi yang didapat adalah anak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan aspek perkembangan anak yang terdiri dari kognitif, sensorimotorik, bahasa, emosional serta bakat dan kreativitas anak.   Kata Kunci: Pembelajaran, Kreatif, Seni Rupa, PAUD, Daring  IMPLEMENTATION OF ONLINE-BASED PAUD CHILDREN’S CREATIVE ARTS LEARNINGAbstract        Creativity is one of the main focuses of 21st-century education. Therefore, this study tries to analyze how the implementation of fine arts online creative learning at PAUD level. The research method is in the form of a qualitative case study at the PAUD Masyithoh Institute, Rembang. The results of the study stated that creative art learning was summarized in the institution’s emergency curriculum syllabus, which was made through daily programs whose implementation was through Facebook, Youtube, Video Call, and WhatsApp. Two-dimensional art activities in the form of painting activities and three-dimensional art in the form of making animal puppets, glasses, toys, fish pictures from used goods, collages, and the shape of houses from plasticine. The evaluation obtained is that children can participate in learning activities well. Through these activities can improve aspects of child development consisting of cognitive, sensorimotor, language, emotional, and children’s talents and creativity.. Keywords: Learning, Creative, Fine Art, PAUD, Online