cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_imaji@uny.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni
ISSN : 16930479     EISSN : 25800175     DOI : -
IMAJI is a journal containing the results of research/non-research studies related to arts and arts education, including fine arts and performing arts (dance, music, puppetry, and karawitan). IMAJI is published twice a year in April and October by the Faculty of Languages and Arts of Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with AP2SENI (Asosiasi Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik se-Indonesia/Association of Drama, Dance, and Music Education Study Programs in Indonesia).
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
Visual interpretation of children aged 3–8 toward non-dialogue animated films: A study on the impact on language development and imagination Panjaitan, Angelia; Wibowo, Yudi
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 23 No. 2 (2025): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v23i2.89270

Abstract

The phenomenon of speech delay in early childhood in Indonesia is increasingly prevalent, with estimates ranging from 5% to 8% among preschool-aged children, according to the Indonesian Pediatric Society (IDAI). One environmental factor under scrutiny is children's exposure to non-dialogue animated films, which are widely broadcast on Indonesian television, such as Larva, Shaun the Sheep, and Masha and the Bear. These shows rely heavily on visual storytelling and character expressions without spoken dialogue, raising concerns about their impact on children's language development. This study aims to analyze how children aged 3 to 8 interpret non-dialogue animated films through a visual semiotic lens. Roland Barthes’ semiotic theory is employed to examine the denotative and connotative meanings of visual signs, while Charles Sanders Peirce’s model is used to classify signs into icons, indices, and symbols. Using a qualitative descriptive method, this study analyzes visual texts and observes children's interpretive responses. The findings indicate that although children can grasp basic narrative messages through visual cues, the absence of verbal language input may hinder vocabulary growth and expressive language development, particularly in the absence of adult interaction. This study contributes to a deeper understanding of the relationship between non-verbal media consumption and the risk of speech delay in early childhood in Indonesia.
The traumatized body and the camera lens: Reading WATI in the context of female cinematography Desyukra, Joyandi; Pauhrizi, Erik Muhammad; Warsana, Dedi
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 23 No. 2 (2025): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v23i2.89810

Abstract

This study investigates how cinematography, informed by the female gaze, functions as a medium for articulating women's trauma in the context of domestic violence, as exemplified by the short film WATI. The research utilizes a practice-based methodology, positioning the film creation process as the primary data source. The analysis centers on key still photographs, applying a descriptive-reflective approach to examine framing, lighting, blocking, and body gestures. Findings reveal that extended close-ups and asymmetrical framing foreground Wati’s body as a locus of internal experience, while low-key and underlighting accentuate the psychological dimensions of trauma. Restrictive domestic compositions and passive gestures, such as silent submission, subtly communicate resistance. The faint smile in the after-credit scene operates as a mask of trauma, inviting viewers to engage with the character’s internal wounds. Collectively, WATI advances the discourse on the female gaze by rejecting objectification and presenting the female body as a site of tension among wounds, resignation, and defiance.
Needs analysis and design of an interactive learning video on Indonesian traditional dance for senior high school students Pratiwi, Stefi Winda; Yetti, Elindra; Rakhman, Rizki Taufik
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 23 No. 2 (2025): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v23i2.90029

Abstract

Dance learning in high schools is dominated by conventional methods of memorizing movements, while critical thinking and art appreciation aspects are less considered. This study aims to analyze the needs and design a prototype of an interactive learning video based on Indonesian traditional dance to improve students' critical thinking skills and dance appreciation. Using Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model in the initial stage (Analyze and Design). Data were collected through observation, teacher interviews, student questionnaires, and a pretest administered to 36 grade 10 students in public high schools in Jakarta. The needs analysis revealed that teachers primarily used PowerPoint, resulting in students being passive and struggling to understand the meaning of dance symbols. The student questionnaire confirmed that most preferred visual and interactive learning media to help understand cultural symbols in dance. The pretest results also showed that students had low initial abilities in interpreting the meanings of movements, symbols, and aesthetic elements of dance. Based on these findings, an interactive learning video was designed to serve as the primary contextual and interactive learning medium, integrating critical thinking and appreciation skills in dance education for high schools.
Strategi pemertahanan drama tradisional rudat di Lombok: Studi atas kelompok Temu Karya di Lombok Timur Mar’i, Mar’i; Khairussibyan, Muh; Karoluslina, Karoluslina; Febriani, Elya
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 23 No. 2 (2025): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v23i2.89747

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pemertahanan kelompok kesenian rudat Temu Karya di Lombok Timur di tengah tantangan modernisasi. Dengan pendekatan kualitatif dan teori sistem autopoietic Niklas Luhmann, studi ini menganalisis adaptasi kelompok rudat Temu Karya atas perubahan lingkungan sosial dan teknologi.  Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama kelompok Temu Karya yakni: (1) modernisasi peralatan panggung, (2) pemanfaatan media digital (Youtube dan Facebook) untuk perluasan audiens, (3) fleksibilitas pertunjukan dengan menyesuaikan konten (cerita/humor) berdasarkan lokasi, dan (4) kolaborasi dengan kelompok rudat lain dalam pertukaran sumber daya. Tantangan seperti penurunan minat generasi muda diatasi dengan pergeseran citra atau rebranding melalui media sosial. Temuan ini memberikan kontibusi temuan mengenai ketahanan kesenian tradisional rudat berupa adaptasi sistemik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi teknologi dan strategi komunikasi modern untuk pemertahanan drama tradisional.
Re-form: Alih fungsi rumah limasan dan transformasi sosial-budaya dalam seni instalasi Permana, Angga Sukma; Suryanto, Agung
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 24 No. 1 (2026): April
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v24i1.88991

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi rumah limasan Jawa menjadi karya seni instalasi kontemporer berjudul RE-FORM. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana alih fungsi arsitektur vernakular merefleksikan transformasi sosial-budaya yang lebih luas serta bagaimana praktik artistik dapat berfungsi sebagai metode pembacaan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis praktik (practice-led research) yang dipadukan dengan metode Reading Vernacular Housing (RVH). Kajian difokuskan pada struktur spasial, elemen simbolik, dan reinterpretasi material dalam proses penciptaan instalasi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, eksperimen artistik, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi arsitektur limasan ke dalam bentuk seni instalasi menghasilkan wacana kritis mengenai memori, identitas, komodifikasi, dan modernitas. Karya ini memperlihatkan bahwa rumah vernakular bukan sekadar objek warisan yang statis, melainkan teks budaya yang dinamis dan terbuka untuk ditafsirkan kembali. Penelitian ini berkontribusi pada wacana seni kontemporer dan pendidikan seni dengan menempatkan praktik instalasi sebagai alat pedagogis sekaligus analitis untuk memahami transformasi sosial-spasial.
Peran seni musik dalam penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila pada siswa SMP di Kota Yogyakarta Rusdewanti, Panca Putri; Kusumawati, Heni; Fu’adi, Fu’adi; Jogjaningrum, Drijastuti
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 24 No. 1 (2026): April
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v24i1.96473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis seni musik dalam penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila (P5) pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Yogyakarta. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi kontribusi pembelajaran musik terhadap pengembangan dimensi-dimensi kunci P5, meliputi gotong royong, kreatif, dan bernalar kritis. Pengumpulan data dilakukan memakai pendekatan metode campuran (mixed methods), yang mencakup penyebaran kuesioner kepada 50 siswa, wawancara mendalam terhadap 5 guru seni musik, dan observasi partisipatif di 5 sekolah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas musik kolaboratif, seperti ansambel dan paduan suara, secara signifikan meningkatkan karakter gotong royong (85% atau sangat tinggi). Selain itu, pembuatan aransemen lagu daerah Yogyakarta terbukti memicu kreativitas (78%/tinggi), sementara analisis lirik lagu daerah memperkuat kemampuan bernalar kritis siswa (72%/tinggi). Penelitian ini unik karena mengintegrasikan musik local Yogyakarta dalam penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila (P5).