cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Politic and Government Studies
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Ilmu Pemerintahan diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,709 Documents
KEHADIRAN DAN PENGGUNAAN HAK MEMILIH DALAM PEMILIHAN WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA TAHUN 2020 PADA MASA PANDEMI COVID-19: STUDI KOMPARASI KOTA SURAKARTA DAN KOTA MAGELANG Elysa Wahyu Purbondari; nur - Hidayat; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tingkat kehadiran dan penggunaan hak memilih dalam Pilwalkot Tahun 2020 yang dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini berfokus pada studi komparasi kehadiran dan penggunaan hak memilih Pilwalkot Tahun 2020 Kota Surakarta dan Kota Magelang. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penggunana hak memilih serta faktor-faktor kehadiran dan penggunaan hak memilih dalam Pilwalkot pada masa pandemi Covid-19 di Kota Surakarta dan Kota Magelang. Penelitian ini disusun menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi komparasi. Pengumpulan data menggunakan wawancara kepada Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Kota Surakarta dan Kota Magelang, Pemilih Pilwalkot Tahun 2020, Peserta/Tim Sukses Pilwalkot Tahun 2020 Kota Surakata dan Kota Magelang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kehadiran dan penggunaan hak memilih Pilwalkot Surakarta yang dilakukan pada masa Pandemi Covid-19 sebesar 70,59% dan mengalami tren turun sedangkan pada Pilwalkot Magelang mengalami tren naik dengan perolehan tingkat kehadiran dan penggunaan hak memilih sebesar 77,98%. Faktor-faktor kehadiran dan penggunaan hak memilih pada Pilwalkot Magelang dan Pilwalkot Surakarta pada Masa Pandemi Covid-19 terdiri dari faktor sosiologis, faktor psikologis dan faktor pilihan rasional. Selain itu, terdapat faktor lainnya yaitu adanya kekhawatiran tertular Covid-19, protes voting dan tidak adanya figur yang dapat dipilih
KEBERLANJUTAN INOVASI ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) YANG DIKELOLA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KOTA MEDAN Elias Martin Silalahi; Dzunuwanus Ghulam Manar; puji - astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam implementasi inovasi Online Single Submission (OSS) yang dikelolah DPMPTSP Kota Medan terdapat banyak penyesuaian serta kendala yang harus diselesaikan. Penelitian ini melihat bagaimana upaya yang dilakukan DPMPTSP Kota Medan dalam mengatasi permasalahan selama penerapan Online Single Submission (OSS) di kota Medan? Serta Apa  strategi yang dilakukan DPMPTSP Kota Medan yang mempengaruhi Inovasi Perizinan lewat OSS dapat bertahan dan berlanjut hingga saat ini?Tujuan penelitian ini Menjelaskan upaya yang dilakukan oleh DPMPTSP Kota Medan mengatasi permasalah diterapkannya OSS terkait deregulasi, birokratisasi dan digitalisasi serta  menjelaskan strategi DPMPTSP Kota Medan yang mempengaruhi Inovasi Perizinan lewat OSS dapat bertahan hingga saat ini menggunakan parameter Sustainability atau keberlanjutan pelayanan publik?Penelitian ini menggunakan teori Good governance dengan melihat tiga aspek utama yaitu, deregulasi, birokratisasi dan digitalisasi. Selain itu Teori selanjutnya adalah Sustainability Innovation Territory Map oleh Bowfield, Visser, dan Livesey yang membagi 3 Territory Map yaitu enablers, agents, dan process. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan mewawancarai narasumber utama yaitu bapak Rizal Pahlawan selaku Kepala Bagian Bidang Pengolahan Data, Perencanaan, dan Pengembangan DPMPTS Kota Medan.Hasil penelitian menunjukkan DPMPTS Kota Medan cukup berhasil dalam menyelesaikan kendala OSS pada awal diimplementasikan adalah dengan beberapa penyesuaian di bidang deregulasi, debirokratisasi, serta dalam aspek digitalisasi, sehingga  dapat diterapkan di Kota Medan. Selain itu peran DPMPTSP Kota Medan sebagai Enablers, Agent, dan Process sudah maksimal dan cukup berhasil dalam menghubungkan inovasi OSS kepada masyarakat di kota Medan, dilihat dengan adanya pertumbuhan nilai investasi di Kota Medan pada tahun 2019. DPMPTSP Kota Medan berhasil merangkul berbagai kalangan dengan sosialisasi serta edukasi serta proses layanan bantuan pembuatan izin melalui OSS
RESOLUSI KONFLIK TANAH ULAYAT PADA TAHUN 2000 DI NAGARI CANDUANG KOTO LAWEH KABUPATEN AGAM Irvan - Evendi; Rina - Martini
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat yang ada di Minangkabau memiliki sistim matrilineal dan hukum adat yang masih hidup serta dipakai sampai sekarang, salah satu bentuk dari hukum adat tersebut adalah sistim pemerintahan nagari, namun nagari disamakan dan disetarakan dengan pemerintahan desa, sehingga menimbulkan perbedaan cara penyelesaian konflik yang kurang berkelanjutan dan sulit diterima kedua pihak yang berkonflik.Penelitian ini untuk memberikan alternatif cara penyelesaain konflik di Nagari Canduang Koto Laweh Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan observasi.Tanah ulayat adalah hak yang diperoleh dari sistim pemerintahan adat yang dipakai, apabila penyelesaian konflik mengunakan cara diluar kebiasaan adat akan menimbulkan konflik baru. Resolusi konflik alternatif diluar pengadilan cocok untuk diterapkan. Pihak yang berkonflik diharapkan memakai cara penyelesaian konflik ADR (Alternative Dispute Resolution) agar tercapai kesepakatan win-win solution yang menjamin keberlanjutan hubungan baik diantara kedua belah pihak
ANALISIS IMPLEMENTASI PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN SAMPAH PLASTIK DI KOTA SEMARANG Akyas Aryan Permana; Puji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini, fenomena penumpukan sampah utamanya sampah plastik tengah menjadi sorotan. Apabila terjadi pembiaran, hal tersebut akan menggerus hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat. Beberapa kota besar telah merespons fenomena ini, salah satunya yakni Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang menyatakan keseriusan mereka dalam menekan laju sampah plastik dengan menerbitkan Peraturan Walikota Semarang Nomor 27 tahun 2019. Selain untuk menekan dan mewujudkan lingkungan baik nan sehat, lewat peraturan ini Pemerintah Kota Semarang berharap tercipta partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan teknik pengambilan informan yakni purposive sampling. Data pendukung dalam penelitian ini yaitu studi pustaka/literatur. Adapun analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum implementasi Peraturan Walikota Nomor 27 tahun 2019 belum terlaksana dengan baik. Implementasi peraturan tersebut diliah dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan juga struktur birokrasi yang didalamnya terkandung Standard Operating Procedures (SOP) serta fragmentasi. Pelaksanaan peraturan tersebut didapati distorsi dalam komunikasi, beberapa sumber daya, dan fragmentasi terkait ketiadaan pemerintah kota dalam menjatuhkan sanksi.
SEPAKBOLA DAN POLITIK : FAKTOR PSIS DALAM KETERPILIHAN YOYOK SUKAWI PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2019 Ilham - Aminulloh; Kushandajani - -; Yuwanto - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses how PSIS as a form of social asset contributes to the election of Yoyok Sukawi in the 2019 legislative elections. The social asset discussed in this case are the resources that strengthen Yoyok Sukawi's social assets in the 2019 legislative elections. This makes it easier for Yoyok Sukawi to be able to prepare and get vote support to be able to be elected in the 2019 legislative election. This study uses a qualitative method. Data collection techniques used are structured interviews. The location of this research took place in the city of Semarang, Central Java. As supporting data, this research also uses both primary and secondary sources of data. The data analysis used includes data collection, reduction, and conclusions This research shows that the social assets owned by Yoyok Sukawi in the 2019 legislative elections, one of which puts PSIS and includes the blue panzer containing the supporters, which is the basis of his voice support. The use of supporters as targets is closely related to the close relationship that has been established by Yoyok Sukawi as CEO of PSIS Semarang. The social asset involved in this study also discusses social networks and trust as a strong source of social asset. This social asset contains the resources owned by Yoyok Sukawi and then used for materials that can be seen and assessed by his political targets, which are none other than the supporters. Social network as part of social asset is a pattern of social interaction that is intertwined repeatedly, in these social relationships there is a common goal together therefore that from this similarity can be tied with a sense of trust between each other regarding progress in Semarang. The social trust that emerged among the supporters made the two of them increasingly have a close social relationship and arise based on knowing well the individual they will choose. This study recommends that Yoyok Sukawi maintain the pattern of social relations that have been established and be able to mobilize supporters to participate in other activities besides football interests thus as to create more balance in society
KIPRAH KEPEMIMPINAN SULTAN HAMENGKU BUWONO X DALAM REFLEKSI SEWINDU KEISTIMEWAAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Kevin Bramantya Azis; Sulistyowati - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta dahulunya adalah sebuah wilayah kerajaan merdeka yang dikenal dengan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, dipimpin oleh seorang raja yang bergelar Sultan Hamengku Buwono. Kekuatan dan eksistensi dari Sultan Hamengku Buwono dikenal sebagai pemimpin yang merupakan perpanjangan dari kekuasaan Tuhan untuk Rakyat Yogyakarta. Selanjutnya, keberadaan Sultan Hamengku Buwono X sebagai Sultan juga sebagai Gubernur adalah sebuah konsensus yang melahirkan sebuah sistem kepemimpinan yang istimewa dalam tatanan pemerintahan Republik Indonesia. Dari konsesus tersebut juga disepakati adanya undang undang keistimewaan DIY (Undang Undang Nomor 13 Tahun 2012) yang mengatur segala wewenang dan kewajiban dari Kesitimewaan DIY untuk mengantur pemerintahan daerahnya
IDZA PRIYANTI DAN COVID-19 DI KABUPATEN BREBES TAHUN 2020 Nimas Anggoro Kasih; fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Kepemimpinan Bupati Idza Priyanti dalam Proses Penanganan COVID-19 di Kabupaten Brebes Tahun 2020. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan bagaimana Kepemimpinan sekaligus untuk mengetahui Gaya Kepemimpinan apa yang digunakan oleh Bupati Idza Priyanti dalam proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur kepada narasumber yang dipilih secara purposive. Teori yang digunakan untuk menjawab permasalahan adalah Teori Kepemimpinan Situasi dan Kajian Teoritis Situmorang yang membahas mengenai Gaya Kepemimpinan Khas Perempuan. Hasil peneltian menunjukan bahwa Kepemimpinan Bupati Idza Priyanti dalam Proses Penanganan COVID-19 di Kabupaten Brebes tidak dipengaruhi oleh gender, melainkan dipengaruhi oleh tuntutan situasi yang berubah-ubah atau dalam hal ini adalah karena munculnya pandemi COVID-19. Dalam menjalankan kepemimpinannya tersebut, gaya kepemimpinan yang digunakan oleh Bupati Idza Priyanti adalah transformasional – transaksional, yakni gaya kepemimpinan yang menonjolkan hubungan antara atasan dan bawahan. Berdasarkan hasil peneltian tersebut maka disarankan untuk pemimpin paham akan tugas yang dimilikinya, selalu siap menghadapi tuntutan situasi yang bisa muncul kapan saja, serta harus terus memperbaiki kualitas kepemimpinannya untuk menghadapi situasi baru yang akan muncul di masa mendatang. Sebaiknya, dalam setiap kepemimpinan harus ada gaya kepemimpinan pasti yang bisa berguna untuk segala macam situasi
TATA KELOLA DESA WISATA BERBASIS KOMUNITAS DI DESA SENDANGDALEM KECAMATAN PADURESO KABUPATEN KEBUMEN King Abdul Aziz; Dzunuwanus Ghulam Manar; Rina - Martini
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan desa wisata yang begitu pesat menjadi alat untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah pedesaan, termasuk Desa Sendangdalem, Kabupaten Kebumen. Konsep desa wisata memiliki prinsip berdampak secara ekonomi, berorientasi pada lingkungan dan berkelanjutan sangat sesuai dengan karakteristik masyarakat pedesaan yang masih memegang teguh adat istiadatnya. Pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi masih adanya perbedaan cara pandanga aktor yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola dan hubungan aktor yang terlibat dalam pengelolaan Desa Wisata Sendangdalem.Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data wawancara mendalam dan dokumentasi serta analisis data dengan teori community based tourism dan stakeholder analyst.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola Desa Wisata Sendangdalem telah memberikan ruang diskusi dan menyampaikan aspirasi kepada masyakat dengan mengadakan tiga tahap proses dalam pengelolaan, yaitu perencanaan, pengawasan dan evaluasi. Terkait pemerintah desa memiliki peran sebagai regulator dan memberikan arahan strategis. Pokdarwis sebagai pelaksana kegiatan yang berada di lokasi desa wisata dan masyarakat sebagai objek pengembangan desa wisata. Kaitannya dengan hubungan antar aktor, di Desa Sendangdalem terdapat beberapa aktor utama yaitu Dinas Pariwisata, Pemerintah Desa, Pokdarwis, Masyarakat, Madia Massa dan PKK. Hubungan antar berjalan sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Dalam kaitanya dengan Desa Wisata Sendangdalem aktor yang paling dominan adalah pemerintah desa dan pokdarwis. Pihak swasta masih kurang berminat karena status desa wisata masih berkembang. Masyarakat desa menjadi pemandu wisata, penyedia penginapan, penyedia makanan, dan tenaga pekerja untuk pembangunan. Pemberdayaan di desa wisata sendangdalem sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh para pengelola dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan desa wisata. Tetapi, jalur river tubing yang digunakan saat ini dikelola oleh dua pokdarwis yang terkadang menyebabkan perselihanBersasarkan hasil penelitian tersebut, pemerintah desa harus menyelesaikan permasalahan dualisme jalur river tubing agar tidak terjadi perselisihan antara kedua belah pihak. Serta pemerintah dapat lebih memberdaayakan masyarakat sendangdalem dalam kegiatan wisata yang dijalankan
Pelaksanaan Kemitraan Pemerintah Dan Swasta Melalui Inovasi CSR Pada PT Djarum Foundation Untuk Mencetak Tenaga Terampil Alfiatsa Rizqi Ferkasa; Puji - Astuti
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya untuk mempercepat peningkatan kompetensi tenaga kerja, pemerintah terus mendorong dunia industri agar ikut membantu pendidikan maupun pelatihan vokasi di sekolah kejuruan dan Balai Latihan Kerja. Dapat memberi konstribusi dan ketrampilan lebih bagi para siswa-siswi Sekolah Vokasi Binaan Djarum Foundation ke dalam dunia kerja atau industri nantinya dalam upaya mencetak tenaga kerja terampil. Dalam bentuk kemitraan antara Djarum Foundation dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus, terjalin kesepakatan untuk adanya bantuan dari Djarum Foundation berupa kegiatan CSR (Corporate Social Resposibility) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Adapun bentuk bantuan CSR yang dilakukan oleh Djarum Foundation terhadap sejumlah SMK yang sudah ditetapkan Djarum Foundation sebagai penerima bantuan CSR, ialah berupa bantuan sarana dan prasarana yang biasanya berbentuk alat-alat pendukung kegiatan belajar mengajar atau berbentuk gedunggedung maupun ruangan pembelajaran
PERAN KOMUNITAS SEPEDA DI KOTA SEMARANG SEBAGAI SEBUAH INTEREST GROUP DALAM MEMENGARUHI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN JALUR KHUSUS PESEPEDA DI KOTA SEMARANG Muhammad Ilham Firmansyah; Muhammad - Adnan
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana peran komunitas sepeda di Kota Semarang sebagai sebuah interest group dalam mempengaruhi implementasi kebijakan jalur khusus pesepeda di Kota Semarang. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan menggunakan Teknik wawancara dengan beberapa narasumber. Wawancara dilakukan dengan Dosen Ilmu Pemerintahan Fisip Undip sekaligus sebagai Analis Kebijakan Publik, Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dari Dinas Perhubungan Kota Semarang, dan Pengamat Transportasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran dari kehadiran komunitas sepeda di Kota Semarang sebagai sebuah kelompok kepentingan dalam mempengaruhi implementasi kebijakan jalur sepeda di Kota Semarang masih kurang kuat. Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Kota Semarang masih menganggap jalur sepeda bukanlah sebuah kebutuhan, bersepeda masih dianggap hanya sebagai sebuah sarana rekreasi utamanya di akhir pekan. Meskipun pandemi kemarin meningkatkan animo masyarakat terhadap sepeda, kebijakan untuk menghadirkan jalur sepeda yang kondusif dan layak masih terbentur dengan kesediaan dana yang dimiliki oleh Pemerintah. Anggapan terkait kebutuhan jalur sepeda yang bukan merupakan prioritas pun juga menjadi sebuah halangan.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Vol 14, No 1 : Periode Wisuda Januari 2025 Vol 13, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2024 Vol 13, No 3 : Periode Wisuda Juli 2024 Vol 13, No 2 : Periode Wisuda April 2024 Vol 13, No 1 : Periode Wisuda Januari 2024 Vol 12, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2023 Vol 12, No 3 : Periode Wisuda Juli 2023 Vol 12, No 2 : Periode Wisuda April 2023 Vol 12, No 1 : Periode Wisuda Januari 2023 Vol 11, No 4 : Periode Wisuda Oktober 2022 Vol 11, No 3 : Periode Wisuda Juli 2022 Vol 11, No 2 : Periode Wisuda April 2022 Vol 11, No 1 : Periode Wisuda Januari 2022 Vol 10, No 1 (2021): Periode Wisuda Januari 2021 Vol 10, No 4: Periode Wisuda Oktober 2021 Vol 10, No 3: Periode Wisuda Agustus 2021 Vol 10, No 2: Periode Wisuda April 2021 Vol 9, No 03 (2020): Periode Wisuda Agustus 2020 Vol 9, No 02 (2020): Periode Wisuda April 2020 Vol 9, No 01 (2020): Periode Wisuda Januari 2020 Periode Wisuda Oktober 2020 Vol 8, No 04 (2019): Periode Wisuda Oktober 2019 Vol 8, No 03 (2019): Periode Wisuda Agustus 2019 Vol 8, No 02 (2019): Periode Wisuda April 2019 Vol 8, No 01 (2019): Periode Wisuda Januari 2019 Vol 7, No 04 (2018): Periode Wisuda Oktober 2018 Vol 7, No 3 (2018): Periode Wisuda Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Periode Wisuda April 2018 Vol 7, No 1 (2018): Periode Wisuda Januari 2018 Vol 6, No 04 (2017): Periode Wisuda Oktober 2017 Vol 6, No 03 (2017): Periode Wisuda Agustus 2017 Vol 6, No 01 (2017): Periode Wisuda Januari 2017 Vol 6, No 2 (2017): Periode Wisuda April 2017 Vol 5, No 03 (2016): Volume 5,Number 3, Tahun 2016 Vol 5, No 04 (2016): Periode Wisuda Oktober 2016 Vol 5, No 02 (2016): Periode Wisuda April 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Vol 4, No 3 (2015): VOLUME 4, NOMOR 3, TAHUN 2015 Vol 5, No 4 (2015): Periode Wisuda Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Wisuda Periode Januari 2015 VOLUME 4, NOMOR 2, TAHUN 2015 VOLUME 3, NOMOR 4, TAHUN 2014 VOLUME 3, NOMOR 3, TAHUN 2014 VOLUME 3, NOMOR 2, TAHUN 2014 VOLUME 3, NOMOR 1, TAHUN 2014 Wisuda Periode April 2014 VOLUME 2, NOMOR 4,TAHUN 2013 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Vol 1, No 1 (2012): Journal of Politic and Government Studies More Issue