cover
Contact Name
Retno Winarni
Contact Email
retno.winarni@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Publika Budaya
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Terbit tiga kali dalam setahun pada bulan Maret, Juli, November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil karya ilmiah mahasiswa yang berupa gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori dari karya ilmiah skripsi mahasiswa gelar S-1 di Bidang Budaya dan Media
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
DAMPAK SOSIAL EKONOMI PERKEBUNAN TEH WONOSARI TERHADAP MASYARAKAT DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG TAHUN 1996-2012 Habiba Nur Imama; Parwata Parwata
Publika Budaya Vol 2 No 2 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai Dampak Sosial Ekonomi Perkebunan Teh Wonosari Terhadap Masyarakat Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji perkembangan Pekebunan Teh Wonosari sebelum tahun 1996 sampai 2012 dan mengkaji beberapa faktor yang mempengaruhi dan melatar belakangi perkebunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiogafi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perubahan sosial,. Hasil dari penelitian ini adalah Perkebunan Teh Wonosari dalam perkembangannya mengalami beberapa kemajuan, diantaranya adalah perkembangan pembangunan perkebunan baik berupa renovasi maupun perbaikan mesin-mesin, perkembangan kapasitas peralatan dalam proses produksi teh juga telah menunjukkan adanya suatu peran dari para pekerja dan pemilik perusahaan dalam meningkatkan aktifitas produksi, pemasaran secara baik dan terkontrol, penambahan dan penurunan jumlah pekerja. Perkebunan Teh Wonosari dalam perkembangannya dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor geografis, demografis, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Keberadaan Perkebunan Teh Wonosari membawa pengaruh positif bagi masyarakat dengan adanya lapangan pekerjaan dan beberapa fasilitas perkebunan masyrakat dapat menggunakan dan memenuhi kebutuhan ekonomi dalam kehidupannya sehingga kesejahteraannya meningkat. Kata Kunci: Perkebunan, Sosial, Ekonomi, Toyomarto
INTERAKSI KOMUNIKATIF DALAM PELAPORAN KASUS KEHILANGAN DI SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU POLRES JEMBER: SUATU STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI Yahya Rian Hardiansyah; Kusnadi Kusnadi; A. Erna Rochiyati S.
Publika Budaya Vol 2 No 2 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi komunikatif di pelayanan publik merupakan salah satu proses utama dalam kegiatan pelayanan khususnya pelayanan yang diselenggarakan pemerintah. Interaksi komunikatif tersebut salah satunya terjadi dalam pelayanan pelaporan dan pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Salah satu peristiwa interaksi komunikatif di SPKT terjadi ketika adanya pelayanan pelaporan kasus kehilangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi komunikasi yang bersifat kualitatif untuk mengungkap keaslian interaksi komunikatif yang terbangun di SPKT Polres Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola-pola komunikasi yang terbangun dalam interaksi komunikatif pelaporan kasus kehilangan bersifat efisien, singkat, dan tanpa pergantian peran yang signifikan. Hal ini bersesuaian dengan tujuan pelaporan. Kata Kunci: Interaksi komunikatif, Pelayanan Publik, Etnografi Komunikasi.
ANTI CAPITALISM THROUGH THE ADOPTION OF SOCIALIST IDEOLOGY SEEN IN JOHN STEINBECK’S THE GRAPES OF WRATH PANDANGAN ANTI KAPITALISME MELALUI ADOPSI IDEOLOGI SOSIALIS DALAM NOVEL THE GRAPES OF WRATH KARYA JOHN STEINBECK Silviana Selyandita; Imam Basuki; Irana Astutiningsih
Publika Budaya Vol 2 No 3 (2014): Nopember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Through The Grapes of Wrath, Steinbeck shows his idea to protest against bourgeois class. He tells about the bad conditions faced by migrant workers in California. This novel is announcing that a worldwide of proletariat’s consciousness is in the process of formation for socialism. This consequence means that this novel connotatively saves the rejection of capitalism. Therefore, seen from this rejection and its involvement to portrait social conflict, this novel can be included as the part of social realism genre. To analyse this novel, Marx’s theory is applied. On Marxist perspective, Steinbeck’s novel is categorized as the superstructure basis. It is because this novel gives a portrait about the change of social system because of economic system called capitalism. As the part of social realism genre, however, Steinbeck applies Marx’s intention about the idea of socialism. He considers that there is a need for universal kinship to overcome this mass oppression occurred by capitalist class. This universal kinship will point to class struggle where at the end of the struggle, it emerges classless society. Keywords: Capitalism, Socialism, Universal Kinship ABTRAK Melalui The Grapes of Wrath, Steinbeck menunjukan kritiknya terhadap kelas borjuis. Ia menceritakan bagaimana kehidupan pekerja migran di California mendapat perlakuan begitu buruk. Karena itu, novel ini menawarkan sebuah solusi untuk mengatasi tindak-tindak opresif akibat sistem kapitalisme. Menurut Steinbeck salah satu caranya adalah dengan membentuk kesadaran kelas yang berujung pada terbentuknya sistem sosialisme. Dari sini juga, dapat diketahui bila novel ini termasuk dalam kategori novel realism social. Untuk itulah, teori Marxis digunakan untuk menyelidiki konsep-konsep sosialisme yang ditawarkan Steinbeck dalam novelnya. Ia ingin menunjukan bahwa kapitalisme dapat di atasi dengan adanya kesadaran kelas, dimana kelas proletar menyadari posisinya terhadap kelas borjuis. Kesadaran ini kemudian akan membawa sebuah rasa persaudaraan yang universal antar kelas proletar. Di titik inilah, serangan terhadap sistem kapitalisme dapat dimulai dengan memunculkan sebuah perjuangan kelas. Muara dari semua ini pada hakikatnya adalah menuju suatu masyarakat tanpa kelas. Kata Kunci: Kapitalisme, Persaudaraan Universal, Sosialisme
LEVEL AND SOURCES OF SELF-EFFICACY IN SPEAKING SKILLS OF ACADEMIC YEAR 2012/2013 ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS FACULTY OF LETTERS, JEMBER UNIVERSITY (TINGKATAN DAN SUMBER EFIKASI DIRI DALAM KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS MAHASISWA SASTRA INGGRIS ANGKATAN 2012/ Yesi Puspita; Reni Kusumaningputri; Hari Supriono
Publika Budaya Vol 3 No 1 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini, banyak mahasiswa jurusan Satra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Jember yang enggan untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris baik di dalam maupun di luar kelas. Hal ini disebabkan karena mereka merasa bahwa kemampuan bahasa Inggris mereka kurang. Peneitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan berbahasa Inggris, mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi mahasiswa dalam berbicara bahasa Inggris dengan prestasi mereka dalam berbicara bahasa Inggris dan untuk mengeksplorasi sumber- sumber yang mempengaruhi efikasi mahasiswa terhadap kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris. Penelitian ini melibatkan 92 mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Sastra, Universitas Jember, tahun ajaran 2012/2013 dan menggunakan dua jenis kuesioner untuk mengumpulkan data. Kuesioner pertama digunakan untuk mencari nilai efikasi mahasiswa dalam berbicara bahasa Inggris yang meliputi kemampuan fonologis, kosa kata dan grammar, sementara kuesioner kedua digunakan untuk menjaring jawaban per-individu mengenai sumber-sumber efikasi tersebut. Penelitian ini juga menggunakan nilai kemampuan berbahasa Inggris untuk mencari korelasi antara keyakinan efikasi mahasiswa dan prestasi mereka dalam berbicara bahasa Inggris menggunakan penghitungan Korelasi Koefisien Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 11 siswa yang memiliki efikasi diri yang tinggi terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris, 65 siswa dengan efikasi sedang dan 16 siswa dengan efikasi rendah. Berdasarkan hasil penelitian, efikasi terhadap kosa kata dan tata bahasalah yang berpengaruh dalam pembentukan efikasi diri yang rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya akses dan latihan yang dijalani mahasiswa mengingat mereka belajar bahasa Inggris di lingkungan bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Penelitian ini juga menemukan korelasi positif lemah (r = 0.437) antara efikasi mahasiswa terhadap kemampuan berbicara dalam bahasa inggris dan prestasi berbicara bahasa Inggris mereka. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kurang konsisten antara dua variabel tersebut. Dan yang terakhir, ada empat sumber utama efikasi diri yaitu prestasi masa lampau, prestasi semu, dorongan sosial dan keadaan emosi yang bervariasi berdasarkan perbedaan individu masing-masing mahasiswa. Kata Kunci: Efiksasi, kemampuan berbicara, korelasi koefisien pearson ABSTRACT In recent years, many students of English Department, Faculty of Letters, Jember University are reluctant to speak English. They do not want to speak English because they feel that their English is not very good. This paper aims to investigate what is students’ self-efficacy belief of speaking like, to examine whether there is a relationship between self-efficacy beliefs of speaking and speaking performance and to explore what factors are influencing their self-efficacy of speaking. This research involves 92 English Department students of 2012/2013 academic year and uses two kinds of questionnaire to gather the data. Self-efficacy questionnaire is used to seek students’ self-efficacy score of speaking based on phonology, vocabulary and grammar, while source of efficacy questionnaire is used to gather individual answer of source of efficacy. It also uses speaking performance score to find the correlation between self-efficacy beliefs of speaking and speaking performance by recapitulating those variables using Pearson Correlation Coefficient calculator.The results of this study show that there are 11 highly self-efficacious students, 65 medium self-efficacious students and 16 lowly self-efficacious students that are mostly influenced by grammatical and vocabulary efficiencies. Second, there is a weak positive correlation (r=0,437) between English speaking self-efficacy beliefs and English speaking performance indicating inconsistent correlation between the two variables. And the last, There are four main sources of self-efficacy namely performance accomplishment, vicarious experience, social persuasion and emotional state that are varied based on participants individual differences. Key words: efficacy, speaking ability, Pearson Correlation Coefficient
PHILANTHROPISM IN CHARLES DICKENS’S A CHRISTMAS CAROL: A GENETIC STRUCTURALISM ANALYSIS Fachriza Amalia Rakhman; Eko Suwargono; Meilia Adiana
Publika Budaya Vol 3 No 2 (2015): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKArtikel ini menganalisis tentang pandangan dunia Charles Dickens yang terdapat dalam karyanya yang berjudul A Christmas Carol. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan pandangan dunia yang dimiliki oleh Charles Dickens serta tujuan Charles Dickens memasukkan pandangan dunianya tersebut ke dalam karyanya. Selain itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan faktor-faktor apa yang menyebabkan Charles Dickens memiliki pandangan dunia tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Lucien Goldmann tentang Strukturalisme Genetik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam melakukan penelitian ini, dilakukan beberapa tahapan. Tahapan pertama yaitu mengumpulkan data yang berkaitan dengan topik bahasan. Tahapan yang ke dua adalah mengklasifikasi data yang telah dikumpulkan sesuai dengan topik bahasan dan teori strukturalisme genetik. Tahapan yang ketiga yaitu menganalisis data yang telah terklasifikasi tersebut dengan menggunakan teori strukturalisme genetik. Dari analisis tersebut dihasilkan kesimpulan yang menunjukkan bahwa Charles Dickens memiliki pandangan dunia pilantropisme. Pandangan dunia yang terdapat dalam karyanya tersebut muncul karena masa kecil Charles Dickens yang menyedihkan, keadaan orang-orang miskin di Inggris yang sangat memprihatinkan serta agama yang dianutnya. Tujuannya menciptakan novela ini adalah untuk mengembalikan keseimbangan antara dirinya dengan lingkungannya. Ttujuan dimasukkannya pandangan dunia ini dalam karyanya adalah untuk menyadarkan para kaum atas akan pentingnya berbagi dan cinta sesama sehingga tidak ada jarak antara mereka dan orang-orang miskin. Selain itu, Dickens ingin mengembalikan moral manusia yang mengalami kemunduran akibat kapitalisme.
PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 2002-2013 Hisyam Arifal Fahad; Eko Crys Endrayadi
Publika Budaya Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis article discusses the development of tourism sector in Banyuwangi regency 2002-2013. The problems in this thesis are (1) the conditions of tourism before the government issues policies; (2) the regional government’s efforts to develop tourism sector; (3) the impact of tourism towards economic, social, and cultural life in Banyuwangi regency. To discuss the problems, this study applies theory of modernization by using the sociology of tourism approach and historical method. Tourism is not merely an activity to find pleasure, but also the source of foreign exchange. One of regencies which can develop tourism industry is Banyuwangi. The development of tourism in this regency, in its early development, experienced fluctuation that was caused by the economic crisis and the tragedy of santet (the killings of many people who were issued having black magic in 1998-1999) that decreased Banyuwangi’s tourism image. Such condition still run until the issue of the 2102 regional government’s regulation as the legal standing of tourism development in Banyuwangi. This regulation has got positive response from the investors that has been showed by the construction of hotel industry, tourism destinations, and transportation which have made Banyuwangi as the centre of emergent economic department in East Java. The growth of tourism has brought new jobs for the society as the managers of tourism services and regrowing local cultures through carnival events conducted by the regional government and society.
THE OPERATION OF HEGEMONY IN A DYSTOPIAN SOCIETY IN LAUREN OLIVER'S DELIRIUM Bangkit Sandy Pratama; Ikwan Setiawan; Hat Pujiati
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pb.v5i2.6152

Abstract

AbstractDelirium is a dystopian novel written by Lauren Oliver. In this novel, there is a depiction on how power and ruling position could be achieved by utilizing a process of negotiating beliefs and values rather than conducting a full coercive domination. The government as the dominant class in this novel initiates its attempt to gain power and ruling position from the people in the society through indoctrinating ideology by the apparatuses before finally gains the consensus from the dominated class. This study presents the elaboration on how hegemony works in a dystopian society which is influenced by the theme of physical-moral destruction, the embodiment of fear and the set of ultimate rules. As the theoretical framework to analyze the data in the novel, this study utilizes the theory of hegemony by Antonio Gramsci, the conception of ideology by Louis Althusser and the idea about coercive discipline by Michel Foucault. The purpose of this study is to delineate the stages of hegemony operation in a dystopian society and relates them to the actual hegemony of the United States as the alternate setting of the novel. The result of this study elaborates that hegemony is a process of gaining power in which the role of coercive elements in it is still needed in order to preserve the power and authority achieved by the dominant class after indoctrinating its ideology. This explains how both of the hegemony operation conducted by either the government in the novel or the United States is able to remain long and strong as it influences several important sectors such as economic, military, technology, culture and etc. From this result, it can be concluded that Delirium as a cultural product acts as one of the hegemonic apparatuses for the United States to strengthen its position as the beacon of the world.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA HARIAN JAWA POS DAN KOMPAS Zaini Zaini; Agus Sariono; Andang Subaharianto
Publika Budaya Vol 1 No 1 (2013): November
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahasa dalam penyampaian berita pada harian Jawa Pos dan Kompas berbeda. Perbedaan tersebut bisa terjadi berkaitan dengan penerbitan pers yang memiliki segmen pasar tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa Indonesia di bidang leksikon dan konstruksi kalimat dalam rubrik politik dan ekonomi pada harian Jawa Pos dan Kompas dengan menggunakan metode komparatif. Berdasarkan analisis data, bahasa Kompas cenderung menggunakan kata kajian, kata baku serta penyampaian kesantunan bahasa yang lebih baik dibandingkan Jawa Pos. Sebaliknya, Jawa Pos cenderung menggunakan kata-kata yang sederhana, mengalir (hampir serupa dengan bahasa tutur), serta memiliki penyampaian kesantunan bahasa yang lebih rendah dibandingkan harian Kompas. Kompas lebih banyak menggunakan kalimat panjang (kalimat majemuk) dibandingkan Jawa Pos. Penggunaan bahasa Indonesia oleh harian Kompas lebih sesuai untuk khalayak pembaca kelas sosial menengah ke atas. Begitu sebaliknya, penggunaan bahasa Indonesia oleh harian Jawa Pos lebih sesuai untuk khalayak pembaca kelas sosial menengah ke bawah.
ISTILAH-ISTILAH PERKEBUNAN PADA MASYARAKAT MADURA DI DESA HARJOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER (SUATU TINJAUAN ETNOLINGUISTIK) Kusnadi Kusnadi; Sofyan Akhmad; Subaharianto Andang
Publika Budaya Vol 2 No 1 (2014): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang bentuk-bentuk, penggunaan dan makna istilah bahasa Madura pada bidangperkebunan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancarayang dilengkapi dengan teknik dasar pancing. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik cakap semuka yangdilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan intralingual dan metode padanekstralingual yang dilanjutkan dengan metode deskriptif. Data diklasifikasikan atas beberapa bentuk yaitu:nomina, verba, ajektiva dan frasa. Data berupa nomina terdiri atas nomina dasar, nomina turunan, nominatempat, dan nomina kuantita dan penggolong. Data berupa verba terdiri atas verba asal dan verba turunan.Berdasarkan ada tidaknya nomina yang mendampinginya, data berupa verba terdiri atas verba transitif dan verbaintransitif, sedangkan berdasarkan maknanya, data berupa verba terdiri atas verba kausatif. Secara semantik,data yang dianalisis memiliki makna istilah antara lain berupa makna khusus, makna deskriptif, dan maknareferensial. Berdasarkan penggunaannya, dihasilkan bentuk-bentuk istilah yang secara etnolinguistik hanyadigunakan dan dapat dipahami oleh masyarakat pemilik budaya dan pengguna bahasa tersebut.Kata Kunci: Istilah, Perkebunan, bahasa Madura, Etnolinguistik.
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP KEHIDUPAN ETNIS TIONGHOA DI BIDANG POLITIK, SOSIAL BUDAYA,DAN EKONOMI DI KABUPATEN JEMBER DARI ZAMAN ORDE LAMA SAMPAI ZAMAN REFORMASI PADA TAHUN 1998-2012 Nur Hudayah; Retno Winarni
Publika Budaya Vol 2 No 2 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebijakan apa saja yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa, mendeskripsikan reaksi etnis Tionghoa di Jember terhadap kebijakan pemerintah tersebut, serta menelusuri dampak yang terjadi akibat berlakunya kebijakan pemerintah Indonesia terhadap etnis Tionghoa khususnya di Jember. Penelitian ini menggunakan metode historis. Sumber data yang digunakan adalah berupa surat kabar, berbagai literatur buku, internet maupun sumber lain yaitu berupa wawancara. Teknis analisis data menggunakan teknis analisis historis, yaitu analisa yang mengutakamakan dalam mengolah suatu data sejarah. Prosedur penelitian melalui empat tahap yaitu : heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebijakan yang keluar sejak zaman Reformasi memberi kebebasan bagi etnis Tionghoa dalam berbagai bidang, tepatnya saat semua kebijakan yang melarang berbagai aktivitas kehidupan orang Tionghoa dicabut oleh pemerintahan semasa Gus Dur. Respons etnis Tionghoa di Jember cukup antusias untuk menerima semua perubahan tersebut, dan dari perubahan tersebut terjadi proses asimilasi budaya antara orang Tionghoa dengan masyarakat lokal di Jember. Dampak dari berbagai peraturan tersebut ternyata mengubah orientasi atau pandangan etnis Tionghoa. Dapat dikatakan orang Tionghoa di Jember telah beradaptasi dengan budaya lokal yang lebih bersifat ke- Indonesiaan. Kata kunci: Kebijakan pemerintah, etnis Tionghoa, Jember

Page 9 of 14 | Total Record : 133