cover
Contact Name
Retno Winarni
Contact Email
retno.winarni@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Publika Budaya
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Terbit tiga kali dalam setahun pada bulan Maret, Juli, November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil karya ilmiah mahasiswa yang berupa gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori dari karya ilmiah skripsi mahasiswa gelar S-1 di Bidang Budaya dan Media
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
A STUDY OF CONCEPTUAL METAPHOR IN SUZANNE COLLINS' THE HUNGER GAMES SEBUAH KAJIAN KONSEPTUAL METAFORA PADA THE HUNGER GAMES OLEH SUZANNE COLLINS Kurniawati Kurniawati; Albert Tallapessy; Sabta Diana
Publika Budaya Vol 2 No 3 (2014): Nopember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam karya sastra, bahasa digunakan untuk mengkaji hal-hal yang terjadi disekitar kita dengan menggukanan gaya bahasa seperti metafora. Metafora adalah strategi komunikasi di implikatur yang merupakan bagian dari studi Pragmatik. Metaphor juga dapat menggambarkan kejadian sehari-hari seperti konsep emosi pada novel The Hunger Games oleh Suzanne Collins (2009). Selanjutnya, untuk mengumpulkan data, proses identifikasi dan sampling konseptual metafora digunakan berdasarkan teori Conceptual Metaphor oleh Lakoff dan Johnson (1980) dan sembilan domain oleh Kӧvecses (2000). Comparison Teori yang disusun oleh Miller (dikutip di Levinson, 1983) digunakan untuk mengkategorikan tipe-tipe metafora dan untuk menginterpretasi metafora. Riset ini menerapkan strategi Mixed-method. Dengan menggunakan exploratory-qualitative-statistical research data-data dianalisis dengan cara perhitungan, pengkategorian, dan uraian. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa hanya tipe nominal dan predicative yang sering muncul. Target domain SADNESS, FEAR, dan ANGER yang mendominasi. NATURAL FORCE, FIRE, TORMENTOR, DOWN, dan CAPTIVE ANIMAL sering muncul sebagai source domain. Keseluruhan dominan data muncul dan mengindikasikan kecenderungan tertentu yang berhubungan dengan keseluruhan cerita, karakter dan apa saja yang karakter Katniss Everdeen lakukan dan rasakan di dalam cerita. Kata kunci: Karya sastra, metafora, emosi, konseptual metafora, Pragmatik ABSTRACT In literary work, language is used to examine what happen around us by using one of language style such as metaphor. Metaphor is a communicative strategy in implicature that belongs to Pragmatics study. Metaphor also works on our daily routine expressions such as the concept of emotion in novel of The Hunger Games written by Suzanne Collins (2009). Further, to collect data, identifying and sampling are applied based on theory of Conceptual Metaphor by Lakoff and Johnson (1980) and nine domains of emotion by Kӧvecses (2000). Theory of Comparison that proposed by Miller (cited in Levinson, 1983) is used to categorize the types of metaphors and to interpret metaphors. This research applies Mixed-method strategy through exploratory-qualitative-statistical research data will be executed in statistic, categorization, and exploration. The results of this research show that there are only nominal and predicative metaphors that are dominantly used. SADNESS, FEAR, and ANGER are the dominant target domains. There are NATURAL FORCE, FIRE, TORMENTOR, DOWN, and CAPTIVE ANIMAL appearing as the dominant source domains. The whole dominant categories appear and indicate particular tendency that is related with the story, character and what Katniss Everdeen as the main character does and feels in the story. Keywords: literary works, metaphor, emotion, Conceptual Metaphor, Pragmatics.
BIAS AND POWER: APPRAISAL IN MEDIA DISCOURSE (KEBERPIHAKAN DAN KUASA: PENAKSIRAN DALAM WACANA MEDIA) Enike Prasetyo Wati; Albert Tallapessy; Sabta Diana
Publika Budaya Vol 3 No 1 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obyek penelitian ini adalah wacana media, berupa tiga artikel berita dari situs koran berbahasa Inggris di Indonesia, Jakarta Globe, yang membahas tentang pemilu presiden 2014. Ketiga artikel tersebut antara lain Personalities Set to Trump Party Loyalties in Indonesian Presidential Election, Golkar Riven by Presidential Candidacy, dan SBY Silence May Speak a Thousand Words. Ketiganya membandingkan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Berdasarkan konteks kalimat-kalimatnya, ditaksir ada hubungan antara keberpihakan dan kuasa. Maka, pemikiran tentang keberpihakan dan kuasa digunakan dalam memilah data. Lalu, berkaitan dengan Systemic Functional Linguistics (SFL), proses verbal tampak dominan karena pemilihan narasumber sebagai indikator adanya kecenderungan penerbit terhadap salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dalam penelitian ini, SFL dan pengembangannya, appraisal, berguna dalam mengkode data ke dalam tabulasi. Kemudian, pendirian kritis diperlukan untuk mengungkap manipulasi kuasa, dominasi, dan keberpihakan yang ditemukan pada ketiga artikel berita tersebut. Oleh karena itu, Analisis Wacana Kritis (CDA) adalah pendekatan yang digunakan. Kata kunci: Jakarta Globe, Joko Widodo-Jusuf Kalla, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, appraisal, keberpihakan, kuasa, proses verbal. ABSTRACT The objects of research are media discourses, three articles from a website of English language newspaper in Indonesia, The Jakarta Globe, talking about presidential election 2014. They are Personalities Set to Trump Party Loyalties in Indonesian Presidential Election, Golkar Riven by Presidential Candidacy, and SBY Silence May Speak a Thousand. They compare Joko Widodo-Jusuf Kalla to Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. In this case, appraisal exists. There is a relation between bias and power which are situational contexts. Thus, the frameworks of power and bias are used in sorting the data. Then, related to Systemic Functional Linguistics (SFL), verbal processes seem dominant because of the sources selection to indicate appraisal event. In this research, SFL and its development, appraisal, work in coding the data into tabulation. Then, a critical stance is needed to reveal the power, dominance, and bias found in the three chosen news articles. Hence, Critical Discourse Analysis (CDA) serves as the approach used. Keywords: The Jakarta Globe, Joko Widodo-Jusuf Kalla, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, appraisal, bias, power, verbal processes.
HIPERREALITAS DALAM NOVEL CYBERPUNK FREE TO FALL KARYA LAUREN MILLER Rahina Manik Wanodya; Hat Pujiati; Irana Astutiningsih
Publika Budaya Vol 3 No 2 (2015): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakFree To Fall adalah sebuah novel cyberpunk yang ditulis oleh Lauren Miller. Sebagai sebuah novel cyberpunk, Free To Fall mengambil beberapa poin dari fiksi ilmiah dan fiksi postmodern. Novel ini berhubungan dengan teknologi dan efek dari teknologi yaitu hiperrealitas. Hiperrealitas adalah sebuah fenomena yang menyebabkan keterputusan antara yang asli dan tiruan. Hiperrealitas adalah topik utama dalam analisis ini. Analisis ini menggunakan metode analisis kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah tentang informasi yang berhubungan dengan hiperrealitas di Free To Fall, informasi tentang Paradise Lost, dan kondisi Amerika saat ini terkait dengan perkembangan teknologi. Diskusi dimulai dengan analisis konstruksi fiksi cyberpunk yang menuntun pada diskusi tentang hiperrealitas. Dalam menganalisis hiperrealitas di Free To Fall, teori hiperrealitas oleh Baudrillard digunakan untuk menganalisis perubahan imaji tentang teknologi di dalam novel. diskusi berlanjut untuk menganalisis intertekstualitas antara Free To Fall dan Paradise Lost oleh John Milton. Selanjutnya, analisis ini juga mendiskusikan tentang kondisi Amerika yang digunakan untuk menunjukkan hubungan antara hiperrealitas di Free To Fall dan Amerika. Hasilnya, teknologi telah mengaburkan realitas dan membawa orang-orang menuju realitas buatan. Analisis tentang hiperrealitas menunjukkan bahwa terdapat simulasi dari simulasi di dalam Free To Fall. Selain itu, hiperrealitas di Amerika menunjukkan bahwa orang-orang Amerika menggunakan teknologi untuk menciptakan surga mereka sendiri dimana mereka mendapatkan kebahagiaan.
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DI TEMPAT PELELANGAN IKAN KECAMATAN PUGER KABUPATEN JEMBER (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Ika Anindya Azizah; Akhmad Sofyan; Ali Badrudin
Publika Budaya Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractAs social human, he has roles in society. In every interaction, humans create multiple languages and have a set of codes, which each code fits in a role relationship. In term of choosing the code, code mixing and code switching can be done as the types of choice. Code mixing blends other language fragments into a particular language and code switching is the transition of language from one code to another in conversation. This study aimed to describe the form of code mixing and code switching as well as the factors behind the use of code mixing and code switching occurred in buying and selling fish activities at fish auction Puger sub-district of Jember regency. This research used descriptive qualitative method, which was done based on the research in the field when the researcher observed the conversation on the activities of buying and selling fish. Based on the analysis results obtained, the seller was a multi-linguist who mastered more than one language, while the interlocutor causing code mixing often used Javanese languange. The insertion of other languages in code mixing conversation was in the form of word, phrase, and clause. There were two codes in this research; namely, translation and diversity e.g. Javanese language to the Madurese langauge was ngoko variety; Madurese language to the Javanese language was krama variety, and Madurese language to informal Indonesian language. Furthermore, there were several factors behind the use of code mixing and the code switching. Factors causing code mixing included: social role, limitation, and desire to explain something. While factors causing code switching included: speaker, interlocutor, topic / subject, seller’s annoyance to buyer, buyer's annoyance to seller, presence of third person, evoking sense of humor, easiness, and attracting buyer’s attention.
YOUNG JU’S HYBRID IDENTITY IN AN NA’S A STEP FROM HEAVEN M. Fadlil Abdillah; Eko Suwargono; Irana Astutiningsih
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pb.v5i2.6154

Abstract

AbstractThis study discusses hybrid identity problem experienced by the main character, Young Ju, in A Step from Heaven. As a diasporic subject, she has to face some problems related to her identity. Her effort to survive among the differences of two different cultures (South Korea/eastern and America/western) is the main problem this study. Besides, the violence of her father becomes a barrier to her adaptation process in the new environment. For that reason, the problems are analyzed in this study using theory of hybridity by Homi K. Bhabha. The result of this study shows that to survive in a place with many differences especially it has relation to identity and culture, Young Ju needs to adopt some cultures that consider can give advantage in order to survive without losing the old culture. Then, this process leads her to be hybrid subject. By having the hybrid identity, it means that her hard work to accustom with the host society is running smoothly.
MANTRA DALAM TRADISI PEMANGGIL HUJAN DI SITUBONDO: KAJIAN STRUKTUR, FORMULA, DAN FUNGSI Laksari Lu'luil Maknuna; Sunarti Mustamar; Sri Ningsih
Publika Budaya Vol 1 No 1 (2013): November
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi lisan merupakan salah satu produk kebudayaan atau hasil kreasi kelompok etnik tertentu secara berulang-ulang dan turun-temurun yang didominasi oleh unsur kelisanan dan membentuk sebuah konvensi budaya. Tradisi pemanggil hujan termasuk dalam tradisi lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek struktur, formula, dan fungsi yang terdapat dalam mantra dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ditemukan empat buah mantra di tempat yang berbeda tetapi masih berada dalam satu kabupaten. Mantra tersebut ialah: Tembang Pamoji, Demmong, Esmo Kerem, dan Bato’ Ondem.
BEREBUT 'RUMAH TUHAN' STUDI KASUS KONFLIK ANTARA JEMAAT GKJW DAN GPIB KELURAHAN CITRODIWANGSAN KECAMATAN LUMAJANG KABUPATEN LUMAJANG, 1975-1982 Yanti Yulianti; Nurhadi Sasmita; Bambang Samsu Badriyanto
Publika Budaya Vol 1 No 1 (2013): November
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang sejarah sosial dengan menggunakan konsep pendekatan sosiologi agama yang mempelajari peran agama dan peristiwa-peristiwa sosial dalam masyarakat Lumajang. Peristiwa-pristiwa sosial dapat memicu terjadinya konflik sehingga menimbulkan perubahan sosial di dalam masyarakat. Dengan menggunakan bahan-bahan teori sosiologi agama dan historis, artikel ini menyelidiki pandangan, pengetahuan, dan kepercayaan yang berhubungan, khususnya dengan konflik agama yang terjadi antara jemaat GKJW dengan GPIB Lumajang. Jika manusia sudah menjadi satu kesatuan dengan agama dan kelompoknya maka manusia tersebut berani membela agamanya yang dianggap benar sehingga cenderung berusaha menyelamatkan dan membela martabat agamanya. Seperti halnya yang terjadi di Lumajang kedua aliran gereja tersebut saling mempertahankan dan memperebutkan gerejanya, sehingga terjadi konflik. Mereka masing-masing mempunyai rasa ingin membela agama yang dianggapnya benar dan rela mempertahankan kekuasaan satu sama lain.
PEMUKIMAN LIAR DI SURABAYA TAHUN 1970-2000 Galuh Yuni Khoirul Nisah; Sri Ana Handayani
Publika Budaya Vol 2 No 1 (2014): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas dinamika kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah pemukiman liar di Surabaya.Permasalahan yang dikaji meliputi kehidupan sosial ekonomi yang termarjinalkan, penanganan oleh pemerintah,serta dampak penanganan baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Metode yang digunakan adalah metodesejarah yang memiliki empat tahapan kerja, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumberdiperoleh melalui penelitian dokumen, artikel, serta wawancara dengan pelaku sejarah. Temuan risetmenunjukkan bahwa Surabaya sebagai kota industri menarik kaum migran untuk menjadi pekerja industri.Rendahnya ketrampilan membuat mereka termarjinalkan dan tinggal di pemukiman liar. Mereka dianggapsebagai masyarakat yang menciptakan kekumuhan kota Surabaya. Pemerintah kota Surabaya berupayamenciptakan kota surabaya sebagai kota yang bersih dan sehat dengan cara membangun rumah susun,pemutihan tanah, dan menyediakan tempat untuk usaha bagi masyarakat yang berasal dari pemukiman liar.Walaupun terjadi pro dan kontra dalam penanganan pemukim liar, pada akhirnya masyarakat dapat menerimakebijakan pemerintah kota Surabaya. Dampak dari penanganan pemukiman liar dengan konteks melibatkanseluruh lapisan masyarakat membuat kota Surabaya menjadi tertata lebih baik. Bahkan, salah satu pemukimanliar yaitu Banyu Urip mendapat penghargaan kebersihan lingkungan dari Berlin pada tanggal 31 Mei tahun1987.Kata Kunci: pemukiman liar, kota Surabaya, perbaikan, manajemen
SULA’S REBELLION AGAINST THE BLACK CONVENTIONAL VALUES AS THE INDICATOR OF HER FEMINIST SPIRIT IN TONI MORRISON’S SULA Laily Rosdiana; Imam Basuki; Erna Cahyawati
Publika Budaya Vol 2 No 2 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sula a novel written by Toni Morrison tells about a black woman who rebel against the patriarchal system, racial oppression and class discrimination as the conventional values in Bottom society, where the blacks live.This thesis focuses on Sula’s Rebellion against the black conventional values as the indicator of her feminist spirit in Toni Morrison’s Sula. Sula as the main female character breaks and rebels the conventional values surrounding her. The strongest influential factors that shape and influence Sula’s rebellion are coming from the society, family and friendship. She breaks the patriarchal culture and the racial problems within her society by rejecting marriage and having free sexual partner. For those reasons, Sula is named a pariah and evil. The research employs Marxism and Afro-American Feminism to discuss the dominant ideology of whites, classes, and racialism in the world of black feminism. The research is qualitative research which applies text in Sula as the basic data. The data are analyzed to show the reason of Sula's rebellion in rejecting marriage and having free sexual life. The data reveals that black women face double oppression such as patriarchy and racialism. Therefore, the study is significant to understand Afro-American women and their struggle against oppression of patriarchal system and racial problems in their society. Keywords: Rebellion, Conventional Values, Afro American Feminism, Racialism, consciousness, Patriarchy, Class discriminations, Pariah
KONSPIRASI POLITIK DALAM KEMATIAN MARSINAH DI PORONG SIDOARJO TAHUN 1993-1995 (POLITICAL CONSPIRACY ON THE DEATH OF MARSINAH IN PORONG SIDOARJO IN 1993-1995) Iyut Qurniasari; IG. Krisnadi
Publika Budaya Vol 2 No 3 (2014): Nopember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the political conspiracy in the death of Marsinah, a female labor of PT. Catur Putra Surya (PT. CPS) Porong Sidoarjo in 1993-1995. Marsinah death associated with an active role in labor demonstrations of PT. CPS Porong on 3-4 May 1993, and was associated with the repression of the New Order government in achieving national stability in order to support economic development. Irregularities contained in the disclosure show that there was a conspiracy of the military and law enforcement to prevent Marsinah killer from being punished. In order to analyze the political conspiracy in the death of Marsinah, the theory of hegemony as well as the concept model of bureaucratic authoritarian state are employed. The research method used in this article is historical method which has four steps: heuristics, appraising them critically, interpretation, and historiography. Keywords: Marsinah, Political Conspiracy, New Orde ABSTRAK Artikel ini membahas tentang konspirasi politik yang terjadi dalam kematian Marsinah, seorang buruh perempuan PT. Catur Putra Surya (PT. CPS) Porong Sidoarjo pada tahun 1993-1995. Kematian Marsinah dihubungkan dengan peran aktifnya dalam demonstrasi buruh PT. CPS Porong pada 3-4 Mei 1993, serta dikaitkan dengan represifitas pemerintah Orde Baru dalam mewujudkan stabilitas nasional guna menunjang pembangunan ekonomi. Kejanggalan-kejanggalan yang terdapat dalam proses pengungkapan kasusnya menunjukkan adanya konspirasi dari pihak militer dan penegak hukum untuk menghindarkan pembunuh Marsinah dari jeratan hukum. Guna menganalisis konspirasi politik dalam kematian Marsinah, diperlukan teori konspirasi politik, teori hegemoni serta konsep model negara Otoriter Birokratik (OB). Metode penelitian yang digunakan penulis dalam artikel ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Kata Kunci: Marsinah, Konspirasi Politik, Orde Baru

Page 11 of 14 | Total Record : 133