cover
Contact Name
Retno Winarni
Contact Email
retno.winarni@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Publika Budaya
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Terbit tiga kali dalam setahun pada bulan Maret, Juli, November. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil karya ilmiah mahasiswa yang berupa gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori dari karya ilmiah skripsi mahasiswa gelar S-1 di Bidang Budaya dan Media
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
CONSTRUING IDEATIONAL MEANING IN ELECTRONICS DEVICESADVERTISEMENTS IN JAWA POS: A SYSTEMIC FUNCTIONAL LINGUISTICMULTIMODAL DISCOURSE ANALYSIS Erna Fitria Ningsih; Albert Tallapessy; Riskia Setiarini
Publika Budaya Vol 2 No 1 (2014): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research deals with multimodal discourse analysis. The data were collected from printed advertisements ofJawa Pos newspaper. Generic Structure Potential of printed advertisement (GSP) proposed by Cheong (2004)and Halliday's (1994) transitivity were applied. Cheong's framework is applied to reveal the elements of visualand linguistic elements, meanwhile Halliday's transitivity is used to know the processes. Thereby, this researchdiscovers the relationship between image and text in one context. The result shows that visual elements in theprinted advertisements are Lead, Emblem, and Display. Lead consists of Locus of Attention (LoA) andComplements to the Locus of Attention (Comp. LoA). Meanwhile, the linguistic elements are Announcement,Emblem, Enhancer, Tag, and Call-and-Visit Information. Finally, it is found that there is interconnectednessbetween the visual and linguistic elements in the printed advertisement. It causes high ContextualizationPropensity (CP), narrow Interpretative Space (IS), and also small Semantic Effervescence (SE).Keywords: Generic Structure Potential (GSP), Ideational Meaning, Multimodal Discourse, PrintedAdvertisement
PROSTITUSI DI JEMBER TAHUN 1974-2007 Ahmad Subur Jailani; Bambang Samsu Badriyanto
Publika Budaya Vol 2 No 2 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komersialisasi seks di Indonesia berkembang sejak masa penjajahan Belanda. Pada saat itu, pelacuran telah memasuki semua kalangan masyarakat. Pada umumnya, praktek prostitusi memiliki tempat khusus yang disebut dengan lokalisasi. Para pelacur bekerja secara terorganisir dan diawasi oleh seorang yang disebut dengan germo. Akan tetapi tidak sedikit juga para pelacur yang tidak tergabung dalam lokalisasi atau mereka yang lebih memilih untuk bertebaran di berbagai tempat secara terselubung dalam melakukan prakteknya, seperti di hotel, wisma, musik room, taksi, tempat kost, panti pijat atau tempat lainnya. Di Jember praktek prostitusi disebabkan oleh keadaan ekonomi masyarakat yang tidak memadai, gaya hidup mewah serta budaya konsumtif yang masih melekat pada warga sekitar. Prostitusi di Jember tidak lagi dilakukan oleh kalangan dewasa saja, bahkan anak yang masih di bawah umur juga ikut serta di dalamnya. Fenomena ayam kampus dan gadis putih abu-abu juga banyak terjadi di Jember. Praktek prostitusi menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat sekitar. Penelitian ini menggabungkan metode sejarah dan sejarah lisan. Metode sejarah digunakan untuk mengkaji bagaimana fenomena prostitusi terjadi serta bagaimana muncul dan berkembangnya prostitusi di Jember. Metode sejarah lisan digunakan untuk mendapatkan informasi dari masyarakat yang menjadi saksi atau terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. Kata kunci: Menjual tubuh, Komersialisasi seks, Prostitusi di Jember
COSMOPOLITANISM AS SOCIOLOGICAL PERSPECTIVE ON AMERICAN LIFE IN THE ERA OF 1980-1990s THROUGH RAE LAWRENCE’S JACQUELINE SUSSAN’S SHADOW OF THE DOLLS Ishaq Destri; Imam Basuki; Agung Tri
Publika Budaya Vol 2 No 2 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses cosmopolitanism as sociological perspective on American life in the era of 1980- 1990s through Rae Lawrence’s Jacqueline Sussan’s Shadow of the Dolls. This article has two questions asked as the main problems which are also be the main goals in doing the research. The first question asks about the characters’ life styles. The second question is about American perspective on cosmopolitanism in certain era based on the novel. This research uses sociology perspective in understanding the form of cosmopolitanism from the characters’ life styles based on Swingewoods’ theory. This research is a qualitative research and a documentary method is used to collect the data, as well as the inductive method which is used to analyze the subject matters. After doing the research, we found that the characters in the novel are represented as cosmopolitan who have their own choices in life. Besides, we also found that life styles as society’s perspective lead society to choose cosmopolitan as their way of life. Keywords: Cosmopolitanism, Sociological Perspective, Lifestyle
The Intended Meaning of the Idiomatic Utterances Used in the Selected Speech of President Barack Obama in Addressing between the United States and Muslim Countries (Maksud yang Terkandung dalam Ungkapan-ungkapan Idiom yang Digunakan dalam beberapa Pilihan Chilyatun Nisa; Samudji Samudji; Sabta Diana
Publika Budaya Vol 2 No 3 (2014): Nopember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian Idiom digunakan dalam berbagai situasi, yakni situasi informal dan formal dalam pidato. Adapun tujuan penelitian ini diantaranya untuk meneliti beberapa tujuan komunikasi pembicara dan maksud tersirat idiom pada ungkapan metafor yang digunakan oleh pembicara dalam berpidato. Selanjutnya, penelitian ini membahas tentang penggunaan ungkapan idiom secara lebih jauh dalam konsep metafor. Konsep tersebut digunakan untuk membahas tentang beberapa tujuan pembicara yang menghubungkan antara sistem pemahaman dan pengalaman pembicara tersebut di dunia nyata. Objek kajian dalam penelitian ini adalah transkrip pilihan dari pidato Obama yang membahas tentang hubungan Amerika dan negara-negara Muslim. Teori konsep metafor diaplikasikan untuk menggambarkan ungkapan-ungkapan yang digunakan oleh Obama, khususnya idiom, yang mengacu pada hubungan negara-negara tersebut. Ungkapan idiom ini menghasilkan maksud tersirat, oleh karena itu peninjauan tindak tutur tak langsung dari teori yang digagas oleh Searle (dalam Yule, 1996) serta pelanggaran maksim yang digagas oleh Grice (dalam Levinson, 1983) dipakai untuk mencapai maksud dan tujuan Obama dalam menyampaikan pidato di negara-negara Muslim tersebut. Selanjutnya, teori pelanggaran maksim diaplikasikan untuk mengetahui beberapa maksud ungkapan idiom Obama. Dengan demikian, kajian konsep metafor (Kövecses, 2002) dan dua teori pendukung tersebut dipakai dalam penelitian ini. Kajian penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan dan menafsirkan ungkapan idiom dalam pidato tersebut. Dalam hasil penelitian ini dibuktikan bahwa Obama banyak menggunakan ekspresi idiom dalam berpidato. Ungkapan-ungkapan idiom tidak hanya digunakan untuk memperhalus gaya berpidato Obama, namun juga untuk mengungkapkan secara tidak langsung tujuan-tujuan komunikasi Obama dalam menyampaikan pidato di negara-negara Muslim. Kata Kunci: Idiom, Konsep metafor, Prinsip Koperatif, Pelanggaran maksim, Tindak tutur, Konteks situasi Abstract The use of idioms is applied in any situations, informal and formal situation of the speech. The aims of this research are to examine the speaker’s communicative purposes and implied meanings based on idiom in metaphorical expressions he used in delivering speech. Further, this research discusses more about the use of idiom in metaphorical concept. Such concept is used to treat the speaker’s intentions related to his perceptual system and experience with the real world. The transcripts of selected speech of Obama in addressing between the United States and Muslim countries are used as the objects. The theory of conceptual metaphor is applied to describe Obama’s idiomatic expressions to address the relationship between those countries. Since idioms generate intended meanings, the observations of indirect speech acts proposed by Searle (as cited in Yule, 1996) and maxims violation proposed by Grice (as cited in Levinson, 1983) are required to get the further interpretation. The theory of indirect speech acts is used to achieve the aims of Obama performing speeches in Muslim Countries. Further, violating maxims are treated to explore the implied meanings of Obama’s idiomatic expressions. Thus, the study of conceptual metaphor (Kövecses, 2002) and two supporting theories of speech acts and maxims violation are conducted in this research. This study employs qualitative research to describe and to interpret the idiomatic utterances in Obama’s speeches. The result of this research proved that Obama uses many idiomatic expressions in his speeches. The idiomatic expressions are used not only to refine the rhetorical style in his speeches, but also to imply Obama’s communicative purposes in delivering speech in Muslim Countries. Keywords: Idiom, Conceptual metaphor, Cooperative Principle, Flouting maxims, Speech acts, Context of situation
DECODING PENONTON TERHADAP IKLAN LAYANAN MASYARAKAT IMUNISASI WAJIB BAGI BALITA TAHUN 2013 DI TELEVISI (DECODING OF SPECTATOR TOWARD ADVERTISEMENT ABOUT MUST IMUNIZATION FOR CHILDREN UNDER FIVE IN 2013 ON TELEVISION) Muhamad Faizi Prayoga; Ikwan Setiawan; Fajar Aji
Publika Budaya Vol 3 No 1 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of understanding a presentation presented on television especially service society’s advertisement is very important in succeed supporting of a product which is produced. The purpose of this research is to know the background of television viewer and customer of service society’s advertisement about must immunization for children under five in 2013 and to know the process of decoding service society’s advertisement about must immunization for children under five in 2013 by using descriptive qualitative method, observation, not structural interview, focus group discussion and data analysis (flow model). The result of the research shows that decoding is an important part in a set of communication process because media cannot hegemony the viewer or the customer without television viewer’s decoding. The background and position of decoding show that knowing a same text which read and understood by the viewer set the viewer in the certain decoding position and known customer’s reception level upon the text that consumed. Keywords: perception, service society’s advertisement, decoding ABSTRAK Proses memahami dalam pemaknaan sebuah tayangan yang hadir di televisi terutama iklan layanan masyarakat sangatlah penting dalam mendukung keberhasilan sebuah produk yang telah diproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang penonton dan konsumen iklan layanan masyarakat imunisasi wajib bagi balita tahun 2013 dan untuk mengetahui proses decoding iklan layanan masyarakat imunisasi wajib bagi balita tahun 2013 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, observasi, wawancara tidak terstruktur, wawancara kelompok fokus, dan analisis data (flow model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa decoding adalah bagian terpenting dalam rangkaian proses komunikasi, karena tanpa decoding penonton, media tidak dapat menghegemoni penontonnya atau konsumennya. Latar belakang dan posisi decoding menunjukkan bahwa mengetahui sebuah teks yang sama dibaca dan dipahami oleh penonton menempatkan penonton pada posisi decoding tertentu dan diketahui tingkat penerimaan konsumen atas teks yang dikonsumsi. Kata Kunci: persepsi, iklan layanan masyarakat, . 1. Pendahuluan Televisi adalah alat elektronik, alat yang baru dalam perjalanan sejarah peradaban manusia, berupa kotak hitam yang semula hitam putih menjadi berwarna dan menampilkan sebuah tayangan dari stasiun penyiaran sehingga khalayak dapat melihat sesuatu dari jarak jauh Fakultas Sastra Universitas Jember decoding.
Life of Pi: Pemunculan Realisme Magis dan Penghapusan Dunia-Dunia Rizka Septiana; Hat Pujiati Pujiati; Irana Astutiningsih
Publika Budaya Vol 3 No 2 (2015): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas kemunculan realisme magis dan penghapusan dunia-dunia sebagai strategi narasi dalam memunculkan aspek posmodernisme dalam novel Life of Pi. Artikel ini menyuguhkan tiga pertanyaan yang sekaligus menjadi tujuan dilakukannya penelitian ini. Pertama, artikel ini memperlihatkan bagaimana realisme magis dimunculkan dalam novel Life of Pi karya Yann Martel. Kedua, artikel ini menunjukkan bagaimana dunia-dunia mengalami penghapusan di dalam novel tersebut. Terakhir, artikel ini menjelaskan gambaran kultur posmodernisme yang muncul melalui penggunaan realisme magis dan penghapusan dunia-dunia sebagai strategi narasi dalam novel Life of Pi. Penelitian ini menggunakan perspektif posmodernis dalam menguji pembangunan dunia-dunia dan kemunculan realisme magis berdasarkan teori McHale. Penelitian ini dikelompokkan ke dalam penelitian kualitatif. Metode dokumenter digunakan untuk mengumpulkan data, sementara metode induktif digunakan untuk menganalisis novel tersebut. Setelah menganalisis novel tersebut, kami menemukan bahwa dengan memunculkan realisme magis dan penghapusan dunia-dunia, Life of Pi telah menghadirkan permasalahan ontologis yang merupakan ciri dari karya posmodernis. Selain itu, kami juga menemukan bahwa melalui kemunculan realisme magis dan penghapusan dunia sebagai strategi narasi dalam novel Life of Pi, Yann Martel menggambarkan kultur posmodernis yang disebut "anything goes"
ANALISIS SEMIOTIKA FILM CHRISTIAN METZ: STUDI KASUS VISUALISASI PESAN RELIGI DALAM FILM HIJRAH CINTA Alga Lilis Kusuma Dewi; Muhammad Zamroni; Soekma Yeni Astuti
Publika Budaya Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study was investigating about religion message visualization in film “Hijrah Cinta”. The goal of this study was to know about religion message visualization and it purposed in film “Hijrah Cinta”. This study used the descriptive-qualitiative method which explained the detail of the problem showed on this study. The data analysis in the object used the semiotics analiysis technic. The concept which used in this study was : religion message concept, then the theory whisch used was film semiotics Christian Metz theory and Gestalt cognitive psycology theory. The data analysis result shown the conclusion that the religion message in “Hijrah Cinta” shot series was sincere, patient, no surrender and godfearing. Those message was described to 7 syntagmas by Metz. The explanation of religion message was more complete with presence of gestalt psychological based analysis. 5 characteristic of insight in learning formed the comprehension about sincere, godfearing on religious proselytizing.
KAJIAN PSIKOLOGI WANITA TOKOH UTAMA NOVEL AIR MATA TUHAN KARYA AGUK IRAWAN M.N. Zeni Ernawati; Sri Mariati; Titik Maslikatin
Publika Budaya Vol 5 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNovel Air Mata Tuhan sebagai kajian psikologi wanita yang terfokus pada tokoh utama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk kepribadian kaum wanita. Tujuan penelitian Mendeskripsikan keterkaitan antarunsur struktural dan aspek psikologi wanita yang terdapat pada tokoh utama dalam novel Air Mata Tuhan karya Aguk Irawan M.N. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan cara studi pustaka dan menganalisis data-data yang terdapat di dalam novel Air Mata Tuhan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa unsur struktural meliputi judul, tema, penokohan dan perwatakan, serta konflik memiliki keterkaitan. Analisis psikologi wanita menunjukkan sifat khas wanita yaitu keindahan meliputi keindahan jasmani dan rohani, kelembutan, kerendahan hati, memelihara, sifat mudah kecewa dan bangkit lagi, wanita dan keluarga yang meliputi wanita sebagai istri, wanita sebagai partner hidup, serta wanita dan depresi. Semua sifat tersebut dimiliki oleh tokoh utama yang bernama Fisha.
GAMBARAN REZIM NAZI DALAM PERADABAN JERMAN DALAM BEBERAPA PILIHAN PUISI SYLVIA PLATH Maria Ulfa; Ayu Sutarto; Hat Pujiati
Publika Budaya Vol 1 No 1 (2013): November
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rezim Nazi adalah tragedi besar dari peradaban Jerman pada abad 20. Nazi merupakan sebuah partai yang sarat dengan pemerintahan diktator yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Partai Nazi mencapai masa keemasannya pada tahun 1933-1945 (periode Perang dunia II). Kemudian pada tahun 1962, Sylvia Plath membuat sebuah potret keNazian dalam karya-karyanya di Daddy, Lady Lazarus, dan Mary's Song. Pikiran imajinatif Plath sebagai anak perempuan Jerman mengungkapkan representasi yang berdasar sejarah kedalam puisi. Untuk itu, new historicism bagi Stephen Greenblatt merupakan sebuah perangkat dalam menguraikan wacana yang ada dalam teks puisi. Kemudian, hasil dari penelitian ini menunjukkan potret Nazi sebagai produk laki-laki dalam sudut pandang perempuan. Atribut-atribut Nazi yang digunakan dalam teks puisi itu merupakan sebuah estetika dalam mengekplorasi kebrutalan Nazi yang dibayangkan sejajar dengan kebrutalan laki-laki dalam sistem patriarki. Kemudian, ekplorasi atribut-atribut itu menunjukkan kekuatan Nazi dalam menghegemoni orang-orang Jerman untuk menganggap program-program Nazi sebagai kehendak Tuhan. Akibatnya menunjukkan bahwa ada penyalahgunaan ajaran agama untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Jadi, melalui teks puisi itu, Plath membawa bagian-bagian dari sejarah Jerman melalui emosinya terhadap rezim Nazi.
PERILAKU BERBAHASA LATAH WARGA DESA JATIGONO KECAMATAN KUNIR KABUPATEN LUMAJANG SEBUAH KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Hariyanto Bambang; Wibisono Bambang; Kusnadi Kusnadi
Publika Budaya Vol 2 No 1 (2014): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku latah menarik untuk diteliti dengan kajian Psikolinguistik. Artikel ini mendeskripsikan bentuk lingualbahasa latah pada warga Desa Jatigono Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang dan faktor penyebab wargaberperilaku latah. Data kualitatif berupa kata dan kalimat pada perilaku latah yang ada di Desa Jatigono,Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang. Hasil penelitian ini terdapat deskripsi bentuk-bentuk lingual perilakulatah berupa kata dan kalimat, meliputi: (1) perilaku latah Koprolalia, (2) perilaku latah Ekolalia, (3) perilakulatah Auto Ekolalia,dan (4) perilaku latah Automatic Obidience. Hasil penelitian ini juga terdapat beberapafaktor penyebab perilaku latah, meliputi: (1) faktor lingkungan (imitasi, sugesti, identifikasi, dan sugesti), dan(2) faktor mimpi.Kata Kunci: bahasa latah, jenis latah, psikolinguistik, faktor lingkungan, faktor mimpi.

Page 8 of 14 | Total Record : 133