cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
upt-penerbitan@unej.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Edukasi Universitas Jember
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
Analisis Pola Berpikir Kreatif Siswa Kelas X IPA 2 SMAN 2 Jember dalam Memecahkan Masalah Open Ended Bangun Datar dan Bangun Ruang Yuli Kurniawati, Elsa; Dafik, D; Fatahillah, Arif
Jurnal Edukasi Vol. 3 No. 1: Maret 2016 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v3i1.4315

Abstract

Pembelajaran matematika melatih seseorang untuk berpikir kritis, kreatif, logis, analitis dan sistematis. Pada kenyataaannya, matematika sering dianggap sebagai ilmu yang menekankan pada berpikir logis dengan penyelesaian tunggal dan pasti, sehingga siswa tidak memiliki keleluasaan untuk mengembangkan ide kreatifnya. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya kreativitas siswa dalam belajar matematika. Kurikulum 2006 menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kreatif dibutuhkan untuk menguasai ilmu di masa depan, mengingat bahwa dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat [1]. Dengan demikian, kemampuan berpikir kreatif penting untuk dikembangkan.Penelitian ini mendeskripsikan tingkat dan proses berpikir kreatif siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Jember, dalam memecahkan masalah open ended. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kreatif paket A dan paket B, kuesioner serta pedoman wawancara. Dari 36 siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Jember yang termasuk TBK 0 (tidak kreatif) sebanyak dua siswa (5,56%), TBK 1 (kurang kreatif) sebanyak dua puluh siswa (55,56%), TBK 2 (cukup kreatif) sebanyak tiga belas siswa (36,1 %), TBK 3 (kreatif) hanya satu siswa (2,78%) dan belum ada siswa yang mampu mencapai TBK 4 (sangat kreatif). Karena hanya terdapat empat tingkat berpikir kreatif maka diambil empat orang siswa sebagai subjek penelitian yang diidentifikasi proses berpikir kreatifnya. Siswa TBK 3 yang sangat memenuhi untuk aspek kefasihan dan aspek fleksibilitas namun untuk aspek kebaruan masih kurang. Siswa TBK 2 hanya memenuhi aspek fleksibilitas saja. Siswa TBK 1 yang memenuhi aspek kefasihan saja. Siswa TBK 0 yang tidak memenuhi aspek kefasihan, aspek fleksibilitas dan aspek kebaruan. Kata Kunci: Berpikir Kreatif, Proses Berpikir Kreatif, Tingkat Berpikir Kreatif
Kecerdasan Visual-Spasial Siswa SMP Berdasarkan Teori Hass Ditinjau dari Tingkat Kemampuan Geometri kelas IX-A SMP Negeri 1 Jember Maya Margaretha, Puspita; Susanto, S; Fatahillah, Arif
Jurnal Edukasi Vol. 2 No. 3: Nopember 2015 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v2i3.4362

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan visual-spasial siswa SMP berdasarkan Teori Hass ditinjau dari tingkat kemampuan geometri siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Jember. Instumen yang digunakan adalah lembar soal kemampuan geometri, lembar penyusunan indikator kecerdasan visual-spasial, lembar soal kecerdasan visual-spasial, pedoman wawancara, rubrik penilaian, dan lembar validasi. Penelitian ini menggunakan Teori Hass yang menggolongkan karakteristik kecerdasan visual-spasial atas pengimajinasian, pengkonsepan, penyelesaian masalah dan penemuan pola. Pendeskripsian dilakukan dengan menjelaskan karakteristik kecerdasan visual-spasial subjek dengan indikator dalam penelitian ini menggolongkan karakteristik kecerdasan visual-spasial menjadi 12 level, dengan keterangan level 1 adalah level tertinggi dan level 12 adalah level terendah. Kecerdasan visual-spasial siswa yang mempunyai kemampuan geometri tinggi dengan 3 subjek, tergolong pada level 1 hingga 5, dengan kebanyakan subjek berada pada level 1. Persentase pencapaian karakteristik pengimajinasian, pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola subjek ini berada diantara 65,5% hingga 100% dengan kebanyakan mencapai 100%. Kecerdasan visual-spasial siswa yang mempunyai kemampuan geometri sedang dengan 3 subjek, tergolong pada level 1 hingga 5, dengan kebanyakan subjek berada pada level 1 dan 4. Persentase pencapaian karakteristik pengimajinasian, pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola subjek berada diantara 64,3% hingga 100%. Kecerdasan visual-spasial siswa yang mempunyai kemampuan geometri rendah dengan 3 subjek, tergolong pada level 1 hingga 10. Persentase pencapaian karakteristik pengimajinasian, pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola subjek ini berada diantara 38,7% hingga 100%. Kata Kunci: Kemampuan Geometri, Kecerdasan Visual-Spasial, Teori Hass
Penerapan Model Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending (CORE) Untuk Meningkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Sejarah Peserta Didik Kelas X3 SMAN 1 Bangorejo Tahun Ajaran 2013/2014 Safitri, Diana; Handayani, Sri; Umamah, Nurul
Jurnal Edukasi Vol. 1 No. 2: Juli 2014 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v1i2.1393

Abstract

Abstrak. Pembelajaran versi kurikulum 2013 diharapkan dapat mendorong peserta didik menjadi aktif, kreatif, dan inovatif. Pendidik diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas peserta didik dalam mengkontruksikan masa lampau dengan mengaitkan kondisi masa sekarang agar pembelajaran lebih bermakna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar sejarah dengan menerapkan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE) pada peserta didik kelas X 3 SMAN 1 Bangorejo. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan April sampai bulan Mei 2014. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X 3 SMAN 1 Bangorejo dengan jumlah 31 peserta didik. Indikator yang diteliti dalam penelitian ini adalah kreativitas dan hasil belajar sejarah peserta didik. Kreativitas peserta didik secara klasikal pada siklus 1 memperoleh 60,48%, pada siklus 2 meningkat 18,60% menjadi 71,23%, pada siklus 3 meningkat 7,97% menjadi 77,95% . Pada siklus 1 hasil belajar kognitif memperoleh persentase sebesar 70,96%, pada siklus 2 meningkat 9,09% menjadi 77,41% pada siklus 3 meningkat 8,34% menjadi 83,87%. Hasil belajar psikomotorik pada siklus 1 memperoleh persentase sebesar 62,29%, pada siklus 2 meningkat 14,89% menjadi 71,57% dan pada siklus 3 meningkat 7,88% menjadi 77,21%. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE) dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar sejarah peserta kelas X 3 SMAN 1 Bangorejo. Kata Kunci : model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE), kreativitas, hasil belajar peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Team Game Tournament (TGT) pada Pokok Bahasan Pengukuran Luas Bangun Datar untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Katolik “ST. Petrus” Banyuwangi Elok Febriliana, Agata; Sugiarti, Titik; Khutobah, K
Jurnal Edukasi Vol. 3 No. 3: Nopember 2016 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v3i3.4308

Abstract

Matematika sangat membantu dan dibutuhkan pada bidang studi atau ilmu-ilmu yag lain. Oleh karena itu matematika merupakan mata pelajaran yang mutlak untuk dipelajari dan dikuasai. Semakin tinggi pemahaman dan penguasaan materi serta prestasi belajar maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan pembelajaran. Pada kenyataan di lapangan, siswa sering mengalami kesulitan dalam belajar matematika sehingga hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika pun menjadi rendah.Oleh karena itu dilakukan penelitian tindakan kelas dengan siswa kelas V sebagai subjek penelitiannya. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran matematika pokok bahasan pengukuran kecepatan melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif team game tournament. Pada siklus I, Skor aktivitas siswa secara klasikal sebesar 75,59 yang tergolong aktif dan pada siklus II meningkat menjadi 81,20 yang tergolong sangat aktif. Skor hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 72,31 yang tergolong naik dan pada siklus II meningkat menjadi 80,59 yang tergolong sangat baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif team game tournament dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pokok bahasan pengukuran kecepatan pada siswa kelas V di SD ST. Petrus Banyuwangi. Kata Kunci : Aktivitas Belajar Siswa, Hasil Belajar Siswa, Metode kooperatif
Pengaruh Pembelajaran Seni Tari Gandrung Terhadap Perkembangan Motorik Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Kartini Banyuwangi Tahun 2015/2016 Lisa Astiti, Mei; Marijono, M; Tri Indrianti, Deditiani
Jurnal Edukasi Vol. 3 No. 1: Maret 2016 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v3i1.4316

Abstract

Dalam mengembangkan aspek perkembangan motorik pada anak usia 4-5 tahun di PAUD Kartini melalui pembelajaran seni tari gandrung memiliki posisi sangat penting karena pembelajaran seni tari gandrung yaitu media seni yang diungkapkan melalui media gerakan tubuh. Namun yang perlu diketahui adalah bagaimana pembelajaran seni tari gandrung itu berpengaruh terhadap perkembangan motorik anak. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik anak melalui pembelajaran seni tari gandrung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan analisis data yaitu model Miles dan Huberman data informasi yang dibutuhkan akan diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerekan kaki dan gerakan persendian anak sudah mampu melakukannya tetapi masih dalam bimbingan guru, pada gerakan jari dan permainan sampur anak sudah mampu meskipun belum sempurna. Hal tersebut untuk melatih otot-otot motorik kasar dan motorik halus anak, serta melatih rasa percaya diri anak. Dengan pembelajaran seni tari gandrung terhadap perkembangan motorik anak yang sebelumnya anak kurang aktif untuk bergerak setelah mengikuti pembelajaran seni tari gandrung ada peningkatan terhadap perkembangan motorik kasar dan motorik halusnya dan manfaatnya juga sudah dirasakan kepada orang tua murid setelah anaknya di ikutkan kegiatan ektrakulikuler pembelajaran seni tari gandrung. Kata Kunci: Pembelajan Seni Tari Gandrung, Perkembangan Motorik
Penerapan Metode Pembelajaran Scramble dan Time Token untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 3 Jember (Pokok Bahasan Sistem Reproduksi Manusia) Bella Diena, Bianca; Pujiastuti, P; Murdiyah, Siti
Jurnal Edukasi Vol. 2 No. 3: Nopember 2015 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v2i3.4363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi menggunakan metode pembelajaran Scramble dan Time Token pada kelas XI IPA 2 SMA Negeri 3 Jember. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dokumentasi dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar dari 14,175 menjadi 24,93 dan hasil belajar kognitif siswa pada siklus 1 sebesar 68 dan pada siklus 2 menjai 77,4 sedangkan hasil belajar afektif pada siklus 1 sebesar 44,55 menjadi 66,9 pada siklus 2 dalam pembelajaran biologi dengan menggunakan metode pembelajaran Scramble dan Time Token di kelas XI IPA 2 SMA Negeri 3 Jember (pokok bahasan sistem reproduksi manusia). Kata Kunci: Scramble, time token, motivasi belajar, hasil belajar
Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi Melalui Eksplorasi Kata Berdasarkan Gambar Pada Siswa Kelas X SMA Plus Darul Hikmah Gambiran Banyuwangi Wulandari, Erma; Muti'ah, Arju; Widjajanti, Anita
Jurnal Edukasi Vol. 1 No. 2: Juli 2014 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v1i2.1394

Abstract

Abstrak. Penerapan eksplorasi kata berdasarkan gambar bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas X SMA Plus Darul Hikmah. Penerapan eksplorasi kata dilakukan karena kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi masih kurang, terutama dalam hal pengembangan gagasan, penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Nilai rata-rata siswa kelas X SMA Plus Darul Hikmah dalam menulis paragraf deskripsi yakni 63,05. Sebanyak 4 siswa dapat mencapai KKM ( > 75), sementara 13 siswa belum mencapai KKM. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas dengan diterapkan eksplorasi kata berdasarkan gambar. Prosedur penelitian yang digunakan terdiri atas perencanaan tindakan, penerapan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan dari prasiklus ke siklus I dan siklus II dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Kemampuan rata-rata siswa meningkat dari 63,05 pada prasiklus menjadi 74,76 pada siklus I dan 87,88 pada siklus II. Jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat dari 23,53% pada prasiklus menjadi 52,9% pada siklus I dan 88,3% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan eksplorasi kata berdasarkan gambar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Kata kunci : Eksplorasi kata berdasarkan gambar; menulis paragraf deskripsi; peningkatan kemampuan menulis paragraf deskripsi
The Effect of Using Directed Reading Thinking Activity (DRTA) Strategy on the Tenth Grade Students' Reading Comprehension Achievement at MA Unggulan Nuris Jember Hayu Novendiana, Frida; Tasnim, Zakiyah; Arya Wijaputra, Bambang
Jurnal Edukasi Vol. 3 No. 3: Nopember 2016 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v3i3.4309

Abstract

The aim of this research was to know whether or not there was a significant effect of using Directed Reading Thinking Activity (DRTA) strategy on the tenth grade students at MA Unggulan Nuris Jember. The research design used was quasi experimental research specifically post test only non equivalent group design . The respondent of the research was chosen by using cluster random sampling by a lottery . The students of X IPA A as the experimental group and X PK B as the control group. The data was collected by interview, documentation and administering reading comprehension test. Then the data collected were analyzed by using independentt sample T-test . It was known that the mean score of the experimental group was 78.80 and the mean score of the control group was 73.73. In the output of the t-test column, it was shown that the significant value was 0.03. It was lower than 0.05. It means that the mean scores of the two classes (experimental and control groups) were different. Therefore, there was a difference between the experimental class and the control class. In conclusion, the use of Directed Reading Thinking Activity (DRTA) strategy was a significantly affected on the tenthgrade students’ reading comprehension achievement tat MA Unggulan Nuris Jember. Keywords: reading comprehension achivement, DRTA strategy
Pengembangan Paket Soal Model PISA Konten Space and Shape untuk Mengetahui Level Literasi Matematika Siswa SMP Putra Mahendratama Sasongko, Tito; Dafik, D; Oktavianingtyas, Ervin
Jurnal Edukasi Vol. 3 No. 1: Maret 2016 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v3i1.4317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan berupa konversi level kemampuan literasi matematika, kisi-kisi soal model PISA, paket soal model PISA. Ketiga tahapan uji coba adalah one-to-one , group, dan field test. Tahapan one-to-one yangdiujikan pada 4 siswa kelas IX, tahapan group diujikan pada 8 siswa kelas IX, dan tahapan field test diujikan pada seluruh siswa kelas IXA. Siswa yang diambil pada setiap tahapan adalah siswa yang berbeda. Ketiga tahapan ini menghasilkan koefisien validitas paket soal A yang terdiri dari 8,33% sangat rendah, 8,33% rendah, 25% sedang, 33,33% tinggi dan 25% sangat tinggi, sedangkan pada paket B terdiri dari 33,33% rendah, 50% tinggi, dan 16,67% sangat tinggi; reliabilitas paket soal A  sebesar 0,87247 dengan interpretasi sangat tinggi sedangkan paket B sebesar 0,78634 dengan interpretasi tinggi; tingkat kesukaran pada paket A terdiri dari 83,33% soal kategori sedang, dan 16,67% soal kategori sukar, sedangkan paket B terdiri dari 33,33% soal kategori mudah, 58,33% soal kategori sedang, dan 8,33% soal kategori sukar; daya pembeda paket soal A terdiri dari 8,33% jelek, 16,67% cukup baik, 25% baik dan 50% sangat baik, sedangkan paket soal B terdiri dari 16,67% jelek, 8,33% cukup baik, 33,33% baik dan 41,67% sangat baik; level literasi matematika seluruh siswa yang diuji adalah 50% siswa berlevel di bawah 1, 7,14% siswa berlevel 1, 9,52% siswa berlevel 2, 16,67% siswa berlevel 3, 2,38% siswa berlevel 4, 4,76% siswa berlevel 5, dan 9,52% siswa berlevel 6. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paket tes ini sudah dapat disebarluaskan. Kata Kunci: PISA, Paket Soal, Literasi Matematika.
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Anak Usia Dini Di Kelompok Bermain (KB) Tunas Mulya Desa Dasri Kabupaten Banyuwangi Ulniani, U; Hendrawijaya, A.T.; Imsiyah, Niswatul
Jurnal Edukasi Vol. 2 No. 3: Nopember 2015 : Jurnal Edukasi
Publisher : Universitas Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jukasi.v2i3.4364

Abstract

Upaya mengoptimalkan perkembangan kemandirian pada anak usia dini yaitu salah satunya dari pola asuh orang tuanya sendiri, karena kemandirian anak setiap anak berbeda-beda pada kelompok bermain. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini adakah hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak di kelompok bermain (KB) Tunas Mulya, Desa Dasri, Kabupaten Banyuwangi? Tujuannya untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak di kelompok bermain (KB). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional, teknik penentuan responden menggunakan teknik populasi dengan jumlah responden 15, pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi. Pengolahan data dengan menggunakan tata jenjang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola asuh orang tua menunjukan adanya hubungan antara pola asuhorang tua dengan kemandirian anak usia dini, dapat dilihat dari hasil r hitung sebesar 0.942 dengan r tabel 0.506, maka r hitung lebih besar daripada r tabel. Sehingga disarankan untuk pendidik kelompok bermain lebih memperhatikan keaktifan belajar dan kemandirian anak. Kata Kunci:Pola Asuh Orang Tua, Kemandirian Anak