cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 215 Documents
Respon Interval Pengadukan dan Penggunaan Air Baku Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Selada Hijau Romaine pada Hidroponik Sistem Wick Aprilia Hartanti; Mimik Umi Zuhroh; Mita Hikmatur Romadhana
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i1.53693

Abstract

Budidaya sayuran secara hidroponik menggunakan sistem wick merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pemanfaatan lahan sempit pada urban farming. Jenis sistem hidroponik yang mudah digunakan adalah sistem sumbu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon interval pengadukan dan penggunaan air baku yang digunakan sebagai pengencer nutrisi terhadap pertumbuhan dan produksi selada hijau romaine. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Faktor pertama adalah interval pengadukan dalam wadah sistem sumbu dengan 4 taraf (tanpa pengadukan, diaduk 1 kali/hari, 2 kali/hari dan 3 kali/hari) dan Perlakuan kedua meliputi penggunaan air baku yang terdiri dari 3 taraf (Air pembuangan AC, Air PDAM, Air sumber dari pegunungan). Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, diameter, jumlah daun, panjang akar, dan berat brangkasan basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pengadukan larutan nutrisi 3 kali sehari memberikan pengaruh signifikan pada semua parameter pertumbuhan dan produksi selada hijau romaine. Macam air baku yang digunakan, yaitu air AC, berpengaruh positif terhadap semua parameter pertumbuhan dan produksi. Kombinasi perlakuan interval pengadukan 3 kali/hari dengan penggunaan air baku asal pembuangan AC menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi.
Pengaruh Komposisi Bahan dan Bentuk Media Pembibitan pada Hasil Seedling Tanaman Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.) Yusuf Rachmandhika; Andhika Setiawan; Tri Wahyu Saputra; Gatot Subroto; Ahmad ilham tanzil; Syafina Pusparani
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53707

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia dengan nilai ekonomis tinggi. Namun, produktivitas sering terganggu oleh kualitas bibit yang kurang optimal. Penelitian ini menguji berbagai komposisi media tanam, termasuk campuran tanah, kompos, dan bahan organik lainnya, serta berbagai bentuk media seperti pot, tray, dan polybag. Dilaksanakan pada Februari 2023 di Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, yaitu media tanam (cocopeat, lumut, dan tanah) dan bentuk media (blok tanah, polybag sosis, dan potray), melibatkan 27 unit percobaan dengan 2 ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, panjang akar, jumlah daun, berat segar, dan berat kering. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi cocopeat, lumut, dan tanah memberikan hasil terbaik pada semua parameter pertumbuhan: tinggi tanaman 5,63 cm, jumlah daun 6,11 helai, diameter batang 1,60 mm, berat kering 0,06 gram, panjang akar 11,17 cm, dan berat segar 0,33 gram. Media polybag sosis adalah yang paling efektif, menghasilkan tinggi tanaman 5,89 cm, jumlah daun 6,22 helai, diameter batang 1,48 mm, berat kering 0,07 gram, panjang akar 9,44 cm, dan berat segar 0,37 gram. Hasil ini menunjukkan bahwa pemilihan komposisi media tanam dan bentuk media yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas bibit cabai rawit, yang pada akhirnya dapat mendukung produktivitas dan keberlanjutan pertanian cabai rawit di Indonesia.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Terhadap Pemberian Mulsa dan Pupuk Hayati Safrizal; Sandi, Mey Ryan
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53708

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki nilai ekonomi dan banyak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia. Penggunaan bahan organik merupakan upaya yang bisa diterapkan dalam upaya menjadi praktik budidaya yang ramah lingkungan. Salah satunya yaitu penggunaan mulsa dan pupuk hayati yang menjadi pendekatan dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat yang berkelanjutan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa dan dosis pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola  faktorial yang terdiri dari 4x3  perlakuan, masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga secara keseluruhan terdapat 12 unit satuan percobaan.  Adapun faktor pertama adalah jenis mulsa (M) terdiri dari 4 taraf yaitu : M0 = Tanpa Mulsa (Kontrol) M1 = Serbuk Kayu M2 = Mulsa Perak M3 = Mulsa Jerami Padi. Faktor kedua adalah dosis pupuk hayati (H) terdiri dari 3 taraf yaitu : H0 = Kontrol, H1 = 100 Kg/ha, dan H2 = 200 Kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis mulsa dan berbagai dosis pupuk hayati tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang tomat pada umur 30 dan 60 HST. Pemberian dosis pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap jumlah buah pertandan tanaman tomat. Hasil penelitian mengimpilkasin bahwa penggunaan pupuk hayati menunjukan respon lebih tanggap pada fase generatif tanaman tomat.
Analisis Perilaku Konsumen dalam Pembelian Buah Lokal di Kabupaten Jember Nurul Fathiyah Fauzi; Rafazri Akbar Hartanto
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i2.53709

Abstract

Perilaku konsumen buah diperlukan sebagai bahan informasi bagi pedagang buah dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku konsumen, menentukan proses pengambilan keputusan pembelian dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian buah-buahan di kios wilayah kota Jember. Data diperoleh dari 75 responden dengan menggunakan metode convenience sampling dan diteliti dengan analisis sikap (Ab), analisis norma subjektif (SN), analisis perilaku konsumen (B~BI) dan analisis faktor. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku konsumen dalam membeli buah-buahan di kios wilayah kota Jember adalah sebagai berikut: (1) pada kios Wilayah Kaliwates (kios Sari Buah), berada dalam perilaku pasti iya, yang dipengaruhi oleh atribut buah-buahan; (2) pada kios Wilayah Sumbersari (kios Pandawa), pasti iya perilaku yang dipengaruhi oleh atribut buah-buahan; (3) pada kios Wilayah Patrang (barokah), berada dalam perilaku pasti iya, yang dipengaruhi oleh atribut buah-buahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan pembelian buah-buahan di wilayah kota Jember berturut-turut adalah faktor harga (harga sesuai manfaat dan harga lebih terjangkau), faktor produk (keyakinan, motivasi dan persepsi), faktor distribusi (ketersediaan, pelayanan penjual dan lokasi) , faktor budaya (kebiasaan konsumsi), faktor individu (usia, Pendidikan, pekerjaan dan gaya hidup) dan faktor sosial (keluarga, teman dekat dan rekan kerja).
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Toleran Logam Berat sebagai Agen Bioremediasi Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb) Khairiyah, Yaumil; Maulidi Firlandiana; Rizki Estiningtyas; Safira Eka Aprianti; Iwan Perala; Laudy Arrisa Arumsari Sahana; Eka Lupitasari; R.A. Chairunnisya; Retno L Lubis; Guruh Mayka Putra
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53713

Abstract

Pencemaran logam berat, khususnya merkuri (Hg) dan timbal (Pb), telah menjadi masalah lingkungan yang serius akibat sifatnya yang persisten dan toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri toleran logam berat dari tanah tercemar di area penambangan emas dan kawasan industri di Banten dan Bogor, serta mengevaluasi potensi patogenitasnya. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Luria Bertani (LB) yang diperkaya dengan HgCl₂ dan PbCl₂, diikuti dengan karakterisasi morfologi dan uji patogenitas pada media blood agar. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 27 isolat toleran Hg dan 30 isolat toleran Pb. Sebagian besar isolat menunjukkan karakteristik morfologi adaptif berupa koloni kecil, transparan, dan tidak berpigmen. Uji patogenitas mengungkapkan bahwa 55,56% isolat toleran Hg (15 isolat) dan 73,33% isolat toleran Pb (22 isolat) bersifat patogen (β-hemolisis), sedangkan 12 isolat toleran Hg dan 3 isolat toleran Pb tergolong non-patogen (γ-hemolisis). Temuan ini menunjukkan bahwa beberapa isolat memiliki potensi sebagai agen bioremediasi, aspek keamanan biologis perlu diperhatikan sebelum aplikasinya di lingkungan sebagai strategi bioremediasi logam berat secara aman dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Biochar Tempurung Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kailan (Brassica oleracea L.) Erlina Rahmayuni; Lilik Yulianti; Elfarisna; Welly Herman
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53715

Abstract

Kailan (Brassica oleracea L.) merupakan sayuran daun bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan. Namun, produktivitasnya sering terhambat oleh penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk sintesis secara berlebihan. Biochar sebagai bahan organik hasil pirolisis biomassa, berpotensi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif dalam sistem budidaya berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian biochar tempurung kelapa yang dikombinasikan dengan 50% pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan, serta menentukan dosis biochar yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (100% NPK), P1 (50% NPK + 120 g biochar), P2 (50% NPK + 240 g), P3 (50% NPK + 360 g), dan P4 (50% NPK + 480 g) per polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 50% NPK + 120 g biochar memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (27,41 cm), jumlah daun (8,87 helai), panjang akar (11,63 cm), dan bobot basah (32,87 g), serta estimasi produksi 3,65 ton/ha. Sementara itu, peningkatan dosis biochar di atas 240 g tidak memberikan hasil lebih tinggi. Kesimpulannya, kombinasi 50% pupuk NPK dan 120 g biochar tempurung kelapa merupakan perlakuan paling efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
Pemberian Ekstrak Daun Mahoni dan Herbisida Paraquat dalam Pengendalian Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Hotbes Richardo Simatupang; Angely Audiartha Sembiring; Jodi Arman Sinaga; Renhard Sihol Marito Pasaribu; Sitinjak, Rama
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53711

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu tanaman industri andalan bagi perekonomian Indonesia. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kelapa sawit adalah gulma. Gulma merupakan tumbuhan yang memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman budidaya, Dalam penelitian ini, pengendalian gulma dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara ekstrak daun mahoni dengan paraquat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi ekstrak daun mahoni dan paraquat yang terbaik dalam mengendalikan gulma diperkebunan kelapa sawit. Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor I dosis ekstrak daun mahoni terdiri dari 4 taraf,yaitu: Kontrol (M0), Ekstrak daun mahoni 2,5% (M1), Ekstrak daun mahoni 5% (M2), Ekstrak daun mahoni 7,5% (M3). Faktor II dosis paraquat terdiri dari 4 taraf, yaitu: kontrol (P0), paraquat 1 ml (P1), paraquat 1,5 ml (P2), paraquat 2 ml (P3). Penelitian ini mempunyai 16 perlakuan dengan 2 ulangan, Maka diperoleh 32 plot. Data dianalisis dengan uji analisis varians, dan dilanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun mahoni kontrol (M0) dengan konsentrasi paraquat 1 ml (P1) efektif mematikan gulma sebesar 98,9%. Kata Kunci: Ekstrak, Daun Mahoni, Paraquat, Gulma
Interaksi Fe3+ dan pH terhadap Dispersibilitas Klei Tipe 1:1 pada Tanah Sawah di Kabupaten Bogor R Ayu Chairunnisya; Retno Purnama Sari; Silfi Indrasari; Retno L Lubis; Yaumil Khairiyah; Khairun Purgawa; Iskandar; Dyah Tjahyandari Suryaningtyas
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53714

Abstract

Klei tipe 1:1 seperti kaolinit umumnya memiliki kestabilan dispersi yang tinggi karena muatan permukaan yang relatif rendah, namun keberadaan ion multivalen seperti Fe³⁺ dalam lingkungan tanah dapat memengaruhi perilaku dispersinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi ion Fe³⁺ dan pH terhadap tingkat dispersi klei 1:1 pada tiga jenis tanah, yaitu DRM1, GSR1, dan GSDR1. Metode yang digunakan meliputi pencampuran suspensi tanah dengan larutan FeCl₃ pada berbagai konsentrasi (0,01 M hingga 0,10 mmol L-1) dan pada kisaran pH 5,5–6,5, diikuti dengan pengukuran nilai transmisi menggunakan spektrofotometer sebagai indikator tingkat flokulasi. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Fe³⁺ tidak secara konsisten menurunkan nilai transmisi. Pada DRM1 dan GSDR1, peningkatan konsentrasi Fe³⁺ justru menyebabkan kenaikan transmisi pada pH tertentu, menunjukkan terjadinya dispersi akibat pembentukan kompleks Fe hidroksi bermuatan negatif. Sementara itu, pada GSR1, penurunan transmisi yang lebih stabil diamati, menunjukkan respons tanah yang lebih sesuai dengan teori flokulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa ion Fe³⁺ tidak selalu berfungsi sebagai agen flokulan yang efektif bagi klei 1:1, tergantung pada kondisi kimia tanah. Implikasi dari hasil ini penting bagi pengelolaan lahan pertanian, khususnya dalam mencegah degradasi struktur tanah akibat dispersi klei. Pengaturan pH, penambahan amelioran, dan manajemen irigasi yang tepat menjadi strategi penting dalam mempertahankan stabilitas agregat tanah.  
Pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) Limbah Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) silvana apriliani; Husain, Indriati; Silviana Arsyad; Hasna Dama
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53717

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digunakan sebagai bumbu dasar masakan, sehingga penelitian peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan mengetahui dosis yang terbaik dari mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan dilahan milik petani Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Percobaan dilakukan pada bulan November 2024 hingga Januari 2025. penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Produksi Tanaman Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat taraf setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga total satuan percobaan didapatkan 12 satuan percobaan, adapun taraf perlakuan yang digunakan yaitu P0: 0 ml L-1 , P1: 50 ml L-1 , P2: 100 ml L-1, P3: 150 ml L-1 . variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah umbi, bobot basah akar, jumlah umbi, Panjang akar dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah umbi, bobot basah akar, dan jumlah akar. Tetapi dapat memengaruhi variabel jumlah umbi dan Panjang akar. Dosis 100 mL L-1 menghasilkan jumlah umbi tertinggi, sedangkan perlakuan dosis 50 ml L-1 menghasilkan parameter panjang akar lebih tinggi.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk Kasgot terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) Rihanah, Siti; Nuniek Hermita; Widia Eka Putri; Andi Apriany Fatmawaty
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53721

Abstract

Sawi pagoda (Brassica narinosa L.) merupakan salah satu jenis sawi yang belum banyak dibudidaya di Indonesia dan produksinya masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat. Penggunaan media tanam yang baik dan pemupukan dapat meningkatkan produksi tanaman sawi pagoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan dosis pupuk kasgot terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan di Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten pada bulan November 2024 – Januari 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor, yaitu komposisi media tanam (arang sekam, serbuk gergaji, dan cocopeat) dan dosis pupuk kasgot (0 g, 50 g, 100 g, 150 g, dan 200 g). Hasil penelitian menunjukkan komposisi media tanam yang ditambahkan serbuk gergaji memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter jumlah daun umur 21 Hari Setelah Tanam (HST) dan 35 HST, berat tanaman, dan berat segar konsumsi. Pemberian pupuk kasgot memberikan pengaruh terbaik dengan dosis 150 g terhadap parameter tinggi tanaman umur 35 HST dan 42 HST. Interaksi terbaik pada kombinasi media yang ditambahkan arang sekam dan pupuk kasgot 150 g terhadap parameter tinggi tanaman umur 21 HST dan 28 HST serta jumlah daun umur 14 HST.