cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Efektivitas Terapi Psikoreligius t6erhadap Penurunan Tingkat Depresi Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso Sleman Yogyakarta Saseno Saseno; Siti Arifah
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.886 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.1.2014.80-85

Abstract

Based on an implemented surrvey at panti sosial tresna werdha abiyoso, it was found that with depression used geriatric depression scale from 80 person as respondent there are 24 person depression. One of the ways to decrease of the depression by psychoreligius therapy. This study is a quasi experiment with non equivalent control group design. This research aimed to examine the effectiveness of psychoreligius teraphy in decreasing depression in elderly. The subject of this study were 34 elderlys whom stayed at panti sosial tresna werdha abiyoso. They were selected and divided into two groups. First group had 17 people that considered as experiment group and secondly group had 17 people that considered as control group. Intrument being used was the geriatric depression scale (GDS). The analysis being used to test the diffrence of treatment and control group scores is SPSS one way student significance level of p =0, 05. The result of this study showed that the pretest being done, there was no diffrence between mean score of depression experimental group and control group. However, when the posttest being done there was significant difference between two groups. After given psychoreligius therapy, the depression scale in elderlys of the experimental group was lower than control group. Therefore, it be concluded that psychoreligius therapy is effective in decreasing the depression in elderlys at panti sosial tresna werdha abiyoso.
Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa pada Klien Halusinasi di Ruang Sadewa Di Rs Dr. H Marzoeki Mahdi Bogor Sri Nyumirah
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.938 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.1.2014.1-13

Abstract

Halusinasi merupakan diagnosa keperawatan terbanyak yang dikelola penulis selama menjalankan praktik residensi tiga di ruang Sadewa. Tujuan penulisan ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan pendekatan model stres adaptasi Stuart yang terkait dengan proses keperawatan dan Interpersonal Peplau terkait dengan pendekatan 6 peran perawat dalam melakukan tindakan keperawatan pada klien halusinasi. Terapi perilaku kognitif dan psikoedukasi keluarga dilakukan pada 7 klien, terapi perilaku dilakukan pada 3 klien dan terapi kognitif dilakukan pada 10 klien. Terapi tersebut dilakukan mulai tanggal 18 Februari-20 April 2013. Hasil penerapan terapi perilaku kognitif dan psikoedukasi keluarga meningkatkan kemampuan klien dalam menggunakan tanggapan yang rasional dalam melawan pikiran dan perilaku yang negatif, sehingga mengurangi respon kognitif, afektif dan perilaku yang negatif, serta meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi. Hasil penerapan terapi perilaku meningkatkan kemampuan klien dalam melawan pikiran negatif yang muncul saat halusinasi muncul. Hasil penerapan terapi kognitif juga meningkatkan kemampuan klien dalam melakukan perilaku yang positif saat halusinasi muncul. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa terapi perilaku, terapi kognitif dan terapi perilaku kognitif dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa pada klien halusinasi dan perlu disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan.
GAMBARAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Triana Arisdiani; Livana PH
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.521 KB) | DOI: 10.26714/jkj.4.2.2016.137-140

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik pada awal usia kehidupan bayi yang dapat memenuhi kebutuhan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun di beberapa wilayah masih ditemukan fenomena beberapa faktor yang menyebabkan ibu tidak memberikan ASI eksklusif diantaranya faktor ketidaktahuan dan kesibukan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap ibu tentang pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Patebon I Kendal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif survey. Sampel penelitian ini adalah 62 orang ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan.  Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 tahun mempunyai sikap mendukung sebanyak 55 (88,7%), dan bersikap cukup mendukung 7 (11,3%). Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk mengembangkan penelitian yang serupa menggunakan variabel yang berbeda. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, ASI Eksklusif DESCRIBE THE MOTHER'S ATTITUDE ABOUT EXCLUSIVE BREASTFEEDING ABSTRACTMother's milk (ASI) is the best nutrition at the beginning of the baby's life age that can meet the needs for baby's growth and development. However, in some regions there are still phenomena that cause mothers not to give exclusive breastfeeding, including the factors of ignorance and busyness of the mother. This study aims to describe the mother's attitude about exclusive breastfeeding in the Patebon I Kendal Community Health Center Working Area. This study uses quantitative research methods using descriptive survey research designs. The sample of this study was 62 mothers who had babies aged 0-6 months. The sampling technique in this study used total sampling. The results of the study showed that most mothers who had babies aged 0-6 years had a supportive attitude of 55 (88.7%), and were quite supportive of 7 (11.3%). This research is expected to be used as a reference for developing similar research using different variables. Keywords: Knowledge, attitude, exclusive breastfeeding
KONSEP DIRI ANAK JALANAN USIA REMAJA DI WILAYAH SEMARANG TENGAH Kumalasari, Pangestika Putri Wahyu; Wijayanti, Diyan Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.526 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.2.2013.%p

Abstract

Konsep diri anak jalanan merupakan cara pandang atau persepsi mengenai dirinya dan berpengaruh ketika berhubungan dengan orang lain. Perkembangan konsep diri anak jalanan perlu untuk diketahui karena mereka memiliki kehidupan yang berbeda. Perubahan yang terjadi selama masa remaja akan mempengaruhi terbentuknya konsep diri. Penelitian yang dilakukan oleh Yudit Oktaria. K. P tahun 2007menunjukkan bahwa konsep diri yang dimiliki anak jalanan usia remaja adalah konsep diri yang negatif.Hal ini terlihat dari sebagian besar anak jalanan memandang dirinya secara negatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan gambaran konsep diri beserta komponen konsep diri anak jalanan usia remaja di Wilayah Semarang Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dengan cara konsekutif sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 75% anak jalanan berjenis kelamin laki-laki dengan tingkat pendidikan 72% anak jalanan lulusan sekolah dasar dan 56% nya bekerja sebagai pengamen.Komponen konsep diri 66% anak jalanan memiliki citra diri yang cukup, 77% anak jalanan dengan ideal diri cukup, 80% anak jalanan memiliki harga diri yang cukup, 67% anak jalanan memiliki peran yang cukup baik, dan 61% anak jalanan memiliki identitas diri yang cukup. Secara umum, sebagian besar anak jalanan yaitu 69% anak jalanan memiliki konsep diri yang cenderung cukup baik. Hal ini sudah menunjukkan hasil yang baik bagi anak jalanan sesuai dengan kondisi yang mereka alami. Pelayanan bagi anak jalanan perlu ditingkatkan terutama yang berkaitan dengan bimbingan atau pengasuhan yang bersifat psikologis. Selain itu anak jalanan agar dapat meningkatkan kemampuan dalam menilai diri.
Hubungan Kecemasan dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Sofiana Nurchayati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.325 KB) | DOI: 10.26714/jkj.4.1.2016.1-6

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan sutau penyakit kronis yang memiliki karakteristik bersifat irreversible, tidak dapat disembuhkan dan membutuhkan perawatan dalam jangka waktu yang lama, membutuhkan terapi hemodialysis (HD) sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan kecemasan dan berpengaruh pada kualitas hidup pasien. Kecemasan yang muncul pada pasien dengan PGK dapat disebabkan oleh kondisi status mental dan fisik, tingkat keparahan penyakit yang dirasakannya, serta tingkat ekonomi dan sosial yang dimiliki. Adanya perubahan secara fisik, psikologis, social dan spiritual pada pasien PGK akan berdampak pada kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien PGK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi, teknik kuota sampling berjumlah 30 pasien yang menjalani HD secara regular 2 kali seminggu. hasil penelitian didapatkan wanita (60,6%), umur 51- 60 tahun (42,5%), tidak bekerja (63,6%), cemas sedang (36,4%) dan kualitas hidup baik (51,5%). Hasil analisa bivariat diperoleh p value (0,055) kesimpulannya tidak ada hubungan antara kecemasan dengan kualitas hidup pasien PGK.Disarankan bagi perawat memberikan intervensi keperawatan untuk mengeliminir kecemasan dan meningkatkan fungsi fisik, psikologis, dukungan sosial serta lingkungan sehingga kualitas hidup pasien lebih baik.
Pemberdayaan Keluarga Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Ni Made Dian Sulistiowati; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Komang Ari Sawitri; Putu Ayu Sani Utami; Ika Widi Astuti; Kadek Saputra
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.516 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.2.2015.57-60

Abstract

Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, memiliki koping yang efektif, konsep diri positif dan emosi yang stabil. Kurangnya pemahaman keluarga tentang bagaimana cara merawat akan menjadi salah satu masalah nantinya dalam memberikan support kepada pasien saat berada dirumah. Kesembuhan pasien salah satunya adalah dari support keluarga dimana dengan adanya pemahaman keluarga bahwa orang dengan gangguan jiwa dapat hidup dengan baik asalkan pasien dapat mengontrol perilaku dan emosinya dengan baik maka pasien dapat menjalani hidup dengan baik dan produktif ketika di masyarakat. Pemberian pendidikan kesehatan pada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dirumah dengan menjelaskan kepada masing-masing keluarga tentang bagaimana cara merawat pasien dirumah serta mengidentifikasi kesulitan keluarga dalam melakukan perawatan pasien dirumah dapat memberikan pengetahuan sehingga kemampuan keluarga dalam merawat menjadi baik. Hasil yang didapatkan kemampuan keluarga mengalami peningkatan sebesar 10.01 pada kognitif dan 8.12 pada psikomotor keluarga setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan tentang bagaimana cara merawat keluarga dengan gangguan jiwa dirumah. Diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan sehingga keluarga dapat membantu menjaga kondisi pasien dan mensupport pasien agar dapat menggunakan sumber daya dilingkungan sekitar tempat tinggalnya agar tetap stabil dan tidak terjadi kekambuhan.
STUDI FENOMENOLOGI TENTANG PENGALAMAN DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN KONSEP DIRI: HARGA DIRI RENDAH PADA LANSIA DI KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA Syam’ani, -
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.103 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.1.2013.%p

Abstract

Setiap individu akan mengalami proses menjadi tua dalam tahapan hidupnya dan akan menghadapi perubahanperubahan yang erat kaitannya menjadi sumber stres serta dapat menimbulkan perubahankonsep diri: harga diri rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman lansia dalam menghadapi perubahan konsep diri: harga diri rendah akibat proses menua. Penelitian ini menggunakan disain fenomenologi deskriptif dengan metode wawancaramendalam. Partisipan adalah 6 lansia yang memiliki pengalaman dalammenghadapi perubahan konsep diri: harga diri rendah akibat proses menua yang diperoleh melalui purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara dan catatan lapangan yangdianalisis dengan menerapkan tehnik Collaizi. Etika penelitian diperhatikan dengan menghormati prinsip beneficience, justice, danautonomy. Keabsahan data dijamin dengan memenuhi prinsip credibility,dependability, confirmability, dan transferability. Penelitian ini menghasil7 tema, yaitu: menua dalam persepsi lansia, sumber stres bagi lansia,manifestasi stres dalam menghadapi proses menua, mekanisme pertahanan diri, faktor yang mempengaruhi proses adaptasi, harapan lansia di masa tua, dan hikmah spiritual dari proses menua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aspek  spiritual pada lansia merupakan hal yang berharga dan harus dikembangkan agar dapat membantu lansia dalammembangun koping yang adaptif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di masa tua, sehingga lansia dapat mengembangkan konsep diri yang positif serta menjalani masa tua dengan bahagia dan sejahtera. Kata kunci :  lansia, perubahan konsep diri, harga diri rendah, proses menua
Pemberdayaan Masyarakat dalam Perkembangan Identitas Diri Remaja Windu Astutik; Budi Anna Keliat; Yossie Susanti Eka Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.275 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.3.2019.281-292

Abstract

Remaja merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental dan emosional.Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah diketahuinya hasil pemberdayaan masyarakat dalam perkembangan identitas diri remaja.Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada 21 remaja yang dibagi menjadi dua kelompok.Kelompok pertama 7 orang diberikan terapi kelompok terapeutik, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan kader, kelompok dua sebanyak 14 orang diberikan pendidikan kesehatan pada remaja dan terapi kelompok terapeutik saja. Hasil penelitian menunjukkan aspek perkembangan remaja mengalami peningkatan yang tidak signifikan pada kognitif, bahasa, moral, spiritual, baka dan kreativitas.Peningkatan kemampuan remaja dalam menstimulasi perkembangan dan perkembangan identitas diri lebih tingi pada kelompok yang diberikan pendidikan kesehatan remaja dan keluarga, terapi kelompok terapeutik, dan pemberdayaan kader. Kata kunci: pengembangan identitas diri, pemberdayaan masyarakat, terapi kelompok terapeutik COMMUNITY EMPOWERMENT IN THE ADOLESCENT SELF-IDENTITY DEVELOPMENTS ABSTRACTAdolescence is a period of transition from childhood to adulthood is marked by accelerating the development of physical, mental and emotional. The purpose of the research is to identifying the result of community empowerment in the adolescent identity development model approach Adaptation Stress and Health Promotion Models in the community. The research used case study method on 21 adolescents that divided into two groups. The first group of seven people given the therapeutic group therapy, health education and empowerment cadre, two groups of 14 people are given health education to adolescents and therapeutic group therapy alone. The result is showed the developmental aspects of adolescents has increased significantly in the not cognitive, linguistic, moral, spiritual, immortal and creativity. Improving the ability of adolescents in stimulating the development and identity development dramatically higher in the group given adolescent health education and family therapy therapeutic group, and empowerment cadres.. Keywords: community empowerment, self-identity development, therapeutic group therapy
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Tingkat Kecemasan Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2013 Novi Herawati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.271 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.2.2014.81-87

Abstract

Anxiety is defined as ' difficult ' or ' distress ' which is a normal consequence of growth, change, new experiences, the discovery of identity, and the meaning of life. Physical and psychological changes experienced by the elderly as part of the aging process, can cause anxiety in the elderly themselves. If the low-level anxiety is not addressed it will be panic. One way that can cope with the anxiety in the elderly is the gymnastics elderly. The purpose of the study to look at the effect of exercise on anxiety levels of elderly. The study design experiment, with one group pretest - posttest design. Respondent number 19 is obtained through purposive sampling technique. Data collection was performed before and after exercise elderly. Univariate and bivariate analyzes by paired t - test with a significance level of alpha = 0.05 level. The results showed no significant difference between the average elderly anxiety before and after exercise. Prior to gymnastics on average 2.79, median 3, standard deviation of 0.787. After gymnastics gained an average of 1.95, a median of 2, the standard deviation of 0.780. It is expected that this can be done the elderly exercise on a regular basis to the elderly who experience anxiety and as a preventative measure for the elderly in general.
Efektifitas Psikoedukasi terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Anggota Keluarga Penderita Hiv-Aids di Wilayah Kota Semarang Riwayati Riwayati; Eni Hidayati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.66 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.1.2015.6-12

Abstract

Immunodeficiency Virus) causes AIDS by infecting and damaging part of the body's defense (lymphocytes) which are a type of white blood cell in the immune system works to fight off infections. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) is a set of symptoms as a result of exposure to the body is difficult to fight any germs. HIV / AIDS can be transmitted through direct contact with blood or body fluids of virus-infected person. Scientists generally believe that HIV-AIDS come from Sub-Saharan Africa. Now AIDS has become a disease outbreak. HIV-AIDS estimated 38.6 million people around the world. In January 2006, UNAIDS in collaboration with the WHO estimates that HIV-AIDS has killed more than 25 million people since it was first recognized on June 5, 1981. Provision of antiretroviral actually can reduce the mortality and severity of infection with HIV-AIDS, access to treatment is not available in all countries. Social punishment for people living with HIV / AIDS, are generally more severe when compared with patients with other deadly diseases. Sometimes the social penalties were also imposed on health workers or volunteers, who are involved in caring for people living with HIV / AIDS (PLWHA). The purpose of this study was to determine the effect on the ability of family psychoeducation therapy care for family members with HIV-AIDS in the city of Semarang. Quasi-experimental research design, with pre-post test approach without control group. The study was conducted in May-July 2014 in the region of Semarang and centralized in the Public Health Polyclinics, using random sampling as many as 30 families with HIV-AIDS sufferers. Family psychoeducation is a method of family therapy developed by NAMI (National Alliance for the Mentally III) to provide support to the family. Family psychoeducation is done is done through 5 stages of the session. Statistical test results dependent t-test showed a significant increase in the ability of the family after a family psychoeducation intervention (pvalue 0,00 ; ά=0,05). It is expected that the implementation of family psychoeducation to families with HIV and AIDS can be performed in any health care which in turn can be achieved free of HIV-AIDS Indonesia.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue