Ni Ketut Guru Prapti
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Keluarga Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Sulistiowati, Ni Made Dian; Prapti, Ni Ketut Guru; Sawitri, Ni Komang Ari; Utami, Putu Ayu Sani; Astuti, Ika Widi; Saputra, Kadek
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.516 KB)

Abstract

Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, memiliki koping yang efektif, konsep diri positif dan emosi yang stabil. Kurangnya pemahaman keluarga tentang bagaimana cara merawat akan menjadi salah satu masalah nantinya dalam memberikan support kepada pasien saat berada dirumah. Kesembuhan pasien salah satunya adalah dari support keluarga dimana dengan adanya pemahaman keluarga bahwa orang dengan gangguan jiwa dapat hidup dengan baik asalkan pasien dapat mengontrol perilaku dan emosinya dengan baik maka pasien dapat menjalani hidup dengan baik dan produktif ketika di masyarakat. Pemberian pendidikan kesehatan pada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dirumah dengan menjelaskan kepada masing-masing keluarga tentang bagaimana cara merawat pasien dirumah serta mengidentifikasi kesulitan keluarga dalam melakukan perawatan pasien dirumah dapat memberikan pengetahuan sehingga kemampuan keluarga dalam merawat menjadi baik. Hasil yang didapatkan kemampuan keluarga mengalami peningkatan sebesar 10.01 pada kognitif dan 8.12 pada psikomotor keluarga setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan tentang bagaimana cara merawat keluarga dengan gangguan jiwa dirumah. Diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan sehingga keluarga dapat membantu menjaga kondisi pasien dan mensupport pasien agar dapat menggunakan sumber daya dilingkungan sekitar tempat tinggalnya agar tetap stabil dan tidak terjadi kekambuhan.
Kajian Ergonomi Pada Tindakan Keperawatan Di IRD RS Universitas Udayana, Badung, Bali Prapti, Ni Ketut Guru; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Tirtayasa, Ketut
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.975 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i3.226

Abstract

Posisi ergonomi merupakan posisi kerja yang seharusnya dilakukan selama melakukan intervensi keperawatan untuk mencegah terjadinya resiko akibat kerja. Perawat merupakan tenaga kesehatan dengan faktor resiko paparan yang paling besar. Melakukan intervensi keperawatan seperti mengangkat pasien, memindahkan pasien atau perawatan luka membutuhkan posisi yang ergonomis untuk mencegah resiko akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur dan sikap kerja perawat saat melakukan intervensi keperawatan di instalasi rawat darurat RS Universitas Udayana. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan populasi berjumlah 23 perawat yang diambil dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah REBA dan Nordic Body Map. Berdasarkan skor REBA, postur kerja perawat yang beresiko tinggi terhadap keluhan muskuloskeletal adalah menjahit luka, perawatan luka dan mengambil sampel darah sehingga diperlukan tindakan segera. Membuka jahitan dan ECG berada pada faktor risiko sedang sementara mengukur tanda-tanda vital dan memberikan obat supositoria merupakan faktor risiko rendah. Berdasarkan Nordic Body Map, masalah muskuloskeletal yang paling umum dilaporkan ada di leher, bahu, punggung dan kaki. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa pemberian intervensi lanjutan terkait posisi ergonomis sangat penting.
Development of Foot Massage Program on Nausea and Vomiting for Cancer Patients: A Literature Review Prapti, Ni Ketut Guru; Petpichetchian, Wongchan; Chongcharoen, Wimonrat
Nurse Media Journal of Nursing Vol 2, No 1 (2012): (JUNE 2012)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.36 KB) | DOI: 10.14710/nmjn.v2i1.3966

Abstract

Objective: This study aims to develop a foot massage program to support care activity in reducing nausea and vomiting for cancer patients undergoing chemotherapy. Two phases, a literature review and the development of a foot massage program were conducted. The literature review was to analyze state of the art massage techniques by reviewing problems, related theories and supporting evidence. Method: Eight published studies in the English language were reviewed. A massage can be performed for different durations, from 10 minutes up to 60 minutes for three to six weeks and can be applied on various body areas. We found that the soft stroke/effleurage seems to be the best method and is most suitable for patients with cancer. It is also evident that foot massaging can be applied as a modality to reduce nausea and vomiting for cancer patients undergoing chemotherapy. Result: We developed a foot massage program specifically for patients with cancer. The foot massage program comprised of three sessions, including 1) education session, 2) preparation session, and 3) foot massage session. In the education session, patients obtain brief information about the definition of a foot massage, the benefits and contraindication of foot massaging. During the preparation phase, foot soaking and warming up are performed. Subsequently, the foot massage is applied and should last for 30 minutes. Further research is recommended to test the effectiveness of the proposed foot massage program for nausea and vomiting in cancer patients across countries including Indonesia. Key Words: Foot massage program, chemotherapy, nausea and vomiting
Nausea, Vomiting and Retching of Patients with Cervical Cancer undergoing Chemotherapy in Bali, Indonesia Prapti, Ni Ketut Guru; Petpichetchian, Wongchan; Chongchareon, Wimonrat
Nurse Media Journal of Nursing Vol 2, No 2 (2012): (DECEMBER 2012)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.617 KB) | DOI: 10.14710/nmjn.v2i2.3983

Abstract

Background: Nausea, vomiting and retching (NVR) was the frequently reported and troublesome adverse effect for patients receiving chemotherapy. Purpose: This study is a part of a larger study which aims to describe the NVR symptom experience in cervical cancer patients undergoing chemotherapy in Bali, Indonesia, and examine relationships with individual's risk factors. Method: Sixty-six patients with stage II and III cervical cancer receiving Paxus (Paclitaxel)-Cisplatin at the second or the third cycle were enrolled. NVR was measured by the Index of Nausea, Vomiting and Retching (INVR) at the second day of their chemotherapy. This current study included only patients with age ranged between 32 to 65 years (M = 47.15, SD = 9.64, min-max age 35 – 65 years). Result: The result showed that the NVR score was at a moderate level. Younger subjects (age 32-50 years old) reported significantly higher NVR scores than that of older subjects (age 51-65 years old) (t = 2.76, p = .007). The subjects with higher anxiety scores reported significantly higher NVR scores than those with lower anxiety scores (t = -2.41, p = .019). Subjects who had experience in motion sickness had significantly higher NVR scores (M = 12.69, SD = 2.60) than those who did not (M = 9.23, SD = 2.86) and the difference was statistically significant (t = 4.98, p <.01). Meanwhile, no significant difference was found between subjects who reported their expectation to have nausea and those who did not (t = 0.08, p = .94). Conclusion: The findings provide valuable information regarding NVR and the individual risk factors among patients with cervical cancer undergoing chemotherapy. Nurses should assess the anxiety level and a history of motion sickness of patients planned for chemotherapy and offer preventive interventions to prevent and control NVR occurrence and its distress.Keywords: cervical cancer, chemotherapy, nausea, vomiting and retching
Gambaran Karakteristik Individu dengan Pendekatan Teori Pender pada Penggunaan Alat Pelindung Diri oleh Petani ketika Menyemprot Pestisida Wahyuni, Ni Wayan Luh; Yanti, Ni Luh Putu Eva; Prapti, Ni Ketut Guru
Jurnal Ners Widya Husada Vol 5, No 1 (2018): MARET
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.244 KB) | DOI: 10.33666/jners.v5i1.327

Abstract

Petani cenderung tidak menggunakan alat pelindung diri saat menyemprotkan pestisida. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku Petani menggunakan APD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi karakteristik individu dengan pendekatan teori Pender tentang penggunaan APD oleh petani ketika mereka menyemprotkan pestisida di Wilayah Subak di Desa Tegallalang. Ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Ada 121 sampel berdasarkan stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar usia petani adalah 41-60 tahun, pendidikan petani sebagian besar adalah sekolah dasar yaitu 42 petani dan hanya 10 petani berpendidikan tinggi, sebagian besar pengetahuan petani tentang penggunaan APD sedang, sebagian besar petani memiliki masalah kesehatan ketika menggunakan pestisida, sebagian besar petani memiliki persepsi yang baik tentang penggunaan APD, sebagian besar petani berpenghasilan rendah di bawah upah minimum kabupaten dan sebagian besar petani telah lama menggunakan pestisida ≥ 5 tahun. Di antara 121 sampel, tidak ada yang menggunakan APD ketika menyemprotkan pestisida dengan benar berdasarkan aturan Kementerian Pertanian. Dari penelitian ini disarankan agar lembaga kesehatan dan pertanian berkoordinasi agar petani menggunakan APD saat menyemprotkan pestisida secara rutin.Kata kunci: APD, teori pender, pestisidaDESCRIPTION OF INDIVIDUAL CHARACTERISTICS WITH PENDER THEORY APPROACH TO USE OF SELF PROTECTING EQUIPMENTBY THE FARMER WHEN SPRAYING A PESTICIDEABSTRACTFarmers tend didn’t use personal protective equipment when spraying pesticides. There are several factors that influence Farmer’s behavior of using PPE. The aim of this study was to knowing description of individual’s characteristics by approach to Pender’s theory on the using of PPE by farmers when they spray pesticides in the Subak Areas of Tegallalang Village. This was a descriptive study with cross sectional approach. There were 121 samples based on stratified random sampling. The data was collected with questioner and observation sheet. The results of this study show that most farmer’s age is 41-60byears old, most farmer’s education is elementary school that is 42 farmers and only 10 farmers have high education , most farmer’s knowledge about using PPE is moderate, most farmers had health problem experience when using pesticides, most farmers had good perception about using PPE, most farmers had low income under district minimum wage and most farmers had long using of pesticides ≥ 5 years. Among 121 samples none were using PPE when spraying pesticides correctly based on the Ministry of Agriculture’s rules. From this research suggested for health and agricultural institutions to coordinate in order to farmers use PPE when spraying pesticides routinely.Keywords: PPE, pender’s theory, pesticides
Pemberdayaan Keluarga Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Ni Made Dian Sulistiowati; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Komang Ari Sawitri; Putu Ayu Sani Utami; Ika Widi Astuti; Kadek Saputra
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.516 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.2.2015.57-60

Abstract

Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, memiliki koping yang efektif, konsep diri positif dan emosi yang stabil. Kurangnya pemahaman keluarga tentang bagaimana cara merawat akan menjadi salah satu masalah nantinya dalam memberikan support kepada pasien saat berada dirumah. Kesembuhan pasien salah satunya adalah dari support keluarga dimana dengan adanya pemahaman keluarga bahwa orang dengan gangguan jiwa dapat hidup dengan baik asalkan pasien dapat mengontrol perilaku dan emosinya dengan baik maka pasien dapat menjalani hidup dengan baik dan produktif ketika di masyarakat. Pemberian pendidikan kesehatan pada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dirumah dengan menjelaskan kepada masing-masing keluarga tentang bagaimana cara merawat pasien dirumah serta mengidentifikasi kesulitan keluarga dalam melakukan perawatan pasien dirumah dapat memberikan pengetahuan sehingga kemampuan keluarga dalam merawat menjadi baik. Hasil yang didapatkan kemampuan keluarga mengalami peningkatan sebesar 10.01 pada kognitif dan 8.12 pada psikomotor keluarga setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan tentang bagaimana cara merawat keluarga dengan gangguan jiwa dirumah. Diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan sehingga keluarga dapat membantu menjaga kondisi pasien dan mensupport pasien agar dapat menggunakan sumber daya dilingkungan sekitar tempat tinggalnya agar tetap stabil dan tidak terjadi kekambuhan.
Recreational Activities and Travel Choices of the Elderly Putu Ayu Sani Utami; Ni Ketut Guru Prapti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 2 No 2 (2020): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.093 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v2i2.135

Abstract

Recreation is a way to get consolation for the elderly. The aim of this study is to analyze recreational activities and travel choices of the elderly who live in Denpasar city, Bali, Indonesia. The study used a descriptive method. The sample consisted of 100 elderly selected by convenience sampling technique. The data was collected by questionare and analyzed using frequency distribution. The results show that even though Bali is a tourist destination and there is an easy access for the elderly who live in the cities, it does not guarantee they come to every tourist spot, seen from most of the elderly (64%) had never done any recreational activities after entering old age. The main obstacle that prevented the elderly from doing recreational activities was taking care of grandchildren (46%). Characteristics of destination locations for elderly travel choices especially have a calm environment (26.9%). The favorite recreation destination is places of worship (63.9%). After recreation, they felt happy and refreshed (88.8%). Recreation can be a fun entertainment for the elderly in their daily routines activities to reduce boredom, but in recreation they should be accompanied by family and pay attention to the characteristics of their favorite tourist spot.
Recreational Activities and Travel Choices of the Elderly Putu Ayu Sani Utami; Ni Ketut Guru Prapti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 2 No 2 (2020): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.093 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v2i2.135

Abstract

Recreation is a way to get consolation for the elderly. The aim of this study is to analyze recreational activities and travel choices of the elderly who live in Denpasar city, Bali, Indonesia. The study used a descriptive method. The sample consisted of 100 elderly selected by convenience sampling technique. The data was collected by questionare and analyzed using frequency distribution. The results show that even though Bali is a tourist destination and there is an easy access for the elderly who live in the cities, it does not guarantee they come to every tourist spot, seen from most of the elderly (64%) had never done any recreational activities after entering old age. The main obstacle that prevented the elderly from doing recreational activities was taking care of grandchildren (46%). Characteristics of destination locations for elderly travel choices especially have a calm environment (26.9%). The favorite recreation destination is places of worship (63.9%). After recreation, they felt happy and refreshed (88.8%). Recreation can be a fun entertainment for the elderly in their daily routines activities to reduce boredom, but in recreation they should be accompanied by family and pay attention to the characteristics of their favorite tourist spot.
Kajian Ergonomi Pada Tindakan Keperawatan Di IRD RS Universitas Udayana, Badung, Bali Ni Ketut Guru Prapti; Putu Oka Yuli Nurhesti; Ketut Tirtayasa
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i3.226

Abstract

Posisi ergonomi merupakan posisi kerja yang seharusnya dilakukan selama melakukan intervensi keperawatan untuk mencegah terjadinya resiko akibat kerja. Perawat merupakan tenaga kesehatan dengan faktor resiko paparan yang paling besar. Melakukan intervensi keperawatan seperti mengangkat pasien, memindahkan pasien atau perawatan luka membutuhkan posisi yang ergonomis untuk mencegah resiko akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur dan sikap kerja perawat saat melakukan intervensi keperawatan di instalasi rawat darurat RS Universitas Udayana. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan populasi berjumlah 23 perawat yang diambil dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah REBA dan Nordic Body Map. Berdasarkan skor REBA, postur kerja perawat yang beresiko tinggi terhadap keluhan muskuloskeletal adalah menjahit luka, perawatan luka dan mengambil sampel darah sehingga diperlukan tindakan segera. Membuka jahitan dan ECG berada pada faktor risiko sedang sementara mengukur tanda-tanda vital dan memberikan obat supositoria merupakan faktor risiko rendah. Berdasarkan Nordic Body Map, masalah muskuloskeletal yang paling umum dilaporkan ada di leher, bahu, punggung dan kaki. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa pemberian intervensi lanjutan terkait posisi ergonomis sangat penting.
DINAMIKA PERAWATAN PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER: STUDI KUALITATIF Sawitri, Ni Komang Ari; Rahajeng, Indah Mei; Prapti, Ni Ketut Guru; Sulistiowati, Ni Made Dian; I Gusti Agung Kumala Dewi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.7

Abstract

Pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah memerlukan perawatan diri yang adekuat dalam kehidupan sehari-hari.  Aktifitas perawatan diri dalam penyakit kronis secara keseluruhan dilakukan oleh individu dan keluarga. Penelitian ini akan mengesplorasi informasi dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung dan pembuluh darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan yang adekuat untuk penatalaksanaan penyakit. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara untuk pengambilan datanya. Wawancara mendalam kepada pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh  darah, keluarga pasien, tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah baik di Puskesmas maupun poliklinik jantung di rumah sakit rujukan BPJS di Kota Denpasar. Didapatkan satu tema besar dan 3 subtema dalam penelitian ini. Tema besarnya adalah “keberlangsungan perawatan” dan subtemanya adalah “rujukan, “kerjasama” dan “dinamika dukungan”. Perawatan bagi pasien PJK mengalami dinamika yang berkaitan dengan mekanisme rujukan, kerjasama pasien-keluarga-tenaga kesehatan, serta dukungan yang bersifat positif dan negatif dari keluarga terhadap pasien penyakit jantung koroner (PJK).