cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Penerapan Terapi Spesialis Assertiveness Training pada Klien dengan Risiko Perilaku Kekerasan Menggunakan Pendekatan Teori Adaptasi Roy: Laporan Kasus Azhari, Nanang Khosim; Hamid, Achir Yani Syuhaimie; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.3.2021.675-684

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan respons terhadap stressor yang ditunjukkan dengan perilaku mencederai diri sendiri, merusak lingkungan, dan mencederai orang lain, baik dilakukan secara verbal maupun dalam bentuk perilaku. Perilaku kekerasan dapat menimbulkan berbagai macam dampak seperti peningkatan biaya perawatan, sehingga perlu segera ditangani. Salah satu tindakan keperaatan yang dapat digunakan untuk klien dengan risiko perilaku kekerasan adalah Assertivenesss Training (AT). Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan hasil tindakan Assertivenesss Training (AT) pada klien risiko perilaku kekerasan. Metode yang digunakan yaitu laporan kasus. Analisis dilakukan dengan cara mengukur tanda gejala dan kemampuan sebelum dan sesudah diberikan tindakan keperawatan AT pada 4 pasien risiko perilaku kekerasan. Hasil pemberian terapi AT menunjukkan terjadi penurunan tanda gejala risiko perilaku kekerasan dan peningkatan kemampuan pasien, namun pada umumnya pasien masih meninggalkan 1 tanda gejala. Dapat disimpulkan pemberian terapi AT ini bermanfaat untuk menurunkan tanda gejala dan meningkatkan kemampuan klien risiko perilaku kekerasan. 
Efficacy of Brain Gym on the Cognitive Function Improvement of People with Dementia Fery Agusman Motuho Mendrofa; Dwi Indah Iswanti; Umi Hani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.8.4.2020.557-564

Abstract

Dementia is a neurodegenerative syndrome caused by a chronic and progressive disorder accompanied by decreased brain function that affects emotions, memory, decision making, behavior and other brain functions that interfere with daily activities. This study aimed to determine differences in cognitive function in elderly dementia before and after brain exercise. This was a quasi-experimental research with one group pre and post-test design conducted in June 2020. The population was residents in some nursing homes in Semarang City. Samples who were willing to participate in research, 60-80 years old, and had Clock Drawing Test score in more than 2 were included for this study. The sample in this study was 63 older adults who were selected using a purposive sampling technique. The respondents enrolled in brain gym eight times each morning for 10-15 minutes in 2 weeks. Due to the pandemic, these interventions assisted by facilitators and adhered to health protocols in every interaction. The cognitive function obtained from the Short Portable Mental Status Questionnaire for pre and post-test. Univariate analysis described cognitive function in the elderly before and after brain exercise. The normality test using Shapiro Wilk showed that the data were normally distributed so that the dependent T-test was carried out to determine the effectiveness of brain exercise therapy on cognitive function in elderly dementia. The mean cognitive function before brain exercise was 6.6, and after brain exercise, it was 8.8. There was a significant difference between cognitive function before and after brain exercise (p-value <o.o5). Brain exercise affects improving cognitive function in older adults with dementia.
Kualitas Pernikahan dan Status Kesehatan Mental pada Perempuan yang Menikah Usia Dini Mangande, Jeneri Alfa Sela; Desi, Desi; Lahade, John Radius
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.291-306

Abstract

Pernikahan usia dini dapat terjadi karena faktor ekonomi dan faktor pendidikan. Pada kasus pernikahan ini, diperlukan perhatian lebih agar kualitas pernikahan tetap terjaga dari permasalahan rumah tangga. Kualitas yang rendah akan berdampak pada kondisi psikologis, terlebih lagi jika memulai pernikahan di usia remaja, sehingga ketika persoalan yang terjadi dalam pernikahan perempuan merasakan tekanan yang sangat berat dan tuntutan dalam pernikahannya. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan kualitas pernikahan dan status kesehatan mental perempuan yang menikah di usia dini yang berusia 19 tahun kebawah. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif, partisipan sejumlah tujuh orang yang berusia 19 tahun kebawah. Teknik pengumpulan data dan informasi diambil menggunakan data primer melalui wawancara (Verbatim) dan data sekunder didapatkan dari orang tua atau kerabat perempuan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini mendapatkan tema pemahaman pernikahan, pernikahan usia dini, kualitas pernikahan dan dampak pernikahan usia dini bagi kesehatan mental. Kesimpulannya pernikahan dari sudut pandang perempuan untuk memiliki keturunan dan membentuk keluarga. Kualitas pernikahan pada aspek kepuasaan dan kebahagiaan dalam pernikahan ada pada tingkat rendah. Bentuk emosional yang muncul sebagai dampak pernikahan adalah kecemasan dan stress, sementara sisi yang positif ialah perubahan sifat yang lebih baik. 
Penerapan Family Psiko Edukasi dalam Penurunan Beban Keluarga Pasien Paliatif Sugiyanto, Emilia Puspitasari; Mulyono, Mulyono
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.3.2021.597-602

Abstract

Dampak perawatan pasien paliatif pada keluarga salah satunya adalah munculnya beban keluarga dalam melakukan perawatan pasien. Perlu sebuah upaya yang dilakukan sehingga dapat menurunkan beban keluarga pasien paliatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perubahan penerapan terapi psikoedukasi dalam menurunkan beban keluarga pasien paliatif. Metode yang digunakan dalam menulis artikel adalah metode deskriptif, dengan memberikan gambaran penerapan family psikoedukasi dalam menurunkan beban keluarga pasien paliatif. Teknik sampling yang digunakan menggunakan total sampling yaitu keluarga yang merawat pasien paliatif yaitu sejumlah 6 responden. Analisis yang digunakan adalah menggunakan analisis univariat dengan menilai prosentase perubahan nilai beban keluarga sebelum dan sesudah dilakukan Tindakan psikoedukasi keluarga. Hasil Kegiatan didapatkan Terapi psiko edukasi keluarga dapat menurunkan beban keluarga  rata- rata sebesar 59,5%, melalui peningkatan kemampuan keluarga dalam merawat klien, kemampuan mengelola stres, dan kemampuan pengelolaan beban keluarga dengan memaksimalkan support system yang ada didalam keluarga dalam upaya penurunan beban keluarga dalam merawat klien pasien paliatif.
Kualitas Hidup Orang dengan Gangguan Jiwa: Systematic Review Wardiyah Daulay; Sri Eka Wahyuni; Mahnum Lailan Nasution
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.187-196

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius. Orang dengan gangguan jiwa mengalami berbagai masalah dengan gejala yang berbeda-beda, sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih tentang kualitas hidup orang dengan gangguan jiwa. Metode systematic review dilakukan dengan mencari literatur-literatur yang terkait dengan tema yang diambil, yaitu “kualitas hidup” dan “Orang Dengan Gangguan Jiwa”. Pencarian literatur diambil berdasarkan jurnal yang sudah terindeks, yaitu scopus, copernicus, garuda, sinta 1 sampai sinta 6, WOS, dll, dari tahun 2010-2020, dan artikel yang diambil adalah artikel yang telah ditelaah sejawat (peer review) sehingga didapatkan sebanyak 13 jurnal. Hasil artikel yang didapat berasal dari beberapa negara, termasuk Indonesia. Kualitas hidup orang dengan gangguan jiwa meliputi kualitas hidup secara umum, kepuasan kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan.  Tinjauan ini membantu menginformasikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup orang dengan gangguan jiwa, seperti faktor dukungan keluarga, dukungan sosial, psikologis individu berupa koping, dan pengobatan yang dilakukan.
Terapi Murottal Al-Qur’an Berpengaruh terhadap Stres Perawat pada Masa Pandemi Apriyeni, Emira; Patricia, Helena
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.3.2021.523-528

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebar secara cepat di seluruh dunia. Tingginya prevalensi kasus berdampak negatif pada kesehatan fisik dan psikologis terutama pada perawat. Dampak psikologis yang dialami salah satunya adalah stres. Mendengarkan murottal Al qur’an merupakan salah satu cara untuk menurunkan stres. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh terapi murrotal alqur’an terhadap stres perawat di masa pandemi. Jenis penelitian pre eksperiment dengan one group pre test and post test design. Penelitian dilakukan pada tahun 2020 di RSUD Dr. Rasidin Padang. Sampel penelitian berjumlah 18 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner untuk menilai stress pada perawat sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, dan di analisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistic Wilcoxon test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata stres perawat sebelum diberikan terapi murottal al quran adalah 38.44, dan setelah diberikan terapi adalah 25.39. Hasil bivariat didapatkan perbedaan rata-rata stres perawat sebelum dan sesudah intervensi adalah 9.50 dengan hasil uji statistik nilai p=0,000 berarti adanya pengaruh terapi murottal al-qur’an terhadap stres perawat. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh terapi murrotal alqur’an terhadap stres perawat di masa pandemi.
Terapi Keperawatan dalam Mengatasi Depresi pada Pasien Skizofrenia: Literatur Review Dian Nur Kumalasari; Meidiana Dwidiyanti; Annastasia Ediati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.105-112

Abstract

Gejala depresi pada pasien skizofrenia bisa terjadi pada semua fase, termasuk fase prodromal, episode psikotik akut dan fase post-psychotic. Paling sering gejala depresi timbul saat fase prodromal. Gejala depresi yang timbul saat fase prodromal bisa mempercepat terjadinya skizofrenia. Penanganan depresi pada pasien skizofrenia bisa dilakukan dengan menggunakan terapi keperawatan. Tujuan dari pembuatan literature ini adalah untuk mengetahui terapi keperawatan yang dapat mengatasi depresi pada pasien skizofrenia. Penulisan ini menggunakan metode literature review dengan sumber pustaka yang digunakan yaitu jurnal dari tahun 2001-2020 dengan proses pencarian artikel melalui Wiley Online Library, Science Direct dan Google Scholar. Hasil pencarian artikel menemukan sebanyak 3570 artikel, diseleksi dan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah sebanyak 9 artikel. Hasil dari 9 artikel tersebut 5 penelitian menunjukkan terapi musik efektif mengatasi depresi pada pasien skizofrenia dan 4 penelitian menunjukkan terapi kognitif efektif dalam mengatasi depresi pada pasien skizofrenia. Hasil sintesis dari beberapa artikel memaparkan terapi keperawatan dalam bentuk terapi spesialis dan terapi komplementer mempunyai peranan yang sangat penting dalam tatalaksana non farmakologis dan telah mampu mengatasi depresi pada pasien skizofrenia.
The Effectiveness of the Intervention Depression in the Elderly: A Systematic Review Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.8.4.2020.529-540

Abstract

The increasing life expectancy in Indonesia has an impact on the amount of attention on the elderly population. Depression is becoming one of the health problems of elderly people in the world. This research approach using systematic review aims to gain a greater understanding about the effectiveness of interventions against depression in the elderly. Methods a systematic review was conducted by searching the literature related to the theme taken, namely “intervention”, “depression”, “elderly”. Literature search using Scient Direct, PubMed, and Google Scholar, from the years 2017-2020, so that the obtained 18 articles eligible. Article quality was evaluated using the CASP checklist The results of the articles obtained came from several countries including Indonesia. These interventions can be grouped into three categories, the first physical therapy/exercise, psychological therapies, and spiritual therapies to lower the level of depression in the elderly in a variety of settings such as in nursing homes, in correctional institutions, and the general community, including home visits, using an individual approach or group. This review helped inform some of the interventions that can be performed on the elderly, it can save the cost, feasible and easy to do, and effective to reduce the level of depression in the elderly, and can improve the quality of life, overcome other psychological problems.
Gambaran Akses Cyber Pornography pada Remaja Iwan Dasta; Maria Komariah; Efri Widianti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.251-262

Abstract

Media informasi terbesar saat ini adalah internet, dalam internet terdapat sebuah konten berbahaya dan merugikan bagi penggunanya yaitu pornografi. Pornografi dunia maya atau cyber pornography adalah konten yang paling mempengaruhi perilaku seksual remaja, mudahnya aksesibilitas dalam mengakses pornografi di internet sering kali menjadi faktor terbesar perilaku seks pra-nikah pada sehingga menimbulkan sebuah dampak yang lebih buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran aksesibilitas cyber pornography pada remaja di SMA Negeri Jatinangor, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan total populasi 851 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate random sampling. Total responden penelitian ini adalah 203 orang, menggunakan instrumen berupa kuesioner Aksesibilitas Pornografi dengan nilai uji validitas 0,714 dan uji reliabilitas instrumen r alpha 0,764. Data dikategorikan menjadi aksesibilitas cyber pornography kurang, sedang dan tinggi, selanjutnya dihitung dengan distribusi frekuensi, kemudian dianalisis menggunakan nilai mean. Hasil dari penelitian ini didapatkan data lebih dari setengah responden yakni 148 orang (72,90%) aksesibilitas cyber pornography sedang, 47 orang (23,15%) aksesibilitas cyber pornography tinggi, dan 8 orang (3,94%) dengan aksesibilitas cyber pornography kurang. Dimensi aktivitas menjadi dimensi paling berpengaruh terhadap variabel aksesibilitas cyber pornography dengan nilai mean tertinggi (14,48), berikutnya di susul oleh dimensi rangsangan, kesenangan dan dimensi refleksi. 
Persepsi Remaja tentang Seks Pranikah di Sekolah Menengah Atas Alpiani, Delta; Widianti, Efri; Kosim, Kosim
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.161-170

Abstract

Premarital sex have a negative impact on adolescents’s biopsychosocial. Adolescents with positive perception towards premarital sex will avoid that behavior, while adolescents with negative perception prefer to do it. The purpose of this study was to determine how adolescent's perception of premarital sex in Senior High School in Tarogong Kaler Sub-District, The District of Garut. This study used descriptive quantitative research method with cluster sampling technique and was conducted by online survey during August 2020. The questionnaire was developed from the HBM (Health Belief Model) theory, as many as 320 adolescent respondents from class X, XI, and XII from 7 senior high schools at Tarogong Kaler Sub-District. The result indicated that perception of adolescents toward premarital sex was that some adolescents (50.9%) had positive perceptions. While for other domains were (65%) for perceptions of susceptibility, (56.9%) for perception of the seriousness, the perception of benefits (66.3%), and the perception of obstacles (65.9%). The conclusion was that the majority of adolescents in supported to not having premarital sex in each of their domains. Even so, some adolescents still perceived that premarital sex isn’t that bad. To improve adolescent's perception of premarital sex, the nurses would give them deep counseling and health education.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue