Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles
819 Documents
Potensi Terapi Kelompok Terapeutik Lansia pada Perkembangan Psikososial: Studi Literatur
Shinta Yuliana Hasibuan;
Novy Helena Catharina Daulima
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.493-500
Seiring bertambahnya usia pada lansia fungsi fisiologis, psikologis, sosial, dan spiritual mereka berubah. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan. Terapi kelompok terapeutik untuk lansia dianggap menjadi terapi yang dapat membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Terapi kelompok terapeutik (TKT) dilaksanakan pada lansia sehat dengan memberikan stimulasi agar mereka dapat beradaptasi dengan perubahan dari beberapa aspek seperti biologi, sosial, psikologi, dan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keefektifan implementasi TKT pada lansia terhadap perkembangan psikologisnya. Metode penelitian berupa studi literatur, dan pencarian liteartur menggunakan database online yaitu Google Schoolar, Clincal Key, ProQuest, UI-Ana, Science Direct dengan rentang tahun 2011-2020 dengan jumlah 22 artikel. Ditemukan enam artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil studi dari enam penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan yang efektif, lansia mampu beradaptasi dengan perubahan dan mengembangkan tahapan Integritas Ego.
Terapi Dzikir terhadap Perubahan Tingkat Stres Pasien Diabetes Melitus
Wahyuningsih, Atik Setiawan;
Tamimi, Toriq
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.69-78
Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang harus memiliki kedisiplinan pengobatan, hal ini menimbulkan kejenuhan dan stres. Terapi dzikir membantu menghindari efek negative dari stres. Penelitian ini bertujuan menganalisa efek terapi dzikir terhadap tingkat stres pasien diabetes mellitus di Ruang Mawar RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo. Pendekatan penelitian ini Pre experimental designs, dengan simple random sampling didapatkan sampel sebanyak 59 responden, variabel independent terapi dzikir, variabel dependen perubahan tingkat stres, menggunakan instrument kueioner PAID dengan reabilitas 0,85 dan uji statistik Wilcoxson. Hasil penelitian sebelum diberikan terapi dzikir banyak yang mengalami tingkat stres tinggi sebanyak 37 responden (62.7%). Setelah diberikan terapi dzikir banyak yang mengalami tingkat stres rendah sebanyak 34 responden (57.6%). Analisis uji statistik wilcoxson didapatkan nilai signifikan p=0,000<0,05 sehingga ada pengaruh terapi dzikir terhadap tingkat stres pasien diabetes mellitus di RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo. Untuk mengatasi stres pada penderita diabetes mellitus dibutuhkan mekanisme pertahanan diri dan pendekatan terapi yang bersumber dari agama Islam yaitu berdzikir. Dzikir ditinjau dari aspek kesehatan memberikan dampak positif yang menyebabkan mekanisme keseimbangan tubuh tetap stabil sehingga terapi dzikir dapat menjadi alternatif pendamping terapi penderita diabetes melitus.
Studi Komparasi Kondisi Demografi dan Kualitas Hidup Lansia Pra-Sejahtera di Wilayah Pertanian dan Industri
Mohamad Ridwan;
Abdullah Kafabih
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.409-418
Jumlah lansia yang tinggal di rumah tangga miskin mencapai 43,84%. Kondisi ini membuat lansia rentan memiliki kualitas hidup yang rendah. Sedangkan kualitas hidup lansia dipengaruhi oleh karakteristik demografi dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik demografi dan kualitas hidup lansia di kawasan industri dan pertanian. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain cross sectional pada 175 lansia miskin penerima manfaat PKH. terdiri dari 100 lansia di kawasan pertanian dan 75 di kawasan industri. Variabel kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF dan data dianalisis menggunakan uji chi square. Berdasarkan kondisi demografis terdapat perbedaan yang signifikan status tempat tinggal, perkawinan, pendidikan, dan kesejahteraan (p <0,05) antara lansia yang tinggal di kawasan industri dan pertanian. Perbedaan yang bermakna (p> 0,05) juga ditemukan pada semua domain kualitas hidup dimana lansia yang tinggal di wilayah pertanian memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan lansia di kawasan industri. Hubungan antara kondisi demografi dan kualitas hidup menunjukkan bahwa jenis kelamin dan status pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan semua domain kualitas hidup. Struktur usia, status perkawinan dan riwayat pendidikan masing-masing hanya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap domain lingkungan, sosial dan psikologis. Kualitas hidup masyarakat pra sejahtera di kawasan industri lebih rendah dibandingkan di kawasan pertanian. perbaikan kondisi lingkungan dan komunitas ramah lansia harus dilaksanakan.
Effect of Behaviour Cognitive Therapy on Self Pricing Levels in Human Patients Immunodeficiency Virus
Ramayanti, Eva Dwi;
Lutfi, Lutfi Irham;
Sulistyawati, Wiwin
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.8.4.2020.571-576
Human Immunodeficiency Virus is a virus that lowers human immunity by killing or destroying cells that play a role in immunity so that the body's ability to fight infection decreases. Of the 30 HIV sufferers in KDS Friendship Plus Kediri, 100% experienced a decrease in self-esteem. The purpose of this study was to determine the effect of cognitive behavior therapy on self-esteem in HIV patients at KDS Friendship Plus Kediri. The research design was pre-experimental one-group pre-test-post-test design. The population in this study were 32 respondents who were taken using purposive sampling technique, obtained a sample of 30. Data analysis using the Shapiro-Wilk data normality test showed that the p value before and after therapy had increased self-esteem, so it could be concluded that there was an effect of Cognitive Behavior therapy on self-esteem in people with HIV. Based on the Wilcoxon signed rank test, p value <0.05, which means that there is an effect of cognitive behavior therapy on self-esteem in HIV sufferers at KDS Friendship Plus Kediri.
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Perilaku sebagai Bully pada Remaja
Made Bayu Oka Widiarta;
Putu Sukma Megaputri
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.321-332
Perilaku bullying masih menjadi fenomena gunung es, guna memutus mata rantai perilaku bullying perlu diarahakan intervensi pendekatan kepada bully sebagai aktor utama bullying. Efek negatif secara psikologis tidak hanya berefek pada korban tetapi juga pada pelaku, akan cenderung destruktif dan melakukan perilaku kekerasan pada diri sendiri maupun orang lain. Dukungan keluarga sebagai pihak terdekat dari remaja menjadi salah satu faktor penentu perilaku bulling yang dilakukan oleh seorang bully. Peneliti ingin mengetahui korelasi antara dukungan keluarga dengan perilaku bully pada remaja di sekolah. Desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi terjangkau yaitu seluruh siswa SMP Negeri 2 Bululawang Kabupaten Malang yang lebih dominan menjadi pelaku bullying. Teknik sampling Probability Samples dengan Startified Random Sampling dengan sampel yang diambil sejumlah 135 orang. Instrumen dukungan keluarga model Friedman, terdiri dari 15 item pernyataan. Perilaku bully menggunakan kuesioner Bullying Behavior Scale, terdiri dari 12 item pernyataan. Kedua intrumen diuji validitas pada 20 siswa dengan Pearson Product Moment didapatkan r hitung (Correctede item-Total Correlation) > 0,3 sehingga kuesioner dinyatakan valid, selanjutnya uji reliabilitas didapatkan hasil semua item pernyataan memiliki r hitung (Alpha Croncbach’s) > 0,6, maka kuesioner dinyatakan reliabel. Analisis deskriptif dan bivariat dengan uji Rank Spearman. dukungan keluarga mayoritas dalam kategori cukup mendapat dukungan keluarga yaitu 114 responden (84,4%). perilaku bully mayoritas kategori memiliki perilaku bully tinggi yaitu berjumlah 68 responden (50,4%). Uji Rank Spearman didapatkan hasil yaitu nilai p 0,000, sehingga berarti bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku bully pada remaja.
Pengalaman Orang dengan Bipolar di Komunitas Bipolar Care Indonesia
Nurjanah, Dea Siti;
Rokayah, Cucu;
Widiastuti, Metty
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.205-212
Orang gangguan bipolar mengalami perubahan suasana hati atau gangguan suasana hati dalam waktu singkat. Seseorang dengan gangguan bipolar tidak dapat mengendalikan perasaan ini. Penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh pengalaman peneliti sendiri melihat dan pernah berkomunikasi dengan salah satu pengurus komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman penyandang bipolar di komunitas Bipolar Care Indonesia cabang Bandung. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitati, dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pemilihan sampel yaitu purposive sampling digunakan untuk informan yang dipilih atau dipilih secara sengaja karena memiliki pengalaman sesuai dengan fenomena yang diteliti. Partisipan yang ikut dalam penelitian ini yaitu 3 orang partisipan dari komunitas bipolar care Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Analisa data dengan menggunakan Collaizi Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema mengenai diagnosis pertama gangguan bipolar dan gejalanya, pengalaman selama depresi dan mania, serta halusinasi selama gangguan bipolar. Berdasarkan hasil penelitian, partisipan mampu memahami apa yang mereka rasakan saat suasana hatinya sedang tidak stabil.
Pengaruh Konflik Pekerjaanda dan Kelebihan Peran terhadap Empati Perawat
Basirun, Basirun;
Santoso, Dadi
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.123-134
Beberapa tahun terakhir ini, penelitian empiris yang menguji model hubungan kehidupan dalam pekerjaan telah berkembang dengan baik. Sasaran terhadap studi empiris ini adalah mengembangkan suatu pemahaman yang lebih baik tentang keterkaitan antara kehidupan dalam pekerjaan baik kaitannya masalah konflik pekerjaan maupun kelebihan pekerjaan. Empati merupakan salah satu sikap penting dalam asuhan keperawatan yang berfokus kepada pasien karena empati memungkinkan individu untuk memahami maksud orang lain, memprediksi perilaku mereka dan mengalami emosi yang dipicu oleh emosi mereka. Tujuan dalam penelitian ini adalah; mengetahui pengaruh konflik pekerjaan perawat terhadap empati dan mengetahui pengaruh kelebihan peran perawat terhadap empati. Pengumpulan data primer dilakukan melalui: kuesioner, dengan pendekatan Crossexional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat rawat inap dan telah bekerja lebih dari 2 tahun di Rumah sakit muhammadiyah PKU Yogjakarta. Jumlah sampel yang telah dilakukan adalah sebesar 50 dari 50 kuisioner yang telah didistribusikan ke responden pengujian validitas dan realibilitas indikator/ instrument penelitian dengan uji CFA dengan analisis menggunakan SEM AMOS 22.00. Metode pengambilan sampel adalah dengan teknik purposive samping yaitu dengan kriteria perawat rawat inap dan telah bekerja lebih dari 2 tahun. Tidak ada pengaruh konflik pekerjaan perawat terhadap empati perawat. Ada pengaruh kelebihan peran perawat terhadap terhadap empati perawat.
Kualitas Hidup dan Strategi Koping Pasien Pasca Pengobatan Tuberculosis Multidrug Resistance
Neli Ester Riska;
Desi Desi;
Muh. Aziz Anwar
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.453-462
Multidrug-Resistant Tuberculosis (TB MDR) merupakan penyakit yang pengobatannya dilakukan dalam kurun waktu yang lama sehingga timbul rasa bosan dan mempengaruhi kualitas hidup. Kualitas hidup juga dipengaruhi oleh pilihan strategi koping untuk situasi yang dialami pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas hidup dan strategi koping pada individu pasca TB MDR. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah lima partisipan pasca TB MDR. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Analisis data yaitu dengan reduksi data, mengkaji data dan melihat kelayakan datanya dengan memilih data-data. Hasil wawancara terkait kualitas hidup bahwa dua responden merasa kualitas hidup mereka terganggu dari aspek fisik karena masih sering merasakan nyeri dada dan satu responden mengalami gangguan pendengaran akibat obat yang dikonsumsi. Hal tersebut membuat aktivitas responden menjadi terganggu sedangkan responden lainnya merasa tidak mengalami masalah apapun. Strategi koping dari kelima responden adalah tiga diantaranya menggunakan strategi yang berfokus pada emosi yaitu dengan berdoa dan melakukan aktivitas yang digemari. Dua responden lainnya menggunakan strategi yang berfokus pada masalah, yaitu dengan mencari tempat pengobatan, mengonsumsi obat secara teratur, dan melakukan kontrol.
Self-Harm dan Depresi pada Dewasa Muda
Dahlia Magdalena Sibarani;
Susanti Niman;
FX Widiantoro
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.4.2021.795-802
Self-harm pada dewasa muda dapat mempengaruhi kemampuan kognitif, kinerja, dan hubungan interpersonal. Self-harm menjadi salah satu tren dan isu keperawatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi self-harm dengan depresi pada dewasa muda. Metode yang digunakan yaitu kuatitatif cross-sectional dengan analitik observational. Peneliti membagikan link google form melalui komunitas depresi di facebook. Sebanyak 130 orang dewasa muda melalui teknik snowball sampling berpartisipasi dalam penelitian ini dan mengisi link. Kuesioner yang digunakan Self Harm Inventory (SHI) dan Beck-Depression Inventory-II (BDI-II). Analisa data yang dilakukan dengan menggunakan Pearson product moment. Hasil studi diperoleh adanya korelasi yang signifikan antara self-harm dengan depresi (p< 0,00). Arah korelasi yaitu positif dan berkekuatan korelasi dalam kriteria sedang (r = 0,761).
Pengaruh Terapi Okupasi Membatik terhadap Penurunan Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizofrenia
Nur Wulan Agustina;
Sri Handayani;
Endang Sawitri;
Muhamad Ilham Nurhidayat
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.9.4.2021.843-852
Skizofrenia merupakan gangguan yang mempengaruhi pikiran, persepsi, emosi, gerakan, dan perilaku seseorang. Sebanyak 90% pasien skizofrenia mengalami halusinasi. Banyaknya angka kejadian halusinasi maka perlu adanya penatalaksanaan nonfarmakologi seperti terapi okupasi. Terapi okupasi membatik dipilih karena memberikan yang baik yaitu menenangkan dan meningkatkan rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi membatik terhadap penurunan halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental dengan desain one-group pre-post test with control design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Besar sampel sebanyak 20 responden yaitu 10 intervensi dan 10 kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS). Uji statistik menggunakan paired t-test dan Mann Withney. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan halusinasi pendengaran antara nilai pretest dan posttest pada pasien skizofrenia kelompok intervensi maupun control di Ruang Flamboyan RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah ditunjukkan dengan hasil p value 0,000 (p < 0,05). Rerata penurunan halusinasi pendengaran pada kelompok intervensi lebih tinggi dibanding pada kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pelaksanaan terapi okupasi membatik terhadap perubahan halusinasi pendengaran pada pasien Skizofrenia dengan hasil p value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan adanya pengaruh terapi okupasi membatik terhadap penurunan halusinasi pendengaran pasien skizofrenia di Ruang Flamboyan RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah.