cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Analisis Konsep Psychological Well Being pada Skizofrenia Maelia Unayah; Meidiana Dwidiyanti; Titik Suerni
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.95-104

Abstract

Konsep psychological well being  merupakan pengembangan konsep aktualisasi diri,fully functioning person dan formulation maturity yang diintegrasikan menjadi konsep psychological well being. psychological well being dibutuhkan oleh pasien skizofrenia untuk mengatasi masalah yaitu penurunan produktivitas, stres, lebih tergantung dengan orang lain tidak bisa mandiri, memiliki defisit  yang sangat besar dalam ketrampilan pekerjaan dan hubungan dengan lingkungan sosial dan sulit dalam mengambil keputusan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis konsep dan mengklarifikasi makna dari konsep psychological well being bagi pasien skizofrenia.  Dalam penulisan ini prosedur analisis konsep menggunakan metode Walker dan Avant Literature review dilakukan menggunakan database online, seperti Sciencedirect, Pubmed, Google Scoolar dan Jurnal ilmiah kesehatan, dengan kata kunci “psychological well being dan skizofrenia”. Tahun penerbitan artikel yang digunakan adalah tahun 2010 sampai tahun 2020. Artikel yang digunakan sebanyak 5 artikel.. Konsep psychological well being penting untuk pasien skizofrenia agar dapat menerima dirinya secara positif dan dapat mencapai kebahagiaan. Antecedent dari konsep psychological well being pada skizofrenia: penerimaan diri,berhubungan baik dengan orang lain,otonomi,pertumbuhan pribadi,tujuan hidup,penguasaan lingkungan. Konsekuensi dari konsep: perubahan perilaku dan kinerja. Pasien dengan psychological well being yang tinggi dapat menerima dirinya secara positif sehingga dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.
Tingkat Kepatuhan Mahasiswa Kesehatan dalam Berprotokol Kesehatan Pasca Lebih dari Satu Tahun Masa Pandemi Covid-19 Ifon Driposwana Putra; Eka Malfasari; Novi Yanti; Fitry Erlin; Ulfa Hasana; Afrida Sriyani Harahap; Donny Hendra
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.429-434

Abstract

Corona Virus Disease (Covid-19) telah mewabah lebih dari satu tahun di Indonesia dan kasusnya terus mengalami peningkatan. Pemerintah dan Instansi terkait sudah berupaya melakukan sosialisasi dan kebijakan-kebijakan seperti protokol kesehatan untuk menyelesaikan wabah tersebut. Namun yang menjadi masalah bukan lagi pengetahuan tentang Covid-19 dan cara penularannya, tetapi lebih kepada kepatuhan masyarakat dalam berprotokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan mahasiswa kesehatan dalam berprotokol kesehatan pasca lebih dari satu tahun masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa kesehatan sebanyak 150 orang yang telah membuat surat pernyataan mengikuti perkuliahan tatap muka terbatas di 3 program studi kesehatan, dan penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner perilaku berprotokol kesehatan Covid-19 yang sudah diuji validitas dan realibilitas, serta dianalisis dengan analisa univariat untuk mengetahui patuh atau tidak patuhnya mahasiswa kesehatan berprotokol kesehatan. Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari separoh (65%) mahasiswa kesehatan tidak patuh berprotokol kesehatan Covid-19. Hasil ini harus menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak bahwa perilaku berprotokol kesehatan masyarakat sudah sangat longgar dan butuh kebijakan baru yang inovatif agar wabah ini segera selesai.
Pengetahuan Orangtua tentang Stimulasi Perkembangan Anak Berhubungan dengan Tahap Tumbuh Kembang Anak Usia Todler Arya Ramadia; Wiwik Sundari; Ika Permanasari; Jek Amidos Pardede
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.1-10

Abstract

Usia todler merupakan periode yang sangat penting untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Seluruh potensi yang dimiliki anak dapat di stimulasi oleh orangtua. Sebelum melakukan stimulasi, orangtua memerlukan bekal pengetahuan tentang stimulasi karena merupakan faktor pendukung perilaku stimulus terkait dengan perkembangan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orangtua tentang stimulasi dengan perkembangan anak usia 1-3 tahun. Desain penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap sampel sebanyak 84 orangtua dan anak usia 1-3 tahun yang diambil dengan cara purposive sampling.  Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis kolmogrov-smirnov z menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan orangtua tentang stimulasi dengan tahap tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun dengan p value 0,033 (p<0,05).
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ansietas Lansia Wicaksana, I Gusti Agung Tresna; Widiarta, Made Bayu Oka
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.347-356

Abstract

Keberadaan panti werdha di indonesia masih menyisakan banyak permasalahan terutama masalah psikososial. Masalah psikososial yang paling banyak terjadi seperti kesepian, perasaan sedih, ansietas. Sebagai bahan evaluasi untuk menurunkan ansietas lansia yang tinngal di panti perlu dilakukan analisis factor-faktor yang mempengaruhi ansietas lansia yang tinggal di PSTW, karena jika ansietas pada lansia tidak ditangani dengan benar bisa jatuh ke kondisi depresi dan resiko tinggi bunuh diri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik variabel yang paling berpengaruh terhadap ansietas pada lansia yang tinggal di PSTW Provinsi Bali. Desain penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Hasil: Hasil uji regresi linier menunjukan kontribusi karakteristik pendidikan, lama tinggal memiliki pengaruh sebesar 37.5% terhadap ansietas. Kesimpulan: Karakteristik pendidikan dengan nilai p 0.207 dan lama tingal dengan nilai p 0.171 paling berpengaruh terhadap ansietas lansia yang tinggal di PSTW Provinsi Bali.
Overview of Recurrence Mental Health Disorders in Community Umi Rachmawati; Islamiyah Islamiyah; Firman Firman
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.8.4.2020.515-520

Abstract

Mental health problems found in the community require comprehensive treatment, as the disease can cause recurrence in the past year after undergoing hospital treatment despite still taking medication. This study aims to find out the picture of recurrence of people with mental disorders in the commut. The design of this research is a type of quantitative research that is descriptive narrative, the population in this study is all people with mental disorders who are in the working area of Poasia Health Center Kendari City and live witha care giver, asmany as 24 people, sampling techniques using purposive sampling techniques obtained as many as 20 respondents. This research was conducted in June 2020 in poasia health center working area of Kendari City, Southeast Sulawesi Province. The data collection tool uses a questionnaire containing the characteristics of respondents and a mental disorder recurrence questionnaire. Data analysis in the form of univariate analysis in the form of frequency distribution. The results showed that almost all respondents experienced a relapse with a high relapse category after undergoing treatment at the hospital.
Studi Kasus: Aplikasi Psikoedukasi Keluarga dengan Skizofrenia Selama Pandemi Covid-19 terhadap Ekspresi Emosi Keluarga dan Kepatuhan Pengobatan Pasien Yuliastuti, Estin; Susanti, Herni; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.221-234

Abstract

Keluarga merupakan bagian terpenting dalam proses perawatan skizofrenia dan dapat mengalami perasaan kelebihan beban perawatan dan stress sehingga dapat menimbulkan ekspresi emosi keluarga yang mengakibatkan kurangnya support dalam merawat penderita dan ketidakpatuhan pengobatan pasien. Salah satu intervensi keluarga dengan skizofrenia yang dapat dilakukan yaitu psikoedukasi keluarga. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi psikoedukasi keluarga skizofrenia selama pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) terhadap ekspresi emosi keluarga dan kepatuhan pengobatan pasien. Tn. I (60 tahun) merupakan ayah sekaligus caregiver dari anggota keluarga yang mengidap skizofrenia. Keluarga melaporkan bahwa pasien memiliki riwayat putus obat dengan total skor pengukuran tingkat kepatuhan pengobatan sebanyak 5 (sedang). Selain itu, keluarga memiliki ekspresi kritik dan overprotektif pada pasien dengan total skor pengukuran ekspresi emosi keluarga sebanyak 27 (tinggi). Perawat memberikan intervensi berupa psikoedukasi keluarga secara offline melalui kunjungan rumah dan online melalui video call. Implementasi psikoedukasi keluarga skizofrenia di masa pandemi Covid-19 membutuhkan strategi khusus yang tepat supaya dapat tercapai tujuan akhirnya. Hasil pengukuran akhir didapatkan total skor pengukuran tingkat kepatuhan pengobatan sebanyak 10 (tinggi) dan total skor pengukuran ekspresi emosi keluarga sebanyak 23 (rendah). Psikoedukasi keluarga dapat mengurangi ekspresi emosi keluarga dan meningkatkan kepatuhan minum obat klien.
Kebutuhan Family Caregiver pada Pasien Stroke Anis Ika Nur Rohmah; Dinda Rifayuna
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.143-152

Abstract

Stroke merupakan penyakit keluarga yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita stroke itu sendiri dan juga family caregiver yang merawatnya. Family caregiver mempunyai peran besar dalam perawatan pasien stroke, namun mereka tidak selalu siap dalam menjalankan perannya. Mereka juga melaporkan beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan family caregiver pada pasien stroke di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen, Malang. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 62 family caregiver pasien stroke yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner FNQ (Family Needs Questionnaire) setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 36-45 tahun (33,9%), perempuan (69,4%), berpendidikan SMP (45,2%), ibu rumah tangga (46,8%), dan merawat pasien dengan jenis stroke iskemik (72,6%). Kebutuhan informasi kesehatan menjadi kebutuhan sangat penting yang paling utama (89,96%) pada family caregiver, berikutnya ada kebutuhan dukungan professional (88,30%), kebutuhan dukungan komunitas (87,30%), kebutuhan dukungan emosional (80,19%), kebutuhan keterlibatan dalam perawatan (78,71%) dan dukungan instrumental (66,49%). Kebutuhan informasi kesehatan, dukungan instrumental, dukungan emosional, dukungan komunitas, dukungan professional dan dukungan keterlibatan dalam perawatan sangat dibutuhkan oleh family caregiver dalam merawat anggota keluarganya yang terserang stroke.
Hubungan antara Faktor Teman Sebaya dengan Penyalahgunaan Napza di Kota Batu Hasan, Moh Nur; Handian, Feriana Ira; Maria, Lilla
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.475-486

Abstract

Faktor teman sebaya berperan penting dalam mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang untuk menggunakan Napza. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara faktor teman sebaya dengan penyalahgunaan Napza di Pondok Rehabilitasi Doulos Kota Batu. Desain penelitian mengunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 30 orang pengguna Napza, Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian membuktikan 11 (36,7%) faktor teman sebaya kuat menyebabkan penyalahgunaan napza berat dan 17 (56,7%) responden melakukan penyalahgunaan napza berat. Hasil uji spearmen rank didapatkan nilai p = (0,034) < (0,050) dan nilai r = (0,388) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lemah antara faktor teman sebaya kuat dengan penyalahgunaan Napza berat di Kota Batu.
Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-36 Bulan Ni Luh Made Asri Dewi; Ni Nengah Handika Primadewi
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.1.2021.55-60

Abstract

Stunting atau anak kerdil (pendek) merupakan kondisi dimana anak mengalami masalah gizi kronis, dengan hasil pengukuran panjang atau tinggi badan yang lebih kurang dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO  Balita dengan stunting beresiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada kehidupannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita usia 13-36 bulan di Puskesmas Karangasem II. Jenis penelitian ialah deskritif untuk menggambarkan kejadian stunting pada balita usia 13-36 bulan di Puskesmas Karangasem II. Lokasi penelitian di Puskesmas Karangasem II. Alat ukur yang digunakan yaitu tabel Z-score status gizi WHO. Teknik sampel yang digunakan total sampling sebanyak 212 balita. Dari 212 balita, sebanyak 116 balita (54,7%) mengalami stunting, diantaranya 64 balita (57%) berusia 13-24 bulan, dan 64 balita (55%) berjenis kelamin laki-laki.
Asertif Training Berpengaruh terhadap Perilaku Agresif Narapidana Remaja Wahyuni, Sri Eka; Daulay, Wardiyah; Nasution, Mahnum Lailan; Purba, Jenny Marlindawani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.2.2021.391-398

Abstract

Remaja merupakan masa krisis pada kehidupan manusia. Tindakan kriminal dan agresif remaja seperti kenakalan, perkelahian, pencurian, tindakan asusila, penyalahgunaan zat merupakan faktor penyebab remaja mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Remaja yang berstatus narapidana juga merupakan generasi bangsa yang perlu dibantu dalam berperilaku adaptif agar terhindar dari kasus kasus hukum yang merugikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi prilaku agresif pada remaja narapidana adalah dengan pemberian intervensi asertif training. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi pengaruh asertif training terhadap prilaku agresif narapidana remaja di Lapas Anak Kelas I Medan. Desain penelitian yang dilakukan quasi experiment. Populasi berjumlah 140 orang narapidana remaja dan sampel penelitian sebanyak 50 orang yang diambil dengan menggunakan tehnik random sampling. Sampel dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Prosedur penelitian dilakukan dengan cara memberikan asertif training dalam 8 sesi pada kelompok intervensi, sementara kelompok kontrol tidak diberikan intervensi apapun. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian intervensi asertif training terhadap perilaku agresif pada remaja narapidana (p-value=0,00, α. 0,05). Diharapkan intervensi asertif training tetap diberikan sebagai salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah prilaku agresif pada narapidana remaja di Lapas.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue