cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Dampak Stres terhadap Covid-19 Erida Fadila; Sumarmi Sumarmi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.673-682

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang menular dapat menginfeksi manusia sehingga dapat menyebabkan gejala yang lebih parah. Covid-19 telah menyebabkan penyakit serius dan menyebabkan berkembangnya kesulitan bernafas. Covid-19 masih terus menyebar ke seluruh dunia, data 2020 sebanyak 42,9 juta kasus terkonfirmasi di 216 negara dan lebih dari satu juta kasus (2,7%) kematian. Kondisi ini bertambah parah bila disertai dengan kondisi psikis yang tidak stabil seperti stres, cemas berlebih, keadaan sterlalu sedih, ketakutan yang berlebih, atau beban pikiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian terpapar covid-19 pada civitas akademika STIKes Ahmad Dahlan Cirebon. Penelitian ini menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini sebanyak 80 orang yang aktif mengikuti kegiatan sekitar kampus selama 3 bulan terakhir. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Hasil uji statistic spearman rank didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0.611 dan p-value sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan tingkat stres dengan kejadian terpapar covid-19 pada civitas akademika STIKes Ahmad Dahlan Cirebon.Stres merupakan salah satu penyebab dari menurunnya imunitas tubuh seseorang sehingga dapat memperburuk pertahan tubuh sehingga membuat tubuh rentan terpapar virus khusus covid-19 apabila orang tersebut berinteraksi tanpa menerapkan social distancing. Saran dari penelitian ini adalah masing-masing individu dapat menjaga kestabilan kesehatan mental khususnya stres agar dapat meningkatkan imunitas tubuh dimasa pandemi ini.
Pengalaman Perawat dalam Melepas Orang dengan Gangguan Jiwa yang Dipasung Rasmawati Rasmawati; Amalia Putri Abuba; Nur Al Marwah Asrul; Syisnawati Syisnawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.875-882

Abstract

Pemasungan pada orang dengan gangguan jiwa dapat memberikan dampak buruk berupa perubahan biopsikososial yakni mengalami kelemahan otot, kehilangan pekerjaan, cedera anggota badan, trauma, harga diri rendah, serta putus asa. Pelepasan pasung merupakan salah satu upaya penanggulangan bebas pasung yang dilakukan oleh perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam berkolaborasi mewujudkan Indonesia bebas pasung. Tujuan  penelitian kualitatif fenomenologi ini menggambarkan pengalaman perawat dalan melepas orang dengan gangguan jiwa yang dipasung. Partisipan berjumlah 3 orang, data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan catatan lapangan. Tiga tema yang dihasilkan: Koordinasi lintas sektor dalam pelepasan pasung; Ekspresi perasaan perawat dalam melepas orang gangguan jiwa yang dipasung; dan faktor pasien dan keluarga sebagai hambatan dalam pelepasan pasung. Peningkatan edukasi penanggulangan pasung dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan serta kesinambungan perawatan diperlukan untuk mengotimalkan perawatan dan mencegah kasus repasung.
Efektifitas Pemberian Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang dalam Upaya Mengontrol Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran Yola Laisina; Hani tuasikal; Tri Nurminingsih Hatala
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.597-602

Abstract

Halusinasi adalah gangguan atau perubahan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. WHO memperkirakan ada sekitar 450 juta orang didunia yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Pencegahan halusinasi pendengaran sudah dilakukan beberapa tindakan terapi keperawatan Halusinasi pendengaran dapat diatasi dengan pemberian terapi okupasi aktivitas waktu luang, Satu diantara beberapa penanganan pasien gangguan jiwa yang mengalami halusinasi memberikan terapi okupasi. Terapi okupasi (waktu luang) sudah sejak jaman dulu kala telah dikenal sebagai sesuatu untuk mempertahankan hidup atau survival, dan juga diketahui sebagai sumber kesenangan. Dengan bekerja dan melakukan aktivitas di waktu luang, seseorang akan menggunakan otot-otot dan fikirannya, misalnya dengan melakukan permainan, menyapu, membersihkan tempat tidur, menanam, menggambar dan lain-lain dimana hal-hal ini akan mempengaruhi kesehatannya. Tujuannya melakukan pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, membuat perencanaan, melakukan implementasi, dan mengevaluasi tindakan keperawatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dalam bentuk studi kasus, dimana peneliti hanya mengangkat satu pasien menjadi responden dan diberikan terapi aktivitas waktu luang. Analisis datanya menggunakan lembar observasi untuk melihat sejauhmana kegiatan yang diberikan dapat mengontrol halusinasi pendengaran. Lembar observasi ini digunakan selama 1 minggu untuk melihat keberhasilan tindakan yang diberikan. Hasil penelitian, terapi okupasi dapat mengontrol halusinasi pendengaran dengan kegiatan-kegiatan yang diberikan kepada pasien. Dari  kegiatan yang diberikan responden hanya dapat melakukan 1 kegiatan menjadi 3 kegiatan yang dilakukan untuk mengontrol halusinasi.
Gambaran Kecemasan dan Strategi Koping Perawat di Ruangan Isolasi Covid-19 Ekawati Saputri; Abd Gani Baeda; Risqi Wahyu Susanti; Tukatman S.Kep,M.Kep; Heriviyatno J Siagian; Rahmatiah Gani
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.527-534

Abstract

Covid-19 merupakan jenis penyakit pneumonia baru yang disebabkan oleh Coronavirus. Jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat menjadikan perawat yang terlibat langsung dalam perawatan pasien  menghadapi tekanan psikologis salah satunya kecemasan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kecemasan dan strategi koping pada perawat dalam menghadapi pasien Covid-19 di ruangan isolasi Covid-19. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskripsi analitik dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas perawat mengalami kecemasan normal (100%) dan sebagian besar menggunakan strategi koping adaptif (64,3%).  Perawat Covid-19 merasakan perasaan cemas yang normal sebab didukung adanya mekanisme koping adaptif untuk membantu perawat menghadapi tugas dan tanggungjawab merawat pasien Covid-19.
Spiritual Emotional Freedom Technique Berpengaruh terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesaea Yuni Retno Santi; Anis Laela Megasari
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.803-810

Abstract

Sekitar 60-80% ibu hamil yang akan menjalani tindakan operasi sectio caesarea mengalami kecemasan. Kecemasan dapat mempengaruhi perubahan status hemodinamik sehingga berdampak pada tingkat keberhasilan tindakan. Selain itu, juga dapat menghambat proses penyembuhan pasca operasi. Tujuan penelitian ini membuktikan pengaruh terapi spiritual emosional freedom technique terhadap kecemasan pasien pre operasi section caesarea. Metode penelitiannya yaitu experimental design dengan rancangan one group pre-test-post-test. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida yang akan menjalani operasi sectio caesarea di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi. Subjek penelitian yang diperoleh pada bulan November 2021 sebanyak 28 responden. Kecemasan diukur menggunakan instrument Visual Analogue Scale for Anxiety (VAS-A). hasil penelitian ini didapatkan rerata skor kecemasan sebelum intervensi 4.89, sedangkan rerata skor sesudah intervensi 3.62. Hasil uji analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p value 0.000 (<0.05), artinya menunjukkan terdapat pengaruh penerapan spiritual emosional freedom technique terhadap kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea. Hal ini didukung dengan adanya penurunan skor rerata kecemasan setelah diberikan intervensi sebesar 1.27. Penerapan spiritual emosional freedom technique terbukti dapat menurunkan kecemasan pasien pre operasi section caesarea.
Pijat sebagai Terapi pada Gangguan Depresi Errix Kristian; Ikha Ardianti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.715-724

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu dari empat masalah kesehatan utama. Walaupun gangguan jiwa tidak dianggap sebagai gangguan yang menyebabkan kematian secara langsung, namun beratnya gangguan dari segi kecacatan dan kecacatan baik secara individu maupun kelompok akan menghambat perkembangan, karena tidak produktif dan tidak efisien. Masalah gangguan jiwa di masyarakat yang sering muncul sangat beragam, salah satunya adalah depresi. Di sebagian besar daerah di Indonesia, pengobatan alternatif memiliki daya tarik tersendiri karena dianggap aman dan tidak banyak menimbulkan efek samping). Saat ini, pijat (Massage) memang menjadi trend dan banyak diminati oleh masyarakat. Tidak hanya untuk penyakit fisik, ternyata pijat juga bisa digunakan sebagai terapi yang berhubungan dengan psikis. Desain penelitian menggunakan metode kualitatif, yaitu menggunakan pendekatan deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah Bapak Suntoro sebagai terapis pijat tradisional yang akan menjadi sumber data utama. Berdasarkan beberapa rangkaian metode terapi pijat Suntoro, jika dilihat dari bagian tubuh yang ditekan atau dipijat cocok dengan metode pijat titik EFT (Emotional Freedom Technique). dan gangguan jiwa. Jika bagian-bagian atau titik-titik EFT tersebut dipijat, maka perkembangan emosional dan psikologis orang tersebut akan mengalami perkembangan yang signifikan.
Pengaruh Pemberdayaan Keluarga terhadap Pembentukan Adaptasi Kebiasaan Hidup Baru pada Lansia Depresi Thika Marliana; Budi Anna Keliat; Livana Budi PH; Karuni Dianita Islami; Indah Kurniawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.913-922

Abstract

Prevalensi depresi pada lansia jauh lebih tinggi dari pada usia yang lebih muda yaitu 7,7 %. Presipitasi penyakit fisik, termasuk situasi pandemi membuat lansia rentan terhadap masalah kesehatan jiwa, oleh karena itu sangat dibutuhkan dukungan keluarga sebagai orang terdekat lansia. Pemberdayaan keluarga mampu meningkatkan dukungan keluarga yang dibutuhkan oleh lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga terhadap pembentukan adaptasi kebiasaan hidup baru pada lansia depresi. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental dengan rancangan pre and post test with control group, melibatkan 103 lansia depresi yang telah di skrining bertahap menggunakan instrument SRQ-20 dan GDS. Intervensi yang diberikan berupa tindakan holistik relaksasi fisik dan mental dengan pendekatan life review kepada lansia depresi dengan terlebih dahulu melatih keluarga yang merawat. Hasil uji  stastistik perbandingan kelompok kontrol dan intervensi diperoleh  α < 0,05 menunjukkan perbedaan yang signifikan pembentukan adaptasi kebiasaan baru pada lansia dengan depresi melalui pemberdayaan keluarga.
Depresi, Ansietas, dan Stres Remaja selama Pandemi Triyana Harlia Putri; Ikbal Fradianto; Dewi Narullita; Mira Agusthia; Yudistira Afconneri; Vivianti Dewi
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.633-640

Abstract

Situasi pandemic selama dua tahun belakang ini, memberlakukan pembatasan aktivitas tidak terkecuali pada anak sekolah yang di tuntut untuk dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru. Kecenderungan kondisi tersebut berisiko terhadap penurunan kesejahteraan mental termasuk tekanan fisik dan emosional seperti depresi, kecemasan dan stress. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran depresi, kecemasan dan stres selama pandemic pada anak sekolah menengah pertama (SMP). Adapun metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Dalam tahapan pemilihan sampel dengan teknik snowball sesuai dengan kriteria inklusi yang telah di tetapkan, dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 344 anak sekolah. Pemenafaatan platform daring seperti google form telah digunakan dalam penelitian ini, selain menggunakan instrument sosiodemografik, instrumen lain yang digunakan adalah Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS-21) dalam Bahasa Indonesia. Dalam penyajian analisis data untuk melihat prevalensi karakteristik, depresi, kecemasan, dan stres pada anak SMP selama pandemic COVID-19. Hasil penelitian melaporkan bahwa sebagian besar anak sekolah dengan jenis kelamin pria sebanyak (55,2%), beragama Islam (94,5%), jenjang kelas 3/IX (38,7%). Temuan yang paling utama dalam penelitian ini depresi, kecemasan dan stress yang dirasakan anak SMP berada dalam kategori sangat berat selama pandemic COVID-19.
Hubungan Pengetahuan dan Persepsi Ibu Hamil tentang Pijat Perineum dengan Kejadian Rupture Perineum Cindy A. Mokoginta; Irfana Tri Wijayanti; Desi Sariyani
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.565-570

Abstract

Rupture perineum sering terjadi pada hampir semua persalian pertama namun tidak jarang pada persalinan selanjutnya. Akibat dari terjadinya ruptur perineum  pada ibu diantaranya terjadi infeksi pada luka jahitan yang bisa merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat mengakibatkan  munculnya komplikasi infeksi kandung kemih ataupun infeksi pada jalan lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi ibu hamil tentang pijat perineum dengan kejadian ruptur perineum. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional dimana subyek penelitian adalah ibu hamil yang memiliki usia kehamilan 36 minggu dengan sampel sebanyak 38 orang. Penelitian ini dilakukan di Klinik Bidan Rosliana Tambun Selatan pada bulan Desember-Januari tahun 2022. Data dikumpulkan menggunakan koesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi Square Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (pvalue=0,023)  , adanya hubungan antara persepsi (pvalue= 0,038) Ibu hamil tentang pijat perineum dengan kejadian ruptur perineum di klinik rosliana tambun selatan bekasi tahun 2021.
Efektivitas Intervensi Non-Farmakologi untuk Mengurangi Depresi pada Ibu dengan Postpartum Depression: Narrative Review Khoirunnisa Khoirunnisa; Lubna Najwa Wardani; Gita Cahyani; Salsa Aisyah; Kurniawan Kurniawan
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.1-10

Abstract

Periode postpartum merupakan suatu kondisi kritis pada ibu pasca melahirkan yang memerlukan penyesuaian, dimana efek negatif ini akan berdampak pada kejadian depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intervensi non-farmakologi apa saja yang dapat digunakan untuk mengurangi depresi pada ibu dengan postpartum depression. Penyusunan literature review dilakukan dengan pencarian artikel dari database Garuda, Google Scholar, dan Pubmed. Kata kunci yang digunakan diantaranya non-pharmacological, postpartum depression, reduce depression. Kriteria inklusi dalam pencarian literatur ini adalah artikel dari tahun 2017 hingga 2022, artikel dalam bahasa Indonesia, artikel dalam bahasa Inggris, free full-text article, original article dan artikel tentang terapi non-farmakologi untuk mengurangi depresi pada ibu dengan postpartum depression. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil beberapa intervensi non-farmakologi yang efektif dapat mengurangi depresi pada ibu dengan post partum depression yaitu Cognitive Behavior Therapy, Terapi Tertawa, Senam Nifas, Massage Terapi Effleurage, Terapi Akupresur dan Mendengarkan Musik. Berdasarkan temuan hasil literatur intervensi non-farmakologi pada ibu postpartum ini terbukti efektif untuk diterapkan dalam praktik serta direkomendasikan bagi tenaga kesehatan perlunya mengintegrasikan perawatan kesehatan mental bagi ibu postpartum dalam praktik klinis.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue