cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
The Effect of Diary Writing on Students' Competence in Writing Recount Texts at SMA Negeri 1 Sukasada in Academic Year 2017/2018 ., I Kadek Aristyawan; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.832 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah diary writing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks recount di SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian semu dengan desain post-test only control group. Populasi dari penelitian ini berjumlah 178 siswa dari enam kelas. Sampel penelitian diperoleh dengan cara random sampling dan diperoleh kelas X IB I sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menerapkan diary writing, dan kelas X IB II sebagai kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Data didapat melalui tes menulis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa siswa di kelas X IB I memperoleh hasil yang lebih baik daripada siswa di kelas X IB II. Hal ini dibuktikan dari hasil t-test yang menunjukkan bahwa tobs lebih tinggi dari tcv. Tobs adalah 2.715 sedangkan tcv adalah 1.671 (tobs > tcv). Berdasarkan hasil yang ditunjukkan, itu berarti bahwa diary writing mempunyai pengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks recount.Kata Kunci : menulis, diary writing, teks recount This study aimed to investigate whether diary writing has significant effect on students’ competence in writing recount texts at SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2017/2018. This study was quasi-experimental study which design was post-test only control group. The population of this study was 178 students from the total of six classes. The sample was obtained by using random sampling technique, and the result of the lottery was X IB I as an experimental group and X IB II as a control group. The experimental group was taught by implementing diary writing, and the control group was taught by using conventional method. The data was collected through writing test. The data obtained were analyzed descriptively and inferentially. The result showed that the students in X IB I achieved a better result than the students in X IB II. It was proven by the result of t-test that showed tobs was higher than tcv. Tobs was 2.715 meanwhile tcv was 1.671 (tobs > tcv). Based on the result showed, it means that diary writing has significant effect on students’ competence in writing recount texts.keyword : writing, diary writing, recount text
Development of Character Based Language Learning Games for 1st Grade Junior High School Students in English as Foreign Language in SMP Negeri 4 Singaraja ., I Gede Made Adi Kerta Yasa; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan pembelajaran bahasa Inggris berbasis karakter beserta buku manual penggunaannya. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian pengembanan (Research and Development). Data dikumpulkan menggunakan in-depth interview dan kuisioner yang diberikan baik kepada guru maupun siswa. Data kemudian diolah secara kualitatif sebagai dasar untuk merumuskan permainan pembelajaran berbasis karakter. Hasil dari penelitian ini berhasil mengembangkan tiga jenis permainan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis karakter. Permainan tersebut ialah Word Bricks, Race Words dan Snake and Signs. Hasil uji validasi dari permainan dari para ahli mendapat katergory permainan yang bagus. Sedangan buku manual permainan tersebut mendapat kategory excellent. Hasil uji validasi dari guru untuk buku manual permainan tersebut menunjukan bahwa produk yang dikembangkan cukup baik. Hasil uji lapangan terhadap siswa menunjukan siswa menjadi bersemangat dan termotivasi untuk belajar Bahasa Inggris melalui permainan tersebut. Hasil uji lapanganpun menunjukan adanya karakter – karakter yang berhasil tumbuh pada siswa ketika bermain permainan tersebut.Kata Kunci : buku manual, karakter, word bricks, race words snake and signs This study aimed to develop the language learning games for English language with character base with its manual book. The subjects of this study were the 1st grade junior high school students in SMP Negeri 4 Singaraja. This research employed research and development. The data of the study were collected based on in-depth interview, observation sheet and questionnaire that was given to teacher and students. The obtained data were analysed qualitatively as the basic for developing character based language learning games. The result of the study developed three different character based language learning games. Those are Word Bricks, Race Words and Snake and Signs games. The result of validation score of the games from experts shows excellent belongs and good games. Meanwhile the book got excellent. The validation score from teacher showed that the games belong to good games and good book. The result of field try-out for students show that students were excited and motivated to learn English through playing games. The field try out also showed that the characters were starting to emerge in students who play the games.keyword : manual book, character, word brick, race words, snake and signs
THE EFFECT OF SCAFFOLDING TECHNIQUE ON STUDENT’S ABILITY TO WRITE DESCRIPTIVE TEXT IN SMP N 2 SELAT KARANGASEM ., Ni Putu Mirna Sari; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11381

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari teknik perancah terhadap kemampuan siswa untuk menulis teks deskriptif dan untuk menggambarkan komponen mana yang sebagian besar dipengaruhi oleh teknik perancah pada tulisan siswa. Desain penelitian ini adalah Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah delapan siswa kelas VIII Negeri 2 Selat dan sampel penelitiannya dipilih dengan menggunakan Cluster Random Sampling. Sampel terdiri dari 68 siswa. Kelas VIII D ditugaskan sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan teknik "Perancah" dan kelas VIII E sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan menggunakan "teknik konvensional". Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan dengan hasil statistik deskriptif yang menunjukkan skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 79,71 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 75,35. Hasil uji t juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih tinggi dari pada tcv. Nilai tob adalah 3,098, sedangkan nilai tcv adalah 1,668 (α = 0,5). Artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa antara siswa yang diajar dengan teknik perancah dan mereka yang diajar dengan teknik konvensional. Oleh karena itu hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kata Kunci : Kata kunci: teknik perancah, teknik konvensional, kemampuan siswa Abstract This study was aimed at investigating whether or not there was a significant effect of the scaffolding technique on students’ ability to write descriptive text and to describe which of the component writing that mostly affected by the scaffolding technique on students writing. This research design was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was eight grade students of SMP Negeri 2 Selat and the samples of study were selected by using Cluster Random Sampling. The samples consisted of 68 students. Class VIII D was assigned as the experimental group which was taught by using “Scaffolding technique” and class VIII E as the control group which was taught by using “conventional technique”. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 79.71 while the mean score of the control group was 75.35. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was 3.098, while the value of the tcv was 1.668 (α = 0.5). It means that there was a significant effect on students’ ability between the students who were taught by using scaffolding technique and those who were taught by using the conventional technique. Therefore the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. keyword : Keywords: scaffolding technique, conventional technique, students’ ability
An Analysis of Morphological Processes of Balinese Dialect of Batukandik ., Ni Putu Stefi Anjani Darmarini; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.803 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis dari proses morfologi yang terdapat dalam Dialek Bahasa Bali di Batukandik. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Subjek dari penelitian ini adalah masyarakat desa Batukandik yang menggunakan dialek Batukandik dalam komunikasi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam jenis-jenis dari proses morfologi yang terdapat dalam Dialek Bahasa Bali di Batukandik, yaitu; afiksasi, peminjaman, penciptaan kata baru, pemenggalan, dan pemendekan kata. Ada dua jenis afiksasi: (1) prefix: {me-}, {N-}, {pe-}, dan {a-} dan (2) suffix: {-ne}, {-ang}, {-in}, {-an}, {-e} dan {-te}. Reduplikasi adalah dagang-dagang, bedos-bedos, penjak-penjak, dengoh-dengoh, dll. Peminjaman adalah TV, trik, administrasi, mineral, objek, persen, cek-up, transit, dll. Hanya ada tiga kata yaitu Rinso, Aqua, dan Honda yang termasuk penciptaan kata baru. Pemenggalan adalah kata pa dari paak, ked dari neked, pan dari bapan, dan kata hang dari bahang, dll. Pemendekan kata adalah KKN, TV, and HP.Kata Kunci : proses-proses morfologi, Dialek Bahasa Bali, Batukandik The study aimed at analyzing the types of morphological processes that exist in Balinese Dialect of Batukandik. To accomplish this goal, this study used a descriptive qualitative research, in which the data were collected through observation and interview technique. The subjects of this study were the people of Batukandik village who speak Balinese in their daily communication. The result of the study showed that there were seven types of morphological processes that exist in Balinese Dialect Batukandik, namely; affixation, reduplication, borrowing, coinage, clipping, and initialism. There were two kinds of affixation: (1) by adding prefix: {me-}, {N-}, {pe-}, and {a-}and (2) by adding suffix: {-ne},{-ang}, {-in}, {-n}, {-an}, {-e} and {-te}. The reduplication were dagang-dagang, bedos-nedos, penjak-penjak, dengoh-dengoh, etc. The borrowing were TV, strait, tricks, administration, mineral, objek, persen, cek-up, transit, etc. The coinage were Rinso, Aqua, and Honda. The clipping were the word pa from paak, ked from neked, pan from bapan, and the word hang from bahang, etc. The initialism were KKN, TV, andHP.keyword : morphological processes, Balinese dialect, Batukandik
DEVELOPING A LOCAL CULTURE-BASED PICTURE STORYBOOK IN THE FORM OF MYTH FOR YOUNG LEARNERS ., Ni Putu Puspita Selly Aryati; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar berbasis budaya lokal dalam bentuk mitos untuk peserta didik muda. Budaya lokal yang dirujuk adalah kesusastraan Bali dalam bentuk mitos. Penelitian ini menggunakan kerangka penelitian dan pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono (2014). Produk dikembangkan dengan menggabungkan karakteristik peserta didik muda dan kriteria buku cerita bergambar yang baik. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah buku cerita bergambar berjudul “Kala Rau dan Asal-Mula Gerhana”. Isi buku cerita bergambar tersebut divalidasi oleh dua ahli dengan hasil adalah 1.00 yang menunjukkan validitas sangat tinggi dan telah memenuhi seluruh kriteria buku cerita bergambar yang baik. Selain itu, dari segi kualitas, hasil yang diperoleh adalah 4.75 yang menandakan bahwa buku cerita bergambar tersebut dapat dikategorikan sangat baik. Dengan demikian, produk ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan tambahan untuk kesenangan bagi peserta didik muda.Kata Kunci : budaya lokal, mitos, buku cerita bergambar This study aimed at developing a local culture-based picture storybook in the form of myth for elementary school students. The local culture referred to is Balinese literature in the form of myth. It used research and development framework proposed by Sugiyono (2014). The product was developed by combining characteristics of young learners and the criteria of good picture storybook. The result of this research is the picture storybook entitled “Kala Rau and the Origin of Eclipses”. The picture storybook was validated its content validity by two experts and the result of validation was 1.00 which means very high validity and had met all of the criteria of good picture storybook. Moreover, in terms of quality, the result was 4.75 which signified that the picture storybook was categorized as excellent. Thus, this product can be used as a supplementary reading for pleasure material for young learners.keyword : local culture, myth, picture storybook
AFFIXATION OF KUTUH DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES ., Kadek Prajinggo Patrya; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8751

Abstract

Penelitian ini berbentuk kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran dalam dialek Kutuh yang mengalami proses infleksi and derivasi. Ada tiga informan dipilih berdasarkan kriteria yang ada. Tiga teknikdigunakan untuk mengumpulkan data yaitu: observasi, perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam awalan dan enam akhiran ada dalam dialek Kutuh. Awalannya adalah {N-}, {me-}, {ka-}, {pe-}, {a-} and {maka-}. Sedangkan akhirannya adalah {-ang}, {-in}, {-an}, {-o}, {-e} and {-nyo}. Awalan yang mengalami proses derivasi adalah {N-}, {me-}, {ka-} and {pe-} sedangkan akhirannya {-ang}, {-an} and {-in}. Jumlah imbuhan dalam dialek Kutuh yang mengalami proses infleksi adalah empat awalan dan enam akhiran. Awalan tersebut adalah {N-}, {me-}, {a-} and {maka-}. Sedangkan Akhirannya adalah {-ang}, {-an}, {-o}, {in}, {-e} and {- nyo}. Kata Kunci : awalan dan akhiran derivasi, awalan dan akhiran infleksi, dialek Kutuh This study was a descriptive qualitative research. The study aimed at describing the prefixes and suffixes in Kutuh dialect which undergo derivational and inflectional process. There were three informants chosen based on a set of criteria. Three techniques were used to collect the data, namely observation, recording, and interview technique (listening and note-taking). The results of the study show there are six prefixes and six suffixes exist in Kutuh dialect. Those are prefixes {N-}, {me-}, {ka-}, {pe-}, {a-} and {maka-}. Meanwhile, the suffixes were {-ang}, {-in}, {-an}, {-o}, {-e} and {-nyo}. The prefixes which undergo derivational process are {N-}, {me-}, {ka-} and {pe-} while, the suffixes are {-ang}, {-an} and {-in}. The number of affixes in Kutuh dialect undergo inflectional process are four prefixes and six suffixes. The prefixes are {N-}, {me-}, {a-} and {maka-}. Whereas, the suffixes are {-ang}, {-an}, {-o}, {in}, {-e} and {- nyo}.keyword : derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, Kutuh dialect
PROMISE ACTS EXPRESSED BY EFL STUDENTS AT SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 MENGWI ., Ni Made Sinta Dwi Putri; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.621 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15158

Abstract

Tindakan berjanji merupakan salah satu tindakan komisif yang paling lazim digunakan oleh masyarakat dalam percakapan sehari-hari. Tindakan berjanji merupakan tindak tutur yang berhubungan dengan sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan dan komitmen dari pembicara. Tindakan ini selalu digunakan oleh siswa EFL di Indonesia. Janji digunakan untuk menciptakan atau menjaga hubungan sosial antara individu dalam masyarakat. Namun, siswa tidak tahu dan mengerti tentang bentuk dan strategi tindakan berjanji. Permasalahan pada penelitian difokuskan pada lokusi (tindakan verbal) dan perlocutionary (tanggapan). Desain deskriptif kualitatif digunakan dengan subjek penelitian dari siswa EFL. Data dikumpulkan melalui mengamati simulasi permainan peran dan dianalisis secara deskriptif dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan bentuk informal sebagai tindakan dan tanggapan verbal berjanji. Siswa paling sering memilih strategi future action sebagai tindakan verbal, sementara, penerimaan (acceptance) paling sering dipilih sebagai tindakan menanggapi janji. Penelitian ini dibatasi melalui permainan peran dibawah lima situasi.Kata Kunci : bentuk, tindakan verbal, menjanjikan, tindakan respon, strategi Promise is one of the most familiar acts of commissives acts used by EFL students in Indonesia. It is used to create or maintain social relationships between the individuals in any society. However, the students did not know and understand about the forms and strategies of promise acts. The problem were focused on the locutionary (verbal acts) and perlocutionary (response acts). The research design was descriptive qualitative and used EFL senior high school students as the subject. The data were collected through observing simulated speech encounter from the role play and they were analyzed descriptively. The results showed that most of the students employed informal forms as their verbal acts and verbal response forms of promise. The students were most frequently chosen future acts strategy as the verbal acts, while acceptance was most frequently chosen as verbal response of promise. This research was limited through a role play under five situations. keyword : form, locutionary acts, perlocutionary acts, promising, strategy
THE EFFECT OF TEACHING USING PUPPET AS A MEDIA ON SPEAKING ACHIEVEMENT OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 3 BANJAR IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Komang Bima Aditya Nugraha; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi apakah ada pengaruh yang signifikan pada prestasi berbicara siswa yang diajarkan dengan media “Puppet” dan siswa yang diajarkan dengan konvensional teknik. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP N 3 Banjar. Berdasarkan teknik pengambilan sampel secara acak, 2 kelas diambil sebagai sampel dari penelitian ini. Kelas-kelas tersebut ditentukan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdasarkan undian. Untuk memperoleh data yang diperlukan, dua kelompok tersebut diberikan perlakuan. Kelompok eksperimen diajarkan menggunakan puppet, sedangkan kelompok kontrol diajarkan menggunakan konvensional teknik (Three-phase teknik). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data adalah skenario pembelajaran dan post-test yang berbentuk tes berbicara. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif, inferensial dan effect size. Dilihat dari hasil test hypothesis, menunjukan bahwa Sig. (2-tailed) kurang dari standard alpha (α=0.05). Oleh karena itu, null hypothesis ditolak, yang berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan pada prestasi berbicara siswa yang diajarkan menggunakan Puppet dan siswa yang diajarkan menggunakan konvensional teknik.Kata Kunci : Prestasi berbicara, Puppet, Konvensional This study aimed at investigating whether or not there was any significant effect on students’ speaking achievement who were taught by “puppet” and those who were taught by conventional technique. The population of this study was the eighth grade students in SMP N 3 Banjar. Through Cluster random sampling, two classes were taken as samples in this study. They were assigned as experimental group and control group by lottery. To obtain the required data, the two groups were given treatments. The experimental group was taught by using puppet as media, meanwhile the control group was taught by using conventional technique (Three-phase technique). The instruments used in this study to collect the data were the teaching scenario and post-test in the form of speaking test. The obtained data were then analyzed descriptively, inferentially and effect size. It was seen from the result of hypothesis testing, showing that the Sig. (2-tailed) was less than the standard alpha (α=0.05), the null hypothesis was rejected, which means there was significant effect on students’ speaking achievement who were taught by puppet and those who were taught by conventional techniquekeyword : Speaking Achievement, Puppet, Conventional
AFFIXATION OF NUSA PENIDA DIALECT: DESCRIPTIVE STUDY ., Niluh Sri Hendrayani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.65 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis afiks yang digunakan di Nusa Penida khususnya di Desa Bunga Mekar. Untuk mencapai penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan teknik mencatat. Ada empat informan yang telah diwawancarai dalam penelitian ini. Subyek penelitian ini adalah orang-orang yang tinggal di desa Bunga Mekar, Nusa Penida yang menggunakan dialek Nusa Penida dalam komunikasi sehari-hari mereka. Hasil dari penelitian ini adalah, empat macam awalan yaitu {periode}, {{}, {ka-,, {s}, jenis akhiran pohon {-ang}, {-an}, {-e} , dan jenis pohon confixes {me-an}, {pe-an}, {ke-an}. Fungsi afiks dalam penelitian ini, yaitu membentuk kata-kata nominal, membentuk kata angka, passivizer dan juga activizer, perubahan dalam kelas dan makna kata.Kata Kunci : Afiks, Konfiks, Nusa Penida, Prefiks, Sufiks This research aimed at analyzing the kind of affixes that used in Nusa Penida especially in Bunga Mekar village. To accomplish this research, so this research used descriptive qualitative study, in which the data were collected through observation, interview, and note taking technique. There were four informants that have been interviewed in this study. The subjects of this study were the people who lived in Bunga Mekar village, Nusa Penida that used Nusa Penida dialect in their daily live communication. The results of this study were, four kinds of prefixes namely {pe-}, {me-}, {ka-}, {se-}, tree kinds of suffixes {-ang}, {-an}, {-e}, and tree kinds of confixes {me-an}, {pe-an}, {ke-an}. The functions of affixes in this research, those are forming nominal words, forming numeral words, passivizer and also activizer, changing in term of class and the meaning of the word. keyword : Affixation, Confix, Nusa Penida, Prefix, Suffix
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION IN THE PROCESS OF ENGLISH TEACHING AND LEARNING IN THE TENTH GRADE EFL CLASSES IN SMK NEGERI 1 SUKASADA 2016 ., Dedy Kusdianto Klau; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis-jenis interaksi kelas dan jenis-jenis tindakan yang digunakan oleh seorang guru bahasa Inggris dan siswa. Penelitian ini menggunakan model interaksi kelas teori I-R-F oleh Sinclair dan Choulthad dengan subjek penelitian guru bahasa Inggris dan siswa kelas sepuluh SMK Negeri 1 Sukasada. Teknik pengumpulan data menggunakan rekaman video, lembar observasi, dan wawancara yang akan dijelaskan secara kualitatif berdasarkan teori IRF. Hasil dari penelitian menunjukan ada sembilan jenis interaksi kelas yang digunakan oleh guru dan siswa, yaitu: Question, Direction, Response, Prompt, Ignore, Encouragement, Criticize, Inform, dan acknowledgement. Comment dan invitation tidak ditemukan dari jenis-jenis interaksi kelas. Ada sepuluh jenis tindakan dalam interaksi kelas yang digunakan oleh guru dan siswa yaitu: Elicitation, Check, Directives, Reply, Prompt, Informative, Comment, Clue, Nomination, Accept.kan oleh guru dan siswa, yaitu: Question, Direction, Response, Prompt, Ignore, Encouragement, Criticize, Inform, dan acknowledgement. Comment dan invitation tidak ditemukan dari jenis-jenis interaksi kelas. Ada sepuluh jenis tidakan dalam interaksi kelas yang digunakan oleh guru dan siswa yaitu: Elicitation, Check, Directives, Reply, Prompt, Comment, Clue, Nomination, dan Accept. Kata Kunci : Interaksi kelas, Teori IRF This study aims to describe the types of classroom interaction and types of act used by an English teacher and students at SMK Negeri 1 Sukasada. In analyzing the data I-R-F model of classroom interaction study by Sinclair and Choulthard theory was used. The subjects of this study were the English teacher and the tenth grade students of SMK Negeri 1 Sukasada. The data were collected by using video recording, observation sheet and also interview guide. The data were described qualitatively based on IRF theory. The study found nine types of classroom interaction used by the English teacher and students, namely: Question, Direction, Response, Prompt, Ignore, Encouragement, Criticize, Inform, and acknowledgment. Comment and invitation were not found in types of classroom interaction. Besides, ten types of act used by the English teacher and the students, namely: Elicitation, Check, Directives, Reply, Prompt, Informative, Comment, Clue, Nomination, and Accept. keyword : Classroom Interaction, IRF theory

Page 56 of 188 | Total Record : 1873