cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Analisis Pola Spasial Lokasi Redistribusi Tanah di Kabupaten Pasaman Barat Monsaputra Monsaputra; Khursatul Munibah; Dyah Retno Panuju
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.34049

Abstract

Kabupaten Pasaman Barat telah mengimplementasikan program redistribusi tanah dan mendorong agar sertipikat dapat digunakan sebagai agunan. Sertipikat redistribusi tanah tahun 2009 - 2018 yang diagunkan sebanyak 871 bidang (7,79 %) dan Kabupaten Pasaman Barat saat ini berada pada posisi keempat jumlah penduduk miskin terbanyak di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial lokasi sertipikat redistribusi tanah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks Moran, LISA, G Statistik dan ANN. Lokasi yang diagunkan dan belum diagunkan memiliki autokorelasi spasial dengan nilai indeks Moran masing-masing 0,39 dan 0,43, ini menunjukkan ada autokorelasi spasial positif. Lokasi redistribusi tanah yang telah diagunkan maupun yang belum diagunkan memiliki sebaran yang mengelompok dengan nilai ANN masing-masing 0,32 dan 0,37. 
Distribusi Spasial Surface Urban Heat Island (SUHI) Kawasan Permukiman Perkotaan di Kota Yogyakarta Fiel Unggul Prastyo; Emilya Nurjani; Sri Rum Giyarsih
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.34300

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik distribusi SUHI pada kawasan permukiman di Kota Yogyakarta. Analisis dilakukan menggunakan citra Landsat 8 yang memiliki band termal. Berdasarkan luas cakupan wilayah yang terdapat fenomena SUHI di Kota Yogyakarta mencapai +1.046,86 ha, sedangkan +2.232,1 ha merupakan non-SUHI karena nilainya LSTnya masih di bawah ambang batas. Kelas SUHI 1 dengan rentang nilai rentang 0,090 C-0,180C merupakan kelas SUHI yang paling besar cakupan wilayah terdampaknya yaitu +376,69 ha. Sedangkan kelas SUHI 5 dengan rentang >2,50C yang juga merupakan kelas SUHI tertinggi mencakup wilayah +5,62 ha dengan cakupan meliputi kawasan permukiman di Kelurahan Ngupasan, Prawirodirjan, Kadipaten, Panembahan, Klitren dan Kelurahan Demangan. Fenomena SUHI dapat terjadi secara temporal sehingga diperlukan penelitian panjang untuk mengetahui trend kejadiannya meliputi intensitas, sebaran lokasi, dan kaitannya dengan faktor klimatologi.
Analisis Pengaruh Kemiskinan dan Kondisi Ekonomi Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2017 Rivo Maulana; Agus Joko Pitoyo; Muhammad Arif Fahrudin Alfana
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.39301

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh kemiskinan dan kondisi ekonomi terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Tengah tahun 2013-2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa analisis deskriptif kuantitatif  dengan menggunakan data dasar dari data terbitan Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. Pengukuran pengaruh kemiskinan dan kondisi ekonomi terhadap Indeks Pembangunan Manusia digunakan analisis regresi liniear berganda dengan uji t-test dan f-test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan berpengaruh dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Tengah tahun 2013-2107. Variabel kemiskinan menunjukan koefisien 0,34 artinya jika terjadi kenaikan kemiskinan sebesar 1 persen maka akan menurunkan IPM sebesar 0,34 persen di Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan hasil lain menunjukkan bahwa kondisi ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Tengah tahun 2013-2017.
Analisis Kualitas Sub DAS Citarum Hulu Astri Mutia Ekasari; Hani Burhanudin; Irland Fardani
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.40612

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Hulu memegang peranan penting dalam proses pembangunan. Prioritas masalah yang dihadapi adalah konflik kepentingan antara upaya pelestarian lingkungan sebagai fungsi resapan, dan upaya memaksimalkan pemanfaatan lahan terbangun dimana Kawasan Metropolitan Bandung berada di atasnya. Seiring dengan dinamika perkembangan lahan terbangun menyebabkan penurunan muka air tanah, banjir/genangan air permukaan pada musim hujan, dan sungai kering pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas Sub DAS Citarum Hulu berdasarkan analisis tingkat fluktuasi aliran permukaan dan sensitivitas erosi tanah. Pengetahuan tentang kualitas DAS dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembangunan dan penggunaan lahan di Sub DAS Citarum Hulu. Metode analisis yang dilakukan mencakup Analisa fluktuasi debit aliran dan tingkat erosi tanah menggunakan pendekatan kuantitatif, kemudian hasil dari kedua analisa tersebut menjadi dasar dalam menentukan tipologi kualitas sub-DAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sub DAS Citarum Hulu terbagi menjadi tiga tipologi yaitu sub DAS Kopo, Ciwidey, Cibeureum, dan Nanjung Hilir dengan tipologi kualitas rendah. Lima sub DAS dengan tipologi kualitas tinggi, yaitu Citarum, Cikeruh, Cicadas, Cimahi dan Dayeuhkolot Hilir. Sub DAS lainnya memiliki kualitas yang relatif sedang. Intensitas penggunaan lahan di sub DAS Citarum Hulu harus menerapkan prinsip-prinsip konservasi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan agar tercapai perbaikan kualitas sub-DAS menjadi tipologi tinggi serta kualitas sub DAS dapat terjaga hingga puluhan tahun yang akan datang.
Minat Menjadi Migran Permanen di Yogyakarta (Kasus Mahasiswa Asal NTT Anggota Kesa) Edwardus Iwantri Goma; Sri Rum Giyarsih; Umi Listiyaningsih
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.41403

Abstract

Minat menjadi migran permanen akan berdampak positif dan negatif, baik bagi daerah tujuan maupun bagi daerah asal. Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta dengan responden mahasiswa asal NTT anggota KESA. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi minat mahasiswa asal NTT anggota KESA menjadi migran permanen di Yogyakarta menurut karakteristik migran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) dengan mengunakan metode survei terhadap 43 orang dan wawancara mendalam dengan tujuh orang. Data yang dikumpulkan disajikan dalam bentuk deskriptif dengan menggunakan tabel frekuensi tunggal dan tabel silang, dan analisis kualitatif untuk memperkuat atau mendukung penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat mahasiswa asal NTT anggota KESA menjadi migran permanen dilihat karakteristik migran yaitu jenis kelamin, lama tinggal dan keberadaan keluarga terdahulu, diketahui bahwa sebagian besar migran yang berminat menjadi migran permanen di Yogyakarta berjenis kelamin laki-laki; sebagian besar migran yang berminat menjadi migran permanen di Yogyakarta memiliki keluarga terdahulu di Yogyakarta; dan sebagian besar migran yang berminat menjadi migran permanen di Yogyakarta telah tinggal di Yogyakarta ≥ 3 tahun.
Kesesuaian Lahan untuk Wisata Alam di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung Destyana Arifia; Fitri Rahmafitria; Ghoitsa Rohmah Nurazizah
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.41419

Abstract

Kecamatan Rancabali merupakan wilayah yang mempunyai daya tarik wisata alam terbanyak dan menjadi kawasan yang diprioritaskan untuk pariwisata di Kabupaten Bandung. Namun di samping itu, kejadian bencana alam longsor dan pergerakan tanah sering terjadi setiap tahun membuat Kecamatan Rancabali termasuk daerah yang rawan dan berpotensi bencana longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat dan sebaran kesesuaian lahan untuk kawasan wisata alam. Dalam penelitian ini terdapat tujuh faktor lingkungan fisik lahan yang menjadi indikator kesesuaian lahan wisata di Rancabali diantaranya adalah kemiringan lereng, fungsi lahan, jenis tanah, jenis batuan, kedekatan dengan sumber air, kedekatan dengan jaringan jalan dan kedekatan dengan pemukiman. Pengambilan data dilakukan dengan studi dokumentasi, studi literatur dan pembagian kuesioner kepada pada ahli dibidang pariwisata dan geografi. Penelitian ini menggabungkan dua metode analisis yaitu metode overlay (tumpang tindih), skoring dan pembobotan dengan Sistem Informasi Geografi (SIG) dan metode Analysis Hierarchy Process (AHP) untuk penentuan bobot dari setiap indikator. Hasil dari analisis ini membagi wilayah Kecamatan Rancabali menjadi lima kelas kesesuaian terhadap kawasan wisata alam dimana kelas lahan sangat sesuai (S1) dengan luas 3.006,11 Ha; kelas lahan sesuai (S2) dengan luas 4.470,43 Ha; kelas lahan cukup sesuai (S3) dengan luas 6.406,11 Ha; kelas lahan tidak sesuai (N1) dengan luas 895,30 Ha; dan kelas lahan sangat tidak sesuai (N2) dengan luas 22,19 Ha. Penelitian ini dapat menjadi referensi dan acuan perencanaan, pengembangan dan pengawasan kawasan wisata alam di wilayah Kecamatan Rancabali bagi pemerintah daerah, pengelola maupun praktisi pariwisata di kemudian hari.
The Profile of Land Carrying Capacity and Food Security in Gunungkidul Regency, Yogyakarta Sendiawati Iguna; Sudrajat Sudrajat; Rika Harini
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.41911

Abstract

The relationship between the problem of land carrying capacity and food security in Gunungkidul Regency has not been widely studied and has the potential to become an important problem in the field of social agriculture in the coming years. This study determined the level of carrying capacity of rice and corn production land and the food security level in Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta Province. Administratively, this research consists of 18 districts. The research data used in the form of secondary data from the Central Statistics Agency, the Department of Agriculture, Bappeda and the Department of Health in the 2020 publication year. Analysis of land carrying capacity profiles and food security by quantitative descriptive. The results showed that the value of the carrying capacity of land based on the production of rice, corn, soybeans, and cassava in Gunungkidul Regency showed that it was in class II where the sub-districts in Gunungkidul Regency were quite optimal in the carrying capacity of the land and were able to meet the demand for the food. The value of food security in each sub-district in Gunungkidul is different based on aspects of food availability, access and use of food. Gunungkidul Regency shows the results of food security in priority category 4. This means that the sub-districts in Gunungkidul Regency are already quite resilient in terms of food security. There is a need for intensification of agricultural land, diversification of food consumption and priority infrastructure as well as strengthening of social support to improve regional food security in Gunungkidul Regency.
Kajian Kerentanan Airtanah di Cekungan Airtanah (CAT) Wates Kabupaten Kulon Progo Tjahyo Nugroho Adji; Afifudin Afifudin; Anggun Nurzahwa Haris; Atikah Nian Indrastuti; Dwiyanti Purwanto; Fachrurizal Sai Kintoro; Raka Adi Bagaskara; Relinda Dewi Astabella
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.42198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran tingkat kerentanan airtanah di cekungan airtanah (CAT) Wates terhadap pencemaran. CAT Wates memiliki luas total sebesar 152,67 m2 dan terletak di bagian Selatan Kabupaten Kulon Progo. Kerentanan airtanah terhadap pencemaran dipengaruhi oleh karakteristik geologi, akuifer, serta keterdapatan sumber pencemar dilihat dari penggunaan lahan. Tingkat kerentanan ditentukan dengan metode perhitungan DRASTIC-LU menggunakan 9 parameter melalui proses overlay. Parameter yang digunakan dalam perhitungan kerentanan yaitu kedalaman muka airtanah, imbuhan, media akuifer, tanah, kemiringan lereng, zona tak jenuh, konduktivitas hidraulik, dan penggunaan lahan. Data sekunder dari literatur dan instansi terkait digunakan dalam perhitungan kerentanan, lalu hasil kerentanan divalidasi dengan data kualitas air pada parameter nitrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAT Wates didominasi oleh tingkat kerentanan sedang dengan luas 11933,013 hektar atau dengan persentase 79,68 % dari keseluruhan luas CAT Wates. Tingkat kerentanan tinggi memiliki persentase 11,66 % dan tingkat kerentanan rendah memiliki persentase 8,67 %. Area dengan kerentanan tinggi memiliki kedalaman muka airtanah yang dangkal dan memiliki penggunaan lahan berupa area urban dan semi urban karena area urban dan semi urban yang menghasilkan limbah domestik dan limbah industri, sedangkan sawah menghasilkan limbah pertanian yang menjadi sumber pencemar potensial. Kondisi tersebut berimplikasi pada pemanfaatan air. Pada lokasi dengan kerentanan tinggi, sebaiknya tidak dimanfaatkan secara masif untuk kebutuhan konsumsi. Air masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Selain itu, perlindungan airtanah di lokasi kajian perlu ditingkatkan.
Pengaruh Perubahan Iklim dan Bencana Alam terhadap Kriminalitas di Indonesia Muhammad Maftuhin; Deni Kusumawardani
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.42332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan bencana alam terhadap berbagai kriminalitas yang terjadi di Indonesia. Sumber data yang digunakan adalah survei potensi desa (Podes) 2018 yang bersumber dari BPS, serta sumber data lain yang berasal dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 83.931 desa/kelurahan di Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS) untuk menguji dan penganalisis pengaruh perubahan iklim dan bencana alam terhadap kriminalitas. Faktor perubahan iklim yang digunakan antara lain suhu minimum, suhu maksimum, curah hujan, polusi air, dan polusi udara. Sedangkan faktor bencana alam antara lain tanah longsor, banjir, gempa bumi, gelombang laut, angin topan, kebakaran hutan, korban bencana, kerusakan rumah, dan kerusakan fasilitas umum. Secara umum suhu maksimum berpengaruh negatif dan signifikan (1%) terhadap konflik, namun berpengaruh positif dan signifikan (1%) terhadap kejahatan. Bencana banjir berpengaruh positif dan signifikan (1%) terhadap konflik dan kejahatan di Indonesia.
Place Attachment Teras Cihampelas sebagai Ruang Publik bagi Masyarakat Kota Bandung Trimita Anggia; Guswandi Guswandi; Hayuning Anggrahita
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.45950

Abstract

Place attachment antara Teras Cihampelas dengan masyarakat Kota Bandung akan terkandung dalam sebuah makna yang didalami dengan menjalani aktivitas atau kegiatan di Teras Cihampelas. Makna membentuk keterikatan antara individu dan tempat dengan adanya pengalaman dan memori. Teras Cihampelas sebagai ruang publik yang memiliki penataan baik dibangun untuk merelokasi pedagang kaki lima yang mencari nafkah dan sebagai ruang interaksi warga dapat memberi pengalaman dan suasana baru yang dapat mengubah perspektif ruang bagi para pejalan kaki maupun pedagang kaki lima serta membentuk place attachment. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kajian place attachment masyarakat terhadap Teras Cihampelas sebagai ruang publik serta faktor yang berhubungan/berkorelasi dengan place attachment Teras Cihampelas pada masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga metode yakni observasi lapangan, kuesioner, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan metode kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif yang akan dianalisis dengan uji statistik Chi Square menggunakan ArcGIS 10.8 dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan place attachment dari 35 responden terdapat 5 orang rendah, 16 orang sedang, dan 14 orang tinggi. Dari empat faktor yang dianalisis terdapat tiga faktor yang memiliki nilai Asymp. Sig < 0.05 yaitu, interaksi sosial, karakteristik fisik, dan pengalaman. Sehingga menandakan bahwa interaksi sosial, karakteristik fisik, dan pengalaman memiliki hubungan dengan place attachment dan saling mempengaruhi satu sama lain.