cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Perbandingan Hasil Metode Algoritma Backscattering dan Otsu Thresholding dalam Identifikasi Genangan Banjir di Kota Bogor Sri Sumiati; Elva Ni’matal Ummah; M. Farizi Fernanda; Riki Ridwana
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.56080

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia setiap tahunnya, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan yang terjadi akibat adanya banjir. Hujan dengan intensitas tinggi kerap terjadi di Kota Bogor. Dengan kondisi topografi yang berada pada kemiringan lereng relatif landai dan terletak pada dataran rendah, pada pertengahan bulan Oktober 2022 hujan dengan intensitas tinggi ini, menyebabkan adanya genangan banjir di sejumlah wilayah di Kota Bogor.  Dalam penelitian ini, daerah sebaran genangan banjir dapat diidentifikasi dengan metode Otsu thresholding dan metode Backscattering dengan menggunakan data citra satelit Sentinel-1. Dengan tujuan untuk membandingkan hasil dari kedua algoritma metode ini dalam mengidentifikasi genangan banjir di Kota Bogor. Google Earth Engine (GEE) merupakan salah satu platform yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sebuah peta banjir dengan cakupan spasial dan temporal yang baik. Didapatkan hasil perbandingan visualisasi sebaran genangan yang berbeda. Berdasarkan pengolahan serta akurasi, metode Backscattering cukup baik dalam mengidentifikasi genangan banjir yang terjadi pada bulan Oktober 2022 dikarenakan algoritma ini mampu membedakan objek badan air serta genangan banjir. Adapun untuk wilayah yang tidak tergenang yaitu Tanah Sareal, Bogor Utara dan Bogor Tengah.
Pengaruh Keberadaan Kampus terhadap Perkembangan Lahan Terbangun di Wilayah Pinggiran Kota Pekanbaru Almegi Almegi; Muhammad Eizlan
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.56869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan lahan terbangun Kota Pekanbaru tahun 1990-2020, khususnya wilayah sekitar kampus Universitas Riau dan UIN Suska Riau. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui pengaruh keberadaan kampus terhadap pertumbuhan lahan terbangun pada wilayah sekitarnya. Pendekatan dalam penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan tahapan interpretasi citra landsat temporal, verifikasi lapangan, analisis keruangan dan uji statistik. Klasifikasi terbimbing digunakan dalam proses interpretasi, indeks kappa dengan 22 titik sampel digunakan untuk uji akurasi hasil interpretasi, metode buffering dan overlay digunakan dalam analisis keruangan, dan metode regresi linear sederhana digunakan dalam analisis pengaruh keberadaan kampus terhadap perkembangan lahan terbangun. Hasil analisis menunjukkan perkembangan lahan terbangun Kota Pekanbaru terdistribusi tidak merata dengan tren perkembangan pada arah selatan dan barat daya dari pusat kota ke arah pinggiran. Keberadaan kampus berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan lahan terbangun di Kecamatan Tampan dan wilayah sekitarnya pada arah barat daya pusat kota dengan arah pengaruh terbalik (negatif), artinya semakin jauh jarak suatu tempat dari kampus proporsi pertumbuhan lahan terbangunnya semakin rendah. Pertumbuhan lahan terbangun dipengaruhi oleh jarak dari kampus sebesar 77,1%, sisanya ditentukan faktor lain, seperti lokasi administrasi wilayah dan kawasan lindung gambut.
Perubahan Pola Penguasaan Lahan Pertanian di Sekitar Hutan Lindung Mbeliling Manggarai Barat Wigbertus Gaut Utama
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.57219

Abstract

Pola penguasaan lahan pertanian di sekitar hutan lindung sering dipengaruhi kebijakan pengelolaan hutan lindung tersebut. Penelitian ini berfokus pada penguasaan lahan pertanian di sekitar Hutan Lindung Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan perubahan pola penguasaan lahan pertanian dalam korelasinya dengan keberadaan Hutan Lindung Mbeliling. Selain itu penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsikan alternatif pemenuhan lahan pertanian yang selaras dengan pengelolaan hutan lindung Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini memungkinkan data penelitian diperoleh secara mendalam dan luas pada masyarakat terutama petani di sekitar Hutan Lindung Mbeliling. Data diolah dan dianalisis dengan teknik kategorisasi, serta pengambilan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan lahan pertanian mengalami perubahan dari penguasaan secara komunal menjadi penguasaan secara privat. Saat ini, lahan pertanian privat diperoleh melalui pewarisan yang dipengaruhi oleh sistem kekerabatan patrilineal. Perubahan luas kawasan hutan secara langsung mengurangi lahan pertanian serta membatasi akses masyarakat pada sumber daya alam hutan. Perlu mengintegrasikan kearifan lokal dalam pengelolaan kawasan hutan dan pembangunan pertanian. Perlu adanya perlakuan khusus pada pewarisan lahan pertanian untuk mempertahankan luas minimal lahan pertanian. Penting pula untuk mengintegrasikan manajemen lahan komunal dalam kebijakan perhutanan sosial.
Analisis Kelayakan Potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam di Gunung Baung Desa Cowek Moh. Idzham Furqoni; I Komang Astina; Nailul Insani
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.58611

Abstract

TWA Gunung Baung memiliki berbagai potensi kawasan yaitu air terjun coban baung sebagai daya tarik utama, dan keberagaman hayati sebagai daya tarik tambahan. Dibandingkan dengan peringkat keefektifan kawasan konservasi lainnya, peringkat manajemen TWA Gunung Baung tergolong rendah sebab fasilitas informasi yang tidak lengkap mengenai potensinya. Tujuan penelitian yaitu menentukan skala prioritas melalui tingkat kelayakan pengembangan TWA Gunung Baung menggunakan kaidah yang dibuat berdasarkan aturan analisis daerah operasi objek daya tarik wisata alam (ADO-ODTWA). Jenis penelitian merupakan kuantitatif dan memanfaatkan metode survei, dengan analisis menggunakan skoring pada kriteria dalam kaidah ADO-ODTWA. Data primer didapat melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan kuesioner. Data sekunder menggunakan kajian literatur, artikel jurnal, buku, data geospasial. Hasil temuan menunjukkan bahwa TWA Gunung Baung memiliki tingkat kelayakan tinggi dan layak untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi. Kriteria yang mendapatkan klasifikasi tinggi terdapat pada kriteria kemudahan menuju lokasi, ketersediaan akomodasi, pangsa pasar, daya tarik kawasan, kondisi sekitar kawasan dan tersedianya air bersih di kawasan, sementara klasifikasi sedang pada kriteria sarana dan prasarana penunjang yang masih kurang dan perlu perbaikan, pemasaran yang masih terbatas, dan pengelolaan serta pelayanan. Pengelolaan dan pengembangan TWA Gunung Baung dapat dilakukan dengan memperhatikan pengelolaan berdasarkan daya tarik potensi kegiatan wisata serta pengelolaan berdasarkan infrastruktur yang dibutuhkan.
Green Open Space Analysis with Utilization Remote Sensing and Geographical Information System in Banda Aceh City Mice Putri Afriyani; Wido Iskandar; Syahrul Ridha; Muttakin Muttakin
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.58712

Abstract

Banda Aceh City, the capital of Aceh Province, has experienced both urban development and an increase in population. The increase in the physical development of the city in the form of the construction of residential areas, transportation facilities, trade, industry, and other services has resulted in an increase in the transfer of land from open space to built-up space, which in turn has an impact on reducing green open space (RTH). The purpose of this research is to determine whether the city of Banda Aceh has fulfilled the status of a city with sufficient green open space of 30% of the total area of ​​Banda Aceh city if studied through remote sensing. This study aimed to analyze the green open spaces of Banda Aceh City based on remote sensing and Geographic Information Systems. The scope of this research is the entire district of Banda Aceh City. The proportion of Banda Aceh City that must be made into an open green area is a minimum of 1,840.89 ha (30%) with the provisions of 20% public green open space and 10% private green open space. Data processing methods and techniques use Spatial analysis with exploratory methods. Based on the results of data analysis through remote sensing. This study concludes that Banda Aceh City's green open space is currently 2,461.57 ha (41.11%), with the distribution of public green open space of 878.24 ha (14.31%) and private green open space of 1,583.32 ha (25.80%). It cannot be said that it meets the criteria for the number of green open spaces because the number of private green open spaces is greater than the number of public green open spaces.
Tourism Potential Analysis through Community-Based Tourism Approach: Talang Mamak and Melayu Tua Tribe Communities in Rantau Langsat Village Beni Ismarizal; Elly Malihah; Rini Andari
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.59106

Abstract

The purpose of this study is to identify the tourism potentials of the Talang Mamak and Melayu Tua who live in the Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) area of Rantau Langsat village to be developed through a Community-Based Tourism (CBT) approach. This study employs a rationalistic methodology of the qualitative descriptive variety. This study used analytical techniques with two main stages, namely content analysis and qualitative descriptive study, to achieve the research objectives. The results obtained are the three existing attractiveness factors, both natural beauty, community culture, and tourism activities, that have the potential to be developed through the CBT approach. This research can provide in-depth information about the possibility of the Talang Mamak and Melayu Tua people who live in the TNBT area of Rantau Langsat village. Then the results of these findings can become the basis for research in the development of CBT by the community and stakeholders.
Analisis Hidrogeokimia dan Fasies Airtanah di Kabupaten Rembang Santhi Widyastuti; Thomas Triadi Putranto
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.59394

Abstract

Air merupakan salah satu komponen yang harus terpenuhi bagi kelangsungan makhluk hidup. Airtanah merupakan bagian dari sumberdaya air yang baik untuk minum maupun kebutuhan air bersih lainnya. Berkaitan dengan masalah tersebut, maka tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi airtanah yang layak digunakan sebagai air minum berdasarkan kandungan hidrogeokimianya. Metode yang digunakan yaitu metode pengambilan sampel sebanyak 108 sampel airtanah untuk data MAT dan 30 sampel airtanah yang dianalisis dengan metode Water Quality Index (WQI). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat kimia pada akuifer bebas, memiliki kesadahan paling tinggi yaitu 1466 mg/L, daya hantar listrik paling tinggi yaitu 7290 µS/cm, jumlah garam terlarut paling tinggi yaitu 4860 mg/L dan pH berkisar 7 hingga 7,9. Dengan menggunakan tabel kurlov tipe airtanah yang paling mendominasi yaitu Ca²⁺-HCO3⁻.  Berdasarkan diagram piper termasuk kedalam Fasies alkali tanah dominan hidrogen karbonat, Fasies campuran dominan hidrogen karbonat, dan Fasies alkali dominan klorida. Terdapat 1 sampel tidak layak minum di Kecamatan Rembang, 4 sampel berkualitas buruk dan 15 sampel memiliki kualitas baik hingga sangat baik yang tersebar di Kecamatan Gunem dan Kecamatan Bulu.
Kepadatan Penduduk terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung Ahmad Rowatul Irham; Resha Moniyana Putri
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.60261

Abstract

Kepadatan penduduk merupakan sebuah keadaan yang menggambarkan jumlah penduduk berbanding luas daerah. Tingkat kepadatan penduduk sangat mempengaruhi kualitas hidup penduduk di sebuah wilayah, hal ini dikarenakan perlunya peningkatan kualitas yang mengimbangi pertumbuhan penduduk. Peningkatan kualitas tersebut dapat mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dimana indikator-indikator yang menentukan IPM antara lain pengeluaran per kapita, umur harapan hidup, dan rata-rata lama sekolah. Oleh karena itu perlunya kepadatan penduduk diimbangi dengan peningkatan dan pemerataan fasilitas sehingga penduduk dapat meningkatkan kualitas dan IPM. Provinsi Lampung merupakan provinsi yang memiliki IPM sedang, sehingga perlunya pemerataan fasilitas guna meningkatkan kualitas hidup penduduk untuk mengimbangi kepadatan penduduk yang terus bertambah agar tidak terjadi ketimpangan IPM. Hasil dari data yang diolah kemudian divisualisasikan kedalam bentuk spasial menggunakan Arcmap sehingga didapatkan informasi sebaran kategori IPM untuk memaksimalkan pemerataan fasilitas. Hasil penelitian ini adalah terdapatnya hubungan antara IPM dengan kepadatan penduduk Provinsi Lampung sehingga perlunya langkah strategis pemerintah untuk melakukan pemerataan fasilitas.
Evaluasi Kesesuaian Permukiman menggunakan Spatial Multi-Criteria Analysis di Kecamatan Kota Baru Ayu Mardalena; Adi Wibowo
Media Komunikasi Geografi Vol. 24 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v24i1.61771

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan luasan wilayah yang bersifat tetap menyebabkan perkembangan permukiman yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Kecamatan Kota Baru merupakan salah satu kecamatan yang mengalami pertumbuhan dan peningkatan penduduk dari tahun 2016 – 2020. Oleh karena itu, untuk mengurangi pertumbuhan permukiman yang tidak sesuai dengan peruntukannya, penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi kesesuaian permukiman di Kecamatan Kota Baru tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spatial Multi Criteria Analysis (SMCA) dengan 5 variabel pembobotan yaitu Jarak dari Jalan, Jarak dari Sungai, Jenis Tanah, Kemiringan Tanah, dan Indeks Rawan Banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Kota Baru merupakan wilayah yang cocok dijadikan wilayah permukiman karena didominasi dengan tingkat kesesuian lahan dengan kategori sesuai dan agak sesuai. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi acuan baik bagi masyarakat dan pihak swasta dalam menentukan wilayah yang cocok untuk pembangunan permukiman serta bagi pemerintah daerah dapat menjadi acuan dasar dalam menanggulangi risiko bencana khususnya pada wilayah permukiman yang rawan bencana banjir.
Hubungan Karakteristik Lokasi dengan Karakteristik Pengunjung Toko Kopi Bersejarah di Kota Bandung Budiputra, Aqshal Raihan; Anggrahita, Hayuning; Guswandi, Guswandi
Media Komunikasi Geografi Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v25i2.75744

Abstract

Dibalik fenomena kedai kopi, terdapat toko kopi bersejarah yang masih bertahan hingga sekarang di Kota Bandung. Penelitian terdahulu mengenai urban heritage lebih memfokuskan pelestarian Kawasan Jalan Braga dengan pendekatan arsitektural. Sementara kajian urban heritage pada toko kopi bersejarah dengan pendekatan geografi perilaku belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan karakteristik lokasi dengan karakteristik pengunjung toko kopi bersejarah di Bandung menggunakan pendekatan geografi perilaku dan konsep urban heritage. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods research (MMR) dengan explanatory sequential design. Tahap pertama dilakukan dengan melakukan survey lapang untuk wawancara dengan responden untuk mengetahui karakteristik dan motivasi pengunjung dan melakukan observasi lapang untuk menentukan tipologi karakteristik lokasi toko kopi. Kemudian, tahapan kedua dilakukan melalui in-depth interview dengan informan terkait, untuk mengungkapkan informasi mengenai keragaman karakteristik dan motivasi pengunjung dan elemen urban heritage tangible dan intangible pada masing-masing toko kopi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakteristik lokasi membentuk karakteristik pengunjung yang berbeda. Toko kopi bertipologi otentik serta bersuasana urban heritage kuat memiliki demografi pengunjung lebih beragam dengan motivasi intelektual atau status dan frekuensi kunjungan rendah. Sebaliknya, toko bertipologi non otentik dan tidak bersuana urban heritage kuat memiliki pengunjung dengan motivasi fisik, frekuensi kunjungan tinggi, serta demografi homogen. Kemudian, toko dengan urban heritage berelemen intangible memiliki pengunjung dengan motivasi sosial. Hasil tersebut dapat memandu pelaku bisnis toko kopi legendaris untuk menentukan target pasarnya degan menentukan tipologi toko kopinya dan melihat kecenderungan karakteristik dan motivasi pengunjung yang datang ke tipologi toko kopi tertentu dalam merumuskan strategi dan taktik pemasarannya.