cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
MCDA Spatial Approach for Flood Disaster Vulnerability Assessment in Tulang Bawang Regency Yanto, Nana Putri; Sahid, Sahid; Aziz, Fahmi; Mustofa, Asep Nurul Ajiid; Prizkanisa, Siti
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.83950

Abstract

Indonesia's location in a region prone to a variety of natural and societal disasters highlights the critical need of comprehending society's susceptibility to such events. Tulang Bawang Regency, located in Lampung Province, is vulnerable to various risks, particularly those associated with flood catastrophes. This research aims to assess the community's susceptibility in Tulang Bawang Regency to several types of catastrophes, focusing on social, economic, physical, and environmental factors. The research approach utilized combines the four primary aspects of vulnerability - social, physical, economic, and environmental - through the MCDA spatial method. The study on vulnerability to flood disasters in Tulang Bawang Regency shows that the most affected vulnerable population is in Dente Teladas District, particularly individuals of vulnerable age, residents in poverty, and people with disabilities. The assessment indicates that the Rawa Jitu District region has the highest levels of economic vulnerability, particularly in relation to poverty. The projected material losses from flooding are 23,125.11 million rupiah for physical damage and 50,356.32 million rupiah for economic losses. In addition, there is a possibility of substantial environmental harm in Tulang Bawang Regency, estimated at 35,508.18 hectares.
Disaster Mitigation Based on Local Wisdom in the Muria Mountains Khasan, Mohammad; Widjanarko, Mochamad; Wismar’ein, Dian; Prasetyo, Eko Budi
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.85477

Abstract

This research aims to identify disaster mitigation behaviour in the community of Tempur Village, Jepara Regency, based on local wisdom. This research is qualitative research with a phenomenological approach with Mitebenkealhutanmuria instruments used through observation and interviews. Research informants in the study used the snowball technique. Five informants were obtained. The data analysis used was coding. Meanwhile, credibility is done by triangulating data and cross-checking informants. The results of the research findings are that Tempur Village is a disaster-prone area. Gaining knowledge and understanding of the consequences of disasters on the community enhances confidence and the ability to take measures to mitigate the impact of disasters by using local wisdom. The spiritual power that is generated collectively through customs and ethics such as the commemoration of the first night of Suro, Sedekah Bumi and Selametan Perempatan is believed by the community to be an effort to ward off “Balak” (disaster) and has the power to anticipate disasters, as well as provide safety for Tempur Village. Research implications theoretically need to be carried out to understand how local wisdom can be combined with modern mitigation strategies to be more effective and become a social psychology model of disaster mitigation that needs to consider the role of collective beliefs, social norms, and community identity in determining responses to disaster risk. Practically, local governments need to recognize and accommodate local wisdom practices in disaster mitigation policies. Traditional rituals and culture-based early warning systems can be part of broader mitigation strategies.
Fertilitas Rendah dan Dimensi Kebahagiaan: Studi Kasus Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2023 Aryati, Seri; Sukamdi, Sukamdi; Listyaningsih, Umi
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.85479

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara fertilitas rendah dan dimensi kebahagiaan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berdasarkan data tahun 2023. Fertilitas di DIY berada pada tingkat moderat rendah, dengan Total Fertility Rate (TFR) sebesar 1,89 pada tahun 2019, di bawah tingkat pengganti populasi. Penurunan fertilitas ini beriringan dengan faktor-faktor seperti urbanisasi, perubahan nilai keluarga, dan meningkatnya akses terhadap kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara fertilitas rendah dan dimensi kebahagiaan di DIY berdasarkan data tahun 2023. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan baru dalam mengidentifikasi tantangan dan peluang kebijakan yang lebih komprehensif dalam mengatasi fertilitas rendah di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis data sekunder. Data yang digunakan berasal dari sumber-sumber yang telah dipublikasikan, khususnya data dari Pendataan Keluarga dan Pemutakhiran BKKBN Tahun 2023. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan pola-pola yang terdapat dalam data, yang kemudian disajikan dalam bentuk grafik. Teori-teori yang relevan digunakan sebagai dasar untuk interpretasi dan analisis hasil penelitian. Hasil menunjukkan bahwa daerah seperti Bantul dan Sleman memiliki partisipasi yang lebih tinggi dalam kegiatan tersebut dibandingkan dengan Kota Yogyakarta, yang cenderung lebih individualistis dan terpengaruh oleh tekanan urbanisasi. Analisis mendalam mengungkapkan bahwa kohesi sosial dan keterlibatan keluarga dalam aktivitas sehari-hari berkontribusi signifikan terhadap kebahagiaan dan kualitas hidup, meskipun fertilitas di bawah tingkat pengganti. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi kebijakan terkait kesejahteraan keluarga di daerah dengan fertilitas rendah.
Pemetaan Sebaran Tanaman Padi dan Kelapa Sawit Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Dolok Masihul Marbun, Sahala Fransiskus; Sintong, Mahara; Kusumawati, Eka Suci; Kardiana, Elsa; Kautsar, Mhd. Anas; Syukri, Pradipa Nasywa; Sembiring, Joey Athana
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.86274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran tanaman padi dan kelapa sawit di Kecamatan Dolok Masihul dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kajian ini dilakukan untuk memahami pola distribusi kedua jenis tanaman tersebut serta faktor-faktor yang memengaruhi sebarannya. Metode penelitian melibatkan analisis citra satelit menggunakan Google Earth Engine serta pemrosesan data spasial dengan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Teknik analisis yang digunakan mencakup overlay intersect untuk menentukan luas lahan berdasarkan batas administratif serta indeks Moran untuk mengidentifikasi pola spasial distribusi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 6.285,65 hektar dengan pola persebaran mengelompok (clustered), terutama di bagian barat daya wilayah tersebut. Sebaliknya, lahan persawahan padi memiliki luas 819,54 hektar dengan pola persebaran acak (random), dipengaruhi oleh kebijakan tata guna lahan dan preferensi petani. Faktor utama yang memengaruhi perbedaan pola distribusi ini adalah karakteristik fisik lahan, topografi, serta ketersediaan air. Simpulan  penelitian ini ialah bahwa SIG dapat menjadi alat yang efektif dalam menganalisis dan memvisualisasikan pola persebaran tanaman, yang berguna bagi perencanaan pertanian dan pengelolaan sumber daya lahan secara lebih optimal. Implikasi dari penelitian ini mencakup rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penggunaan lahan berbasis data spasial guna meningkatkan produktivitas pertanian serta keberlanjutan sektor perkebunan dan pangan.
Pengetahuan Mitigasi Bencana ditinjau dari Aspek Kearifan Lokal dan Keilmuan Warga Dusun Kalipagu Nugroho, Agung; Irawan, Dedy; Wibowo, Anggun Pria
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.88025

Abstract

Letak geografis Indonesia yang berada pada jalur cincin api dunia membuat Indonesia disebut sebagai laboratorium bencana. Hal ini menjadikan sebagian besar Indonesia rentan terhadap potensi rawan bencana. Banyumas salah satu wilayah yang tak luput dari potensi bahaya ini, terutama ancaman erupsi Gunung Slamet. Sebagai gunung berapi tertinggi kedua di Pulau Jawa, Slamet menyimpan potensi letusan yang signifikan, meski aktivitasnya tidak seintensif Merapi. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana memiliki konstruksi sendiri dalam meyikapi dan menghapi ancaman bencana. Konstruksi sosial ini berbentuk kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontruksi masyarakat akan pemahaman mitigasi bencana diliat dari kearifan sosial dan aspek keilmuan. Lokasi penelitian berada di dusun Kalipagu Kecamatan Baturraden, Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Langkah analisis data meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi bencana ditinjau dari aspek keilmuan yaitu; aspek sikap dan pengetahuan, aspek sistem peringatan, aspek rencana tanggap darurat, dan aspek mobilisasi sumber daya dinilai masih dalam kategori kurang. Sedangkan dari aspek kearifan lokal, terdapat beberapa temuan yaitu penggunaan peralatan tradisional, kepercayaan pada pemuka adat serta adanya upacara adat. Pada akhirnya untuk membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana, diperlukan pendekatan yang holistik yang menggabungkan pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal. Dengan saling melengkapi, kedua jenis pengetahuan ini dapat menjadi kekuatan yang ampuh dalam mengurangi dampak bencana dan melindungi masyarakat.
Strategi Adaptasi Masyarakat dalam Menghadapi Bahaya Banjir di Daerah Rawan Bencana Banjir Andanusa, Rizta Melia; Anggrahita, Hayuning; Hanif, Ibrahim Muslim; Guswandi, Guswandi
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.92305

Abstract

Indonesia menghadapi kejadian bencana hidrometeorologis yang dominan pada tahun 2020–2021, menempati peringkat kedua terbesar setelah Amerika Serikat. Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, mencatat 32 kejadian banjir, menjadikannya area dengan risiko banjir tinggi yang mengganggu kehidupan masyarakat. Berangkat dari kondisi ini, penelitian ini bertujuan mengkaji respons masyarakat terhadap bahaya banjir, khususnya dalam bentuk persepsi dan strategi adaptasi, di wilayah permukiman yang rawan banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tingkat kerawanan banjir diidentifikasi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui analisis overlay dengan pembobotan pada curah hujan, jarak dari sungai, kelerengan, dan penggunaan lahan. Untuk mengidentifikasi strategi adaptasi, analisis deskriptif dilakukan dengan penyebaran kuesioner menggunakan cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Batununggal didominasi oleh kelas kerawanan banjir "rawan" seluas 236 hektar. Masyarakat di wilayah sangat rawan banjir mempersepsikan tempat tinggal mereka sering terendam banjir dengan kedalaman tinggi, meski durasinya tidak lama. Strategi adaptasi mereka meliputi pembangunan lantai dua, peninggian pembatas sungai, dan pembuatan sumur resapan. Sebaliknya, masyarakat di wilayah rawan banjir menghadapi risiko lebih rendah, sehingga strategi adaptasi yang umum adalah peninggian jalan dan bangunan. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kerawanan, semakin besar upaya adaptasi yang dilakukan individu. Hasil penelitian ini berkontribusi pada urgensi untuk mengintegrasikan kapasitas masyarakat, terutama aspek persepi risiko, adaptasi dan keterikatan tempat dalam manajemen risiko banjir baik dalam tataran praktis maupun teoretis, di samping aplikasi pengukuran teknis risiko banjir yang komprehensif.
Tingkat Akurasi Penggunaan Lahan dalam Memprediksi Risiko Penyebaran DBD di Kecamatan Pontianak Tenggara Nurlaila, Gita; Anasi, Putri Tipa; Christanto, Ludovicus Manditya Hari
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.93909

Abstract

Penggunaan lahan melalui pendekatan spasial dengan karakteristik pemukiman tidak berpola atau tidak sesuai dengan RTRWK, sangat dimungkinkan menjadi faktor pendukung kontribusi kasus DBD. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penggunaan lahan di Kecamatan Pontianak Tenggara dan menganalisis potensi kerawanan Demam Berdarah Dengue (DBD) berdasarkan pola penggunaan lahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah digitasi data citra satelit Google Earth menggunakan perangkat lunak ArcGIS, yang kemudian divalidasi dengan uji akurasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta penggunaan lahan yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi 96,8%. Pola penggunaan lahan di Kecamatan Pontianak Tenggara didominasi oleh permukiman padat dan area hutan, dengan area perdagangan, jasa, dan pertanian yang lebih kecil. Hasil analisis menunjukkan bahwa permukiman padat, area sekitar perdagangan dan jasa, serta genangan air di area hutan dan pertanian berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti, vektor utama DBD. Penelitian ini menegaskan bahwa pemetaan penggunaan lahan dapat menjadi alat yang efektif untuk memprediksi risiko penyebaran DBD, dengan mengidentifikasi area-area yang be Oleh karena itu, peta penggunaan lahan yang telah tervalidasi secara spasial dapat dimanfaatkan sebagai alat penting dalam perencanaan mitigasi dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan seperti DBD. rpotensi tinggi menjadi tempat perindukan nyamuk.
Regional Disparities and the Electricity Sector in Indonesia 2019-2021 Sari, Yetti Anita
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.95042

Abstract

The electricity sector played an important role in the fulfillment of daily consumption and economic growth, a growing economy was characterized by an increase in gross regional domestic products. Economic growth became the basis of development equity, if the value of regional economic growth was unbalanced it would lead to regional disparity.  The aims of this case study were to analyzed Indonesia's regional disparity in 2019-2021, and to analyze the effect of the electricity sector on Indonesia's regional disparity in 2019-2021. The data used was derived from the Central Bureau of Statistics including data on the number of household electricity consumers, the number of industrial electricity consumers, total population, and per capita income. The methodology of this research was Williamson Index to determine regional disparity. Statistic regression test to analyze the influential factors. The methodology of this research was Williamson Index to determine regional disparity and statistic regression test to analyze the influential factors. The results of this case study were as follows. The value of Williamson index results of provinces in Indonesia is below 0.5, the average inequality trend in Indonesia is relatively stable, at 0.103088 (2019), 0.104359 (2020), and 0.103324 (2021). The electricity sector factor has a significant effect on regional inequality, both household and industrial electricity customer variables.
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Urbanisasi terhadap Krisis Sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta Jovanca, Aurellius Widi Adam; Shara, Aprilia Riszi Indah Dewi
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.96363

Abstract

Penumpukan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan masalah struktural yang semakin memburuk selama satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama krisis sampah, latar belakang krisis sampah, dan dampak ekologis dari sampah yang tidak terkelola di DIY. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pemanfaatan data sekunder berupa laporan tahunan dari pemerintah daerah serta observasi lapangan secara terbatas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi terutama di sektor pariwisata memiliki peran kuat terhadap peningkatan volume sampah yang signifikan hingga melampaui kapasitas sistem pengelolaan yang hanya ditopang oleh satu TPA regional, yakni TPA Piyungan. Penurunan efektivitas pengelolaan sampah tergambar dari turunnya persentase sampah tertanggulangi dari 100% di tahun 2017 menjadi hanya 40% di tahun 2024. Sebagai konsekuensi, praktik seperti pembakaran dan pembuangan sembarangan marak terjadi dan memberikan dampak ancaman terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Penelitian ini menyajikan fakta yang tidak dapat disangkal, bahwa krisis penumpukan sampah ini adalah harga mahal dari abainya perencanaan jangka panjang yang memundurkan stabilitas lingkungan secara keseluruhan di DIY.
Membangun Identitas dan Transformasi Daya Saing Global Geopark Nasional Sawahlunto Prayitno, Budi; Apri Siswanto; Ismail, Mohd Suhaili Bin
Media Komunikasi Geografi Vol. 26 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v26i1.98704

Abstract

Perlindungan atas keanekaragaman geologi, hayati dan budaya masih sering dilakukan secara random dan parsial tanpa memperhatikan azas tujuan dan kebermanfaatan bagi pembangunan ekonomi masyarakat holistik secara berkelanjutan. Tujuan analisis SWOT adalah mengidentifikasi variabel sekaligus analisis akar masalah yang dianggap sebagai penghambat konservasi dan arah pengembangan yang terintegrasi. Berdasarkan hasil analisis parameter kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman diketahui adanya potensi ancaman bersifat sistemik yang dapat mempengaruhi peningkatan branding Kawasan Geopark Nasional Sawahlunto yaitu adanya ancaman krisis identitas, budaya dan pendidikan. Kearifan lokal dianggap sebagai nilai identitas moral dan spiritual yang lahir dari praktik tradisional mendalam dan oleh karena itu bersifat penting di dalam menjaga eksistensinya. Penguatan identitas, budaya dan pendidikan dapat diupayakan dengan memanfaatkan kemajuan sistem teknologi informasi dan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal di mana peluang tersebut dinilai sebagai strategi paling kuat yang dapat dipilih oleh pemerintah daerah dan masyarakat guna menjamin keberlangsungan Kawasan Geopark Nasional Sawahlunto sebagai warisan dunia. Sedangkan pengembangan penelitian yang mempertimbangkan kearifan lokal dinilai sebagai langkah konstruktif yang menjamin adanya peningkatan branding berkelanjutan serta dapat menempatkan Kawasan Geopark Nasional Sawahlunto yang lebih berdampak, perlindungan, unggul dan kompetitif bagi masyarakat global.