cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi Geografi
ISSN : 02168138     EISSN : 25800183     DOI : -
MKG is a journal that facilitates the interests of lecturers, teachers and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geography. The academic articles include research and reviews of studies in Human Geography and Physical Geography, population and environmental reviews, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of standards in education and geography teaching, both at school and college level.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Identifikasi Potensi Investasi Wilayah Perbatasan Indonesia Muhammad Izzudin; Aris Marfai; Andri Kurniawan; Agung S. Nugroho; Isnaini Sadali
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i2.33941

Abstract

Wilayah perbatasan Indonesia identik dengan wilayah yang belum sejahtera. Kondisi ini menarik untuk dibahas potensi yang dapat dikembangkan di wilayah perbatasan Indonesia sehingga dapat dicari solusi percepatan pembangunan. Tiga tujuan yang menjadi fokus penelitian ini yaitu: (1) Mengidentifikasi tipologi wilayah berdasarkan wilayah geografi, (2) Mengidentifikasi komoditas yang menjadi potensi investasi di daerah perbatasan Indonesia berdasarkan tipologi wilayah perbatasan, (3) Memetakan sebaran potensi investasi daerah perbatasan Indonesia dengan menggunakan sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan analisis deskriptif data sekunder dari badan pusat statistik (BPS) di 41 kabupaten yang diprioritaskan oleh Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP). Hasil Penelitian menjelaskan bahwa sektor primer seperti sektor pertanian, perkebunan dan perhutanan serta sumberdaya alam masih mendominiasi peluang investasi di wilayah perbatasan Indonesia.Implikasi dari penelitian ini adalah menjadi acuan bagi investor baik nasional maupun internasional dalam menanamkan investasi serta bagi pemerintah pusat, dapat menjadi agenda perencanaan percepataan pembangunan wilayah terluar dan terpencil Indonesia.
Advancing Economic Potential and Stakeholder Engagement on Aceh Singkil Regency Muhammad Izzudin; Rizwan Achmad
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i2.46447

Abstract

Aceh Singkil Regency's primary objective is to grow the local economy, concentrating on superior goods or industries. Singkil Aceh Administratively, it is located far from the capital city of Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Province, which contributes to the region's isolation and underdevelopment. The study examined the economic prospects for accelerated development in Aceh Singkil. Firstly, this study used location quotation (LQ) analysis to establish the leading sector. Secondly, the SWOT analysis used a focus group discussion (FGD). Thirdly, the analysis of stakeholder categories used Grimble and Wellard's theory. The findings showed that agriculture, forestry, and fishery continued to be the primary emphasis of local economic growth of the Aceh Singkil community, and the stakeholders belonging to the dominant category of local economic determinants include the local governments, legislatures, and banks. The dominance of the agriculture, forestry, and fishery sectors is inseparable from the geographical location of Aceh Singkil, a coastal area with a fluvial morphology that allows the three sectors to become the foundation of the community's economy. This research implies that with the existence of three stakeholder dominations, namely local government, legislature, and banking, it is necessary to increase the role of the community, such as farmer groups, planters, and fishermen, in initiating welfare improvement programs independently to support the acceleration of the local economy. 
Pengembangan Augmented Reality berbasis Geolokasi di Kabupaten Sleman Afrinia Lisditya Permatasari; Ika Afianita Suherningtyas; Rizky Rizky; Rhisa Aidilla Suprapto; Sola Tri Astuti
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i2.49226

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak potensi dalam bidang pariwisata, yaitu meliputi wisata alam, seni, dan budaya. Pengembangan pariwisata saat ini diarahkan pada pembangunan pariwisata berkelanjutan dan juga smart tourism. Salah satu cara dalam mengembangkan pariwisata adalah dengan menyediakan fasilitas infromasi wisata yang berbasis teknologi. Desa Pandowoharjo secara geografis berada di lereng Gunungapi Merapi Kabupaten Sleman Yogyakarta. Desa Pandowoharjo memiliki kondisi tanah, hidrologi, dan SDA yang baik serta tingginya kesadaran masyarakat dalam merawat budaya daerah. Penelitian ini berfokus pada pengembangan informasi desa wisata yang terintegrasi dengan Augmented Reality berbasis geolokasi lokasi wisata di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pengumpulan data secara kualitatif. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif sebagai hasil dari data yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi wisata di Desa Pandowoharjo Kabupaten Sleman dapat dikembangkan dengan Augemented Reality, beberapa informasi penting di lokasi wisata dapat dengan mudah diakses dengan Augmented Reality. Diharapkan melalui hasil AR desa wisata Pandowoharjo dapat dikembangakan wisata berkelanjutan dan terintegrtitas sehingga dapat menarik wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.
Analysis of Groundwater Potential in the Coastal Area of Parangtritis using Geoelectrical VES Method La Ode Saleh Isa; Tjahyo Nugroho Adji; Ignasius L. Setyawan Purnama
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i2.51539

Abstract

This research was conducted in the coastal area of Parangtritis, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. This study aims to describe the hydrostratigraphy of aquifers using the Vertical Electrical Sounding (VES) geoelectric method, to calculate the volume of availability and safe yield of groundwater application, and to compare the volume of availability of safe products with the demand for water for domestic and tourism purposes. This study uses a field survey approach and field data analysis. In this study, there were 9 VES measurement points for primary data and 16 VES measurement points from secondary data, five samples of water demand for restaurants, and 74 samples of domestic groundwater needs. The VES point was measured by a purposive random sampling method representing each landform. Hydrostratigraphic analysis and preparation of 2D and 3D cross-sectional models of subsurface lithology were performed on all VES geoelectrical measurement data. The results showed that the aquifer layer is located at varying depths for each landform, with alluvium sand as the constituent material. The most significant potential for groundwater is found in the form of dunes and beach ridges. The second-largest groundwater potential is in fluviomarine landforms, and the most minor is in the alluvial plain. The groundwater availability in each landform is sand dune and beach ridge of 117,776,100 m3; fluviomarine plain (45,422,700) m3; and alluvial plain (25,553,000) m3. Then, the safe yield of groundwater is 3,498,300 m3 in sand dunes and beach ridges, fluviomarine plain (1,566,300 m3), and alluvial plains (580,750 m3). Meanwhile, based on the calculation of the total need for groundwater for domestic and tourism purposes, the availability of safe yield is still in surplus or sufficient for the estimated needs.
Studi Keruangan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Penghuni Ex-Bantaran Rel Kereta Api di Kecamatan Majalaya Septi Sri Rahmawati; Sri Rum Giyarsih; Sudrajat
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i2.51862

Abstract

Reaktivasi jalur kereta api di Indonesia sedang digalakkan. Reaktivasi kereta api ini merupakan salah satu upaya peningkatan pelayanan transportasi publik. Saat ini, reaktivasi jalur kereta api di Kecamatan Majalaya yang termasuk segmen Bandung-Ciwidey sedang memasuki tahap inventarisasi lahan. Reaktivasi ini ke depan akan memberikan dampak bagi masyarakat yang bermukim di lokasi tersebut. Masyarakat yang memilih tinggal di lokasi ini pada umumnya beralasan karena tingkat kesejahteraan yang masih rendah. Oleh karena itu, menarik untuk mengkaji kesejahteraan masyarakat ini sehingga menjadi masukan bagi pemangku kepentingan. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis kesejahteraan masyarakat ex-bantaran rel kereta api di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Digunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif pada penelitian ini. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dengan jumlah sampel 111 kepala rumah tangga. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara terstruktur dengan panduan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan keruangan. Hasil penelitian menunjukan secara umum masyarakat termasuk kategori kesejahteraan sedang. Kepala rumah tangga umumnya usia produktif, tamatan sekolah dasar, jumlah tanggungan rata-rata 4,4 jiwa, warga asli Kecamatan Majalaya, bekerja pada sektor industri, akses pendidikan cukup, keamanan tinggi, akses TIK sedang, transportasi cukup, pelayanan kesehatan cukup, fasilitas kesehatan cukup, perumahan permanen, dan tergolong miskin dengan kedalaman kemiskinan sebesar 13,4%. Secara keruangan, kawasan permukiman ex-bantaran rel di Desa Sukamaju yang berlokasi dekat dengan pusat pemerintahan dan pusat kegiatan ekonomi memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dibandingkan desa lainnya. Sementara itu, Desa Padamulya memiliki persentase kesejahteraan paling rendah. Penentuan kesejahteraan sangat penting dalam upaya mewujudkan hidup layak bagi seluruh lapisan masyarakat dalam agenda pembangunan berkelanjutan.
Kondisi Ketenagakerjaan dan Sektor Unggulan selama Pandemi Covid-19 di Provinsi D.I Yogyakarta Sri Rahayu Budiani; Waydewin C.B. Rumboirusi; Hasna Maimuna Ismya
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i2.52752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi covid 19 terhadap kondisi ketenagakerjaan dan kondisi  sektor unggulan selama pandemi COVID-19  pada wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi D.I Yogyakarta. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis LQ yang menggunakan data-data sekunder dari BPS dan literatur lainnya. Hasil penelitian menunjukkan COVID-19 memberikan dampak pada kondisi ketenagakerjaan di wilayah Provinsi D.I Yogyakarta yang ditunjukkan dengan perubahan pada TPAK, TPT, dan rata-rata upah/gaji bersih selama pandemi COVID-19. Hasil analisis menunjukkan terdapat penurunan rata-rata TPAK pada beberapa wilayah di Provinsi DIY, peningkatan TPT dibandingkan sebelum COVID-19, persentase tenaga kerja yang tinggi pada sektor yang terdampak COVID-19, dan penurunan rata-rata gaji bersih di tahun 2020. Sementara itu, hasil  analisis menggunakan LQ di Kabupaten/Kota pada  Provinsi DIY menunjukkan tidak terdapat  pergeseran sektor unggulan antara sebelum pandemi dan selama pandemi berlangsung.
Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Abrasi Pantai di Gampong Kedai Palak Kerambil Fitriani Yulianti; Zulfan Zulfan; Novia Zalmita; Listyo Yudha Irawan; Husna Diah
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i2.53910

Abstract

Kesiapsiagaan merupakan mekanisme penanggulangan bencana, serta sebagai upaya untuk antisipasi dan pengurangan akibat terjadinya resiko bencana.  Abrasi pantai merupakan bencana alam yang mengancam kondisi pesisir, garis pantai sehingga mundur kebelakang, merusak tambak dan mengancam bangunan-bangunan yang berbatasan langsung dengan air laut. Pemanasan global memicu naiknya muka air laut dan perubahan kecepatan angin pada keadaan tertentu yang mampu menyebabkan badai dan terjadinya gelombang ekstrim di lautan.  Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh pada Tahun 2019 sekitar 18 rumah warga Gampon Palak Kerambil terkena dampak abrasi pantai yang terjadi di wiayah pesisir.  Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana abrasi pantai di gampong kedai palak kerambil Kabupaten Aceh Barat Daya.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi abrasi pantai yang terjadi di Gampong Palak Kerambil.  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket.  Analisis data menggunakan rumus statistik sederhana dan sisitem penilaian menggunakan skala guttman dari.  Dari hasil pengolahan data didapatkan nilai tertinggi 93,33% dari 48 responden yang menjawab Ya, dan 6,67% menjawab Tidak.  Berdasarkan data maka disimpulkan pada umumnya masayarakat di Gampong Kedai Palak Kerambil telah memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana abrasi pantai.
Strategi Bertahan Hidup Buruh Migran yang Terdampak Kebijakan Lockdown di Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas Novia Nurhidayanti; Sudirman; Agus Yuliono
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i2.54847

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh penerapan kebijakan lockdown pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020-2022 di negara Malaysia yang berdampak terhadap kehidupan buruh migran di Kecamatan Teluk Keramat. Permasalahan yang teridentifikasi yaitu adanya kesulitan buruh migran untuk kembali bekerja ke negara Malaysia, sedangkan mencari pekerjaan di dalam negeri sulit sehingga penghasilan semakin menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis permasalahan yang dialami buruh migran asal Kecamatan Teluk Keramat yang terdampak kebijakan lockdown pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020-2022 dan mendeskripsikan strategi bertahan hidup yang mereka lakukan dalam kondisi sulit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis teori mekanisme survival dari James Scott. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat adanya penerapan kebijakan lockdown di negara Malaysia dalam menghadapi pandemi Covid-19, buruh migran mengalami kesulitan untuk kembali bekerja ke negara tersebut. Selain itu, mereka juga kesulitan dalam memenuhi beragam kebutuhan hidup. Untuk menghadapi kondisi sulit ini, buruh migran menerapkan strategi bertahan hidup dengan cara melakukan penghematan, mencari pekerjaan lain, membuka usaha, mengikutsertakan anggota keluarga dalam bekerja serta mencari bantuan dana dari keluarga atau atasan.
PetaKita sebagai Upaya Awal Konservasi Lingkungan di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Vera Arida; Mertiara Ratih Terry Laksani; Aizah Fajriana Dewi Handini
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i2.55016

Abstract

Pemetaan desa menghadapi banyak tantangan, seperti misalnya luas wilayah dan keterbatasan sumber daya manusia serta ketersediaan sumber data. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sarana prasarana Desa Warnasari, mendeskripsikan hasil pemetaan, mendiskusikan potensi desa wisata di wilayah Pangalengan, Kabupaten Bandung serta membahas upaya konservasi yang dapat dilakukan, mengingat Desa Warnasari terletak di hulu DAS Cisangkuy. Metode pemetaan Desa Warnasari menggunakan survey lapangan dan data sekunder. Proses pembuatan peta dimulai dari pengumpulan data sekunder, survey tagging objek peta dan observasi lapangan, inventarisasi data menggunakan Aplikasi PetaKita, dan tahap terakhir adalah pengolahan data. Hasil pengolahan peta dilengkapi dengan hasil analisis dari hasil wawancara saat survey dan data data sekunder yang ada. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar usulan pemanfaatan peta desa. Dari hasil pemanfaatan tersebut dapat menyajikan dan menampilkan lokasi skala desa dan atribut yang lebih cepat dan akurat karena validasi di lapangan dilakukan bersamaan dengan tag lokasi. Lebih lanjut, dapat menggali dan memperkenalkan potensi Desa Warnasari dari segi area wisata Situ Cileunca, pertanian, peternakan sapi perah dan daerah konservasi sumber daya air di hulu DAS Cisangkuy sebagai upaya meminimalisir kejadian bencana banjir di hilir DAS yaitu Kabupaten Bandung. Rekomendasi pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Desa Warnasari dapat dilakukan dengan membuat embung konservasi, agroforestri berupa pohon kopi atapun alpukat menggunakan bahan organik untuk pupuk dan pestisida. Sosialisasi, kampanye dan edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan melalui pertemuan langsung di kantor kelurahan atau melalui video singkat dan film di media sosial. Perlu sinergi antara masyarakat dengan pemerintah desa untuk mewujudkan pengembangan potensi desa dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Analisis Pola Spasial Sebaran COVID-19 Kota Bogor Berdasarkan Indek Moran I Ketut Sutarga
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i2.55183

Abstract

Bencana pandemi COVID-19 di kota Bogor perlu diidentifikasi sebaran pola spasial  guna memudahkan upaya mitigasi. Pola sebaran dan pemetaan klaster lokal diperlukan untuk mengetahui daerah mana yang terkena dampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan sebaran spasial, apakah pola COVID-19 itu acak, tersebar, atau mengelompok. Arah sebaran perlu dipetakan untuk upaya pencegahan penyebarannya. Pengambilan data secara agregat kasus positif dan suspek COVID-19 masing-masing kelurahan mulai 1 Maret 2020 hingga 23 Mei 2021. Pengolahan data dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan perangkat lunak statistika spasial SIG. Identifikasi pola spasial dianalisis menggunakan autokorelasi spasial Index Moran'I Global. Hasil analisis menggambarkan bahwa  kasus positif dan suspek COVID-19 memiliki pola sebaran mengelompok dengan indeks Moran masing-masing 0,432980 dan 0,280374. Pemetaan klaster titik panas pada kasus positif dan suspek menggunakan autokorelasi spasial lokal Getis Ord Gi* menunjukkan bahwa secara signifikan terdapat 11 klaster titik panas dan 11 titik dingin. Pola klaster lokal ini terjadi pada kelurahan yang letaknya berdekatan, melintasi dan tidak mengenal batas kecamatan. Standar deviasi elips menunjukkan informasi penting arah kecenderungan penyebaran COVID-19 yang diperlukan untuk upaya mitigasi bencana pandemi di beberapa kelurahan di Kota Bogor.