cover
Contact Name
RR. Yunita Bayu Ningsih
Contact Email
y.bayuningsih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
y.bayuningsih@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya,Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1 Kota Palembang, Sumatera
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pertambangan
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : 10.36706
Jurnal Pertambangan merupakan jurnal dengan topik dibidang pertambangan meliputi kegiatan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan pemurnian, K3 serta lingkungan pertambangan. Jurnal ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun (3 bulanan) . Jurnal Pertambangan dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
PERENCANAAN PIT JANGKA MENENGAH BERDASARKAN UPDATE SURVEI PADA PIT 3 SELATAN PT TUBINDO PROVINSI KALIMANTAN UTARA A. S. Munir; A. B. Thamsi; R. M. Ismail; H. Anwar; M. H. Wakila
Jurnal Pertambangan Vol 7 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1570

Abstract

Rancangan desain tambang memudahkan dalam mencapai target produksi yang diinginkan dan memberikan gambaran mengenai rencana kemajuan penambangan pada suatu periode waktu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk merancang desain pit penambangan, desain sequence penambangan, dan menghitung nilai stripping ratio. Desain pit dirancang berdasarkan rancangan pit jangka menengah dengan target produksi 50.000 ton perbulan dan nilai stripping ratio yang ditetapkan perusahaan yaitu 4 : 1. Parameter yang digunakan sebagai pertimbangan pemilihan desain yang optimal adalah volume yang didapatkan dan nilai SR (stripping ratio). Volume yang diperoleh yaitu volume overburden dan volume batubara. Desain yang dibuat untuk rancangan sequence penambangan pit utara Bulan Juni dan Agustus mendapatkan overburden 683.548,31 BCM dan batubara 174.337,10 ton dengan stripping ratio 3,92 : 1. Untuk Bulan September dan Oktober jumlah overburden 601.121,13 BCM dan batubara 153.423,41 ton dengan stripping ratio 3,98 : 1 sedangkan Bulan November dan Desember jumlah overburden 346.021,89 BCM dan batubara 117.562,21 ton dengan stripping ratio 2,95 : 1 dengan luas yang akan ditambang mencapai 11,86 ha. Cadangan batubara yang diperoleh sesuai dengan design pit limit sebesar 445.322,72 ton, material penutup sebesar 1.693.691,33 BCM, dan luas 11,68 Ha. Sehingga diperoleh nilai stripping ratio yaitu 3,68 : 1. Berdasarkan hasil tersebut, cadangan batubara dan nilai stripping ratio yang diperoleh telah memenuhi target produksi jangka menengah dan desain pit layak untuk dilakukan penambangan.
EVALUASI DAMPAK GEOMETRI PELEDAKAN AKTUAL TERHADAP FRAGMENTASI BATUAN PADA PENAMBANGAN BATU KAPUR H. Prabowo; E. Amrina; M. Rifaldi
Jurnal Pertambangan Vol 7 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1655

Abstract

Batu kapur ditambang oleh CV Tekad Jaya dengan menggunakan sistem penambangan terbuka dengan teknik penambangan quarry. Metode peledakan digunakan dalam kegiatan pemecahan batuan. Hasil dari prosedur peledakan belum ideal karena masih terdapat hasil fragmentasi yang lebih besar dari 80 cm sebanyak 31,35%. Hal ini belum sesuai dengan target ukuran fragmen >80 cm tidak melebihi 10 persen seperti yang direncanakan. Untuk mencapai hasil fragmentasi yang diinginkan, Teori Kuz-Ram digunakan untuk memperbaiki geometri peledakan berdasarkan permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dampak geometri peledakan terhadap fragmentasi batuan. Data aktual geometri peledakan; burden 2,18 meter, spasi 3,16 meter, kedalaman lubang ledak 5,53 meter, tinggi jenjang 5,19 meter, stemming 3,09 meter, subdrilling 0,34 meter, pengisian kolom 2,45 meter, dan powder factor 0,26 kg/m3. Geometri tersebut menghasilkan fragmentasi boulder ukuran >80 cm sebanyak 31,35%. Perbaikan usulan geometri peledakan dengan menggunakan teori Kuz-Ram yaitu burden 1,9 meter, spasi 2,85 meter, kedalaman lubang ledak 6,46 meter, tinggi jenjang 5,99 meter, stemming 1,33 meter, subdrilling 0,47 dan powder factor 0,61 kg/m3. Setelah dilakukan perhitungan, proporsi bongkahan material yang berukuran lebih besar dari 80 cm menjadi 3,19%. Hal ini telah sesuai dengan target perusahaan yaitu ukuran fragmentasi hasil peledakan > 80 cm kurang dari 10%.
PENGARUH PERUBAHAN HARGA BATUBARA TERHADAP RANCANGAN PIT LIMIT P. C. Ishudi; Y. Y. Hutajulu; . Noveriady
Jurnal Pertambangan Vol 7 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1607

Abstract

Saat ini PT Rimau Energy Mining (PT REM) sedang melakukan aktivitas penambangan di Pit Bantai Napu dan berencana membuka Pit Barat Bantai Napu setelah aktivitas penambangan di Pit Bantai Napu selesai. Sebelumnya, PT REM sudah merancang desain untuk Pit Barat Bantai Napu. Namun karena adanya perubahan harga batubara dari Rp 920.765,00 per ton menjadi Rp 1.546.364,36 maka rancangan ini perlu diperhitungkan ulang untuk mencapai keuntungan yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mencari batas penambangan optimal yang akan memberikan keuntungan terbaik di Pit Barat Bantai Napu PT REM. Metode perhitungan BESR dapat digunakan untuk merancang pit baru sehingga menghasilkan keuntungan yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan perhitungan Break Even Stripping Ratio yang didapat dengan mencari harga jual batubara, total biaya produksi batubara serta total biaya overburden removal. Pit rancangan awal perusahaan memiliki SR 1 : 4,68 dengan cadangan batubara sebesar 1.037.015 ton. Sebelum adanya perubahan harga, keuntungan bersih untuk rancangan ini adalah sebesar Rp 349.322.765.754,75 dengan nilai BESR 4,16. Setelah adanya kenaikan harga batubara, keuntungan bersih rancangan ini menjadi Rp 978.616.012.791,58 dengan nilai BESR 9,84. Rancangan ultimate pit limit memiliki SR 1 : 7,90 dengan cadangan batubara sebesar 2.629.343 ton. Saat adanya kenaikan harga batubara, rancangan ini menjadi rancangan yang lebih optimal karena keuntungan bersihnya mencapai angka Rp 2.099.035.436.840,26. Hal ini menunjukkan bahwa dengan rancangan baru, profit PT REM naik 2,14 kali lipat dibanding pit rancangan awal perusahaan.
HILIRISASI PENINGKATAN KUALITAS BATUBARA UNTUK MEMENUHI STANDARISASI BAHAN BAKAR PLTU A. Mulyadi; H. E. Handayani; S. Komar
Jurnal Pertambangan Vol 7 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.771

Abstract

Pencucian batubara bertujuan untuk meningkatkan kualitas batubara dengan mengurangi kadar abunya. Kadar abu batubara yang tinggi tidak berpengaruh positif terhadap pembakaran PLTU. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar abu batubara dengan menggunakan Mesin Willobi dengan variabel aliran air dan laju umpan. Percobaan menggunakan metode pengeringan 19 l/menit, 23 l/menit, 30 l/menit, 36 l/menit dan 40 l/menit dengan memvariasikan laju umpan menjadi 5 kg/jam, 6 kg/jam dan 7,5 kg/jam. Setelah 15 kg/jam, dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui nilai termoelektrik dan abu batubara sebelum dan sesudah hasil pengujian tersedia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar lubang pembuangan pada Mesin Willobi pada saat pencucian batubara maka semakin rendah feed rate-nya. Semakin baik kualitas batubara yang dihasilkan maka semakin tinggi rendemennya.
PERBANDINGAN VOLUME PRODUKSI OVERBURDEN PADA SURVEY PROGRESS DENGAN METODE RITASE ALAT ANGKUT PADA PT ABC, KABUPATEN MUSI BANYUASIN S. Hardianti; M. Rohimin; Maryana .
Jurnal Pertambangan Vol 7 No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1583

Abstract

PT ABC adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor penambangan di Kabupaten Musi Banyasin. Perhitungan produksi yang diterapkan oleh PT ABC yaitu perhitungan menggunakan Software Surpac Vision 6.5.1 dan metode truck count. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah volume cut and fill hasil survey progress dan volume overburden dengan menggunakan metode ritase alat angkut (truck count) pada area penambangan PT ABC serta mencari faktor penyebab terjadinya selisih dari perhitungan volume overburden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Metode Terrestrial (Terestris) yaitu kegiatan pengukuran menggunakan alat ukur sudut, jarak, dan beda tinggi di atas permukaan bumi sehingga diperoleh hubungan posisi suatu tempat terhadap tempat lainnya. Peralatan survey yang digunakan untuk perekaman data yaitu Sokkia IM 103 Series. Hasil pengolahan data survey kemudian dibuat peta progress bulanan dan peta situasi, kemudian dilakukan perhitungan volume produksi overburden. Hasil perhitungan volume produksi menggunakan software Surpac Vision 6.5.1 untuk area penggalian overburden pada Bulan Maret 2022 sebesar 374.025,00 BCM, sedangkan dengan metode truck count sebesar 373.324,00 BCM didapatkan selisih 701 BCM atau sekitar 0,187%. Untuk Bulan April 2022, perhitungan menggunakan software surpac vision 6.5.1 sebesar 365.924 BCM, sedangkan dengan metode truck count sebesar 351. 952 BCM. Didapatkan selisih 13.972 BCM atau sekitar 3,818%. Penyebab terjadinya volume survey lebih besar daripada truck count antara lain yaitu adanya material yang sudah terkupas tetapi tidak diangkut ke disposal, pengisian material melebihi kapasitas vessel, bergesernya nivo pada backsight, dan data belum terkendali seluruhnya oleh dispatch.
ESTIMASI SUMBERDAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE CIRCULAR, STUDI KASUS: DAERAH TANJUNG PALAS TENGAH, KALIMANTAN UTARA M. H. Wakila; Anshariah .; A. F. Heriansyah; K. Idris
Jurnal Pertambangan Vol 7 No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1586

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumberdaya alam berlimpah, satu satunya adalah batubara. Untuk mengetahui jumlah sumberdaya batubara diperlukan metode estimasi yang sesuai dengan karakteristik endapan batubara, sehingga dipilih Metode Circular. Pada penelitian-penelitian sebelumnya yang mengkaji tentang estimasi sumberdaya menggunakan Metode Circular hanya difokuskan pada kondisi geologi sederhana dan daerah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Namun belum ditemukan penggunaan Metode Circular untuk mengestimasi sumberdaya batubara di daerah Kalimantan Utara dengan kondisi geologi moderat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan arah sebaran batubara dan mengestimasi sumberdaya batubara di daerah penelitian. Metode yang digunakan untuk mengestimasi sumberdaya batubara adalah Metode Circular. Metode Circular adalah metode dengan bentuk lingkaran dengan radius lingkaran merupakan jarak informasi terluar sebagai batas (area of influence) sesuai dengan ketetapan SNI 5015:2011. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi geologi daerah penelitian dikategorikan ke dalam kondisi geologi moderat. Hal ini bisa dilihat dari aspek sedimentasi yaitu ketebalan lapisan cukup bervariasi, dan kesinambungan lapisan batubara sampai ratusan meter. Aspek tektonik menunjukkan adanya sesar namun cukup jarang, lapisan terlipat sedang, dan kemiringan sedang. Kualitas batubara di daerah penelitian cenderung bervariasi. Dapat disimpulkan bahwa arah sebaran batubara berarah tenggara-barat laut N 325° NE dan nilai dip sebesar 25°. Jumlah sumberdaya batubara terukur adalah 1.293.358,982 ton, sumberdaya batubara tertunjuk adalah 2.931.825,371 ton, serta sumberdaya batubara tereka adalah 7.196.119,244 ton.
KAJIAN GEOMETRI JALAN ANGKUT TAMBANG DARI FRONT KE DISPOSAL PADA PT X Fitriani A; R. Jannah; J. Wiratama
Jurnal Pertambangan Vol 7 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1599

Abstract

Geometri jalan angkut dari front penambangan Pit IV menuju disposal area pada PT X ditemukan kondisi jalan yang belum ideal untuk alat angkut terbesarnya yaitu Dump Truck Hino 500 FM260Ti. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar dapat memperbaiki kondisi jalan sesuai dengan kondisi idealnya. Hasil perhitungan berdasarkan pengukuran didapatkan lebar jalan aktual kondisi jalan lurus yaitu 7,3 m-11,3 m dan jalan tikungan yaitu 10,45 m-17,4 m. Grade jalan antara 0-5,1%, sedangkan cross slope antara -0,09 m sampai 0,22 m dan superelevasi antara 0,041 m/m-0,049 m/m. Adapun berdasarkan standar ideal KEPMEN ESDM No 1827 K/30/MEM/2018 mengacu pada alat angkut terbesar dan kondisi lajur jalan didapatkan ideal lebar jalan lurus yaitu 8,75 m dan lebar jalan tikungan yaitu 15,706 m dengan ketentuan perusahaan 10 m jalan kondisi lurus dan 12 m jalan dengan kondisi tikungan. Grade jalan maksimum yaitu 12 % dengan ketentuan perusahaan yaitu 10 – 15% jalan kondisi bukan tanjakan dan 8 % jalan dengan kondisi tanjakan. Cross slope paling kurang adalah 2 % dengan standar ideal beda tinggi yaitu 19 m dengan superelevasi berkisar antara 71,3 cm – 51,2 cm. Perbandingan antara data geometri jalan aktual yang diperoleh dari hasil pengukuran secara langsung dengan geometri jalan ideal yang diperoleh dari perhitungan disimpulkan bahwa perlu untuk dilakukan perbaikan terhadap kondisi geometri jalan angkut dari front penambangan Pit IV hingga ke disposal area yang ada pada PT X.
ANALISIS FINANSIAL TAMBANG BATUBARA PT GENTALA BUMI NUSANTARA JOB SITE PT XYZ, BATURAJA, SUMATERA SELATAN R. Pebrianto; Mukiat .; W. A. Zulfadhli
Jurnal Pertambangan Vol 7 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1630

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan pertambangan batubara bertempat di Kota Baturaja, Provinsi Sumatera Selatan dengan luas wilayah izin usaha pertambangan sebesar 5.496 ha. PT XYZ dalam menjalankan bisnisnya menargetkan produksi sebesar ±280.000 ton batubara setiap tahunnya dengan target penjualan kepada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang. Penelitian bertujuan mengetahui kelayakan finansial dari kegiatan penambangan yang akan dilakukan oleh PT XYZ dengan cara mencari nilai biaya investasi, biaya operasional dan perkiraan pendapatan yang akan diperoleh PT XYZ selama kegiatan produksinya berlangsung. Metode yang digunakan untuk menghitung hal tersebut adalah Discounted Cash Flow (DCF) dengan tingkat diskonto berdasarkan Weight Average Cost of Capital (WACC). Hasil yang didapat dari DCF kemudian digunakan untuk menghitung kriteria analisis kelayakan investasi. Berdasarkan perhitungan tersebut, proyek penambangan PT XYZ dikatakan layak secara ekonomi dengan biaya investasi sebesar Rp 89.223.048.908, biaya operasional produksi sebesar Rp82.471.285.160 dan perkiraan pendapatan rata-rata setiap tahunnya sebesar Rp131.311.300.000. Selanjutnya dilakukan perhitungan beberapa kriteria investasi, yaitu Net Present Value (NPV) sebesar Rp118.452.986.519, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 81.79%, Break Even Point (BEP) sebesar 253,934 ton penjualan batu bara, dan Payback Period (PBP) sebesar 0.89 tahun atau selama 11 bulan sejak penambangan dimulai. Pada penelitian ini dilakukan pula analisis sensitivitas terhadap besarnya NPV dari perusahaan dengan mensimulasikan kenaikan biaya produksi dan penurunan harga jual batubara. Kegiatan penambangan akan tetap menguntungkan apabila kenaikan biaya produksi tidak lebih dari 50% atau penurunan harga jual tidak lebih dari 20%.
OPTIMALISASI CADANGAN BATUBARA SEAM P PADA DESAIN PIT PQRT PT BERAU COAL H. Nashita; E. Ibrahim; M. Puspita
Jurnal Pertambangan Vol 7 No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1677

Abstract

Pit PQRT merupakan salah satu pit yang berada di Site Lati yang menjadi penyumbang terbesar dalam produksi batubara PT Berau Coal pada tahun 2022, yaitu mencapai 7.951.581 ton. Permintaaan pasar terhadap batubara seam P juga meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi batubara dunia. Pada kondisi aktual pit PQRT terdapat di sisi barat high wall pada elevasi -70 berpotensi untuk dilakukan optimalisasi batubara. Oleh karena itu diperlukan perencanaan kembali desain pit PQRT untuk mengoptimalkan volume cadangan batubara seam P, menghitung volume overburden dan batubara seam P sebelum dan setelah dilakukan optimalisasi serta nilai break even stripping ratio (BESR) dan stripping ratio (SR) ekonomis apabila dilakukan optimalisasi batubara. Perancangan desain optimalisasi batubara seam P pit PQRT dilakukan menggunakan software MineScape 5.7. Berdasarkan rekomendasi geoteknik PT Berau Coal direncanakan single slope 55o, overall slope 32o, tinggi lereng tunggal 10 meter, lebar jenjang 5 meter, dan lebar jalan angkut 35 meter. Desain pit optimalisasi menghasilkan request level (RL) tertinggi 80 dan RL terendah -90 dengan faktor keamanan (FK) 1,24 untuk overall slope dan FK 1,21 untuk single slope. Hasil perhitungan total cadangan untuk area optimalisasi batubara seam P pit PQRT sebesar 114.637 ton untuk batubara dan sebesar 527.039 BCM untuk overburden maka total cadangan pit PQRT tahun 2023 apabila ditambahkan dengan volume cadangan optimalisasi sebesar 8.066.218 ton batubara dan 124.841.039 BCM overburden. Nilai BESR dan SR Ekonomis untuk penambahan volume batubara dan overburden pada desain pit optimalisasi sebesar 47,8 dan 33,46.
STABILISASI LERENG TIMBUNAN DITINJAU DARI KOMPOSISI MINERAL PENYUSUN TANAH PADA LERENG TIMBUNAN TAMBANG M. Asof; R. Pebrianto; A. Z. Ataariq
Jurnal Pertambangan Vol 7 No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1728

Abstract

Area timbunan sangat berpotensi mengalami kelongsoran, penambahan massa tanah, tanah yang tidak compact, jenis tanah, dan curah hujan menjadi beberapa faktor yang meningkatkan potensi kelongsoran. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan kestabilan lereng timbunan dan jenis mineral lempung penyusun tanah. Dilakukan pengujian sampel tanah timbunan pada site Muara Tiga Besar Utara, PT Bukit Asam Tbk. lalu menganalisis nilai faktor keamanan pada lereng timbunan. Hasil analisa menunjukan lereng dalam keadaan aman dengan faktor keamanan berkisar antara 1-1.2. Namun kondisi aktual menunjukkan sering terjadi kelongsoran pada lereng setiap terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi. Pengujian XRF terhadap lima sampel tanah timbunan menunjukkan bahwa unsur yang dominan terkandung ialah Si (silika) 31,625%, Fe (besi) 22,465%, dan Al (aluminium) 16,156%. Hal ini menginterpretasikan bahwa jenis mineral yang terindikasi ialah mineral lempung jenis montmorillonite dengan sifat cepat menyerap air namun memiliki permeabilitas yang relatif kecil sehingga banyak air terperangkap dalam tanah.