cover
Contact Name
RR. Yunita Bayu Ningsih
Contact Email
y.bayuningsih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
y.bayuningsih@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya,Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1 Kota Palembang, Sumatera
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pertambangan
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : 10.36706
Jurnal Pertambangan merupakan jurnal dengan topik dibidang pertambangan meliputi kegiatan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan pemurnian, K3 serta lingkungan pertambangan. Jurnal ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun (3 bulanan) . Jurnal Pertambangan dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
PERENCANAAN TEKNIS SEKUENS PENGUPASAN OVERBURDEN PADA TAHUN 2023 DI PT TATA BARA UTAMA JOBSITE BBE-MAL KABUPATEN MUSI BANYUASIN Prayoga, A.; Yulanda, Y. A.; Prabawa, A. D.; Megasukma, Y.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2214

Abstract

PT Tata Bara Utama (TBU) merupakan kontraktor yang bergerak pada bidang pertambangan yang berdomisili di Sumatera Selatan dengan lingkup kerja pengupasan lapisan tanah penutup (overburden). Target produksi overburden tahun 2023 telah disepakati 4.000.000 BCM dengan target coal expose 850.000 ton. Untuk mencapai target tersebut perlu dilakukan perencanaan kapasitas alat dan sekuen penambangan. Perencanaan sekuen penambangan pada TBU hanya dilandaskan pada keadaan normal dengan mengacu pada jam hujan rata-rata. Sementara faktor curah hujan merupakan faktor yang susah untuk diprediksi namun berpengaruh besar terhadap ketercapaian produksi yang dapat berakibat terhadap pencapaian coal expose. Penelitian tentang perbandingan dua skenario jam hujan berbeda yang terdiri dari jam hujan rata-rata (pendekatan moderat) dan jam hujan tertinggi (pendekatan pesimis) belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan normal scenario (NSC) dengan worst scenario (WSC) pada jam hujan tertinggi sehingga dapat memberikan alternatif sekuen pencapaian target coal expose pada kemungkinan kondisi terburuk. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan mengintegrasikan teori dan data lapangan yang terdiri dari data primer dan sekunder. Data diolah dengan menggunakan perangkat lunak pertambangan untuk membantu pembuatan skenario penambangan. Hasil dari pengolahan data menghasilkan rancangan desain pit dan disposal tahun 2023 yang dibagi menjadi 4 kuartal dengan dua skenario berbeda. Skenario NSC menghasilkan total overburden 4.073.351 BCM dengan jumlah coal expose 879.966 ton sedangkan skenario WSC menghasilkan total overburden 3.648.841 BCM dengan jumlah coal expose 877.933 ton. Pada skenario WSC target expose batubara masih tetap bisa tercapai namun tidak menyisakan working bench untuk tahun selanjutnya.
PEMILIHAN OPTIMUM PIT LIMIT BERDASARKAN VOLATILITAS HARGA BATUBARA MENGGUNAKAN DISCOUNTED CASH FLOW Hardiman, V.; Ibrahim, E.; Setiawan, B.; Yusuf, M.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i1.2260

Abstract

Nilai cadangan total dari sebuah pit pada tambang terbuka batubara didapatkan dari pemilihan pit shell dengan Net Present Value (NPV) tertinggi dari keseluruhan hasil pit optimasi yang telah dilakukan dengan bantuan perangkat lunak dengan algoritma tertentu. Pada umumnya NPV dihitung menggunakan harga batubara acuan (HBA) terbaru pada saat perhitungan dilakukan tanpa mempertimbangkan fluktuasi harga yang pernah terjadi. Sehingga nilai yang didapatkan tidak relevan lagi apabila terjadi perubahan harga yang sinifikan di masa mendatang. Penelitian bertujuan untuk menentukan optimum pit shell dari setiap hasil pit optimisasi dengan melakukan simulasi keekonomian menggunakan Discounted Cash Flow (DCF) berdasarkan volatilitas harga jual batubara historis. Metode DCF dipilih untuk mengambil keputusan karena mudah dipahami dan cepat diadopsi. Sifat dari metode ini sangat sensitif terhadap perubahan kecil dalam tingkat diskonto dan asumsi tingkat pertumbuhan. Metode DCF memperhitungkan NPV dari aliran kas berdasarkan harga jual komoditas bahan galian yang dianggap konstan dengan menetapkan discount factor. Volatilitas mewakili tingkat risiko suatu proyek yang dilihat dari perubahan harga jual dalam periode tertentu di masa lampau. Tahapan yang dilakukan mulai dari melakukan validasi model geologi, perhitungan break even stripping ratio, proses pit optimasi, perhitungan volatilitas harga batubara, sampai dengan valuasi DCF. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan optimum pit shell antara penggunaan HBA aktual dengan harga yang telah didiskon dengan volatilitas. Pit shell optimum dengan menggunakan volatilitas memiliki cadangan yang lebih rendah daripada pit shell optimum dengan penggunaan harga aktual HBA.
EVALUASI TEKNIS DAN BIAYA KEGIATAN RENCANA PASCA TAMBANG PADA LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA DI PT BATUBARA BUKIT KENDI, SUMATERA SELATAN Novarinda, H.; Toha, T.; Yusuf, M.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i1.2279

Abstract

Penambangan batubara sering menyebabkan degradasi lahan yang serius, erosi tanah, dan desertifikasi yang mempengaruhi pertumbuhan vegetasi lokal. Dengan demikian, reklamasi dan kegiatan rencana pasca tambang di lahan tambang batubara telah menjadi tugas penting untuk mencapai target penambangan hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek teknis dan menghitung optimasi biaya agar tercapainya tujuan dari aspek teknis kegiatan pasca tambang di PT Batubara Bukit Kendi (PT BBK). PT BBK sendiri telah berhenti produksi dari tahun 2010 dengan meninggalkan dua (2) void yaitu Void Utara dan Void Selatan. Total luasan Void Utara dan Void Selatan adalah 51,48 Ha. Void yang luas ini terjadi dikarenakan tambang yang terhenti di tengah puncak produksi sebelum kegiatan backfilling dilaksanakan, sehingga cadangan yang tersisa tidak dapat dioptimalkan lagi, dikarenakan pit yang dulu aktif sudah berubah menjadi void. Jenis penelitian merupakan exploratory research dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode survey dalam kegiatan pasca tambang di PT BBK. Dari hasil penelitian didapatkan rencana kegiatan pascatambang PT BBK dibagi menjadi 3 bagian yaitu untuk fasilitas penunjang tambang akan dibongkar dan direklamasi lalu direvegetasi dengan tanaman sengon dan durian. Untuk jalan tambang belum dilaksanakan pembongkaran dikarenakan pada tahun 2020 hingga tahun 2025 jalan PT BBK masih digunakan oleh PT Prima Mulia Sarana Sejahtera (PT PMSS) sebagai jalan hauling dan area tersebut digunakan sebagai tapak proyek oleh PT PMSS. Sedangkan untuk void PT BBK akan dijadikan kolam budidaya ikan di void utara dan kolam penampungan air di void selatan. Biaya optimal untuk rangkaian kegiatan pascatambang pada tahun pertama adalah sebesar Rp 33.469.846.681,- .
PEMANFAATAN BIOCHAR LIMBAH KAYU KARET DAN BROWN COAL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Afrah, B. D.; Oktarinasari, E.; Putri, R. W.; Riady, M. I.; Saputri, J. F. D.; Putri, T. M. R.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.2288

Abstract

Lebih dari 41% rumah tangga dan 2,8 miliar orang di seluruh dunia bergantung pada bahan bakar padat termasuk batubara. Cadangan batubara yang tersedia di Indonesia sebesar 31,7 miliar ton dan hanya cukup untuk 65 tahun ke depan. Hal ini membuat pemerintah mendorong pengembangan penelitian pemanfaatan limbah biomassa sebagai energi alternatif. Upaya yang dilakukan ialah mengkonversi limbah biomassa berupa kayu karet menjadi bahan bakar padat alternatif melalui proses pirolisis. Biochar dihasilkan dari biomassa melalui pirolisis sehingga menghasilkan kualitas pembakaran yang sangat baik. Biochar hasil pirolisis dikombinasikan dengan brown coal dan perekat molase untuk menciptakan biobriket batubara sebagai bahan bakar padat alternatif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi komposisi brown coal dan biochar yang optimal dalam menghasilkan biobriket batubara dengan kualitas terbaik. Proses pirolisis limbah kayu karet dilakukan pada temperatur 350-400°C selama 2 jam. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi biochar (75%, 80%, 85%, 90%, dan 95%) dan brown coal (5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) serta perekat molase 15 mL. Pengujian kualitas pembakaran biobriket batubara melalui analisis proksimat dan nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk biobriket batubara yang paling optimal adalah sampel dengan komposisi 85% biochar dan 15% brown coal.
REKOMENDASI GEOMETRI PELEDAKAN BATUAN ANDESIT UNTUK HASIL FRAGMENTASI YANG BAIK Pebrianto, R.; Al Hadi, A.; Asof, M.; Paloma, N.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2296

Abstract

Berdasarkan geometri peledakan aktual bulan November-Desember 2023, diperoleh hasil distribusi fragmentasi aktual 30 kali peledakan menggunakan software Split desktop 2.0. Rata-rata jumlah material yang berukuran ≤80 cm sebanyak 63,38% dan menghasilkan ukuran ≥80cm (boulder) batu andesit sebesar 36,61%. Proses pembongkaran batu andesit di PT MBS dilakukan menggunakan proses drilling and blasting, dengan standar hasil peledakan yang berukuran ≤80 cm sebanyak 70% dan yang berukuran ≥80 cm sebanyak 30%. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan langsung, kegiatan peledakan ini belum memenuhi standar perusahaan dimana didapatkan fragmentasi berukuran ≤80 cm sebanyak 63,38% dan boulder ≥80 cm sebanyak 36,61%. Melalui penelitian ini ingin diketahui geometri peledakan yang diterapkan di perusahaan; mengukur distribusi fragmentasi batuan andesit aktual menggunakan metode kuz-ram dan software split desktop 2.0; membuat rancangan ulang geometri peledakan secara teoritis menurut C.J Konya (1990); dan membandingkan distribusi hasil fragmentasi aktual dan rancangan ulang. Metode penelitian ini menggunakan persamaan C.J Konya untuk menghitung redesign geometri peledakan, dan menggunakan metode Kuz-Ram dan Software Split Desktop untuk menghitung ukuran fragmentasi secara perkiraan dan aktual. Sehingga dilakukan redesign jarak burden dari 2,27 m menjadi 2 m, spacing 2,32 m menjadi 2,74 m, stemming 2,32 m menjadi 2 m, subdrilling 0,5 m menjadi 0,6 m, kedalaman lubang ledak 6,11 m menjadi 8,6 m, nilai powder factor 0,42 kg/bcm (0,17 kg/ton) menjadi 0,58 kg/bcm (0,23 kg/ton). Distribusi fragmentasi geometri redesign menggunakan software Split Desktop 2.0 didapatkan ukuran ≤80 cm sebanyak 94,31% dan menggunakan analisis kuz-ram sebanyak 22,477%.
PREDIKSI OVERBREAK PADA PELEDAKAN TAMBANG BAWAH TANAH MENGGUNAKAN METODE EMPIRIK, STATISTIK DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Akbar, S.; Simangunsong, G. M.; Widodo, N. P.; Fadillah, T.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2332

Abstract

Teknik peledakan masih menjadi metode yang umum digunakan dalam penggalian tambang bawah tanah karena efisien dari segi waktu dan biaya. Meskipun begitu, metode ini memiliki serangkaian dampak negatif seperti halnya overbreak. Apabila tidak ditangani dengan baik, overbreak bisa saja mengarah ke masalah keselamatan dan peningkatan biaya yang menghambat kemajuan pekerjaan terowongan. Prediksi overbreak dibutuhkan untuk menemukan desain dan implementasi peledakan yang mempertimbangkan kondisi massa batuan di lapangan merupakan salah satu metode mencegah overbreak di kemudian hari. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi overbreak dengan menerapkan metode empirik, statistik, dan artificial intelligence (AI). Secara historis, overbreak terjadi akibat pengaruh dari beberapa faktor yaitu faktor teknis peledakan, kondisi massa batuan, dan dimensi terowongan. Variabel yang merepresentasikan ketiga faktor tersebut dan dijadikan masukan dalam membangun model prediksi adalah specific charge, perimeter powder factor, maximum charge per delay, hole depth, advance factor, tunnel section area, dan nilai Q-system. Metode empirik yang digunakan adalah persamaan Verma (2016), Multiple Regression Analysis (MRA) mewakili metode statistik, dan pendekatan AI menggunakan model Artificial Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Nilai Root Mean Square Error (RMSE) untuk masing-masing metode adalah 0,064 (Empirik), 0,029 (MRA), dan 0,22 (ANFIS). Hasil tersebut mengindikasikan metode statistik dengan model MRA lebih baik digunakan untuk metode prediksi overbreak.
PENENTUAN FAKTOR KORESI WAKTU KERJA EFEKTIF DAN CYCLE TIME SISTEM SHOVEL-DUMP TRUCK BERBASIS ANALISIS MULTIVARIABEL Harlin, V. R.; Ibrahim, E.; Toha, M. T.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2365

Abstract

Perencanaan kebutuhan dumptruck untuk pengupasan overburden mempertimbangkan target overburden dan kemampuan produksi dumptruck. Variabel utama yang mempengaruhi produksi dumptruck adalah waktu kerja efektif dan cycle time, yang ditentukan melalui pengamatan langsung dan perhitungan teoritis. Produksi dumptruck bervariasi karena multivariabel yang mempengaruhi waktu kerja efektif dan cycle time. Penelitian ini bertujuan mengestimasi waktu kerja efektif dan cycle time aktual tahunan dengan menentukan faktor koreksi menggunakan metode AHP. Hasil pengamatan menunjukkan waktu kerja efektif sebesar 69,20%, sementara pemodelan menghasilkan 52,57% dengan faktor koreksi 0,38. Terdapat selisih 24,03% lebih kecil dari waktu kerja efektif aktual. Cycle time pengamatan aktual adalah 23,06 menit, teoritis 11,24 menit, dan pemodelan 14,16 menit dengan faktor koreksi 0,24. Terdapat selisih 38,59% lebih besar dari cycle time aktual dibandingkan dengan pemodelan dan selisih 51,25% lebih kecil dibandingkan dengan aktual. Multivariabel dominan yang mempengaruhi waktu kerja efektif meliputi disiplin kerja (17,00%), maintanance & repair (41,90%), pengisian bahan bakar (6,10%), cuaca (29,30%), dan luas area di front dan disposal (5,70%). Sedangkan variabel yang mempengaruhi cycle time meliputi topografi (35,10%), sliperry (32,70%), kepadatan jalan (17,40%), jarak pandang (7,40%), dan penyiraman jalan (7,50%).
OPTIMASI RECOVERY CASSITERITE (SnO2) PADA KIP TIMAH 19 PT TIMAH TBK Ferdian, R.; Toha, T.; Ibrahim, E.; Yusuf, M.; Komar, S.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2392

Abstract

Recovery cassiterite merupakan salah satu indikator dalam keberhasilan proses pemisahan cassiterite dengan mineral pengotornya. Kapal Isap Produksi (KIP) Timah 19 merupakan armada operasional penambangan milik PT Timah Tbk yang beroperasi di wilayah laut Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Proses pencucian bijih timah (cassiterite) pada KIP Timah 19 menggunakan Pan American Jig sebagai alat konsentrasinya, namun nilai recovery-nya masih di bawah standar perusahaan yaitu berkisar 90%-94%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi variabel operasi jig yang mempengaruhi rendahnya capaian recovery cassiterite dalam proses pencucian bijih timah untuk mendapatkan recovery yang optimal sesuai dengan persyaratan perusahaan (di atas 96%). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan melakukan perubahan pada variabel operasi jig untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengoptimalan recovery pada jig dapat tercapai setelah dilakukan perubahan atau penyesuaian salah satu variabel operasi jig, yaitu dengan panjang 32 mm, 26 mm dan 19 mm dan frekuensi pukulan jig sebesar 140 pukulan per menit. Recovery akhir dari jig primer BB 1 dan BB 2 meningkat dari 94,27% dan 96,58% menjadi 98,60% dan 98,73%.
PENGARUH PENAMBANGAN BATUBARA RAKYAT TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI PANASAN, MUARA ENIM ., Harnani; Gunawan, M. F.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.1645

Abstract

Penambangan batubara rakyat merupakan salah satu kegiatan pertambangan batubara oleh masyarakat sekitar dalam skala kecil dan gotong royong sebagai salah satu bentuk mata pencaharian. Penambangan rakyat ini terkadang tidak memenuhi standar dalam aspek lingkungan, sehingga bersifat merusak alam dan menyebabkan terganggunya keseimbangan antara lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam. Kegiatan eksploitasi tersebut dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan masyarakat itu sendiri terutama terhadap kualitas aliran sungai apabila dibiarkan secara terus-menerus. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas baku mutu air Sungai Panasan yang terdampak oleh adanya penambangan batubara rakyat pada daerah penelitian. Penentuan kualitas air sungai merujuk pada parameter dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 32 Tahun 2017, kemudian menggunakan metode Storet dalam menentukan indeks pencemaran sungai menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kondisi parameter kimia (Flourida, Kesadahan, Fe, Ph) dan fisika (kekeruhan, bau, DHL, dan rasa) di daerah penelitian tidak memenuhi syarat sesuai baku mutu dengan nilai Indeks Storet sebesar -25 atau tergolong tercemar sedang. Dengan demikian kondisi tersebut membahayakan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar aliran Sungai Panasan.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENGGUNAAN ALAT ANGKUT MERCY3939K DENGAN SCANIAP380 PADA PENGUPASAN OVERBURDEN Zahar, W.; Setyaningsih, S.; Yulanda, Y. A.
Jurnal Pertambangan Vol 8 No 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.1765

Abstract

Kegiatan pengupasan overburden merupakan kegiatan yang perlu dilakukan sebelum dilakukan kegiatan coal getting. Penggunaan alat angkut pada biaya pengupasan overburden merupakan komponen biaya terbesar yang akan dikeluarkan oleh perusahaan diakibatkan oleh populasi unit yang paling banyak. Biaya tersebut terdiri dari biaya owning cost dan operating cost. Biaya produksi sangat dipengaruhi oleh produktivitas alat dimana semakin lama penggunaan alat maka performa alat akan menurun. Pada penelitian ini, umur alat telah digunakan selama lima tahun penggunaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa biaya alat angkut yang menguntungkan, sehingga memberikan keuntungan dengan mempertimbangkan biaya kepemilikan dan operasional serta biaya produksi dengan mengkorelasikannya dengan produktivitas alat. Berdasarkan penelitian didapatkan produktivitas Mercedes Benz Actross 3939K sebesar 53,12 bcm/jam dengan biaya kepemilikan Rp 60.512/jam dan biaya operasional Rp 448.598/jam. Sedangkan produktivitas Scania P380 sebesar 37,25 bcm/jam dengan biaya kepemilikan Rp 63.718/jam dan biaya operasional Rp 420.411/jam. Dengan membagi nilai produktivitas alat didapatkan biaya produksi Mercedes Benz Actross 3939K Rp 9.584/bcm sedangkan Scania P380 Rp 12.996/bcm. Berdasarkan biaya produksi tersebut disimpulkan bahwa walaupun operating cost dump truck Mercedes Benz Actross 3939K lebih besar namun unggul secara performa sehingga Mercedes Benz Actross 3939K lebih ekonomis secara biaya produksi dibandingkan dengan dump truck Scania P380.