cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and humanities at a regional, national, and global scale. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the area of society and humanities. The scope of the fields contained in JISH covers the following areas: social work, social welfare, social change, and social policy; humanism and human rights; corporate governance, and community studies; crosscultural and multiculturalism studies; population, and development studies; ethics, and intergroup relations; war, conflict, and international relations; linguistics, literature, and media studies; performing arts (music, theatre, and dance); studies of inequality (class, race and gender studies); and other related areas. Articles published on research results and literature review with acceptable research methodologies, qualitative studies, quantitative studies, or a combination of both, statistical analysis, case studies, field research, and historical studies. JISH received manuscripts from various related circles, such as relevant researchers, professors, students, policy-makers, scientists, and others.
Articles 626 Documents
Safety, Quality, and Religion on the Consumption of Halal Cosmetic Products: Views of Female Muslim University-Students Talitha Andra Prakasita; Amika Wardana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.39251

Abstract

The awareness of halal cosmetics has been rising among Muslim consumers, particularly female youths in Indonesia, for years. However, it has always been contentious whether this trend is stimulated by the increasing religiosity and Islamic religious understanding among the populace. The study aims to investigate the reasons behind the consumption and its links to the understanding of halal cosmetic products among female Muslim university students, particularly those living in Yogyakarta. For the study, 105 female Muslim students were questioned via a google-form survey, followed by in-depth qualitative phone interviews with 12 of them to gather the required data. The study presents that even though valuing more the safety, quality, and Halal certification status of cosmetic products they have been consuming, female Muslim students prefer to put first the two factors before the third one, followed by others, including the price, adverts, friends’ recommendation. It is revealed that they have shown good knowledge and understanding to look out carefully the ingredients, how to use and safety warning of cosmetic products rather than simply choosing them for religious reasons. Various understanding regarding the halal certification of cosmetic products and its social and religious implications for Muslims have played essential roles in influencing the preference of these female Muslim students.
STRATEGI TRANSFORMASI DIGITAL UMKM KERAJINAN TANGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN GIANYAR, BALI Ni Luh Wayan Sayang Telagawathi; Ni Made Suci; Komang Krisna Heryanda
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.39734

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memperdalam strategi yang dilakukan oleh UMKM kerajinan tenun dalam beradadaptasi dengan dunia digital pada masa pandemic Covid-19 ini. Transformasi digital bagi UMKM menjadi keniscayaan masa masa pandemic sekarang, namun juga tidak terlepas dari tantangan yang menyertainya. Para pelaku UMKM kerajinan tenun di lapangan memiliki strategi untuk beradaptasi saat situasi krisis. Artikel ini berargumen bahwa UMKM akan diuji resiliensinya (kebertahannya) di tengah krisis untuk untuk mengeksploitasi sumber daya yang dimilikinya dan melakukan langkah-langkah inovatif. Artikel ini menjadikan para pengerajin tenun di Kabupaten Gianyar sebagai subyek penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Klasifikasi dan analisis data dilakukan dengan kaidah metode kualitatif. Studi ini menemukan bahwa pelaku UMKM kerajinan tenun menghadapi kesulitan dalam melakukan adaptasi dengan teknologi digital, terutama pada pemasaran dalam jaringan (daring). Implikasinya, UMKM harus merancang strategi masuk dalam ekosistem digital.
NILAI EKOLOGIS DALAM UPACARA MAMAPAS LEWU SUKU DAYAK NGAJU Tahan Mentria Cambah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.40880

Abstract

Mamapas lewu adalah salah satu upacara penting dalam komunitas suku Dayak Ngaju. Upacara ini biasaya melibatkan seluruh penduduk desa atau kampung. Tujuannya adalah agar desa atau kampung tersebut dihindarkan dari bencana. Upacara Mamapas lewu tersebut sarat dengan nilai ekologis.Tujuan penelitian ini adalah menemukan nilai-nilai ekologis yang terdapat dalam upacara Mamapas lewu yang dilakukan oleh suku Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah. Nilai-nilai tersebut dapat mendorong kepedulian masyarakat dalam memelihara lingkungan hidup. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari sumber literatur yang berhubungan dengan topik dan dari hasil wawancara serta pengamatan terlibat dengan kelompok suku Dayak Ngaju. Penelitian ini menunjukkan bahwa upacara Mamapas lewu mengandung nilai kepedulan ekologis yang berguna untuk masyarakat ikut serta secara aktif memelihara alam semesta. Kepedulian tersebut terlihat dalam pemahaman bahwa alam adalah saudara, alam adalah subyek yang memiliki entitas, dan adanya pengakuan bahwa manusia dan alam saling bergantung. Hubungan tersebut tidak dibahas secara jelas dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Tulisan sebelumnya lebih banyak menggambarkan jalannya upacara dan kaitannya dengan ritual suku Dayak Ngaju. Selain itu, penelitian sebelumnya juga lebih menggali nilai ekologis secara umum. Penelitian ini justru membuktikan bahwa ada potensi besar dalam upacara Mamapas lewu yang dapat mendorong kepedulian masyarakat, khususnya orang Dayak Ngaju terhadap alam semesta.
EKSISTENSI MASYARAKAT HUKUM ADAT DAN DINAMIKA TANAH ULAYAT DI MANGGARAI TIMUR Wasyilatul Jannah; M. Nazir Salim; Dian Aries Mujiburohman
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.41006

Abstract

Masyarakat Hukum Adat (MHA) Manggarai merupakan komunitas yang terdiri atas puluhan atau bahkan ratusan suku yang berbeda-beda. Hampir seluruh wilayah Manggarai didiami oleh MHA. Setiap persoalan yang terjadi dalam kehidupan MHA memiliki potensi menimbulkan dampak luas. Kondisi tersebut membutuhkan perlindungan terhadap MHA Manggarai yang juga bermakna perlindungan terhadap masyarakat Manggarai secara luas termasuk tanah Ulayat. Atas situasi tersebut, tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika MHA Manggarai Timur dan problematika tanah Ulayat khususnya di Desa Nanga Labang, Rondo Woing, dan Satar Punda, Manggarai Timur. Dengan metode kualitatif dan pendekatan sosial antropologi khususnya etnografi serta kajian yuridis normatif yang dilakukan di tiga Desa di atas, tulisan ini mampu menggambarkan eksistensi dan dinamika MHA dan hubungannya dengan tanah Ulayat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa MHA di Manggarai Timur eksistensinya cenderung melemah dan memiliki pola perubahan yang berbeda di tiap daerah. Keberadaan tanah Ulayat masih ada namun jumlahnya semakin terbatas bahkan terdapat beberapa wilayah yang tidak lagi memiliki tanah Ulayat. Studi ini menawarkan skema perlindungan oleh negara agar agar eksisitensi MHA dan tanah Ulayat tetap eksis karena hal itu merupakan kearifan lokal yang mampu membendung arus globalisasi dan individualisasi tanah Ulayat. Idealnya, MHA dan tanah Ulayat mendapat perlindungan, dengan melindungi pranata adat maupun tanah Ulayatnya, minimal pengakuan dari pemerintah setempat agar eksistensi MHA Manggarai tetap bertahan.
HUBUNGAN PEMAHAMAN VAKSIN COVID-19 TERHADAP PERILAKU KESEDIAAN DIVAKSIN DAN SIKAP MENGHADAPI NEW NORMAL DI MALANG Siti Kholifah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.41861

Abstract

Keberadaan vaksin Covid-19 di tengah pandemi menjadi salah satu harapan untuk mengatasi krisis dan kembali pada kehidupan normal. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman masyarakat di Kota Malang terkait vaksin Covid-19 (variabel X), pola perilaku kesediaan untuk divaksin (variabel Y1) dan pola sikap pada new normal (variabel Y2), serta melakukan uji korelasi pada 3 variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-eksplanatif dengan uji statistik rank kendall. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner pada 148 responden. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel X dengan Y1 dengan koefisien korelasi 0,085, maupun variabel X dengan Y2 koefisien korelasi 0,051. Tingginya pemahaman responden tentang vaksin tidak berpengaruh pada kesediaan divaksin dengan alasan terkait keamanan vaksin, takut efek samping, kurang yakin dengan efektivitas vaksin, serta berkaitan dengan keyakinan agama. Dalam menghadapi new normal yang paling penting adalah mematuhi Prokes, bukan melakukan vaksinasi. Penelitian ini menegaskan masih perlunya sosialisasi tentang vaksin terutama terkait efek samping dan efektivitas vaksin.
Indigenous Community Participation in Ecotourism Development: The Case of Bukit Tigapuluh National Park Musadad Musadad; Mariaty Ibrahim; Chelsy Yesicha
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.42012

Abstract

Previous studies have explored community participation in ecotourism. However, only a few have addressed indigenous people concerning their participation in ecotourism development, specifically within the context of a national park. Therefore, this study examined how and why indigenous people are participating in ecotourism development by taking a case study of a village in Bukit Tigapuluh National Park, Indonesia. This study collected data through semi-structured interviews and field observations using a qualitative method. Four forms of indigenous people’s participation in ecotourism development are found in this study, including discovering tourist attractions, conserving the forest, working in the ecotourism sites, and managing ecotourism attractions. Furthermore, this study discovered two factors encouraging their participation, i.e., community empowerment by the national park office and perceived positive impacts of ecotourism.
PERAN PERUSAHAAN SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN Yerik Afrianto Singgalen
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.43024

Abstract

Pemberdayaan di bidang ekonomi dapat mendukung keberlanjutan penghidupan komunitas. Secara kelembagaan, program pemberdayaan masyarakat dapat diakomodir oleh sektor publik maupun swasta dengan target luaran yang beragam. Dalam Perkembangan kajian akademik, riset tentang kontribusi perusahaan sosial dalam pemberdayaan masyarakat menunjukkan adanya ceruk yang perlu dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kontekstual, kontribusi perusahaan sosial dalam pemberdayaan komunitas dalam perspektif penghidupan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif interpretatif melalui studi kasus program pemberdayaan komunitas  perusahaan sosial. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, studi dokumen dan FGD. Adapun, teknik trianggulasi digunakan untuk memperoleh informasi yang valid dan kredibel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi utama perusahaan sosial bagi komunitas ialah mobilisasi akses terhadap sumber daya dalam bentuk modal manusia, modal finansial, modal sosial, modal fisik, modal alam untuk mereduksi pelbagai konteks kerentanan seperti kemiskinan, termasuk keterbatasan lain seperti penyandang disabilitas dan status narapidana. Dengan demikian, diperlukan sinergitas antara perusahaan sosial dan pemerintah untuk bersama mewujudkan penghidupan komunitas yang berkelanjutan.
Pandemi dan Strategi Coping Rumah Tangga Dini Yuniarti; Marsudi Endang Sri Rejeki; Fajar Agung Triatmojo; Ria Kurniawati; Anastia Abqiatul Fadlilah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.44352

Abstract

Pandemi memberikan dampak pada berbagai aspek salah satunya adalah aspek  ekonomi. Adaptasi kebiasaan baru yaitu menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Hal ini menyebabkan pergerakan orang dan barang menjadi terbatas.  Kondisi ini mendorong penurunan aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekonomi rumah tangga saat pandemi; strategi coping rumah tangga dalam menghadapi kesulitan saat pandemi; dan menganalisis hubungan antara karakteristik rumah tangga dengan kesulitan rumah tangga saat pandemi. Jenis penelitiannya adalah kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer dengan dimensi waktu data cross section. Unit analisis adalah rumah tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 196 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling. Pengumpulan data menggunakan metode survei.  Alat analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 73,2% rumah tangga mengalami kesulitan selama pandemi. Kesulitan yang dihadapi rumah tangga paling banyak adalah pendapatan, kemudian membayar pinjaman, membayar sekolah, pekerjaan dan kesehatan. Rumah tangga dalam menghadapi kesulitan melakukan berbagai strategi coping. Strategi coping yang dilakukan berbagai upaya  dari satu sampai 7 macam strategi. Namun strategi coping yang paling banyak dilakukan adalah berhemat. Temuan lainnya adalah terdapat dependensi antara kesulitan rumah tangga dengan pendapatan, pendidikan, dan jumlah keluarga. Untuk status pernikahan independen dengan kesulitan rumah tangga.
MENGURAI KOMPLEKSITAS MASYARAKAT DI MASA PANDEMI: LABIRIN MENUJU PENDEKATAN KEBIJAKAN SISTEMIK PERSPEKTIF SISTEM SOSIAL LUHMANN UI Ardaninggar Luhtitianti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.44440

Abstract

Artikel ini bermaksud untuk mengelaborasi problem kompleksitas sosial pada berbagai institusi di Indonesia dalam menghadapi pandemi dengan menggunakan teori Sistem Sosial Luhmann. Selama kurun waktu 2 (dua) tahun (2020-2022) institusi sosial-ekonomi dan kesehatan mengalami kegoncangan sistem dan bahkan pada titik tertentu berada pada taraf chaos. Kebijakan yang kurang sinkron antara pemerintah pusat dan daerah juga telah menjadi salah satu penyebabnya. Pada sisi lain, muncul ketidakpatuhan pada sebagaian besar masyarakat terhadap anjuran physical distancing, sehingga memunculkan kompleksitas tersendiri. Artikel ini disusun berdasarkan penelitian kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi virtual, studi literatur tentang teori Sistem Sosial Luhmann, dan penelusuran penelitian terdahulu tentang pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diferensiasi fungsional pada masing-masing sistem telah menghasilkan perbedaan makna pandemi pada masing-masing institusi. Perbedaan makna ini memunculkan umpan-balik berupa variasi kebijakan pada masing-masing institusi, khususnya ekonomi dan kesehatan. Hal tersebut nampak di permukaan sebagai wujud dari ketidaksinkronan kebijakan antar institusi. Melalui pendekatan Sistem Sosial Luhmann, problem kompleksitas memungkinkan untuk dapat diurai dari akarnya, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai salah satu rekomendasi intervensi kebijakan bagi setiap sistem ketika ke depan menghadapi situasi yang sama seperti pandemi.
Dangerous Worldview dan Keyakinan Konspirasi Terhadap Kepercayaan Pada Hoaks Mengenai Pemerintah Dalam Penanganan COVID-19 Annisa Zaenab Nur Fitria; Marselius Sampe Tondok
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.44488

Abstract

Tersebarnya hoaks mengenai peran pemerintah dalam penanganan COVID-19 menyumbang kegelisahan di lubuk hati masyarakat. Fenomena ini memancing beragam persepsi mulai dari positif hingga negatif. Persepsi negatif menenggelamkan motivasi masyarakat untuk bertahan di era pandemi, sehingga memantik masyarakat untuk mempercayai konspirasi dan menganggap dunia adalah tempat yang mengancam (dangerous worldview). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran dangerous worldview dan keyakinan konspirasi sebagai anteseden kepercayaan pada hoaks mengenai pemerintah akan penanganan COVID-19. Dengan menggunakan rancangan survei cross sectional dan sampel penelitian (N = 441) yang dipilih secara accidental sampling. Dangerous worldview, keyakinan konspirasi dan kepercayaan hoaks diukur menggunakan kuesioner, sedangkan hipotesis penelitian dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil menunjukkan bahwa dangerous worldview dan keyakinan konspirasi berperan signifikan dalam menjelaskan kepercayaan hoaks mengenai pemerintah (R= 0,746; R2= 0,556; F= 274,536; p<0,001 ) dengan kontribusi relatif dangerous worldview dan keyakinan konspirasi masing-masing sebesar 35% dan 77%. Hasil dan implikasi penelitian dibahas secara rinci. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah dangerous worldview dan keyakinan konspirasi berperan sebagai anteseden atau collective symbolic coping terhadap kepercayaan hoaks mengenai pemerintah.