cover
Contact Name
anggriawan ntp
Contact Email
anggriawanntp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
peternakansriwijaya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Peternakan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23031093     EISSN : 23031107     DOI : -
Jurnal peternakan sriwijaya is a journal containing a collection of scientific articles, both from the results of research or reviews / literature reviews in the field of animal science.
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
Pengetahuan, Kebijakan, dan Pengendalian Penyakit Antraks pada Ternak di Indonesia Robithul Islami; Siti Fatimatus Zahra; Pramiasih Yuniastuti; Putra Eka Awang Pranata; Mohammad Sefi; Desy Cahya Widianingrum
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 10, No 2 (2021): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.10.2.2021.12191

Abstract

Sistem keamanan peternakan terhadap penyakit antraks perlu ditekankan dengan memberikan pengetahuan dan pola sikap masyarakat dalam menghadapi endemi penyakit antraks. Pengetahuan dan pola sikap masyarakat tersebut, dapat dimulai dengan pengenalan penyakit baik dari munculnya penyakit antraks, gejala awal dan akibat ternak yang terinfeksi penyakit antraks, perkembangbiakkan bakteri antraks, penyebaran atau penularan penyakit antrak, pencegahan dan pengobatan penyakit antraks. Bacillus anthracis merupakan penyebab penyakit ini. Penularan terjadi saat ternak terpapar oleh spora bakteri. Bakteri maupun spora dapat bertahan dalam cuaca ekstrim dalam jangka waktu puluhan tahun. Pengendalian penyakit antraks dapat dilakukam secara efektif dengan pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin, pengawasan distribusi ternak antar wilayah, program vaksinasi, serta diagnosis penyakit yang akurat sehingga tindakan pengobatan dapat segera dilakukan.
Pengaruh Interval Inseminasi Buatan dan Konsentrasi Spermatozoa Terhadap Daya Tunas dan Kematian Embrio Ayam Sentul Muhamad Nur Irfan; Sigit Mugiyono; Dadang Mulyadi Saleh
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 10, No 2 (2021): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.10.2.2021.14446

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui taraf optimal pengaruh interval inseminasi buatan (IB) dan konsentrasi spermatozoa terhadap daya tunas serta kematian embrio ayam Sentul. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial pola (3x3) terdiri atas sembilan kombinasi perlakuan dan tiga ulangan. Materi penelitian yang digunakan 108 ekor ayam Sentul betina dan 24 ekor ayam Sentul jantan. Interval IB (I) sebagai faktor pertama terdiri atas i1 (setiap tiga hari), i2 (setiap enam hari), dan i3 (setiap sembilan hari). Konsentrasi spermatozoa (K) sebagai faktor kedua terdiri atas k1 (50 juta), k2 (100 juta), dan k3 (150 juta). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi antara interval IB dengan konsentrasi spermatozoa berpengaruh tidak nyata (P>0,05), interval IB berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dan konsentrasi spermatozoa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tunas ayam Sentul. Hasil uji lanjut, yaitu uji orthogonal polynomial menunjukkan titik optimal interval IB pada interval lima hari menghasilkan daya tunas 91,34% dengan persamaan kuadratik Y=62,381+11,542X–1,150X², dan titik optimal konsentrasi spermatozoa pada 109 juta menghasilkan daya tunas 90,51% dengan persamaan kuadratik Y=42,657+0,875X–0,004X². Hasil analisis variansi kematian embrio menunjukkan bahwa interval IB, konsentrasi spermatozoa, dan interaksi antara kedua faktor tersebut berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kematian embrio ayam Sentul.
Efek Perendaman Menggunakan Bubuk Kayu Manis (Cinnamomum burmanni) terhadap Kualitas Interior Telur Itik Fahrullah Fahrullah
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 10, No 2 (2021): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.10.2.2021.15131

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh  lama perendaman menggunakan bubuk kayu manis terhadap kualitas interior telur itik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan, A1=kontrol; A2=3 hari; A3=6 hari dan A4=9 hari dengan 5 kali ulangan. Variabel penelitian yang diamati adalah haugh unut, yilk index, albumin index, kedalaman kantung udara, serta oengujian organoleptik. Perendaman menggunakan bubuk kayu manis memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap nilai yolk index dan warna yolk. Perendaman menggunakan bubuk kayu manis memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai albumin index, kedalaman kantung udara, teksur yolk dan albumin, namun pengujian haugh init tidak mmberikan perbedaan yang nyata (P>0,01). Penggunaan bubuk kayu manis untuk perendaman telur itik belum mampu memperbaiki kualitas interior telur itik, namun penggunaan kayu manis dapat dijadikan salah satu alternatif dalam proses pengawetan telur.Kata Kunci: Telur, Bubuk Kayu Manis, Perendaman, Kualitas Interior.
Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Rendemen, Kadar Air, dan Organoleptik Dendeng Sayat Daging Ayam Chairil Anwar; Irmayanti Irmayanti; Geta Ambartiasari
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 10, No 2 (2021): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.10.2.2021.15730

Abstract

Dendeng merupakan lembaran daging yang dikeringkan dengan menambahkan campuran gula, garam, serta bumbu-bumbu lain. Dendeng juga salah satu produk awetan daging tradisional yang sangat popular di Indonesia dan memiliki daya terima yang tinggi di beberapa negara Asia. Pengeringan termasuk salah satu tahapan proses pembuatan dendeng yang perlu diperhatikan. Pengeringan ini bertujuan untuk memperlambat laju kerusakan akibat aktivitas biologi dan kimia akibat berkurangnya kadar air pada bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama pengeringan terhadap rendemen, kadar air, organoleptik dendeng sayat daging ayam. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode percobaan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor lama pengeringan dibawah sinar matahari yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu A=6 jam, B=7 jam, C=8 jam, dan D=9 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama pengeringan (6, 7, 8, dan 9 jam) memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) terhadap rendemen, kadar air, dan organoleptik rasa, warna, aroma, dan tekstur. Dendeng sayat daging ayam dengan kualitas organoleptik yang terbaik terdapat pada perlakuan lama pengeringan 7 jam dengan karakteristik warna 4,01 (agak suka), rasa 3,87 (agak suka), aroma 2,64 (agak tidak suka), dan nilai organoleptik tekstur 2,95 (agak tidak suka).
Peran Kortisol dalam Kasus Kawin Berulang pada Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) Yosephine Laura Raynardia; Aqil Adyatama; Zurriyatina Qurota A&#039;yun; Ginar Rosita; Laras Nur Prawesti
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 10, No 2 (2021): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.10.2.2021.12929

Abstract

Kurangnya kesadaran peternak tentang kebutuhan pakan baik konsentrat atau hijauan pada sapi perah PFH akan berdampak pada penurunan performa reproduksi sapi sampai penurunan produksi susu karena kurangnya asupan nutrient. Menurunnya performa reproduksi sapi perah PFH adalah terjadinya stres pada tubuh sapi tersebut. Stres pada tubuh mengakibatkan produksi beberapa hormon yang berpengaruh pada metabolisme tubuh. Hormon yang berperan pada kejadian ini adalah kortisol yaitu hormon yang dihasilkan ketika ternak tersebut mengalami stres. Ternak yang mengalami stres, pusat kognitif pada otak akan menerima stimulus yang dianggap ancaman dari lingkungan dan melakukan reaksi berupa mekanisme respon melalui sinyal nervus yang akan mengaktivasi hipotalamus menghasilkan Corticotropin Releasing Hormone (CRH). Hormon ini akan tersekresi dan ditransport menuju anterior pituitari yang berefek pada peningkatan sintesis dan sekresi Adreno Corticotropin Hormone (ACTH). Selanjutnya, ACTH akan memiliki aksi terhadap sterodiogenesis dan akan mendukung pengangkatan kolesterol serta perubahan enzimatik menjadi hormone glukokortikoid berupa kortisol dan kortikosterone. Hal ini juga mengakibatkan terjadinya kawin berulang yang akan berdampak pada kerugian peternak. Tujuan dari penulisan ini adalah mengungkap adanya efek negatif yang masif jika mengabaikan nutrien pakan yang terungkap melalui kortisol dalam darah sapi perah PFH.
Kualitas Kimia Telur Asin Itik Pegagan dengan menggunakan Larutan Indigofera sp Meisji liana Sari; sofia sandi; Eli Sahara; Riswandi Riswandi; Pungky Oktavia
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 11, No 1 (2022): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.11.1.2022.14232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan larutan Indigofera sp. terhadap kualitas kimia telur asin itik Pegagan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Adapun telur yang digunakan pada penelitian ini diambil dan dikumpulkan dari kelompok ternak itik pegagan di Desa Kotadaro Tanjung Raja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Penelitian ini terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing ulangan digunakan sebanyak 5 butir telur. Perlakuan terdiri atas : P0 (pengasinan tanpa larutan Indigofera sp.); P1 (pengasinan menggunakan larutan Indigofera sp. 25%); P2 (pengasinan menggunakan larutan Indigofera sp. 50%); dan P3 (pengasinan menggunakan larutan Indigofera sp. 75%). Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan larutan Indigofera sp. berbeda tidak nyata (P>0.05) terhadap kadar air dan kadar protein, tetapi berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar abu dan kadar lemak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan larutan Indigofera sp. sampai konsentrasi 75% mampu mempertahankan kadar air, kadar protein, namun menurunkan kadar abu dan kadar lemak.Kata kunci: Indigofera sp, Kualitas gizi, Pengasinan, Telur itik Pegagan.
Kualitas Silase Rumput Kumpai Minyak (Hymenachne Amplexicaulis) yang Diberi Lactobacillus Plantarum Dengan Penambahan Molases Yang Berbeda Nur Muhamad; Rizki Amalia Nurfitriani; Ristianto Utomo; andriyani astuti
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 11, No 1 (2022): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.11.1.2022.17462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas silase rumput Kumpai Minyak dengan penambahan Lactobacillus. plantarum dan aditif molases berbeda. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap 3 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu 0%, 2,5%, dan 5% molases. Variabel yang diukur meliputi kadar ammonia (NH3),bahan kering (BK), bahan organik(BO), protein kasar(PK), serat kasar(SK), lemak kasar(LK), dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil penelitian menunjukkan pemberian molases yang berbeda memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai pH, NH3, BK, BO, PK, dan LK (P<0.05), tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap SK dan BETN (P>0.05). Pemberian molases sebesar 2,5 – 5% mampu menurunkan kadar ammonia dan mempertahakan kandungan protein kasar. Adapun pemberian molases 5% memiliki kandungan BK dan LK tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan pada kandungan BO nilai tertinggi terdapat pada pemberian molases 2,5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa silase rumput Kumpai minyak dengan molase 2,5 – 5% mampu menjaga kualitas pakan dengan menjaga komposisi nutrisi bahan pakan dari kerusakan selama penyimpanan.Kata kunci: Aditif, komposisi kimia, L. plantarum. Rumput kumpai minyak, Silase 
Forecasting Produksi dan Konsumsi Daging Ayam Broiler di Provinsi Jawa Timur Masyithah Hanni; Istis Baroh; Bambang Yudi Ariadi
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 11, No 1 (2022): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.11.1.2022.15835

Abstract

Forecasting produksi dan konsumsi daging ayam broiler sangat penting untuk dilakukan agar menghindari defisit atau kekurangan ketersediaan daging ayam broiler, sehingga dapat terpenuhinya gizi pada masyarakat terutama di Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian yakni menganalisis trend produksi dan konsumsi daging ayam broiler selama tahun 2011-2020 dan forecasting pada tahun 2021-2025 serta mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan dari produksi dan konsumsi daging ayam broiler di Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2011-2020 di Provinsi Jawa Timur, produksi dan konsumsi daging ayam broiler mengalami trend meningkat atau positif, namun pada tahun 2012-2013 daging ayam broiler mengalami defisit/kekurangan. Tahun 2021-2025 di Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa hasil forecasting produksi dan konsumsi juga mengalami peningkatan dengan perbedaan yang sangat signifikan. Dengan demikian, karena adanya perkembangan dari produksi dan konsumsi daging ayam broiler ini maka dapat menimbulkan beberapa dampak yang dapat merugikan ataupun memberikan keuntungan dari segi aspek lingkungan maupun ekonomi di Provinsi Jawa Timur.Kata kunci: Daging Ayam Broiler, Forecasting, Trend, Produksi, Konsumsi.
Kualitas Semen Ayam KUB menggunakan Pengencer Ringer Dextrose dan Ringer Laktat pada Suhu 5 Celcius Triadi Triadi; Mohamad Ervandi; Fahrullah Fahrullah; Terri Repi; Merita Ayu Indrianti
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 11, No 1 (2022): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.11.1.2022.16641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen ayam KUB menggunakan pengencer ringer dextrose dan ringer laktat pada suhu 5?. Pengumpulan data variabel motilitas, viabilitas, dan abnormalitas yang diperoleh dalam penelitian ini dicatat kemudian ditabulasi menggunakan program excel kemudian dianalisis secara deskriptif analitik. Variabel penelitian yang diamati adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ringer laktat mampu mempertahankan kualitas semen ayam KUB dengan lama simpan 6 hari dengan menghasilkan motilitas, viabilitas yang lebih baik serta tingkat abnormalitas yang lebih rendah dibandingkan dengan pengencer ringer dextrose yang hanya mampu mempertahankan kualitas semen dengan lama simpan 4 hari. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa Pengencer ringer laktat memiliki kualitas semen yang lebih tinggi dengan lama simpan mencapai 6 hari dengan motilitas individu mecapai 60%, viabilitas 48,76%, dan abnormalitas 6,36% sedangkan pengencer ringer dextrose dapat mempertahankan kualitas semen dengan lama simpan 4 hari dengan motilitas individu 53%, viabilitas 30,1% dan abnormalitas 7,13%.Kata kunci: Ayam KUB, Ringer Dextrose, Ringer Laktat, Semen.
Respon Peternak Sapi Limousin terhadap Pelayanan Inseminasi Buatan Mursidin Mursidin; Jumriah Syam; Mustakim Mustakim; Muhammad Arsan Jamili; Handayani Indah Susanti; Suci Ananda; Irmawaty Irmawaty
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 11, No 1 (2022): JURNAL PETERNAKAN SRIWIJAYA
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.11.1.2022.16795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon peternak sapi limousin terhadap pelayanan Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dengan melakukan kunjungan langsung dan mengamati lokasi peternak sapi Limousin yang mengikuti program IB serta melakukan wawancara secara mendalam (In-depth interview) dengan menggunakan bantuan quisioner kepada peternak. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriptif menggunakan Tabel distribusi frekuensi serta pengukuran menggunakan skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon peternak terhadap pelayanan teknologi IB pada sapi limousin berdasarkan beberapa indikator penilaian. Kinerja inseminator berada pada kategori sangat puas dengan total nilai 676.2. respon terhadap ketersediaan semen berada pada kategori yang sangat tersedia dengan nilai sebesar 528,3. Tingkat kelahiran (S/C) berada pada memiliki respon baik dengan total nilai 486.4. Peralatan IB berada pada kategori sangat tersedia dengan total nilai 540.5. Peran pemerintah berada pada kategori baik dengan total nilai 434 dan nilai keseluruhan dari sub variabel berada pada kategori baik dengan total nilai 2664.Kata kunci: Respon Peternak, Sapi limousin, Pelayanan Inseminasi Buatan

Page 11 of 13 | Total Record : 121