cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Kajian Karakteristik Pasien Gagal Jantung Kongestif di Rumah Sakit Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak Anindia, Winda; Rizkifani, Shoma; ., Iswahyudi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Gagal Jantung Kongestif (GJK) menjadi salah satu masalah kesehatan dalam sistem kardiovaskuler yang jumlahnya meningkat cepat dan umumnya disertai komplikasi penyakit lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pasien GJK yang dirawat di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik pasien. Pengambilan data secara retrospektif dengan teknik total sampling, diperoleh 34 data rekam medik pasien dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 34 sampel terdapat 18 pasien (52,94%) dengan jenis kelamin laki-laki dan terdapat 16 pasien (47,05%) dengan jenis kelamin perempuan. Berdasarkan kelompok usia 40-60 tahun sebanyak 20 kasus (58,82%) sedangkan usia ?60 tahun sebanyak 14 kasus (41,18%), serta penyakit penyerta diantaranya dyspepsia dengan jumlah 6 kasus (18,75%), unstable angina pectoris (UAP) dan diabetes mellitus dengan jumlah 2 kasus (6,25%), acute kidney injury dengan jumlah 3 kasus (9,37%) dan penyakit lain yang berjumlah 19 kasus (59,37%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari perempuan, usia lebih banyak pada rentang 40-60 tahun, dan penyakit penyerta lebih banyak yaitu dyspepsia.
POTENSI PENGGUNAAN MINYAK ALPUKAT (Avocado Oil) SEBAGAI PELEMBAB Sari, Putri Kemala; Desnita, Rise; Anastasia, Desy Siska
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak alpukat (avocado oil) dikenal dengan dengan khasiatnya yang mampu merawat kulit karena mengandung berbagai macam vitamin dan asam lemak. Komponen utama asam lemak yang terkandung dalam minyak ini adalah asam oleat yang berkhasiat untuk melembabkan kulit. Penggunaan sediaan pelembab (moisturizer) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kulit kering. Pada jurnal review ini membahas tentang penggunaan minyak alpukat sebagai sediaan pelembab.
PENGGUNAAN ETIL SELULOSA SEBAGAI POLIMER DALAM PREPARASI MICROSPHERE Arianda, Muhammad Fikri; Desnita, Rise; Anastasia, Desy Siska
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microsphere merupakan sistem penghantaran obat berupa partikel sferis kecil yang dapat meningkatkan bioavailabilitas dan meminimalisir efek samping obat konvensional. Etil selulosa merupakan polimer yang dapat digunakan untuk membentuk microsphere dan telah dilaporkan memiliki efisiensi penjerapan yang baik. Review artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan polimer etil selulosa dalam pembuatan microsphere dengan berbagai zat aktif sehingga dapat dijadikan landasan untuk sistem penghantaran obat yang lebih efektif. Metode penulisan review ini bersifat studi pustaka. Sumber data yang digunakan pada review artikel ini adalah artikel dari jurnal nasional dan internasional mengenai penelitian penggunaan polimer etil selulosa dalam pembuatan microsphere. Penggunaan etil selulosa terbukti dapat membentuk microsphere sferis dengan ukuran <1000 µm, memiliki persen yield dan efisiensi penjerapan yang baik. Dari hasil review diperoleh bahwa etil selulosa merupakan polimer yang efektif dalam pembuatan microsphere.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA TENTANG OBAT GENERIK Veronika, Vina; Untari, Eka Kartika; Nurbaeti, Siti Nani
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan harus memiliki pengetahuan yang lebih baik terhadap obat generik dibanding masyarakat karena peran tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat bahwa obat generik memiliki mutu, kualitas dan efektifitas yang sama dengan obat bermerek dagang. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang obat generik berdasarkan jurusan dan tingkat pendidikan mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Jenis penelitian adalah desktiptif observasional dengan rancangan cross sectional. Responden berjumlah 317 responden yang merupakan mahasiswa aktif angkatan 2020, 2019, 2018 dan 2017. Teknik pengambilan sampel adalah quota sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner online dalam bentuk google form. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan distribusi responden dari masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (50,1%). Jurusan yang memiliki tingkat pengetahuan paling baik adalah farmasi, kedokteran dan keperawatan serta semakin tinggi tingkat pendidikan tidak menunjukkan tingkat pengetahuan yang lebih baik.
EVALUASI PENATALAKSANAAN TERAPI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE TAHUN 2019 Meriska, Nisa; Susanti, Ressi; Nurmainah, Nurmainah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh infeksi virus dengue untuk itu dalam pengobatannya hanya diperlukan terapi suportif sebagai pengganti cairan tubuh dan terapi simtomatis seperti pemberian paracetamol untuk mengatasi demam dan tidak memerlukan antibiotik apabila tidak ada infeksi sekunder ataupun mengalami sindrom syok dengue (SSD). Penggunaan obat dan dosis yang tidak sesuai pada anak dapat memperburuk penyakit DBD yang diderita sehingga merupakan urgensi diperlukannya suatu pengkajian dan evaluasi terhadap pola penatalaksanaan DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pada pasien DBD serta evaluasi penatalaksanaan terapi pada pasien DBD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potong lintang yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data berdasarkan data rekam medis yang dilakukan dengan teknik accidental sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini berjumlah 30 pasien. Hasil penelitian ditemukan karakteristik pasien laki-laki sebanyak 40% dan perempuan sebanyak 60%. Rentang usia pasien yang terlibat dalam penelitian ini berusia 2-5 tahun (33,33%) dan 6-12 tahun (66,67%). Evaluasi penatalaksanaan terapi penyakit DBD pada anak yaitu tepat pasien (100%), tepat indikasi (93,33%), tepat obat (93,33%), dan tepat dosis (86,67%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasien yang paling banyak mengalami DBD berjenis kelamin perempuan (60%) dengan rentang usia paling banyak 6-12 tahun (66,67%) dan untuk tatalaksana terapi penyakit DBD sudah tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis.
IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) ., Nunung; Luliana, Sri; Apridamayanti, Pratiwi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senggani (Melastoma malabathricum L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki berbagai khasiat seperti antioksidan dan antibakteri. Ekstrak daun senggani berdasarkan uji fitokimia diketahui mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, fenolik, flavonoid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya senyawa flavonoid pada ekstrak daun senggani. Ekstrak daun senggani diperoleh dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Metode yang digunakan adalah kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam plat silika gel GF254 dan dua macam fase gerak yaitu kloroform :metanol : etilasetat :air (80:12:6:2) dan etilasetat : asam format : asamasetat :air (100:11:11:26). Hasil penelitian pada ekstrak daun senggani menunjukkan adanya senyawa flavonoid yang ditandai dengan bercak berwarna kuning dan hijau kekuningan setelah disemprot pereaksi AlCl3 5% dengan nilai Rf (0,11 ; 0,26 ; 0.49) dan (0,62 ; 0,85 ; 0,96). Kata Kunci: Ekstrak Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.), Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Flavonoid.
PROFIL PENGOBATAN ANTIEPILEPSI DAN EFEK SAMPING YANG TIDAK DIINGINKAN PADA PASIEN EPILEPSI DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT Arunika, Frida; ., Robiyanto; Purwanti, Nera Umilia
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Epilepsi merupakan serangan berulang secara periodik dengan atau tanpa kejang. Serangan tersebut disebabkan oleh aktivasi listrik berlebihan pada neuron korteks dan ditandai dengan perubahan aktivitas listrik seperti yang diukur dengan electroensephalography (EEG). Pengobatan pada pasien epilepsi yaitu dengan jangka waktu pengobatan yang lama dan seringkali memerlukan lebih dari satu obat, sehingga berpotensi menimbulkan efek samping. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan, jenis efek samping dan persentase kejadian efek samping pada pasien epilepsi rawat inap yang didiagnosa mengalami penyakit epilepsi (F06.8) di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019. Metode : Jenis penelitian ini termasuk penelitian observasional menggunakan rancangan studi potong lintang yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien dan lembar kuisioner algoritma naranjo versi Bahasa Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil : Profil pengobatan yang digunakan Karbamazepin, Fenitoin, Clobazam, Fenobarbital, dan Oskarbazepin dengan jenis efek samping yaitu sedasi, pusing, mual/muntah, nafsu makan menurun, mudah lelah, sembelit, nystagmus, dan ataksia dan persentase kejadian efek samping yaitu sebesar 100%. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan antiepilepsi secara kombinasi lebih banyak menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan pada pasien.
POLA PENGGUNAAN ANTIBITIK PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN HEMATEMESIS MELENA DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA KOTA PONTIANAK Sartika, Devi; Yuswar, M. Akib; Susanti, Ressi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotika merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan didunia. Tingginya prevalensi pengobatan sendiri dengan antibiotik ditemukan pada orang dewasa dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien sirosis hati dengan atau tanpa hematemesis melena. Penelitian ini adalah penelitian observasional menggunakan rancangan studi potong lintang (cross sectional) dengan menggunakan data rekam medik pasien sirosis hati dengan atau tanpa hematemesis melena. Hasil penelitian dari 25 pasien, antibiotik yang digunakan adalah sefotaksim i.v 2x1g dan 3x1g sebanyak 13 pasien (52%), seftriakson i.v 2x1 sebanyak 11 pasien (44%) dan siprofloksasin i.v 2x400mg sebanyak 1 pasien (4%). Kesimpulan jenis antibiotik yang di gunakan paling banyak adalah golongan sefalosporin.
RESEARCH ON KNOWLEDGE AND BEHAVIOR LEVEL IN SELF-MEDICATION OF GASTRITIS AMONG MEDICAL STUDENTS Oi, San; Rizkifani, Shoma; Nurmainah, Nurmainah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-medication is a process that is carried out to deal with complaints and minor ailments that are often experienced. Gastritis is a mild disease that can be self-medicated by individuals. The level of self-medicated knowledge among health students is in a good category. However, good knowledge does not always show good behavior in doing self-medication. The purpose of this study was to analyze the relationship between the level of knowledge and gastritis selfmedication behavior in health students. Methods : This type of study is an descriptive observational study with a cross-sectional study design. The sampling technique used was quota sampling. The data analysis used was the Spearman Rank correlation test with a confidence level of 95%. Results and Conclusions : Most respondents were 19 years old (34.769%), female gender (81.788%), third semester (34.438%). The most frequently consumed drug is Promag® (62.914%), and the most often visited place to get an gastritis drug is a pharmacy (58.278%). The level of knowledge possessed by health students was classified as good, namely as many as 186 respondents (61.590%) and positive gastritis self-medication behavior as many as 229 respondents (75.828%).
FORMULASI SALEP EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) DAN MADU KELULUT (Heterotrigona itama) DENGAN TWEEN 80 DAN SPAN 80 SEBAGAI EMULSIFYING AGENT Pratama, Taufik Nanda; Andrie, Mohamad; Taurina, Wintari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sebelumnya dikombinasikan fase air ekstrak ikan gabus dan madu kelulut menggunakan basis adeps lanae. Berdasarkan orientasi pada formula tersebut terjadi pemisahan antara fase air ekstrak ikan gabus dan madu kelulut dengan basis adeps lanae, sehingga pada penelitian kali ini peneliti berinisiatif ingin menambahkan tween 80 dan span 80 sebagai emulgator. Metode: Salep dibuat dengan divariasikan tween 80 dan span 80 sebesar 2,5%; 5% dan 7,5% serta dibuat kontrol tanpa penambahan tween 80 dan span 80 dengan mengamati uji organoleptis, daya lekat, daya sebar, uji homogenitas, uji pH dan daya proteksi. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan One Way Anova. Hasil: Semua sediaan salep cenderung memiliki warna putih kekuningan dan bau khas madu serta homogen. Penambahan tween 80 dan span 80 meningkatkan daya sebar, menurunkan daya lekat dan menurunkan pH secara signifikan. Kesimpulan: Formula yang memenuhi syarat stabilitas sediaan salep yang baik pada penelitian ini adalah formula dengan penambahan tween 80 dan span 80 dengan konsentrasi total yang tinggi yaitu 5% dan 7,5%.