cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Pola Penggunaan Obat Tradisional Terhadap Kualitas Kesehatan Masyarakat Samudra, Nizam Elang; Untari, Eka Kartika; Wahdaningsih, Sri
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 membuat penggunaan obat tradisional menjadi meningkat. Pengetahuan masyarakat akan mempengaruhi pola penggunaan obat tradisional sehingga hal tersebut akan mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat dimasa pandemi COVID-19. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan, terhadap pola penggunaan obat tradisional dan kualitas kesehatan masyarakat dimasa pandemi COVID-19 Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat analitik. Sampel pada penelitian ini yaitu masyarakat Kota Pontianak dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan didapatkan sebanyak 136 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan bahwa hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap pola penggunaan obat tradisional dan pola penggunaan obat tradisional terhadap kualitas kesehatan didapatkan memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p-value masing masing (P = 0,035 dan P = 0,00). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengetahuan masyarakat berhubungan terhadap pola penggunaan obat tradisional dan kualitas kesehatan masyarakat selama masa pandemi COVID-19.
PENGARUH KADAR ABU CANGKANG TELUR AYAM RAS PETELUR TERHADAP INDEKS ORGAN TIKUS PUTIH BETINA GALUR WISTAR Hidayat, Kartika Nur; Nurbaeti, Siti Nani; Kurniawan, Hadi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serbuk cangkang telur merupakan limbah organik yang berkhasiat sebagai antiseptik, antibakteri, serta pengembangan mineral apatit pembentuk tulang dan gigi. Cangkang telur ayam mengandung kalsium karbonat CaCO3 (98%) dan kalsium (28%), sehingga berpotensi dijadikan sebagai bahan suplemen sumber kalsium bagi manusia. Namun, kandungan cangkang telur terdiri dari senyawa anorganik yang menghasilkan abu. Cangkang telur sebagai bahan suplemen harus memenuhi standar kualitas dan keamanannya, namun belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan uji toksisitas dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kadar abu cangkang telur ayam yang diberikan secara oral dengan dosis tunggal terhadap indeks organ tikus. Tikus dikelompokkan menjadi kelompok 2000 mg/kgBB dan kelompok dosis 5000 mg/kgBB. Hasil uji menunjukkan bahwa kandungan kadar abu pada cangkang telur ayam ras petelur yaitu sebanyak 95,13 % ± 0,24. Analisis nilai indeks organ tidak memiliki perbedaan yang signifikan (p >0,05) antara kelompok 2000 mg/kgBB dengan kelompok 5000 mg/kgBB.
PENETAPAN KADAR PROTEIN SEDIAAN SALEP FASE AIR EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) dan MADU KELULUT (Trigona Sp.) DENGAN METODE KJELDAHL Saragi, Restian Rony; Andrie, Mohamad; Taurina, Wintari
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gabus sudah mulai banyak digunakan sebagai pengobatan dibidang Kesehatan terutama sebagai obat luka bakar dan pengobatan pasca operasi. Ikan gabus sendiri memiliki kandungan protein albumin yang lebih tinggi daripada ikan lain. Protein merupakan senyawa yang dapat membantu mempercepat penyembuhan luka. Selama proses penyembuhan luka, tubuh memerlukan asam lemak dan protein. Madu memiliki manfaat secara umum sebagai antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, bahkan membantu penyembuhan luka. Berdasarkan aktivitas yang dimiliki ikan gabus (Channa striata) dan madu kelulut (Trigona Sp.) ingin dikembangkan menjadi suatu sediaan pemakaian luar yang ditujukan untuk membantu penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar protein yang terkandung dalam sediaan salep fase air ekstrak ikan gabus (Channa striata) dan madu kelulut (Trigona Sp.) dengan penetapan kadar menggunakan metode Kjeldahl. Fase air ekstrak ikan gabus (Channa striata) dan madu kelulut (Trigona Sp.) dibuat dalam sediaan salep yang kemudian dilakukan pengukuran persentase kadar protein. Penetapan kadar protein dalam sediaan salep menggunakan metode Kjeldahl. Metode Kjeldahl digunakan untuk menganalisis kadar protein kasar dalam bahan makanan secara tidak langsung, karena yang dianalisis dengan cara ini adalah kadar nitrogennya. Hasil dari penelitian ini kadar protein menunjukan nilai rata-rata kadar protein 5.722 untuk salep tunggal dan 5.742 untuk salep kombinasi. Hasil menunjukan bahwa salep ikan gabus (Channa striata) dan madu kelulut (Trigona Sp.) memliki selisih kadar protein sebesar 0.02% lebih tinggi pada salep ekstrak ikan gabus dengan madu kelulut. Hasil tersebut menunjukkan bahwa madu tidak mempengaruhi kadar protein secara signifikan didalam salep ikan gabus.
POTENSI PENGGUNAAN MINYAK ALMOND (Oleum Amygdalae) SEBAGAI PELEMBAB Salim, Suaina; Desnita, Rise; Anastasia, Desy Siska
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak almond telah luas digunakan oleh terapis sebagai emolien dan lubrikan, serta dapat mencegah kulit menjadi kering dan pecah-pecah. Minyak almond mengadung banyak asam-asam lemak yang dapat berperan sebagai pelembab. Pelembab (moisturizer) merupakan sediaan yang digunakan untuk memperbaiki kulit yang kering. Sediaan pelembab dapat berupa sediaan krim, salep, lotion, gel maupun minyak yang dapat melembabkan. Pada jurnal review ini membahas tentang penggunaan minyak almond sebagai sediaan pelembab.
Analisis Hubungan Penggunaan Obat Antiepilepsi terhadap Risiko Jatuh pada Pasien Geriatri Rawat Jalan di Klinik Saraf RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak Sariyani, Maya; Nurmainah, Nurmainah; Susanti, Ressi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat antiepilepsi dapat meningkatkan risiko jatuh karena efek samping seperti ataksia, sedasi, kebingungan, pusing, dan penglihatan kabur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, dan komorbid terhadap risiko jatuh pada geriatri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional yang bersifat analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Data yang digunakan merupakan basis data elektronik pasien geriatri rawat jalan di klinik saraf selama periode Januari hingga Desember 2019 yang menggunakan obat antiepilepsi. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 16.0 dengan uji chi-square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa persentase usia 60-69 tahun lebih banyak sebesar 72,5% dimana wanita lebih mendominasi dengan jumlah sebesar 54,1% dibanding pria sebesar 45,9%, dan geriatri tanpa komorbid lebih banyak sebesar 88,7% dibanding geriatri yang memiliki komorbid sebesar 11,3%. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (p=0,001), jenis kelamin (p=0,001), dan komorbid (p=0,001) dengan risiko jatuh. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin, dan komorbid terhadap peningkatan risiko jatuh pada geriatri. Kata kunci: fall risk medicine, geriatri, obat antiepilepsi, risiko jatuh
Studi Karakteristik Peresepan Obat Antidiabetik Oral di Apotek Kota Pontianak Ronaldo, Ronaldo; Rizkifani, Shoma; Nurmainah, Nurmainah
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus umumnya disertai komplikasi sehingga obat-obat yang diberikan cenderung polifarmasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan potong lintang yang berifat deskriptif. Data resep diambil secara retrospektif dengan menggunakan resep pasien diabetes melitus di Apotek di Kota Pontianak selama tahun 2019. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Data yang diambil dari resep adalah nama obat, jumlah obat, aturan pakai obat, jenis kelamin, dan usia. Hasil: Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan sebanyak 204 resep yang memenuhi kriteria inklusi. Karakteristik berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki 40,69% dan perempuan 59,31%, karakteristik berdasarkan usia yaitu pasien diabetes dengan usia ? 60 tahun sebanyak 33,82%, dan karakteristik berdasarkan jumlah obat yaitu polifarmasi minor 62,25% dan mayor 38,75%. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien hipertensi didominasi oleh jenis kelamin perempuan, usia ? 60 tahun, dan jenis polifarmasi minor (2-4obat). Kata kunci: Antidiabetik oral, Karakteristik, Resep.
POLA PERESEPAN PASIEN LANJUT USIA POLI PENYAKIT DALAM RAWAT JALAN DI RSUD DR. SOEDARSO KOTA PONTIANAK PERIODE DESEMBER 2018 JULI 2019 ., Sarah Maulidia Sasfi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien geriatri adalah pasien lanjut usia yang menderita multi penyakit serta gangguan akibat penurunan fungsi fisiologis sehingga mendapatkan pengobatan polifarmasi dengan resiko yang lebih besar. Beers Criteria merupakan kriteria yang digunakan sebagai acuan untuk mengetahui potensi risiko yang lebih besar dari penggunaan obat-obatan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran peresepan pasien geriatri berdasarkan persentase penggunaan obat yang memenuhi berdasarkan Beers Criteria. Penelitian ini merupakan penelitian observasional non eksperimental studi cross-sectional retrospektif bersifat deskrptif dengan teknik simple random sampling hingga diperoleh 150 data rekam medis dan data resep pasien geriatri poli penyakit dalam diinstalasi rawat jalan periode Desember 2018 sampai Juli 2019 terdiri atas 79 laki-laki dan 71 perempuan pasien geriatri. Analisis data dilakukan secara manual berdasarkan data resep dan rekam medis dengan pendekatan kuantitatif, yaitu menghitung persentase pasien yang menerima obat berdasarkan Beers Criteria 2012. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebanyak 21% resep mengalami polifarmasi dengan resep terbanyak pada penyakit kardiovaskuler dan 36% pasien menerima resep yang memuat obat Beers Criteria 2012 dimana Spironolakton paling banyak diresepkan sebesar 10% dari 54 resep. Terdapat 64% pasien yang tidak memuat obat Beers Criteria 2012. Hal ini menunjukkan bahwa pasien geriatri masih mendapat resep dengan memuat obat yang masuk dalam kategori Beers Criteria. Kata Kunci : peresepan, geriatri, polifarmasi, Beers Criteria
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pediatrik Rawat Inap di RSUD dr.Soedarso Pontianak Suhartaty, Lindy; Pratiwi, Liza; Purwanti, Nera Umilia
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang paling sering diresepkan pada anak-anak. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap terjadinya resistensi yang berdampak pada peningkatan morbiditas, mortalitas dan biaya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik di RSUD dr Soedarso Pontianak tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh 91 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh kemudian dievaluasi berdasarkan pedoman yang digunakan yaitu British National Formulary for Children September 2018-2019, Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI) 2014, MIMS 2017/2018 dan Pediatric & Neonatal Dosage Handbook 2013. Pasien pediatrik yang paling banyak diresepkan antibiotik pada laki-laki (54,95%) dan pada rentang usia 5-11 tahun (65,93%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik yaitu tepat dosis (62,64%), tepat frekuensi (90,11%), tepat durasi (84,62%) dan tepat rute pemberian (97,80%). Kata Kunci : Antibiotik, Pediatrik, Tepat Dosis, Tepat Frekuensi, Tepat Durasi, Tepat Rute Pemberian
OPTIMASI KONSENTRASI AGAROSA TERHADAP HASIL AMPLIFIKASI GEN blm RESISTENSI ANTIBIOTIK AMOXICILLIN DARI BAKTERI Bacillus cereus PADA PASIEN ULKUS DIABETIK Raynaldi, Marinus Andre; Sari, Rafika; Apridamayanti, Pratiwi
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antibiotik amoxicillin pada bakteri Bacillus cereus ditandai dengan adanya keberadaan salah satu gen spesifik, yaitu blm yang terletak pada kromosom dan plasmid. Metode penelitian dilakukan dengan PCR secara in vitro, yang kemudian dideteksi dengan optimasi konsentrasi agarosa 1%, 1.5%, dan 2% dengan elektroforesis. Primer yang digunakan dalam penelitian ini merupakan primer spesifik dengan forward 5 CGCGGAAGATTAAATGGTTATAATGG 3, dan reverse 5 ATGCTGGCGTAATCAACAGATTCAG 3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah optimasi konsentrasi agarosa mempengaruhi identifikasi gen blm dari bakteri Bacillus cereus yang telah resisten terhadap antibiotik amoxicillin terhadap pasien ulkus diabetik. Hasil yang didapat adalah konsentrasi 1% merupakan konsentrasi yang paling baik berdasarkan pada panjang amplikon DNA gen blm yaitu 1107 bp. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi agarosa mempengaruhi hasil resolusi DNA, dimana konsentrasi agarosa yang kecil akan memberikan resolusi yang baik pada amplikon yang memiliki panjang DNA yang besar.
ESTIMASI KARDIOVASKULAR 10 TAHUN KEDEPAN DAN KETEPATAN PENGGUNAAN STATIN DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK Puspita, Tita; ., Nurmainah; Yuswar, Muhammad Akib
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dislipidemia merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase risiko penyakit kardiovaskular 10 tahun kedepan pada pasien dislipidemia di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak sesuai dengan pedoman PERKI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional dengan rancangan penelitian crosssectional yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan berupa data rekam medik pasien rawat inap selama periode Januari - Desember 2018. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi digunakan sebanyak 41 sampel. Risiko penyakit dislipidemia menggunakan metode Systematic Coronary Risk Evaluation (SCORE) diukur dengan aplikasi HeartScore yang diakses www.heartscore.org. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pasien dislipidemia yang kategori risiko kardiovaskular rendah 7,32%, berisiko sedang 70,73%, berisiko tinggi 24,39%. Ketepatan pemilihan statin pada kategori risiko rendah sebanyak 9,75%, kategori risiko sedang 68,29%. Statin yang digunakan pada kategori rendah dan sedang secara berturut turut adalah simvastatin 10 mg dan simvastatin 20mg. Pemilihan statin pada pasien berisiko tinggi telah tepat menggunakan atorvastatin 40mg (14,63%). Disisi lain, penggunaan atorvastatin 20mg sebanyak 7,32% tidak tepat. Kesimpulan dari penelitian ini ditemukan ketidaktepatan pemilihan obat statin pada pasien berisiko tinggi penyakit kardiovaskular.