cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year, containing research articles, review, and short communication in pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biologjcal pharmacy, pharmaceutical sciences and clinical pharmacy research and practice of pharmacy in industry, clinic, and community practice, such as pharmacies, distributors, and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Efektivitas Khasiat Penyembuhan Luka Sayat Gel Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) Berdasarkan Analisis Hidroksiprolin Fathnur Sani K; Agung Giri Samudra; Havizur Rahman; Ave Olivia Rahman
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 9, No 2 (2022): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4084

Abstract

Ekstrak daun ekor naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) merupakan ekstrak yang telah teruji dari penelitian sebelumnya memiliki efek sebagai penyembuh luka sayat, luka bakar dan inflamasi. Efek ini didukung dengan adanya kandungan metabolit skeunder alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan tannin. Efek gel sebagai penyembuh luka sayat juga telah di publish. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar hidroksiproline kulit yang mengalami luka sayat setelah pemberian gel ekstrak daun ekor naga selama 14 hari. Metode penelitian yang digunakan merupakan experimental design. Hewan uji yang digunakan masing-masing perlakuan sebanyak 5 ekor hewan uji. Kontrol Positif (Bioplacenton®), Formula 0 (Basis Gel), Formula 1 (Konsentrasi ekstrak daun ekor naga 10%), Formula 2 (Konsentrasi ekstrak daun ekor naga 15%), dan Formula 3 (Konsentrasi ekstrak daun ekor naga 20%). Pengamatan yang dilakukan adalah skrining fitokimia, dan kadar hidroksiproline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 2 merupakan formula yang memiliki efektivitas terbaik dalam pembentukan kolagen yaitu sebesar 35,251±4,16 µg/mL. Dimana secara statistik memiliki perbedaan yang bermakna (p<0,05) antar kelompok perlakuan. Kesimpulan bahwa gel ekstrak daun ekor naga memiliki pengaruh terhadap kadar hidroksiprolin pada kasus luka sayat hewan uji.
Efektivitas Larvasida Ekstrak Etanol Bunga Kecombrang (Etlingera elaitor) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava) terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti Kamiel Roesman Bachtiar; Lina Rahmawati Rizkuloh; Susanti Susanti; Srie Rezeki Nur Endah
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 9, No 2 (2022): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.3421

Abstract

Berbagai jenis tanaman di Indonesia telah diketahui mengandung senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida. DIantaranya adalah bunga kecombrang dan daun jambu biji yang dapat berfungsi sebagai larvasida. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas campuran ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elaitor) dan daun jambu biji (Psidium guajava) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. Objek dalam penelitian ini adalah semua larva Aedes aegypti instar III yang berumur 3-4 hari Sampel total yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 280 larva, yang di tentukan dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh campuran ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elaitor) dan daun jambu biji (Psidium guajava) terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak bunga kecombrang dan daun jambu biji yang diberikan, semakin banyak pula terjadinya kematian pada larva Aedes aegypti. Angka kematian tertinggi sebesar 90% dengan label konsentrasi uji 5 pada konsentrasi 5000 ppm (komposisi 1250 ppm ekstrak bunga kecombrang dan 3.750 ppm ekstrak daun jambu biji). Hasil analisis probit menunjukkan nilai LC50 pada larva Aedes aegypti untuk formula campuran ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elaitor) dan daun jambu biji (Psidi guajava L.) adalah pada konsentrasi 2567,83 ppm
Skrining senyawa Combretum Indicum sebagai inhibitor Caspase 3 secara In Silico Samsul Hadi; Salma Salma; Amalia khairunnisa; Suci Kamelia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 9, No 2 (2022): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.3999

Abstract

Osteoarthritis ialah gangguan sendi degeneratif yang ditandai dengan erosi cartilage artikular. Salah satu protein yang mempunyai peran besar dalam penyakit ini adalah caspase sub type 3. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah skrining senyawa belanda yang berpotensi sebagai inhibitor caspase 3. Metode dari penelitian ini menggunakan seanyawa yang terkandung dalam Combretum indicum, data ini kemudian dilakukan docking menggunakan software PLANTS. Hasil dari penelitian ini adalah scor docking dari masing masing senyawa yaitu Isatin Sulfonamide -90,8975; Casuariin -92,4942; asquisqualic acid -90,8911; 1-desgalloyleugeniin -100,988; arachidonic acid -63,4613; Punicalin -88,2142; linoleic acid - 97,4111; gallic acid -59,1281; Rutin-95,3717; ellagic acid -63,6793; methyl ursolate -77,5611; flavogallonic acid -80,8221; Quisqualic acid -63,1281; brevifolin carboxylic acid -71,5203; Trigonelline-59,8987; Quercetin -74,4091; quinoline-4-carbonitrile -61,5971; β-sitosterol -87,3881; Pedunculagin-86,843 Lupeol -76,4221; Punicalagin -82,1754; linalool -67,8673; Eugeniin -100,7541.Oleh karena itu senyawa yang berpotensi sebagai inhibitor caspase 3 adalah Rutin, linoleic acid, asquisqualic acid, Eugenin, Casuariin, 1-desgalloyleugeniin.
Deteksi populasi Cd3+Cd4+Cd25+Foxp3+ T-regulator pada Limpa Mencit Galur Balb/c dan Swiss-webster yang Mudah dan Cepat dengan Metode Flow Cytometry Yudy Tjahjono; Hendy Wijaya; Senny Yesery Esar; Caroline Caroline; Nico Jafet; I Made Andika Bara Kusuma; Oryza Chrisantia; Maria Theresia Primadewy Bhendy; Sindi Siska Palpialy; Shellin Soehadi; Yufita Ratnasari Wilianto
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 9, No 2 (2022): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4079

Abstract

Sel T-regulator (Treg) memainkan peran kunci dalam mengendalikan autoimunitas, respon alergi, peradangan, dan respons terhadap infeksi. Sel T Cd4+ yang secara konstitutif mengekspresikan Cd25 dan protein forkhead 3 (Foxp3; yaitu, Cd3+Cd4+Cd25+Foxp3+) atau disebut juga sebagai Treg fungsional, telah terbukti memainkan peran utama dalam pemeliharaan toleransi dan homeostasis imun, sehingga deteksi Treg fungsional sangat penting dilakukan sebagai salah satu parameter imunomodulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi populasi sel Treg (Cd3+Cd4+Cd25+Foxp3+) pada organ limpa mencit galur Balb/c dan Swiss-webster dengan menggunakan metode yang mudah, cepat, serta terjangkau. Metode deteksi sel Treg dilakukan dengan cara isolasi organ limpa mencit Balb/c dan Swiss-webster kemudian dilakukan preparasi dan deteksi sel menggunakan instrumen flow cytometry. Hasil populasi sel Treg yang didapatkan berturut-turut pada mencit Balb/c dan Swiss-webster adalah 2,02 ± 0,36% dan 3,14 ± 1,64% dari total populasi yang dideteksi dengan hanya membutuhkan waktu 145 menit sejak pembedahan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengamatan populasi sel Treg pada splenosit mencit galur Balb/c dan Swiss-webster dengan flow cytometry dapat dilakukan dengan mudah dan praktis dengan pewarnaan kombinasi antibodi yang tertera pada manuskrip ini. Selain itu, metode pewarnaan yang tertera dapat digunakan sebagai salah satu acuan untuk mendeteksi imunomodulator pada berbagai model hewan coba yang menggunakan mencit galur Balb/c dan Swiss-webster, khususnya yang berhubungan dengan populasi sel Treg.
Analisa Vitamin B1, B6 dan B12 Secara Simultan Dengan Metode Kromatografi Pasangan Ion Diana Diana
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 9, No 2 (2022): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4557

Abstract

Kromatografi pasangan ion dapat digunakan untuk meretensi senyawa yang memiliki muatan, bersifat polar dan memisahkan analit yang bervariasi kepolaran dan hidrofobisitasnya. Hal yang tidak dapat dilakukan dengan mudah pada metode kromatografi fase balik biasa. Pemisahan senyawa pada kolom menggunakan kromatografi pasangan ion dilakukan untuk menganalisa kadar Thiamine Mononitrat (Vitamin B1), Pyridoxine HCl (Vitamin B6) dan Cyanocobalamin (Vitamin B12) secara simultan. Validasi juga dilakukan untuk membuktikan performa metode analisa yang diusulkan. Dari penelitian ini dibuktikan bahwa kromatografi pasangan ion dapat menjadi metode alternatif yang lebih efisien untuk menganalisa sediaan tablet oral dengan kandungan B1, B6 dan B12.
A review: Utilization of Herbal Medicines in Alzheimer's Disease from Three Plants in Indonesia Yonathan Tri Atmodjo Reubun
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 9, No 2 (2022): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4197

Abstract

Alzheimer's disease is a disease in which brain damage is characterized by a decrease in attention, memory, and personality. Personality changes often occur when sufferers become less spontaneous, more apathetic, and withdrawn from their environment. The use of chemical drugs derived from the synthesis of natural drugs is approved for clinical use for Alzheimer's patients. Synthesis from natural materials is carried out because of the many chemical compounds contained in plants which have various biological and pharmacological effects. As for the use of natural medicines that are efficacious as antioxidants, anticoagulants, and anti-inflammatories, they are targets in the prevention of Alzheimer's disease where from these effects they can inhibit the acetylcholinesterase enzyme that plays a role in neurotransmitter damage. This journal review aims to maximize the use of natural medicines that have antioxidant effects from plants such as turmeric (Curcuma longa L.), gotu kola (Centella asiatica L.) and Kelor leaves (Moringa oleifera Lam.) so that these three plants are expected to have an effect. potential in the prevention of Alzheimer's disease which will be discussed extensively.
Penghambatan Proliferasi Sel Kanker Payudara T47D oleh Ekstrak Air Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Doxorubicin dengan Metode MTT Assay Laili Nailul Muna; Fradhika Maulidina
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 9, No 2 (2022): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v9i2.4361

Abstract

Kanker merupakan jenis penyakit dengan prevalensi tertinggi yang dapat menyebabkan kematian, salah satunya kanker payudara. Pengobatan kemoterapi saat ini yang dilakukan banyak menimbulkan resiko terhadap penderitanya, misalnya menimbulkan resistensi, efek samping, daya efikasi yang semakin menurun. Model pengobatan yang efektif yakni mengkombinasikan agen kemoterapi dengan agen kemopreventif sebagai komplementer, sehingga dapat meminimalkan efek samping. Tujuan pada penelitian ini yakni mengetahui ativitas sitotoksik ekstrak air daun kelor dengan control positif doxorubicin terhadap sel kanker payudara T47D. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan MTT assay dengan hasil data berupa IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dengan IC50 lebih dari 1000 µg/ml, sedangkan doxorubicin memberikan nilai IC50 sebesar 8,17 µg/ml. Berdasarkan nilai IC50 tersebut ekstrak air daun kelor kurang poten dalam memberikan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D, namun memberikan perubahan morfologi sel.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Penyebab Bau Kaki Renna Yulia Vernanda; Agnes Dwi Ariyanti; Claudia Oktaviana; Firman Sandi Gunawan; Yohana Maria Vianney Prastica; Flora Raliana Mauryn; Angelica Krisensiani Rati; Fridolin Putri Hasfayo; Margareta Vita Ribeiro
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4486

Abstract

Foot odour is caused by combination of sweat and bacteria. Smelly feet can lead to lack of confidence and discomfort. In this study, conducted on 21 probands to isolate the microbes with the following criteria: male, aged 18-25 years, wore shoes for 8 hours without taking them off, moist, and smelly feet. Isolating microbes from the feet using a cotton swab. The result of the study found 7 isolates. Several bacteria isolates, namely: Staphylococcus sp, Bacillus sp, Enterobacter sp. In addition, isolates from fungi Aspergillus sp, Penicillium sp, Syncephalastrum sp, and Candida krusei yeast were isolate 
Kajian Pustaka Efektivitas dan Efek Samping Terapi Kombinasi Budesonide - Formoterol Fumarate pada Pasien Asma Riri Nur Oqviani; Elisabeth Kasih; Yufita Ratnasari Wilianto
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4111

Abstract

Asma merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan adanya inflamasi kronis pada saluran pernapasan, ditandai dengan adanya gejala seperti mengi, sesak napas, sesak pada bagian dada, batuk yang terjadi secara berulang karena adanya penyumbatan dan keterbatasan aliran udara pada saluran pernapasan. Faktor penyakit asma seperti adanya paparan alergen, akibat dari kegiatan olahraga, perubahan pola makan, perubahan cuaca, serta karena infeksi virus yang dapat menyebabkan peradangan pada saluran napas. Budesonide merupakan golongan obat kortikosteroid yang dapat memberikan efek pengobatan pada asma ketikadiberikan dalam bentuk inhalasi. Formoterol fumarate merupakan golongan obat agonis beta-2 long actingyang bersifat bronkodilator setelah diberikan melalui inhalasi. Glukokortikoid (kostikosteroid) bekerja dengan menghambat respon pada jaringan yang mengalami proses inflamasi, dikombinasikan dengan Long-Acting β2-Agonist yang merangsang reseptor adrenergi pada paru-paru sehingga dapat merelaksasikan otot polos bronkus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian pustaka mengenai efektivitas terapi dan efek samping dari pemberianterapi kombinasi budesonide-formoterol fumarate pada pasien asma. Proses pencarian artikel dilakukan menggunakan database PubMed dan didapatkan 9 artikel yang sesuai dengan kriteriainklusi dan eksklusi penelitian.Hasil penelitian dari 9 artikel tersebut menunjukkan bahwa kombinasi budesonide200 μg dan formoterol fumarate6 μg yang digunakan 1 inhalasi 1-2 kali sehari efektif dalam mengurangi risiko eksaserbasiparah, inflamasi, serta baik untuk mengontrol gejala pada pasien dewasa dengan asma ringan sampai sedang yang dapat dilihat melalui skor ACQ-5 dan FEV1sertaaman digunakan dalam pengobatan asma kecuali dalam penggunaan jangka panjang (>48 minggu) efeksamping yang dapat muncul seperti nasofaringitis (35%)daninfeksi saluran pernapasan atas (32%).
Pengaruh Garam Krayan terhadap Bakteri Cairan Sulkus Gingiva Anak dengan Gingivitis Ringan (Kajian pada Streptococcus alpha) Caecilia Dewi Ratna Prathiwi; Rinaldi Budi Utomo; Putri Kusuma Wardhani
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4566

Abstract

Latar belakang: gingivitis adalah Penyakit periodontal paling sering terjadi pada anak-anak. Streptococcus alpha (S. alpha) adalah bakteri yang paling sering ditemukan pada gingivitis anak. Pertumbuhan bakteri patogen dalam rongga mulut dapat dicegah dengan Antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larutan garam Krayan pada bakteri yang ditemukan pada cairan sulkus gingiva terutama S.alpha.Metode: penelitian ini adalah ekperimental laboratorium. Streptococcus alpha diperoleh dari isolasi dari cairan sulkus gingiva anak dengan gingivitis ringan. Garam Krayan diperoleh dari pegunungan Krayan di Kalimantan Utara. Konsentrasi larutan yang digunakan adalah 20%, 25%, 30%, 35% dan 40%. Hambatan pertumbuhan garam Krayan terhadap S. alpha dihitung dengan menggunakan zona hambatan pada agar Mueller Hinton yang ditambahkan agar darah domba. Uji statistik penelitian ini menggunakan uji One Way Anova.Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan garam Krayan 20% memiliki diameter zona hambat 12.380 ± .22550mm, konsentrasi 25% 13,568 ± .11122, konsentrasi 30% 14,578 ± .12337, konsentrasi 35% 19,400 ± .12550 dan konsentrasi 40% 21,130 ± .04743mm. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan di seluruh kelompok perlakuan.Kesimpulan: garam Krayan memiliki pengaruh daya hambat terhadap pertumbuhan S. alpha. Semakin besar konsentrasi larutan garam semakin besar pula hambatan yang dihasilkan.